Tag: subur

  • Plus Minus Hamil di Usia 30-an yang Harus Diketahui!

    Plus Minus Hamil di Usia 30-an yang Harus Diketahui!

    Ledisia.com – Halo ledis, sebelumnya sudah dibahas bagaimana baik buruk memperoleh kehamilan di usia dua puluhan. Dari artikel tersebut, Anda akhirnya semakin tahu bahwa usia dua puluhan adalah puncak kesuburan wanita. Usia tersebut juga sangat ideal untuk hamil. Sayangnya, pada usia itu pula kebanyakan orang belum mapan secara finansial.

    Lalu, bagaimana dengan usia tiga puluhan? Apakah di usia itu organ reproduksi juga bekerja sebaik wanita di usia dua puluhan? Bagaimana dengan faktor-faktor lain seperti finansial, kesiapan mental, dan dunia karir? Bisakah semuanya berjalan beriringan?

     

    Meski Jauh Lebih Mapan, Bukan Berarti Tak Ada Resiko di Kehamilan Usia 30-an

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya Anda ketahui plus dan minus kehamilan di usia tiga puluhan berikut! Siapa tahu kegundahan Anda selama ini bisa segera teratasi.

     

    Jika saat muda telah diraih karir dan pengalaman, usia tiga puluhan adalah waktu paling tepat untuk merencanakan kehamilan.

    Saat hamil, karir tinggi sudah digapai - via maerakluke.com
    Saat hamil, karir tinggi sudah digapai via maerakluke.com

    Kebanyakan wanita berusia dua puluhan menghabiskan waktunya untuk menamatkan jenjang pendidikan, berorganisasi, aktualisasi diri, serta bekerja. Seiring waktu, pengalaman itu dianggap cukup untuk diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari maupun profesi. Dengan kata lain, Anda telah cukup puas dengan pencapaian masa muda Anda.

    Maka, saatnya Anda memikirkan masa depan yang lebih serius dan tertata. Dengan menikah dan memiliki anak adalah salah satu caranya. Fokus hidup Anda sekarang lebih serius lagi. Anda sudah tahu pasti tujuan hidup Anda dengan kehadiran sang anak.

     

    Masalah finansial tak jadi soal, Anda punya cukup tabungan untuk masa depan!

    Sudah tenang karena urusan keuangan si bayi beres - via blogspot.com
    Sudah tenang karena urusan keuangan si bayi beres via blogspot.com

    Selama usia dua puluhan, Anda telah bekerja keras demi mendapatkan karir yang cemerlang. Barangkali, posisi atau jabatan Anda pun semakin baik seiring prestasi dan promosi dari perusahaan. Imbasnya, saldo tabungan masa depan Anda pun ikut membaik.

    Semakin tinggi jabatan, maka gaji pun mengalami kenaikan. Anda  bisa memanfaatkannya dengan menyisihkan sebagian tabungan untuk masa depan Anda dan keluarga. Seperti tabungan untuk biaya kehamilan, persalinan, serta biaya membesarkan si buah hati.

     

    Meski tak selincah umur dua puluhan, Anda masih lebih bergairah dibanding usia empat puluhan 🙂

    Masih multitasking - via tv3.lt
    Masih multitasking via tv3.lt

    Ingatkah seperti apa kegiatan Anda di usia dua puluhan? Tentu sangat sibuk, bukan? Memasuki usia tiga puluhan, mungkin kelincahan Anda akan berkurang seiring tanggung jawab dan prioritas yang kini diemban. Meski begitu, percayalah Anda masih bisa beraktivitas dengan enerjik. Paling tidak, untuk bekerja dan mengasuh anak sepulang dari kantor.

    Kebanyakan wanita berusia tiga puluhan memang banyak menghabikan waktu dengan bekerja, kemudian pulang, mengasuh anak sambil menata rumah, lalu beristirahat. Di akhir pekan, mereka memilih berlibur bersama keluarganya. Bukankah ini tidak begitu sulit dikerjakan dibandingkan saat Anda nanti berusia empat puluh tahun?

     

    Jangan tanya soal mental, kemampuan mengurus anak usia 30-an dapat dilakukan dengan total!

    Apapun kondisinya, Anda sudah juara - via jadidinfo.com
    Apapun kondisinya, Anda sudah juara  via jadidinfo.com

    Di usia tiga puluhan, Anda biasanya telah memahami betul arti sebuah tanggung jawab. Pikiran pun semakin dewasa dan semakin matang, termasuk soal mengasuh anak. Anak akan Anda jadikan prioritas melebihi apapun. Pekerjaan pun Anda nomor duakan demi kebaikan sang Anak.

    Soal cara mengasuh anak, Anda sudah cukup belajar selama usia dua puluhan. Pembelajaran ini Anda dapat dari lingkungan sekitar atau media. Karena sudah memiliki persiapan tersebut,  merasa shock karena kelahiran Anak tidak akan terjadi. Pontang-panting akibat kerepotan saat bayi rewel pun tidak begitu terasa.

     

    Meski vakum bekerja, profesi Anda tidak lantas berakhir. Anda masih punya banyak kenalan sehingga nanti bisa kembali berkarir.

    Tetap jaga silaturahmi agar tak sulit berkarir lagi - via culturalvistas.org
    Tetap jaga silaturahmi agar tak sulit berkarir lagi via culturalvistas.org

    Tidak dapat dipungkiri bahwa kehamilan memang menuntut wanita karir untuk segera mengambil cuti. Paling tidak, cuti ini diambil menjelang hari kelahiran tiba dan beberapa bulan semasa menyusui. Beberapa orang mungkin langsung memilih keluarga daripada pekerjaan, meskipun atasan masih bisa memberikan toleransi atau perkecualian bagi ibu hamil.

    Bagi Anda yang memilih opsi terakhir, tidak ada masalah! Selama usia dua puluhan, tentunya Anda telah berkarir dan menemukan banyak relasi penting. Sah-sah saja jika Anda berniat tetap menjaga kontak silaturahmi dengan mereka. Bisa jadi, dari merekalah Anda menemukan karir selepas melahirkan dan menyusui anak Anda. Mengikuti seminar atau workshop pun baik diikuti untuk tujuan meneruskan karir kembali.

     

    Sayangnya, kesuburan wanita semakin turun di usia tiga puluh lima. Hamil di awal tiga puluhan, mungkin sel telur Anda masih prima!

    Kesuburan semakin berkurang - via mythirtyspot.com
    Kesuburan semakin berkurang via mythirtyspot.com

    Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, tingkat kesuburan wanita semakin menurun bila telah memasuki usia tiga puluhan. Tingkat kesuburan semakin kritis lagi ketika Anda berumur tiga puluh lima tahun. Persentase kehamilan Anda di angka 35 sangatlah kecil dibandingkan pada usia-usia dua puluhan hingga tiga puluhan awal. Bila ada wanita yang hamil pada usia tersebut, itu karena perjuangannya yang memang luar biasa.

    Bila kesulitan hamil terjadi, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan perawatan atau terapi. Selain itu, dokter juga akan mencoba mengecek tingkat kesuburan Anda lewat alat tertentu. Jika Anda didiagnosis tidak subur lagi, kemungkinan program bayi tabung akan disarankan. Namun, program bayi tabung pun tidak mentah-mentah bisa membuat Anda hamil. Program berbiaya besar ini  tetap mengandalkan tingkat kesuburan yang tersisa dan persentase kesuksesannya juga tidak 100%.

     

    Di usia tiga puluhan, resiko keguguran akan meningkat jika mengalami kehamilan

    Keguguran karena kondisi rahim lebih rentan - via lepotaizdravlje.rs
    Keguguran karena kondisi rahim lebih rentan via lepotaizdravlje.rs

    Kehamilan pada usia awal tiga puluhan, ada kemungkinan keguguran sebesar 12%. Sedangkan untuk wanita yang hamil usia tiga puluh lima tahun hingga akhir tiga puluhan, persentase keguguran semakin naik menjadi 18%. Tak cuma itu, kemungkinan kelahiran dengan down syndrome atau cacat juga akan semakin tinggi.

     

    Permasalahan genetik mulai bermunculan di usia tiga puluhan. Untuk mengantisipasi hal ini segera kunjungi dokter dan periksakan!

    Pemeriksaan untuk menghindari kelainan genetik - via guiame.com.br
    Pemeriksaan untuk menghindari kelainan genetik – via guiame.com.

    Kehamilan di usia tiga puluhan turut menuntut para dokter dan ahli memperhatikan Anda secara intensif. Kehamilan di usia ini mulai rentan pada berbagai macam permasalahan genetik, sehingga Anda disarankan mengambil tes DNA dan screening lainnya. Semua ini dilakukan demi memastikan keselamatan dan kesehatan bayi di dalam perut Anda.

     

    Keinginan melahirkan secara normal bisa jadi cuma mimpi. Pasalnya, operasi caesar banyak terjadi di usia ini.

    Persiapan operasi caesar - via promum.ru
    Persiapan operasi caesar  via promum.ru

    Seiring bertambahnya usia, kondisi rahim yang akan dihuni calon bayi semakin sensitif. Beberapa wanita mengalami sejumlah masalah pada kehamilannya. Karena sifatnya yang semakin sensitif dan rentan tersebut, jangan heran jika persalinan secara normal akan makin jarang dilakukan. Bila Anda ingin melahirkan secara normal di usia ini, mungkin saja kesempatannya sangat tipis.

    Lebih disayangkan lagi, tarif operasi caesar pada usia tiga puluhan lebih tinggi dibandingkan operasi caesar untuk wanita usia dua puluhan. Meningkatnya tarif bisa disebabkan oleh semakin rumit dan gawatnya kasus persalinan atau dibutuhkan lebih banyak lagi tenaga ahli dalam persalinan tersebut.

     

    Jika mendamba anak banyak, bisakah usia Anda memberikan sistem reproduksi yang layak?

    Mau punya berapa anak? - via daumcdn.net
    Mau punya berapa anak? via daumcdn.net

    Bayangkan saja Anda baru memiliki anak di usia 30 tahun tepat. Lantas, Anda dan suami sepakat memberikan adik untuk si sulung. Kira-kira, pada usia berapakah Anda ingin hamil? 35 tahun? Bukankah usia tersebut adalah usia yang rawan infertil?

    Jika Anda ingin memiliki anak lebih dari satu, idealnya memang Anda hamil pada usia dua puluhan. Skema selanjutnya adalah Anda memiliki anak lagi pada usia tiga puluhan awal. Dengan begitu, Anda tidak banyak membuang kesuburan Anda. Sebaliknya, waktu dapat Anda maksimalkan sebaik mungkin untuk memiliki keturunan yang sehat.

     

    Sekarang pilihan kembali lagi pada Anda, Ledis. Mau memiliki anak pada usia dua puluhan atau pada usia tiga puluhan, semua pasti ada kurang dan lebihnya. Pastikan Anda juga bersikap visioner. Jika ingin memiliki anak lebih dari satu, selambat-lambatnya segera merencanakan kehamilan di usia tiga puluhan awal adalah yang terbaik.

    Jangan lupa soal finansial! Anda tidak ingin dililit hutang saat mengasuh anak, bukan? Selamat merencanakan kehamilan, ya!

  • Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah bukan rahasia lagi jika usia ideal untuk memiliki anak adalah usia dua puluhan. Ya, di usia-usia tersebutlah kesuburan organ reproduksi wanita sedang berada di puncaknya.

    Selepas usia itu, kesuburan wanita akan semakin menurun setelah usia 35 tahun. Tak heran apabila banyak wanita yang mengejar “pernikahan” pada usia dua puluhan agar segera memiliki anak.

     

    Kehamilan Memang Ideal Pada Usia 20-an. Ketahui Plus Minus Ini Agar Tidak Minim Persiapan!

    Anda ingin menikah dan memiliki anak pada usia dua puluhan? Tunggu dulu! Sebaiknya, Anda mengetahui plus dan minus kehamilan pada usia dua puluhan. Meski inilah puncak kesuburan Anda, tapi ada faktor-faktor lain yang turut mengiringi keputusan hamil pada rentang usia seperlima abad ini. Mau tahu? Simak poin-poin berikut!

     

    Mereka dengan usia dua puluhan cenderung mengejar karir dan cita-cita. Dengan karir tinggi, Anda tidak perlu bergantung pada orang tua.

    Mengejar karir setinggi mungkin - via ayosebarkan.com
    Mengejar karir setinggi mungkin – via ayosebarkan.com

    Usia dua puluhan memang usia di mana seseorang sedang sehat-sehatnya. Kesehatan yang prima itulah yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya dengan mengejar cita-cita dan karir yang lebih baik.

    Pada usia itu pula, seseorang dianggap telah dewasa dan sudah seharusnya tidak lagi bergantung dengan orang tua. Setelah lulus kuliah atau sekolah, Anda diharapkan segera mencari penghasilan sendiri dan memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri. Selain untuk mencapai cita-cita, Anda perlu pengalaman untuk aktualisasi diri di lingkungan masyarakat.

    Kemampuan finansial pun akan semakin baik sejalan dengan karir yang telah Anda mulai dari nol tersebut. Jika tidak, Anda tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah dan mahal dari waktu ke waktu.

    Jika Anda hamil dan memiliki anak pada usia ini, bukan tak mungkin fokus karir anda bisa sedikit terganggu. Bayangkan, Anda mengalami morning sickness saat harus rapat dengan klien atau meninggalkan proyek kantor karena sebulan lagi akan melahirkan. Jelas fokus Anda akan terpecah belah!

     

    Masalah finansial akan dialami jika bayi datang sebelum mapan. Pasalnya, Anda baru saja menapaki dunia kerja dan menata masa depan!

    Kebutuhan anak yang banyak - via trademagazin.hu
    Kebutuhan anak yang banyak – via trademagazin.hu

    Setiap orang tahu bahwa memiliki seorang bayi akan menambah panjang daftar pengeluaran bulanan kita. Sebelumnya, Anda mungkin hanya punya pos pengeluaran untuk makan, sewa rumah tinggal, biaya listrik dan air, pulsa, kredit kendaraan, dan anggaran refreshing. Dengan kehadiran si kecil, mau tak mau harus ada pengeluaran khusus untuk sang bayi.

    Pengeluaran ini tidak bisa Anda anggap enteng. Jauh-jauh hari sebelum si bayi lahir ke dunia, Anda dituntut sudah harus siap karena biayanya pun tidak sedikit. Bila mau disebutkan satu-satu, ada biaya persalinan, rawat inap, operasi caesar (bila diperlukan), USG, dan kontrol kehamilan. Seakan tak cukup, masih ada kebutuhan boks bayi, baju bayi, dan juga susu bayi.  Bahkan, kebutuhan tersebut bisa saja membengkak karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru yang tidak diprediksi sebelumnya.

    Daftar panjang kebutuhan tersebut agaknya sulit dipenuhi oleh mayoritas pasangan berusia dua puluhan, apalagi dua puluhan awal. Sebab pada usia ini, seseorang baru saja memulai karirnya. Sangat sulit mendapatkan gaji dengan nominal tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh keluarga (pasangan dan anak), apalagi dengan pengalaman kerja yang masih minim.

     

    Karena selama hamil sempat menghentikan profesi, kemungkinan Anda sulit mendapatkan karir lagi.

    Mencoba melamar pekerjaan lagi - via graduateexcellence.com.au
    Mencoba melamar pekerjaan lagi – via graduateexcellence.com.au

    Sebagian wanita berusia dua puluhan memilih berhenti dari pekerjaan usai melahirkan anak. Biasanya, alasan yang mereka utarakan adalah ingin fokus mengawasi tumbuh kembang si kecil. Mereka tidak ingin melewatkan sedikit pun perkembangan sang buah hati. Mereka juga tidak bisa percaya begitu saja dengan jasa babysitter.

    Permasalahannya mulai muncul ketika si anak sudah cukup besar dan sang ibu merasa mulai bisa meninggalkan anaknya tersebut. Ya, si ibu ingin memulai karir kembali.

    Saat proses rekrutmen, sebagian perusahaan mungkin tidak akan memusingkan status “ibu” pada CV Anda. Tapi ada pula perusahaan yang lebih memilih status wanita lajang pada posisi tertentu.

     

    Anda pasti akan fokus mengurusi si bayi. Hati-hati, bisa jadi kecemburuan menghampiri sang suami!

    Awalnya senang, lama-lama cemburu - via magicmaman.com
    Awalnya senang, lama-lama cemburu – via magicmaman.com

    Di awal pernikahan, mungkin Anda dan suami sedang dalam kondisi hangat-hangatnya dan sangat mesra. Namun begitu Anda hamil, bukan tidak mungkin kehangatan dan kemesraan itu hilang. Apalagi jika sang anak nanti sudah lahir.

    Anda sebagai sang ibu, pasti akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk mengurus si bayi. Mulai dari menyusui, mengganti popoknya di tengah malam, memandikan, dan mengajaknya bermain.

    Pun saat hamil, Anda akan disibukkan dengan morning sickness dan rasa lelah yang sering datang tiba-tiba. Anda akan lebih memilih tidur dibandingkan mengurusi suami. Jika suami tak cukup pengertian, ia akan mudah cemburu dengan bayi Anda.

     

    Jika Anda belum matang secara pikiran dan mental, tanggung jawab mengurus bayi bisa tidak total.

    Yakin bisa menghadapi ini? - via ksl.com
    Yakin bisa menghadapi ini? – via ksl.com

    Di usia yang terbilang masih sangat muda, dua puluhan, bisa dikatakan masih cukup labil. Karena pengalaman dan aktualisasi yang mungkin masih minim, mereka terkadang lupa akan tanggung jawab yang sesungguhnya. Mereka lebih senang berpetualang di luar rumah.

    Sedangkan ketika berumah tangga dan memiliki anak, Anda dan suami dituntut menomorsatukan keluarga. Sepulang bekerja, Anda harus segera pulang dan bergantian mengasuh anak. Memastikan kalau si anak tidak kekurangan kasih sayang.

    Anda tentu tidak bisa egois meninggalkan anak di rumah demi kesenangan pribadi Anda, bukan?

     

    Puncak masa subur hanya terjadi di usia dua puluhan. Apa iya kesempatan ini mau dilewatkan?

    Usia paling subur untuk hamil - via thetimes.co.uk
    Usia paling subur untuk hamil – via thetimes.co.uk

    Para ahli mengatakan bahwa awal usia dua puluhan adalah puncak masa kesuburan wanita. Dari sudut pandang biologis, inilah waktu paling tepat untuk merencanakan kehamilan.

    Pada dasarnya, setiap wanita dilahirkan dengan satu sampai dua juta sel telur. Karena mengalami masa puber, jumlah telur yang Anda bawa ada sekitar 300.000 – 500.000. Namun, ovarium hanya akan melepaskan sel telur sebanyak 300 sel telur selama tahun reproduksi Anda.

    Dari data tersebut, kita dapat menyimpulkan kalau jumlah sel telur yang dibawa tubuh akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Jika Anda telah merencanakan kehamilan dari usia dua puluhan, maka Anda tidak akan menyia-nyiakan stok sel telur yang masih tersisa dari organ reproduksi Anda.

     

    Hamil di usia dua puluhan akan mengurangi resiko kelahiran bayi cacat. Sebaliknya, Anda lebih berpeluang melahirkan bayi yang sehat!

    Bayi lahir sehat - via erdbeerlounge.de
    Bayi lahir sehat – via erdbeerlounge.de

    Kalau Anda bertambah tua, seluruh kemampuan tubuh otomatis juga akan menurun seiring waktu. Tak terkecuali dengan kemampuan organ reproduksi seperti ovarium. Semakin tua usia Anda, kualitas sel telur yang dihasilkan oleh ovarium juga akan semakin menurun.

    Hal inilah yang menyebabkan sel telur wanita berusia dua puluhan tidak sama dengan sel telur wanita berusia tiga puluhan. Kelainan genetik lebih rentan terjadi pada pembuahan sel telur wanita berusia tiga puluhan atau lebih. Akibatnya, kasus bayi dengan down syndrome dan cacat lebih banyak ditemukan pada kehamilan wanita berusia di atas dua puluhan.

     

    Menurut studi, keguguran bisa dihindari jika kehamilan direncanakan sejak dini!

    Kalau direncanakan, pasti lebih baik - via petrushki.net
    Kalau direncanakan, pasti lebih baik – via petrushki.net

    Wanita yang mengalami kehamilan pada usia dua puluhan memiliki resiko keguguran yang lebih kecil dibandingkan dengan wanita lain pada usia yang lebih tua. Menurut data yang dilansir dari laman babycenter.com, wanita berusia dua puluhan hanya memiliki resiko keguguran sebesar 10%.

    Persentase itu semakin bertambah pada wanita dengan usia tiga puluhan dan empat puluhan. Bagi mereka yang hamil pada awal tiga puluhan, ada kemungkinan sebesar 12% untuk keguguran, ketika wanita yang hamil pada akhir tiga puluhan mendapati persentasi keguguran sebesar 18%. Persentase keguguran pun melonjak sangat tinggi pada wanita dengan usia awal empat puluhan, yaitu sebesar 34%. Sedangkan mereka yang hamil pada usia 45 tahun akan mengalami peluang keguguran sebesar 53%. Angka yang fantastis, bukan?

     

    Hanya bagi mereka yang berusia dua puluhan, komplikasi penyakit tidak akan mengganggu sembilan bulan kehamilan.

    Tetap kuat sampai persalinan - via shaunabrandes.com
    Tetap kuat sampai persalinan – via shaunabrandes.com

    Masih menyoal kesehatan, kehamilan pada usia dua puluhan terbilang sangat mudah dan lebih lancar. Kenapa? Karena kehamilan di usia ini sangat rendah dengan resiko komplikasi kesehatan. Sebut saja tekanan darah tinggi dan diabetes.

    Bayangkan jika Anda sedang mengalami penyakit itu saat hamil! Tentu saja tidak enak dan membuat kehamilan terasa sangat rumit, bukan? Apalagi kalau membayangkan diabetes dapat menurun ke anak! Lebih baik, cepat-cepat menemui dokter agar masalah Anda tertangani.

     

    Masalah ginekologis tidak akan datang pada mereka yang lebih muda. Itu bedanya jika hamil saat usia telah menua.

    Kehamilan sehat - via unk.com.ua
    Kehamilan sehat – via unk.com.ua

    Masalah ginekologis kerap dialami oleh mereka yang sudah berusia 35 tahun lebih dan baru merencanakan kehamilan. Masalah seperti fibroid (uterine fibroid) sering ditemui dan akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

    Fibroid sendiri adalah tumor jinak (non kanker) yang tumbuh di rahim. Tepatnya, bisa pada dinding otot rahim atau di dalam rahim itu sendiri. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah miom atau mioma.

    Meskipun fibroid hanyalah tumor jinak, jika ia mulai menunjukkan gejala yang menyakiti diri Anda, fibroid ini tetap diharuskan dioperasi dan diangkat (dengan atau tanpa janin).

     

    Apapun yang Anda lakukan di usia dua puluhan, semua akan terasa mudah. Bekerja dan mengurus anak pun bisa dilakukan tanpa lelah.

    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! - via sindicomercio-pc.com.br
    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! – via sindicomercio-pc.com.br

    Percayalah! Hamil pada usia dua puluhan dan di atas dua puluhan rasanya sangat berbeda! Di usia dua puluhan, Anda masih bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan lebih baik. Sedangkan pada usia tiga puluhan atau lebih, mungkin Anda masih bisa membagi waktu. Namun, Anda akan cepat lelah mengurus segalanya.

    Anda pasti pernah melihat wanita berusia dua puluhan yang tangkas bekerja sambil mengurus anak. Delapan jam kerja dihabiskan untuk bekerja. Lantas bila waktu kerja sudah usai, ia akan cepat-cepat pulang demi mengobati rasa rindu pada si anak. Jika mereka bisa, tentu Anda juga bisa kan?

     

    Kini, Anda sudah tahu apa kurang dan lebihnya mengandung di usia dua puluhan. Meski sebagian terasa berat, jika Anda dan suami melakukan persiapan yang matang, memiliki anak tidak akan pernah merepotkan. Malahan, ini bisa menjadi sebuah rutinitas yang sangat Anda nikmati.

    Lalu, sudah siapkah Anda menjadi ayah dan ibu di usia ini?

  • 3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    3 Jenis Pembersih Rumah yang Berbahaya Bagi Kesuburan

    “Jadi perempuan itu harus pintar bersih-bersih.”

    Ledisia.com – Begitulah kiranya pesan dari orang tua, khususnya ibu untuk anak perempuannya. Ya, dari dulu memang wanita dikenal sebagai makhluk yang harus tahu bagaimana caranya menjaga kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun kebersihan tempat tinggal. Tak jarang, ibu sering mengajak kita membantu membersihkan rumah. Betul kan?

    Karena kewajiban itulah, wanita sangat akrab dengan berbagai macam bahan-bahan pembersih. Mulai dari deterjen, sabun colek, cairan pel lantai, karbol, pembersih noda, dan lain-lain. Tapi tahukah Ledis kalau ada pembersih rumah yang perlu diwaspadai, terutama ketika merencanakan kehamilan?

    Agar Kesburan Tetap Terjaga, Bahan Kimia Ini Harus Dihindari Saat Bersih-Bersih Rumah

    Beberapa pembersih alat rumah tangga yang selama ini kita kenal, memang dibuat dari bahan-bahan kimia. Bahkan banyak di antaranya merupakan bahan kimia sintetis dan berbahaya bagi tubuh pemakainya. Tak cuma lewat sentuhan tangan, bahkan ada yang mengancam kesuburan lewat harumnya aroma yang katanya “menenangkan”.

    Mau tahu pembersih apa saja yang musti diwaspadai agar tidak menggagalkan program kehamilan ledis? Berikut ini adalah data yang berhasil tim Ledisia dapatkan.

    1 Deterjen dengan semerbak wangi bisa menyebarkan bahaya bagi si calon bayi

    Wangi, tapi... - via domik.ua
    Wangi, tapi… – via domik.ua

    Wewangian tidak selalu berarti parfum atau cologne yang biasa kita semprotkan pada tubuh usai mandi. Ada juga wewangian buatan/sintetis pada produk-produk pembersih semisal deterjen. Dalam dunia industri dan kimia, bahan kimia pewangi ini dinamakan phthalates

    Phthalates ditambahkan pada deterjen agar Anda bisa merasakan segar dan mencium aromanya saat kemasan baru dibuka, baju dicuci sampai dipakai kembali. Sedangkan wewangian yang sifatnya alamiah/natural tidak mungkin dipakai dalam produk serupa karena wanginya akan segera hilang begitu terkena angin atau dijemur sinar matahari.

    Selain deterjen, pewangi ruangan juga perlu dijauhi karena sama-sama mengandung phthalates. Bila sekedar ingin menghilangkan bau tak sedap, gunakanlah penghilang bau alami. Misalnya baking soda atau udara segar dari alam.

     

    2. Surfaktan berbasis minyak bumi biasa ditemukan pada pewangi pakaian. Menurut penilitian, banyak terpapar olehnya dapat mengacaukan kesuburan

    Pilihlah pelembut pakaian yang aman - via homeopathicpluscentre.com
    Pilihlah pelembut pakaian yang aman – via homeopathicpluscentre.com

    Surfaktan berbasis minyak bumi atau dalam bahasa Inggris Petroleum-based surfactants, merupakan bahan kimia berbahaya lain yang mengandung alkyl phenoxy ethoxylates (APEs). Bahan kimia ini mungkin masih awam dan kurang dikenal banyak orang, namun cukup signifikan dampaknya bagi kesuburan.

    APEs ini adalah surfaktan yang sifatnya mampu membuat tegangan permukaan air menjadi lebih mudah pecah. Surfaktan, paling mudah ditemui pada deterjen dan pewangi pakaian. Menurut penelitian yang berkaitan dengan hewan, APEs selama ini diasosiasikan dengan turunnya kuantitas sperma serta menyusutnya ukuran testis. Karena surfaktan APEs ini tidak mudah diuraikan kembali, APEs mampu memasuki sistem air dalam tubuh setelah Anda mencuci bersih pakaian.

    Meski belum ada studi yang menyatakan efek menurunnya kuantitas sperma dan menyusutnya ukuran testis manusia akibat APEs, lebih baik waspada sebelum mengalami dampaknya. Apalagi salah satu unsur kimia APEs, nonoxyl-9 turut digunakan sebagai spermisida (pembunuh sel sperma yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan).

     

    3. Pelarut atau solvent banyak terkandung dalam pembersih perabot dan alat masak. Tak jauh berbeda dengan surfaktan, pelarut juga bisa membuat kesuburan rusak.

    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? - via answcdn.com
    Membersihkan oven dengan cairan pembersih, amankah? – via answcdn.com

    Pelarut atau dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah “solvent“, banyak ditemukan pada pembersih kaca, pembersih karpet, pembersih barang-barang yang memiliki permukaan keras, dan pembersih oven. Pelarut mengandung EGBE atau 2-butoxyethanol. Kandungan kimia tersebut banyak dihubung-hubungkan dengan masalah reproduksi atau ketidaksuburan pada sejumlah laboratorium hewan.

    Orang-orang sering tidak sadar kalau bahayanya bisa masuk secara mudah melewati kulit dan menyebar ke seluruh tubuh. Studi di Cina turut membuktikannya. Bahwa wanita yang terpapar cukup lama dengan zat kimia pelarut ini menunjukkan berkurangnya tingkat kesuburan selama benar-benar dimonitori oleh para ilmuwan dan peneliti.

    [divider type=”dashed”]

    Agar lebih aman beraktivitas di rumah, pilihlah produk-produk pembersih yang aman. Meskipun kita tidak bisa mengetahuinya dengan melihat label atau kemasannya saja, ada cara lain yang dapat memandu kita menentukan pembersih rumahan yang aman.

    Ledis bisa melihat website atau situs pabrik yang mengeluarkan produk tersebut. Carilah tanda, simbol, atau ikon yang menunjukkan bahwa produk tersebut telah terdaftar sebagai produk yang tidak berbahaya. Misalnya, tanda Material Safety Data Sheets (MSDS), BPOM, Halal, dan lain-lain.

    Bisa juga melihat kandungan atau komposisi pada botol produk dan mencari artinya lewat internet. Sebab, beberapa produk yang memberikan keterangan lengkap pun masih belum bisa dipahami karena banyak istilah di bidang industri dan kimia. Jika ada kontak customer service pada botolnya, silahkan saja menghubungi. Tanyakan apa saja detil pada botol dan apakah kandungan-kandungannya berbahaya untuk perencanaan kehamilan.

    Jika saja perusahaan atau layanan customer service tersebut terkesan menutup-nutupi dan tidak mau membagikan wawasannya, Ledis tak perlu pikir panjang lagi. Itu artinya, produk tersebut bukanlah produk yang bisa Anda percaya. Jadi, mulai sekarang lebih waspada dan berhati-hati ya!

  • Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Menjawab Pertanyaan Pemeriksaan Pra Konsepsi Kesuburan

    Ledisia.com – Halo, Ledisian! Sebelumnya, kita telah membahas bagaimana pentingnya pemeriksaan pra konsepsi untuk kesuburan. Dari artikel tersebut, Anda telah mendapatkan gambaran tiga manfaat yang akan diperoleh jika melakukan pemeriksaan sebelum berencana untuk hamil. Manfaat utamanya ialah agar rahim siap huni bagi si calon bayi, memberikan petunjuk bagi dokter dan Anda bersama suami untuk langkah perencanaan kehamilan selanjutnya, serta menyiapkan kondisi psikis Anda agar tidak mudah stres saat menjalani program hamil kali ini.

    Pada artikel tersebut juga disebutkan bahwa dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan. Misalnya berupa formulir isian mengenai riwayat ginekologis, riwayat medis, riwayat obstetrik, dan lain-lainnya. Daftar pertanyaan panjang inilah yang akan memberikan pemahaman kepada dokter mengenai kondisi rahim Anda apakah telah siap huni atau tidak.

    Dengan Panduan Ini, Pemeriksaan Pra Konsepsi Tidak Akan Sulit dan Lupa Lagi

    Lalu, pertanyaan apa sajakah yang akan disampaikan oleh dokter pada pemeriksaan pra konsepsi tersebut? Nah, berikut ini Ledisia.com paparkan sejumlah contoh pertanyaan yang bisa menjadi gambaran bagi Anda dan juga pasangan!

    1. Bagi wanita, usia bukan hanya pelengkap biodata melainkan tolak ukur tingkat kesuburan mereka

    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang - via zwierciadlo.pl
    Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang – via wierciadlo.pl

    Pertanyaan yang tentu dilontarkan pada Anda adalah:

    “Berapa usia Anda dan berapa usia suami Anda?”

    Pertanyaan terkait usia ini bukanlah untuk kebutuhan biodata semata. Usia perlu diketahui dokter untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan masih termasuk dalam usia-usia subur untuk memiliki anak. Jika saja usia Anda sudah mencapai 35 tahun ke atas, peluang kesuburan tentu saja akan semakin kecil.

     

    2. Dalam riwayat ginekologis, dokter akan bertanya tentang organ reproduksi Anda. Jika merasa ada yang masih perlu di sampaikan, jangan ragu-ragu katakan saja!

    Kapan pertama kali menstruasi? - via canadianpharmacymeds.com

    Kapan pertama kali menstruasi? – via canadianpharmacymeds.com

    • Pada usia berapakah pertama kali Anda mengalami menstruasi? Apakah siklus menstruasi Anda selalu rutin dan berapa lama siklus itu berlangsung? Dan, kapan terakhir kali mengalami menstruasi?
    • Apakah sempat atau sedang menggunakan kontrasepsi?
    • Apakah pernah memiliki atau didiagnosis mempunyai pap smear yang abnormal? Artinya, apakah Anda bermasalah pada leher rahim atau memiliki kanker serviks?
    • Apakah suami pernah teranalisis memiliki infeksi seksual menular, seperti herpes, sipilis, dan lain-lain?
    • Punya pengalaman dengan penyakit radang panggul? Atau mungkin, dokter mengatakan bahwa Anda memiliki kelainan rahim setelah pemeriksaan tertentu?
    • Pernah mengikuti tes HIV? Lalu, bagaimana hasilnya?
    • Apakah Anda dan suami berhubungan secara monogami? Atau malah poligami?
    • Ketika ibu mengandung Anda, apa saja obat yang dikonsumsinya? Adakah obat yang beresiko membawa kecacatan?
    • Apakah Anda pernah mengalami operasi ginekologis atau yang berdampak pada organ reproduksi?
    • Pernah melakukan perawatan kesuburankah sebelumnya?
    • Adakah problem ginekologis atau masalah pada organ reproduksi yang belum dinyatakan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? Katakan saja!

     

    3. Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan, riwayat obstetrik akan menilik permasalahan yang Anda alami di kehamilan terakhir

    Sakit di kehamilan sebelumnya - via promum.ru
    Sakit di kehamilan sebelumnya – via promum.ru

    Pada bagian ini, dokter akan mengetahui lebih lanjut riwayat kehamilan Anda. Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengandung, maka pertanyaan-pertanyaan berikutlah yang perlu dijawab!

    • Pernahkah Anda hamil sebelumnya?
    • Jika memang pernah hamil, pernahkah Anda mengalami keguguran? Berapa lama usia kehamilan hingga pada akhirnya keguguran? Lalu, apa penyebab keguguran? Karena komplikasi atau ada alasan lain?
    • Pernahkah mengaborsi kandungan? Pada usia kehamilan berapa bulankah dan apa yang jadi alasannya?
    • Punya sejarah kehamilan di luar rahim? Jika iya, berapa minggu usia kehamilan Anda waktu itu? Apakah dilakukan operasi karenanya?
    • Ketika Anda melahirkan sebelumnya, kapan dan di mana anak itu dilahirkan? Apa jenis kelaminnya, berapa berat badannya, dan usia kehamilan? Kemudian, persalinannya normal atau caesar?
    • Pernahkah mengalami komplikasi penyakit semasa kehamilan? Misalnya seperti diabetes, persalinan prematur, masalah plasenta, dan lain sebagainya?
    • Adakah Anda mengalami depresi pada kehamilan sebelumnya?
    • Apakah ada komplikasi yang terjadi setelah Anda melahirkan?

     

    4. Riwayat medis akan mencatat macam-macam penyakit serius yang Anda alami. Jika pernah mengalaminya, bukan berarti tidak ada dampaknya pada kehamilan nantinya

    Pernah opname? - via wisegeek.com
    Pernah opname? – via wisegeek.com
    • Apakah Anda pernah mengalami penyakit medis yang cukup serius? Atau pernah mengalami satu atau beberapa deretan penyakit ini: diabetes, hipertensi, epilepsi, kejang-kejang, hepatitis, liver, jantung, pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, kanker, lupus, atau radang sendi? Lalu, pernah dirawat di rumah sakit karenanya?
    • Punya masalah pencernaan?
    • Jika pernah, kapan dan mengapa Anda melakukan operasi? Adakah permasalahan yang berkaitan dengan anestesi?
    • Pernah transfusi darah?
    • Apakah sekarang sedang mengalami perawatan karena kondisi tertentu?
    • Apakah belakangan ini Anda terjangkit penyakit menular? Adakah orang di sekitar lingkungan Anda yang memiliki penyakit TBC atau hepatitis?
    • Apakah ada salah satu atau lebih dari anggota keluarga yang menderita diabetes, hipertensi, stroke, epilepsi/kejang, penyakit ginjal, hepatitis, liver, gangguan jantung, masalah pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, lupus, atau radang sendi?

     

    5. Kalau sedang mengkonsumsi obat tertentu, bawa saja kemasannya saat pemeriksaan nanti. Kemasan tersebut bisa membantu Anda melewati pertanyaan tentang obat-obatan dan alergi.

    Bawa serta obatnya - via liveinternet.ru
    Bawa serta obatnya – via liveinternet.ru
    • Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat resep atau obat yang dijual di pasar bebas? Berapa dosisnya?
    • Obat apa yang Anda minum? Vitamin, obat herbal, atau sekedar suplemen? Ada baiknya jika Anda mencatatnya dengan rapi sebelum berangkat menemui dokter. Jika tak ingin kesulitan, kemasan obat itu pun boleh dibawa serta.
    • Apakah Anda mengkonsumsi asam folat harian sebesar 400 mikrogram per harinya? Asam folat itu lalu dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan multivitamin lain?
    • Punya alergi pada obat atau karet? Atau adakah alergi lainnya seperti alergi makanan, udara, dan lain-lain? Sampaikan saja pada dokter!

     

    6. Pertanyaan tentang riwayat vaksinasi pun akan lebih terbantu lagi jika Anda membawa catatan vaksinasi sedari kecil. Jika tidak, bertanya pada ibu paling tidak bisa membantu sedikit demi sedikit

    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan - via opposingviews.com
    Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan – via opposingviews.com

    Jika Anda masih memiliki catatan lengkap mengenai vaksin yang diterima sejak kecil, maka bawalah itu saat kunjungan ke dokter. Jika tidak, coba tanyakan pada orang tua khususnya ibu tentang riwayat vaksinasi apa saja yang pernah ditujukan pada Anda. Jika catatan masih lengkap atau masih ingat, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin lebih mudah dijawab.

    • Pernahkah Ledis mendapat cacar air? Atau malah pernah vaksin cacar air sebelumnya?
    • Semasa kecil, apakah Anda mendapatkan vaksin komplit meliputi rubela, gondok, dan campak? Pernah diperiksa untuk uji ketahanan terhadap virus rubela? Pernahkah juga divaksin untuk hepatitis B atau untuk virus human papilloma?
    • Kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus?
    • Belakangan ini, apakah Anda terkena penyakit flu?
    • Adakah rencana berwisata ke negara lain yang tengah Anda dan suami rencanakan dan membutuhkan vaksin tertentu?

    7. Sejarah sosial dan emosi juga penting diketahui lewat pertanyaan-pertanyaan ini sehingga stres dapat dihindari sejak dini

    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami - via zirkinandschmerlinglaw.com
    Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami – via zirkinandschmerlinglaw.com
    • Pernahkah Anda dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kemauan?
    • Apa pernah Anda menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga? Pada hubungan rumah tangga yang sekarang ini, apakah Anda mengalami kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal? Pernah ditendang, dipukul, atau didorong?
    • Pernahkah Anda menderita gangguan mental atau emosi? Apakah depresi dan gangguan makan pernah mendatangi Anda?

     

    8. Gaya hidup dan kebiasaan Anda turut berpengaruh. Barangkali ada gaya hidup negatif yang luput, pertanyaan ini dapat membantu

    Hindari kebiasaan minum-minum - via guim.co.uk
    Hindari kebiasaan minum-minum – via guim.co.uk
    • Apakah benar Anda senang merokok? Atau, menjadi perokok pasif mungkin?
    • Anda suka minum alkoholkah? Kalau memang benar jawabannya, seberapa banyak takarannya dan seberapa sering waktunya?
    • Pernahkah mengkonsumsi narkoba? Apakah sekarang masih?
    • Berapa kali dalam sehari Anda minum kopi atau apapun yang berkafein? Berapa kali dan berapa banyak jumlahnya?
    • Apakah mengunjungi dokter gigi jadi rutinitas?
    • Benarkah olahraga menjadi kebiasaan rutin?
    • Punya masalah dengan berat badan? Jika iya, pernahkah melakukan diet atau pantangan makanan tertentu?
    • Jika Anda gemar menyantap ikan, ikan seperti apa yang Anda sukai? Kapan terakhir memakannya dan berapa banyak?
    • Apakah pernah memakan daging mentah atau daging yang dimasak dengan tingkat kematangan kurang? Daging sapi, ikan, telur, ayam, atau hewan ternak lainnya kah itu?
    • Anda senang memelihara hewan? Atau terbiasa mengisi waktu luang dengan berkebun?
    • Apakah mandi di bak panas atau sauna sudah jadi kebiasaan Anda?
    • Bagaimana situasi dan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja? Apakah tempat-tempat itu merupakan area yang sering bersentuhan dengan zat kimia berbahaya seperti cat, deterjen, pestisida, merkuri, atau racun-racun lainnya?

     

    9. Pemeriksaan genetik akan menjelaskan potensi penyakit turunan. Sehingga Anda perlu memahami sejarah keluarga Anda dan suami

    Ketahui sejarah keluarga besar - via pinimg.com
    Ketahui sejarah keluarga besar – via pinimg.com

    Pada pemeriksaan genetik, dokter akan mengetahui sejarah keluarga Anda dan keluarga suami terutama di bagian penyakit turunan/warisan. Wajar saja jika dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda seperti berikut:

    • Apakah ada anggota keluarga (dalam konteks ini adalah keluarga Anda, keluarga suami, serta jika ada, anak Anda dari kehamilan sebelumnya) yang lahir dalam kondisi cacat? Misalnya pada bagian ginjal, tabung syaraf, atau jantung?
    • Adakah anggota keluarga yang mengalami down syndrome atau kelainan kromosom?
    • Bagaimana dengan kecacatan intelektual? Adakah yang mengalami autisme dan gangguan semacam itu?
    • Ada yang pernah keguguran atau melahirkan bayi sudah dalam keadaan mati?
    • Apakah penyakit anemia atau talasemia menjadi warisan dalam keluarga?
    • Bagaimana dengan hemofilia, gangguan perdarahan, gangguan otot, gangguan tulang belakang? Ada penyakit turunan yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan di atas? Sampaikanlah!

     

    Dari daftar panjang pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadikan perencanaan kehamilan tidak boleh dianggap remeh lagi. Pertanyaan ini bahkan bisa menjadi bayangan kalau saja ada faktor yang terlewatkan yang menjadi penyebab program hamil menjadi gagal.

    Tunggu apalagi? Segeralah datangi dokter dan lakukan pemeriksaan pra konsepsi. Tim Ledisia mendoakan semoga hasilnya positif sehingga Anda dan suami bisa segera merencanakan dan mendapatkan momongan. Tetap semangat dan hindari stres ya!

  • Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!

    Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?

    Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati

    Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.

    Mungkin Ledis akan bertanya,

    Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?

    Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.

    1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni

    Apakah rahim saya siap huni, Dok? - via dailybest.it
    Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it

    Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.

    Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.

    Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.

    Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.

    Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.

    Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.

    Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.

    Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.

     

    2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu

    Memastikan langkah selanjutnya - via allergo.com.br
    Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br

    Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.

    Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.

     

    3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.

    Hati senang juga kunci kesuburan - via women-online.nl
    Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl

    Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.

    Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.

     

    Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!

    Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.

    Selamat mencoba Ledis! Semoga berhasil!

  • Calon Ayah, Inilah 9 Tips Agar Istri Cepat Hamil

    Calon Ayah, Inilah 9 Tips Agar Istri Cepat Hamil

    Ledisia.com – Beberapa waktu terakhir, Ledisia telah menyajikan artikel perencanaan kehamilan khusunya untuk kaum wanita. Nah, kini saatnya giliran suami  yang turut bekerja sama demi kesuksesan perencanaan kehamilan. Lewat artikel yang spesial ditujukan untuk sang calon ayah ini, para suami-suami di luar sana akan memahami bahwa perencanaan kehamilan harus dilakukan secara kompak antara suami dan istri.

    Jika Suami Mau Bekerja Sama dengan Cara Ini, Memiliki Anak Bukanlah Mimpi Lagi

    Lalu, bagaimana caranya agar bisa kompak dan bekerja sama dengan istri agar sukses mendapatkan kehamilan? Sulitkah?

    Tidak! Sederhana saja! 9 cara ini akan menuntun para calon ayah dan ibu supaya menunggu momongan tak perlu berlama-lama lagi. Mari kita simak!

    1. Jika Anda punya riwayat penyakit, bertemu dengan dokter perlu dijadwalkan secara khusus. Anda dan istri akan tahu bagaimana pengaruhnya penyakit itu pada kesuburan

    Menanyakan kesehatan pada dokter - via agoramedia.com
    Menanyakan kesehatan pada dokter – via agoramedia.com

    Membuat janji pertemuan dengan dokter itu perlu. Apalagi jika sebelumnya Anda ditengarai punya riwayat penyakit kronis, sedang/pernah menjalani pengobatan tertentu, atau memiliki masalah pada gagalnya ereksi, susahnya ejakulasi, dan hilangnya libido.

    Langkah pertama ini akan semakin bagus lagi jika dilakukan dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh, sehingga dokter bisa mendeteksi langsung kondisi-kondisi seperti apa yang bisa membuat Anda tidak subur. Kondisi tersebut biasanya berkisar seputar:

    • Varikokel
      Ini adalah penyakit pembesaran pembuluh darah pada kulit yang menutupi testikel atau skrotum. Varikokel akan mencegah suhu testikel turun secara normal. Pada artikel-artikel sebelumnya, kita sempat membahas bahwa suhu testikel harus lebih rendah dibandingkan suhu tubuh agar kualitas sel sperma tidak rusak. Meski varikokel ini tidak berbahaya, namun 40% pria yang memiliki masalah kesuburan juga memiliki varikokel. Jika ingin segera mengobatinya, menemui dokter adalah jalan yang tepat.
    • Infeksi menular seksual
      Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaksuburan pada pria. Dokter Anda dapat menguji dan memberikan perawatan terbaik jika memang Anda diharuskan mendapatkannya.
    • Prostatitis (radang prostat) atau gondok (yang dapat menyebabkan testis membengkak)
      Dokter mungkin akan merujuk Anda pada ahli urologi dan spesialis kesuburan pria jika membutuhkan pengujian tambahan atau perawatan khusus.
    • Biarkan dokter tahu tentang obat apapun yang Anda konsumsi
      Baik itu obat resep maupun obat umum. Beberapa obat bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma dan menjadi penyebab ketidaksuburan. Misalnya obat steroid atau hormon terutama testosteron, obat tekanan darah tinggi, antibiotik, dan obat untuk infeksi jamur, tukak lambung, dan kejang.
    • Lingkungan tempat tinggal
      Tanyakan pada dokter jika Anda bekerja atau tinggal di lingkungan yang terpapar bahaya semacam pestisida, logam berat, dan pelarut organik. Ketiganya juga punya pengaruh pada kualitas dan kuantitas sperma.

    2. Menyelidiki riwayat kesehatan keluarga juga perlu ditanyakan sekalian agar si kecil tak perlu mewarisi penyakit dan kecacatan

    Menyelidiki riwayat kesehatn keluarga besar - via wordpress.com
    Menyelidiki riwayat kesehatn keluarga besar – via wordpress.com

    Ketahui apakah anggota keluarga Anda memiliki kelainan genetika atau kromosom. Misalnya down syndrome, sickle cell anemiacystic fibrosis, atau gangguan perdarahan. Selidiki apakah dari keluarga masing-masing, baik Anda atau istri, memiliki anggota keluarga dengan riwayat cacat intelektual, keterlambatan perkembangan, atau lahir dengan cacat anatomi.

    Jika hal semacam itu memang ada dalam riwayat keluarga Anda atau istri, sampaikanlah pada kunjungan pertama prenatal. Mungkin Anda akan disarankan untuk mengikuti konseling dan screening genetik agar mengetahui apakah resiko tadi juga akan menimpa kehamilan istri Anda nanti.

     

    3. Sedia stok makanan sehat harus jadi kebiasaan. Kalau suami juga ikut makan buah dan sayuran, sel sperma akan selalu terjaga kesehatannya

    Menikmati makan sayur yang sehat - via pinimg.com
    Menikmati makan sayur yang sehat – via pinimg.com

    Jangan pernah berpikir jika makan buah-buahan dan sayur hanya wajib untuk sang istri. Tetap saja Anda tidak disarankan untuk makan fastfood. Dalam merencanakan kehamilan, Anda pun dituntut untuk menjalankan ritual yang sama: memperbanyak makanan sehat seperti sayur dan buah demi mendapatkan kuantitas dan kualitas sperma yang prima.

    Memiliki berat badan yang berlebihan dapat menurunkan hormon testosteron, memperburuk kualitas sperma, dan mengurangi kesuburan. Bahkan studi menemukan bahwa peluang infertilitas akan meningkat sebesar 10% setiap kenaikan berat badan sebanyak 20 pon. Lalu, bagaimana mungkin Anda masih tidak berpikir untuk tidak ikut makan makanan sehat?

    American Society for Reproductive Medicine mengatakan bahwa diet sehat kaya buah-buahan dan sayuran, disertai konsumsi multivitamin dapat meningkatkan kualitas sperma. Protein, biji-bijian, dan susu rendah lemak juga dapat membantu meningkatkan kesehatan sperma. Beberapa studi turut menunjukkan bahwa antioksidan tertentu, seperti vitamin C dan E, dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma. Tapi jika Anda ingin mendapatkan vitamin tersebut dari suplemen, berbincanglah dahulu dengan dokter Anda untuk mengetahui kadar vitamin yang dibutuhkan. Terlalu banyak vitamin C dan E malah dapat merusak DNA sel sperma Anda.

     

    4. Hentikan rasa candu pada alkohol, rokok, dan obat-obatan, kecuali ingin menuai efek negatifnya pada kesuburan

    Say no to smoking - via mensholos.com
    Say no to smoking – via mensholos.com

    Sama halnya dengan makan makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, dan obat-obatan juga wajib dilakukan oleh kedua pasangan. Alasannya juga tak jauh beda, baik alkohol, rokok, dan obat-obatan memiliki efek negatif pada kualitas sel sperma dan sel telur.

    Pada pria, konsumsi ketiganya mampu membuat jumlah sperma berkurang drastis dan kemampuan sperma untuk bermobilitas/berenang semakin lambat. Hal yang sama terjadi pula pada penggunaan ganja dan kokain. Hindarilah semuanya segera sebelum Anda dan istri merencanakan kehamilan.

    Syukur-syukur jika kebiasaan ini benar-benar bisa berhenti selamanya, tidak hanya selama merencanakan kehamilan. Anda merokok selama kehamilan saja, asap negatifnya pun bisa berpengaruh pada kehamilan. Apalagi ketika nanti si bayi sudah lahir, maka ia akan menjadi perokok pasif.

     

    5. Cek lingkungan kerja dan rumah dari bahaya. Secara tak disadari, bisa saja Anda terpapar zat kimiawi tak berguna

    Hati-hati dengan pelumasnya - via spgauto1.com
    Perhatikan lingkungan kerja – via spgauto1.com

    Bahaya tersembunyi lainnya untuk sperma seringkali bersembunyi di lingkungan sekitar Anda bekerja. Sebut saja paparan pestisida dan bahan kimia, seperti pelarut organik yang sering ditemukan dalam dry cleaning dan toko otomotif. Jika Anda sering sekali terpapar zat-zat tersebut, maka potensi untuk sulit hamil bisa saja ada. Mereka dapat mengubah komposisi sperma, yang menyebabkan cacat lahir dan kelahiran prematur.

    Hobi tertentu juga memungkinkan Anda terkena paparan bahan kimia. Refinishing furniture, memperbaiki mobil atau motor, atau aktivitas lain yang menggunakan pelumas atau cat dan lem yang basisnya bukan air adalah sekian aktivitas yang perlu dihindari sementara waktu. Membuat tembikar, jendela kaca patri, menembak, dan membersihkan senjata juga turut memungkinkan Anda terekspos pada logam berat.

    Karena perlu waktu tiga bulan bagi sperma untuk berkembang dan benar-benar matang, batasi diri Anda dari paparan zat-zat tersebut paling tidak tiga bulan sebelum Anda dan pasangan merencanakan kehamilan.

     

    6. Belilah boxer, celana pendek nan nyaman dan aman bagi kesuburan Anda

    Memakai boxer lebih nyaman - via alicdn.com
    Memakai boxer lebih nyaman – via alicdn.com

    Beberapa orang mengatakan bahwa celana dalam pria bermodel brief dapat membuat testis terlalu kepanasan. Oleh karena itu, lebih disarankan mengenakan celana dalam model boxer yang nyaman, tidak terlalu ketat, dan memungkinkan sirkulasi udara masuk ke dalamnya.

    Jika memang menggunakan boxer dapat memberikan keuntungan berlebih dibandingkan brief, kenapa tidak membeli beberapa dan menggunakannya selama beberapa bulan? Sepertinya, inilah cara sederhana untuk cepat-cepat mewujudkan keinginan cepat memomong anak.

     

    7. Jauhi berendam dalam air panas, meski menyenangkan. Mengusahakan testis tetap bersuhu rendah jauh lebih aman

    Pakai air dingin saja - via sportujeme.sk
    Pakai air dingin saja – via sportujeme.sk

    Berendam dalam bath tub berisi air panas, mandi dengan shower berair panas, serta sauna nampaknya harus dihindari sementara waktu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, testis harus selalu dalam keadaan bersuhu lebih rendah dibandingkan suhu tubuh. Kondisi testis yang bersuhu lebih dingin itu akan membuat kondisi sperma ada pada kualitas terbaiknya.

    Jika saja suhu testis tinggi, sperma akan mati. Padahal regenerasi testis sendiri terbilang lama. Misalnya Anda sauna pada bulan Januari, Anda bisa jadi baru mendapatkan sel sperma yang berkualitas lagi pada bulan April. Jika tidak ingin ini terjadi, hindari air panas setidaknya tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

     

    8. Gunakan sepeda secara cerdas. Batasi waktu dan gunakan properti yang ramah untuk kesuburan

    Bersepeda harus dibatasi waktunya - via independent.co.uk
    Bersepeda harus dibatasi waktunya – via independent.co.uk

    Pengendara sepeda yang sekedar hobi saja, tidak perlu stres dengan studi yang menyebutkan bahwa bersepeda dapat menyebabkan volume air mani semakin rendah, mengurangi jumlah dan motilitas sperma. Namun pengendara sepeda dengan intensitas berlebih (dua jam lebih dalam sehari, selama enam hari dalam seminggu) harus mulai memperhatikan porsinya. Sebab, hal itu dapat melukai skrotum dan testis serta menyebabkan masalah kesuburan.

    Ditambah lagi, mengenakan bike shorts (celana pendek khusus bersepeda) yang ketat selama berjam-jam dapat membunuh sperma dengan kekuatan yang sama seperti berendam dalam air panas. Daerah skrotum menjadi lebih panas dan berkeringat karena sadel sepeda, lalu dapat menyebabkan jumlah sperma rendah. Jika Anda berencana menaiki sepeda, lebih bijak untuk membatasi waktu secukupnya, kenakan celana pendek yang longgar, dan pilih sadel yang lembut dan nyaman diduduki.

     

    9. Rileks dan jangan biarkan stres menimpa Anda dan istri. Mengambil cuti demi liburan juga seru diikuti

    Menghabiskan waktu berdua saja - via darmolot.pl
    Menghabiskan waktu berdua saja – via darmolot.pl

    Terkadang, menunggu hasil perencanaan kehamilan tidak selamanya menyenangkan dan penuh semangat. Ada kalanya stres datang melanda, apalagi kalau Anda harus menunggu cukup lama. Meluangkan waktu untuk berlibur, bersantai di pantai, berenang, atau sekedar jalan-jalan adalah solusi yang baik. Mungkin ini tidak ada hubungannya dengan tingkat kesuburan Anda. Namun bukankah selama berencana hamil, Anda dan istri tidak boleh merasa stres?

     

    Bagaimana ledis? Sulit tidak kesembilan cara tersebut? mudah bukan? Hanya saja, dibutuhkan ketelatenan dan sedikit pengorbanan demi suksesnya memomong bayi. Yakinlah! Jika sembilan cara tadi Anda lakukan dengan seksama, memiliki momongan tak akan lama lagi. Selamat mencoba!

  • 10 Hal yang Harus Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan

    10 Hal yang Harus Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan

    Ledisia.com -Halo, Ledisian! Masih mencoba mendapatkan momongan kah hingga saat ini? Apapun yang Ledisian lakukan untuk mencapainya, tim Ledisia.com mendoakan agar Ledisian cepat mendapatkan kesuburan dan segera menemukan garis positif pada test pack. Amin.

    Setelah kemarin membahas tentang cara mengetahui kapan berovulasi, kini Ledisia.com menyajikan topik terkini mengenai hal-hal apa saja yang perlu dihindari selama merencanakan kehamilan. Oleh karenanya, agar tingkat kesuburan mencapai titik optimal dan membuahkan hasil, jangan lupa untuk menghapal dan menghindari 10 hal berikut!

    Biar Kehamilan Tidak Lagi Gagal, Menghindari 10 Hal Inilah yang Harus Benar-Benar Dihapal

    1. Berhati-hati memilih pelumas adalah wajib hukumnya. Sebab si pelumas ini sangat bisa menghambat perjalanan sang sperma menuju rahim wanita.

    Berhati-hati memilih pelumas adalah wajib hukumnya. Sebab si pelumas ini sangat bisa menghambat perjalanan sang sperma menuju rahim wanita
    Berhati-hati memilih pelumas via file.answcdn.com

    Barangkali, kini banyak sekali toko-toko (baik offline maupun online) berlomba-lomba untuk menawari Ledis pelumas vagina. Pelumas tersebut berfungsi agar vagina Anda tidak kering dan terasa licin. Sekilas, tawaran tersebut nampaknya menggiurkan. Selain menghindarkan rasa lecet karena vagina kering, barangkali pelumas tersebut juga mampu memberikan sensasi tersendiri saat Ledis berhubungan seksual. Bahkan katanya, pelumas ini akan membantu untuk cepat merasakan orgasme.

    Tapi, tunggu dulu! Jangan buru-buru terbujuk oleh bahasa iklan yang mengiming-imingi. Belum tentu pelumas tersebut memberikan fungsi sesuai yang Anda dambakan. Seperti dikutip dari laman babycenter.com, sejumlah studi menemukan bahwa pelumas vagina dapat merusak sperma dan mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan perjalanan/berenang bebas ke rahim untuk membuahi sel telur. Hal ini ternyata berlaku untuk pelumas yang bisa dibeli di toko dan pelumas buatan sendiri, misalnya yang terbuat dari minyak zaitun. Padahal lendir serviks alami yang wanita hasilkan sebelum masa ovulasi sendiri, sudah sangat ampuh lo untuk menghantarkan sperma menuju rahim. Sedangkan itu, pelumas vagina baik yang dibeli di toko maupun bikinan sendiri memiliki kadar keasaman yang mungkin merusak sperma. Kekentalan pelumas pun turut mempengaruhi mobilitas sel sperma saat berenang. Semakin ia kental, semakin sulitlah sperma bergerak bebas dan senang.

    Pelumas tersebut bisa Ledis ganti dengan air hangat. Air hangat cenderung ramah terhadap sperma. Air hangat tidak akan membunuh sperma dan tidak memiliki kekentalan yang dapat menghambat gerakan sperma menuju rahim. Namun jika Ledis memang terpaksa menggunakan pelumas karena kondisi tertentu, carilah pelumas yang ramah terhadap sperma. Biasanya, keterangan ini dapat dilihat pada kemasannya.

    2. Jika Ledis sedang dalam pengobatan tertentu, lebih mantap jika konsultasikan rencana kehamilan dengan dokter terpercaya. Pengobatan tertentu justru harus dihindari saat merencakan kehamilan.

    Jika Ledis sedang dalam pengobatan tertentu, lebih mantap jika konsultasikan rencana kehamilan dengan dokter terpercaya. Pengobatan tertentu justru harus dihindari saat merencakan kehamilan
    Jika sedang dalam pengobatan tertentu, konsultasikan rencana kehamilan anda via rebenok16.ru

    Kenapa Ledisia.com menganjurkan Ledis untuk berkonsultasi? Sebab, pilihan jawabannya di sini adalah menghentikan semua pengobatan yang sedang berjalan atau menjalankan pengobatan tersebut hingga tuntas dan baru merencanakan kehamilan. Dalam kondisi tertentu, bisa juga dokter menyarankan untuk menghentikan beberapa penggunaan obat saja dan Ledis bisa langsung merencanakan kehamilan. Semua saran itu, tentunya bisa didapatkan dari dokter yang lebih mengenali rekam medis dan riwayat penyakit Ledis bukan?

    Namun, ada beberapa obat yang paling tidak harus Ledis ketahui untuk dihindari jika rencana kehamilan sudah matang ingin disegerakan. Obat itu adalah obat-obat yang mampu membahayakan janin, seperti:

    • Isotretinoin, yang lebih dikenal sebagai Accutane (untuk jerawat),
    • Coumadin (antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah),
    • Tetracycline (untuk jerawat atau infeksi),
    • Asam valproik (untuk epilepsi),
    • ACE inhibitor (hipertensi),
    • Obat suntik atau pencegahan seperti Imitrex dan propranolol (untuk migrain),
    • Obat anti malaria seperti Plaquenil, atau
    • Dosis tinggi steroid seperti kortison dan prednison (untuk lupus).

    3. Kopi memang surganya inspirasi. Namun, lain halnya dengan kafein yang bisa membuat angka kesuburan menjadi mini

    Kopi memang surganya inspirasi. Namun, lain halnya dengan kafein yang bisa membuat angka kesuburan menjadi mini
    Kafein mengganggu kesuburan via 3.bp.blogspot.com

    Meski pengaruh kopi pada kehamilan masih belum bisa disepakati semua ilmuwan dan peneliti, namun sudah ada studi yang menyatakan di mana kopi bisa berpengaruh pada kehamilan. Oleh karenanya, ada batasan yang disepakati tentang jumlah kopi yang normal dikonsumsi oleh wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Mengkonsumsi 200-300 mg kafein setiap hari ketika mencoba untuk hamil, masih bisa dianggap wajar. Namun jika Ledis adalah penggemar kopi tingkat berat dan bisa meminum lebih dari takaran tersebut per harinya, alangkah baiknya untuk memotong porsi harian Ledis minum kopi.

    Selain kopi, masih ada lagi yang mengandung kafein. Sebutlah produk herbal, sejumlah obat-obatan (seperti obat sakit kepala, flu, dan alergi). Bahkan minuman cola dan penambah energi pun turut menambah daftar panjang produk konsumsi harian manusia yang mengandung kafein. Solusinya, cobalah untuk secara perlahan-lahan saja melepas adiksi Ledis terhadap kopi. Gantikan dengan minuman alternatif seperti susu, teh, atau jus yang jauh lebih aman dan menyehatkan.

    4. Tragedi Minamata bertahun-tahun yang lampau mengingatkan kita agar tidak mengkonsumsi ikan dan hasil laut yang terkena limbah merkuri. Bahayanya, ia dapat membuat sang bayi terlahir cacat.

    Tragedi Minamata bertahun-tahun yang lampau mengingatkan kita agar tidak mengkonsumsi ikan dan hasil laut yang terkena limbah merkuri. Bahayanya, ia dapat membuat sang bayi terlahir cacat.
    Hati-hati mengkonsumsi ikan via medicaldaily.com

    Pada tahun 1950-an, dunia khususnya negara Jepang digemparkan oleh adanya tregedi Minamata. Pada waktu itu, limbah merkuri dari industri banyak yang dibuang secara besar-besaran di Teluk Minamata. Sedangkan itu, masyarakat Jepang sendiri memiliki kecenderungan makan ikan atau sushi yang sangat tinggi. Apalagi untuk ibu hamil, memakan ikan dapat memberikan nutrisi yang baik untuk sang jabang bayi. Sayangnya, limbah merkuri yang dibuang ke laut tersebut turut mencemari ikan yang dikonsumsi para ibu hamil sehingga bayi-bayi yang lahir pada masa itu terlahir cacat.

    Tak hanya berpengaruh pada janin atau bayi yang dilahirkan, kandungan merkuri pada ikan juga dapat berpengaruh pada kesehatan Ledis sendiri. Resiko kanker adalah yang paling mungkin terjadi. Bahkan nyawa Ledis pun bisa terancam bila merkuri masuk ke dalam tubuh. Jadi, pastikan ikan yang Ledis konsumsi adalah ikan dan hasil laut yang segar ya! Yakinkan Ledis untuk membelinya pada tempat dan penjual yang terpercaya kualitas dan kebersihannya.

    Menghindari kosmetika yang bermerkuri pun wajib hukumnya. Misalnya, untuk produk-produk pemutih yang menjanjikan hasil instan. Beberapa kasus mengajari kita bahwa calon ibu yang tetap menggunakan produk pemutih saat mengandung, mengalami keguguran karena kandungan merkuri berbahaya pada kosmetik tak terpercaya dan tidak terdaftar/legal tersebut.

    5. Konsumsi alkohol juga layak dikurangi demi tingkat kesuburan yang memberi hasil. Apalagi jika Ledis tidak tahu kalau sedang mengandung, sudah pasti si janin turut meneguk sari-sari alkohol.

    Konsumsi alkohol juga layak dikurangi demi tingkat kesuburan yang memberi hasil. Apalagi jika Ledies tidak tahu kalau sedang mengandung, sudah pasti si janin turut meneguk sari-sarinya. Tentu saja, alkohol sangat dilarang untuk kehamilan. Janin akan berkembang pesat selama minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum Ledis tahu sedang mengandung. Beberapa penelitian malah menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kesempatan keguguran sejak masa-masa seperti itu
    Stop konsumsi alkohol via www.gezondheidsnet.nl

    Tentu saja, alkohol sangat dilarang untuk kehamilan. Janin akan berkembang pesat selama minggu-minggu pertama kehamilan, bahkan sebelum Ledis tahu sedang mengandung. Beberapa penelitian malah menunjukkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kesempatan keguguran sejak masa-masa seperti itu.

    Sampai saat ini, para ahli dan peneliti belum memegang definisi pasti batas alkohol yang aman untuk ibu hamil atau bagaimana tingkat kepekaan bayi terhadap alkohol yang dikonsumsi ibunya. Namun karena alkohol telah dikenal luas sangat berbahaya untuk kehamilan, paling tidak alkohol harus dihindari saat itu juga.

    Jika Ledis sedang mencoba untuk hamil, yang paling penting adalah tidak minum selama paruh kedua siklus bulanan, setelah berovulasi. Ini karena saat itulah waktunya Ledis mungkin hamil. Tapi jika Ledis menstruasi pada saat itu, tidak apa-apa minum beberapa gelas anggur selama paruh pertama siklus, saat sedang menunggu ovulasi lagi.

    6. Merokok beresiko menyebabkan impotensi. Sebelum itu terjadi, meninggalkannya adalah solusi yang tak bikin rugi.

    Merokok beresiko menyebabkan impotensi. Sebelum itu terjadi, meninggalkannya adalah jawaban yang tidak bikin rugi
    Merokok menyebabkan impotensi via www.bk-brest.by

    Mungkin Ledis tidak banyak yang merokok. Namun, jangan lupakan si suami. Suami pun harus dihindarkan dari rokok sementara waktu, demi mencapai tingkat kesuburan yang maksimal.

    Studi menunjukkan bahwa merokok berpotensi menurunkan jumlah sperma. Ketika merencanakan kehamilan pun, pasangan suami istri dituntut untuk memiliki kesehatan yang prima dan tubuh yang bugar. Oleh karenanya, saran menghentikan rokok sebelum merencanakan kehamilan tidak akan ada sia-sianya. Selain meningkatkan peluang hamil, seluruh keluarga akan terhindar dari bahaya asap rokok bukan?

    7. Zat kimia memiliki macam-macam versi dan fungsi. Ada baiknya mengurangi kontak dengan zat-zat kimia tertentu agar si calon jabang bayi tak terkena efeknya sejak dini.

    Zat kimia memiliki macam-macam versi dan fungsi. Ada baiknya mengurangi kontak dengan zat-zat kimia tertentu agar si calon jabang bayi tak terkena efeknya sejak dini
    Kurangi kontak dengan zat-zat kimia via cdn.dmx.vn

    Mungkin Ledis memutuskan untuk tinggal di rumah saja selama merencanakan kehamilan. Lantas, Ledis menyangka kalau bebas dari bahaya paparan zat kimia. Belum tentu! Beberapa zat kimia yang mungkin berpengaruh pada kesuburan bisa bersumber dari barang-barang di sekitar dan lumrah digunakan sehari-hari. Sebut saja bahan-bahan pembersih alat rumah tangga, seperti deterjen, obat pel lantai, dan lain-lain. Sebagai wanita, tentunya Ledis sangat akrab dengan itu semua bukan?

    Saat merencanakan kehamilan, Ledis bisa meminimalisir efek kimianya dengan cara menggunakan sarung tangan atau masker untuk menghindari efeknya pada kulit langsung dan sistem pernapasan. Jika mau, Ledis bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk menggantikan bahan-bahan kimia tersebut. Untuk mengepel lantai misalnya, bisa digunakan ampas kelapa. Untuk membersihkan panci dan perabot dapur, baking soda masih dikenal sebagai jawaranya menghilangkan noda membandel.

    8. Usahakan Ledis selalu berpikir positif dan berhati riang. Stres yang berlebih bisa mengganti-ganti kadar kesuburan tanpa permisi.

    Usahakan Ledis selalu berpikir positif dan berhati riang. Stres yang berlebih bisa mengganti-ganti kadar kesuburan tanpa permisi
    Keep positif via giftlife.today

    Stres bisa menimpa wanita dan pria. Maka dari itu, hindarilah tekanan dan rasa stres pada Ledis dan suami. Stres dapat memacu ketidaksuburan pada wanita dan pria. Bahkan ketika pikiran sedang stres, bukan tak mungkin Ledis atau suami kehilangan nafsu untuk melakukan hubungan seksual.

    Secara ilmiah, stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar di otak yang mengatur nafsu makan dan emosi, serta hormon yang memberitahu kapan saatnya ovarium untuk melepaskan telur. Jika stres melanda, ada kemungkinan ovulasi pun tidak terjadi sama sekali.

    Cukup buat rileks pikiran dan tubuh Ledis. Jika perlu, ikutkan pula suami! Misalnya, berjalan-jalan, belanja, spa, menonton film, dan memasak bersama suami. Jika perasaan senang, mood pun akan berubah positif. Begitu pula dengan mood saat berhubungan seksual. Bukankah perasaan bahagia adalah hal utama yang menjamin kesehatan tubuh dan psikis manusia? Dan bukankah bahagia itu bisa diwujudkan dengan cara-cara sederhana pula?

    9. Mandi dalam baik air panas memang menyenangkan dan menghapus lelah. Tapi siapa sangka kegiatan seru ini perlu dihindari agar memiliki anak tak sekedar mimpi?

    Mandi dalam baik air panas memang menyenangkan dan menghapus lelah. Tapi siapa sangka kegiatan seru ini perlu dihindari agar memiliki anak tak sekedar mimpi?
    Hindari mandi di dalam bak air panas via www.spascenter.ch

    Poin ini mungkin terlihat sepele. Tapi percayalah, testis sangat sensitif pada suhu panas. Padahal agar bisa memproduksi sperma yang sehat dan sempurna, testis harus berada di lingkungan yang dingin agar suhunya pun mendingin.

    Kerap bersepeda, sauna, dan menggunakan celana ketat juga bisa membuat suhu testis menjadi lebih tinggi. Untuk pria yang memang pernah didiagnosis tidak subur, mungkin perlu menghilangkan kebiasaan ini. Cukup hindari hal tersebut selama merencanakan kehamilan saja, bukan untuk sepanjang hidup.

    Untuk menciptakan sperma yang matang, diperlukan waktu yang lama yaitu selama tiga bulan. Jika waktu lama tersebut rusak karena suhu testis selalu memanas, bukankah suami dan istri sama-sama merasa lelah dan sia-sia?

    10. Ganja dan segala jenis narkoba selalu dilarang untuk dikonsumsi. Selain menumbuhkan rasa candu, kesuburan Anda pun jadi rancu.

    Ganja dan segala jenis narkoba selalu dilarang untuk dikonsumsi. Selain menumbuhkan rasa candu, kesuburan Anda pun jadi rancu
    Stay away from drugs via www.paranoia-blog.de

    Ganja, narkoba, dan segala macam-macam obat-obatan terlarang dapat memberikan efek besar bagi tubuh. Jika penggunaannya ilegal, pengaruh negatiflah yang lebih banyak menimpa tubuh dan segala sistem dan organ di dalamnya.

    Tak ubahnya merokok, konsumsi ganja dan narkoba yang berlebihan dapat menurunkan kadar hormon testosteron (hormon pria) dan progesteron (wanita). Jika kadar keduanya menurun, tentu saja sel sperma dan sel telur yang dihasilkan pasangan suami istri akan ikut menurun juga.

    Menurut studi, penggunaan ganja secara terus-menerus dan rutin bisa mengakibatkan bayi lahir prematur dan berat badannya berkurang. Penelitian lainnya menyebutkan, bahwa anak yang lahir dan sempat terpapar ganja memiliki kemampuan otak yang berbeda dan perilakunya pun bermasalah ke depannya. Lalu, masih mau mengorbankan anak demi kesenangan mencandu narkoba?

    Kini, Ledis sudah paham betul bukan apa saja yang perlu dihindari selama masa perencanaan kehamilan? Lalu, tunggu apalagi? Segera jauhkan mereka dari lingkungan Ledis dan biasakan gaya hidup sehat dan bahagia demi kesehatan pasangan suami istri, sel telur dan sel sperma, beserta calon jabang bayi Ledis nanti!

  • Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan?
    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan? via www.websitesolutionsindia.in

    Ledisia.com – Buat Anda yang sudah menikah, pasti sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan momongan. Rasanya, keluarga kecil Anda akan semakin hidup lagi dan Anda pun punya “mainan” baru di rumah. Tak mengherankan apabila pertanyaan “Berapa lama lagi saya bisa hamil?” kerapkali melintas hilir mudik di pikiran Anda.

    Sayangnya, tidak ada yang bisa memperkirakan dengan pasti kapan seseorang bisa segera memiliki momongan setelah hubungan seksual pertamanya. Walaupun Anda dan suami sudah sangat bekerja keras demi mewujudkan kehamilan, kapan Anda hamil pun perkara hanya Tuhan yang akan tahu pasti waktunya. Sedangkan itu, umur Anda akan terus bertambah seiring waktu.

    Namun berdasarkan data yang tim Ledisia.com dapatkan dari situs babycenter.com, mayoritas pasangan bisa mendapatkan kehamilan dalam waktu tiga bulan setelah berhubungan seksual. Jangka waktu itu sendiri bisa menjadi lebih lama apabila usia Anda lebih tua, memiliki kebiasaan yang tidak ramah dengan kesuburan (seperti merokok atau minum alkohol), dan memiliki kondisi yang merusak kesuburan.

    Kebanyakan pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, juga memiliki kecenderungannya masing-masing sampai dikatakan positif hamil. Data berikut, misalnya:

    • 30% hamil dalam siklus pertama (sekitar satu bulan)
    • 59% hamil dalam waktu tiga siklus (sekitar tiga bulan)
    • 80% hamil dalam waktu enam siklus (sekitar enam bulan)
    • 85% hamil dalam waktu 12 siklus (sekitar satu tahun)
    • 91% hamil dalam waktu 36 siklus (sekitar tiga tahun)
    • 93-95% hamil dalam waktu 48 siklus (sekitar empat tahun)

    Jika dalam hitungan tahun Anda belum mendapati kehamilan juga, segera berkonsultasilah dengan seorang spesialis kandungan dan kesuburan. Meskipun Anda tak pernah lelah untuk mencoba hamil, tetapi kalau Anda memang memiliki masalah kesuburan, bukanlah lebih baik untuk segera mendapatkan bantuan daripada harus membuang waktu-waktu Anda yang berharga? Apalagi jika Anda telah berusia 35 tahun ke atas. Waktu akan terus berjalan dan usia Anda pun akan terus bertambah. Inilah alarm tepat bagi Anda untuk cepat-cepat mengatur janji dengan spesialis jika Anda tidak kunjung hamil dalam waktu enam bulan.

    Sekitar 80-90% dari pasangan suami istri bisa hamil secara alami. 10% akhirnya didiagnosis dengan infertilitas. Sekitar 93-95% dari pasangan mungkin bisa hamil secara alami jika mereka mencoba cukup lama. Sayangnya, hanya beberapa saja di antara mereka yang memilih mencari bantuan daripada menunggu untuk mencari tahu.

    Diagnosis Anda tidak subur sendiri, secara sederhana diartikan sebagai satu tahun mencoba hamil pada wanita berusia di bawah 35 tahun atau enam bulan mencoba pada wanita usia 35 tahun atau lebih, dan keduanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Setelah adanya diagnosis tersebut, pasangan yang didiagnosis tidak subur tersebut akan mendapatkan sejumlah bantuan atau manajemen agar dapat sesegera mungkin mendapatkan kehamilan. Jika masih tidak berhasil, biasanya pilihan yang ditawarkan adalah sumbangan sperma, surrogacy, atau adopsi.

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?
    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan? via aws-dist.brta.in

    Semakin usia Anda bertambah, semakin lama pula bagi Anda untuk hamil. Ini karena kualitas telur Anda akan cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, telur-telur tersebut sudah ada bersama Anda semenjak Anda lahir lo! Dengan demikian, semakin sedikit dari telur-telur tersebut yang dapat bergabung dengan sperma dan tubuh menjadi bayi sehat. Menariknya, tingkat kesuburan pria tidak akan menurun sebelum usianya mencapai 50 tahun.

    Setelah setahun mencoba, ada sekitar 86% wanita subur yang sehat dan berusia awal 20 tahunan akan hamil. Tingkat kehamilan menurun menjadi sekitar 63% pada wanita sehat berusia awal 30 tahunan. Dan pada wanita sehat berusia awal 40 tahunan, tingkat kehamilan turun menjadi 36%. Sedangkan mereka yang berusia 45, hampir 0% kesempatan untuk bisa hamil.

    Kapan Anda Hamil Memang Perkara Anugerah Tuhan. Tapi Jika Selalu Berusaha, Kehamilan Anda Mungkin Disiasati Lebih Cepat

    Hamil lebih cepat, kenapa tidak?

    Ya, Anda bisa hamil lebih cepat tanpa perlu menunggu usia Anda semakin bertambah lagi. Lalu, bagaimana caranya?

    1. Cari tahu kapan Anda akan berovulasi

    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi
    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi via www.desiherbal.com

    Anda hanya bisa hamil saat Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium Anda) atau ada pada masa subur. Ada beberapa metode berbeda yang dapat Anda coba untuk membantu menentukan kapan Anda akan berovulasi. Dengan kalender ovulasi, salah satunya.

    2. Waktu seks dan ovulasinya

    Waktu seks dan ovulasinya
    Waktu seks dan ovulasinya via notihoy.com

    Studi menunjukkan bahwa pasangan yang menjadwalkan hubungan seks bertepatan dengan ovulasi, akan hamil lebih cepat. Sedangkan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah dari dua sampai tiga hari sebelum ovulasi selama masa siklus Anda. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan dari pasangan yang melakukan hubungan seksual pada masa subur memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil. Bahkan kemungkinan peluang untuk hamil bisa naik hingga 30-91%.

    3. Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan

    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan
    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan via drsuelab.com

    Selagi Anda mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan tubuh Anda untuk kehamilan nantinya. Kesehatan tubuh dan organ reproduksi Anda dan suami Anda pula, menjadi faktor penting dalam kesuburan. Bila perlu, ambillah jadwal pemeriksaan dengan dokter untuk sekedar berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan dan kandungan. Berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol berlebih, dan jumlah kafein yang tinggi. Pelajari dan konsumsi nutrisi untuk kesuburan dan kehamilan Anda, serta dapatkan berat badan yang sehat untuk menunjang kesuburan Anda.

    Ya. Kapan Anda dan suami bisa menimang momongan memang perkara rahasia dan anugerah dari Yang Maha Esa.

    Tapi, bukankah manusia tetap harus berusaha demi mencapai impiannya?

    Tanpa usaha yang rajin dan kompak antara Anda dan suami, tentunya impian akan hanya jadi sekedar mimpi. Percayalah, mendengar tangis bayi dalam istana Anda tinggallah sebentar lagi!