Tag: infertil

  • 6 Penyebab Infertilitas Wanita yang Wajib Anda Pahami di Luar Kepala!

    6 Penyebab Infertilitas Wanita yang Wajib Anda Pahami di Luar Kepala!

    Ledisia.comLedis, kemarin kita sudah memahami penyebab umum masalah kesuburan pria. Sekarang, saatnya kita memahami sebab-sebab infertilitas pada wanita. Pemicunya beragam, mulai dari masalah ovulasi hingga masalah yang tidak bisa dijelaskan.

    Jika sudah merencanakan kehamilan dengan rutin selama setahun (untuk usia di bawah 35 tahun) atau 6 bulan (untuk wanita di atas 35 tahun) dan tanpa kondom, Anda wajib mengevaluasi kembali rencana kehamilan tersebut. Bila kehamilan belum juga diraih, mungkin saja infertilitas wanita melanda Anda. Bergegaslah ke dokter untuk tes kesuburan dan temui diagnosanya!

     

    Jangan Sampai Ketidaksuburan Merampas Impian Memiliki Buah Hati. Inilah 6 Penyebab Infertilitas Wanita yang Wajib Anda Waspadai!

    Bagi Anda yang belum telanjur terkena infertilitas wanita, kenali dulu gejala-gejalanya. Dengan begitu, Anda bisa menghindari masalah kesuburan sejak dini lewat solusi dan perawatan yang tepat.

     

    1. Masalah ovulasi bisa menghambat pembuahan sel telur. Gara-garanya, Anda mengalami perdarahan dan menstruasi tidak teratur.

    Periode tak teratur, bahkan absen - via nadlanu.com
    Masalah ovulasi – via nadlanu.com

    Problem ovulasi terjadi ketika sel telur tidak matang dalam ovarium. Karenanya, ovarium gagal melepas sel telur matang untuk pembuahan. Gejala utamanya adalah menstruasi tidak teratur, bahkan tidak ada sama sekali. Karena siklusnya tak teratur, otomatis gejala pramenstruasi (di antaranya kembung dan nyeri payudara) pun tidak begitu kentara. Di samping itu, Anda akan mengalami perdarahan di luar kebiasaan. Perdarahan ini bisa ringan tapi juga bisa berat.

    Solusi awal yang bisa Anda lakukan adalah mengatur berat badan ideal agar ovulasi lancar. Jika belum berhasil, Anda masih bisa mengambil obat kesuburan. Obat ini bisa dipakai dengan atau tanpa inseminasi buatan serta program bayi tabung. Pastikan Anda mendapatkan aturan obat kesuburan yang tepat dari dokter.

    Menurut data dari babycenter.com, sebanyak 30-40% wanita mengambil obat kesuburan klomid. Tujuan pengambilan obat tersebut untuk menginduksi ovulasi. Hasilnya, mereka hamil setelah tiga kali siklus pengobatan. Ketika obat dikombinasikan dengan inseminasi buatan, tingkat kehamilan berkisar antara 10-20% per siklusnya. Sedangkan bayi tabung menghasilkan kelahiran dengan persentase 12-41% pada rentang usia 34-42 tahun.

     

    2. Endometriosis menyebabkan peluang kehamilan Anda semakin tipis. Selain menggunakan obat kesuburan, Anda bisa hamil kembali dengan perawatan laparoskopis.

    Menstruasi adalah perdarahan yang paling wajar tejadi - via awdnews.com
    Nyeri panggul awal infertilitas wanita – via awdnews.com

    Endometriosis adalah tumbuhnya jaringan endometrial di luar rongga rahim. Biasanya, jaringan endometrial ini tumbuh pada perut atau panggul. Beberapa wanita tidak merasakan gejala apapun. Sebagian lagi merasakan sakit pada periode dan saat berhubungan seksual. Kadang, gejala ini disertai perdarahan yang tidak biasa dan nyeri panggul.

    Solusi dari endometriosis adalah operasi. Operasi dilakukan untuk membuang jaringan endometrial dan membuka tuba falopi yang terblokir. Selain operasi, Anda bisa memilih obat kesuburan (dengan atau tanpa inseminasi buatan) serta program bayi tabung.

    Studi menemukan, 30% wanita infertil berhubungan dengan tahap awal endometriosis. Mereka bisa hamil secara alami dalam 3 tahun setelah buang jaringan endometrial dengan operasi laparoskopi. Sedangkan yang dirawat dengan obat kesuburan dan inseminasi buatan, memiliki persentase kehamilan 9-15% per siklusnya. Tingkat kelahiran untuk mereka yang memiliki program bayi tabung adalah 12-41%, tergantung umur.

     

    3. Semakin menua, kuantitas dan kualitas sel telur semakin rendah. Cobalah program bayi tabung supaya mengusahakan momongan tak terlalu susah.

    Semakin tua, persediaan sel telur menipis - via 1mpkoh2uj7ew36r28p3t8kxt11gl.wp
    Semakin tua, persediaan sel telur menipis – via 1mpkoh2uj7ew36r28p3t8kxt11gl.wp

    Setelah usia 35 tahun, kualitas dan kuantitas sel telur yang diproduksi wanita akan menyusut. Baik itu produksi secara alamiah maupun dengan perawatan kesuburan. Masalahnya adalah tidak ada gejala pada kondisi ini. Anda bisa mengetahuinya hanya dengan tes kesuburan. Jika Anda positif, cobalah program bayi tabung.

     

    4. Sindrom ovarium polikistik menyebabkan folikel enggan melepas sel telur. Gaya hidup sehat harus mulai diatur supaya ovulasi kembali teratur.

    Gaya hidup sehat, bebas sindrom ovairum polikistik - via lifemartini.com
    Gaya hidup sehat, bebas sindrom ovairum polikistik – via lifemartini.com

    Sindrom ovarium polikistik adalah infertilitas wanita di mana folikel kecil dalam ovarium tidak berkembang. Akibatnya, sel telur Anda tidak bisa matang dan dilepaskan. Kondisi ini ditandai dengan ketidakseimbangan hormon dan pola ovulasi yang tidak bisa diprediksi. Selain menstruasi yang tidak teratur, sindrom ini punya gejala fisik yang kentara. Misalnya obesitas, jerawat, dan rambut tumbuh berlebihan pada wajah serta tubuh.

    Sebagai solusinya, Anda bisa memodifikasi gaya hidup. Mulailah diet sehat dan olahraga. Bisa juga mengambil klomid atau obat kesuburan yang diinjeksikan. Jika mau, pengeboran ovarium (untuk picu ovulasi) dan bayi tabung juga sah-sah saja dilakukan.

    Mereka yang menurunkan 5-10% berat badannya, terbukti dapat ovulasi secara reguler. Sedangkan wanita yang mengkonsumsi klomid memiliki tingkat kehamilan 18% per siklus. Persentase kehamilan yang lebih besar lagi didapat dengan pengeboran ovarium. Dalam jangka waktu setahun, persentase kehamilannya 50%.

     

    5. Faktor tuba falopi turut menyebabkan infertilitas wanita. Ini karena sel telur terhambat jalannya gara-gara kerja tuba falopi tak sempurna.

    Dokter berdiskusi dengan Anda dan melakukan diagnosis - via colgate.com
    Mendiskusikan masalah tuba falopi dengan dokter – via colgate.com

    Rusak atau tersumbatnya tuba falopi mencegah sperma mencapai sel telur. Maka, pembuahan di uterus pun mustahil terjadi. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala apapun. Penyebabnya bisa karena radang panggul, infeksi menular seksual, atau operasi sterilisasi.

    Dokter akan memberi solusi operasi untuk membuka tuba falopi. Jika operasi gagal atau tuba falopi sudah amat rusak, tuba falopi akan dihilangkan. Kemudian Anda disarankan mengikuti program bayi tabung agar peluang kehamilan tetap ada.

    Angka konsepsi setelah operasi sangat bervariasi. Ini tergantung dari lokasi, parahnya kasus, dan jumlah jaringan parut pasca operasi. Sedangkan mereka yang mencoba bayi tabung, rata-rata 32% hamil per siklusnya. Persentase ini akan tetap tergantung pada umur, luasnya tuba falopi yang bermasalah, apakah tuba falopi sudah dihapus, dan lain-lain.

     

    6. Jika kelima penyebab tadi tak terjadi, barangkali unexplained fertility problems sedang Anda idap. Menemui dokter adalah langkah terbaik untuk analisis dan solusi terlengkap.

    Dapatkan analisis dan solusi lengkap untuk infertilitas wanita yang tidak bisa dijelaskan - via bolit.org
    Dapatkan analisis dan solusi lengkap untuk infertilitas wanita yang tidak bisa dijelaskan – via bolit.org

    Anda digolongkan dalam kategori ini jika tak ada yang mencurigakan pada organ reproduksi. Bahkan, hasil tes kesuburan menyatakan Anda normal. Para ahli percaya kalau kasus seperti ini karena perbedaan tipis antara cara kerja sistem reproduksi. Misalnya perbedaan pada perkembangan folikel, fungsi sperma, atau proses pembuahan. Faktor gaya hidup pun berpengaruh. Kelebihan atau kekurangan berat badan, terlalu banyak kafein dan alkohol, serta merokok menyebabkan infertilitas wanita.

    Dokter akan memberikan Anda obat kesuburan, baik dengan atau tanpa inseminasi buatan. Anda juga bisa memilih program bayi tabung jika ingin potensi kehamilan yang lebih besar. Obat kesuburan yang dikombinasikan dengan inseminasi buatan memberi persentase kehamilan 9-26% per siklus. Dengan bayi tabung, persentase kehamilan sebesar 30% akan didapat per siklusnya.

     

    Ledis, jika penyebab infertilitas wanita sudah Anda periksakan pada dokter dan menemui hasil positif, jangan ragu mengikuti perawatannya! Ingat, masa subur wanita tidak lama. Setelah usia 35 tahun, kesuburan Anda akan cepat berkurang dan mencapai menopause. Jika Anda tidak merawatnya sekarang, kapan lagi Anda memiliki momongan?

  • Waspadai Penyebab Masalah Kesuburan Pria yang Mengganggu Kehamilan!

    Waspadai Penyebab Masalah Kesuburan Pria yang Mengganggu Kehamilan!

    Ledisia.comLedis, masalah kesuburan pria yang mengganggu kehamilan, kini jadi topik seksi. Di Amerika Serikat saja, ada kurang lebih 11 persen pasangan usia subur yang punya masalah dalam mendapatkan kehamilan atau mempertahankannya. Jika dibuat perbandingan, 1/3 masalah kesuburan ini dialami oleh pasangan pria dan 1/3 lagi dialami oleh wanita. Sisanya, sama-sama dialami pasangan suami istri dan penderita masalah kesuburan tanpa sebab.

    Jika Anda dan suami telah mencoba untuk hamil selama setahun (untuk usia di bawah 35 tahun) atau enam bulan (di atas 35 tahun), dengan rutin dan tanpa kondom, alangkah baiknya menemui dokter sekarang juga. Pastikan Anda tidak menjadi salah satu pasangan infertil seperti di atas. Biasanya, spesialis kesuburan akan melakukan pemeriksaan awal untuk serangkaian tes kesuburan.

     

    Jika Tak Kunjung Dapat Momongan, Masalah Kesuburan Pria Ini Perlu Diwaspadai. Bila Merasakan Gejalanya, Lebih Baik Periksakan Sejak Dini!

    Pada pemeriksaan awal untuk suami, akan dilakukan analisis air mani dan pemeriksaan riwayat lainnya. Jika hasil analisis menunjukkan abnormalitas, dokter bisa merujuk suami pada urologis atau spesialis reproduksi laki-laki. Urologis akan membantu Anda dan pasangan memilih teknologi perawatan yang sesuai. Sebab, mungkin saja suami Anda mengalami penyebab kesuburan seperti berikut ini.

     

    1. Selama ini, banyak pria mengabaikan faktor gaya hidup dan riwayat medis. Padahal, merokok dan minum alkohol menjadi awal masalah kesuburan pria.

    Gaya hidup merokok - via cigarette-deals.com
    Merokok menimbulkan masalah kesuburan pria – via cigarette-deals.com

    Tanpa disadari, gaya hidup beserta riwayat kesehatan mempengaruhi sistem reproduksi dan kesuburan. Pria akan sulit memiliki momongan jika terbiasa merokok, menghisap ganja, dan mencandu narkoba. Di samping itu, konsumsi alkohol tiga kali sehari atau lebih bisa dibilang memperburuk kesuburan. Itu karena zat yang dikandungnya dapat merusak kualitas dan kuantitas sperma.

    Pria yang ingin subur harus hati-hati terhadap penggunaan obat. Steroid anabolik dan obat tertentu (obat terapi penggantian testosteron, radang sendi, kanker, infeksi, atau pencernaan) juga mengakibatkan ketidaksuburan. Penyakit kronis (diabetes, kanker, atau penyakit tiroid) turut dituding sebagai penyebab infertilitas, di samping asupan nutrisi yang rendah, obesitas, dan paparan racun berbahaya.

    Memiliki satu atau dua testis yang tidak turun ketika bayi, hernia, dan sejarah infeksi menular seksual banyak berpengaruh juga untuk kesuburan. Jika suami Anda punya satu atau beberapa rangkaian faktor resiko di atas, katakanlah pada dokter. Diskusikan apa yang bisa dilakukan untuk menambah peluang kehamilan.

     

    2. Varikokel adalah varises di dalam skrotum. Tanpa diketahui, ia juga berbahaya dan menyebabkan kesuburan menurun.

    Varikokel bisa membunuh sperma via en.karaz.me
    Varikokel bisa membunuh sperma via en.karaz.me

    Varikokel adalah pembuluh darah yang membesar seperti varises di dalam skrotum. Varikokel dianggap sebagai masalah kesuburan pria karena menaikkan suhu testis. Akibatnya, produksi sperma terpengaruh karena suhu yang panasnya membunuh sperma.

    Kebanyakan pria dengan varikokel tak punya gejala. Tapi, ada juga yang sakit pada skrotumnya. Sakit itu semakin terasa setelah duduk, berdiri, atau olahraga dalam waktu yang lama. Jika ini terjadi, bawalah suami pada dokter untuk pemeriksaan fisik atau USG. Kalau dokter menyatakan positif mengidap varikokel, solusi yang ditawarkan adalah operasi perbaikan varikokel. Jika enggan operasi, masih ada inseminasi intrauterin dan program bayi tabung dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

     

    3. Sulit hamil turut disebabkan masalah ejakulasi. Misalnya penyumbatan saluran ejakulasi yang membuat sperma buntu di satu sisi.

    Kesuburan semakin berkurang - via mythirtyspot.com
    Gagal hamil karena masalah ejakulasi – via mythirtyspot.com

    Masalah ejakulasi yang dimaksud adalah penyumbatan di saluran ejakulasinya. Penyumbatan ini mencegah sperma bersatu dalam cairan ejakulasi. Biasanya, ini terjadi ketika epididymis (organ yang membawa sperma dari testis) atau vas deferens (tabung yang membawa sperma ke saluran ejakulasi) terblokir atau rusak.

    Pria lainnya malah mengalami ejakulasi retrogade. Ejakulasi ini terjadi ketika air mani masuk ke kandung kemih, bukannya ke penis. Penyebabnya adalah otot di leher kandung kemih yang tak bekerja. Penyebab lainnya lagi adalah infeksi, cedera, diabetes, masalah neurologis, cacat bawaan, atau vasektomi.

    Masalah ejakulasi ini kadang dirasakan tanpa gejala. Namun jika mengalami ejakulasi retrogade, urin tampak berawan atau tidak ada ejakulasi setelah orgasme. Solusi yang ditawarkan oleh dokter adalah inseminasi intrauterin, operasi untuk perbaikan obstruksi, membalikkan vasektomi, dan menghapus sperma untuk program bayi tabung.

     

    4. Sperma sedikit atau motilitas rendah harus diwaspadai karena tidak ada gejalanya. Penyebabnya bervariasi, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga paparan kimia.

    Paparan kimia atau racun dari lingkungan sekitar bisa mempengaruhi kesuburan - via propublica.org
    Paparan kimia atau racun dari lingkungan sekitar bisa mempengaruhi kesuburan – via propublica.org

    Jika pasangan Anda punya sedikit atau tidak ada sperma, motilitasnya rendah, dan bentuknya abnormal, otomatis tidak mungkin melakukan pembuahan sel telur. Problem semacam ini bisa disebabkan karena macam-macam hal. Mulai dari ketidakseimbangan hormon, penyakit/luka organ kemih dan genital, demam atau paparan panas, kelainan genetik, penggunaan obat-obatan tertentu, dan paparan kimia.

    Jumlah sperma yang sedikit dan masalah motilitas memang tidak dapat ditengarai gejalanya. Solusi yang mungkin disarankan adalah obat kesuburan, inseminasi intrauterin, atau program bayi tabung dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

     

    5. Sebenarnya, pria punya antibodi anti sperma. Inilah yang perlu diwaspadai karena kedatangannya tak hanya merusak kesuburan, juga tanpa gejala.

    Pria juga bisa mengembangkan antibodi anti sperma - via geocities.ws
    Pria juga bisa mengembangkan antibodi anti sperma – via geocities.ws

    Secara alamiah, tubuh pria dapat mengembangkan antibodi yang menurunkan motilitas dan merusak sperma. Hal ini sering terjadi setelah vasektomi, torsi testis (testis terpelintir ke dalam skrotum), infeksi, atau trauma. Walaupun adanya antibodi ini tidak bergejala, dokter tetap punya solusinya. Biasanya, program bayi tabung dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI) menjadi pilihan perawatan utama. Di samping itu, ada steroid yang dipakai untuk jangka waktu tak lama.

     

    6. Selain kelima penyebab di atas, ada masalah kesuburan yang tak bisa dijelaskan. Oleh karenanya jika hasil tes normal, jangan kaget dan terheran-heran!

    Konsultasikan perihal menstruasi tidak teratur agar terhindar dari kista ovarium - via brooklynabortionclinic.nyc
    Konsultasikan perihal unexplained infertility – via brooklynabortionclinic.nyc

    Selain kelima penyebab di atas, ada masalah kesuburan pria yang tidak bisa dijelaskan/ditemukan penyebabnya. Tes kesuburan yang dilakukan bahkan tidak menunjukkan abnormalitas sama sekali. Jika terjadi, dokter mendiagnosa suami Anda mengidap unexplained infertility.

    Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini. Sebut saja paparan lingkungan yang berbahaya, perbedaan dalam fungsi sperma atau proses pembuahan, jumlah sperma, dan motilitas yang ada di bawah ambang rasional, dan kombinasi faktor lainnya. Kasus ini memang tak bergejala. Dokter akan memberi obat kesuburan yang diikuti inseminasi intrauterin atau program bayi tabung.

     

    Ledis, jika Anda melihat gejala masalah kesuburan pria tersebut pada suami, jangan ragu untuk mengingatkan suami atas potensi infertilitas yang mungkin terjadi. Rencanakanlah waktu berkonsultasi dan mengambil tes kesuburan bersama. Percayalah, Anda dan pasangan tidak akan merugi. Toh, ini demi impian bersama, bukan?

  • Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    “Kami sudah merencanakan kehamilan anak kedua selama bertahun-tahun dan hasilnya nihil. Apa mungkin kami punya masalah kesuburan?”

    Ledisia.com – Tahukah Anda kalau masalah kesuburan tidak hanya datang pada pasangan suami istri yang pertama kalinya merencanakan kehamilan? Seperti ilustrasi percakapan di atas, masalah fertilitas juga mungkin terjadi pada perencanaan kehamilan kedua. Kasus ini dinamakan ketidaksuburan sekunder (secondary infertility), yaitu ketika seorang wanita tidak bisa hamil atau keguguran setelah memiliki satu anak.

     

    Infertilitas Sekunder Perlu Segera Diatasi. Dengan Begitu, Mempunyai Momongan Kedua Tak Lagi Cuma Mimpi.

    Selama ini, masalah kesuburan primer memang paling banyak menyita perhatian. Tapi di Amerika Serikat, lebih dari tiga juta wanita di sana punya masalah kesuburan sekunder. Tentunya, Anda tidak ingin hal ini menimpa pada Anda dan suami juga, bukan? Oleh karenanya, mari kita simak penyebab, perawatan, dan reaksi-reaksi yang berkaitan dengan ketidaksuburan sekunder berikut!

     

    Baik ketidaksuburan primer maupun sekunder memiliki persamaan. Faktor sistem reproduksi dan gaya hidup masih menjadi penyebab utama sulitnya mendapatkan momongan.

    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol - via elle.com
    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol – via elle.com

    Sebenarnya, ketidaksuburan primer (masalah kesuburan pada rencana kehamilan yang pertama) dan ketidaksuburan sekunder punya penyebab yang sama. Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami ketidaksuburan primer juga bisa menjadi pemicu ketidaksuburan sekunder. Mereka adalah jaringan parut pada panggul atau rahim, tuba falopi yang terblokir, endometriosis, dan ovulasi yang cacat.

    Tak sekedar permasalahan pada sistem reproduksi Anda saja, ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja kelebihan berat badan atau justru terlalu kurus. Selain itu, kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan juga berpengaruh terhadap kesuburan.

    Anda juga perlu mencermati kualitas dan kuantitas sperma suami, apakah dalam kondisi baik atau tidak. Sementara, komplikasi selama persalinan dan melahirkan juga bisa memicu masalah. Cermati hal ini sebelum Anda melahirkan dan tilik kembali apakah usia Anda masih terbilang subur.

     

    Seperti penyebabnya, perawatan ketidaksuburan primer dan sekunder juga serupa. Anda diwajibkan berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk kasus infertilitas yang terjadi.

    Memeriksakan masalah kesuburan - via herbalnomersatu.com
    Memeriksakan masalah kesuburan – via herbalnomersatu.com

    Tak berbeda dengan penyebabnya, perawatan untuk ketidaksuburan sekunder pun serupa dengan perawatan ketidaksuburan primer. Kunjungilah dokter untuk mendapatkan evaluasi perihal masalah kesuburan. Kemudian, ia akan melihat apakah Anda tidak hamil setelah setahun mencoba, apakah frekuensi berhubungan seksual cukup sering, menggunakan kondom atau tidak, serta apakah usia Anda lebih dari 35 tahun dan tidak kunjung hamil setelah 6 bulan mencoba.

    Jika Anda memeriksakan diri pada dokter umum, Anda akan segera dirujuk ke dokter spesialis begitu hasil evaluasi menunjukkan ketidaksuburan. Semakin cepat Anda menemui dokter spesialis, makin baik. Apalagi jika Anda telah berusia di atas 30 tahun dan tahu pasti kalau ada kondisi yang mempengaruhi tingkat kesuburan. Endometriosis atau siklus menstruasi yang tidak teratur, misalnya.

     

    Jangan berkecil hati jika Anda belum berhasil mendapatkan momongan kedua. Reaksi seperti ini justru akan menimbulkan efek negatif dan semakin mengganggu kesuburan Anda!

    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres - via cocukistiyorum.com
    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres – via cocukistiyorum.com

    Munculnya reaksi negatif karena masalah kesuburan sebenarnya wajar-wajar saja. Tapi, hendaknya Anda ingat kalau salah satu syarat agar kesuburan maksimal adalah menghindari stres. Maka, hindarilah pula reaksi-reaksi semacam ini:

    • Penyangkalan. Anda mungkin berpikir kalau sudah pernah hamil dan melahirkan, tidak mungkin masalah kesuburan menghampiri. Bahkan bagi yang pernah mengalami masalah kesuburan dan berhasil mengatasinya, merasa semuanya sudah terpecahkan. Akibatnya, Anda malas menemui dokter dan mencari perawatan kesuburan. Anda pun dapat mengalami kesulitan untuk mengakui kalau Anda tak subur lagi.
    • Iri. Anda akan merasa tidak punya apa-apa dibandingkan dengan teman-teman yang keluarganya terus tumbuh dan berkembang. Anda cemburu pada kesuksesan mereka dalam memperoleh anak.
    • Merasa terisolasi. Jika sudah menerima kenyataan kalau mengalami ketidaksuburan sekunder, Anda akan merasa seperti tidak nyambung dengan kawan-kawan atau grup tertentu. Anda tak bisa mendapatkan dukungan dari sesama pasangan yang infertil dan tidak bisa bergabung dengan mereka-mereka yang memiliki banyak anak. Gawatnya lagi, Anda dan suami akan merasa terasing satu sama lain karena stres.
    • Kesedihan. Anda senang mengurus perkembangan anak pertama sekaligus sedih karena tak bisa memberikan adik padanya.
    • Rasa bersalah. Tak bisa memberikan saudara seperti beban berat untuk Anda. Apalagi jika anak, mertua, atau orang tua Anda yang meminta. Hal ini bisa berujung pada perasaan tidak puas pada anak pertama.
    • Kemarahan. Anda marah karena orang lain mudah mendapatkan anak lagi, sementara Anda tidak. “Kenapa dengan saya? Mengapa ini harus terjadi pada saya?” pikir Anda.
    • Kegelisahan. Perawatan kesuburan yang memerlukan banyak waktu, dana, tenaga, dan juga mental. Mulai dari USG, suntikan, serta janji dengan dokter yang harus berulang kali dilakukan. Belum lagi anak pertama Anda belum tentu bisa dibawa serta. Anda juga masih perlu mengusahakan pendidikan anak.

     

    Semua reaksi di atas sebenarnya hanyalah sebagian reaksi umum yang terjadi pada wanita akibat ketidaksuburan sekunder. Sebagaimana infertilitas primer, Anda dan pasangan akan melalui banyak rintangan yang bergelombang. Jika emosi negatif terus hadir dan mengganggu diri Anda, cobalah berbagi dengan pasangan lain yang memiliki problem yang sama. Cari juga bantuan profesional atau konselor yang akrab dengan masalah kesuburan.

    Ingat! Jauhi stres ya agar ketidaksuburan sekunder Anda tidak semakin menjadi-jadi dan tingkat kesuburan kembali membaik. Tetap semangat, Ledis!

  • Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Ledisia.comLedis, sudah pernah dengar istilah hiperprolaktinemia? Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana terlalu banyak kadar prolaktin dalam darah seseorang. Prolaktin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis (pituitari) otak. Pada wanita, prolaktin mengatur periode menstruasi, membantu payudara tumbuh, serta memproduksi air susu ibu (ASI).

    Lalu, apa hubungan hiperprolaktinemia ini dengan rencana kehamilan? Nah, inilah yang penting untuk Anda ketahui. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat mengurangi estrogen dan menghambat ovulasi sehingga bisa menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur, bahkan absen (tidak menstruasi sama sekali). Jika ini terjadi, tentu kesuburan Anda akan terganggu, berikut rencana kehamilan Anda. Yang unik, kelebihan kadar prolaktin ini juga mampu membuat kepadatan tulang Anda semakin rendah serta produksi ASI Anda bekerja meskipun sedang tidak hamil.

     

    Waspadai Gejala Hiperprolaktinemia yang Mengganggu Kesuburan Anda. Karena Ia Mengacaukan Ovulasi, Pemeriksaan Lebih Dini Sudah Selayaknya Tak Ditunda!

    Anda tidak mau hiperprolaktinemia ini membuat rencana kehamilan Anda kacau balau, ‘kan? Yuk, simak seluk-beluk, gejala, dan pengobatan penyakit ini! Siapa tahu, Anda bisa mencegahnya lebih dini sebelum kesuburan Anda terganggu.

     

    Pemicu hiperprolaktinemia cukup beragam. Tumor, pengobatan hipertensi, hingga luka di area dada bisa menjadi penyebabnya dan membuat kesuburan Anda terancam.

    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi - via jejswiat.pl
    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi – via jejswiat.pl

    Sampai saat ini, penyebab pasti hiperprolaktinemia masih belum jelas diketahui. Namun, beberapa wanita yang mengidapnya terdeteksi memiliki tumor non kanker dalam kelenjar pituitari. Tumor inilah yang memacu produksi prolaktin lebih tinggi dan membuat para wanita terkena hiperprolaktiemia. Walau kasusnya sangat jarang, tumor ini juga bisa berkembang menjadi kanker, lho!

    Hiperprolaktinemia lainnya juga bisa diakibatkan oleh adanya sel yang terlalu aktif dalam pituitari dan tiroid yang kurang aktif bekerja (hipotiroidisme). Menjalani pengobatan tertentu (untuk keluhan depresi dan tekanan darah tinggi) dan adanya luka pada area dada (misalnya bekas luka bedah, herpes zozter atau shingles) juga diduga kuat turut menjadi penyebab hiperprolaktinemia.

     

    Gejala hiperprolaktinemia pun tak sedikit macamnya. Ada yang tidak merasakan apa-apa, tapi ada pula yang memproduksi ASI tanpa hamil dan tidak teratur menstruasinya.

    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI - via doctoroz.com
    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI – via doctoroz.com

    Beberapa wanita dengan hiperprolaktinemia ini tidak mengalami gejala khusus, sehingga seringkali tidak menyadari awal mula pertumbuhan tumor ini.  Sebagian lainnya punya gejala-gejala seperti menstruasi tidak teratur (bahkan tidak ada sama sekali), kesuburan terganggu sehingga sulit hamil, serta tiba-tiba ASI muncul padahal Anda tidak hamil dan tidak menyusui. Gejala unik ini juga disertai dengan keringnya vagina dan kepadatan tulang yang rendah.

     

    Dokter dapat mendeteksi hiperprolaktinemia lewat tes darah. Tapi, pemeriksaan fisik dan MRI sebaiknya dilakukan untuk hasil yang lebih mendetil dan akurat.

    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia - via phunukieuviet.com
    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia – via phunukieuviet.com

    Pada umumnya, hiperprolaktinemia akan didiagnosis oleh dokter lewat jalan tes darah. Dari tes inilah, kadar prolaktin bisa diketahui apakah ia masih normal atau sudah berlebihan. Jika hasil tes darah menunjukkan kalau kadar prolaktin Anda berada pada perbatasan (antara normal dan tinggi), tidak ada salahnya Anda meminta tes lagi untuk mendapatkan kepastian. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan penggunaan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendapatkan gambaran detil tentang kondisi otak Anda.

     

    Perawatan hiperprolaktinemia hanya dilakukan pada pengidap dengan gejala yang sangat mengganggu. Bromocriptine atau cabergoline adalah penawar yang bisa dipilih agar ovulasi Anda kembali pulih.

    Perawatan hiperprolaktinemia - via dailymail.co.uk
    Perawatan hiperprolaktinemia – via dailymail.co.uk

    Jika gejala hiperprolaktinemia Anda ringan atau bahkan tidak memiliki gejala sama sekali, biasanya dokter tidak melakukan tindakan atau perawatan hiperprolaktinemia. Kasus hiperprolaktinemia yang memerlukan penanganan serius adalah yang disertai gejala sangat mengganggu dan membuat Anda sulit hamil.

    Langkah pertama perawatannya dimulai dengan pemberian bromocriptine atau cabergoline. Kedua jenis pengobatan ini dikenal sebagai agonis dopamin (dopamine agonist), di mana kadar prolaktin dapat dikurangi. Selain itu, keduanya juga mampu mampu mengecilkan tumor pituitari dan mengembalikan ovulasi berikut kesuburan Anda.

    Bromocriptine dikenal sebagai salah satu obat yang tepercaya keamanannya. Resiko cacat lahir akibat obat ini sangat rendah. Oleh karenanya, obat ini disarankan untuk wanita pengidap hiperprolaktinema yang ingin segera hamil. Anda perlu menunggu beberapa bulan sampai kadar prolaktin kembali normal. Sehingga, ovulasi Anda akan pulih dan menstruasi muncul kembali dengan teratur.

    Sedangkan cabergoline adalah jenis obat baru untuk kasus hiperprolaktinemia, yang mana prosesnya tidak selama bromocriptine. Ia tidak akan menimbulkan resiko lahir cacat selama dikonsumsi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Cara kerja obat ini sebenarnya sama saja dengan bromocriptine, tapi dipandang lebih efektif dalam menurunkan kadar prolaktin. Cabergoline biasanya akan diresepkan pada mereka yang tidak memiliki respon atau mengalami efek samping terhadap bromocriptine.

     

    Setelah melakukan pengobatan tadi, biasanya ovulasi Anda akan pulih. Anda bisa merencanakan kehamilan lagi sesuai situasi kesuburan Anda. Jika tidak memiliki masalah kesuburan selain hiperprolaktinemia, Anda bisa merencanakan kehamilan dengan berhubungan seksual. Tapi jika ada masalah kesuburan lain, mungkin Anda perlu mempertimbangkan kehamilan dengan bantuan medis. Jika Anda tak kunjung hamil setelah beberapa bulan ovulasi, dokter akan merekomendasikan perawatan yang berbeda.

    Bila Anda menemui gejala spesifik yang hanya ditemui pada kasus hiperprolaktin, jangan menunda untuk memeriksakannya. Pemeriksaan dini justru akan menyelamatkan diri Anda dari berbagai gangguan kesuburan, yang bisa memusnahkan impian Anda memiliki sang buah hati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Bagaimana Perawatan Endometriosis yang Tepat?

    Bagaimana Perawatan Endometriosis yang Tepat?

    Ledisia.com – Halo, Ledis! Kemarin kita sudah membahas penyebab dan tanda-tanda endometriosis. Kemudian kita juga memahami bagaimana diagnosa endometriosis dilakukan oleh dokter. Setelah dokter menerima hasil pelacakan gejala endometriosis, ia melakukan diskusi tentang riwayat kesehatan Anda. Jika ia meyakini endometriosis benar-benar tumbuh, dilakukanlah laparoskopi untuk melihat lokasi, jumlah, dan ukuran jaringan endometrial yang tumbuh.

    Dari pengujian laparoskopi tersebut, dokter akan menggunakan sistem poin untuk mengklasifikasikan kasus endometriosis Anda. Apakah Anda masuk ke dalam klasifikasi minimal, mild, moderate, atau severe. Dari klasifikasi itulah, dokter baru bisa memberikan solusi dan perawatan yang sesuai untuk kehamilan Anda. Pilihan perawatannya sendiri tergantung pada apakah Anda sedang mencoba hamil atau tidak.

     

    Dengan Perawatan Endometriosis yang Tepat, Kehamilan Tidak Akan Sulit Lagi Didapat!

    Lalu, seperti apa ya perawatan endometriosis bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan? Nah! Khusus Anda yang ingin memiliki momongan, berikut ini adalah pilihan perawatan endometriosis yang akan Anda jalani sesuai dengan klasifikasi sistem poin endometriosis Anda!

     

    Penderita endometriosis minimal dan mild boleh berlega hati. Setelah dibuangnya jaringan endometrial, Anda masih diberi kesempatan untuk merencanakan hamil secara normal.

    Ilustrasi laparoskopi - via blogspot.com
    Ilustrasi laparoskopi – via blogspot.com

    Jika dokter menyatakan Anda adalah penderita endometriosis minimal dan mild, bersyukurlah karena perawatan endometriosis yang dilakukan tidak terlalu berat. Dokter akan membuang pertumbuhan jaringan abnormal Anda selama proses laparoskopi. Setelah jaringan ini dibuang dari rahim, seorang wanita punya sekitar 40% kesempatan hamil dalam 8-9 bulan setelah laparoskopi dilakukan.

    Wanita yang usianya lebih muda dari 35 tahun dan tanpa masalah kesuburan selain endometriosis, dapat melewati atau melangkahi perawatan endometriosis selama 6 bulan. Lantas, langsung saja berhubungan seksual dan merencanakan kehamilan sebagaimana pasangan tanpa riwayat infertilitas lainnya. Jika dalam waktu 6 bulan tersebut rencana kehamilan Anda tidak berhasil, barulah dokter menyarankan penggunaan obat kesuburan dan rencana kehamilan dengan inseminasi intrauterin.

    Sedangkan wanita berusia 35 tahun atau lebih, sangat disarankan untuk menerima tawaran obat kesuburan dengan inseminasi intrauterin atau bayi tabung (IVF) sebelum 6 bulan mencoba hamil secara natural. Ini karena tingkat kesuburan wanita berusia 35 tahun dan di atasnya sudah semakin menipis. Menggabungkan clomiphene citrate (klomid) dengan inseminasi intra uterin akan memberi peluang kehamilan sebanyak 9-10% per siklus pengobatan, sedangkan menggabungkan gonadotropin (obat suntik yang merangsang ovulasi dan pengembangan sel telur) dengan inseminasi intra uterin, sanggup menambah kesempatan hamil sebesar 9-15% di tiap siklus pengobatannya.

     

    Jika Anda adalah penderita endometriosis moderate dan severe, kemungkinan besar dokter akan melakukan pembedahan. Prosedur yang dinamakan laparotomi ini, akan melibatkan sayatan perut yang lebih besar dibandingkan dengan laparoskopi.

    Proses laparotomi - via www.hirtukor.hu
    Proses laparotomi – via www.hirtukor.hu

    Penderita endometriosis moderate dan severe akan lebih diuntungkan dengan perawatan endometriosis yang bernama laparotomi (operasi laparoskopi yang melibatkan sayatan perut yang lebih besar), dibandingkan dengan metode yang dilakukan pada endometriosis minimal dan mild. Ini karena pertembuhan endometriosis sudah jauh lebih kompleks baik dari segi lokasi, ukuran, dan jumlahnya.

    Jika Anda tidak kunjung hamil dalam jangka waktu 3-6 bulan setelah laparotomi, dokter akan merekomendasikan program bayi tabung (In Vitro Fertilisation). Bayi tabung sangat disarankan terlebih jika Anda telah berusia di atas 35 tahun. Dengan bayi tabung, Anda yang berusia di bawah 35 tahun akan berpeluang memiliki bayi kurang lebih sekitar 41%. Sedangkan kesempatan sebesar 31% akan terjadi pada wanita berusia 35-37 tahun, 22% pada yang berumur 38-40 tahun, dan 12% untuk mereka yang 41-42 tahun.

     

    Pada hakikatnya, semua perawatan endometriosis bersifat meringankan pertumbuhannya. Jika gejalanya muncul kembali, beberapa cara sederhana seperti istirahat dan mandi air hangat, bisa dijajali.

    Istirahat di tempat yang nyaman agar gejalanya berkurang - via fairytaleprettypicture.co.uk
    Istirahat di tempat yang nyaman agar gejalanya berkurang – via fairytaleprettypicture.co.uk

    Sejatinya, semua perawatan endometriosis di atas menawarkan bantuan untuk meringankan endometriosis dan mengontrol pertumbuhan jaringan abnormalnya. Semuanya tidak bisa menyembuhkan endometriosis karena penyakit ini memang belum bisa disembuhkan. Bahkan jika Anda memilih terapi hormon atau operasi, endometriosis tetap dapat kembali dan gejalanya bisa bertambah buruk daripada yang sebelumnya.

    Namun, Anda tenang saja. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dijajal jika tanda-tanda atau gejalanya muncul kembali usai perawatan endometriosis. Untuk mengurangi rasa sakitnya, istirahat dan berbaringlah pada kasur dan sofa nyaman. Sembari berbaring, Anda bisa mengompres perut dengan botol berisi air panas atau bantal pemanas. Mandi air hangat juga sah-sah saja Anda lakukan agar tubuh terasa lebih rileks.

    Karena endometriosis sering menyebabkan sembelit, cegahlah konstipasi dengan menambahkan serat (sereal, buah, sayur) pada makanan Anda. Jangan lupa biasakan pikiran rileks dengan mengambil napas dalam-dalam, yoga, dan meditasi. Jika diperlukan, Anda bisa meminta dokter resep obat yang bisa mengatasi gejala-gejala endometriosis.

     

    Jika Anda mengalami gejala endometriosis, jangan takut untuk menjalankan perawatan endometriosis. Meski penyakit ini tidak serta merta bisa disembuhkan 100%, sudah banyak pasangan di dunia ini yang berhasil mendapatkan momongan berkat perawatannya. Banyak juga yang merasa lebih baik karena gejala-gejala tersebut tidak terlalu menjadi-jadi dalam tubuh.

    Segera konsultasikanlah gejala endometriosis yang dialami ke dokter dan sampaikan kalau Anda sedang merencanakan kehamilan. Niscaya, solusi terbaiklah yang diterima dan Anda pun tidak perlu mengorbankan keinginan Anda untuk hamil. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Jika usia Anda sekarang kurang dari 35 tahun dan sedang merencanakan kehamilan dengan target kurang dari setahun (atau kurang dari 6 bulan jika berusia di atas 35 tahun), maka berbahagialah! Anda tak punya kekhawatiran apapun terkait masalah kesuburan, selama siklus menstruasi selalu teratur. Anda tinggal mengatur waktu berhubungan yang tepat dengan mendeteksi datangnya ovulasi. Sediakan grafik untuk mencatat pelacakan terhadap suhu basal tubuh dan lendir serviks. Setelah itu, kehamilan pasti akan datang dengan lebih mudah!

    Tapi lain lagi kasusnya jika Anda berusia di bawah 35 tahun, sering berhubungan tanpa kondom atau alat kontrasepsi lainnya, dan sudah dilakukan lebih dari setahun (atau lebih dari 6 bulan untuk yang berusia 35 tahun ke atas). Jika kehamilan tak kunjung datang, ada kemungkinan Anda atau sang suami memiliki kondisi tertentu yang menghambat peluang kehamilan.

     

    Jika Sudah Lama Merencanakan Kehamilan dan Bayi Tak Kunjung Datang, Faktor-Faktor Ini Sebaiknya Anda Perhatikan.

    Nah! Dari keduanya, mana yang jadi kecenderungan Anda? Yang pertama atau yang kedua di mana masalah kesuburan sedang terjadi? Untuk menghapus keraguan Anda, mari kita simak poin-poin berikut agar dapat mengecek bagaimana masalah kesuburan bisa terjadi pada Anda atau suami.

     

    Masalah kesuburan bukan sekedar bagaimana Anda bisa mendapatkan kehamilan. Gagal mempertahankan bayi sampai kelahiran, pun dapat dianggap sebagai masalah kesuburan.

    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan - via medimetry.com
    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan via medimetry.com

    Di Amerika Serikat, peneliti memperkirakan 11% pasangan usia reproduksi (usia 20-35 tahunan) mengalami masalah kesuburan. Baik itu kesulitan hamil, maupun mempertahankan kehamilan. Kondisi tersebut juga mungkin terjadi pada Anda. Tapi, jangan khawatir! Jika Anda mengalami masalah kesuburan, itu tidak selalu berarti kalau Anda tidak akan pernah bisa memiliki momongan. Anda hanya perlu sabar, memperbanyak usaha, dan menggunakan metode yang tepat. Beberapa pasangan dengan infertilitas akhirnya mendapatkan kehamilan dan kelahiran bayinya, meskipun itu menggunakan bantuan medis.

     

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan masalah kesuburan. Namun, sejatinya cuma dokter yang dapat mendiagnosa masalahnya dengan penuh kepastian.

    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan - via sobrecancer.com
    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan via sobrecancer.com

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat mengganggu kesuburan Anda dan suami. Tapi Anda tidak boleh lupa! Hanya dokter yang mampu mendiagnosa secara pasti masalah kesuburannya. Jika ada gejala-gejala yang ganjil pada Anda atau pasangan, segera berangkatlah berdua menuju dokter. Dokter akan memberikan saran terbaik untuk mengatasi masalah kesuburan pada rencana kehamilan Anda.

    Dokter bisa menganjurkan Anda dan suami untuk mengubah beberapa kebiasaan buruk, yang dianggap tidak sehat dan merusak kesuburan. Jika tidak, ia akan memberikan evaluasi sesegera mungkin, daripada Anda hanya menunggu dan merencanakan kehamilan selama lebih dari 6 bulan hingga 1 tahun dengan cara yang asal-asalan.

     

    Bagi wanita, mulai kini kenalilah faktor penyebab masalah kesuburan. Mulai dari endometriosis, radang panggul, hingga kebiasaan minum kafein yang berlebihan yang semuanya berpotensi mengganggu kehamilan.

    Jumlah kafein harus sewajarnya saja - via girlsallaround.com
    Jumlah kafein harus sewajarnya saja via girlsallaround.com

    Untuk wanita, beberapa faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan bisa disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan rahim. Misalnya endometriosis, fibroid rahim, dan sindrom ovarium polikistik. Radang panggul juga bisa mempengaruhi kesuburan Anda karena pada area sekitar panggullah, kelak rahim akan berkembang. Faktor umum penyebab masalah kesuburan lainnya adalah adanya infeksi menular seksual, masalah pada tuba falopi (infeksi, kehamilan di luar rahim, atau pernah operasi di masa lampau), serta penyakit kronis yang diderita.

    Perhatikan juga gaya hidup Anda! Bila Anda telah berusia 35 tahun atau lebih, masih sering merokok, minum alkohol sehari dua kali atau lebih, masalah kesuburan malah jauh lebih besar menimpa Anda. Kondisi ini akan lebih parah lagi kalau dilengkapi dengan kebiasaan minum kafein lebih dari 300 mg dan berat tubuh yang tidak sehat (terlalu kurus atau malah obesitas).

     

    Waspadailah jika suami punya riwayat kanker testis, hernia, hingga senang menikmati sauna. Sebab, semuanya mampu mempengaruhi kerja organ reproduksi dan kualitas sperma.

    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya - via yllpress.com
    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya via yllpress.com

    Untuk pria, masalah seputar testis masih menjadi faktor utama yang sering dituding sebagai penyebab ketidaksuburan. Misalnya, cedera, kista, varikokel, cryptorchidism, atau kanker pada testis. Waspadai juga hernia pada area selangkangan, yang tentunya akan sangat mengganggu kesehatan dan mengganggu saat berhubungan seksual. Seakan tak cukup, masalah genetik (kelainan kromosom atau penghapusan kromosom Y) dan gangguan hormonal atau endokrin (seperti hypothyroidism) semakin melengkapi faktor-faktor penyebab masalah kesuburan pada pria.

    Masih ada lagi infeksi dengan virus gondok setelah pubertas, prosedur pembedahan yang mempengaruhi transportasi sperma, infeksi menular seksual, dan penyakit kronis seperti diabetes, kanker, atau gangguan tiroid. Jangan kaget! Karena semuanya ini merupakan faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan pada pria. Ini masih ditambah dengan kebiasaan menggunakan obat-obatan untuk penyakit tertentu (radang sendi, hipertensi, depresi, kanker, infeksi, dan masalah pencernaan), rokok, ganja, NAPZA, alkohol, penggunaan steroid anabolik atau terapi penggantian testosteron, sauna, paparan kimia, dan terlalu lama bersepeda. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sangat mudah mempengaruhi kualitas sperma suami Anda.

     

    Tunggu apa lagi jika faktor-faktor di atas terjadi pada Anda dan suami? Periksakan diri Anda dan suami ke dokter sekarang juga, walaupun tak pernah terdiagnosa dengan kondisi spesifik yang mempengaruhi kesuburan. Biarkan dokter memeriksa, apakah Anda punya sakit panggul berikut periode yang tidak teratur dan sangat sakit dalam waktu berlarut-larut. Jika ada, sampaikan pula kalau rambut Anda dan suami sempat rontok, sempat berjerawat parah, atau bulu pada tubuh serta wajah yang berlebihan tumbuhnya. Dengan informasi tambahan seperti ini, Anda telah berjasa meringankan tugas analisa dokter.

    Dokter akan menjawab semua masalah kesuburan Anda. Bahkan jika diperlukan, surat rekomendasi pengujian yang lebih komprehensif untuk perawatan pada dokter spesialis, juga akan Anda dapati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • 5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Konsultasi Kesuburan

    5 Pertanyaan yang Harus Dijawab Saat Konsultasi Kesuburan

    Ledisia.comLedis, kemarin kita sudah sama-sama membahas pertanyaan apa saja yang mungkin diajukan pada suami saat konsultasi kesuburan. Tak ketinggalan dengan pria, kini Ledisia juga hadirkan pertanyaan apa saja yang diajukan dokter saat Anda menjalani konsultasi kesuburan.

    Pertanyaan yang diajukan oleh dokter kemungkinan tidak jauh berbeda dengan pertanyaan pada suami Anda. Namun konsultasi kesuburan pada wanita tidak boleh melupakan salah satu riwayat penting, yang tidak ada dalam konsultasi pria. Ialah riwayat menstruasi.

     

    Pastikan Anda Memahami 5 Pertanyaan Ini Sebelum Konsultasi Kesuburan. Dengan Pengumpulan Data yang Akurat, Solusi Kesuburan Terbaiklah yang Senantiasa Didapat

    Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang perlu Anda persiapkan jawabannya, sebelum mengunjungi dokter untuk melaksanakan konsultasi kesuburan. Dengan mempersiapkan jawaban yang baik, data yang diperlukan tidak akan terlupa. Hasil analisis yang diperoleh pun tepat sehingga solusi kesuburan terbaik akan didapat!

     

    1. Riwayat menstruasi senantiasa menemani wanita selama hidupnya. Oleh karenanya, coba catatlah yang Anda rasakan selama periode apa adanya.

    Mencatat dan mengingat kembali riwayat menstruasi - via gananci.com
    Mencatat dan mengingat kembali riwayat menstruasi via gananci.com
    • Pertanyaan pertama biasanya berkisar tentang: Bagaimana siklus menstruasi Anda? Jika periodenya tidak rutin, apakah itu kurang atau lebih dari sebulan? Jika dokter menanyakan ini saat konsultasi kesuburan, sebenarnya ia ingin tahu bagaimana ovulasi Anda berlangsung. Siklus yang tidak rutin itu sendiri dapat berarti ovulasi berlangsung tidak rutin. Di samping itu, bisa juga pertanda kalau ada permasalahan pada tiroid, problem prolaktin, dan sindrom ovarium polikistik. Bagi yang berusia 40 tahun ke atas, siklus yang demikian malah mengindikasikan menopause dini. Maka carilah bantuan secepatnya sebelum rencana kehamilan normal dan alamiah tidak gagal ditengah jalan.
    • Bagaimana rasanya saat menstruasi? Sangat berat atau kebalikannya, sangat ringan? Kalau merasakan menstruasi yang sangat ringan atau sangat berat secara konsisten, artinya ada problem ovulasi pada tubuh. Apalagi jika turut disertai perdarahan yang datangnya sangat tiba-tiba. Kemungkinan, fibroid tengah bersemayam.
    • Berapa lama siklus menstruasi Anda berlangsung? Jika Anda tidak mengetahuinya, gampang saja! Hitunglah dari hari pertama menstruasi hingga awal menstruasi selanjutnya. Siklus yang normal biasanya akan berlangsung selama 24-35 hari.
    • Adakah bercak darah di antara periode siklus Anda? Atau mungkin ada perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya? Sampaikan pada dokter!
    • Selama menstruasi, apakah merasakan nyeri atau keram pada panggul? Jika rasa tersebut terlalu berlebihan, bisa jadi inilah tanda-tanda endometriosis atau adhesi panggul.
    • Apakah Anda mendapatkan menstruasi pertama setelah usia 18 tahun? Dalam konsultasi kesuburan, dokter menanyakan ini untuk memastikan kalau Anda tak mengalami ketidakseimbangan hormon dan gangguan endokrin reproduksi.

     

    2. Sama seperti konsultasi kesuburan pria, riwayat kesehatan wanita penting untuk dikulik. Kalau Anda punya penyakit serius yang mempengaruhi kesuburan, paling tidak dokter bisa menganalisis sebelum permasalahannya makin pelik.

    Hati-hati dengan sakit panggul yang menyebabkan ketidaksuburan - via bellezayarmonia.com
    Hati-hati dengan sakit panggul yang menyebabkan ketidaksuburan via bellezayarmonia.com
    • Pernahkah Anda mengalami rasa tidak enak pada panggul, seolah-olah rasanya sangat berat? Para dokter menyadari gejala ini sebagai pertanda awal gejala fibroid.
    • Apakah Anda mempunyai diagnosa medis yang menyatakan mengidap endometriosis? Karena selama ini, endometriosis dikenal sebagai penyebab masalah kesuburan wanita.
    • Bagaimana dengan diagnosa sindrom ovarium polikistik? Jika Anda terdiagnosa sindrom ini, kemungkinan ovulasi Anda terganggu lebih tinggi.
    • Di masa lalu, pernah mengalami operasi pada daerah panggul atau perut? Misalnya, operasi usus buntu? Prosedur operasi tersebut berkemungkinan meninggalkan jaringan parut. Jaringan inilah dapat mempengaruhi tingkat kesuburan Anda.
    • Adakah catatan Pap Smear abnormal yang pernah Anda miliki? Perlu Anda ketahui kalau hasil pap smear yang abnormal dapat menyebabkan prosedur diagnostik, seperti cryotherapy atau biopsi kerucut yang mempengaruhi kualitas lendir serviks.
    • Selama konsultasi kesuburan, dokter juga akan menanyakan: apakah Anda punya riwayat sterilisasi dengan cara mengikat tuba falopi? Kalau jawabannya iya, apakah sekarang Anda sedang berusaha membalikkan efeknya? Karena, prosedur pembalikan efek sterilisasi tidaklah mudah dan mampu menyisakan jaringan parut yang bisa mencegah kehamilan. Gawatnya, kehamilan ektopik juga bisa terjadi gara-gara pembalikan tersebut.
    • Anda mewarisi penyakit yang cukup kronis seperti diabetes, tiroid, atau hipertensi? Sampai sekarang, penyakit berikut perawatan penyakit tersebut masih sangat dilekatkan dengan problem kesuburan dan kehamilan beresiko tinggi.
    • Apakah Anda sampai saat ini, masih mengkonsumsi obat-obatan untuk penyakit tertentu? Ketahuilah kalau steroid dan obat-obatan semacamnya (termasuk yang herbal sekalipun), dapat mempengaruhi kesuburan.
    • Jika sebelumnya Anda pernah hamil, bagaimana jalannya kehamilan tersebut? Apakah kehamilan atau kelahirannya diselingi komplikasi? Kasus-kasus komplikasi ini, meskipun jarang kasusnya, mungkin menimbulkan jaringan parut atau menyebabkan kondisi yang lebih buruk pada kesuburan.
    • Atau, pernahkah Anda keguguran dan berapa kali itu terjadi? Apakah Anda dan dokter menemukan kesimpulan tentang penyebabnya? Bilamanakah keguguran itu terjadi? Pada minggu ke-12 atau ke-24? Keguguran berulang sendiri sudah menunjukkan salah satu bentuk masalah kesuburan. Ini berarti, tubuh Anda perlu bantuan khusus agar bisa membawa kehamilan dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.

     

    3. Riwayat seksual tak luput dari pertanyaan dokter. Kalau Anda pernah menggunakan alat kontrol kehamilan dan punya infeksi menular seksual, wajar saja dokter akan menjadikannya soal.

    Dokter turut mempertanyakan riwayat seksual - via wp.com
    Dokter turut mempertanyakan riwayat seksual saat konsultasi kesuburan via wp.com
    • Pernah menggunakan alat intrauterin untuk mengontrol kelahiran? Dokter menanyakan ini pada konsultasi kesuburan agar tahu apakah Anda punya penyakit radang panggul yang diakibatkan oleh penggunaan alat tersebut.
    • Jika Anda pernah mendapat hasil positif untuk infeksi menular seksual, Anda juga perlu waspada. Chlamydia dan gonorrhea yang merupakan beberapa contoh infeksi tersebut, selalu dikait-kaitkan dengan masalah tuba falopi dan penyakit radang panggul.
    • Dokter juga akan turut menanyakan apakah Anda merasa sakit selama berhubungan seksual. Jika sakit yang dialami sangat berlebihan, pertanda endometriosis atau adhesi panggul karena penyakit radang panggul, mungkin saja tengah menjangkiti.
    • Jika menemui bercak-bercak setelah berhubungan seksual, jangan lunturkan kecurigaan Anda. Perdarahan setelah seks bisa berarti banyak hal. Ia bisa menjadi indikasi infeksi menular seksual, bisa berarti ada masalah pada rahim, hingga masalah serviks seperti servisitis, polip, atau displasia.

     

    4. Sebelum bertandang ke klinik dokter, tanyailah anggota keluarga. Barangkali, masalah kesuburan Anda bersifat genetik dan hadir dari riwayat keluarga.

    Dari keluarga besar, apakah ada yang menurunkan genetika tertentu? - via itvnet.lv
    Dari keluarga besar, apakah ada yang menurunkan genetika tertentu? via itvnet.lv
    • Apakah Ibu Anda pernah menggunakan dietilstilbestrol? Dietilstilbestrol ini dikenal sebagai estrogen sintetis yang diberikan pada wanita di tahun 1941-1971 untuk mencegah keguguran. Namun setelah tahun tersebut, obat ini diketahui dapat menyebabkan kelainan organ reproduksi pada beberapa perempuan.
    • Apakah ada anggota keluarga yang punya masalah dengan cacat genetik atau melahirkan bayi yang sudah mati? Coba cari tahu faktanya lewat keluarga Anda dan suami, terutama pada pasangan tanpa anak atau anak tunggal. Lantas, kuliklah informasi berkaitan riwayat kesuburan mereka.

     

    5. Kenalilah pula riwayat gaya hidup Anda. Merokok dan minum alkohol adalah kebiasaan buruk yang paling tidak harus ditunda sementara saja.

    Merokok berdampak untuk kehamilan - via tlife.gr
    Merokok berdampak untuk kehamilan via tlife.gr
    • Menikmati kopi memang surganya inspirasi. Tapi berapa banyak cangkir kafeinkah yang Anda konsumsi per hari? Sebab ada satu studi yang mengatakan, semakin banyak wanita minum, semakin berkuranglah pula kesempatannya untuk hamil.
    • Anda juga penikmat alkohol? Berapa banyak dalam seminggu Anda menikmatinya? Tapi studi mengatakan, sejumlah apapun Anda minum alkohol, peluang Anda untuk hamil bisa menurun drastis.
    • Dalam seminggu, berapa kali Anda merokok? Karena ada bukti yang menguatkan kalau nikotin dalam rokok menurunkan kadar estrogen wanita.
    • Kalau berat badan Anda sendiri, bagaimana? Bisa dibilang ideal atau sehatkah? Untuk diketahui, memiliki berat badan yang terlalu kurang atau sangat berlebihan, sangat nyata perannya dalam mengganggu siklus ovulasi.

     

    Bagaimana, Ledis? Sudah siap mencari tahu dan melakukan pencatatan akan kelima pertanyaan tersebut?

    Percayalah kalau tidak ada ruginya mempersiapkan pertanyaan ini terlebih dahulu sebelum berangkat konsultasi. Ketika Anda sudah siap nanti, bekal catatan riwayat Anda sudah cukup komprehensif apalagi yang berkaitan dengan riwayat keluarga. Dokter pun mampu menganalisis kasus ketidaksuburan Anda lebih akurat dan solusi kesuburan terbaiklah yang akhirnya didapat!

  • Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Ledisia.comLedis, semenjak usaha mendapatkan momongan sudah dilakukan dengan tekun namun tidak mendapatkan hasil, wajar jika Anda bertanya-tanya. Apalagi jika setahun lamanya usaha ini tidak membuahkan apa-apa. Anda wajib curiga apakah Anda atau suami mengalami masalah kesuburan. Karenanya, mengunjungi dokter adalah saran yang utama.

    Kunjungan ke dokter ini bukan sekedar meminta resep obat agar Anda dan suami segera mendapatkan kehamilan. Kunjungan yang dimaksud adalah untuk melakukan konsultasi kesuburan. Ya, Anda dan suami akan melakukan konsultasi kesuburan yang komprehensif. Mulai dari sejarah medis, riwayat keluarga, hingga gaya hidup Anda akan dikulik demi analisis dan solusi yang terbaik.

     

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, Pastikan Suami Anda Memahami 4 Hal Ini. Niscaya Analisa Medisnya Kuat, Solusi Kesuburan yang Didapatkan Pun Tepat

    Karena konsultasi ini tidak hanya melibatkan istri, maka suami Anda juga wajib memahami riwayat-riwayat kesehatan hingga gaya hidupnya. Seperti apa sih lebih tepatnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak poin-poin yang sering dijadikan pertanyaan dalam konsultasi kesuburan berikut!

     

    1. Pertama-tama, dokter akan mengulik riwayat medis suami Anda. Jika pernah mengalami penyakit yang cukup serius dan bermasalah pada organ kelamin, bisa jadi inilah akar permasalahan kesuburannya.

    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki - via dailymail.co.uk
    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki via dailymail.co.uk
    • Apakah suami Anda lahir dengan testis yang tidak turun? Jika ada salah satu atau kedua testis tersisa di dalam perut terlalu lama, panas dari suhu tubuh dapat secara permanen mempengaruhi produksi air mani.
    • Apakah suami mengalami penyakit yang disertai demam selama 6 bulan terakhir? Karena pada dasarnya, demam atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat merusak produksi sperma untuk sementara waktu.
    • Apakah pasangan mengalami pembengkakan atau rasa sakit pada testis (baik salah satu atau keduanya) belakangan ini? Apakah testis terluka atau cedera? Atau mungkin, memiliki torsi testis? Sekedar informasi, torsi bisa terjadi ketika testis melengkung ke dalam skrotum. Ketika ia mulai mengenai atau memukul pangkal paha, dapat terjadi peradangan yang berefek pada kualitas sperma.
    • Pernah punya tumor atau kista pada testis? Jika dokter menanyakan ini pada waktu konsultasi kesuburan, sesungguhnya ia ingin mengetahui apakah masalah ketidaksuburan suami disebabkan oleh operasi. Prosedur pembedahan untuk menghilangkan kista di masa lalu, dapat berpotensi menyebabkan ketidaksuburan.
    • Pernahkah suami disinar X pada area pangkal paha? Ini karena pada umumnya penyinaran, testis pria akan dilindungi terlebih dahulu agar tak terkena efek sinar X. Namun insidental tertentu ternyata dapat menyebabkan sejumlah problem kesuburan.
    • Apakah pasangan pernah merasakan infeksi saluran atau kandung kemih yang kronis? Apa pernah urinnya tampak seperti awan dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil? Perlu Anda tahu kalau beberapa infeksi menular bisa bermanifestasi dengan cara sensasi terbakar saat pria buang air kecil. Jika penyakit ini disampaikan pada pasangan lewat hubungan seksual, tak pelak tuba falopi Anda juga akan rusak.
    • Saat konsultasi kesuburan, dokter juga akan mengulik apakah suami pernah menerima perawatan kanker. Misalnya, kemoterapi dan radiasi. Tak ubahnya pemeriksaan pra konsepsi pada wanita, kedua macam perawatan ini dapat merusak kesuburan dengan membunuh sperma.
    • Apakah ia punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau tiroid? Penyakit beserta perawatan penyembuhan penyakit tersebut, sampai sekarang sering dihubungkan dengan masalah kesuburan lho!
    • Bahkan, dokter turut mempertanyakan apakah pasangan Anda mengambil obat-obatan tertentu. Steroid dan obat tekanan darah tinggi, misalnya. Keduanya sering dikenal sebagai pemblokir aliran kalsium dalam tubuh dan dapat mengganggu kesuburan.
    • Suami penderita atau pernah gondok? Pada umur berapa ini pertama kali dialaminya? Menurut medis, memiliki gondok setelah masa pubertas telah dikaitkan dengan produksi sperma yang rendah.
    • Di masa lalu, apakah suami pernah ikut perang? Pernah terkena racun berbahaya dari senjata tertentu? Wajar jika dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk kepentingan perang juga jadi penyebab masalah kesuburan pada pria.

     

    2. Sejarah seksual juga bisa menjadi soal. Kalau suami terkena penyakit menular seksual, bukankah kesuburan terasa menjadi lebih mahal?

    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya - via blogspot.com
    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya via blogspot.com
    • Sebelumnya, pastikan apakah suami Anda pernah teruji positif mengidap infeksi menular seksual. Jika infeksi ini diteruskan pada Anda, klamidia dan gonorrhea dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi tuba falopi dan juga membahayakan organ reproduksi wanita yang lainnya.
    • Suami pernah vasektomi? Atau sekaligus pernah membalikkan efeknya juga? Prosedur pembalikan sterilisasi ini sesungguhnya tidak mudah, lho! Jaringan parut yang disebabkan oleh proses vasektomi bisa saja masih tersisa dan mencegah sperma untuk diejakulasikan. Bahkan ketika pembalikan masih berjalan, tubuhnya bisa mengembangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma.
    • Suami menghadapi kesulitan dalam ereksi? Punya problema ejakulasi? Pernah menghadapi kelainan atau kesulitan seksual? Mintalah ia menjelaskan ini serinci mungkin pada dokter selama konsultasi kesuburan!

     

    3. Masalah kesuburan juga dapat diturunkan secara genetis. Sebelum berkonsultasi, ada baiknya Anda beserta suami mencari tahu riwayat kesuburan keluarga secara sistematis.

    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? - via lds.net
    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? via lds.net

    Dalam silsilah keluarga Anda dan suami, adakah anggotanya yang punya masalah dengan kehamilan abnormal? Adakah pula yang melahirkan bayi yang meninggal? Dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan karena beberapa masalah kesuburan bersifat genetik. Sebelum melakukan konsultasi, perihal ini dapat dikroscek pada anggota keluarga (bahkan keluarga besar, di luar keluarga inti) lewat silsilah keluarga yang dipunya. Tanyakanlah riwayat kesuburannya seperti apa, terutama pada anggota keluarga yang punya anak tunggal.

     

    4. Yang terakhir dan tak kalah penting adalah riwayat gaya hidup. Hanya karena cara hidup yang kurang sehat, masalah kesuburan yang sangat besar pun bisa menyusup.

    Alkohol buruk untuk kesuburan - via tqn.com
    Alkohol buruk untuk kesuburan via tqn.com
    • Apakah benar minum alkohol selama ini jadi kebiasaan suami? Berapa banyak yang bisa ia teguk dalam seminggunya? Jika Anda ingin tahu, kebiasaan meminum alkohol bagi wanita dan pria (berapa pun jumlahnya) dapat membuat peluang kehamilan lebih rendah.
    • Tak jauh berbeda dengan alkohol, dokter akan menanyakan kebiasaan merokok saat konsultasi kesuburan. Suami Anda harus jujur apakah kebiasaan buruk ini selalu dilakukan dan berapa pack yang dihabiskan per minggu. Kandungan nikotin dalam rokok sudah dikenal luas dapat menyebabkan impotensi. Ini karena nikotin membuat produksi sperma lebih sedikit dibandingkan dengan pria-pria yang tidak merokok.
    • Bagaimana dengan mandi dan berendam di air panas? Keduanya sering dilakukan pasangan? Lain kali, pikirkan baik-baik efek dari keduanya. Baik mandi dan berendam dalam air panas punya potensi menghalangi produksi sperma. Dokter akan lebih menyarankan air yang hangat, ketimbang yang panas.
    • Hobi suami bersepeda? Seberapa sering sih ini dilakukan? Tahukah Anda kalau ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tekanan pada pangkal paha (karena sangat lama duduk di sadel) dan panas di sekitar skrotum (akibat gesekan saat mengayuh dan penggunaan celana yang ketat) dapat membahayakan produksi sperma? Karena itu, dokter perlu tahu data tentang ini saat konsultasi kesuburan.
    • Apakah profesi pasangan mengharuskan terpapar bahan kimia, radiasi, atau suhu yang sangat tinggi? Terpapar dengan elemen-elemen tersebut sejatinya dapat merugikan dan mempengaruhi produksi sperma juga, lho!

     

    Ledis, jangan lupa sampaikan tentang keempat hal di atas pada suami sebelum melakukan konsultasi kesuburan ya! Pastikan jangan sampai ada data yang terlupa. Semakin lengkap data yang suami Anda ketahui, semakin akurat analisis yang dilakukan oleh dokter. Semakin tepat pula solusi yang diberikan dokter untuk masalah kesuburan Anda dan suami. Niscaya, memiliki momongan tidak cuma angan-angan. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (2)

    Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (2)

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Kemarin, Ledisia sudah membahas metode pertama untuk merencanakan kehamilan bayi dengan jenis kelamin tertentu. Metode itu disebut dengan Preimplantation Genetic Testing (pengujian praimplantasi genetik), di mana program bayi tabung juga dijalankan secara bersamaan.

    Hari ini, Ledisia kembali membagikan tips merencanakan kehamilan bayi dengan menyeleksi jenis kelamin. Dengan metode ini, Anda bebas menentukan pilihan, mau bayi laki-laki atau perempuan, silahkan saja!

     

    Dengan Metode Ericsson, Ingin Bayi Laki-Laki atau Perempuan Bukan Masalah Lagi!

    Yuk, langsung saja berkenalan dengan Metode Ericsson!

     

    Dengan memisah sperma berdasarkan kecepatan renang, metode Ericsson menentukan jenis kelamin bayi yang akan ditimang.

    Asyiknya punya bayi cowok - via lepotaizdravlje.rs
    Asyiknya punya bayi cowok via lepotaizdravlje.rs

    Teknik yang ditemukan oleh Ronald Ericsson ini, bertujuan memisahkan sperma yang memiliki jenis kelamin tertentu. Teknik ini meyakini jika sperma yang berenang lebih cepat adalah laki-laki. Sedangkan sperma yang berenang lebih lambat adalah perempuan.

    Teknik ini dapat bekerja apabila Anda menggunakan inseminasi buatan atau inseminasi intrauterin. Sperma yang sudah dipilih, akan ditempatkan langsung pada uterus dengan bantuan inseminasi tadi. Setelah pembuahan terjadi, muncullah bayi dengan jenis kelamin yang Anda ingini.

    Metode Ericsson memiliki tingkat efektifitas yang beragam, tergantung dari jenis kelaminnya. Pada rencana kehamilan bayi laki-laki, tingkat efektifnya sebesar 78% – 85%. Untuk bayi perempuan, efektif dari 73% – 75%.

     

    Sel sperma akan melalui simulasi. Dari situ, jenis kelamin bayi dapat diseleksi.

    Yang paling cepat berenang adalah sperma lelaki - via kinja-img.com
    Yang paling cepat berenang adalah sperma lelaki via kinja-img.com

    Metode Ericsson memerlukan semacam simulasi untuk mengetahui jenis kelamin sperma. Setelah dituang pada cairan lengket (yang teksturnya mirip dengan cairan vaginal wanita) dalam tabung reaksi, dokter akan melihat bagaimana pergerakan sperma di dalamnya. Secara alamiah, sperma tadi pasti akan berenang menuju bagian bawah tabung. Sperma yang berjenis kelamin laki-laki akan lebih cepat menyentuh dasar tabung. Sedangkan yang lebih lambat, akan sampai dasar tabung belakangan dan itulah sperma perempuan.

    Setelah pergerakan terlihat, dokter memisahkan sperma laki-laki dan perempuan. Jika Anda ingin bayi laki-laki, sperma yang paling cepatlah yang diinseminasikan. Sebaliknya, jika ingin anak perempuan, sperma yang lebih lambat yang akan ditanam pada uterus.

     

    Tidak perlu khawatir karena Metode Ericsson sangat aman. Tingkat keberhasilannya pun lumayan!

    Belum tentu sukses - via abril.com.br
    Menunggu diagnosis jenis kelamin bayi via abril.com.br

    Metode Ericsson ini ditanggapi positif oleh pasangan suami istri di Amerika karena biayanya lebih terjangkau dibandingkan dengan teknologi inseminasi buatan lainnya. Prosesnya pun non invasif sehingga tidak memberikan rasa sakit. Anda pun tidak perlu khawatir karena prosedur yang akan dilalui relatif aman. Ericsson sendiri telah mengumumkan kalau tingkat kesuksesan metodenya berkisar pada angka 75% – 80%. Besar sekali, bukan? Jadi, kenapa tak Anda coba?

     

    Itulah metode Ericsson, salah satu metode inseminasi buatan yang memungkinkan Anda menyeleksi jenis kelamin bayi. Metode tersebut banyak ditawarkan oleh klinik kesuburan yang ada di kota-kota besar di Amerika Serikat, seperti California, Florida, Maine, Michigan, New Jersey, dan New York. Jika Anda serius ingin mencoba, tak ada salahnya terbang ke sana. Atau berkonsultasilah pada dokter Anda untuk mencari klinik/rumah sakit rujukan yang lebih dekat!

    Jangan lewatkan artikel lanjutan “Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (3)”. Ternyata, ada seleksi jenis kelamin yang bisa Anda lakukan dari rumah, lho ledisSo, stay tune terus di Ledisia.com ya!

  • 3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    “Jadi perempuan itu harus pintar bersih-bersih.”

    Ledisia.com – Begitulah kiranya pesan dari orang tua, khususnya ibu untuk anak perempuannya. Ya, dari dulu memang wanita dikenal sebagai makhluk yang harus tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun kebersihan tempat tinggal. Tak jarang, ibu sering mengajak kita membantu membersihkan rumah. Betul kan?

    Karena kewajiban itulah, wanita sangat akrab dengan berbagai macam bahan-bahan pembersih. Mulai dari deterjen, sabun colek, cairan pel lantai, karbol, pembersih noda, dan lain-lain. Tapi tahukah Ledis kalau ada pembersih rumah yang perlu diwaspadai, terutama ketika merencanakan kehamilan?

    Agar Kesburan Tetap Terjaga, Bahan Kimia Ini Harus Dihindari Saat Bersih-Bersih Rumah

    Beberapa pembersih alat rumah tangga yang selama ini kita kenal, memang dibuat dari bahan-bahan kimia. Bahkan banyak di antaranya merupakan bahan kimia sintetis dan berbahaya bagi tubuh pemakainya. Tak cuma lewat sentuhan tangan, bahkan ada yang mengancam kesuburan lewat harumnya aroma yang katanya “menenangkan”.

    Mau tahu pembersih apa saja yang musti diwaspadai agar tidak menggagalkan program kehamilan ledis? Berikut ini adalah data yang berhasil tim Ledisia dapatkan.

    1 Deterjen dengan semerbak wangi bisa menyebarkan bahaya bagi si calon bayi

    Wangi, tapi... - via domik.ua
    Wangi, tapi… – via domik.ua

    Wewangian tidak selalu berarti parfum atau cologne yang biasa kita semprotkan pada tubuh usai mandi. Ada juga wewangian buatan/sintetis pada produk-produk pembersih semisal deterjen. Dalam dunia industri dan kimia, bahan kimia pewangi ini dinamakan phthalates

    Phthalates ditambahkan pada deterjen agar Anda bisa merasakan segar dan mencium aromanya saat kemasan baru dibuka, baju dicuci sampai dipakai kembali. Sedangkan wewangian yang sifatnya alamiah/natural tidak mungkin dipakai dalam produk serupa karena wanginya akan segera hilang begitu terkena angin atau dijemur sinar matahari.

    Selain deterjen, pewangi ruangan juga perlu dijauhi karena sama-sama mengandung phthalates. Bila sekedar ingin menghilangkan bau tak sedap, gunakanlah penghilang bau alami. Misalnya baking soda atau udara segar dari alam.

     

    2. Surfaktan berbasis minyak bumi biasa ditemukan pada pewangi pakaian. Menurut penilitian, banyak terpapar olehnya dapat mengacaukan kesuburan

    Pilihlah pelembut pakaian yang aman - via homeopathicpluscentre.com
    Pilihlah pelembut pakaian yang aman – via homeopathicpluscentre.com

    Surfaktan berbasis minyak bumi atau dalam bahasa Inggris Petroleum-based surfactants, merupakan bahan kimia berbahaya lain yang mengandung alkyl phenoxy ethoxylates (APEs). Bahan kimia ini mungkin masih awam dan kurang dikenal banyak orang, namun cukup signifikan dampaknya bagi kesuburan.

    APEs ini adalah surfaktan yang sifatnya mampu membuat tegangan permukaan air menjadi lebih mudah pecah. Surfaktan, paling mudah ditemui pada deterjen dan pewangi pakaian. Menurut penelitian yang berkaitan dengan hewan, APEs selama ini diasosiasikan dengan turunnya kuantitas sperma serta menyusutnya ukuran testis. Karena surfaktan APEs ini tidak mudah diuraikan kembali, APEs mampu memasuki sistem air dalam tubuh setelah Anda mencuci bersih pakaian.

    Meski belum ada studi yang menyatakan efek menurunnya kuantitas sperma dan menyusutnya ukuran testis manusia akibat APEs, lebih baik waspada sebelum mengalami dampaknya. Apalagi salah satu unsur kimia APEs, nonoxyl-9 turut digunakan sebagai spermisida (pembunuh sel sperma yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan).

     

    3. Pelarut atau solvent banyak terkandung dalam pembersih perabot dan alat masak. Tak jauh berbeda dengan surfaktan, pelarut juga bisa membuat kesuburan rusak.

    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? - via answcdn.com
    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? – via answcdn.com

    Pelarut atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah “solvent“, banyak ditemukan pada pembersih kaca, pembersih karpet, pembersih barang-barang yang memiliki permukaan keras, dan pembersih oven. Pelarut mengandung EGBE atau 2-butoxyethanol. Kandungan kimia tersebut banyak dihubung-hubungkan dengan masalah reproduksi atau ketidaksuburan pada sejumlah laboratorium hewan.

    Orang-orang sering tidak sadar kalau bahayanya bisa masuk secara mudah melewati kulit dan menyebar ke seluruh tubuh. Studi di Cina turut membuktikannya. Bahwa wanita yang terpapar cukup lama dengan zat kimia pelarut ini menunjukkan berkurangnya tingkat kesuburan selama benar-benar dimonitori oleh para ilmuwan dan peneliti.

    [divider type=”dashed”]

    Agar lebih aman beraktivitas di rumah, pilihlah produk-produk pembersih yang aman. Meskipun kita tidak bisa mengetahuinya dengan melihat label atau kemasannya saja, ada cara lain yang dapat memandu kita menentukan pembersih rumahan yang aman.

    Ledis bisa melihat website atau situs pabrik yang mengeluarkan produk tersebut. Carilah tanda, simbol, atau ikon yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah terdaftar sebagai produk yang tidak berbahaya. Misalnya, tanda Material Safety Data Sheets (MSDS), BPOM, Halal, dan lain-lain.

    Bisa juga melihat kandungan atau komposisi pada botol produk dan mencari artinya lewat internet. Sebab, beberapa produk yang memberikan keterangan lengkap pun masih belum bisa dipahami karena banyak istilah di bidang industri dan kimia. Jika ada kontak customer service pada botolnya, silahkan saja menghubungi. Tanyakan apa saja detil pada botol dan apakah kandungan-kandungannya berbahaya untuk perencanaan kehamilan.

    Jika saja perusahaan atau layanan customer service tersebut terkesan menutup-nutupi dan tidak mau membagikan wawasannya, Ledis tak perlu pikir panjang lagi. Itu artinya, produk tersebut bukanlah produk yang bisa Anda percaya. Jadi, mulai sekarang lebih waspada dan berhati-hati ya!