Tag: bayi

  • Aman dari Radiasi, Gelang Teknologi Ini adalah Jadi Solusi untuk Bayi

    Aman dari Radiasi, Gelang Teknologi Ini adalah Jadi Solusi untuk Bayi

    Ledisia.com – JAKARTA – Paparan radiasi pada bayi lalu anak kecil dapat menyebabkan efek dua kali lebih besar besar pada otak kemudian 10 kali lebih besar besar pada tulang juga sumsum tulang belakang. Hal ini dikarenakan ukuran otak, kepala, dan juga tubuh anak lebih banyak kecil daripada orang dewasa sehingga persentase radiasi yang digunakan diterima akan lebih banyak besar.

    Selain itu, jaringan penyusun tulangnya masih tipis serta lemah sehingga efek radiasi HP yang tersebut diterima oleh anak dapat tambahan buruk. Hal ini menurut penelitian yang dimaksud dilaksanakan oleh American Academy of Pediatrics.

    Selain itu, berdasarkan penelitian dari National Center for Health Research, sebuah studi menyebutkan bahwa pemanfaatan handphone pada usia dalam bawah 20 tahun akan lebih besar berisiko mengalami tumor pada otak. Semakin dini anak menggunakan ponsel, maka semakin banyak pula radiasi yang tersebut ia terima juga terkumpul hingga usia dewasa kelak.

    Ini termasuk bahaya paparan radiasi HP pada bayi yang tersebut dapat berdampak pada kebugaran dia nantinya. Namun saat ini para orang tua tak perlu khawatir.

    Di Indonesia telah ada satu-satunya gelang teknologi atau gelang anti radiasi yang dimaksud dapat dipakai sejak bayi baru lahir (newborn). Gelang ini terbuat dari unsur emas dan juga stainless steel yang tersebut disematkan batu yang aman digunakan sejak usia bayi baru lahir.

    “Gelang ini sanggup dipakai dari newborn sampai umur 6 tahun, bertujuan untuk menghurangi efek buruk radiasi, akibat berdasarkan penelitian, saraf dan juga jaringan otak anak memang sebenarnya masih di masa pertumbuhan sampai usia 6 tahun tersebut,” kata Leonard Angga selaku Inisiator Enlogy pada waktu ditemui awak media, Selasa, 4 Maret 2025.

    Banyaknya radiasi yang terkumpul itu menghasilkan anak lebih besar berisiko mengalami tumor pada otaknya dalam masa depan. Sehingga dibutuhkan Gelang Teknologi Enlogy untuk menurunkan efek buruk radiasi agar perkembangan otak anak bukan terganggu oleh bahaya radiasi.

    Gelang teknologi atau gelang anti radiasi ini hadir mengingat ketika ini teknologi telah merambah ke berbagai kalangan. Bahkan tidak ada sedikit dari manusia ibu menggendong bayi namun sambil masih menggunakan ponsel.

    Lalu, anak-anak juga ketika ini sudah ada kerap menggunakan ponsel baik sebagai penunjang kegiatan belajar juga juga bermain game. “Jadi saya rasa kita harus mencari solusi untuk habit di dalam zaman modern ini. Hal tersebutlah yang menyokong kami untuk meluncurkan gelang ini sejak 8 bulan lalu,” tuturLeonardAngga.

  • 5 Fakta Unik Penggunaan Testpack Kehamilan Yang Perlu Anda Ketahui

    5 Fakta Unik Penggunaan Testpack Kehamilan Yang Perlu Anda Ketahui

    Ledisia.com – Hey, Ledis! Sudah baca artikel Ledisia.com yang terakhir tentang mudahnya tes kehamilan dari rumah dengan testpack? Di artikel tersebut, Anda akan memahami bahwa testpack merupakan alat tes kehamilan yang sangat murah, mudah, dan bisa dilakukan cukup dari rumah.

    Bagaimana, tidak? Hanya dengan meneteskan air seni pada alatnya, kehamilan bisa diprediksi. Bahkan alat ini efektif hingga 99% karena kemampuannya dalam mengukur tingkat hormon hCG dalam tubuh. Pantas saja kalau testpack kehamilan sangat dipercaya oleh jutaan pasangan suami istri di dunia.

     

    Dengan Mengetahui 5 Fakta Unik Seputar Penggunaan Testpack Ini, Kehamilan yang Positif Pasti Akan Menjadi Milik Anda. Memiliki Momongan yang Sehat Pun Bukan Lagi Sekedar Impian dan Rencana

    Tapi, tahukah Anda kalau di dunia ada banyak fakta-fakta unik terkait penggunaan testpack kehamilan ini? Jika Anda tidak percaya, yuk kita simak kelima fakta unik penggunaan testpack kehamilan berikut ini!

     

    1. Ketika mendapatkan hasil positif pada testpack, tidak semua wanita langsung percaya pada hasilnya. Uniknya, mereka menunggu waktu untuk menguji lagi atau menemui dokter pribadinya.

    Menguji kehamilan sampai tiga kali - via ibuhamil.com
    Menguji kehamilan sampai tiga kali via ibuhamil.com

    Menurut survei yang dilakukan oleh situs babycenter.com, sebanyak 62% wanita yang mendapatkan hasil positif dari testpack kehamilan pertamanya, tidak langsung percaya begitu saja dengan apa yang mereka lihat. Meskipun testpack ini telah diakui keefektifannya, nampaknya wanita-wanita tersebut ingin memastikannya benar-benar. Hingga kemudian, mereka baru percaya kalau positif hamil pada pengujian yang kedua. Yang lainnya lagi, lebih memilih pergi ke dokter untuk mengkonfirmasi kehamilannya.

    Sunaina Sehwan (ob-gyn Advanced Women’s Healthcare di Palm Springs, California) mengatakan kalau hal ini sesungguhnya tak perlu terjadi. Testpack kehamilan sangat bisa dipercaya. Apalagi kalau alat tes tersebut menunjukkan hasil positif. Testpack bekerja dengan cara mendeteksi hormon hCG yang dilepaskan oleh tubuh setelah sel telur yang dibuahi tertanam dalam uterus. Hormon hCG inilah yang hadir hanya saat kehamilan terjadi. Jika hasil testpack positif, maka Anda benar-benar dalam keadaan hamil.

     

    2. Begitu testpack kehamilan berkata positif, banyak wanita yang berpikir kreatif. Mereka memberitahukan hal tersebut pada suami dengan kejutan romantis nan komunikatif.

    Selamat, kamu akan jadi Ayah! - via motherblog.co.kr
    Selamat, kamu akan jadi Ayah! via motherblog.co.kr

    Kebanyakan wanita yang mendapat hasil positif pada testpack kehamilan, tidak mengalami kesulitan memberikan kabar tersebut pada suaminya. Ini karena sebanyak 46% wanita dalam survei babycenter.com, sedang bersama pasangannya saat mendapati hasil tersebut. Pendekatan langsung dengan kata-kata “Sayang, aku hamil!” atau mengirim sms kepada suami yang sedang di kantor adalah cara yang lumrah dilakukan.

    Tapi, tak sedikit juga wanita yang menggunakan cara-cara kreatif. Cara ini sengaja digunakan untuk memberi kejutan pada sang suami. Ada yang menulis puisi yang berisi pernyataan kehamilan, membungkus testpack kehamilan menjadi buket bertuliskan “Selamat! Anda akan menjadi ayah!”, hingga mengirim foto testpack via email atau ponsel.

    Yang sudah memiliki anak dari kehamilan sebelumnya pun, tidak ketinggalan. Ada yang menyuruh anak pertama memegang testpack kehamilan lalu meminta suami menggantikan popok si anak pertama atau membeli kaus untuk anak sebelumnya yang bertuliskan “I’m the Big Sister/Brother!”. Menarik, bukan? Kenapa tidak mencobanya? Justru ini adalah langkah awal untuk kehamilan yang bahagia, lho!

     

    3. Jika testpack berkata negatif, bukan berarti Anda harus berkecil hati. Pengujian kedua kalinya bisa jadi membawa kabar yang lebih menggembirakan hati.

    Hasil negatif bukan masalah - via conceiveeasy.com
    Hasil negatif bukan masalah via conceiveeasy.com

    Banyak wanita yang mendapatkan hasil negatif dari testpack kehamilan pertamanya. Tapi ini adalah hal yang wajar dan bukan permasalahan besar yang seharusnya Anda pikirkan. Menurut Sunaina, hasil negatif pada testpack kurang bisa dipercaya dibandingkan dengan hasil positifnya. Hasil negatif bisa saja terjadi karena kadar hormon hCG belum cukup tinggi untuk dideteksi.

    Ada pula yang dikenal dengan hasil negatif palsu. Ini terjadi jika Anda melakukan tes kehamilan terlalu dini. Di lain sisi, beberapa wanita juga bisa mengalami kehamilan tanpa kenaikan kadar hCG yang tinggi. Untuk amannya, lakukan tes kehamilan seminggu (bahkan lebih) setelah menstruasi tidak kunjung datang. Menurut penelitian, ini adalah waktu terbaik penggunaan testpack kehamilan.

     

    4. Tidak ada salahnya menabung lebih sejak dini. Tes kehamilan nanti bisa jadi menuntut Anda untuk membeli lebih banyak testpack kehamilan lagi.

    Beli banyak untuk persediaan - via blogspot.com
    Beli banyak untuk persediaan via blogspot.com

    Beberapa wanita punya preferensi bermacam-macam untuk pembelian testpack kehamilan. Ada yang membeli testpack mahal dan bermerek karena menganggap yang murah kurang akurat. Ada juga yang membeli testpack dengan harga terjangkau dengan alasan hasilnya sama saja bila dibandingkan dengan yang mahal. Apapun itu, keduanya sepakat untuk membeli testpack dalam jumlah yang banyak. Selain lebih hemat, Anda pasti memerlukan lebih dari sekali tes untuk sekali kehamilan.

    Hal ini semakin diperkuat dengan survei yang mengatakan, sebanyak 34% wanita baru benar-benar hamil setelah minimal pengujian yang kedua. Bahkan, ada juga yang melakukan tes sebanyak lima kali dan baru percaya akan kehamilannya.

     

    5. Jika tak kunjung melihat hasil positif, hanya ada satu cara untuk mewujudkannya. Teruslah merencanakan kehamilan sambil berkonsultasi pada dokter jika ada potensi kehamilan yang dipunya.

    Usaha terus, pasti momongan segera datang - via doctoroz.com
    Usaha terus, pasti momongan segera datang via doctoroz.com

    Jika Anda terus-menerus menggunakan testpack kehamilan tanpa membuahkan hasil, Anda tidak sendiri kok! 2/3 wanita dalam survey pun mengalami hal yang sama. Mereka sadar kalau kehamilan perlu waktu sampai hasilnya benar-benar positif. Sebanyak 85% wanita malah perlu waktu satu tahun setelah terus-menerus mencoba berhubungan seksual dan menemui tanda positif pada testpack.

    Di antara wanita-wanita yang ikut dalam survei babycenter.com, beberapa di antaranya bahkan ada yang mengalami keguguran dan juga perawatan kesuburan. Oleh karenanya, konsultasi pada dokter juga diperlukan untuk mengetahui apakah ada potensi atau bahaya pada organ reproduksi Anda. Terlebih jika Anda sudah rajin berusaha dan tidak menggunakan alat kontrasepsi apapun.

     

    Demikianlah 5 fakta unik tentang penggunaan testpack kehamilan di dunia. Untuk Ledis, jika menginginkan hasil terbaik pada testpack, lakukanlah apapun yang terbaik untuk kehamilan. Misalnya mengkonsumsi vitamin prenatal, lebih sering berhubungan seksual, menandai waktu ovulasi, turunkan berat badan, hingga menjauhi alkohol, kafein, dan stres. Ini sah-sah saja untuk dilakukan, kok!

    Namun, pastikan jangan sampai usaha ini menyiksa fisik dan mental Anda serta pasangan. Rileks dan berbagilah dengan sahabat atau orangtua yang lebih berpengalaman agar dapat menyerap ilmunya. Jika perlu, jangan takut menemui dokter ya demi positifnya testpack kehamilan Anda. Selamat mencoba, Ledis!

  • Mudahnya Tes Kehamilan dari Rumah dengan Testpack

    Mudahnya Tes Kehamilan dari Rumah dengan Testpack

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah pernah mendengar istilah testpack? Pasti pernah, ya! Selama bertahun-tahun, testpack telah menjadi andalan pasangan suami istri di seluruh dunia. Apalagi kalau bukan untuk tes kehamilan.

    Bayangkan! Hanya dengan air seni saja, kita dapat merasakan akuratnya testpack dalam memprediksi kehamilan. Alat ini pun mudah ditemukan di mana saja dan harganya tidak berat di kantong! Dengan cara ini, Anda dan suami tak perlu lagi jauh-jauh ke klinik untuk mengetahui apakah ada bayi yang sedang menghuni perut Anda.

     

    Tanpa Perlu Merogoh Kocek Lebih Dalam, Pakailah Tespack Untuk Tes Kehamilan. Selain Murah, Penggunaannya Mudah dan Bisa Dilakukan dari Rumah!

    Sebenarnya, bagaimana sih cara kerja testpack? Bagaimana alat tes kehamilan ini dapat begitu akurat, efektif, dan sensitif dalam memprediksi kehamilan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, yuk kita simak poin-poin berikut ini!

     

    Testpack bekerja untuk mendeteksi hormon human chorionic gonadotropin dalam urin. Hormon ini yang kelak akan tinggal di plasenta dan tertanam dalam rahim Anda.

    Banyak wanita tersenyum karena manfaat testpack - via wordpress.com
    Testpack yang mendeteksi hCG menunjukkan hasil positif via wordpress.com

    Testpack dapat memberi informasi kehamilan Anda dengan mendeteksi hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG) dalam urin wanita. hCG diproduksi oleh sel yang nantinya akan berkembang menjadi plasenta. Hormon tersebut akan masuk dalam aliran darah ketika sel telur yang telah dibuahi, mulai tertanam di lapisan rahim Anda. Masuknya hormon ke dalam darah terjadi paling cepat 6 hari setelah proses pembuahan.

    Jumlah hCG dalam tubuh kemudian meningkat dengan pesat selama beberapa minggu ke depan. Bahkan, jumlahnya bisa dua kali lipat per 2 hari atau lebih. Ketika hormon ini terdeteksi dalam urin, testpack akan menampilkan hasil positif. Pada testpack yang lebih canggih lagi, usia kandungan Anda malah bisa diperkirakan.

     

    Testpack bisa Anda gunakan lima hari sebelum menstruasi. Jika hasilnya masih negatif, tes kehamilan bisa dilakukan lagi saat siklus menstruasi belum juga ditemui.

    Jika hasil negatif, masih bisa mencoba lagi - via nemalababaklopoty.com
    Jika hasil negatif, masih bisa mencoba lagi via nemalababaklopoty.com

    Beberapa testpack mengklaim kalau mereka cukup sensitif dalam tes kehamilan dan sanggup memberikan hasil positif paling cepat lima hari sebelum perkiraan siklus Anda selanjutnya. Kenapa lima hari sebelum siklus selanjutnya? Ini karena beberapa wanita mulai menghasilkan hCG yang cukup untuk kehamilan di masa itu. Jika tes kehamilan dilakukan pada masa ini, dijamin Anda akan melihat testpack anda positif.

    Namun jika hasil testpack masih negatif, Anda tidak perlu khawatir. Masih ada waktu untuk menunggu dan melakukan tes kehamilan lagi saat menstruasi Anda tak muncul. Kebanyakan alat testpack memberi klaim sebesar 99% akurat, bahkan lebih ketika Anda menggunakan alat tersebut saat menstruasi tidak datang di saat yang seharusnya.

    Namun, Anda juga masih bisa menggunakan alat ini seminggu setelah menstruasi tidak datang pada waktunya. Para peneliti menyebutkan kalau melakukan tes kehamilan di masa ini, juga bisa memberi hasil yang akurat.

     

    Cara penggunaan testpack yang tepat akan memberikan hasil akurat. Jika langkah-langkah berikut yang diperbuat, yakinlah kehamilan sudah dekat!

    Pakai yang benar, hasilnya juga benar - via newbornbaby.com
    Pakai yang benar, hasilnya juga benar via newbornbaby.com

    Kini, banyak produk tes kehamilan yang beredar di pasar. Mereka hadir dengan fitur dan teknologi baru yang tidak kalah canggih. Agar Anda dapat mengetahui tingkat sensitivitas dari testpack, bacalah informasi dari kemasannya. Biasanya, kemasan testpack mencantumkan tingkat konsentrasi terendah hCG dalam satuan milli-International Units per milimeter (mIU/ml) yang bisa dideteksi. Misalnya, alat tes yang mengklaim dapat mendeteksi hCG pada 20 mIU/ml seharusnya lebih sensitif daripada yang 50 mIU/ml. Semakin kecil angka yang ditunjukkan, maka semakin sensitiflah ia dalam tes kehamilan.

    Sebelum menggunakan testpack, pertama-tama cek dahulu tanggal kadaluarsa alat pada kemasan. Apalagi kalau Anda tidak menggunakan testpack yang baru dibeli. Testpack yang disimpan mungkin saja belum kadaluarsa, tapi ia bisa menjadi lembab dan terkena panas. Akibatnya, kualitasnya menurun dan kurang sensitif untuk mendeteksi kehamilan. Segera ganti testpack dan belilah yang baru!

    Setelah itu, mulailah melakukan tes kehamilan. Untuk hasil yang paling baik, gunakan testpack di pagi hari. Ini karena urin senantiasa terkonsentrasi di saat itu. Pastikan telah membaca petunjuk pemakaian pada kemasan secara seksama, sebab setiap merek punya panduan yang berbeda-beda. Ada merek yang menyarankan Anda untuk menampung urin dan meneteskan sedikit saja pada testpack. Ada pula yang memperbolehkan Anda untuk buang air kecil langsung di atas alatnya. Ada juga yang tidak melarang Anda untuk melakukan kedua cara tersebut.

    Masing-masing merek punya cara berbeda untuk menunjukkan hasil tes kehamilan. Ada yang menunjukkan garis berwarna biru atau pink, ada yang menggunakan simbol plus dan minus, bahkan yang paling canggih adalah dengan menggunakan audio/kata (biasanya testpack digital).

    Sedangkan untuk menunjukkan hasil tes valid, kebanyakan merek punya indikator kontrol berupa dua garis atau simbol. Anda perlu waktu selama 10 menit untuk melihat hasil tes kehamilan sekaligus indikator kontrolnya. Jika indikator tersebut tidak muncul dengan benar, ada kemungkinan testpack rusak. Anda bisa menghubungi produsen untuk melakukan komplain atau menghubungi nomor telepon bebas pulsa perusahaan testpack.

     

    Jika Anda sudah menggunakan testpack dan menemukan hasil negatif atau positif tapi garisnya samar-samar, tunggulah beberapa hari atau minggu. Anda dapat mencoba tes kehamilan lagi saat menstruasi tidak datang. Kasus seperti ini mungkin saja disebabkan karena ovulasi datang terlambat dari biasanya.

    Kalau mendapati satu kali hasil negatif, jangan menyerah begitu saja. Ini tidak selalu berarti tidak hamil. Jumlah hCG yang diproduksi setiap wanita berbeda-beda dan bervariasi pada setiap kehamilan. Jika Anda masih belum mendapatkan menstruasi dan alat tes tidak kunjung menunjukkan hasil positif, hubungi perusahaan testpack tersebut. Lebih baik lagi, jika Anda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penjelasan jika ada potensi tertentu pada kehamilan. Selamat berusaha dan tetap semangat ya, Ledis!

  • Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Ledisia.com – Halo, Ledisian! Sebelumnya, kita telah membahas bagaimana pentingnya pemeriksaan pra konsepsi untuk kesuburan. Dari artikel tersebut, Anda telah mendapatkan gambaran tiga manfaat yang akan diperoleh jika melakukan pemeriksaan sebelum berencana untuk hamil. Manfaat utamanya ialah agar rahim siap huni bagi si calon bayi, memberikan petunjuk bagi dokter dan Anda bersama suami untuk langkah perencanaan kehamilan selanjutnya, serta menyiapkan kondisi psikis Anda agar tidak mudah stres saat menjalani program hamil kali ini.

    Pada artikel tersebut juga disebutkan bahwa dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan. Misalnya berupa formulir isian mengenai riwayat ginekologis, riwayat medis, riwayat obstetrik, dan lain-lainnya. Daftar pertanyaan panjang inilah yang akan memberikan pemahaman kepada dokter mengenai kondisi rahim Anda apakah telah siap huni atau tidak.

    Dengan Panduan Ini, Pemeriksaan Pra Konsepsi Tidak Akan Sulit dan Lupa Lagi

    Lalu, pertanyaan apa sajakah yang akan disampaikan oleh dokter pada pemeriksaan pra konsepsi tersebut? Nah, berikut ini Ledisia.com paparkan sejumlah contoh pertanyaan yang bisa menjadi gambaran bagi Anda dan juga pasangan!

    1. Bagi wanita, usia bukan hanya pelengkap biodata melainkan tolak ukur tingkat kesuburan mereka

    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang - via zwierciadlo.pl
    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang – via wierciadlo.pl

    Pertanyaan yang tentu dilontarkan pada Anda adalah:

    “Berapa usia Anda dan berapa usia suami Anda?”

    Pertanyaan terkait usia ini bukanlah untuk kebutuhan biodata semata. Usia perlu diketahui dokter untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan masih termasuk dalam usia-usia subur untuk memiliki anak. Jika saja usia Anda sudah mencapai 35 tahun ke atas, peluang kesuburan tentu saja akan semakin kecil.

     

    2. Dalam riwayat ginekologis, dokter akan bertanya tentang organ reproduksi Anda. Jika merasa ada yang masih perlu di sampaikan, jangan ragu-ragu katakan saja!

    Kapan pertama kali menstruasi? - via canadianpharmacymeds.com

    Kapan pertama kali menstruasi? – via canadianpharmacymeds.com

    • Pada usia berapakah pertama kali Anda mengalami menstruasi? Apakah siklus menstruasi Anda selalu rutin dan berapa lama siklus itu berlangsung? Dan, kapan terakhir kali mengalami menstruasi?
    • Apakah sempat atau sedang menggunakan kontrasepsi?
    • Apakah pernah memiliki atau didiagnosis mempunyai pap smear yang abnormal? Artinya, apakah Anda bermasalah pada leher rahim atau memiliki kanker serviks?
    • Apakah suami pernah teranalisis memiliki infeksi seksual menular, seperti herpes, sipilis, dan lain-lain?
    • Punya pengalaman dengan penyakit radang panggul? Atau mungkin, dokter mengatakan bahwa Anda memiliki kelainan rahim setelah pemeriksaan tertentu?
    • Pernah mengikuti tes HIV? Lalu, bagaimana hasilnya?
    • Apakah Anda dan suami berhubungan secara monogami? Atau malah poligami?
    • Ketika ibu mengandung Anda, apa saja obat yang dikonsumsinya? Adakah obat yang beresiko membawa kecacatan?
    • Apakah Anda pernah mengalami operasi ginekologis atau yang berdampak pada organ reproduksi?
    • Pernah melakukan perawatan kesuburankah sebelumnya?
    • Adakah problem ginekologis atau masalah pada organ reproduksi yang belum dinyatakan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? Katakan saja!

     

    3. Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan, riwayat obstetrik akan menilik permasalahan yang Anda alami di kehamilan terakhir

    Sakit di kehamilan sebelumnya - via promum.ru
    Sakit di kehamilan sebelumnya – via promum.ru

    Pada bagian ini, dokter akan mengetahui lebih lanjut riwayat kehamilan Anda. Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengandung, maka pertanyaan-pertanyaan berikutlah yang perlu dijawab!

    • Pernahkah Anda hamil sebelumnya?
    • Jika memang pernah hamil, pernahkah Anda mengalami keguguran? Berapa lama usia kehamilan hingga pada akhirnya keguguran? Lalu, apa penyebab keguguran? Karena komplikasi atau ada alasan lain?
    • Pernahkah mengaborsi kandungan? Pada usia kehamilan berapa bulankah dan apa yang jadi alasannya?
    • Punya sejarah kehamilan di luar rahim? Jika iya, berapa minggu usia kehamilan Anda waktu itu? Apakah dilakukan operasi karenanya?
    • Ketika Anda melahirkan sebelumnya, kapan dan di mana anak itu dilahirkan? Apa jenis kelaminnya, berapa berat badannya, dan usia kehamilan? Kemudian, persalinannya normal atau caesar?
    • Pernahkah mengalami komplikasi penyakit semasa kehamilan? Misalnya seperti diabetes, persalinan prematur, masalah plasenta, dan lain sebagainya?
    • Adakah Anda mengalami depresi pada kehamilan sebelumnya?
    • Apakah ada komplikasi yang terjadi setelah Anda melahirkan?

     

    4. Riwayat medis akan mencatat macam-macam penyakit serius yang Anda alami. Jika pernah mengalaminya, bukan berarti tidak ada dampaknya pada kehamilan nantinya

    Pernah opname? - via wisegeek.com
    Pernah opname? – via wisegeek.com
    • Apakah Anda pernah mengalami penyakit medis yang cukup serius? Atau pernah mengalami satu atau beberapa deretan penyakit ini: diabetes, hipertensi, epilepsi, kejang-kejang, hepatitis, liver, jantung, pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, kanker, lupus, atau radang sendi? Lalu, pernah dirawat di rumah sakit karenanya?
    • Punya masalah pencernaan?
    • Jika pernah, kapan dan mengapa Anda melakukan operasi? Adakah permasalahan yang berkaitan dengan anestesi?
    • Pernah transfusi darah?
    • Apakah sekarang sedang mengalami perawatan karena kondisi tertentu?
    • Apakah belakangan ini Anda terjangkit penyakit menular? Adakah orang di sekitar lingkungan Anda yang memiliki penyakit TBC atau hepatitis?
    • Apakah ada salah satu atau lebih dari anggota keluarga yang menderita diabetes, hipertensi, stroke, epilepsi/kejang, penyakit ginjal, hepatitis, liver, gangguan jantung, masalah pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, lupus, atau radang sendi?

     

    5. Kalau sedang mengkonsumsi obat tertentu, bawa saja kemasannya saat pemeriksaan nanti. Kemasan tersebut bisa membantu Anda melewati pertanyaan tentang obat-obatan dan alergi.

    Bawa serta obatnya - via liveinternet.ru
    Bawa serta obatnya – via liveinternet.ru
    • Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat resep atau obat yang dijual di pasar bebas? Berapa dosisnya?
    • Obat apa yang Anda minum? Vitamin, obat herbal, atau sekedar suplemen? Ada baiknya jika Anda mencatatnya dengan rapi sebelum berangkat menemui dokter. Jika tak ingin kesulitan, kemasan obat itu pun boleh dibawa serta.
    • Apakah Anda mengkonsumsi asam folat harian sebesar 400 mikrogram per harinya? Asam folat itu lalu dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan multivitamin lain?
    • Punya alergi pada obat atau karet? Atau adakah alergi lainnya seperti alergi makanan, udara, dan lain-lain? Sampaikan saja pada dokter!

     

    6. Pertanyaan tentang riwayat vaksinasi pun akan lebih terbantu lagi jika Anda membawa catatan vaksinasi sedari kecil. Jika tidak, bertanya pada ibu paling tidak bisa membantu sedikit demi sedikit

    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan - via opposingviews.com
    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan – via opposingviews.com

    Jika Anda masih memiliki catatan lengkap mengenai vaksin yang diterima sejak kecil, maka bawalah itu saat kunjungan ke dokter. Jika tidak, coba tanyakan pada orang tua khususnya ibu tentang riwayat vaksinasi apa saja yang pernah ditujukan pada Anda. Jika catatan masih lengkap atau masih ingat, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin lebih mudah dijawab.

    • Pernahkah Ledis mendapat cacar air? Atau malah pernah vaksin cacar air sebelumnya?
    • Semasa kecil, apakah Anda mendapatkan vaksin komplit meliputi rubela, gondok, dan campak? Pernah diperiksa untuk uji ketahanan terhadap virus rubela? Pernahkah juga divaksin untuk hepatitis B atau untuk virus human papilloma?
    • Kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus?
    • Belakangan ini, apakah Anda terkena penyakit flu?
    • Adakah rencana berwisata ke negara lain yang tengah Anda dan suami rencanakan dan membutuhkan vaksin tertentu?

    7. Sejarah sosial dan emosi juga penting diketahui lewat pertanyaan-pertanyaan ini sehingga stres dapat dihindari sejak dini

    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami - via zirkinandschmerlinglaw.com
    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami – via zirkinandschmerlinglaw.com
    • Pernahkah Anda dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kemauan?
    • Apa pernah Anda menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga? Pada hubungan rumah tangga yang sekarang ini, apakah Anda mengalami kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal? Pernah ditendang, dipukul, atau didorong?
    • Pernahkah Anda menderita gangguan mental atau emosi? Apakah depresi dan gangguan makan pernah mendatangi Anda?

     

    8. Gaya hidup dan kebiasaan Anda turut berpengaruh. Barangkali ada gaya hidup negatif yang luput, pertanyaan ini dapat membantu

    Hindari kebiasaan minum-minum - via guim.co.uk
    Hindari kebiasaan minum-minum – via guim.co.uk
    • Apakah benar Anda senang merokok? Atau, menjadi perokok pasif mungkin?
    • Anda suka minum alkoholkah? Kalau memang benar jawabannya, seberapa banyak takarannya dan seberapa sering waktunya?
    • Pernahkah mengkonsumsi narkoba? Apakah sekarang masih?
    • Berapa kali dalam sehari Anda minum kopi atau apapun yang berkafein? Berapa kali dan berapa banyak jumlahnya?
    • Apakah mengunjungi dokter gigi jadi rutinitas?
    • Benarkah olahraga menjadi kebiasaan rutin?
    • Punya masalah dengan berat badan? Jika iya, pernahkah melakukan diet atau pantangan makanan tertentu?
    • Jika Anda gemar menyantap ikan, ikan seperti apa yang Anda sukai? Kapan terakhir memakannya dan berapa banyak?
    • Apakah pernah memakan daging mentah atau daging yang dimasak dengan tingkat kematangan kurang? Daging sapi, ikan, telur, ayam, atau hewan ternak lainnya kah itu?
    • Anda senang memelihara hewan? Atau terbiasa mengisi waktu luang dengan berkebun?
    • Apakah mandi di bak panas atau sauna sudah jadi kebiasaan Anda?
    • Bagaimana situasi dan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja? Apakah tempat-tempat itu merupakan area yang sering bersentuhan dengan zat kimia berbahaya seperti cat, deterjen, pestisida, merkuri, atau racun-racun lainnya?

     

    9. Pemeriksaan genetik akan menjelaskan potensi penyakit turunan. Sehingga Anda perlu memahami sejarah keluarga Anda dan suami

    Ketahui sejarah keluarga besar - via pinimg.com
    Ketahui sejarah keluarga besar – via pinimg.com

    Pada pemeriksaan genetik, dokter akan mengetahui sejarah keluarga Anda dan keluarga suami terutama di bagian penyakit turunan/warisan. Wajar saja jika dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda seperti berikut:

    • Apakah ada anggota keluarga (dalam konteks ini adalah keluarga Anda, keluarga suami, serta jika ada, anak Anda dari kehamilan sebelumnya) yang lahir dalam kondisi cacat? Misalnya pada bagian ginjal, tabung syaraf, atau jantung?
    • Adakah anggota keluarga yang mengalami down syndrome atau kelainan kromosom?
    • Bagaimana dengan kecacatan intelektual? Adakah yang mengalami autisme dan gangguan semacam itu?
    • Ada yang pernah keguguran atau melahirkan bayi sudah dalam keadaan mati?
    • Apakah penyakit anemia atau talasemia menjadi warisan dalam keluarga?
    • Bagaimana dengan hemofilia, gangguan perdarahan, gangguan otot, gangguan tulang belakang? Ada penyakit turunan yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan di atas? Sampaikanlah!

     

    Dari daftar panjang pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadikan perencanaan kehamilan tidak boleh dianggap remeh lagi. Pertanyaan ini bahkan bisa menjadi bayangan kalau saja ada faktor yang terlewatkan yang menjadi penyebab program hamil menjadi gagal.

    Tunggu apalagi? Segeralah datangi dokter dan lakukan pemeriksaan pra konsepsi. Tim Ledisia mendoakan semoga hasilnya positif sehingga Anda dan suami bisa segera merencanakan dan mendapatkan momongan. Tetap semangat dan hindari stres ya!

  • Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!

    Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?

    Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati

    Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.

    Mungkin Ledis akan bertanya,

    Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?

    Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.

    1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni

    Apakah rahim saya siap huni, Dok? - via dailybest.it
    Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it

    Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.

    Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.

    Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.

    Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.

    Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.

    Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.

    Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.

    Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.

     

    2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu

    Memastikan langkah selanjutnya - via allergo.com.br
    Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br

    Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.

    Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.

     

    3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.

    Hati senang juga kunci kesuburan - via women-online.nl
    Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl

    Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.

    Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.

     

    Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!

    Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.

    Selamat mencoba Ledis! Semoga berhasil!

  • 4 Trik Agar Perencanaan Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    4 Trik Agar Perencanaan Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    “Semoga usaha meraih kehamilan ini segera mendapatkan hasil. Amin.”

    Ledisia.com – Barangkali itulah doa yang selalu Ledisian dan suami panjatkan setiap malam, sebelum tidur. Ya, doa yang intinya agar segala usaha untuk mendapatkan momongan tidak berakhir sia-sia. Bayangkan saja! Segala daya upaya dan usaha keras sudah ditempuh. Tentu saja besar harapan Anda agar bisa segera mewujudkan mimpi menimang bayi. Lantas, Anda sudah tak sabar sembari menghitung hari kapan kabar baik itu akan segera datang.

    Usaha dan doa memang tak boleh putus bagi para Ledisian yang sedang merencanakan kehamilan. Tentunya, Anda dan suami tidak ingin bukan jika rencana kehamilan itu berubah sia-sia? Atau tiba-tiba saja, kehamilan sudah datang namun muncul permasalahan-permasalahan lain yang tak terduga? Nah! Sebelum itu terjadi, Ledisia.com akan berbagi 4 trik yang dapat membantu anda agar segera mendapatkan kehamilan!

     

    Karena Kerja Keras Sudah Maksimal, 4 Trik Ini Perlu Dicoba Agar Rencana Kehamilan Tak Jadi Sia-Sia

     

    1. Menemui dokter terpercaya tak harus saat tubuh sakit. Cobalah menguji kesehatan Anda secara menyeluruh supaya rahim tidak ringkih terhadap penyakit.

    Menemui dokter terpercaya tak harus saat tubuh sakit. Cobalah menguji kesehatan Ledis secara menyeluruh supaya rahim tidak ringkih terhadap penyakit
    Rutin medical check up ke dokter  via i8.babygaga.com

    Kehamilan sempurna bisa Anda dapat jika tubuh sehat senantiasa. Kesehatan pun dituntut selalu prima dari awal mula perencanaan kehamilan hingga nanti bayi sudah lahir dan menyusui. Namun, Anda tahu bukan jika kesehatan yang prima tidak datang begitu saja? Bahkan tanpa disadari, tubuh kita mungkin saja nampak bugar namun memiliki potensi penyakit tertentu.

    Itulah mengapa Ledisia.com menyarankan untuk menemui dokter kepercayaan Anda. Berkonsultasilah dengannya tentang niat dan bagaimana rencana kehamilan Anda dan suami. Mintalah juga tes genetik untuk memastikan bagaimana kondisi tubuh Anda sebelum merencanakan kehamilan. Apakah benar rahim Anda sudah benar-benar siap atau sehat untuk didiami si calon jabang bayi. Atau adakah penyakit keturunan/genetik yang membuat Anda riskan untuk mengandung dan melahirkan bayi. Hal yang sama juga berlaku untuk suami Anda.

    Jika memang memiliki potensi penyakit tertentu, bukankah Anda dan suami bisa segera menuntaskannya terlebih dahulu? Dan jika memang Anda diharuskan menjalani pengobatan atau terapi dalam jangka waktu lama sebelum benar-benar memiliki anak, paling tidak Anda bisa menyiapkan mental dan fisik dahulu sebelum merencanakan kehamilan.

    Bukannya ingin menakut-nakuti. Tapi bukankah mengetahui, mencegah, mengantisipasi, dan mempersiapkan sejak dini adalah langkah baik sebelum apapun yang terburuk terjadi? Meski trik ini mungkin akan sedikit merogoh kocek, tapi percayalah kalau Anda akan lega melihat hasilnya! Tes ini pun rata-rata hanya membutuhkan sampel darah atau liur dan terkadang layanan ini sudah tercakup dalam jaminan kesehatan!

     

    2. Masa paling indah untuk merencanakan kehamilan adalah pada masa subur. Oleh karenanya, jangan sampai waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur.

    Masa paling indah untuk merencanakan kehamilan adalah pada masa subur. Oleh karenanya, jangan sampai waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur
    Jangan biarkan waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur via pressrs.ba

    Sudah bukan rahasia lagi kalau masa subur menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk perencanaan kehamilan. Inilah masa ideal untuk pasangan suami istri melakukan hubungan seksual. Di masa inilah, sel telur pada organ reproduksi wanita terlepas dari ovarium dan siap dibuahi. Lalu, kapan sebenarnya masa ovulasi Anda? Untuk mengetahuinya, Anda dapat membaca kembali artikel Ledisia.com tentang “3 Hal Remeh Yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda“.

    Sel telur dan sperma dapat diibaratkan permainan dart. Jika sel sperma adalah panah yang dilempar, maka sel telur adalah papannya. Ketika Anda tahu kapan waktunya ovulasi, itu artinya Anda bisa mengatur berapa derajat dan sejauh apa panah dilempar. Sekaligus juga, teknik melempar dan posisi papan yang tepat pun bisa dibuat pas agar panah langsung melesat ke pusat papan dart. Bukankah ini lebih baik dibandingkan dengan asal saja melempar panah dan menunggu-nunggu kapan waktu memberitahu kehamilan tiba?

     

     

    3. Setelah tahu pasti kapan berovulasi, jangan malas mencoba lagi. Rajin berhubungan seksual di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi.

    Setelah tahu pasti kapan berovulasi, jangan malas mencoba lagi. Rajin berhubungan seksual di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi
    Rajin berhubungan di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi via s2.gigacircle.com

    Jika waktu ovulasi saja sudah bisa diketahui, maka kini tinggal mengatur waktu saja kapan Anda dan suami bisa rajin-rajin melakukan hubungan seksual. Waktu itu adalah tiga hari sebelum masa ovulasi ditambah satu hari pertama di masa ovulasi. Sperma sendiri bisa bertahan selama tiga sampai enam hari dalam tubuh wanita, sedangkan sel telur hanya bisa bertahan sehari. Maka jika Anda berhubungan seksual pada hari Jumat, maka ia dapat bertahan pada tuba falopi dan menunggu pertemuannya dengan sel telur hingga hari Senin bahkan sampai Kamis.

    Jika masih tidak yakin kapan masa subur akan tiba, trik sederhananya adalah melakukan rajin melakukan hubungan seks setiap hari. Cara ini mungkin untuk menggempur seluruh masa subur Anda. Dengan hubungan seksual yang sesering ini, berarti Anda akan memiliki banyak sperma yang siap menunggu di saluran tuba falopi setiap harinya. Lantas, sel sperma akan siap siaga bertemu dengan sel telur setiap sel telur terlepas dari ovarium.

     

     

    4. Masa subur akan sia-sia jika sang suami tak prima. Karenanya, pastikan kualitas sperma ada di posisi siaga.

    Masa subur akan sia-sia jika sang suami tak prima. Karenanya, pastikan kualitas sperma ada di posisi siaga
    Optimalkan kualitas sperma via footage.framepool.com

    Merencanakan kehamilan tak sesempit perkara sel telur saja. Kualitas sel sperma yang maksimal juga dituntut selalu ada. Sperma yang baik untuk kehamilan yang sukses adalah yang sehat, kuat, dan berlimpah. Namun, jangan khawatir! Untuk mendapatkan sperma yang sehat dan dalam cadangan berkecukupan, berikut inilah cara agar suami Anda bisa mendapatkannya:

    4.1 Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman keras

    Studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dan minuman keras setiap hari dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma. Sebaliknya, jumlah sperma yang abnormal malah akan semakin meningkat. Padahal sperma yang seperti ini kurang baik kualitasnya untuk membuahi sel telur.

    4.2 Tembakau dan narkoba jadi daftar selanjutnya yang harus dihentikan

    Tembakau tidak hanya buruk untuk pernapasan Anda dan orang-orang di sekitar. Sedangkan narkoba sendiri dikenal dapat mengkacaukan seluruh sistem dalam tubuh, bahkan dapat mengancam nyawa orang yang mencanduinya. Dari segi reproduksi manusia sendiri, keduanya dikenal berpengaruh untuk kualitas sperma. Fungsi sperma pun akan memburuk jika keduanya tak kunjung dihentikan sebelum masa perencanaan kehamilan.

    4.3 Sama halnya seperti si istri, suami harus mencukupi diri dengan makanan yang bernutrisi

    Sayur dan buah-buahan adalah makanan yang dari kecil, dinasehatkan oleh orang tua kita agar tak lupa dikonsumsi. Nyatanya, nasehat itu pun berlaku hingga kini untuk para pria dan wanita yang merencanakan kehamilan.

    Apabila menilik dari sumber kandungannya, Ledis dan suami jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seperti zink, asam folat, kalsium, dan vitamin C dan D. Seluruh nutrisi tersebut akan membantu para suami menciptakan sel sperma yang berlimpah, kuat, dan mudah bermobilitas menuju sel telur.

    4.4 Hindari sauna, berendam air panas, serta mandi air panas agar testis tak turut memanas

    Seperti yang sudah pernah dibahas pada artikel “10 Hal Yang Harus Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan“, kolam air panas, sauna, dan mandi air panas wajib dihindari karena dapat membunuh sperma. Testis sendiri sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Oleh karenanya, aktivitas seperti bersepeda dan menggunakan celana ketat juga perlu dihindari sementara waktu karena turut membuat testis mengalami kenaikan suhu. Testis sendiri berfungsi paling baik pada suhu 94-96 derajat Fahrenheit, beberapa derajat lebih dingin dari suhu tubuh normal.

     

     

    Jika Ledis berencana hamil secara alami (tanpa perlakuan khusus dari dunia medis atau dokter, seperti bayi tabung), itu sangat mungkin terjadi dalam tiga bulan pertama setelah hubungan seksual. Sekitar 6 dari 10 pasangan melakukan perencanaan semacam itu. Setelah itu, Ledis bisa terus rajin mencoba jika belum mendapatkan hasil juga.

    Namun, pertimbangkan usia Ledis pula. Sebab tingkat kesuburan pada wanita akan mulai menurun setelah usia 35 tahunan. Jika memang usia Ledis begitu adanya, rajin berkonsultasi pada dokter spesialis kandungan adalah jawaban jika sudah lebih dari enam bulan hubungan seksual tidak segera mengandung. Dan jika usia Ledis berada di antara 30-35 tahun, terus mencoba selama satu tahun sebelum mencari bantuan ada baiknya dilakoni terlebih dulu. Namun jika sudah sabar menunggu dalam jangka waktu tersebut dan belum juga menghasilkan apapun, buat apa menunggu? Segeralah meminta bantuan dari dokter spesialis terpercaya!

  • Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan?
    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan? via www.websitesolutionsindia.in

    Ledisia.com – Buat Anda yang sudah menikah, pasti sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan momongan. Rasanya, keluarga kecil Anda akan semakin hidup lagi dan Anda pun punya “mainan” baru di rumah. Tak mengherankan apabila pertanyaan “Berapa lama lagi saya bisa hamil?” kerapkali melintas hilir mudik di pikiran Anda.

    Sayangnya, tidak ada yang bisa memperkirakan dengan pasti kapan seseorang bisa segera memiliki momongan setelah hubungan seksual pertamanya. Walaupun Anda dan suami sudah sangat bekerja keras demi mewujudkan kehamilan, kapan Anda hamil pun perkara hanya Tuhan yang akan tahu pasti waktunya. Sedangkan itu, umur Anda akan terus bertambah seiring waktu.

    Namun berdasarkan data yang tim Ledisia.com dapatkan dari situs babycenter.com, mayoritas pasangan bisa mendapatkan kehamilan dalam waktu tiga bulan setelah berhubungan seksual. Jangka waktu itu sendiri bisa menjadi lebih lama apabila usia Anda lebih tua, memiliki kebiasaan yang tidak ramah dengan kesuburan (seperti merokok atau minum alkohol), dan memiliki kondisi yang merusak kesuburan.

    Kebanyakan pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, juga memiliki kecenderungannya masing-masing sampai dikatakan positif hamil. Data berikut, misalnya:

    • 30% hamil dalam siklus pertama (sekitar satu bulan)
    • 59% hamil dalam waktu tiga siklus (sekitar tiga bulan)
    • 80% hamil dalam waktu enam siklus (sekitar enam bulan)
    • 85% hamil dalam waktu 12 siklus (sekitar satu tahun)
    • 91% hamil dalam waktu 36 siklus (sekitar tiga tahun)
    • 93-95% hamil dalam waktu 48 siklus (sekitar empat tahun)

    Jika dalam hitungan tahun Anda belum mendapati kehamilan juga, segera berkonsultasilah dengan seorang spesialis kandungan dan kesuburan. Meskipun Anda tak pernah lelah untuk mencoba hamil, tetapi kalau Anda memang memiliki masalah kesuburan, bukanlah lebih baik untuk segera mendapatkan bantuan daripada harus membuang waktu-waktu Anda yang berharga? Apalagi jika Anda telah berusia 35 tahun ke atas. Waktu akan terus berjalan dan usia Anda pun akan terus bertambah. Inilah alarm tepat bagi Anda untuk cepat-cepat mengatur janji dengan spesialis jika Anda tidak kunjung hamil dalam waktu enam bulan.

    Sekitar 80-90% dari pasangan suami istri bisa hamil secara alami. 10% akhirnya didiagnosis dengan infertilitas. Sekitar 93-95% dari pasangan mungkin bisa hamil secara alami jika mereka mencoba cukup lama. Sayangnya, hanya beberapa saja di antara mereka yang memilih mencari bantuan daripada menunggu untuk mencari tahu.

    Diagnosis Anda tidak subur sendiri, secara sederhana diartikan sebagai satu tahun mencoba hamil pada wanita berusia di bawah 35 tahun atau enam bulan mencoba pada wanita usia 35 tahun atau lebih, dan keduanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Setelah adanya diagnosis tersebut, pasangan yang didiagnosis tidak subur tersebut akan mendapatkan sejumlah bantuan atau manajemen agar dapat sesegera mungkin mendapatkan kehamilan. Jika masih tidak berhasil, biasanya pilihan yang ditawarkan adalah sumbangan sperma, surrogacy, atau adopsi.

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?
    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan? via aws-dist.brta.in

    Semakin usia Anda bertambah, semakin lama pula bagi Anda untuk hamil. Ini karena kualitas telur Anda akan cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, telur-telur tersebut sudah ada bersama Anda semenjak Anda lahir lo! Dengan demikian, semakin sedikit dari telur-telur tersebut yang dapat bergabung dengan sperma dan tubuh menjadi bayi sehat. Menariknya, tingkat kesuburan pria tidak akan menurun sebelum usianya mencapai 50 tahun.

    Setelah setahun mencoba, ada sekitar 86% wanita subur yang sehat dan berusia awal 20 tahunan akan hamil. Tingkat kehamilan menurun menjadi sekitar 63% pada wanita sehat berusia awal 30 tahunan. Dan pada wanita sehat berusia awal 40 tahunan, tingkat kehamilan turun menjadi 36%. Sedangkan mereka yang berusia 45, hampir 0% kesempatan untuk bisa hamil.

    Kapan Anda Hamil Memang Perkara Anugerah Tuhan. Tapi Jika Selalu Berusaha, Kehamilan Anda Mungkin Disiasati Lebih Cepat

    Hamil lebih cepat, kenapa tidak?

    Ya, Anda bisa hamil lebih cepat tanpa perlu menunggu usia Anda semakin bertambah lagi. Lalu, bagaimana caranya?

    1. Cari tahu kapan Anda akan berovulasi

    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi
    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi via www.desiherbal.com

    Anda hanya bisa hamil saat Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium Anda) atau ada pada masa subur. Ada beberapa metode berbeda yang dapat Anda coba untuk membantu menentukan kapan Anda akan berovulasi. Dengan kalender ovulasi, salah satunya.

    2. Waktu seks dan ovulasinya

    Waktu seks dan ovulasinya
    Waktu seks dan ovulasinya via notihoy.com

    Studi menunjukkan bahwa pasangan yang menjadwalkan hubungan seks bertepatan dengan ovulasi, akan hamil lebih cepat. Sedangkan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah dari dua sampai tiga hari sebelum ovulasi selama masa siklus Anda. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan dari pasangan yang melakukan hubungan seksual pada masa subur memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil. Bahkan kemungkinan peluang untuk hamil bisa naik hingga 30-91%.

    3. Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan

    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan
    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan via drsuelab.com

    Selagi Anda mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan tubuh Anda untuk kehamilan nantinya. Kesehatan tubuh dan organ reproduksi Anda dan suami Anda pula, menjadi faktor penting dalam kesuburan. Bila perlu, ambillah jadwal pemeriksaan dengan dokter untuk sekedar berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan dan kandungan. Berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol berlebih, dan jumlah kafein yang tinggi. Pelajari dan konsumsi nutrisi untuk kesuburan dan kehamilan Anda, serta dapatkan berat badan yang sehat untuk menunjang kesuburan Anda.

    Ya. Kapan Anda dan suami bisa menimang momongan memang perkara rahasia dan anugerah dari Yang Maha Esa.

    Tapi, bukankah manusia tetap harus berusaha demi mencapai impiannya?

    Tanpa usaha yang rajin dan kompak antara Anda dan suami, tentunya impian akan hanya jadi sekedar mimpi. Percayalah, mendengar tangis bayi dalam istana Anda tinggallah sebentar lagi!

  • 3 Tips Memantapkan Perencanaan kehamilan Anda

    3 Tips Memantapkan Perencanaan kehamilan Anda

    Kehamilan perlu direncanakan dengan mantap agar tidak kewalahan nantinya
    Kehamilan perlu direncanakan dengan mantap agar tidak kewalahan nantinya via http://pinimg.com/

    Ledisia.com – Memiliki momongan memang sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang mendambakannya. Memiliki momongan yang sehat dan lucu pun dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Anda. Tapi, perlu Anda cermati bahwa menimang momongan dan menjadi orang tua tidaklah mudah.

    Sebutlah saja seperti kapan harus menghentikan kontrol kelahiran (untuk yang sempat menunda kehamilan dan sudah pernah memiliki anak), berapa banyak waktu yang diperlukan untuk mengambil cuti, dan mencari tahu apakah Anda masih mampu memiliki anak. Itupun hanya sedikit persiapan dari masih banyaknya lagi yang harus Anda pikirkan.

    Lahirnya anak baru juga menuntut Anda berpikir tentang bagaimana gaya hidup Anda, keuangan, pekerjaan, hubungan, hingga nasib anak-anak yang lain. Tak terbayangkan bagaimana repotnya Anda nanti karena harus bertanggung jawab atas kewajiban yang lebih.

    Setiap orang boleh saja mengatakan kapan memiliki momongan yang tepat, berapa banyak jumlah anggota keluarga atau anak yang terbilang sempurna. Semua ada saja positif dan negatifnya dan sah-sah saja. Namun untuk keputusan apakah Anda akan memiliki momongan, itu kembali lagi pada Anda.

    3 Hal yang Perlu Anda Mantapkan Dalam Perencanaan Kehamilan yang Matang

    Lalu, hal apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda merencanakan kehamildan dan menyambut kehadiran buah hati dalam hidup Anda? Berikut ini, Ledisia.com paparkan untuk Anda.

    1. Untuk yang sudah memiliki momongan sebelumnya, kapan waktu terbaik untuk memiliki momongan yang baru?

    Untuk yang sudah memiliki momongan sebelumnya, kapan waktu terbaik untuk memiliki momongan yang baru?
    Untuk yang sudah memiliki momongan sebelumnya, kapan waktu terbaik untuk memiliki momongan yang baru? via rajanego.co.id

    Pada sejumlah kasus, ada orang tua yang memilih untuk menambah momongan lagi setelah beberapa tahun setelah kehamilan pertamanya. Keputusan seperti itu dipilih karena sang ibu ingin mengenal dan mendekatkan diri dengan si anak lebih dalam. Dengan kata lain, sang ibu bisa mengenal karakter anak dan melatihnya menjadi lebih baik. Di samping itu, ada pula yang beralasan agar bisa mempersiapkan janin agar siap untuk kehamilan selanjutnya.

    Ada pula yang memilih waktu berdekatan untuk memiliki momongan lagi. Memang mengurus dua anak secara bersamaan, pada saat keduanya belum mandiri terasa sangat merepotkan. Namun, bagi ibu-ibu yang telah menjalaninya mengaku puas akan hasil dan pengorbanan mereka setelah mengasuh dua anak yang usianya berdekatan. Ketika usia sang anak sudah agak besar, konon hubungan persaudaraan akan lebih dekat dan akrab.

    Keduanya sah-sah saja kok untuk Anda pilih, selama itu sesuai dengan tujuan dan kondisi keluarga Anda. Jangan lupa, Anda juga perlu mendiskusikan dengan pasangan Anda dan kompak menjalani keputusannya bersama-sama.

    2. Apa kata peneliti?

    Apa kata peneliti?
    Apa kata peneliti? via http://ecopolitica.net/

    Melihat kecenderungan hubungan anak-anak dengan orang tua, persaingan atau kecemburuan antara si kakak dan adik, dan permasalahan lain yang mungkin muncul, Jeannie Kidwell, seorang profesor studi keluarga di University of Tennessee di Knoxville, mengatakan waktu terbaik memiliki momongan lagi adalah ketika anak Anda berada di bawah umur satu tahun atau lebih dari empat tahun.

    Alasannya, anak di bawah umur satu tahun tidak memiliki rasa eksklusif dan cenderung kurang membenci pendatang baru. Begitu momongan baru Anda nanti lahir, mereka akan memandangnya sebagai sahabat atau kawan sebaya.

    Sedangkan mereka yang usianya lebih dari empat tahun, memiliki waktu cukup untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Ditambah lagi, mereka sudah mengenal pergaulan dengan kawan-kawan di lingkungan masyarakat. Maka, sebagian waktu orang tua bisa dicurahkan untuk kehadiran si adik.

    Namun jika berbicara tentang kesehatan bayi, menunggu dua atau tiga tahun sebelum Anda hamil lagi tidak tabu dilakukan. Penelitian menemukan bahwa dalam satu tahun setelah kelahiran sebelumnya dapat beresiko pada kesehatan sang bayi. Misalnya kelahiran terlalu dini atau prematur, berat badan bayi yang kurang, atau berukuran lebih kecil daripada seharusnya tubuhnya dalam janin.

    3. Untuk Anda yang baru pertama kali merencanakan kehamilan, hal apa yang harus dipikirkan sebelum memberi keputusan final tentang kehamilan?

    3.1 Bagaimana anak akan mengubah hidup Anda?

    Bagaimana anak akan mengubah hidup Anda?
    Bagaimana anak akan mengubah hidup Anda? via onedio.com

    Apakah Anda dan pasangan sama-sama bekerja? Apakah ketika Anda nanti memiliki momongan nanti, hal ini akan mengganggu Anda? Atau apakah Anda dan pasangan adalah tipe-tipe pasangan yang masih ingin hidup bebas dan menjelajah ke mana saja? Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, siapkah nanti untuk saling menjaga anak Anda bergantian?

    Ya, begitulah kiranya pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjabarkan bagaimana anak dapat mengubah hidup Anda.Bayi yang baru lahir tentunya akan sedikit banyak menyita waktu Anda dan membuat salah satu dari Anda atau pasangan mengorbankan waktu. Pertimbangkan apakah Anda atau pasangan memiliki waktu dan energi untuk mengurus apa saja yang bayi butuhkan.

    3.2 Bagaimana kondisi keuangan Anda?

    Bagaimana kondisi keuangan Anda?
    Bagaimana kondisi keuangan Anda? via momjuction.com

    Saat merencanakan kehadiran anak, sudah pasti pertimbangan finansial merupakan salah satu hal yang Anda nomor satukan. Apalagi saat Anda sedang merencanakan kehamilan, maka Anda juga sedang melakukan perencanaan atas keluarga Anda kelak. Menurut situs babycenter.com, setiap anak paling tidak membutuhkan sekitar $ 10.000 per tahun untuk makan, pakaian, rumah, dan tetap sehat.

    Maka jika memiliki momongan adalah ide yang sudah menjadi kesepakatan mantap antara Anda dan istri Anda, lebih jeli dalam mengatur anggaran bulanan menjadi wajib hukumnya. Pun, pertimbangkan untuk tidak menghambur-hamburkan keuangan Anda untuk keperluan yang tidak perlu. Sebaliknya, prioritaskan demi kelahiran bayi dan masa depannya nanti.

    3.3 Berapa umur Anda?

    Berapa umur anda?
    Berapa umur anda? via vmichurinske.ru

    Bagi wanita, umur nampaknya masih menjadi masalah utama. Apalagi jika dikaitkan dengan reproduksi atau kehamilan. Untuk wanita berusia di bawah 30 tahun dan tidak memiliki masalah kesehatan yang membuat kehamilan sulit, bersyukurlah! Anda tak perlu pikir panjang lagi untuk merencanakan kehamilan. Sebab jika usia Anda sudah memasuki usia 30 tahun lebih, ada kemungkinan penurunan fungsi hormon reproduksi Anda. Kesempatan untuk hamil bahkan menjadi tidak sebesar kesempatan sewaktu masih berusia di bawah 30 tahun.

    3.4 Apakah Anda dan pasangan setuju?

    Apakah Anda dan pasangan setuju?
    Apakah Anda dan pasangan setuju? via www.getjoys.net

    Terkadang ada kasus di mana salah satu pasangan siap memiliki momongan, sedangkan yang lainnya tidak. Jika kasusnya sudah seperti ini, memang agak sulit untuk segera mewujudkan keinginan untuk memiliki anak. Namun, bukankah Anda dan pasangan bisa berdiskusi dengan baik dan dari hati ke hati untuk memcahkannya perbedaan kesiapan tersebut beserta alasannya?

    3.5 Apa yang hati Anda katakan?

    Apa yang hati Anda katakan?
    Apa yang hati Anda katakan? via patrika.com

    Setelah melalu berbagai macam proses, diskusi dengan pasangan, serta konsultasi dengan orang tua, kawan, bahkan dokter kandungan Anda lakukan, lantas Anda mantap untuk segera merencanakan kehamilan dan memiliki momongan. Namun, pastikan keinginan tersebut juga didasari dari hati. Pastikan hati Anda turut mantap merencanakan momongan demi kelancaran dan lahirnya bayi yang sehat.

    Jangan tutupi perasaan-perasaan atau pikiran-pikiran negatif Anda sehingga nantinya Anda akan melalui proses program hamil yang menyenangkan. Jika hati Anda pun senang, maka tubuh Anda pun akan merespon dengan positif. Misalnya, pada kesehatan Anda yang prima saat hamil nanti.

    Lalu, sudah mantapkah Anda untuk segera menggendong momongan? Pastikan Anda selalu merasa senang, ya Ledis! Tetap semangat dan semoga kehamilannya lancar!