Author: Revitasari

  • 5 Jenis Infeksi Menular Seksual yang Harus Anda Cegah Sebelum Terlambat!

    5 Jenis Infeksi Menular Seksual yang Harus Anda Cegah Sebelum Terlambat!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, infeksi menular seksual merupakan salah satu riwayat yang dapat mengganggu kadar kesuburan Anda dan suami. Beberapa jenis infeksi menular seksual bahkan dikenal dapat menyebabkan masalah pada tuba falopi dan radang panggul.

    Sangat penting bagi wanita mengenali macam-macam dan gejala-gejala infeksi menular seksual. Sebab, beberapa jenis infeksi menular seksual bisa hadir tanpa tanda-tanda yang spesifik. Jangan sampai Anda tidak menyadarinya karena kesuburan Anda bisa jadi taruhannya.

     

    Sebelum Terlambat Menyadari, Kenalilah Kelima Jenis Infeksi Menular Seksual Ini. Niscaya, Rencana Kehamilan Jadi Tak Sia-Sia dan Kesuburan Anda Tetap Prima.

    Lalu, apa saja sih jenis-jenis infeksi menular seksual yang selama ini sering menimpa wanita? Bagaimana gejala dan pengobatannya? Untuk menjawabnya, yuk kita simak 5 jenis infeksi menular seksual menurut Centers for Disease Control Control and Prevention, The American Congress of Obstetricians and Gynecologists, dan American Social Health Association berikut ini!

     

    1. Human papillomavirus masih menjadi momok hingga kini. Virus yang diikuti gejala kutil ini dapat menimbulkan kanker serviks sehingga harus cepat diatasi.

    Papsmear yang melibatkan swab serviks - via money.pl
    Papsmear yang melibatkan swab serviks – via money.pl

    Human papillomavirus (HPV) belakangan ini memang sering disorot media. Menurut studi, virus ini dapat menginfeksi 6 juta orang setiap tahunnya lewat kontak kulit ke kulit selama seks vaginal, oral, atau anal. Gejala yang bisa diamati adalah adanya kutil pada kelamin atau tenggorokan. Namun, sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala apapun.

    Jika Anda memeriksakan gejalanya, dokter akan melakukan swab serviks (pengumpulan cairan vagina untuk mengetahui keberadaan virus dan potensi lain seperti bengkak, nyeri, atau perdarahan) selama pemeriksaan pap smear. Pengobatan infeksi menular ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Namun 90% wanita dapat sembuh setelah dua tahun.

    Tingkat waspada infeksi HPV ini beragam, mulai dari rendah hingga tinggi. Meskipun begitu, jangan pernah meremehkan penyakit ini. Bila tak segera ditangani, penyakit kanker serviks dapat melanda dan mengancam rencana kehamilan Anda.

     

    2. Ada pula infeksi menular seksual yang bernama trikomoniasis. Karena dapat membahayakan ibu hamil, solusi terbaik adalah mencari bantuan medis.

    Gejalanya adalah gatal pada organ genital - via familyherbalhealth.com
    Gejalanya adalah gatal pada organ genital – via familyherbalhealth.com

    Trikomoniasis barangkali masih asing di telinga Anda. Infeksi menular seksual ini menyebar lewat parasit yang menjangkiti wanita melalui cairan tubuh atau kontak antarkulit melalui seks vaginal, oral, dan anal. Gejalanya meliputi gatal-gatal pada organ genital, terasa seperti terbakar, bahkan perlukaan. Saat dibawa untuk berhubungan seksual atau buang air kecil, Anda akan menemui cairan serupa keputihan dengan bau tak sedap.

    Dokter akan melakukan pemeriksaan mikroskopik ketika Anda memeriksakan infeksi ini. Pemeriksaan ini akan menguji cairan vagina Anda tadi. Jika Anda positif mengidap trikomoniasis, dokter mengobati dengan antibiotik untuk infeksi yang kadar bahayanya rendah hingga sedang ini. Gangguan ini biasanya berlaku sementara bagi sebagian orang. Tapi jika dibiarkan saja, bisa sangat berbahaya untuk ibu hamil.

     

    3. Gonorrhea adalah infeksi menular seksual yang dikaitkan dengan radang panggul dan masalah tuba falopi. Karenanya, kemandulan mungkin terjadi kalau gonorrhea tidak langsung dikenali dan diantisipasi.

    Gonorrhea terkait dengan radang panggul - via tqn.com
    Gonorrhea terkait dengan radang panggul – via tqn.com

    Gonorrhea sering dihubung-hubungkan dengan penyakit radang panggul dan permasalahan tuba falopi wanita. Infeksi menular seksual ini menyebar via cairan tubuh melalu seks vaginal, oral, ataupun anal. Sampai sekarang, vaksin gonorrhea masih belum ditemukan.

    Gejala yang sering dikeluhkan pengidapnya adalah rasa nyeri, adanya cairan putih yang keluar dari vagina, dan munculnya darah di antara periode menstruasi. Dengan memeriksakannya pada dokter, Anda akan menjalani swab serviks ata tes urin. Lantas, infeksi ini bisa diobati dengan antibiotik sesuai kadar resistensi infeksi Anda.

    Sebenarnya, tingkat waspada infeksi ini terbilang rendah. Namun kalau tidak ditangani, kesuburan Anda akan terganggu dan kemandulan adalah keniscayaan yang bisa terjadi.

     

    4. Chlamydia juga berkadar waspada rendah. Tapi bila tak kunjung ditangani, sulit hamil dan masalah kesuburan lainnya bisa mengintai anda.

    Pengobatan dengan antibiotik - via wisegeek.com
    Pengobatan dengan antibiotik – via wisegeek.com

    Infeksi menular seksual yang disebabkan karena bakteri ini juga menyebar lewat cairan tubuh pada hubungan seksual vaginal, oral, atau anal. Gejalanya ditandai dengan keluarnya cairan keputihan, nyeri saat hubungan seksual dilakukan, dan keluarnya darah lewat vagina di antara periode menstruasi. Namun, mayoritas pengidapnya tidak merasakan gejala apapun. Inilah yang perlu Anda waspadai.

    Pemeriksaan penyakit yang mampu mengakibatkan radang panggul dan gangguan tuba falopi ini, menggunakan swab serviks yang sederhana. Sedangkan pengobatannya bisa disembuhkan dengan antibiotik. Walau kadar awasnya rendah, tak jauh berbeda seperti gonorrhea, chlamydia pun bisa berujung pada masalah kesuburan.

     

    5. Kalau istilah herpes, pasti Anda sudah mengetahui. Infeksi menular seksual ini bersifat kronis, berulang-ulang, dan bisa seumur hidup menjangkiti.

    Gejala herpes mirip flu - via nutricionysaludantiaging.com
    Gejala herpes mirip flu – via nutricionysaludantiaging.com

    Menurut penelitian, herpes menyerang satu dari enam orang wanita. Penyebarannya melalui virus dan menjangkiti lewat kontak kulit selama berhubungan seksual secara vaginal, oral, maupun anal. Jika ada luka yang ditemui di organ intim, mulut, atau bibir, inilah salah satu gejalanya. Gejala lainnya lagi mirip seperti flu, yakni demam dan bengkaknya kelanjar.

    Pemeriksaan untuk pencegahan dan pengobatan penyakit ini meliputi inspeksi visual, pemeriksaan kultur virus, atau tes darah. Perlu Anda ketahui kalau pengobatan herpes yang tersedia tidak dapat membunuh virusnya dengan tuntas. Ini karena virus herpes bersifat kronis, berulang-ulang, dan sangat dipengaruhi daya tahan tubuh. Obatnya sendiri harus diberikan saat penyakit ini sedang aktif. Tapi, tenangkan diri Anda. Herpes memang bisa menjangkiti seumur hidup tapi ia semakin jarang kambuh seiring waktu.

     

    Pemeriksaan pada dokter yang ahli dan terpercaya adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual. Sembuh dari infeksi menular seksual pun bukan berarti tak akan terjangkit lagi. Ia bisa sesekali datang lagi karena beragam faktor. Oleh karena itu, segeralah kunjungi dokter Anda. Mintalah pengecekan akan infeksi menular seksual seperti papsmear, misalnya. Bila ini dilakukan sebelum terlambat, percayalah kehamilan yang sehat dan lahirnya bayi yang manis, bukan lagi imajinasi untuk Anda, Ledis!

  • Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Ledisia.comLedis, sudah pernah dengar istilah hiperprolaktinemia? Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana terlalu banyak kadar prolaktin dalam darah seseorang. Prolaktin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis (pituitari) otak. Pada wanita, prolaktin mengatur periode menstruasi, membantu payudara tumbuh, serta memproduksi air susu ibu (ASI).

    Lalu, apa hubungan hiperprolaktinemia ini dengan rencana kehamilan? Nah, inilah yang penting untuk Anda ketahui. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat mengurangi estrogen dan menghambat ovulasi sehingga bisa menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur, bahkan absen (tidak menstruasi sama sekali). Jika ini terjadi, tentu kesuburan Anda akan terganggu, berikut rencana kehamilan Anda. Yang unik, kelebihan kadar prolaktin ini juga mampu membuat kepadatan tulang Anda semakin rendah serta produksi ASI Anda bekerja meskipun sedang tidak hamil.

     

    Waspadai Gejala Hiperprolaktinemia yang Mengganggu Kesuburan Anda. Karena Ia Mengacaukan Ovulasi, Pemeriksaan Lebih Dini Sudah Selayaknya Tak Ditunda!

    Anda tidak mau hiperprolaktinemia ini membuat rencana kehamilan Anda kacau balau, ‘kan? Yuk, simak seluk-beluk, gejala, dan pengobatan penyakit ini! Siapa tahu, Anda bisa mencegahnya lebih dini sebelum kesuburan Anda terganggu.

     

    Pemicu hiperprolaktinemia cukup beragam. Tumor, pengobatan hipertensi, hingga luka di area dada bisa menjadi penyebabnya dan membuat kesuburan Anda terancam.

    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi - via jejswiat.pl
    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi – via jejswiat.pl

    Sampai saat ini, penyebab pasti hiperprolaktinemia masih belum jelas diketahui. Namun, beberapa wanita yang mengidapnya terdeteksi memiliki tumor non kanker dalam kelenjar pituitari. Tumor inilah yang memacu produksi prolaktin lebih tinggi dan membuat para wanita terkena hiperprolaktiemia. Walau kasusnya sangat jarang, tumor ini juga bisa berkembang menjadi kanker, lho!

    Hiperprolaktinemia lainnya juga bisa diakibatkan oleh adanya sel yang terlalu aktif dalam pituitari dan tiroid yang kurang aktif bekerja (hipotiroidisme). Menjalani pengobatan tertentu (untuk keluhan depresi dan tekanan darah tinggi) dan adanya luka pada area dada (misalnya bekas luka bedah, herpes zozter atau shingles) juga diduga kuat turut menjadi penyebab hiperprolaktinemia.

     

    Gejala hiperprolaktinemia pun tak sedikit macamnya. Ada yang tidak merasakan apa-apa, tapi ada pula yang memproduksi ASI tanpa hamil dan tidak teratur menstruasinya.

    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI - via doctoroz.com
    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI – via doctoroz.com

    Beberapa wanita dengan hiperprolaktinemia ini tidak mengalami gejala khusus, sehingga seringkali tidak menyadari awal mula pertumbuhan tumor ini.  Sebagian lainnya punya gejala-gejala seperti menstruasi tidak teratur (bahkan tidak ada sama sekali), kesuburan terganggu sehingga sulit hamil, serta tiba-tiba ASI muncul padahal Anda tidak hamil dan tidak menyusui. Gejala unik ini juga disertai dengan keringnya vagina dan kepadatan tulang yang rendah.

     

    Dokter dapat mendeteksi hiperprolaktinemia lewat tes darah. Tapi, pemeriksaan fisik dan MRI sebaiknya dilakukan untuk hasil yang lebih mendetil dan akurat.

    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia - via phunukieuviet.com
    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia – via phunukieuviet.com

    Pada umumnya, hiperprolaktinemia akan didiagnosis oleh dokter lewat jalan tes darah. Dari tes inilah, kadar prolaktin bisa diketahui apakah ia masih normal atau sudah berlebihan. Jika hasil tes darah menunjukkan kalau kadar prolaktin Anda berada pada perbatasan (antara normal dan tinggi), tidak ada salahnya Anda meminta tes lagi untuk mendapatkan kepastian. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan penggunaan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendapatkan gambaran detil tentang kondisi otak Anda.

     

    Perawatan hiperprolaktinemia hanya dilakukan pada pengidap dengan gejala yang sangat mengganggu. Bromocriptine atau cabergoline adalah penawar yang bisa dipilih agar ovulasi Anda kembali pulih.

    Perawatan hiperprolaktinemia - via dailymail.co.uk
    Perawatan hiperprolaktinemia – via dailymail.co.uk

    Jika gejala hiperprolaktinemia Anda ringan atau bahkan tidak memiliki gejala sama sekali, biasanya dokter tidak melakukan tindakan atau perawatan hiperprolaktinemia. Kasus hiperprolaktinemia yang memerlukan penanganan serius adalah yang disertai gejala sangat mengganggu dan membuat Anda sulit hamil.

    Langkah pertama perawatannya dimulai dengan pemberian bromocriptine atau cabergoline. Kedua jenis pengobatan ini dikenal sebagai agonis dopamin (dopamine agonist), di mana kadar prolaktin dapat dikurangi. Selain itu, keduanya juga mampu mampu mengecilkan tumor pituitari dan mengembalikan ovulasi berikut kesuburan Anda.

    Bromocriptine dikenal sebagai salah satu obat yang tepercaya keamanannya. Resiko cacat lahir akibat obat ini sangat rendah. Oleh karenanya, obat ini disarankan untuk wanita pengidap hiperprolaktinema yang ingin segera hamil. Anda perlu menunggu beberapa bulan sampai kadar prolaktin kembali normal. Sehingga, ovulasi Anda akan pulih dan menstruasi muncul kembali dengan teratur.

    Sedangkan cabergoline adalah jenis obat baru untuk kasus hiperprolaktinemia, yang mana prosesnya tidak selama bromocriptine. Ia tidak akan menimbulkan resiko lahir cacat selama dikonsumsi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Cara kerja obat ini sebenarnya sama saja dengan bromocriptine, tapi dipandang lebih efektif dalam menurunkan kadar prolaktin. Cabergoline biasanya akan diresepkan pada mereka yang tidak memiliki respon atau mengalami efek samping terhadap bromocriptine.

     

    Setelah melakukan pengobatan tadi, biasanya ovulasi Anda akan pulih. Anda bisa merencanakan kehamilan lagi sesuai situasi kesuburan Anda. Jika tidak memiliki masalah kesuburan selain hiperprolaktinemia, Anda bisa merencanakan kehamilan dengan berhubungan seksual. Tapi jika ada masalah kesuburan lain, mungkin Anda perlu mempertimbangkan kehamilan dengan bantuan medis. Jika Anda tak kunjung hamil setelah beberapa bulan ovulasi, dokter akan merekomendasikan perawatan yang berbeda.

    Bila Anda menemui gejala spesifik yang hanya ditemui pada kasus hiperprolaktin, jangan menunda untuk memeriksakannya. Pemeriksaan dini justru akan menyelamatkan diri Anda dari berbagai gangguan kesuburan, yang bisa memusnahkan impian Anda memiliki sang buah hati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Menstruasi Berlebihan? Waspada 5 Masalah Ini!

    Menstruasi Berlebihan? Waspada 5 Masalah Ini!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Selain menstruasi tidak teratur, kasus-kasus seperti menstruasi berlebihan kerap kali menimpa wanita. Tak jauh berbeda dengan menstruasi tidak teratur, menstruasi berlebihan juga sangat merepotkan. Selain memberi rasa sakit atau nyeri pada bagian perut, Anda harus bolak-balik ke kamar mandi dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan kalau pakaian Anda tetap bersih dari darah.

    Normalnya, darah yang keluar saat menstruasi sebanyak dua sendok makan. Karena Anda tidak mungkin mengumpulkan dan sengaja mengukurnya, ada cara lebih mudah untuk mengetahuinya. Jika pembalut Anda diganti lebih dari 1-2 pembalut dalam 1 jam, lalu diikuti rasa shock atau anemia yang terbilang berat, itulah pertanda Anda menstruasi berlebihan.

     

    Menstruasi Berlebihan Dapat Menjadi Pertanda Ketidaksuburan. Jika Ingin Tetap Hamil, Memeriksakan Diri ke Dokter Adalah Solusi Terbaik Bagi Kehamilan

    Apabila menstruasi berlebihan seringkali terjadi, Anda harus bersikap curiga dan waspada. Jangan sampai menstruasi berlebihan meluluhlantakkan rencana kehamilan Anda. Menstruasi sendiri seringkali dikenal sebagai pertanda adanya gejala-gejala dalam tubuh. Jika menstruasi tidak berjalan normal, termasuk dalam hal volume darah, Anda berkemungkinan mengalami masalah kesuburan tertentu. Untuk mengetahui penyebab menstruasi berlebihan dan masalah-masalah yang mungkin mengiringi, mari kita simak kelima poin berikut!

     

    1. Salah satu penyebab menstruasi berlebihan adalah ketidakseimbangan hormon. Hal-hal kecil seperti stres dan kurang makan bahkan dapat mengganggu produksi estrogen dan progesteron.

    Hindari stres supaya menstruasi tidak berlebihan - via neolaia.gr
    Hindari stres supaya menstruasi tidak berlebihan – via neolaia.gr

    Secara alamiah, menstruasi sangat bergantung pada produksi hormon estrogen dan progesteron. Keseimbangan ini mudah terganggu, bahkan oleh pemicu-pemicu kecil. Misalnya saja, Anda stres dan kurang makan. Dua hal tersebut dapat membuat produksi darah menstruasi Anda tiba-tiba meningkat drastis. Jika ingin hormon kembali normal, biasanya dokter akan memberikan pil kontrasepsi dengan dosis yang sesuai.

     

    2. Menstruasi berlebihan bisa disebabkan oleh fibroid juga. Benjolan ini memang jinak, namun harus segera diatasi sebelum tumbuh membesar pada endometrium Anda.

    Menst
    Fibroid harus diatasi sebelum jadi ganas – via ele.ro

    Fibroid adalah benjolan jinak yang tumbuh pada dinding rahim. Benjolan ini dapat menyebabkan aliran darah Anda, khususnya yang menuju rahim, membeku. Aliran darah yang membeku dan terhenti ini juga merugikan kesuburan dan rencana kehamilan Anda. Bahkan jika disertai menstruasi berlebihan, resiko anemia atau kekurangan darah sangat mungkin terjadi.

    Sebuah fibroid akan mengganggu perdarahan menstruasi jika ukurannya cukup besar dan terletak pada submukosa. Jika ini terjadi, muncullah apa yang dinamakan fibroid submukosa yaitu fibroid yang berkembang tepat di bawah lapisan rahim (endometrium). Anda harus segera memeriksa menstruasi Anda sebelum fibroid ini tumbuh menjadi-jadi.

     

    3. Endometriosis sering dituding sebagai penyebab menstruasi berlebihan. Sebelum fertilitas terganggu, pergilah ke dokter dan lakukan pemeriksaan.

    Konsultasi dokter untuk cegah endometriosis - via taconeras.net
    Konsultasi dokter untuk cegah endometriosis – via taconeras.net

    Endometriosis seringkali dituding-tuding sebagai penyebab utama menstruasi berlebihan dan nyeri haid pada wanita. Ini karena jaringan pada rahim yang seharusnya luruh setiap menstruasi tiba, malah tertinggal di tuba falopi atau tulang panggul. Kemudian mereka menempel pada bagian luar organ reproduksi atau organ lain di sekitar. Organ-organ itu misalnya rahim, tuba falopi, ovarium, kandung kemih, dan juga usus.

    Karena masih terpengaruh dengan perubahan hormon, jaringan ini tetap akan luruh dalam darah. Sayangnya, mereka tak bisa dikeluarkan dari tubuh karena menempel pada organ tadi. Darah (sekaligus jaringan di dalamnya) yeng tertinggal inilah yang bisa menyebabkan komplikasi karena menutupi tuba falopi.

    Maka, cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah dengan terapi hormon, operasi, atau mengkonsumsi pil kontrasepsi. Pastikan Anda mendapatkan cara-cara penyembuhan endometriosis yang tepat dan akurat, hanya dari dokter atau spesialis kesuburan yang telah terpercaya.

     

    4. Sebelum keguguran terjadi, memeriksakan menstruasi lebih baik dijalani. Karena perdarahan keguguran bisa keluar bersamaan dengan darah menstruasi.

    Waspadai keguguran di kehamilan sangat awal - via ele.ro
    Waspadai keguguran di kehamilan sangat awal – via ele.ro

    Jika Anda tiba-tiba mengalami perdarahan hebat dan baru-baru ini melakukan hubungan seksual tanpa pelindung (kondom), Anda mengalami keguguran yang berbarengan dengan menstruasi. Biasanya, menstruasi berlebihan ini akan disusul dengan menstruasi periode selanjutnya yang datang agak terlambat.

     

    5. Menstruasi berlebihan juga bisa memberikan indikasi adanya kehamilan ektopik. Jika kehamilan ini diteruskan, bayi Anda bisa dirugikan dan kesehatan Anda juga kurang baik.

    Sakit akibat kehamilan ektopik - via cloudfront.net
    Sakit akibat kehamilan ektopik – via cloudfront.net

    Bila Anda gagal hamil, kadang telur yang sudah dibuahi dapat tertanam di bagian luar rahim. Misalnya, pada tuba falopi. Hal ini bisa berbahaya karena bila tidak terdeteksi, akan merusak tuba falopi, membuatnya bengkak, dan pecah. Perdarahan dalam pun bisa terjadi gara-gara kehamilan ektopik ini.

    Ketika memeriksakannya, dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasonik atau USG. Jika kondisi kehamilan ektopik ini sudah sangat parah, dokter akan turut menyarankan hysterectomy atau pengangkatan rahim melalui operasi.

     

    Sekalinya Ledis menemui ketidaknormalan pada menstruasi, janganlah ragu menemui dokter. Entah itu sekedar berkonsultasi atau bahkan pemeriksaan, lakukan saja. Karena jika tidak segera diantisipasi, penyebab menstruasi berlebihan tadi dapat mengganggu rencana kehamilan dan masalah kesuburan pun menghampiri. Tetap semangat merencanakan kehamilan, ya Ledis!

  • 5 Bahaya Kemungkinan Terjadi Jika Alami Menstruasi Tidak Teratur

    5 Bahaya Kemungkinan Terjadi Jika Alami Menstruasi Tidak Teratur

    Ledisia.comLedis, siklus menstruasi yang teratur amatlah penting bagi wanita. Lewat siklus yang teratur inilah, Anda dapat melacak datangnya ovulasi dan merencanakan kehamilan di saat-saat tersubur. Dengan datangnya siklus menstruasi pun, kita dapat membaca beragam pertanda yang menunjukkan fenomena-fenomena dalam tubuh (khususnya organ reproduksi).

    Lain halnya jika menstruasi tidak teratur. Kapan ovulasi datang, Anda tidak tahu dan tidak bisa melacaknya. Waktu berhubungan seksual yang tepat juga tak bisa dirancang. Di samping itu, menstruasi tidak teratur juga menjadi alarm bagi tubuh kalau sesuatu sedang tidak berjalan lancar pada organ reproduksi dan dapat mengancam kesuburan Anda.

     

    5 Bahaya Berikut Perlu Anda Waspadai Jika Menstruasi Tidak Teratur. Jika Ini Dilakukan Sejak Dini, Niscaya Anda Terhindar dari Penyakit yang Merugikan Masa Subur

    Wah, gawat juga ya kalau kesuburan Anda terganggu! Bisa-bisa, impian Anda dan suami memiliki momongan musnah seketika gara-gara mensturasi tidak teratur. Lalu, bahaya-bahaya apa saja yang bisa ditunjukkan dengan menstruasi yang tidak teratur? Yuk, kita simak kelima poin berikut ini agar Anda dapat mewaspadai dan mencegahnya sedini mungkin!

     

    1. Penyakit kista ovarium bisa membuat rahim mengalami gangguan. Konsultasi ke dokter sejak awal perlu dilakukan sebelum kista membesar dan mengganggu kesuburan.

    Konsultasikan perihal menstruasi tidak teratur agar terhindar dari kista ovarium - via brooklynabortionclinic.nyc
    Konsultasikan perihal menstruasi tidak teratur agar terhindar dari kista ovarium – via brooklynabortionclinic.nyc

    Kista adalah tumor jinak berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya bermacam-macam. Ada yang seukuran kacang, bahkan sebesar buah kelapa. Pada dasarnya, kista ovarium jarang menyebabkan gangguan menstruasi. Tapi ada juga yang melaporkan menstruasi tidak teratur dan terlambat gara-gara bersarangnya kista di bagian folikel ini.

    Jika rasa nyeri sering dirasakan di setiap datangnya menstruasi, ada kemungkinan kista tersebut membesar. Artinya, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Jika perlu, operasi akan dilakukan untuk membuang kista tersebut supaya tidak telanjur membesar dan mengganggu kesuburan.

     

    2. Sindrom ovarium polikistik tidak hanya mengganggu kesuburan Anda. Secara fisik, penampilan Anda bisa tak enak dilihat gara-gara tumbuhnya bulu lebat dan jerawat di muka.

    Tiba-tiba wajah berminyak dan berjerawat - via yasmina.com
    Tiba-tiba wajah berminyak dan berjerawat via yasmina.com

    Sindrom ovarium polikistik terdapat pada rahim dan mengurangi tingkat kesuburan. Selain menstruasi tidak teratur dan jumlah darahnya juga sedikit, gejala fisik seperti tumbuhnya bulu lebat, wajah berminyak, dan berjerawat juga terjadi. Ini karena meningkatnya hormon androgen (dikenal sebagai hormon perkembangan pria) dalam tubuh wanita.

    Sindrom ini dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode menstruasi berlangsung lebih dari 60 hari. Pengobatan atas penyakit ini cukup banyak dan tergantung pada kondisinya. Mulai dari operasi hingga pengobatan jangka panjang adalah solusi penyembuhannya.

     

    3. Ada pula yang namanya polip rahim. Meskipun merupakan tumor yang jinak, Anda tetap perlu mewaspadainya sebelum berubah ganas.

    Ilustrasi polip rahim - via kanseroloji.com
    Ilustrasi polip rahim – via kanseroloji.com

    Polip adalah tumbuhnya jaringan dari lapisan organ tertentu ke dalam rongga tubuh. Tentu saja tumbuhnya polip ini menciptakan sebuah benjolan. Pada kasus polip rahim, arah pertumbuhan benjolan ada dalam rongga rahim. Tapi, polip juga bisa ditemui pada mulut rahim atau serviks dan menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seksual.

    Meskipun polip merupakan tumor jinak, ada baiknya Anda mewaspadainya sebelum menjadi ganas. Tak cuma membuat siklus menstruasi Anda tak teratur, masalah kesuburan juga bisa dihadapi. Jika menstruasi datang di saat yang tidak pasti, akan sulit bagi Anda untuk mengetahui kapan ovulasi tiba.

     

    4. Kanker serviks dapat menimbulkan perdarahan usai berhubungan seksual. Dengan pemeriksaan pap smear setahun sekali saja, kanker ini bisa dicegah sebelum menghalangi kesuburan.

    Prosedur pap smear - via epimg.net
    Prosedur pap smear – via epimg.net

    Bila terjadi perdarahan usai hubungan seksual, usahakan secepat mungkin Anda mengunjungi dokter. Gejala ini bisa saja menunjukkan kalau Anda terkena kanker serviks. Oleh karenanya, cara terbaik untuk mendeteksi kanker serviks stadium awal adalah dengan pemeriksaan leher rahim atau pap smear. Lakukan sekali saja dalam setahun, sudah cukup untuk mendeteksi adanya potensi-potensi kanker serviks yang bisa mengganggu kesuburan Anda.

     

    5. Hindarilah gaya hidup yang tidak sehat. Jika ini dilanggar, menstruasi tidak teratur bisa datang dan menyebabkan potensi kanker rahim yang gawat.

    Hindari rokok, alkohol, dan berat badan yang tidak sehat agar terhindar dari kanker rahim - via wordpress.com
    Hindari rokok, alkohol, dan berat badan tak sehat – via wordpress.com

    Kanker rahim diawali dengan siklus menstruasi yang jarang. Ia sering ditemui pada wanita dengan faktor resiko infertilitas (usia yang sudah tak subur, sering merokok dan minum alkohol, serta berat badan dianggap tidak sehat) dan penderita diabetes melitus. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan perdarahan di luar siklus menstruasi.

     

    Itulah kelima bahaya yang dapat diindikasikan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Sebelum terlambat dan kesuburan Anda terganggu karenanya, jangan ragu untuk mengunjungi dokter atau ahli kesuburan. Bawalah grafik lendir serviks dan suhu basal Anda. Selain berkonsultasi, Anda dapat meminta pemeriksaan yang terkait permasalahan Anda. Pap smear, misalnya.

    Jika kelima bahaya tadi dapat ditanggulangi sejak dini, niscaya Anda dan suamilah yang menuai manfaatnya. Kehamilan Anda dapat berjalan lancar dan sukses, masalah kesuburan pun ogah bersarang pada tubuh. Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan, ya Ledis!

  • Proses Diagnosa Endometriosis yang Wajib Anda Ketahui

    Proses Diagnosa Endometriosis yang Wajib Anda Ketahui

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah membaca artikel program hamil Ledisia terakhir tentang penyebab dan tanda-tanda endometriosis bukan? Pada artikel tersebut, kita tahu bahwa penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini, bisa disebabkan oleh jaringan endometrial, pengaruh sistem imunitas, dan juga sisa embrio. Tanda-tanda yang akan Anda alami antara rasa sakit sebelum menstruasi datang, sembelit, sampai diare yang tidak mengenakkan.

    Jika gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi sering datang dan membuat Anda sulit memiliki momongan, tindakan yang cepat harus segera dilakukan. Mulailah dengan pelacakan gejala-gejalanya setiap hari, selama beberapa bulan. Setelah merasa cukup mencatat dan melacaknya, bawalah hasilnya pada dokter kesuburan dan mintalah ia melakukan diagnosa endometriosis.

     

    Setelah Melacak Adanya Gejala Endometriosis, Jangan Ragu Menemui Dokter. Gejala Anda Akan Didiagnosis dan Diatasi Sehingga Kesuburan dengan Segera Kembali!

    Lantas, bagaimana hasil pelacakan itu digunakan oleh dokter? Bagaimana dokter akan melakukan diagnosa endometriosis dan melakukan tindak lanjut atas diagnosanya? Jika Anda ingin tahu lebih lanjut, mari kita simak-simak poin berikut!

     

    Setelah Anda memberikan hasil pelacakan, dokter akan segera melakukan diagnosa endometriosis. Dengan laparoskopi, potensi kista pada tubuh pun tidak ketinggalan dianalisis.

    Dokter berdiskusi dengan Anda dan melakukan diagnosis - via colgate.com
    Dokter berdiskusi dan melakukan diagnosa endometriosis – via colgate.com

    Setelah Anda bertemu dengan dokter untuk mengkonsultasikan kesuburan, berikanlah hasil pelacakan tadi. Bila perlu, serahkan juga grafik lendir serviks dan suhu basal tubuh Anda (jika ada). Dokter akan mengevaluasi gejala yang dialami, mendiskusikan riwayat kesehatan Anda, dan melakukan pemeriksaan panggul. Selama pemeriksaan, uterus Anda akan dicek untuk mengetahui apakah ada potensi kista, perubahan posisi pada organ reproduksi, dan rasa nyeri yang tidak biasa. Sekaligus, dokter akan melihat jika pada beberapa area pada ovarium yang terasa lebih tebal daripada biasanya. Adapun alat yang digunakan untuk memeriksa kista adalah USG.

    Jika dokter mendiagnosis adanya endometriosis yang nyata, sebuah prosedur rawat bernama laparoskopi akan dilakukan. Prosedur ini bertujuan untuk mengkonfirmasi diagnosis dokter, sebelum kelak dilakukan perawatan lebih lanjut. Prosedur ini memakan waktu hingga satu hari.

     

    Prosedur laparoskopi melibatkan alat-alat medis. Di samping itu, dokter akan mengambil salah satu jaringan endometrial dari rahim Anda untuk sampel pemeriksaan.

    Alat laparoskop - via southbaymedspa.com
    Alat laparoskop – via southbaymedspa.com

    Untuk memulai prosedur laparoskopi, pertama-tama dokter akan memberikan anestesi (suntik bius) dan membuat sayatan kecil di dekat pusar. Kemudian, tabung tipis dengan cahaya (inilah yang disebut alat laparoskop) dimasukkan ke dalam sayatan tersebut. Setelahnya, perut Anda akan diisi dengan gas karbon dioksida. Tujuannya agar laparoskop lebih mudah melihat organ reproduksi Anda sehingga ukuran, lokasi, dan jumlah jaringan endometrialnya bisa ditentukan.

    Dokter mungkin juga akan mengambil salah satu jaringan endometrial Anda untuk sampel pemeriksaan. Dari jaringan yang diambil, dokter bisa mengevaluasi endometriosis menggunakan sistem poin yang berdasarkan klasifikasi pertumbuhan jumlah dan ukurannya.

     

    Setelah laparoskopi dilakukan, dokter sanggup melakukan klasifikasi terhadap kasus endometriosis Anda. Klasifikasi berdasarkan sistem poin tersebut, juga akan menentukan perawatan yang tepat agar kesuburan Anda bisa kembali seperti semula.

    Klasisifikasi yang tepat, perawatannya pun akurat - via eadt.co.uk
    Klasisifikasi yang tepat, perawatannya pun akurat – via eadt.co.uk

    Ada empat klasifikasi yang dikenal dalam perkembangan endometriosis. Klasifikasi tersebut adalah minimal (1-5 poin dan merupakan level yang paling rendah), mild (6-15 poin), moderate (16-40 poin), dan severe (lebih dari 40 poin dan menjadi level endometriosis terparah). Masing-masing klasifikasi punya artinya sendiri-sendiri, terutama pada langkah perawatan yang nanti diambil.

     

    Pada hakikatnya, endometriosis tidak bisa disembuhkan. Namun dengan respon yang cepat, diagnosa endometriosis tadi akan membantu agar pertumbuhannya tidak menjadi-jadi dan merugikan kesuburan.

    Respon cepat, kehamilan juga cepat - via kanald.ro
    Respon cepat, kehamilan juga cepat – via kanald.ro

    Jika Anda bertanya pada dokter “Bisakah endometriosis disembuhkan?”, ia pasti akan menjawab kalau tidak ada penyembuhan untuk endometriosis. Namun, jangan berkecil hati! Ada sejumlah perawatan yang bisa dijadikan pilihan untuk mengatasi pertumbuhannya. Terapi perawatannya sendiri tergantung pada tingkat keparahan gejala endometriosis, lokasinya, serta ukuran jaringan yang tumbuh. Karenanya, melakukan diagnosa endometriosis sangat penting dilakukan sebelum ia telanjur merusak kesuburan Anda.

    Umur juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perawatan endometriosis. Endometriosis dapat semakin parah jika usia Anda seiring semakin tuanya usia Anda. Tapi setelah Anda menopause, gejala-gejala endometriosis dapat mereda.

     

    Jangan tunggu sampai Anda menopause apalagi jika ingin memiliki momongan. Kebanyakan wanita memilih perawatan endometriosis karena gejala-gejalanya dapat membuatnya tidak subur dan sulit hamil. Di samping itu, lama kelamaan gejala yang dialami sangat terasa tidak nyaman dan menyakitkan. Semua wanita akan pikir-pikir untuk menunggu menopause agar gejalanya mereda dan hilang. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Bagaimana Perawatan Endometriosis yang Tepat?

    Bagaimana Perawatan Endometriosis yang Tepat?

    Ledisia.com – Halo, Ledis! Kemarin kita sudah membahas penyebab dan tanda-tanda endometriosis. Kemudian kita juga memahami bagaimana diagnosa endometriosis dilakukan oleh dokter. Setelah dokter menerima hasil pelacakan gejala endometriosis, ia melakukan diskusi tentang riwayat kesehatan Anda. Jika ia meyakini endometriosis benar-benar tumbuh, dilakukanlah laparoskopi untuk melihat lokasi, jumlah, dan ukuran jaringan endometrial yang tumbuh.

    Dari pengujian laparoskopi tersebut, dokter akan menggunakan sistem poin untuk mengklasifikasikan kasus endometriosis Anda. Apakah Anda masuk ke dalam klasifikasi minimal, mild, moderate, atau severe. Dari klasifikasi itulah, dokter baru bisa memberikan solusi dan perawatan yang sesuai untuk kehamilan Anda. Pilihan perawatannya sendiri tergantung pada apakah Anda sedang mencoba hamil atau tidak.

     

    Dengan Perawatan Endometriosis yang Tepat, Kehamilan Tidak Akan Sulit Lagi Didapat!

    Lalu, seperti apa ya perawatan endometriosis bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan? Nah! Khusus Anda yang ingin memiliki momongan, berikut ini adalah pilihan perawatan endometriosis yang akan Anda jalani sesuai dengan klasifikasi sistem poin endometriosis Anda!

     

    Penderita endometriosis minimal dan mild boleh berlega hati. Setelah dibuangnya jaringan endometrial, Anda masih diberi kesempatan untuk merencanakan hamil secara normal.

    Ilustrasi laparoskopi - via blogspot.com
    Ilustrasi laparoskopi – via blogspot.com

    Jika dokter menyatakan Anda adalah penderita endometriosis minimal dan mild, bersyukurlah karena perawatan endometriosis yang dilakukan tidak terlalu berat. Dokter akan membuang pertumbuhan jaringan abnormal Anda selama proses laparoskopi. Setelah jaringan ini dibuang dari rahim, seorang wanita punya sekitar 40% kesempatan hamil dalam 8-9 bulan setelah laparoskopi dilakukan.

    Wanita yang usianya lebih muda dari 35 tahun dan tanpa masalah kesuburan selain endometriosis, dapat melewati atau melangkahi perawatan endometriosis selama 6 bulan. Lantas, langsung saja berhubungan seksual dan merencanakan kehamilan sebagaimana pasangan tanpa riwayat infertilitas lainnya. Jika dalam waktu 6 bulan tersebut rencana kehamilan Anda tidak berhasil, barulah dokter menyarankan penggunaan obat kesuburan dan rencana kehamilan dengan inseminasi intrauterin.

    Sedangkan wanita berusia 35 tahun atau lebih, sangat disarankan untuk menerima tawaran obat kesuburan dengan inseminasi intrauterin atau bayi tabung (IVF) sebelum 6 bulan mencoba hamil secara natural. Ini karena tingkat kesuburan wanita berusia 35 tahun dan di atasnya sudah semakin menipis. Menggabungkan clomiphene citrate (klomid) dengan inseminasi intra uterin akan memberi peluang kehamilan sebanyak 9-10% per siklus pengobatan, sedangkan menggabungkan gonadotropin (obat suntik yang merangsang ovulasi dan pengembangan sel telur) dengan inseminasi intra uterin, sanggup menambah kesempatan hamil sebesar 9-15% di tiap siklus pengobatannya.

     

    Jika Anda adalah penderita endometriosis moderate dan severe, kemungkinan besar dokter akan melakukan pembedahan. Prosedur yang dinamakan laparotomi ini, akan melibatkan sayatan perut yang lebih besar dibandingkan dengan laparoskopi.

    Proses laparotomi - via www.hirtukor.hu
    Proses laparotomi – via www.hirtukor.hu

    Penderita endometriosis moderate dan severe akan lebih diuntungkan dengan perawatan endometriosis yang bernama laparotomi (operasi laparoskopi yang melibatkan sayatan perut yang lebih besar), dibandingkan dengan metode yang dilakukan pada endometriosis minimal dan mild. Ini karena pertembuhan endometriosis sudah jauh lebih kompleks baik dari segi lokasi, ukuran, dan jumlahnya.

    Jika Anda tidak kunjung hamil dalam jangka waktu 3-6 bulan setelah laparotomi, dokter akan merekomendasikan program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Bayi tabung sangat disarankan terlebih jika Anda telah berusia di atas 35 tahun. Dengan bayi tabung, Anda yang berusia di bawah 35 tahun akan berpeluang memiliki bayi kurang lebih sekitar 41%. Sedangkan kesempatan sebesar 31% akan terjadi pada wanita berusia 35-37 tahun, 22% pada yang berumur 38-40 tahun, dan 12% untuk mereka yang 41-42 tahun.

     

    Pada hakikatnya, semua perawatan endometriosis bersifat meringankan pertumbuhannya. Jika gejalanya muncul kembali, beberapa cara sederhana seperti istirahat dan mandi air hangat, bisa dijajali.

    Istirahat di tempat yang nyaman agar gejalanya berkurang - via fairytaleprettypicture.co.uk
    Istirahat di tempat yang nyaman agar gejalanya berkurang – via fairytaleprettypicture.co.uk

    Sejatinya, semua perawatan endometriosis di atas menawarkan bantuan untuk meringankan endometriosis dan mengontrol pertumbuhan jaringan abnormalnya. Semuanya tidak bisa menyembuhkan endometriosis karena penyakit ini memang belum bisa disembuhkan. Bahkan jika Anda memilih terapi hormon atau operasi, endometriosis tetap dapat kembali dan gejalanya bisa bertambah buruk daripada yang sebelumnya.

    Namun, Anda tenang saja. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dijajal jika tanda-tanda atau gejalanya muncul kembali usai perawatan endometriosis. Untuk mengurangi rasa sakitnya, istirahat dan berbaringlah pada kasur dan sofa nyaman. Sembari berbaring, Anda bisa mengompres perut dengan botol berisi air panas atau bantal pemanas. Mandi air hangat juga sah-sah saja Anda lakukan agar tubuh terasa lebih rileks.

    Karena endometriosis sering menyebabkan sembelit, cegahlah konstipasi dengan menambahkan serat (sereal, buah, sayur) pada makanan Anda. Jangan lupa biasakan pikiran rileks dengan mengambil napas dalam-dalam, yoga, dan meditasi. Jika diperlukan, Anda bisa meminta dokter resep obat yang bisa mengatasi gejala-gejala endometriosis.

     

    Jika Anda mengalami gejala endometriosis, jangan takut untuk menjalankan perawatan endometriosis. Meski penyakit ini tidak serta merta bisa disembuhkan 100%, sudah banyak pasangan di dunia ini yang berhasil mendapatkan momongan berkat perawatannya. Banyak juga yang merasa lebih baik karena gejala-gejala tersebut tidak terlalu menjadi-jadi dalam tubuh.

    Segera konsultasikanlah gejala endometriosis yang dialami ke dokter dan sampaikan kalau Anda sedang merencanakan kehamilan. Niscaya, solusi terbaiklah yang diterima dan Anda pun tidak perlu mengorbankan keinginan Anda untuk hamil. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Lacak Tanda-Tanda Endometriosis Agar Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    Lacak Tanda-Tanda Endometriosis Agar Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah pernahkah Anda mendengar istilah endometriosis? Istilah ini kerap dikait-kaitkan dengan masalah kesuburan. Konon katanya, banyak penderita endometriosis mengalami gejala-gejala yang sangat tidak mengenakkan sebelum akhirnya kesulitan hamil.

    Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan endometrium yang harusnya ada dalam uterus, malah tumbuh keluar dari rahim. Kondisi ini dapat mempengaruhi ovarium, tuba falopi, usus, rektum, atau kandung kemih. Akibatnya kista, lesi, dan jaringan parut pun akan berkembang dan menyebabkan daerah di sekitarnya menebal. Dari gambaran tersebut, wajar saja bukan jika penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami kesulitan hamil?

     

    Agar Rencana Kehamilan Tidak Sia-Sia, Kenalilah Penyebab dan Tanda-Tanda Endometriosis! Kesehatan Calon Ibu Lebih Terjaga dan Memiliki Momongan Bukan Sekedar Impian Saja

    Agar kondisi ini tidak menimpa Anda, yuk kita berkenalan lebih jauh dengan endometriosis! Kalau penyebab dan tanda-tandanya bisa Anda kenali dari sekarang, niscaya tindakan preventif yang lebih cepat bisa dilakukan agar kesehatan Anda tak terganggu dan kehamilan Anda tidak sia-sia!

     

    Endometriosis bisa datang secara tiba-tiba. Beberapa wanita tak pernah menyadari gejalanya dan secara mendadak sulit hamil karena kesuburannya terganggu begitu saja.

    Kok hasilnya selalu negatif ya? - via iposhmagazine.com
    Kok hasilnya selalu negatif ya? – via iposhmagazine.com

    Beberapa wanita yang mengidap endometriosis diketahui merasakan sedikit gejalanya. Bahkan ada yang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Yang lainnya lagi merasa sakit pada hari-hari menjelang periode, ketika menstruasi, atau saat berhubungan seksual.

    Meskipun begitu, gejalanya tersebut tidak boleh diremehkan sama sekali. Sebuah penelitian yang terangkum dalam laman babycenter.com mengatakan sebanyak 10% wanita di Amerika Serikat terkena endometriosis. 25% wanita berendometriosis tersebut bahkan bermasalah pada kesuburannya, sehingga kehamilan terasa sulit terpenuhi.

     

    Endometriosis bisa terjadi karena kelainan jaringan endometrial. Di sisi lain, penyakit ini juga disebabkan oleh imunitas tubuh yang berkurang serta sisa jaringan embrio yang tertinggal.

    Dari jaringan hingga sisa embrio bisa jadi penyebab endometriosis - via hopkinsmedicine.org
    Dari jaringan hingga sisa embrio bisa jadi penyebab endometriosis via hopkinsmedicine.org

    Sejauh ini, belum ada yang tahu pasti penyebab penyakit ini. Namun beberapa peneliti dan ahli setidaknya memiliki tiga teori mengapa endometriosis bisa menimpa wanita. Teori pertama mengatakan pada kondisi normal, jaringan endometrial selalu terpisah dari tubuh selama periode berlangsung. Tubuh punya sistemnya sendiri untuk mengusir jaringan tersebut lewat serviks dan vagina, meskipun jaringan itu bisa mengalir lagi lewat tuba falopi. Kadang-kadang, jaringan ini malah bermigrasi ke daerah sekitar perut. Keberadaan jaringan endometrial ini sebenarnya bukanlah masalah. Tapi pada beberapa kasus, jaringan ini tertanam di luar rahim dan menyebabkan endometriosis yang cukup mengganggu untuk perencanaan kehamilan.

    Teori kedua mengatakan kalau sistem imunitas turut terlibat dalam kasus endometriosis. Kalau sistem imunitas Anda masih normal, jaringan endometrial yang abnormal akan dirusak olehnya sebelum menempel di luar rahim. Tapi jika sistem kekebalan tubuh ini tidak mampu menyingkirkan jaringan yang salah, maka jaringan tersebut menempel di luar rahim. Terjadilah endometriosis.

    Sedangkan teori penyebab endometriosis yang ketiga berkaitan dengan embrio. Endometriosis dapat berkembang dari adanya sisa-sisa jaringan embrio wanita itu sendiri.

     

    Tanda-tanda endometriosis berikut ini perlu Anda ingat-ingat. Mulai dari rasa sakit sebelum menstruasi hingga sembelit.

    Sembelit, diare, dan macam-macam lagi - via sdn.si
    Sembelit, diare, dan macam-macam lagi – via sdn.si

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, beberapa wanita seringkali tidak menemukan tanda-tanda kehadiran endometriosis. Sebagian lagi merasakan salah satu atau lebih gejala-gejalanya. Gejala yang dirasakan pun beragam, mulai dari yang ringan hingga yang parah.  Sebut saja rasa sakit sebelum menstruasi datang dan disertai panggul, punggung yang nyeri.

    Belum lagi dengan perdarahan yang berat selama periode. Ada juga rasa nyeri saat buang air, diare, atau sembelit selama periode. Frekuensi Anda buang air kecil juga meningkat, diiringi sakit saat berhubungan seksual.

     

    Bila gejala tadi terjadi, segeralah lakukan pelacakan. Hasil pelacakan ini dapat Anda sampaikan pada dokter untuk segera dikonsultasikan.

    Melacak gejala endometriosis
    Melacak gejala endometriosis via conceiveeasy.com

    Jika Anda punya beberapa tanda endometriosis, lacaklah gejala yang Anda rasakan setiap hari. Lakukan pelacakan ini selama sebulan. Jika perlu, masukkan pula keterangannya pada grafik lendir serviks dan suhu basal. Catat problem mana saja yang Anda alami dan apa efeknya pada aktivitas Anda.

    Setelah pencatatan tersebut lengkap, bergegaslah ke dokter spesialis kesuburan. Dari pencatatan Anda, dokter akan menganalisis permasalahan Anda. Bahkan jika diperlukan, dokter akan memeriksa rahim Anda dengan USG dan melanjutkannya dengan prosedur rawat jalan bernama laparoskopi.

     

    Bila Ledis tidak mengulur-ulur waktu untuk bertemu dengan dokter, percayalah kasus endometriosis dapat ditangani sejak dini. Usia subur Anda pun tidak akan terlewatkan begitu saja! Tetap semangat, ya Ledis!

  • Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Jika usia Anda sekarang kurang dari 35 tahun dan sedang merencanakan kehamilan dengan target kurang dari setahun (atau kurang dari 6 bulan jika berusia di atas 35 tahun), maka berbahagialah! Anda tak punya kekhawatiran apapun terkait masalah kesuburan, selama siklus menstruasi selalu teratur. Anda tinggal mengatur waktu berhubungan yang tepat dengan mendeteksi datangnya ovulasi. Sediakan grafik untuk mencatat pelacakan terhadap suhu basal tubuh dan lendir serviks. Setelah itu, kehamilan pasti akan datang dengan lebih mudah!

    Tapi lain lagi kasusnya jika Anda berusia di bawah 35 tahun, sering berhubungan tanpa kondom atau alat kontrasepsi lainnya, dan sudah dilakukan lebih dari setahun (atau lebih dari 6 bulan untuk yang berusia 35 tahun ke atas). Jika kehamilan tak kunjung datang, ada kemungkinan Anda atau sang suami memiliki kondisi tertentu yang menghambat peluang kehamilan.

     

    Jika Sudah Lama Merencanakan Kehamilan dan Bayi Tak Kunjung Datang, Faktor-Faktor Ini Sebaiknya Anda Perhatikan.

    Nah! Dari keduanya, mana yang jadi kecenderungan Anda? Yang pertama atau yang kedua di mana masalah kesuburan sedang terjadi? Untuk menghapus keraguan Anda, mari kita simak poin-poin berikut agar dapat mengecek bagaimana masalah kesuburan bisa terjadi pada Anda atau suami.

     

    Masalah kesuburan bukan sekedar bagaimana Anda bisa mendapatkan kehamilan. Gagal mempertahankan bayi sampai kelahiran, pun dapat dianggap sebagai masalah kesuburan.

    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan - via medimetry.com
    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan via medimetry.com

    Di Amerika Serikat, peneliti memperkirakan 11% pasangan usia reproduksi (usia 20-35 tahunan) mengalami masalah kesuburan. Baik itu kesulitan hamil, maupun mempertahankan kehamilan. Kondisi tersebut juga mungkin terjadi pada Anda. Tapi, jangan khawatir! Jika Anda mengalami masalah kesuburan, itu tidak selalu berarti kalau Anda tidak akan pernah bisa memiliki momongan. Anda hanya perlu sabar, memperbanyak usaha, dan menggunakan metode yang tepat. Beberapa pasangan dengan infertilitas akhirnya mendapatkan kehamilan dan kelahiran bayinya, meskipun itu menggunakan bantuan medis.

     

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan masalah kesuburan. Namun, sejatinya cuma dokter yang dapat mendiagnosa masalahnya dengan penuh kepastian.

    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan - via sobrecancer.com
    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan via sobrecancer.com

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat mengganggu kesuburan Anda dan suami. Tapi Anda tidak boleh lupa! Hanya dokter yang mampu mendiagnosa secara pasti masalah kesuburannya. Jika ada gejala-gejala yang ganjil pada Anda atau pasangan, segera berangkatlah berdua menuju dokter. Dokter akan memberikan saran terbaik untuk mengatasi masalah kesuburan pada rencana kehamilan Anda.

    Dokter bisa menganjurkan Anda dan suami untuk mengubah beberapa kebiasaan buruk, yang dianggap tidak sehat dan merusak kesuburan. Jika tidak, ia akan memberikan evaluasi sesegera mungkin, daripada Anda hanya menunggu dan merencanakan kehamilan selama lebih dari 6 bulan hingga 1 tahun dengan cara yang asal-asalan.

     

    Bagi wanita, mulai kini kenalilah faktor penyebab masalah kesuburan. Mulai dari endometriosis, radang panggul, hingga kebiasaan minum kafein yang berlebihan yang semuanya berpotensi mengganggu kehamilan.

    Jumlah kafein harus sewajarnya saja - via girlsallaround.com
    Jumlah kafein harus sewajarnya saja via girlsallaround.com

    Untuk wanita, beberapa faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan bisa disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan rahim. Misalnya endometriosis, fibroid rahim, dan sindrom ovarium polikistik. Radang panggul juga bisa mempengaruhi kesuburan Anda karena pada area sekitar panggullah, kelak rahim akan berkembang. Faktor umum penyebab masalah kesuburan lainnya adalah adanya infeksi menular seksual, masalah pada tuba falopi (infeksi, kehamilan di luar rahim, atau pernah operasi di masa lampau), serta penyakit kronis yang diderita.

    Perhatikan juga gaya hidup Anda! Bila Anda telah berusia 35 tahun atau lebih, masih sering merokok, minum alkohol sehari dua kali atau lebih, masalah kesuburan malah jauh lebih besar menimpa Anda. Kondisi ini akan lebih parah lagi kalau dilengkapi dengan kebiasaan minum kafein lebih dari 300 mg dan berat tubuh yang tidak sehat (terlalu kurus atau malah obesitas).

     

    Waspadailah jika suami punya riwayat kanker testis, hernia, hingga senang menikmati sauna. Sebab, semuanya mampu mempengaruhi kerja organ reproduksi dan kualitas sperma.

    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya - via yllpress.com
    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya via yllpress.com

    Untuk pria, masalah seputar testis masih menjadi faktor utama yang sering dituding sebagai penyebab ketidaksuburan. Misalnya, cedera, kista, varikokel, cryptorchidism, atau kanker pada testis. Waspadai juga hernia pada area selangkangan, yang tentunya akan sangat mengganggu kesehatan dan mengganggu saat berhubungan seksual. Seakan tak cukup, masalah genetik (kelainan kromosom atau penghapusan kromosom Y) dan gangguan hormonal atau endokrin (seperti hypothyroidism) semakin melengkapi faktor-faktor penyebab masalah kesuburan pada pria.

    Masih ada lagi infeksi dengan virus gondok setelah pubertas, prosedur pembedahan yang mempengaruhi transportasi sperma, infeksi menular seksual, dan penyakit kronis seperti diabetes, kanker, atau gangguan tiroid. Jangan kaget! Karena semuanya ini merupakan faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan pada pria. Ini masih ditambah dengan kebiasaan menggunakan obat-obatan untuk penyakit tertentu (radang sendi, hipertensi, depresi, kanker, infeksi, dan masalah pencernaan), rokok, ganja, NAPZA, alkohol, penggunaan steroid anabolik atau terapi penggantian testosteron, sauna, paparan kimia, dan terlalu lama bersepeda. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sangat mudah mempengaruhi kualitas sperma suami Anda.

     

    Tunggu apa lagi jika faktor-faktor di atas terjadi pada Anda dan suami? Periksakan diri Anda dan suami ke dokter sekarang juga, walaupun tak pernah terdiagnosa dengan kondisi spesifik yang mempengaruhi kesuburan. Biarkan dokter memeriksa, apakah Anda punya sakit panggul berikut periode yang tidak teratur dan sangat sakit dalam waktu berlarut-larut. Jika ada, sampaikan pula kalau rambut Anda dan suami sempat rontok, sempat berjerawat parah, atau bulu pada tubuh serta wajah yang berlebihan tumbuhnya. Dengan informasi tambahan seperti ini, Anda telah berjasa meringankan tugas analisa dokter.

    Dokter akan menjawab semua masalah kesuburan Anda. Bahkan jika diperlukan, surat rekomendasi pengujian yang lebih komprehensif untuk perawatan pada dokter spesialis, juga akan Anda dapati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • 5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Konsultasi Kesuburan

    5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Konsultasi Kesuburan

    Ledisia.comLedis, kemarin kita sudah sama-sama membahas pertanyaan apa saja yang mungkin diajukan pada suami saat konsultasi kesuburan. Tak ketinggalan dengan pria, kini Ledisia juga hadirkan pertanyaan apa saja yang diajukan dokter saat Anda menjalani konsultasi kesuburan.

    Pertanyaan yang diajukan oleh dokter kemungkinan tidak jauh berbeda dengan pertanyaan pada suami Anda. Namun konsultasi kesuburan pada wanita tidak boleh melupakan salah satu riwayat penting, yang tidak ada dalam konsultasi pria. Ialah riwayat menstruasi.

     

    Pastikan Anda Memahami 5 Pertanyaan Ini Sebelum Konsultasi Kesuburan. Dengan Pengumpulan Data yang Akurat, Solusi Kesuburan Terbaiklah yang Senantiasa Didapat

    Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang perlu Anda persiapkan jawabannya, sebelum mengunjungi dokter untuk melaksanakan konsultasi kesuburan. Dengan mempersiapkan jawaban yang baik, data yang diperlukan tidak akan terlupa. Hasil analisis yang diperoleh pun tepat sehingga solusi kesuburan terbaik akan didapat!

     

    1. Riwayat menstruasi senantiasa menemani wanita selama hidupnya. Oleh karenanya, coba catatlah yang Anda rasakan selama periode apa adanya.

    Mencatat dan mengingat kembali riwayat menstruasi - via gananci.com
    Mencatat dan mengingat kembali riwayat menstruasi via gananci.com
    • Pertanyaan pertama biasanya berkisar tentang: Bagaimana siklus menstruasi Anda? Jika periodenya tidak rutin, apakah itu kurang atau lebih dari sebulan? Jika dokter menanyakan ini saat konsultasi kesuburan, sebenarnya ia ingin tahu bagaimana ovulasi Anda berlangsung. Siklus yang tidak rutin itu sendiri dapat berarti ovulasi berlangsung tidak rutin. Di samping itu, bisa juga pertanda kalau ada permasalahan pada tiroid, problem prolaktin, dan sindrom ovarium polikistik. Bagi yang berusia 40 tahun ke atas, siklus yang demikian malah mengindikasikan menopause dini. Maka carilah bantuan secepatnya sebelum rencana kehamilan normal dan alamiah tidak gagal ditengah jalan.
    • Bagaimana rasanya saat menstruasi? Sangat berat atau kebalikannya, sangat ringan? Kalau merasakan menstruasi yang sangat ringan atau sangat berat secara konsisten, artinya ada problem ovulasi pada tubuh. Apalagi jika turut disertai perdarahan yang datangnya sangat tiba-tiba. Kemungkinan, fibroid tengah bersemayam.
    • Berapa lama siklus menstruasi Anda berlangsung? Jika Anda tidak mengetahuinya, gampang saja! Hitunglah dari hari pertama menstruasi hingga awal menstruasi selanjutnya. Siklus yang normal biasanya akan berlangsung selama 24-35 hari.
    • Adakah bercak darah di antara periode siklus Anda? Atau mungkin ada perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya? Sampaikan pada dokter!
    • Selama menstruasi, apakah merasakan nyeri atau keram pada panggul? Jika rasa tersebut terlalu berlebihan, bisa jadi inilah tanda-tanda endometriosis atau adhesi panggul.
    • Apakah Anda mendapatkan menstruasi pertama setelah usia 18 tahun? Dalam konsultasi kesuburan, dokter menanyakan ini untuk memastikan kalau Anda tak mengalami ketidakseimbangan hormon dan gangguan endokrin reproduksi.

     

    2. Sama seperti konsultasi kesuburan pria, riwayat kesehatan wanita penting untuk dikulik. Kalau Anda punya penyakit serius yang mempengaruhi kesuburan, paling tidak dokter bisa menganalisis sebelum permasalahannya makin pelik.

    Hati-hati dengan sakit panggul yang menyebabkan ketidaksuburan - via bellezayarmonia.com
    Hati-hati dengan sakit panggul yang menyebabkan ketidaksuburan via bellezayarmonia.com
    • Pernahkah Anda mengalami rasa tidak enak pada panggul, seolah-olah rasanya sangat berat? Para dokter menyadari gejala ini sebagai pertanda awal gejala fibroid.
    • Apakah Anda mempunyai diagnosa medis yang menyatakan mengidap endometriosis? Karena selama ini, endometriosis dikenal sebagai penyebab masalah kesuburan wanita.
    • Bagaimana dengan diagnosa sindrom ovarium polikistik? Jika Anda terdiagnosa sindrom ini, kemungkinan ovulasi Anda terganggu lebih tinggi.
    • Di masa lalu, pernah mengalami operasi pada daerah panggul atau perut? Misalnya, operasi usus buntu? Prosedur operasi tersebut berkemungkinan meninggalkan jaringan parut. Jaringan inilah dapat mempengaruhi tingkat kesuburan Anda.
    • Adakah catatan Pap Smear abnormal yang pernah Anda miliki? Perlu Anda ketahui kalau hasil pap smear yang abnormal dapat menyebabkan prosedur diagnostik, seperti cryotherapy atau biopsi kerucut yang mempengaruhi kualitas lendir serviks.
    • Selama konsultasi kesuburan, dokter juga akan menanyakan: apakah Anda punya riwayat sterilisasi dengan cara mengikat tuba falopi? Kalau jawabannya iya, apakah sekarang Anda sedang berusaha membalikkan efeknya? Karena, prosedur pembalikan efek sterilisasi tidaklah mudah dan mampu menyisakan jaringan parut yang bisa mencegah kehamilan. Gawatnya, kehamilan ektopik juga bisa terjadi gara-gara pembalikan tersebut.
    • Anda mewarisi penyakit yang cukup kronis seperti diabetes, tiroid, atau hipertensi? Sampai sekarang, penyakit berikut perawatan penyakit tersebut masih sangat dilekatkan dengan problem kesuburan dan kehamilan beresiko tinggi.
    • Apakah Anda sampai saat ini, masih mengkonsumsi obat-obatan untuk penyakit tertentu? Ketahuilah kalau steroid dan obat-obatan semacamnya (termasuk yang herbal sekalipun), dapat mempengaruhi kesuburan.
    • Jika sebelumnya Anda pernah hamil, bagaimana jalannya kehamilan tersebut? Apakah kehamilan atau kelahirannya diselingi komplikasi? Kasus-kasus komplikasi ini, meskipun jarang kasusnya, mungkin menimbulkan jaringan parut atau menyebabkan kondisi yang lebih buruk pada kesuburan.
    • Atau, pernahkah Anda keguguran dan berapa kali itu terjadi? Apakah Anda dan dokter menemukan kesimpulan tentang penyebabnya? Bilamanakah keguguran itu terjadi? Pada minggu ke-12 atau ke-24? Keguguran berulang sendiri sudah menunjukkan salah satu bentuk masalah kesuburan. Ini berarti, tubuh Anda perlu bantuan khusus agar bisa membawa kehamilan dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

     

    3. Riwayat seksual tak luput dari pertanyaan dokter. Kalau Anda pernah menggunakan alat kontrol kehamilan dan punya infeksi menular seksual, wajar saja dokter akan menjadikannya soal.

    Dokter turut mempertanyakan riwayat seksual - via wp.com
    Dokter turut mempertanyakan riwayat seksual saat konsultasi kesuburan via wp.com
    • Pernah menggunakan alat intrauterin untuk mengontrol kelahiran? Dokter menanyakan ini pada konsultasi kesuburan agar tahu apakah Anda punya penyakit radang panggul yang diakibatkan oleh penggunaan alat tersebut.
    • Jika Anda pernah mendapat hasil positif untuk infeksi menular seksual, Anda juga perlu waspada. Chlamydia dan gonorrhea yang merupakan beberapa contoh infeksi tersebut, selalu dikait-kaitkan dengan masalah tuba falopi dan penyakit radang panggul.
    • Dokter juga akan turut menanyakan apakah Anda merasa sakit selama berhubungan seksual. Jika sakit yang dialami sangat berlebihan, pertanda endometriosis atau adhesi panggul karena penyakit radang panggul, mungkin saja tengah menjangkiti.
    • Jika menemui bercak-bercak setelah berhubungan seksual, jangan lunturkan kecurigaan Anda. Perdarahan setelah seks bisa berarti banyak hal. Ia bisa menjadi indikasi infeksi menular seksual, bisa berarti ada masalah pada rahim, hingga masalah serviks seperti servisitis, polip, atau displasia.

     

    4. Sebelum bertandang ke klinik dokter, tanyailah anggota keluarga. Barangkali, masalah kesuburan Anda bersifat genetik dan hadir dari riwayat keluarga.

    Dari keluarga besar, apakah ada yang menurunkan genetika tertentu? - via itvnet.lv
    Dari keluarga besar, apakah ada yang menurunkan genetika tertentu? via itvnet.lv
    • Apakah Ibu Anda pernah menggunakan dietilstilbestrol? Dietilstilbestrol ini dikenal sebagai estrogen sintetis yang diberikan pada wanita di tahun 1941-1971 untuk mencegah keguguran. Namun setelah tahun tersebut, obat ini diketahui dapat menyebabkan kelainan organ reproduksi pada beberapa perempuan.
    • Apakah ada anggota keluarga yang punya masalah dengan cacat genetik atau melahirkan bayi yang sudah mati? Coba cari tahu faktanya lewat keluarga Anda dan suami, terutama pada pasangan tanpa anak atau anak tunggal. Lantas, kuliklah informasi berkaitan riwayat kesuburan mereka.

     

    5. Kenalilah pula riwayat gaya hidup Anda. Merokok dan minum alkohol adalah kebiasaan buruk yang paling tidak harus ditunda sementara saja.

    Merokok berdampak untuk kehamilan - via tlife.gr
    Merokok berdampak untuk kehamilan via tlife.gr
    • Menikmati kopi memang surganya inspirasi. Tapi berapa banyak cangkir kafeinkah yang Anda konsumsi per hari? Sebab ada satu studi yang mengatakan, semakin banyak wanita minum, semakin berkuranglah pula kesempatannya untuk hamil.
    • Anda juga penikmat alkohol? Berapa banyak dalam seminggu Anda menikmatinya? Tapi studi mengatakan, sejumlah apapun Anda minum alkohol, peluang Anda untuk hamil bisa menurun drastis.
    • Dalam seminggu, berapa kali Anda merokok? Karena ada bukti yang menguatkan kalau nikotin dalam rokok menurunkan kadar estrogen wanita.
    • Kalau berat badan Anda sendiri, bagaimana? Bisa dibilang ideal atau sehatkah? Untuk diketahui, memiliki berat badan yang terlalu kurang atau sangat berlebihan, sangat nyata perannya dalam mengganggu siklus ovulasi.

     

    Bagaimana, Ledis? Sudah siap mencari tahu dan melakukan pencatatan akan kelima pertanyaan tersebut?

    Percayalah kalau tidak ada ruginya mempersiapkan pertanyaan ini terlebih dahulu sebelum berangkat konsultasi. Ketika Anda sudah siap nanti, bekal catatan riwayat Anda sudah cukup komprehensif apalagi yang berkaitan dengan riwayat keluarga. Dokter pun mampu menganalisis kasus ketidaksuburan Anda lebih akurat dan solusi kesuburan terbaiklah yang akhirnya didapat!

  • Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Ledisia.comLedis, semenjak usaha mendapatkan momongan sudah dilakukan dengan tekun namun tidak mendapatkan hasil, wajar jika Anda bertanya-tanya. Apalagi jika setahun lamanya usaha ini tidak membuahkan apa-apa. Anda wajib curiga apakah Anda atau suami mengalami masalah kesuburan. Karenanya, mengunjungi dokter adalah saran yang utama.

    Kunjungan ke dokter ini bukan sekedar meminta resep obat agar Anda dan suami segera mendapatkan kehamilan. Kunjungan yang dimaksud adalah untuk melakukan konsultasi kesuburan. Ya, Anda dan suami akan melakukan konsultasi kesuburan yang komprehensif. Mulai dari sejarah medis, riwayat keluarga, hingga gaya hidup Anda akan dikulik demi analisis dan solusi yang terbaik.

     

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, Pastikan Suami Anda Memahami 4 Hal Ini. Niscaya Analisa Medisnya Kuat, Solusi Kesuburan yang Didapatkan Pun Tepat

    Karena konsultasi ini tidak hanya melibatkan istri, maka suami Anda juga wajib memahami riwayat-riwayat kesehatan hingga gaya hidupnya. Seperti apa sih lebih tepatnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak poin-poin yang sering dijadikan pertanyaan dalam konsultasi kesuburan berikut!

     

    1. Pertama-tama, dokter akan mengulik riwayat medis suami Anda. Jika pernah mengalami penyakit yang cukup serius dan bermasalah pada organ kelamin, bisa jadi inilah akar permasalahan kesuburannya.

    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki - via dailymail.co.uk
    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki via dailymail.co.uk
    • Apakah suami Anda lahir dengan testis yang tidak turun? Jika ada salah satu atau kedua testis tersisa di dalam perut terlalu lama, panas dari suhu tubuh dapat secara permanen mempengaruhi produksi air mani.
    • Apakah suami mengalami penyakit yang disertai demam selama 6 bulan terakhir? Karena pada dasarnya, demam atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat merusak produksi sperma untuk sementara waktu.
    • Apakah pasangan mengalami pembengkakan atau rasa sakit pada testis (baik salah satu atau keduanya) belakangan ini? Apakah testis terluka atau cedera? Atau mungkin, memiliki torsi testis? Sekedar informasi, torsi bisa terjadi ketika testis melengkung ke dalam skrotum. Ketika ia mulai mengenai atau memukul pangkal paha, dapat terjadi peradangan yang berefek pada kualitas sperma.
    • Pernah punya tumor atau kista pada testis? Jika dokter menanyakan ini pada waktu konsultasi kesuburan, sesungguhnya ia ingin mengetahui apakah masalah ketidaksuburan suami disebabkan oleh operasi. Prosedur pembedahan untuk menghilangkan kista di masa lalu, dapat berpotensi menyebabkan ketidaksuburan.
    • Pernahkah suami disinar X pada area pangkal paha? Ini karena pada umumnya penyinaran, testis pria akan dilindungi terlebih dahulu agar tak terkena efek sinar X. Namun insidental tertentu ternyata dapat menyebabkan sejumlah problem kesuburan.
    • Apakah pasangan pernah merasakan infeksi saluran atau kandung kemih yang kronis? Apa pernah urinnya tampak seperti awan dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil? Perlu Anda tahu kalau beberapa infeksi menular bisa bermanifestasi dengan cara sensasi terbakar saat pria buang air kecil. Jika penyakit ini disampaikan pada pasangan lewat hubungan seksual, tak pelak tuba falopi Anda juga akan rusak.
    • Saat konsultasi kesuburan, dokter juga akan mengulik apakah suami pernah menerima perawatan kanker. Misalnya, kemoterapi dan radiasi. Tak ubahnya pemeriksaan pra konsepsi pada wanita, kedua macam perawatan ini dapat merusak kesuburan dengan membunuh sperma.
    • Apakah ia punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau tiroid? Penyakit beserta perawatan penyembuhan penyakit tersebut, sampai sekarang sering dihubungkan dengan masalah kesuburan lho!
    • Bahkan, dokter turut mempertanyakan apakah pasangan Anda mengambil obat-obatan tertentu. Steroid dan obat tekanan darah tinggi, misalnya. Keduanya sering dikenal sebagai pemblokir aliran kalsium dalam tubuh dan dapat mengganggu kesuburan.
    • Suami penderita atau pernah gondok? Pada umur berapa ini pertama kali dialaminya? Menurut medis, memiliki gondok setelah masa pubertas telah dikaitkan dengan produksi sperma yang rendah.
    • Di masa lalu, apakah suami pernah ikut perang? Pernah terkena racun berbahaya dari senjata tertentu? Wajar jika dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk kepentingan perang juga jadi penyebab masalah kesuburan pada pria.

     

    2. Sejarah seksual juga bisa menjadi soal. Kalau suami terkena penyakit menular seksual, bukankah kesuburan terasa menjadi lebih mahal?

    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya - via blogspot.com
    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya via blogspot.com
    • Sebelumnya, pastikan apakah suami Anda pernah teruji positif mengidap infeksi menular seksual. Jika infeksi ini diteruskan pada Anda, klamidia dan gonorrhea dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi tuba falopi dan juga membahayakan organ reproduksi wanita yang lainnya.
    • Suami pernah vasektomi? Atau sekaligus pernah membalikkan efeknya juga? Prosedur pembalikan sterilisasi ini sesungguhnya tidak mudah, lho! Jaringan parut yang disebabkan oleh proses vasektomi bisa saja masih tersisa dan mencegah sperma untuk diejakulasikan. Bahkan ketika pembalikan masih berjalan, tubuhnya bisa mengembangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma.
    • Suami menghadapi kesulitan dalam ereksi? Punya problema ejakulasi? Pernah menghadapi kelainan atau kesulitan seksual? Mintalah ia menjelaskan ini serinci mungkin pada dokter selama konsultasi kesuburan!

     

    3. Masalah kesuburan juga dapat diturunkan secara genetis. Sebelum berkonsultasi, ada baiknya Anda beserta suami mencari tahu riwayat kesuburan keluarga secara sistematis.

    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? - via lds.net
    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? via lds.net

    Dalam silsilah keluarga Anda dan suami, adakah anggotanya yang punya masalah dengan kehamilan abnormal? Adakah pula yang melahirkan bayi yang meninggal? Dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan karena beberapa masalah kesuburan bersifat genetik. Sebelum melakukan konsultasi, perihal ini dapat dikroscek pada anggota keluarga (bahkan keluarga besar, di luar keluarga inti) lewat silsilah keluarga yang dipunya. Tanyakanlah riwayat kesuburannya seperti apa, terutama pada anggota keluarga yang punya anak tunggal.

     

    4. Yang terakhir dan tak kalah penting adalah riwayat gaya hidup. Hanya karena cara hidup yang kurang sehat, masalah kesuburan yang sangat besar pun bisa menyusup.

    Alkohol buruk untuk kesuburan - via tqn.com
    Alkohol buruk untuk kesuburan via tqn.com
    • Apakah benar minum alkohol selama ini jadi kebiasaan suami? Berapa banyak yang bisa ia teguk dalam seminggunya? Jika Anda ingin tahu, kebiasaan meminum alkohol bagi wanita dan pria (berapa pun jumlahnya) dapat membuat peluang kehamilan lebih rendah.
    • Tak jauh berbeda dengan alkohol, dokter akan menanyakan kebiasaan merokok saat konsultasi kesuburan. Suami Anda harus jujur apakah kebiasaan buruk ini selalu dilakukan dan berapa pack yang dihabiskan per minggu. Kandungan nikotin dalam rokok sudah dikenal luas dapat menyebabkan impotensi. Ini karena nikotin membuat produksi sperma lebih sedikit dibandingkan dengan pria-pria yang tidak merokok.
    • Bagaimana dengan mandi dan berendam di air panas? Keduanya sering dilakukan pasangan? Lain kali, pikirkan baik-baik efek dari keduanya. Baik mandi dan berendam dalam air panas punya potensi menghalangi produksi sperma. Dokter akan lebih menyarankan air yang hangat, ketimbang yang panas.
    • Hobi suami bersepeda? Seberapa sering sih ini dilakukan? Tahukah Anda kalau ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tekanan pada pangkal paha (karena sangat lama duduk di sadel) dan panas di sekitar skrotum (akibat gesekan saat mengayuh dan penggunaan celana yang ketat) dapat membahayakan produksi sperma? Karena itu, dokter perlu tahu data tentang ini saat konsultasi kesuburan.
    • Apakah profesi pasangan mengharuskan terpapar bahan kimia, radiasi, atau suhu yang sangat tinggi? Terpapar dengan elemen-elemen tersebut sejatinya dapat merugikan dan mempengaruhi produksi sperma juga, lho!

     

    Ledis, jangan lupa sampaikan tentang keempat hal di atas pada suami sebelum melakukan konsultasi kesuburan ya! Pastikan jangan sampai ada data yang terlupa. Semakin lengkap data yang suami Anda ketahui, semakin akurat analisis yang dilakukan oleh dokter. Semakin tepat pula solusi yang diberikan dokter untuk masalah kesuburan Anda dan suami. Niscaya, memiliki momongan tidak cuma angan-angan. Tetap semangat, ya Ledis!