Author: Revitasari

  • Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah bukan rahasia lagi jika usia ideal untuk memiliki anak adalah usia dua puluhan. Ya, di usia-usia tersebutlah kesuburan organ reproduksi wanita sedang berada di puncaknya.

    Selepas usia itu, kesuburan wanita akan semakin menurun setelah usia 35 tahun. Tak heran apabila banyak wanita yang mengejar “pernikahan” pada usia dua puluhan agar segera memiliki anak.

     

    Kehamilan Memang Ideal Pada Usia 20-an. Ketahui Plus Minus Ini Agar Tidak Minim Persiapan!

    Anda ingin menikah dan memiliki anak pada usia dua puluhan? Tunggu dulu! Sebaiknya, Anda mengetahui plus dan minus kehamilan pada usia dua puluhan. Meski inilah puncak kesuburan Anda, tapi ada faktor-faktor lain yang turut mengiringi keputusan hamil pada rentang usia seperlima abad ini. Mau tahu? Simak poin-poin berikut!

     

    Mereka dengan usia dua puluhan cenderung mengejar karir dan cita-cita. Dengan karir tinggi, Anda tidak perlu bergantung pada orang tua.

    Mengejar karir setinggi mungkin - via ayosebarkan.com
    Mengejar karir setinggi mungkin – via ayosebarkan.com

    Usia dua puluhan memang usia di mana seseorang sedang sehat-sehatnya. Kesehatan yang prima itulah yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya dengan mengejar cita-cita dan karir yang lebih baik.

    Pada usia itu pula, seseorang dianggap telah dewasa dan sudah seharusnya tidak lagi bergantung dengan orang tua. Setelah lulus kuliah atau sekolah, Anda diharapkan segera mencari penghasilan sendiri dan memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri. Selain untuk mencapai cita-cita, Anda perlu pengalaman untuk aktualisasi diri di lingkungan masyarakat.

    Kemampuan finansial pun akan semakin baik sejalan dengan karir yang telah Anda mulai dari nol tersebut. Jika tidak, Anda tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah dan mahal dari waktu ke waktu.

    Jika Anda hamil dan memiliki anak pada usia ini, bukan tak mungkin fokus karir anda bisa sedikit terganggu. Bayangkan, Anda mengalami morning sickness saat harus rapat dengan klien atau meninggalkan proyek kantor karena sebulan lagi akan melahirkan. Jelas fokus Anda akan terpecah belah!

     

    Masalah finansial akan dialami jika bayi datang sebelum mapan. Pasalnya, Anda baru saja menapaki dunia kerja dan menata masa depan!

    Kebutuhan anak yang banyak - via trademagazin.hu
    Kebutuhan anak yang banyak – via trademagazin.hu

    Setiap orang tahu bahwa memiliki seorang bayi akan menambah panjang daftar pengeluaran bulanan kita. Sebelumnya, Anda mungkin hanya punya pos pengeluaran untuk makan, sewa rumah tinggal, biaya listrik dan air, pulsa, kredit kendaraan, dan anggaran refreshing. Dengan kehadiran si kecil, mau tak mau harus ada pengeluaran khusus untuk sang bayi.

    Pengeluaran ini tidak bisa Anda anggap enteng. Jauh-jauh hari sebelum si bayi lahir ke dunia, Anda dituntut sudah harus siap karena biayanya pun tidak sedikit. Bila mau disebutkan satu-satu, ada biaya persalinan, rawat inap, operasi caesar (bila diperlukan), USG, dan kontrol kehamilan. Seakan tak cukup, masih ada kebutuhan boks bayi, baju bayi, dan juga susu bayi.  Bahkan, kebutuhan tersebut bisa saja membengkak karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru yang tidak diprediksi sebelumnya.

    Daftar panjang kebutuhan tersebut agaknya sulit dipenuhi oleh mayoritas pasangan berusia dua puluhan, apalagi dua puluhan awal. Sebab pada usia ini, seseorang baru saja memulai karirnya. Sangat sulit mendapatkan gaji dengan nominal tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh keluarga (pasangan dan anak), apalagi dengan pengalaman kerja yang masih minim.

     

    Karena selama hamil sempat menghentikan profesi, kemungkinan Anda sulit mendapatkan karir lagi.

    Mencoba melamar pekerjaan lagi - via graduateexcellence.com.au
    Mencoba melamar pekerjaan lagi – via graduateexcellence.com.au

    Sebagian wanita berusia dua puluhan memilih berhenti dari pekerjaan usai melahirkan anak. Biasanya, alasan yang mereka utarakan adalah ingin fokus mengawasi tumbuh kembang si kecil. Mereka tidak ingin melewatkan sedikit pun perkembangan sang buah hati. Mereka juga tidak bisa percaya begitu saja dengan jasa babysitter.

    Permasalahannya mulai muncul ketika si anak sudah cukup besar dan sang ibu merasa mulai bisa meninggalkan anaknya tersebut. Ya, si ibu ingin memulai karir kembali.

    Saat proses rekrutmen, sebagian perusahaan mungkin tidak akan memusingkan status “ibu” pada CV Anda. Tapi ada pula perusahaan yang lebih memilih status wanita lajang pada posisi tertentu.

     

    Anda pasti akan fokus mengurusi si bayi. Hati-hati, bisa jadi kecemburuan menghampiri sang suami!

    Awalnya senang, lama-lama cemburu - via magicmaman.com
    Awalnya senang, lama-lama cemburu – via magicmaman.com

    Di awal pernikahan, mungkin Anda dan suami sedang dalam kondisi hangat-hangatnya dan sangat mesra. Namun begitu Anda hamil, bukan tidak mungkin kehangatan dan kemesraan itu hilang. Apalagi jika sang anak nanti sudah lahir.

    Anda sebagai sang ibu, pasti akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk mengurus si bayi. Mulai dari menyusui, mengganti popoknya di tengah malam, memandikan, dan mengajaknya bermain.

    Pun saat hamil, Anda akan disibukkan dengan morning sickness dan rasa lelah yang sering datang tiba-tiba. Anda akan lebih memilih tidur dibandingkan mengurusi suami. Jika suami tak cukup pengertian, ia akan mudah cemburu dengan bayi Anda.

     

    Jika Anda belum matang secara pikiran dan mental, tanggung jawab mengurus bayi bisa tidak total.

    Yakin bisa menghadapi ini? - via ksl.com
    Yakin bisa menghadapi ini? – via ksl.com

    Di usia yang terbilang masih sangat muda, dua puluhan, bisa dikatakan masih cukup labil. Karena pengalaman dan aktualisasi yang mungkin masih minim, mereka terkadang lupa akan tanggung jawab yang sesungguhnya. Mereka lebih senang berpetualang di luar rumah.

    Sedangkan ketika berumah tangga dan memiliki anak, Anda dan suami dituntut menomorsatukan keluarga. Sepulang bekerja, Anda harus segera pulang dan bergantian mengasuh anak. Memastikan kalau si anak tidak kekurangan kasih sayang.

    Anda tentu tidak bisa egois meninggalkan anak di rumah demi kesenangan pribadi Anda, bukan?

     

    Puncak masa subur hanya terjadi di usia dua puluhan. Apa iya kesempatan ini mau dilewatkan?

    Usia paling subur untuk hamil - via thetimes.co.uk
    Usia paling subur untuk hamil – via thetimes.co.uk

    Para ahli mengatakan bahwa awal usia dua puluhan adalah puncak masa kesuburan wanita. Dari sudut pandang biologis, inilah waktu paling tepat untuk merencanakan kehamilan.

    Pada dasarnya, setiap wanita dilahirkan dengan satu sampai dua juta sel telur. Karena mengalami masa puber, jumlah telur yang Anda bawa ada sekitar 300.000 – 500.000. Namun, ovarium hanya akan melepaskan sel telur sebanyak 300 sel telur selama tahun reproduksi Anda.

    Dari data tersebut, kita dapat menyimpulkan kalau jumlah sel telur yang dibawa tubuh akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Jika Anda telah merencanakan kehamilan dari usia dua puluhan, maka Anda tidak akan menyia-nyiakan stok sel telur yang masih tersisa dari organ reproduksi Anda.

     

    Hamil di usia dua puluhan akan mengurangi resiko kelahiran bayi cacat. Sebaliknya, Anda lebih berpeluang melahirkan bayi yang sehat!

    Bayi lahir sehat - via erdbeerlounge.de
    Bayi lahir sehat – via erdbeerlounge.de

    Kalau Anda bertambah tua, seluruh kemampuan tubuh otomatis juga akan menurun seiring waktu. Tak terkecuali dengan kemampuan organ reproduksi seperti ovarium. Semakin tua usia Anda, kualitas sel telur yang dihasilkan oleh ovarium juga akan semakin menurun.

    Hal inilah yang menyebabkan sel telur wanita berusia dua puluhan tidak sama dengan sel telur wanita berusia tiga puluhan. Kelainan genetik lebih rentan terjadi pada pembuahan sel telur wanita berusia tiga puluhan atau lebih. Akibatnya, kasus bayi dengan down syndrome dan cacat lebih banyak ditemukan pada kehamilan wanita berusia di atas dua puluhan.

     

    Menurut studi, keguguran bisa dihindari jika kehamilan direncanakan sejak dini!

    Kalau direncanakan, pasti lebih baik - via petrushki.net
    Kalau direncanakan, pasti lebih baik – via petrushki.net

    Wanita yang mengalami kehamilan pada usia dua puluhan memiliki resiko keguguran yang lebih kecil dibandingkan dengan wanita lain pada usia yang lebih tua. Menurut data yang dilansir dari laman babycenter.com, wanita berusia dua puluhan hanya memiliki resiko keguguran sebesar 10%.

    Persentase itu semakin bertambah pada wanita dengan usia tiga puluhan dan empat puluhan. Bagi mereka yang hamil pada awal tiga puluhan, ada kemungkinan sebesar 12% untuk keguguran, ketika wanita yang hamil pada akhir tiga puluhan mendapati persentasi keguguran sebesar 18%. Persentase keguguran pun melonjak sangat tinggi pada wanita dengan usia awal empat puluhan, yaitu sebesar 34%. Sedangkan mereka yang hamil pada usia 45 tahun akan mengalami peluang keguguran sebesar 53%. Angka yang fantastis, bukan?

     

    Hanya bagi mereka yang berusia dua puluhan, komplikasi penyakit tidak akan mengganggu sembilan bulan kehamilan.

    Tetap kuat sampai persalinan - via shaunabrandes.com
    Tetap kuat sampai persalinan – via shaunabrandes.com

    Masih menyoal kesehatan, kehamilan pada usia dua puluhan terbilang sangat mudah dan lebih lancar. Kenapa? Karena kehamilan di usia ini sangat rendah dengan resiko komplikasi kesehatan. Sebut saja tekanan darah tinggi dan diabetes.

    Bayangkan jika Anda sedang mengalami penyakit itu saat hamil! Tentu saja tidak enak dan membuat kehamilan terasa sangat rumit, bukan? Apalagi kalau membayangkan diabetes dapat menurun ke anak! Lebih baik, cepat-cepat menemui dokter agar masalah Anda tertangani.

     

    Masalah ginekologis tidak akan datang pada mereka yang lebih muda. Itu bedanya jika hamil saat usia telah menua.

    Kehamilan sehat - via unk.com.ua
    Kehamilan sehat – via unk.com.ua

    Masalah ginekologis kerap dialami oleh mereka yang sudah berusia 35 tahun lebih dan baru merencanakan kehamilan. Masalah seperti fibroid (uterine fibroid) sering ditemui dan akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

    Fibroid sendiri adalah tumor jinak (non kanker) yang tumbuh di rahim. Tepatnya, bisa pada dinding otot rahim atau di dalam rahim itu sendiri. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah miom atau mioma.

    Meskipun fibroid hanyalah tumor jinak, jika ia mulai menunjukkan gejala yang menyakiti diri Anda, fibroid ini tetap diharuskan dioperasi dan diangkat (dengan atau tanpa janin).

     

    Apapun yang Anda lakukan di usia dua puluhan, semua akan terasa mudah. Bekerja dan mengurus anak pun bisa dilakukan tanpa lelah.

    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! - via sindicomercio-pc.com.br
    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! – via sindicomercio-pc.com.br

    Percayalah! Hamil pada usia dua puluhan dan di atas dua puluhan rasanya sangat berbeda! Di usia dua puluhan, Anda masih bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan lebih baik. Sedangkan pada usia tiga puluhan atau lebih, mungkin Anda masih bisa membagi waktu. Namun, Anda akan cepat lelah mengurus segalanya.

    Anda pasti pernah melihat wanita berusia dua puluhan yang tangkas bekerja sambil mengurus anak. Delapan jam kerja dihabiskan untuk bekerja. Lantas bila waktu kerja sudah usai, ia akan cepat-cepat pulang demi mengobati rasa rindu pada si anak. Jika mereka bisa, tentu Anda juga bisa kan?

     

    Kini, Anda sudah tahu apa kurang dan lebihnya mengandung di usia dua puluhan. Meski sebagian terasa berat, jika Anda dan suami melakukan persiapan yang matang, memiliki anak tidak akan pernah merepotkan. Malahan, ini bisa menjadi sebuah rutinitas yang sangat Anda nikmati.

    Lalu, sudah siapkah Anda menjadi ayah dan ibu di usia ini?

  • Ini Dia Untung dan Rugi hamil di Usia 40!

    Ini Dia Untung dan Rugi hamil di Usia 40!

    Ledisia.com – Setiap pasangan suami istri di dunia berhak memutuskan apapun yang sesuai kondisi mereka. Tak terkecuali dengan pilihan memiliki anak. Mereka bebas memilih untuk tidak memiliki anak satu pun atau mau memiliki anak di usia tertentu. Untuk yang terakhir, sah-sah saja memiliki anak di usia 40 tahun.

    Meski hamil pada usia tersebut mengandung banyak pro dan kontra, pilihan tetap ada di tangan Anda yang memilikinya. Memang, di usia tersebut tingkat kesuburan akan menurun drastis. Resiko pun banyak sekali. Tapi ternyata, ada saja kok yang bisa hamil baik secara alami atau dengan bantuan medis.

    Untuk Anda yang Hamil di Usia 40: Pertimbangkan Plus Minus Ini Agar Tidak Merugi

    Bagi Anda yang ingin gambaran lengkap tentang kehamilan di usia empat puluhan,  berikut ini untung dan ruginya hamil di usia 40 dari berbagai sudut.

     

    Di usia empat puluhan, Anda lebih berpengalaman soal kehidupan. Mengurus anak pun tak akan kesulitan

    Anda sudah jago - cocukistiyorum.com
    Anda sudah jago – cocukistiyorum.com

    Sebelum hamil dan memiliki anak, Anda telah banyak belajar dari lingkungan sekitar tentang pengasuhan anak. Anda belajar dari nasehat ibu atau ibu mertua. Anda juga bisa belajar dari saudara, sepupu, dan teman yang sudah lebih dahulu memiliki bayi. Bahkan, banyak media dan lembaga kursus yang secara spesifik memberi pelatihan tentang mengasuh bayi. Mungkin, Anda salah satu yang pernah mengikutinya?

     

    Anda akan lebih bijaksana dan sabar dalam mengambil keputusan, termasuk soal pengasuhan.

    Bijak mengasuh anak - via portlandtribune.com
    Bijak mengasuh anak – via portlandtribune.com

    Saat muda, Anda cenderung lebih mudah panik dalam membuat keputusan. Keputusan yang dibuat kerapkali berujung pada salah strategi atau tidak sesuai hasil. Seiring dengan bertambahnya usia, Anda mungkin akan kehabisan energi sehingga memilih memutuskan segala sesuatu dengan lebih waspada, dan perhitungan.

    Anda tidak akan lagi berpikir untuk kepentingan sesaat dan untuk kepentingan diri sendiri saja. Sebaliknya, segala macam keputusan kini dipikirkan apakah itu akan berdampak pada si anak atau tidak. Apakah keputusan itu punya manfaat jangka panjang dan tidak merugikan si kecil. Anda akan berpikir seperti itu pada setiap permasalahan, termasuk soal pola pengasuhan Anak.

     

    Finansial tak jadi soal. Tabungan Anda cukup terisi untuk kebutuhan anak yang datang dan pergi

    Finansial aman - via pinimg.com
    Finansial aman – via pinimg.com

    Anda sudah menghabiskan usia dua puluhan hingga saat ini untuk bekerja keras. Tentunya, Anda juga telah menyiapkan perencanaan keuangan yang mumpuni untuk masa depan bukan? Investasi berupa tabungan, deposito, atau memiliki usaha sampingan misalnya. Jika perencanaan keuangan yang tepat sudah dilakukan, nominal dana yang Anda inginkan tak akan ragu terus-menerus menambah jumlah saldo. Kalau sudah begini, bukankah setiap dana yang diperlukan untuk pembiayaan anak tidak akan berat lagi?

     

    Buah hati akan fokus Anda urusi ketimbang melakukan hal-hal tanpa urgensi

    Semua demi anak - via babytact.com
    Semua demi anak – via babytact.com

    Seiring usia yang menua, pemikiran Anda juga matang. Anda tahu mana yang tanggung jawab dan mana yang kurang penting. Anda akan fokus sekali mengurus anak di usia ini karena merasa memang inilah tanggung jawab Anda. Anda tak mau mencari-cari kegiatan kurang penting, selain memperhatikan dan memberikan si kecil kasih sayang yang cukup. Terlebih lagi usia Anda sudah tak muda. Anda bisa saja berpikir, tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil Anda. Maka, inilah waktunya untuk mencurahkan segenap waktu untuk si kecil.

    Usia empat puluhan juga membuat Anda semakin sadar akan bahaya gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja merokok, pesta dengan minum alkohol, hingga mencandu narkoba. Mayoritas orang akan menghindari itu semua di usia ini karena tubuh mulai tak kuat lagi menahan efek buruknya.

     

    Sayangnya, di usia 40 jumlah sel telur akan sangat menurun jumlahnya

    Hasilnya selalu negatif - via cugetliber.ro
    Hasilnya selalu negatif – via cugetliber.ro

    Seperti kita ketahui, puncak kesuburan wanita ada pada usia dua puluhan. Memasuki usia tiga puluhan, kadar kesuburannya semakin menurun dan menjadi semakin kritis lagi di usia tiga puluh lima tahun. Memang Anda masih bisa hamil pada usia empat puluh. Tapi semua itu tergantung pula pada kondisi organ reproduksi Anda. Selain kesempatannya kecil, memasuki usia 43 tahun kesuburan nampaknya semacam kemustahilan yang akan ditemui.

    Jika Anda tidak bisa hamil juga setelah berhubungan seksual setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter atau spesialis. Kemungkinan Anda akan diperiksa dan mendapat perawatan kesuburan. Bagi yang baru berumur awal empat puluhan, Anda bisa berpeluang hamil sebesar 25%. Tapi bagi yang berusia 43 tahun, hanya ada kesempatan 10% dan 1,6% untuk yang berusia 44 tahun.

     

    Jika telah diperoleh kehamilan, Anda mulai merasa ada resiko yang akan berdatangan

    Anak dengan down syndrome - via mivmeste.in.ua
    Anak dengan down syndrome – via mivmeste.in.ua

    Pada usia empat puluh Anda bisa mendapatkan kehamilan yang beresiko. Sebab kehamilan di usia ini pun akan menghadirkan macam-macam resiko yang fatal. Beruntunglah bagi Anda-Anda yang sempat melalui kehamilan usia empat puluhan dengan kelahiran bayi yang sehat dan sempurna.

    Kehamilan di usia empat puluh beresiko karena sel telur Anda yang turut menua, dapat mengakibatkan permasalahan pada kromosom. Di samping itu, resiko keguguran dan kecacatan juga lebih besar. Bagi yang memiliki komplikasi tertentu (tekanan darah tinggi dan diabetes), janin Anda pun menjadi lebih sensitif. Seakan tidak cukup, ada resiko bayi lahir prematur atau lahir di bawah berat badan bayi yang normal.

    Menurut data pada laman babycenter.com, wanita berusia empat puluh tahun berpeluang mengalami keguguran sebesar 24%. Sedangkan mereka yang berusia 43 tahun, berpeluang sebesar 38%, ketika berusia 44 tahun meningkat menjadi 54%.

     

    Sperma pasangan Anda juga dipastikan menua dan kualitasnya kurang prima

    Sperma menua seiring tuanya suami Anda - via pinimg.com
    Sperma menua seiring tuanya suami Anda – via pinimg.com

    Pria mungkin menghasilkan sperma sepanjang hidup dan tidak akan berhenti produksinya seperti halnya sel telur pada wanita. Tapi percayalah jika kualitas sel sperma pria juga bisa menurun kualitasnya seiring usia, seperti sel telur wanita. Menurunnya kualitas tersebut bisa dilihat dari penurunan volume sperma, motilitas (kecepatan sperma berenang menuju ovarium), dan bentuk sperma (yang bisa mempengaruhi pergerakan sperma).

    Jika terjadi pembuahan sel telur yang melibatkan sperma yang menua tersebut, resiko-resiko kelahiran anak dengan gejala down syndrome, autis, skizofrenia, cacat, dan kelainan genetik lainnya bisa saja terjadi.

     

    Tabungan Anda mungkin banyak. Tapi, Anda tetap harus bekerja agar si kecil hidup layak

    Sama saja, tetap bekerja - via mom.me
    Sama saja, tetap bekerja – via mom.me

    Mungkin saat ini tabungan Anda sudah menumpuk di Bank. Tapi, Anda baru saja melahirkan anak. Sekarang, ia masih kecil. Ke depannya, si anak akan tumbuh dan memerlukan biaya pendidikan hingga ke tingkat tertinggi. Jika dia melangkah ke bangku SMP atau SMA, apakah Anda masih bisa bekerja? Apakah tabungan Anda masih mencukupi untuk biaya pendidikan si anak kelak?

    Pikirkan pula bahwa dari tahun ke tahun, biaya kebutuhan hidup akan selalu naik. Seiring kecanggihan teknologi, jenis kebutuhan seseorang pun akan semakin banyak dan beragam. Apakah Anda dapat mengantisipasi ini nanti?

     

    Jika Anda terpaksa menjadi orang tua tunggal, bukankah Anda harus bekerja lagi secara total?

    Bekerja sekaligus mengasuh bayi - via businessnewsdaily.com
    Bekerja sekaligus mengasuh bayi – via businessnewsdaily.com

    Manusia bisa saja meninggal hari ini atau esok karena terserang penyakit atau musibah. Bayangkan jika pasangan/suami Anda tiba-tiba tiada. Sedangkan Anda sudah lama tak bekerja karena fokus mengurus anak. Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah Anda kembali bekerja. Tak peduli apakah CV Anda sudah sangat lama vakum dari pengalaman kerja, Anda tetap harus berusaha mencari nafkah demi kesejahteraan anak dan Anda sendiri. Apakah ini sudah terpikirkan dalam benak Anda?

     

     

    Jika pilihan Anda dan suami sudah bulat untuk hamil pada usia empat puluhan, maka rajinlah berhubungan seksual setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Jika tidak membuahkan hasil, datangilah dokter spesialis kesuburan. Mendatangi spesialis juga wajib hukumnya untuk wanita yang siklusnya tidak rutin dan sulit ovulasi, serta untuk pria yang spermanya bermasalah.

    Jika dari hasil pemeriksaan, dokter mengatakan Anda sehat, kemungkinan besar memang kesuburan Anda telah menurun atau hilang. Dokter akan memberikan opsi lain untuk permasalah ini.

    Ingin hamil di usia berapa pun, pasti akan selalu ada untung dan ruginya. Namun, semua itu kembali pada pilihan dan niat Anda beserta suami. Jika memang Anda ingin memiliki kehamilan di usia empat puluhan, pahamilah resiko dengan sungguh-sungguh. Lantas, lakukan persiapan untuk kemungkinan buruk yang bisa terjadi. Selamat mencoba!

  • Pentingnya Mengetahui Silsilah Keluarga Sebelum Hamil

    Pentingnya Mengetahui Silsilah Keluarga Sebelum Hamil

    Ledisia.com – Ketika sedang merencanakan kehamilan, tiba-tiba saja pikiran Anda tertuju pada kesehatan calon jabang bayi nanti. Pasalnya, ada sejumlah penyakit genetik atau penyakit turunan yang bisa menjangkiti. Lantas, Anda khawatir jika penyakit yang pernah dialami oleh orang tua bisa menurun pada diri Anda dan juga calon buah hati. Anda mungkin takut jika kehamilan nantinya akan terganggu akibat potensi tersebut.

    Memang benar, jika ada penyakit turunan yang bisa menurun ke Anda dan calon buah hati yang ada dalam kandungan. Untuk memastikannya, cara terbaik adalah dengan bertanya kepada keluarga Anda tentang riwayat kesehatan apa saja yang pernah dialami oleh keluarga besar Anda. Ya, keluarga besar, bukan hanya hubungan antara orang tua dan anak saja yang dilihat, melainkan riwayat silsilah keluarga secara keseluruhan.

    Dengan Memahami Silsilah Keluarga, Harapan Melahirkan Bayi yang Sehat Tetap Terjaga

    Tanyakan kepada orang tua, apakah ada yang memiliki riwayat penyakit yang dikenal sering diturunkan lewat hubungan darah atau garis keturunan. Misalnya diabetes, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Dalam perencanaan kehamilan ini, maka Anda akan mengerti betapa pentingnya mengetahui silsilah keluarga besar di luar kepentingan menjaga silaturahmi. Ya, mengetahui silsilah kesehatan anak Anda kelak.

     

    Jangan buru-buru panik jika anggota keluarga memiliki penyakit genetik tertentu. Riwayat tersebut bisa datang karena faktor pembuahan atau kondisi lingkungan yang tak menentu

    Down syndrome bukan karena keturunan - via polki.pl
    Down syndrome bukan karena keturunan – via polki.pl

    Ada banyak penyakit di dunia ini yang bisa ditularkan/diwariskan oleh orang tua ke anaknya, bahkan ke cucunya hingga berpuluh-puluh tahun kemudian. Hal seperti ini bisa diakibatkan karena tidak adanya gen atau cacatnya gen tertentu. Tapi penyakit tersebut tidak begitu saja diwariskan langsung ke anak cucu. Pada kasus tertentu, cacat gen bisa terjadi bukan karena warisan generasi sebelumnya. Ada juga cacat gen karena dampak lingkungan yang negatif.

    Jika Anda menemukan salahsatu anggota keluarga mengidap penyakit genetik tertentu, tenang dulu! Belum tentu Anda dan bayi Anda akan terkena dampaknya. Misalnya, cacat down syndrome. Gejala ini memang dipengaruhi oleh genetik. Namun, down syndrome bukanlah penyakit turunan dari orang tua. Ada banyak pasangan suami istri yang dilahirkan dari keluarga normal. Mereka akhirnya memiliki anak dengan down syndrome. Jika anak dengan down syndrome ini nanti berumah tangga, belum tentu pula anaknya nanti memiliki down syndrome, bisa jadi hal ini karena adanya kromosom ekstra. Down syndrome dan sejumlah cacat lainnya terjadi karena faktor pembuahan. Ini bukanlah sesuatu yang diteruskan lewat garis keturunan.

    Berdasarkan sejarah keluarga tersebut, dokter, ahli ginekologis, atau konselor genetik akan membantu dan mengantisipasi segala kemungkinan sebelum kehamilan membawa resiko penyakit tertentu. Tes darah sederhana adalah salah satu caranya. Tes darah dapat menentukan apakah seseorang adalah pembawa penyakit genetik tertentu atau tidak.

     

    Adakan arisan keluarga besar, tujuannya agar tahu kemungkinan penyakit apa yang bisa tersebar

    Arisan keluarga besar - via monark.org
    Arisan keluarga besar – via monark.org

    Meski Anda sudah bertanya kepada keluarga tentang riwayat penyakit genetik mereka, terkadang ada saja yang merasa malu atau segan menceritakannya. Bertanya kepada anggota keluarga yang sudah lanjut usia pun, mereka mungkin sudah lupa atau pikun. Problema lain adalah beberapa anggota dalam silsilah juga tidak diketahui keberadaannya karena jarak (baik jarak fisik maupun psikologis) sudah terlalu jauh.

    Ternyata, masih ada cara lho untuk mengatasi kekurangan data karena permasalahan seperti itu. Adakan saja acara keluarga besar. Di Indonesia, biasanya keluarga besar akan berkumpul dalam arisan keluarga, silaturahmi selama hari raya, pernikahan keluarga, atau pesta syukuran lainnya. Ada beberapa teknik sederhana yang bisa membuat Anda mengetahui fakta-fakta tentang riwayat penyakit keluarga dan bisa ditanyakan lewat kesempatan itu.

    Acara-acara yang melibatkan keluarga besar seperti itu, mampu membangkitkan kembali kenangan yang terjadi di masa lalu. Anda bahkan tidak perlu banyak bertanya, terkadang informasi seperti itu bisa datang dengan sendiri atau seiring lajunya arah pembicaraan. Jika keluarga Anda terpisah negara dan tidak bisa bergabung dalam perkumpulan tersebut, mengirim email dan menjelaskan tentang informasi yang dibutuhkan sah-sah saja dilakukan. Bukankah anggota keluarga yang terpisah nun jauh di sana, juga akan mendapatkan manfaatnya?

    Dengan mengemukakan alasan mengapa Anda membutuhkan informasi tersebut, anggota keluarga pasti akan terbuka dan mulai menceritakan riwayat penyakit keluarga dan dirinya sendiri. Katakan bahwa Anda ingin mengetahui jika ada potensi penyakit yang bisa mempengaruhi diri Anda atau kelahiran anak nanti. Mulailah dengan riwayat orang tua, kemudian kakek dan nenek, paman dan bibi, sepupu, hingga teman-teman lama keluarga jika ada. Tanyakan pertanyaan spesifik seperti: “Apa penyebab nenek meninggal? Apakah beliau sempat memeriksakan diri ke dokter dan apa diagnosanya?”. Semakin spesifik pertanyaan yang Anda lontarkan, semakin spesifik pula jawabannya, dan semakin pula Anda terbantu.

    Dengan informasi spesifik yang dikumpulkan, Anda akan lebih pro aktif dalam menangani kesehatan diri sendiri. Tapi jangan lupa! Suami Anda juga perlu menangani kesehatannya dengan turut mengetahui riwayat kesehatan keluarganya. Riwayat kesehatan keluarga suami juga turut mempengaruhi pada si anak nanti.

    Sumber-sumber lain yang tidak terduga, terkadang juga bisa membantu. Kitab suci keluarga (biasanya sering terselip catatan atau foto di sana), buku bayi, catatan imunisasi, atau album foto keluarga adalah beberapa di antaranya. Tanyakan juga, apakah ada silsilah keluarga yang masih disimpan atau adakah daftar anggota keluarga (kartu keluarga, misalnya). Jika tidak ada, beberapa sumber online dapat membantu Anda melacaknya. Anda juga bisa meminta bantuan pemerintah untuk mencari dokumen-dokumen terkait kelahiran, kematian, dan sertifikat pernikahan keluarga. Hubungi pejabat pemerintah terkait dan tanyakan tentang kapan kejadian tersebut, di mana lokasinya, dan detil-detil lainnya yang diperlukan untuk pelacakan. Bila ada permasalahan medis yang tercatat, seperti kanker, serangan jantung, diabetes, stroke, cacat lahir, catatlah. Pastikan waktu dan umur ketika itu terjadi juga diketahui.

    Setelah data yang terkumpul dirasa banyak dan cukup, ceritakan informasi yang Anda dapatkan pada dokter terpercaya. Biasanya, Anda akan diminta mengisi data tentang riwayat keluarga. Setelah itu, mereka akan membawa Anda pada subyek tertentu dan membicarakan tentang langkah apa yang harus diambil jika ada potensi-potensi tertentu. Kadang, dokter merekomendasikan Anda dan suami untuk menemui konselor genetik untuk pengujian dan nasehat lebih lanjut. Dokter atau konselor genetik akan membantu Anda menginterpretasikan kompleksnya jaringan keluarga tersebut, sekaligus memahami apa dampaknya bagi Anda dan calon buah hati Anda nanti.

     

    Jika memang diperlukan, temui dokter atau ahli genetik. Lewat bantuannya, Anda akan menemukan solusi terbaik

    Mendengarkan penjelasan konselor genetik - via ladyguides.com
    Mendengarkan penjelasan konselor genetik – via ladyguides.com

    Paling sering, dokter akan merujuk sepasang suami istri kepada konselor genetik setelah menemukan potensi resiko pada latar belakang atau riwayat penyakit keluarga. Jika bukan karena itu, Anda bisa juga dirujuk karena hasil tes darah menunjukkan Anda, suami, atau keduanya positif membawa penyakit genetik tertentu.

    Tugas utama konselor genetik sendiri adalah memberikan informasi kepada pasangan suami istri yang akan membantu dan membuat mereka mengambil keputusan sesuai kesepakatan mereka (pasangan suami dan istri itu sendiri). Konselor genetik tidak akan pernah berkata, “Kamu harus begini,” atau “Kalian harus begitu.” Semua pilihan akan diserahkan kembali kepada pasangan dan konselor genetik hanya berlaku sebagai sumber yang suportif.

    Kecanggihan teknologi di dunia kedokteran bisa memberikan banyak pilihan pada pasangan suami istri dan juga memberikan banyak peluang keputusan. Maka ketika sang istri hamil, akan ada screening dan tes diagnosa yang akan mencari tahu apakah janin terkena resiko penyakit ketika dilahirkan. Jika Anda dan suami memilih mengikuti program bayi tabung, ada pilihan untuk menguji embrio dengan teknik yang disebut PGD (pre-implantation genetic diagnosis) atau diagnosa genetik sebelum implantasi. Teknik tersebut dapat menyeleksi embrio mana yang bebas penyakit genetik dan dapat ditanamkan pada rahim.

     

    Mulai dari sekarang, jangan ragu dan segan mencari keterangan tentang silsilah keluarga dan informasi apapun yang terkait dengannya. Walaupun dokter telah menjamin bahwa riwayat penyakit keluarga Ledis tidak memberikan pengaruh apapun pada kehamilan, tidak ada salahnya Anda membagi informasi yang telah didapatkan dengan susah payah tersebut pada keluarga. Bahkan, informasi tersebut dapat Anda wariskan kepada anak, cucu, dan generasi selanjutnya.

    Jika mereka membutuhkannya, mereka tidak akan merasa kesulitan lagi. Informasi itu pun membuat mereka mengenal siapa-siapa saja keluarga mereka. Putus hubungan keluarga pun tidak akan mungkin terjadi jika mereka bisa dapat melacak dari data yang telah Anda peroleh. Selamat melacak!

  • 3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    “Jadi perempuan itu harus pintar bersih-bersih.”

    Ledisia.com – Begitulah kiranya pesan dari orang tua, khususnya ibu untuk anak perempuannya. Ya, dari dulu memang wanita dikenal sebagai makhluk yang harus tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun kebersihan tempat tinggal. Tak jarang, ibu sering mengajak kita membantu membersihkan rumah. Betul kan?

    Karena kewajiban itulah, wanita sangat akrab dengan berbagai macam bahan-bahan pembersih. Mulai dari deterjen, sabun colek, cairan pel lantai, karbol, pembersih noda, dan lain-lain. Tapi tahukah Ledis kalau ada pembersih rumah yang perlu diwaspadai, terutama ketika merencanakan kehamilan?

    Agar Kesburan Tetap Terjaga, Bahan Kimia Ini Harus Dihindari Saat Bersih-Bersih Rumah

    Beberapa pembersih alat rumah tangga yang selama ini kita kenal, memang dibuat dari bahan-bahan kimia. Bahkan banyak di antaranya merupakan bahan kimia sintetis dan berbahaya bagi tubuh pemakainya. Tak cuma lewat sentuhan tangan, bahkan ada yang mengancam kesuburan lewat harumnya aroma yang katanya “menenangkan”.

    Mau tahu pembersih apa saja yang musti diwaspadai agar tidak menggagalkan program kehamilan ledis? Berikut ini adalah data yang berhasil tim Ledisia dapatkan.

    1 Deterjen dengan semerbak wangi bisa menyebarkan bahaya bagi si calon bayi

    Wangi, tapi... - via domik.ua
    Wangi, tapi… – via domik.ua

    Wewangian tidak selalu berarti parfum atau cologne yang biasa kita semprotkan pada tubuh usai mandi. Ada juga wewangian buatan/sintetis pada produk-produk pembersih semisal deterjen. Dalam dunia industri dan kimia, bahan kimia pewangi ini dinamakan phthalates

    Phthalates ditambahkan pada deterjen agar Anda bisa merasakan segar dan mencium aromanya saat kemasan baru dibuka, baju dicuci sampai dipakai kembali. Sedangkan wewangian yang sifatnya alamiah/natural tidak mungkin dipakai dalam produk serupa karena wanginya akan segera hilang begitu terkena angin atau dijemur sinar matahari.

    Selain deterjen, pewangi ruangan juga perlu dijauhi karena sama-sama mengandung phthalates. Bila sekedar ingin menghilangkan bau tak sedap, gunakanlah penghilang bau alami. Misalnya baking soda atau udara segar dari alam.

     

    2. Surfaktan berbasis minyak bumi biasa ditemukan pada pewangi pakaian. Menurut penilitian, banyak terpapar olehnya dapat mengacaukan kesuburan

    Pilihlah pelembut pakaian yang aman - via homeopathicpluscentre.com
    Pilihlah pelembut pakaian yang aman – via homeopathicpluscentre.com

    Surfaktan berbasis minyak bumi atau dalam bahasa Inggris Petroleum-based surfactants, merupakan bahan kimia berbahaya lain yang mengandung alkyl phenoxy ethoxylates (APEs). Bahan kimia ini mungkin masih awam dan kurang dikenal banyak orang, namun cukup signifikan dampaknya bagi kesuburan.

    APEs ini adalah surfaktan yang sifatnya mampu membuat tegangan permukaan air menjadi lebih mudah pecah. Surfaktan, paling mudah ditemui pada deterjen dan pewangi pakaian. Menurut penelitian yang berkaitan dengan hewan, APEs selama ini diasosiasikan dengan turunnya kuantitas sperma serta menyusutnya ukuran testis. Karena surfaktan APEs ini tidak mudah diuraikan kembali, APEs mampu memasuki sistem air dalam tubuh setelah Anda mencuci bersih pakaian.

    Meski belum ada studi yang menyatakan efek menurunnya kuantitas sperma dan menyusutnya ukuran testis manusia akibat APEs, lebih baik waspada sebelum mengalami dampaknya. Apalagi salah satu unsur kimia APEs, nonoxyl-9 turut digunakan sebagai spermisida (pembunuh sel sperma yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan).

     

    3. Pelarut atau solvent banyak terkandung dalam pembersih perabot dan alat masak. Tak jauh berbeda dengan surfaktan, pelarut juga bisa membuat kesuburan rusak.

    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? - via answcdn.com
    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? – via answcdn.com

    Pelarut atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah “solvent“, banyak ditemukan pada pembersih kaca, pembersih karpet, pembersih barang-barang yang memiliki permukaan keras, dan pembersih oven. Pelarut mengandung EGBE atau 2-butoxyethanol. Kandungan kimia tersebut banyak dihubung-hubungkan dengan masalah reproduksi atau ketidaksuburan pada sejumlah laboratorium hewan.

    Orang-orang sering tidak sadar kalau bahayanya bisa masuk secara mudah melewati kulit dan menyebar ke seluruh tubuh. Studi di Cina turut membuktikannya. Bahwa wanita yang terpapar cukup lama dengan zat kimia pelarut ini menunjukkan berkurangnya tingkat kesuburan selama benar-benar dimonitori oleh para ilmuwan dan peneliti.

    [divider type=”dashed”]

    Agar lebih aman beraktivitas di rumah, pilihlah produk-produk pembersih yang aman. Meskipun kita tidak bisa mengetahuinya dengan melihat label atau kemasannya saja, ada cara lain yang dapat memandu kita menentukan pembersih rumahan yang aman.

    Ledis bisa melihat website atau situs pabrik yang mengeluarkan produk tersebut. Carilah tanda, simbol, atau ikon yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah terdaftar sebagai produk yang tidak berbahaya. Misalnya, tanda Material Safety Data Sheets (MSDS), BPOM, Halal, dan lain-lain.

    Bisa juga melihat kandungan atau komposisi pada botol produk dan mencari artinya lewat internet. Sebab, beberapa produk yang memberikan keterangan lengkap pun masih belum bisa dipahami karena banyak istilah di bidang industri dan kimia. Jika ada kontak customer service pada botolnya, silahkan saja menghubungi. Tanyakan apa saja detil pada botol dan apakah kandungan-kandungannya berbahaya untuk perencanaan kehamilan.

    Jika saja perusahaan atau layanan customer service tersebut terkesan menutup-nutupi dan tidak mau membagikan wawasannya, Ledis tak perlu pikir panjang lagi. Itu artinya, produk tersebut bukanlah produk yang bisa Anda percaya. Jadi, mulai sekarang lebih waspada dan berhati-hati ya!

  • 10 Tips Diet Agar Cepat Hamil

    10 Tips Diet Agar Cepat Hamil

    Ledisia.com – Bukan rahasia lagi jika diet menjadi salah satu langkah memperoleh kesuburan. Diet yang dimaksud adalah diet dengan mengurangi apapun yang kurang berguna bagi tubuh dan mengimbanginya dengan nutrisi seimbang dari sayur mayur, buah-buahan, dan makanan penuh manfaat yang dibutuhkan untuk kehamilan.

    Menurut The American Pregnancy Association, sebuah lembaga nonprofit yang giat mengkampanyekan kesehatan reproduksi. Anda harus mempersiapkan waktu selama tiga bulan sampai setahun untuk melakukan diet demi mendapatkan kesuburan.

    Agar Segera Memiliki Momongan, 10 Tips Diet Ini Jangan Dilupakan Saat Sedang Dalam Program Hamil

    Jika Anda sudah separuh perjalanan dalam merencanakan kehamilan, jangan khawatir. Diet nutrisi ini tidak pernah mengenal kata terlambat. Bahkan cukup sehat dijadikan sebagai kebiasaan walaupun sedang tidak merencanakan kehamilan. Anda bisa segera melakukannya dari sekarang melalui tips-tips berikut ini.

     

    1. Jauhi minuman beralkohol adalah nasihat kehamilan yang perlu diingat setiap saat. Ini karena alkohol memberi efek negatif di balik nikmatnya yang sesaat

    Jauhi alkohol jika tak mau merugi - via kienthuc.net.vn
    Jauhi alkohol jika tak mau merugi – via kienthuc.net.vn

    Sekali, dua kali saja meminum alkohol memang tidak akan begitu saja mempengaruhi tingkat kesuburan Anda atau suami. Tapi, pastikan saja kalau Anda sedang tidak dalam keadaan hamil saat meminum alkohol.

    Memang, ada masa-masanya di mana Anda boleh meminum alkohol dengan aman. Masa itu adalah ketika menstruasi. Tapi jika Anda adalah wanita yang memiliki siklus tidak teratur dan sangat sulit mengetahui kapan waktunya ovulasi, lebih baik jangan mengambil resiko sedikit pun untuk meminumnya. Meski belum ada kesepakatan para ahli tentang pengaruh alkohol, tapi sudah banyak pengalaman yang membuktikan sulitnya hamil bagi wanita dengan kebiasaan minum alkohol.

    The American Pregnancy Association menyarankan, jangan pernah minum lebih dari dua gelas sehari jika sedang merencanakan kehamilan.

     

    2. Kehamilan tanpa kopi tidak akan gusar lagi karena sudah ada trik menjauhi kopi sedikit demi sedikit

    Mengganti kopi dengan susu - via kosova-sot.info
    Mengganti kopi dengan susu – via kosova-sot.info

    Sejauh ini, batas kafein yang diperbolehkan para ahli untuk dikonsumsi ibu hamil adalah kurang dari 300 miligram per hari atau sekitar dua cangkir 8 ons kopi. Tapi Anda perlu memotong batas tersebut lebih banyak lagi jika sangat sulit mendapatkan kehamilan atau sedang menjalani program bayi tabung. 

    Masih menurut The American Pregnancy Association, kafein dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Padahal keduanya adalah zat esensial yang diperlukan untuk kehamilan. Tapi jika Anda sudah terbiasa meminum kopi dan sering merasa pusing jika tidak meminumnya sehari saja, mencoba melepaskannya secara bertahap adalah kepututsan yang tepat.

    Melepaskan ketergantungan dari kopi adalah dengan mengurangi porsi kopi berkafein sedikit demi sedikit setiap harinya, dengan kopi tanpa kafein. Begitu terus hingga Anda benar-benar bisa lepas dari kopi. Barulah menggantinya dengan susu, entah susu murni atau susu yang dibubuhi sirup dengan rasa kopi buatan.

     

    3. Karbohidrat memang perlu sebagai makanan pokok dan sumber tenaga. Tapi, tetap berhati-hati dengan olahan karbohidrat

    Kenali pasta yang dimakan - via jamalouki.net
    Kenali pasta yang dimakan – via jamalouki.net

    Meskipun karbohidrat bukanlah masalah yang serius dalam diet nutrisi kehamilan dan bahkan tidak pernah ada anjuran untuk menghindarinya. Namun bukan berarti Anda bisa memakannya habis-habisan. Di pasaran kini, banyak sekali bentuk-bentuk olahan karbohidrat seperti roti putih, pasta, dan olahan nasi putih yang tidak sekonyong-konyong menurunkan peluang kehamilan. Namun, olahan karbohidrat ini tetap saja bisa memberikan resiko jika konsumsinya tidak disertai dengan porsi yang seimbang.

    Jika Anda pernah didiagnosa memiliki sindrom ovarium polikistik atau PCOS (penyebab yang paling banyak terjadi dari ketidaksuburan pada wanita) beralih pada biji-bijian berkarbohidrat adalah wajib hukumnya. PCOS sendiri adalah ketidakseimbangan hormon, yang menjadi lebih buruk ketika kadar insulin meningkat dalam aliran darah. Dari beberapa kasus, penyebab utama di balik kadar insulin meningkat adalah karbohidrat olahan. 

    Ketika wanita dengan PCOS makan terlalu banyak karbohidrat olahan, insulin mengalir ke dalam darah dan memberikan umpan atau rangsangan ke ovarium. Umpan inilah yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur.

     

    4. Makanlah buah dan sayuran berwarna merah, hijau, dan kuning. Bukan hanya bikin Anda lebih cantik dan menarik, mereka juga berjasa menangkal radikal bebas di sekeliling Anda

    Sayur untuk serat dan kualitas sel telur - via ashemag.com
    Sayur untuk serat dan kualitas sel telur – via ashemag.com

    Mulai sekarang, cobalah untuk tidak meremehkan akar multivitamin dari alam. Buah-buahan dan sayuran tidak hanya memberikan kandungan vitamin dan mineral yang berlimpah, melainkan juga mikronutrien penghilang radikal bebas seperti fitokimia dan antioksidan. Radikal bebas sendiri adalah molekul berbahaya yang menyelinap ke dalam tubuh. Sumbernya bisa berasal dari sinar matahari, asap, atau polusi. Radikal bebas pun perlu diwaspadai karena mampu merusak ovum, sperma, dan organ reproduksi.

    Untuk mendapatkan zat penangkal radikal bebas, belilah sayur mayur dan buah-buahan berwarna terang seperti merah, hijau, dan kuning. Blueberry dan paprika merah, misalnya. ‘

    Semakin terang warna buah dan sayurnya, maka semakin kaya pula nutrisi dan anti oksidan yang dikandungnya. Lebih bagus lagi jika porsi makan Anda setidaknya mencakup dua cangkir buah-buahan dan dua setengah cangkir sayur mayur setiap harinya.

     

    5. Asam lemak omega 3 banyak terkandung pada ikan. Mengkonsumsinya akan membuat Anda meningkatkan kesuburannya

    Makan ikan yang dimasak sempurna - via grouponcdn.com
    Makan ikan yang dimasak sempurna – via grouponcdn.com

    Ikan dan hasil laut merupakan sumber terbesar dari asam lemak omega 3. Kandungan omega 3 ini sangat bagus untuk kesuburan. Omega 3 dikenal baik bagi perkembangan mata dan otak bayi. Di samping itu, ia masih punya banyak lagi kandungan-kandungan lainnya yang baik untuk kehamilan. Misalnya, menurunkan resiko kelahiran prematur, mengurangi kesempatan preeklampsia (hipertensi pada waktu kehamilan), dan mengurangi depresi. Sangat penting untuk bisa mendapatkan omega 3 dari makanan karena tubuh manusia tidak bisa menghasilkannya sendiri.

    Untuk mendapatkan kandungan asam lemak omega 3 dengan hasil maksimal, mengkonsumsi ikan berlemak dari perairan dingin seperti salmon, tuna, sarden, herring adalah solusinya. Makanlah beberapa kali dalam seminggu.

    Pastikan Anda membeli ikan tersebut dari sumber yang terpercaya. Belilah dari nelayan yang menangkap ikan di perairan bebas limbah industri, apalagi limbah merkuri. Seperti kita tahu, merkuri dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian jika terpapar atau terkonsumsi. Ibu hamil yang mengkonsumsi ikan dengan kandungan merkuri pun bisa menuai kecacatan pada bayinya setelah lahir.

    Anda sebaiknya mengolah ikan hasil laut dengan baik. Cucilah bersih dan masak dengan tingkat kematangan maksimal. Mengolah ikan hingga tingkat kematangannya pasti mampu membuatnya terhindar dari bakteri, kotoran, cacing, dan resiko-resiko penyakit lainnya.

     

    6. Perbanyak dan penuhi kebutuhan zat besi harus dilakukan sejak dini. Jika nanti sudah hamil, manfaatnya sama-sama dibagi nanati

    Minum suplemen penambah sel darah merah - via woman.ru
    Minum suplemen penambah sel darah merah – via woman.ru

    Penuhilah kebutuhan tubuh Anda dengan kandungan zat besi, apalagi jika siklus bulanan Anda sering terasa berat dan sakit. Mengalami pendarahan secara rutin per bulannya berarti Anda juga mengalami penurunan zat besi dalam tubuh.

    Bayi dalam rahim nantinya juga akan memerlukan zat tersebut. Jika Anda tidak buru-buru memenuhi kebutuhan zat besi, resiko anemia postpartum bisa melanda. Anemia postpartum adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan dapat menguras energi.

    Jika Anda tidak mengkonsumsi daging merah atau termasuk vegetarian, zat besi masih dapat diperoleh dari multivitamin. Bertanya tentang dokter tentang multivitamin apa yang tepat sah-sah saja dilakukan. Jika perlu, ikuti juga tes kadar sel darah merah untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena anemia.

     

    7. Waspada terhadap bakteri bernama listeria itu perlu, apalagi jika datangnya dari keju atau susu yang sering dikonsumsi ibu

    Pastikan produk susu telah dipasteurisasi - via pinimg.com
    Pastikan produk susu telah dipasteurisasi – via pinimg.com

    Listeria adalah bakteri berbahaya yang biasanya ditemukan pada daging siap makan, keju lunak, dan produk-produk susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil 20 kali lebih rentan terkena listeria dibandingkan orang dewasa yang sehat. Apalagi jika ketiga makanan tadi yang dikonsumsi.

    Mereka yang sedang berusaha untuk hamil juga harus waspada karena listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh listeria) dapat menyebabkan keguguran di awal trimester pertama. Ini bahkan bisa terjadi sebelum Anda tahu kalau sedang hamil.

    Untuk membunuh listeria, panaskan saja makanan beresiko tadi ke dalam microwave hingga mengepul panas. Buanglah makanan yang telah dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam. Benar-benar jauhi makanan seperti sushi mentah, keju lembut yang tidak dipasteurisasi, dan produk-produk yang tidak dipasteurisasi lainnya.

     

    8. Sumber protein yang berasal dari daging harus distop sekarang juga. Jika tidak, lemak di tubuhlah yang hinggap

    Makan tempe sebagai pengganti daging - via squarespace.com
    Makan tempe sebagai pengganti daging – via squarespace.com

    Protein adalah bagian sangat penting dalam diet yang sehat. Namun menurut data dari USDA, banyak orang Amerika yang terlalu banyak menikmati daging-dagingan untuk mendapatkan protein hariannya. Padahal para ahli dari Harvard Medical School mengatakan bahwa mengganti daging setiap harinya dengan sayuran atau protein nabati seperti kacang merah, kacang polong, kacang kedelai atau tahu, bahkan kacang tanah dapat meningkatkan peluang kesuburan.

    Jika Anda masih merasa susah mengganti kebiasaan makan daging, bukankah masih ada tahu dan tempe sebagai salah satu sumber protein yang tinggi? Tunggu apalagi? Gantilah daging-dagingan yang biasa Anda konsumsi dengan sayuran dan protein nabati yang rendah lemak dan rendah kalori. Dengan begitu memiliki berat badan sehat bukanlah lagi mimpi.

     

    9. Seiring berjalannya waktu, Anda perlu multivitamin. Apakah itu multivitamin prenatal atau yang biasa ditemui di apotek, memastikan penggunaannya agar tidak kehilangan manfaatnya

    Multivitamin harus sesuai kebutuhan - via mgc-prevention.fr
    Multivitamin harus sesuai kebutuhan – via mgc-prevention.fr

    Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dari kehamilan lewat makan saja, rasanya akan sangat sulit dan tidak cukup. Anda harus mengambil vitamin prenatal atau multivitamin secara teratur.

    Meskipun vitamin prenatal akan memberikan nutrisi kunci yang Anda perlukan untuk hamil, harganya bisa jadi sangat mahal. Kerja dari vitamin prenatal juga akan terasa keras pada perut karena nutrisinya sangat jauh lebih tinggi daripada multivitamin biasa. Beberapa ahli bahkan sampai menyarankan untuk menggunakan vitamin prenatal tepat sebelum tidur untuk menangkal sakit perut yang merupakan efeknya.

    Jika Anda ingin mengambil multivitamin biasa yang bisa didapatkan di apotek, konsultasikanlah terlebih dulu pada ahlinya untuk mendapatkan panduan pemakaian yang tepat.

     

    10. Meskipun tidak mengandung, suami tidak boleh lepas tangan. Diet nutrisi pun baik untuk si sperma

    Mereka juga perlu diet - via openhousegafisa.com.br
    Suami juga perlu diet – via openhousegafisa.com.br

    Ketika wanita diharuskan untuk melakukan diet dengan cara ini, bukan berarti suaminya juga boleh melenggang bebas tanpa syarat. Calon ayah disarankan untuk mengambil multivitamin harian yang mengandung zat seng (zinc) dan selenium minimal tiga bulan sebelum pembuahan. Dalam studi, kedua mineral tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan sperma yang sehat.

    Kenapa harus tiga bulan? Karena selama itulah sperma yang sehat berkembang. Memang dibutuhkan waktu yang lama bagi sperma untuk berkembang secara utuh dan matang. Bagi sebagian orang yang menyadarinya, hal ini bisa juga menjadi hal yang cukup berat.

     

    Ledis, di antara kesepuluh rahasia tersebut, jangan pernah lupakan rahasia yang nomor 10 ya! Semua rahasia tersebut tidak akan berfungsi tanpa bantuan dan kerja sama suami. Kata orang, “Buatnya sama-sama, kok susahnya sendirian aja?” perlu diamini dalam kasus ini.

    Ya, diet nutrisi pun perlu dilakukan pada si suami karena suami juga perlu memastikan tubuh sehat dan sel sperma yang sehat ada di tubuhnya. Jika suami Anda mau diajak bekerja sama untuk itu semua, yakinlah memiliki momongan bukan lagi mimpi. Selamat berjuang dan semoga berhasil!

  • Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Ledisia.com – Halo, Ledisian! Sebelumnya, kita telah membahas bagaimana pentingnya pemeriksaan pra konsepsi untuk kesuburan. Dari artikel tersebut, Anda telah mendapatkan gambaran tiga manfaat yang akan diperoleh jika melakukan pemeriksaan sebelum berencana untuk hamil. Manfaat utamanya ialah agar rahim siap huni bagi si calon bayi, memberikan petunjuk bagi dokter dan Anda bersama suami untuk langkah perencanaan kehamilan selanjutnya, serta menyiapkan kondisi psikis Anda agar tidak mudah stres saat menjalani program hamil kali ini.

    Pada artikel tersebut juga disebutkan bahwa dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan. Misalnya berupa formulir isian mengenai riwayat ginekologis, riwayat medis, riwayat obstetrik, dan lain-lainnya. Daftar pertanyaan panjang inilah yang akan memberikan pemahaman kepada dokter mengenai kondisi rahim Anda apakah telah siap huni atau tidak.

    Dengan Panduan Ini, Pemeriksaan Pra Konsepsi Tidak Akan Sulit dan Lupa Lagi

    Lalu, pertanyaan apa sajakah yang akan disampaikan oleh dokter pada pemeriksaan pra konsepsi tersebut? Nah, berikut ini Ledisia.com paparkan sejumlah contoh pertanyaan yang bisa menjadi gambaran bagi Anda dan juga pasangan!

    1. Bagi wanita, usia bukan hanya pelengkap biodata melainkan tolak ukur tingkat kesuburan mereka

    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang - via zwierciadlo.pl
    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang – via wierciadlo.pl

    Pertanyaan yang tentu dilontarkan pada Anda adalah:

    “Berapa usia Anda dan berapa usia suami Anda?”

    Pertanyaan terkait usia ini bukanlah untuk kebutuhan biodata semata. Usia perlu diketahui dokter untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan masih termasuk dalam usia-usia subur untuk memiliki anak. Jika saja usia Anda sudah mencapai 35 tahun ke atas, peluang kesuburan tentu saja akan semakin kecil.

     

    2. Dalam riwayat ginekologis, dokter akan bertanya tentang organ reproduksi Anda. Jika merasa ada yang masih perlu di sampaikan, jangan ragu-ragu katakan saja!

    Kapan pertama kali menstruasi? - via canadianpharmacymeds.com

    Kapan pertama kali menstruasi? – via canadianpharmacymeds.com

    • Pada usia berapakah pertama kali Anda mengalami menstruasi? Apakah siklus menstruasi Anda selalu rutin dan berapa lama siklus itu berlangsung? Dan, kapan terakhir kali mengalami menstruasi?
    • Apakah sempat atau sedang menggunakan kontrasepsi?
    • Apakah pernah memiliki atau didiagnosis mempunyai pap smear yang abnormal? Artinya, apakah Anda bermasalah pada leher rahim atau memiliki kanker serviks?
    • Apakah suami pernah teranalisis memiliki infeksi seksual menular, seperti herpes, sipilis, dan lain-lain?
    • Punya pengalaman dengan penyakit radang panggul? Atau mungkin, dokter mengatakan bahwa Anda memiliki kelainan rahim setelah pemeriksaan tertentu?
    • Pernah mengikuti tes HIV? Lalu, bagaimana hasilnya?
    • Apakah Anda dan suami berhubungan secara monogami? Atau malah poligami?
    • Ketika ibu mengandung Anda, apa saja obat yang dikonsumsinya? Adakah obat yang beresiko membawa kecacatan?
    • Apakah Anda pernah mengalami operasi ginekologis atau yang berdampak pada organ reproduksi?
    • Pernah melakukan perawatan kesuburankah sebelumnya?
    • Adakah problem ginekologis atau masalah pada organ reproduksi yang belum dinyatakan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? Katakan saja!

     

    3. Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan, riwayat obstetrik akan menilik permasalahan yang Anda alami di kehamilan terakhir

    Sakit di kehamilan sebelumnya - via promum.ru
    Sakit di kehamilan sebelumnya – via promum.ru

    Pada bagian ini, dokter akan mengetahui lebih lanjut riwayat kehamilan Anda. Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengandung, maka pertanyaan-pertanyaan berikutlah yang perlu dijawab!

    • Pernahkah Anda hamil sebelumnya?
    • Jika memang pernah hamil, pernahkah Anda mengalami keguguran? Berapa lama usia kehamilan hingga pada akhirnya keguguran? Lalu, apa penyebab keguguran? Karena komplikasi atau ada alasan lain?
    • Pernahkah mengaborsi kandungan? Pada usia kehamilan berapa bulankah dan apa yang jadi alasannya?
    • Punya sejarah kehamilan di luar rahim? Jika iya, berapa minggu usia kehamilan Anda waktu itu? Apakah dilakukan operasi karenanya?
    • Ketika Anda melahirkan sebelumnya, kapan dan di mana anak itu dilahirkan? Apa jenis kelaminnya, berapa berat badannya, dan usia kehamilan? Kemudian, persalinannya normal atau caesar?
    • Pernahkah mengalami komplikasi penyakit semasa kehamilan? Misalnya seperti diabetes, persalinan prematur, masalah plasenta, dan lain sebagainya?
    • Adakah Anda mengalami depresi pada kehamilan sebelumnya?
    • Apakah ada komplikasi yang terjadi setelah Anda melahirkan?

     

    4. Riwayat medis akan mencatat macam-macam penyakit serius yang Anda alami. Jika pernah mengalaminya, bukan berarti tidak ada dampaknya pada kehamilan nantinya

    Pernah opname? - via wisegeek.com
    Pernah opname? – via wisegeek.com
    • Apakah Anda pernah mengalami penyakit medis yang cukup serius? Atau pernah mengalami satu atau beberapa deretan penyakit ini: diabetes, hipertensi, epilepsi, kejang-kejang, hepatitis, liver, jantung, pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, kanker, lupus, atau radang sendi? Lalu, pernah dirawat di rumah sakit karenanya?
    • Punya masalah pencernaan?
    • Jika pernah, kapan dan mengapa Anda melakukan operasi? Adakah permasalahan yang berkaitan dengan anestesi?
    • Pernah transfusi darah?
    • Apakah sekarang sedang mengalami perawatan karena kondisi tertentu?
    • Apakah belakangan ini Anda terjangkit penyakit menular? Adakah orang di sekitar lingkungan Anda yang memiliki penyakit TBC atau hepatitis?
    • Apakah ada salah satu atau lebih dari anggota keluarga yang menderita diabetes, hipertensi, stroke, epilepsi/kejang, penyakit ginjal, hepatitis, liver, gangguan jantung, masalah pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, lupus, atau radang sendi?

     

    5. Kalau sedang mengkonsumsi obat tertentu, bawa saja kemasannya saat pemeriksaan nanti. Kemasan tersebut bisa membantu Anda melewati pertanyaan tentang obat-obatan dan alergi.

    Bawa serta obatnya - via liveinternet.ru
    Bawa serta obatnya – via liveinternet.ru
    • Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat resep atau obat yang dijual di pasar bebas? Berapa dosisnya?
    • Obat apa yang Anda minum? Vitamin, obat herbal, atau sekedar suplemen? Ada baiknya jika Anda mencatatnya dengan rapi sebelum berangkat menemui dokter. Jika tak ingin kesulitan, kemasan obat itu pun boleh dibawa serta.
    • Apakah Anda mengkonsumsi asam folat harian sebesar 400 mikrogram per harinya? Asam folat itu lalu dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan multivitamin lain?
    • Punya alergi pada obat atau karet? Atau adakah alergi lainnya seperti alergi makanan, udara, dan lain-lain? Sampaikan saja pada dokter!

     

    6. Pertanyaan tentang riwayat vaksinasi pun akan lebih terbantu lagi jika Anda membawa catatan vaksinasi sedari kecil. Jika tidak, bertanya pada ibu paling tidak bisa membantu sedikit demi sedikit

    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan - via opposingviews.com
    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan – via opposingviews.com

    Jika Anda masih memiliki catatan lengkap mengenai vaksin yang diterima sejak kecil, maka bawalah itu saat kunjungan ke dokter. Jika tidak, coba tanyakan pada orang tua khususnya ibu tentang riwayat vaksinasi apa saja yang pernah ditujukan pada Anda. Jika catatan masih lengkap atau masih ingat, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin lebih mudah dijawab.

    • Pernahkah Ledis mendapat cacar air? Atau malah pernah vaksin cacar air sebelumnya?
    • Semasa kecil, apakah Anda mendapatkan vaksin komplit meliputi rubela, gondok, dan campak? Pernah diperiksa untuk uji ketahanan terhadap virus rubela? Pernahkah juga divaksin untuk hepatitis B atau untuk virus human papilloma?
    • Kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus?
    • Belakangan ini, apakah Anda terkena penyakit flu?
    • Adakah rencana berwisata ke negara lain yang tengah Anda dan suami rencanakan dan membutuhkan vaksin tertentu?

    7. Sejarah sosial dan emosi juga penting diketahui lewat pertanyaan-pertanyaan ini sehingga stres dapat dihindari sejak dini

    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami - via zirkinandschmerlinglaw.com
    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami – via zirkinandschmerlinglaw.com
    • Pernahkah Anda dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kemauan?
    • Apa pernah Anda menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga? Pada hubungan rumah tangga yang sekarang ini, apakah Anda mengalami kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal? Pernah ditendang, dipukul, atau didorong?
    • Pernahkah Anda menderita gangguan mental atau emosi? Apakah depresi dan gangguan makan pernah mendatangi Anda?

     

    8. Gaya hidup dan kebiasaan Anda turut berpengaruh. Barangkali ada gaya hidup negatif yang luput, pertanyaan ini dapat membantu

    Hindari kebiasaan minum-minum - via guim.co.uk
    Hindari kebiasaan minum-minum – via guim.co.uk
    • Apakah benar Anda senang merokok? Atau, menjadi perokok pasif mungkin?
    • Anda suka minum alkoholkah? Kalau memang benar jawabannya, seberapa banyak takarannya dan seberapa sering waktunya?
    • Pernahkah mengkonsumsi narkoba? Apakah sekarang masih?
    • Berapa kali dalam sehari Anda minum kopi atau apapun yang berkafein? Berapa kali dan berapa banyak jumlahnya?
    • Apakah mengunjungi dokter gigi jadi rutinitas?
    • Benarkah olahraga menjadi kebiasaan rutin?
    • Punya masalah dengan berat badan? Jika iya, pernahkah melakukan diet atau pantangan makanan tertentu?
    • Jika Anda gemar menyantap ikan, ikan seperti apa yang Anda sukai? Kapan terakhir memakannya dan berapa banyak?
    • Apakah pernah memakan daging mentah atau daging yang dimasak dengan tingkat kematangan kurang? Daging sapi, ikan, telur, ayam, atau hewan ternak lainnya kah itu?
    • Anda senang memelihara hewan? Atau terbiasa mengisi waktu luang dengan berkebun?
    • Apakah mandi di bak panas atau sauna sudah jadi kebiasaan Anda?
    • Bagaimana situasi dan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja? Apakah tempat-tempat itu merupakan area yang sering bersentuhan dengan zat kimia berbahaya seperti cat, deterjen, pestisida, merkuri, atau racun-racun lainnya?

     

    9. Pemeriksaan genetik akan menjelaskan potensi penyakit turunan. Sehingga Anda perlu memahami sejarah keluarga Anda dan suami

    Ketahui sejarah keluarga besar - via pinimg.com
    Ketahui sejarah keluarga besar – via pinimg.com

    Pada pemeriksaan genetik, dokter akan mengetahui sejarah keluarga Anda dan keluarga suami terutama di bagian penyakit turunan/warisan. Wajar saja jika dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda seperti berikut:

    • Apakah ada anggota keluarga (dalam konteks ini adalah keluarga Anda, keluarga suami, serta jika ada, anak Anda dari kehamilan sebelumnya) yang lahir dalam kondisi cacat? Misalnya pada bagian ginjal, tabung syaraf, atau jantung?
    • Adakah anggota keluarga yang mengalami down syndrome atau kelainan kromosom?
    • Bagaimana dengan kecacatan intelektual? Adakah yang mengalami autisme dan gangguan semacam itu?
    • Ada yang pernah keguguran atau melahirkan bayi sudah dalam keadaan mati?
    • Apakah penyakit anemia atau talasemia menjadi warisan dalam keluarga?
    • Bagaimana dengan hemofilia, gangguan perdarahan, gangguan otot, gangguan tulang belakang? Ada penyakit turunan yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan di atas? Sampaikanlah!

     

    Dari daftar panjang pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadikan perencanaan kehamilan tidak boleh dianggap remeh lagi. Pertanyaan ini bahkan bisa menjadi bayangan kalau saja ada faktor yang terlewatkan yang menjadi penyebab program hamil menjadi gagal.

    Tunggu apalagi? Segeralah datangi dokter dan lakukan pemeriksaan pra konsepsi. Tim Ledisia mendoakan semoga hasilnya positif sehingga Anda dan suami bisa segera merencanakan dan mendapatkan momongan. Tetap semangat dan hindari stres ya!

  • Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!

    Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?

    Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati

    Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.

    Mungkin Ledis akan bertanya,

    Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?

    Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.

    1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni

    Apakah rahim saya siap huni, Dok? - via dailybest.it
    Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it

    Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.

    Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.

    Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.

    Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.

    Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.

    Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.

    Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.

    Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.

     

    2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu

    Memastikan langkah selanjutnya - via allergo.com.br
    Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br

    Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.

    Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.

     

    3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.

    Hati senang juga kunci kesuburan - via women-online.nl
    Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl

    Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.

    Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.

     

    Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!

    Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.

    Selamat mencoba Ledis! Semoga berhasil!

  • Calon Ayah, Inilah 9 Tips Agar Istri Cepat Hamil

    Calon Ayah, Inilah 9 Tips Agar Istri Cepat Hamil

    Ledisia.com – Beberapa waktu terakhir, Ledisia telah menyajikan artikel perencanaan kehamilan khusunya untuk kaum wanita. Nah, kini saatnya giliran suami  yang turut bekerja sama demi kesuksesan perencanaan kehamilan. Lewat artikel yang spesial ditujukan untuk sang calon ayah ini, para suami-suami di luar sana akan memahami bahwa perencanaan kehamilan harus dilakukan secara kompak antara suami dan istri.

    Jika Suami Mau Bekerja Sama dengan Cara Ini, Memiliki Anak Bukanlah Mimpi Lagi

    Lalu, bagaimana caranya agar bisa kompak dan bekerja sama dengan istri agar sukses mendapatkan kehamilan? Sulitkah?

    Tidak! Sederhana saja! 9 cara ini akan menuntun para calon ayah dan ibu supaya menunggu momongan tak perlu berlama-lama lagi. Mari kita simak!

    1. Jika Anda punya riwayat penyakit, bertemu dengan dokter perlu dijadwalkan secara khusus. Anda dan istri akan tahu bagaimana pengaruhnya penyakit itu pada kesuburan

    Menanyakan kesehatan pada dokter - via agoramedia.com
    Menanyakan kesehatan pada dokter – via agoramedia.com

    Membuat janji pertemuan dengan dokter itu perlu. Apalagi jika sebelumnya Anda ditengarai punya riwayat penyakit kronis, sedang/pernah menjalani pengobatan tertentu, atau memiliki masalah pada gagalnya ereksi, susahnya ejakulasi, dan hilangnya libido.

    Langkah pertama ini akan semakin bagus lagi jika dilakukan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh, sehingga dokter bisa mendeteksi langsung kondisi-kondisi seperti apa yang bisa membuat Anda tidak subur. Kondisi tersebut biasanya berkisar seputar:

    • Varikokel
      Ini adalah penyakit pembesaran pembuluh darah pada kulit yang menutupi testikel atau skrotum. Varikokel akan mencegah suhu testikel turun secara normal. Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sempat membahas bahwa suhu testikel harus lebih rendah dibandingkan suhu tubuh agar kualitas sel sperma tidak rusak. Meski varikokel ini tidak berbahaya, namun 40% pria yang memiliki masalah kesuburan juga memiliki varikokel. Jika ingin segera mengobatinya, menemui dokter adalah jalan yang tepat.
    • Infeksi menular seksual
      Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Dokter Anda dapat menguji dan memberikan perawatan terbaik jika memang Anda diharuskan mendapatkannya.
    • Prostatitis (radang prostat) atau gondok (yang dapat menyebabkan testis membengkak)
      Dokter mungkin akan merujuk Anda pada ahli urologi dan spesialis kesuburan pria jika membutuhkan pengujian tambahan atau perawatan khusus.
    • Biarkan dokter tahu tentang obat apapun yang Anda konsumsi
      Baik itu obat resep maupun obat umum. Beberapa obat bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma dan menjadi penyebab ketidaksuburan. Misalnya obat steroid atau hormon terutama testosteron, obat tekanan darah tinggi, antibiotik, dan obat untuk infeksi jamur, tukak lambung, dan kejang.
    • Lingkungan tempat tinggal
      Tanyakan pada dokter jika Anda bekerja atau tinggal di lingkungan yang terpapar bahaya semacam pestisida, logam berat, dan pelarut organik. Ketiganya juga punya pengaruh pada kualitas dan kuantitas sperma.

    2. Menyelidiki riwayat kesehatan keluarga juga perlu ditanyakan sekalian agar si kecil tak perlu mewarisi penyakit dan kecacatan

    Menyelidiki riwayat kesehatn keluarga besar - via wordpress.com
    Menyelidiki riwayat kesehatn keluarga besar – via wordpress.com

    Ketahui apakah anggota keluarga Anda memiliki kelainan genetika atau kromosom. Misalnya down syndrome, sickle cell anemiacystic fibrosis, atau gangguan perdarahan. Selidiki apakah dari keluarga masing-masing, baik Anda atau istri, memiliki anggota keluarga dengan riwayat cacat intelektual, keterlambatan perkembangan, atau lahir dengan cacat anatomi.

    Jika hal semacam itu memang ada dalam riwayat keluarga Anda atau istri, sampaikanlah pada kunjungan pertama prenatal. Mungkin Anda akan disarankan untuk mengikuti konseling dan screening genetik agar mengetahui apakah resiko tadi juga akan menimpa kehamilan istri Anda nanti.

     

    3. Sedia stok makanan sehat harus jadi kebiasaan. Kalau suami juga ikut makan buah dan sayuran, sel sperma akan selalu terjaga kesehatannya

    Menikmati makan sayur yang sehat - via pinimg.com
    Menikmati makan sayur yang sehat – via pinimg.com

    Jangan pernah berpikir jika makan buah-buahan dan sayur hanya wajib untuk sang istri. Tetap saja Anda tidak disarankan untuk makan fastfood. Dalam merencanakan kehamilan, Anda pun dituntut untuk menjalankan ritual yang sama: memperbanyak makanan sehat seperti sayur dan buah demi mendapatkan kuantitas dan kualitas sperma yang prima.

    Memiliki berat badan yang berlebihan dapat menurunkan hormon testosteron, memperburuk kualitas sperma, dan mengurangi kesuburan. Bahkan studi menemukan bahwa peluang infertilitas akan meningkat sebesar 10% setiap kenaikan berat badan sebanyak 20 pon. Lalu, bagaimana mungkin Anda masih tidak berpikir untuk tidak ikut makan makanan sehat?

    American Society for Reproductive Medicine mengatakan bahwa diet sehat kaya buah-buahan dan sayuran, disertai konsumsi multivitamin dapat meningkatkan kualitas sperma. Protein, biji-bijian, dan susu rendah lemak juga dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma. Beberapa studi turut menunjukkan bahwa antioksidan tertentu, seperti vitamin C dan E, dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Tapi jika Anda ingin mendapatkan vitamin tersebut dari suplemen, berbincanglah dahulu dengan dokter Anda untuk mengetahui kadar vitamin yang dibutuhkan. Terlalu banyak vitamin C dan E malah dapat merusak DNA sel sperma Anda.

     

    4. Hentikan rasa candu pada alkohol, rokok, dan obat-obatan, kecuali ingin menuai efek negatifnya pada kesuburan

    Say no to smoking - via mensholos.com
    Say no to smoking – via mensholos.com

    Sama halnya dengan makan makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan obat-obatan juga wajib dilakukan oleh kedua pasangan. Alasannya juga tak jauh beda, baik alkohol, rokok, dan obat-obatan memiliki efek negatif pada kualitas sel sperma dan sel telur.

    Pada pria, konsumsi ketiganya mampu membuat jumlah sperma berkurang drastis dan kemampuan sperma untuk bermobilitas/berenang semakin lambat. Hal yang sama terjadi pula pada penggunaan ganja dan kokain. Hindarilah semuanya segera sebelum Anda dan istri merencanakan kehamilan.

    Syukur-syukur jika kebiasaan ini benar-benar bisa berhenti selamanya, tidak hanya selama merencanakan kehamilan. Anda merokok selama kehamilan saja, asap negatifnya pun bisa berpengaruh pada kehamilan. Apalagi ketika nanti si bayi sudah lahir, maka ia akan menjadi perokok pasif.

     

    5. Cek lingkungan kerja dan rumah dari bahaya. Secara tak disadari, bisa saja Anda terpapar zat kimiawi tak berguna

    Hati-hati dengan pelumasnya - via spgauto1.com
    Perhatikan lingkungan kerja – via spgauto1.com

    Bahaya tersembunyi lainnya untuk sperma seringkali bersembunyi di lingkungan sekitar Anda bekerja. Sebut saja paparan pestisida dan bahan kimia, seperti pelarut organik yang sering ditemukan dalam dry cleaning dan toko otomotif. Jika Anda sering sekali terpapar zat-zat tersebut, maka potensi untuk sulit hamil bisa saja ada. Mereka dapat mengubah komposisi sperma, yang menyebabkan cacat lahir dan kelahiran prematur.

    Hobi tertentu juga memungkinkan Anda terkena paparan bahan kimia. Refinishing furniture, memperbaiki mobil atau motor, atau aktivitas lain yang menggunakan pelumas atau cat dan lem yang basisnya bukan air adalah sekian aktivitas yang perlu dihindari sementara waktu. Membuat tembikar, jendela kaca patri, menembak, dan membersihkan senjata juga turut memungkinkan Anda terekspos pada logam berat.

    Karena perlu waktu tiga bulan bagi sperma untuk berkembang dan benar-benar matang, batasi diri Anda dari paparan zat-zat tersebut paling tidak tiga bulan sebelum Anda dan pasangan merencanakan kehamilan.

     

    6. Belilah boxer, celana pendek nan nyaman dan aman bagi kesuburan Anda

    Memakai boxer lebih nyaman - via alicdn.com
    Memakai boxer lebih nyaman – via alicdn.com

    Beberapa orang mengatakan bahwa celana dalam pria bermodel brief dapat membuat testis terlalu kepanasan. Oleh karena itu, lebih disarankan mengenakan celana dalam model boxer yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan memungkinkan sirkulasi udara masuk ke dalamnya.

    Jika memang menggunakan boxer dapat memberikan keuntungan berlebih dibandingkan brief, kenapa tidak membeli beberapa dan menggunakannya selama beberapa bulan? Sepertinya, inilah cara sederhana untuk cepat-cepat mewujudkan keinginan cepat memomong anak.

     

    7. Jauhi berendam dalam air panas, meski menyenangkan. Mengusahakan testis tetap bersuhu rendah jauh lebih aman

    Pakai air dingin saja - via sportujeme.sk
    Pakai air dingin saja – via sportujeme.sk

    Berendam dalam bath tub berisi air panas, mandi dengan shower berair panas, serta sauna nampaknya harus dihindari sementara waktu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, testis harus selalu dalam keadaan bersuhu lebih rendah dibandingkan suhu tubuh. Kondisi testis yang bersuhu lebih dingin itu akan membuat kondisi sperma ada pada kualitas terbaiknya.

    Jika saja suhu testis tinggi, sperma akan mati. Padahal regenerasi testis sendiri terbilang lama. Misalnya Anda sauna pada bulan Januari, Anda bisa jadi baru mendapatkan sel sperma yang berkualitas lagi pada bulan April. Jika tidak ingin ini terjadi, hindari air panas setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

     

    8. Gunakan sepeda secara cerdas. Batasi waktu dan gunakan properti yang ramah untuk kesuburan

    Bersepeda harus dibatasi waktunya - via independent.co.uk
    Bersepeda harus dibatasi waktunya – via independent.co.uk

    Pengendara sepeda yang sekedar hobi saja, tidak perlu stres dengan studi yang menyebutkan bahwa bersepeda dapat menyebabkan volume air mani semakin rendah, mengurangi jumlah dan motilitas sperma. Namun pengendara sepeda dengan intensitas berlebih (dua jam lebih dalam sehari, selama enam hari dalam seminggu) harus mulai memperhatikan porsinya. Sebab, hal itu dapat melukai skrotum dan testis serta menyebabkan masalah kesuburan.

    Ditambah lagi, mengenakan bike shorts (celana pendek khusus bersepeda) yang ketat selama berjam-jam dapat membunuh sperma dengan kekuatan yang sama seperti berendam dalam air panas. Daerah skrotum menjadi lebih panas dan berkeringat karena sadel sepeda, lalu dapat menyebabkan jumlah sperma rendah. Jika Anda berencana menaiki sepeda, lebih bijak untuk membatasi waktu secukupnya, kenakan celana pendek yang longgar, dan pilih sadel yang lembut dan nyaman diduduki.

     

    9. Rileks dan jangan biarkan stres menimpa Anda dan istri. Mengambil cuti demi liburan juga seru diikuti

    Menghabiskan waktu berdua saja - via darmolot.pl
    Menghabiskan waktu berdua saja – via darmolot.pl

    Terkadang, menunggu hasil perencanaan kehamilan tidak selamanya menyenangkan dan penuh semangat. Ada kalanya stres datang melanda, apalagi kalau Anda harus menunggu cukup lama. Meluangkan waktu untuk berlibur, bersantai di pantai, berenang, atau sekedar jalan-jalan adalah solusi yang baik. Mungkin ini tidak ada hubungannya dengan tingkat kesuburan Anda. Namun bukankah selama berencana hamil, Anda dan istri tidak boleh merasa stres?

     

    Bagaimana ledis? Sulit tidak kesembilan cara tersebut? mudah bukan? Hanya saja, dibutuhkan ketelatenan dan sedikit pengorbanan demi suksesnya memomong bayi. Yakinlah! Jika sembilan cara tadi Anda lakukan dengan seksama, memiliki momongan tak akan lama lagi. Selamat mencoba!

  • 4 Rencana Keuangan yang Wajib Dilakukan Sebelum hamil

    4 Rencana Keuangan yang Wajib Dilakukan Sebelum hamil

    Ledisia.com – Belakangan ini, banyak sekali pasangan muda-mudi yang telah menikah dan ingin segera memiliki momongan. Mereka sama sekali tidak berpikir untuk menunda kehamilan. Tapi begitu membayangkan masalah finansial, keraguan pun tiba-tiba datang. Ada pula yang malah mundur teratur dan berfokus untuk mengumpulkan biaya lebih dahulu.

    Mereka yang ragu dan memilih menunda momongan biasanya telah sadar bahwa harus ada persiapan khusus sebelum memiliki anak. Apalagi biaya kebutuhan hidup di jaman sekarang semakin tinggi. Nanti bila kehamilan telah datang, maka  anda sudah harus memikirkan biaya perawatan kehamilan, persalinan, pra persalinan, hingga biaya-biaya untuk si anak sampai bisa mandiri.

    Tanpa Perlu Menunda Momongan, Rencana Keuangan Ini Dapat Menjauhkan Anda Dari Kesulitan Finansial Setelah Bayi Lahir

    Sebenarnya Anda dan suami tak usah ragu merencanakan kehamilan, apalagi sampai-sampai punya rencana menunda punya momongan hanya karena masalah finansial. Jika saja empat rencana keuangan ini segera dijalankan setelah menikah, maka kesulitan finansial setelah kehamilan dan setelah sang buah hati lahir ke dunia pun tak perlu terjadi.

     

    1. Masa sebelum dan setelah menikah pasti berbeda. Mengurangi kebiasaan konsumtif di luar rumah bisa membuat tanjakan pengeluaran tidak terlalu tinggi

    Tak perlu belanja sampai kalap begini - via retaillightinganddesign.com
    Tak perlu belanja sampai kalap begini – via retaillightinganddesign.com

    Pengeluaran seseorang yang telah menikah dan belum menikah bisa dipastikan akan berbeda. Sebelum menikah, akan ada banyak sekali pengeluaran untuk bersenang-senang atau sekedar memenuhi gaya hidup. Untuk makan, misalnya. Saat Anda masih lajang, akan sangat mudah tergoda untuk sering makan di mall dan mencoba makanan-makanan yang tengah tren di masyarakat modern.

    Semenjak menikah, jangan lakukan hal semacam ini sering-sering. Sebenarnya Anda bisa saja makan di tempat yang lebih sederhana. Bahkan memasak sendiri pun selain sehat, juga memberikan efek rekreatif yang menyenangkan hati.

    Berbelanja pakaian dan gadget pun begitu. Bukan berarti Anda dan suami dilarang untuk membeli barang-barang dambaan anda tersebut. Namun jika tidak terlalu penting, apa iya harus sekali dibeli? Atau jika penting sekali, mencoba mendapatkan harga terjangkau atau alternatif lainnya pun bisa membuat Anda menyimpan sisa uang untuk ditabung.

    Intinya, dalam berumah tangga tidak terlalu penting untuk mengedepankan gaya hidup. Memilih merek bagus dengan harga mahal mungkin perlu menurut Anda. Tapi melupakan prioritas masa depan anak dan keluarga pun jangan pernah diabaikan.

     

    2. Selain menghentikan kebiasaan konsumtif, mempersiapkan pos-pos pengeluaran yang diperlukan di masa depan juga penting. Besar pasak daripada tiang bisa dihindari dengan cara ini

    Merencanakan deposito untuk kebutuhan khusus bisa dicoba - via lovecen.com
    Merencanakan deposito untuk kebutuhan khusus bisa dicoba – via lovecen.com

    Jika sebelumnya Anda dan suami sudah punya persediaan anggaran, lebih baik mulailah untuk mengevaluasi anggaran tersebut mulai sekarang. Bisa jadi, ada yang perlu dirombak dan dikoreksi apalagi setelah hadirnya sang buah hati. Anda harus tahu pasti dari mana saja sumber pendapatan diraih dan untuk apa saja pendapatan itu nanti dimanfaatkan. Pemanfaatan dana ini pun sebaiknya dibuat dalam pos-pos tertentu. Setiap posnya, Anda bisa menentukan nominal anggaran yang wajar. Diharapkan, nantinya tidak akan ada pengeluaran lebih daripada anggaran tersebut.

    Mana yang akan menjadi pos dana darurat, mana yang untuk asuransi kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hiburan atau piknik, dan lain sebagainya. Mungkin juga Anda memiliki keinginan terpendam untuk memulai usaha. Tentu saja pos untuk mengumpulkan modal juga dibutuhkan. Pastikan setiap pendapatan yang Anda terima dari gaji bulanan maupun di luar gaji bulanan dapat disisihkan ke pos-pos tersebut dan tidak hanya habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

     

    3. Jika Anda memilih berhenti bekerja, mulailah berlatih membiasakan diri hidup dari satu pendapatan sejak dini

    Bekerja sambil mengasuh anak di rumah - via lepotaizdravlje.rs
    Bekerja sambil mengasuh anak di rumah – via lepotaizdravlje.rs

    Setelah melahirkan nanti, pilihan untuk tetap bekerja atau tidak kembali pada pribadi Anda masing-masing. Beberapa wanita ada yang memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus untuk mengurus bayi. Baginya, setiap perkembangan anak tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Menggunakan jasa babysitter atau pembantu pun tidak selalu jadi pilihan yang baik. Menitipkan bayi yang masih kecil dibutuhkan kepercayaan yang sangat tinggi. Jika babysitter atau pembantu yang dipilih tak berdedikasi, bukan tidak mungkin si kecil atau Anda yang dirugikan.

    Namun ada pula yang memilih tetap bekerja seperti biasa. Setelah melahirkan, wanita mengambil cuti sekitar 1-3 bulan. Usai masa cuti, mereka bekerja lagi dan sang buah hati akan dititipkan pada babysitter/pembantu terpercaya atau ke orang tua. Sangat jarang sekali wanita membawa serta buah hatinya ke kantor dan mengasuhnya sambil bekerja.

    Kemungkinan akan ada masalah finansial yang dirasakan jika wanita memilih untuk tidak bekerja lagi, khususnya pekerja kantoran. Ada beberapa pilihan untuk Anda yang ingin bekerja namun dapat tetap mengasuh anak. Misalnya, wirausaha dari rumah atau freelance. Beberapa ibu rumah tangga ditengarai mampu membangun bisnis online yang sukses, sekaligus mengasuh dan mendidik anak dengan baik.

    Tapi jika Anda ingin tetap menjadi ibu rumah tangga saja, Anda harus mampu mengatur keuangan keluarga secara efisien. Ya, wanita sebagai ibu rumah tangga harus bisa mengatur finansial karena merekalah ujung tombak operasional keluarga. Ia yang akan membelanjakan pendapatan untuk kebutuhan keluarga dan memastikan seluruh kebutuhan penting terpenuhi.

    Bila sang buah hati sudah besar dan siap dilepaskan, terkadang keinginan untuk berkarir mulai muncul lagi. Inilah yang perlu dipertimbangkan. Sebab ada beberapa perusahaan yang sulit menerima wanita yang telah menikah dan memiliki anak. Sedangkan itu, CV Anda pun sempat kosong selama beberapa waktu.

    Apapun itu pilihannya, pastikan buah hati Anda tetap diasuh dengan baik dan cukup mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Plus, jangan sampai terlalu merepotkan orang lain dan keuangan tetap aman terjaga!

     

    4. Pikirkan biaya pendidikan anak hingga mencapai kuliah. Bukannya jadi beban, tapi ini adalah motivasi agar Anda senantiasa mengupayakan pendidikan terbaik bagi sang buah hati

    Yang terbaik untuk buah hati - via saleswithnathan.com
    Yang terbaik untuk buah hati – via saleswithnathan.com

    Seakan tak akan ada habisnya pos-pos pengeluaran keluarga baru Anda nanti, masih ada lagi biaya pendidikan yang harus Anda dan suami pikirkan dari sekarang. Mungkin saat ini Anda belum mengandung dan melahirkan anak. Tapi bukan berarti Anda bisa bersantai-santai. Percayalah jika si buah hati sudah lahir, waktu akan terasa begitu cepat. Sang anak akan memasuki masa-masa playground, TK, SD, SMP, SMA, dan jenjang kuliah. Masa-masa ini tidak terasa datangnya, sama seperti Anda yang baru kemarin bersekolah dan kini telah menikah.

    Tentunya Anda dan suami setuju bukan jika akan selalu mengupayakan pendidikan tertinggi untuk sang buah nanti? Siapa yang tak senag jika buah hati mereka memiliki masa depan cerah? Karena biaya pendidikan akan semakin tinggi, jangan lantas menjadikannya beban. Sebaliknya buatlah ini sebagai cambukan agar Anda dan suami rajin mengumpulkan dan mengelola uang untuk prioritas sang buah hati.

     

    Memiliki anak memang tidak bisa tanpa biaya sama sekali. Namun alangkah baiknya, hal ini tidak membuat Anda dan suami ketakutan menghadapi masa depan berkeluarga. Bila perencanaan keuangan telah matang karena kerap dilatih dan dipraktekkan sejak dini, yakinlah upaya Anda tak akan sia-sia. Senyum manis pasti terkembang melihat sang buah hati nanti tumbuh baik dalam lindungan orang tua yang sangat mencintainya! Semoga bermanfaat!

  • Uji Kesiapan Menjadi Orang Tua Lewat Pertanyaan Berikut Ini

    Uji Kesiapan Menjadi Orang Tua Lewat Pertanyaan Berikut Ini

    Ledisia.com – Hai, Ledisian! Sebelumnya, sudah membaca artikel Bagaimana Persiapan Menjadi Orang Tua belum? Jika sudah, tentunya Anda kini tengah mengerti bahwa memiliki anak memerlukan perencanaan yang benar-benar matang. Setelah memiliki anak, anda juga tidak bisa sebebas dahulu seperti saat Anda masih lajang. Soal waktu dan finansial sudah harus diprioritaskan demi keluarga, khususnya untuk si kecil.

    Nah, kali ini Ledisia akan memperdalam kesiapan Anda dan pasangan, sebelum mendapatkan berita kehamilan dan benar-benar menjadi orangtua. Segeralah persiapkan diri Anda untuk menjawab pertanyaan berikut. Pertanyaan ini akan mengungkap informasi mengejutkan tentang diri Anda dan pasangan yang mungkin tak disadari, mengingatkan kembali pada realita di mana Anda tinggal dan hidup, menyingkirkan asumsi atau pikiran-pikiran yang tidak berguna, dan membantu Anda membuat perubahan positif selama mempersiapkan diri menjadi orang tua.

    Dengan Menjawab Pertanyaan Ini, Kesiapan Anda Menjadi Orang Tua Benar-Benar Bisa Dievaluasi

    Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibagi menjadi empat bagian. Bagian itu meliputi:

    1. Ekspektasi Anda
    2. Sejarah keluarga
    3. Nilai yang dianut, serta
    4. Kehidupan Anda dan bagaimana kehidupan itu nanti akan berubah.

    1. Ekspektasi Anda dan suami yang sekarang bisa saja serba indah. Tapi dengan menjawab pertanyaan ini, tidak akan kaget lagi kalau ada yang berbeda.

    Menghabiskan waktu dengan si kecil - via picdn.net
    Menghabiskan waktu dengan si kecil – via picdn.net

    Apakah Anda dan suami akan menghabiskan waktu dengan anak-anak dan menikmatinya?

    Jawaban dari pertanyaan ini tidak akan memprediksi bagaimana Anda merasakan arti keberadaan buah hati, melainkan mengungkapkan asumsi Anda dan sikap tentang kehidupan anak-anak

    Apakah Anda dan suami merasa lebih nyaman dengan anak-anak dari usia tertentu?

    Jika jawabannya “iya” dan ada kecenderungan nyaman hanya pada anak usia tertentu, kemungkinan salah satu dari Anda atau suami memiliki masalah dari masa kecil yang belum diselesaikan. Selesaikanlah itu segera meskipun sudah sangat lama waktunya.

    Bagaimana perasaan Anda berikut suami, tentang tanggung jawab dan komitmen yang akan diemban sebagai orang tua?

    Bagaimana Anda dan suami biasanya menangani stres?

    Jika keduanya merasa tak berbakat menangani stres, sekarang adalah waktu tepat untuk mempelajarinya.

    Apa yang Anda harapkan setelah menjadi orang tua? Lalu, bagaimana jika harapan itu tidak sesuai atau tidak terwujud?

    Apa ketakutan Anda setelah menjadi orang tua? Bagaimana jika itu terjadi dan apa yang akan Anda lakukan?

    Seberapa besar Anda dan suami ingin meniru tindakan orang tua anda sebagai orang tua? Seberapa besar pula Anda ingin berbeda dan enggan meniru mereka sepenuhnya?

    Dari pertanyaan ini, Anda dan suami bisa mempelajari teladan mereka melalui kelebihan dan kekurangannya.

    Anda pun pernah menjadi anak. Dari situ, apa yang Anda tangkap? Apa yang seharusnya dimiliki atau dilakukan oleh orang tua yang sesungguhnya?

     

    2. Menengok sejarah keluarga pun layak dipelajari. Paling tidak, bisa mengevaluasi apa yang kurang dan lebih

    Mengetahui sejarah keluarga tentang membesarkan dan mendidik anak - via wp.com
    Mengetahui sejarah keluarga tentang membesarkan dan mendidik anak – via wp.com

    Semasa kanak-kanak, apa yang paling Anda nikmati dan paling tidak dinikmati?

    Bagaimana Anda menilai pendidikan yang diterima sejak kecil? Apa yang tidak berjalan dengan baik dari pola pendidikan semacam itu?

    Dari sini, Anda dan suami mampu menentukan pendidikan seperti apa yang perlu ditiru dan apa yang kiranya sudah tidak relevan lagi.

     

    3. Nilai yang  Anda anut sejak kecil turut mempengaruhi bagaimana membesarkan sang buah hati. Beberapa di antaranya mungkin sudah tak relevan lagi dengan masa kini.

    Mengajari anak - via blogspot.com
    Mengajari anak – via blogspot.com

    Dari yang diajarkan oleh orang tua, apa saja yang menurut Anda harus diteruskan ke generasi selanjutnya? Apa pula yang tidak usah dilanjutkan?

    Nilai-nilai apa saja yang hendak Anda tanamkan pada si anak nanti?

    Jawabannya akan menjelaskan harapan dan impian Anda bersama suami sebagai orang tua untuk si anak nanti. Karena sebetulnya, setiap orang tua datang dengan berbagai harapan untuk anaknya. Beberapa harapan sering tak terucapkan langsung pada anak.

    Bagaimana pendapat Anda dan suami tentang kedisiplinan, apa yang selama ini diterapkan pada keluarga masing-masing?

    Coba bandingkan opini kedisiplinan Anda dengan opini kedisiplinan suami. Biasanya setiap rumah tangga memiliki versi berbeda-beda tentang kedisiplinan anak. Menemukan kesepakatan tentang ini sebaiknya layak dilakukan.

     

    4. Kehidupan dan bagaimana perubahannya kelak, mungkin akan terasa mengerikan bila dibayangkan. Tapi, pertanyaan ini akan merangsang Anda melakukan perencanaan agar tidak terjadi ketakutan yang berkelanjutan

    Orang tua ikut senang mengasuh anak - via aufeminin.com
    Orang tua ikut senang mengasuh anak – via aufeminin.com

    Cobalah berbicara pada orang-orang yang telah memiliki anak atau bahkan belum/menunda memiliki anak.

    Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar mereka bercerita?

    Mendengarkan pengalaman mereka bisa mengenalkan Anda pada isu-isu baru tentang parenting.

    Bagaimana lingkungan Anda dan suami? Apakah ada orang-orang yang selalu setia mendukung dan membantu, seperti anggota keluarga atau teman terdekat?

    Pastikan mereka yang membantu adalah orang-orang yang dapat diandalkan dan dipercaya.

    Bagaimana Anda akan menghabiskan waktu luang?

    Bagaimana Anda membayangkan perubahan hidup setelah memiliki anak?

     

    Segera siapkan kertas dan pena Anda untuk menjawab pertanyaan tadi. Begitu banyaknya pertanyaan di atas tentu tidak mungkin dapat tersimpan begitu saja dalam kepala. Sebaliknya, jawaban dari itu semua sangat penting untuk dijadikan daftar periksa di kemudian hari karena akan menjadi gambaran membesarkan anak di masa depan.

    Pastikan pula bahwa suami Anda diikutkan dalam tes ini. Ada pengambilan keputusan dan kesepakatan bersama yang harus didiskusikan  bersama suami demi keberlangsungan si anak nanti. Selamat mencoba ya, Ledis!