Ledisia.com – Hai, Ledis! Mengamati perkembangan lendir serviks merupakan salah satu syarat merencanakan kehamilan. Lewat pengamatan tersebut, Anda akan tahu lendir mana yang tepat untuk rencana kehamilan dan lendir mana yang tidak. Sebab, lendir serviks akan menentukan masa-masa subur dan waktu berhubungan yang tepat.
Sayangnya sepanjang siklus wanita, ada macam-macam lendir serviks yang muncul dan keluar dari vagina. Lendir yang keluar memiliki tekstur, kekentalan, dan warna yang berbeda-beda. Tak jarang, Anda bingung mengatasi perbedaan tersebut. Bahkan tidak tahu sama sekali perbedaannya. Akibatnya, Anda dan suami asal saja melakukan hubungan suami istri dan kehamilan jadi lebih sulit datangnya.
Dengan Mengetahui Perbedaan 4 Lendir Serviks Ini, Waktu Berhubungan Seksual Mudah Diketahui. Masa Subur Bisa Diprediksi, Kehamilan Pun Hadir Secara Pasti
Mulai sekarang, Anda tak usah ragu lagi. Berikut ini adalah empat perbedaan lendir serviks yang mungkin Anda alami selama satu siklus. Yuk, kita simak!
1. Jangan coba-coba spekulasi kalau lendir yang ditemui lengket seperti nasi. Sperma tidak akan bisa bergerak dan pembuahan lebih sulit terjadi dengan kondisi seperti ini.
Lendir serviks yang lengket via promum.ru
Jika di pagi hari, Anda menemui lendir serviks yang lengket dan bentuknya mirip seperti beras ketan atau nasi yang lengket, jangan coba-coba spekulasi! Anda dan suami bisa saja melakukan hubungan seksual pada masa itu. Namun hasilnya akan nihil. Ini karena lendir lengket tersebut merupakan kendir yang paling tidak subur.
Lendir ini bisa dikatakan paling tidak subur karena tekstur cairannya yang sangat tebal. Saking tebalnya, bahkan hampir menyerupai kekentalan pasta gigi atau lem. Tentu saja sperma tidak akan mudah berenang dalam cairan yang kekentalannya ekstrim seperti itu. Malahan, sperma akan terjebak di dalamnya dan ikut terbuang keluar saat lendir tersebut juga keluar dari vagina.
2. Kadang-kadang, lendir serviks seperti krim lotion saat disentuh. Kalau seperti ini, tidak melakukan hubungan seksual dengan suami adalah aturan yang perlu dipegang teguh.
Lendir serviks yang teksturnya seperti lotion saat digosok via mynfp.net
Pernah mengalami lendir serviks yang teksturnya seperti krim? Jika iya, tekstur inilah yang dianggap kurang subur untuk rencana kehamilan. Lendir ini sangat membatasi kerja sperma dengan tingkat kekentalan yang terlalu tinggi. Ciri-cirinya adalah warnanya putih mutiara atau bisa juga kuning krem. Jika dipegang, lendir terasa tebal dan seperti lotion saat digosokkan pada jari.
3. Tanpa sadar, celana dalam Anda basah seperti habis mengompol. Mungkin saja lendir serviks Anda berair dan mampu membuat kehamilan datang.
Rasanya basah seperti air via blogspot.com
Jika Anda menemui lendir ini keluar dari vagina, Anda boleh tersenyum lega. Lendir ini merupakan salah satu lendir yang dianggap cukup baik untuk pembuahan sel telur. Ia memungkinkan sperma bergerak tanpa hambatan menuju serviks, meskipun tidak serta merta langsung membuat kehamilan yang efektif.
Jika disentuh tangan, lendir ini hanya akan terasa berair, warnanya bening, basah, dan tidak kental. Saking tidak kentalnya, Anda bisa merasakan lendir ini menetes dan mengalir di sela-sela jari. Jika mengalaminya, Anda seakan-akan mengompol di celana dalam. Padahal itu bukan urin, melainkan lendir.
4. Inilah yang seharusnya Anda nanti-nantikan. Lendir yang mirip putih telur mentah!
Lendir seperti putih telur via diaryofmuhammad.com
Setelah sempat mengalami ketiga lendir serviks di atas, Anda pasti sudah pernah merasakan lendir yang ini pula! Ya, lendir serviks yang bentuknya mirip putih telur mentah. Lendir yang selama dikenal dunia medis dan masyarakat luas sebagai lendir paling subur untuk merencanakan kehamilan. Lendir ini memiliki kekentalan yang sempurna. Ia tidak terlalu tebal atau terlalu cair. Oleh karenanya, sperma mampu bergerak bebas dan berenang menuju serviks. Mirip seperti putih telur ayam mentah, lendir ini juga dapat meregang satu atau dua inchi tanpa putus di tengahnya.
Bagaimana, Ledis? Sekarang sudah tahu bukan perbedaan-perbedaan lendir serviks yang sering muncul pada siklus Anda? Jika kehamilan adalah prioritas utama Ledis dan suami, jangan lupakan kehadiran lendir serviks yang berwujud seperti putih telur mentah. Amati terus perkembangan siklus Ledis hingga menemukan lendir ini dan rencanakan hubungan seksual sesegera mungkin. Dijamin, kehamilan yang dinanti-nantikan tidak akan terlewati.
Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan momongan, ya!
Ledisia.com – Berhubungan seksual adalah rutinitas yang wajib dilakukan oleh pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran buah hati. Bagi sebagian orang ada yang langsung berhasil dan mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual untuk pertama kali. Tapi ada juga yang harus terus-menerus mencoba hingga mendapatkan kabar kehamilan. Yang terakhir ini disebabkan oleh tingkat kesuburan yang kurang maksimal.
Di masyarakat kita, sering muncul anggapan agar tidak membuang-buang sperma. Sebaiknya tunggu dulu sampai wanita mendapatkan masa subur atau ovulasi, barulah kemudian melakukan hubungan seksual. Dengan demikian, hubungan seksual tidak akan sia-sia. Tapi apakah itu benar?
Kerap Berhubungan Seksual Itu Tidak Merugikan. Tetapi Justru Menambah Peluang Kehamilan.
Untuk menjawab anggapan tersebut, Ledis perlu membaca tujuh alasan berikut. Kenapa sih kerap berhubungan seksual sesering mungkin sangat dianjurkan dan tidak akan merugikan? Apa sih alasannya? Langsung saja kita simak alasan berikut!
1. Keseringan berhubungan seksual tidak akan memperburuk kesuburan. Bahkan bisa jadi solusi dari ketidaksuburan.
Kesuburan lebih prima via carmenhibbins.com
Sebagian orang percaya bahwa terlalu sering berhubungan seksual dapat membuat kesuburan berkurang, hal itu hanyalah mitos. Kebanyakan pasangan berasumsi bahwa hubungan seksual terbaik untuk kehamilan adalah pada saat masa subur saja. Sehingga, suami diminta untuk “menyimpan” spermanya hingga masa ovulasi istri tiba. Sedangkan, berhubungan seksual di luar masa subur dianggap akan membuang sel sperma yang berkualitas.
Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya. Mengurangi intensitas berhubungan seksual malah akan menurunkan peluang kehamilan Anda.
2. Anda tidak perlu berkecil hati karena belum memomong bayi. Sering berhubungan seksual membuat kesempatan hamil lebih tinggi.
Kesempatan hamil lebih besar via heatherpearcephotography.com
Peluang kehamilan dapat lebih tinggi jika Anda dan suami sering berhubungan seksual. Beberapa studi pun telah membuktikan fakta tersebut. Bahkan, melakukan hubungan seksual beberapa kali sehari pun sah-sah saja dilakukan, jika Anda mau.
3. Sering berhubungan seksual membuat sperma lebih sehat, dibanding sperma yang disimpan hingga waktu dirasa tepat.
Sperma sehat, hamil cepat via theresamarie.com
Ketika Anda meminta suami untuk menyimpan sel spermanya lebih lama dalam tubuh, bukan tidak mungkin kualitas sel sperma yang disimpannya jadi kurang berkualitas. Terlalu lama menyimpan sperma dalam tubuh pria dapat mengakibatkan motilitas (kecepatan renang sel sperma menuju rahim wanita) menurun.
Untuk mengantisipasinya, lebih baik Anda dan suami jangan menunda hubungan seksual. Jangan pantang berhubungan seksual selama tujuh hari berturut-turut.
4. Tak perlu takut kehabisan sel sperma dari suami. Anda punya stok sperma yang memadai dalam tuba falopi.
Stok sperma dalam tuba falopi untuk hamil via picturess.co.za
Keseringan melakukan ejakulasi membuat kepadatan sel sperma akan berkurang, namun hal ini sangatlah wajar. Yang terpenting dari seringnya Anda dan suami berhubungan seksual adalah ada sejumlah sperma yang bersemayam dalam tuba falopi wanita sebelum ovulasi. Apalagi sel sperma dikenal dapat bertahan hidup selama tiga hari dalam rahim wanita. Sehingga Anda patut merasa aman karena memiliki stok sperma yang mencukupi untuk pembuahan.
5. Untuk Anda yang tidak teratur siklus menstruasinya, berhubungan seksual setiap hari adalah solusinya.
Solusi untuk yang siklusnya tak rutin via langeronline.de
Apakah Anda adalah wanita yang siklus menstruasinya tidak pernah teratur atau tidak rutin? Jika iya, pasti akan sulit mengetahui kapan masanya berovulasi! Jika begitu, pasti akan sulit juga untuk menentukan kapan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual? Nah, jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual setiap hari, kemungkinan peluang Anda melakukan hubungan seksual tepat pada hari ovulasi lebih besar lagi.
6. Tak hanya meningkatkan peluang mengandung, sering berhubungan seksual pun membuat Anda dan suami saling dukung.
Lebih kompak dengan suami via upsocl.com
Berhubungan seksual tak hanya bermanfaat untuk meneruskan keturunan saja. Ada manfaat-manfaat lain yang bisa Anda petik dari berhubungan seksual. Setidaknya, ada lima belas manfaat berhubungan seksual yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah jantung lebih sehat, relaksasi, dan memperlambat penuaan.
Di samping itu, sering berhubungan seksual akan membuat hubungan Anda dengan suami lebih dekat. Ikatan batin pun semakin kuat. Beberapa pasangan dapat merasakan hubungan yang semakin kompak dan mendukung karena seringnya berhubungan seksual.
7. Anda tidak perlu lelah karena bercinta setiap hari. Cukup luangkan waktu saja 2-3 hari.
Anda dan suami tidak lelah dan tetap bahagia via kosova-sot.info
Mungkin Anda dan suami berpikir, terlalu sering bercinta akan menyebabkan cepat bosan dan lelah. Apalagi jika harus bolak-balik berhubungan seksual lebih dari sekali dalam sehari. Namun, tenang saja! Anda tidak perlu serajin dan selelah itu melakukan rutinitas ini.
Meluangkan waktu dua atau tiga hari saja dalam seminggu pun sudah dianggap ideal untuk mendapatkan kehamilan. Intensitas sebanyak ini sudah dianggap cukup untuk meningkatkan peluang berhubungan tepat pada masa subur.
Jadi, tunggu apalagi Ledis? Masihkah mau berpikir untuk menunda berhubungan seksual lebih rutin? Atau ingin segera melakukannya dengan suami agar segera mendapat momongan?
Tetap semangat dan selamat berjuang, ya Ledis! Semoga segera mendapatkan kehamilan yang lancar dan sehat!
Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah bukan rahasia lagi jika usia ideal untuk memiliki anak adalah usia dua puluhan. Ya, di usia-usia tersebutlah kesuburan organ reproduksi wanita sedang berada di puncaknya.
Selepas usia itu, kesuburan wanita akan semakin menurun setelah usia 35 tahun. Tak heran apabila banyak wanita yang mengejar “pernikahan” pada usia dua puluhan agar segera memiliki anak.
Kehamilan Memang Ideal Pada Usia 20-an. Ketahui Plus Minus Ini Agar Tidak Minim Persiapan!
Anda ingin menikah dan memiliki anak pada usia dua puluhan? Tunggu dulu! Sebaiknya, Anda mengetahui plus dan minus kehamilan pada usia dua puluhan. Meski inilah puncak kesuburan Anda, tapi ada faktor-faktor lain yang turut mengiringi keputusan hamil pada rentang usia seperlima abad ini. Mau tahu? Simak poin-poin berikut!
Mereka dengan usia dua puluhan cenderung mengejar karir dan cita-cita. Dengan karir tinggi, Anda tidak perlu bergantung pada orang tua.
Mengejar karir setinggi mungkin – via ayosebarkan.com
Usia dua puluhan memang usia di mana seseorang sedang sehat-sehatnya. Kesehatan yang prima itulah yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya dengan mengejar cita-cita dan karir yang lebih baik.
Pada usia itu pula, seseorang dianggap telah dewasa dan sudah seharusnya tidak lagi bergantung dengan orang tua. Setelah lulus kuliah atau sekolah, Anda diharapkan segera mencari penghasilan sendiri dan memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri. Selain untuk mencapai cita-cita, Anda perlu pengalaman untuk aktualisasi diri di lingkungan masyarakat.
Kemampuan finansial pun akan semakin baik sejalan dengan karir yang telah Anda mulai dari nol tersebut. Jika tidak, Anda tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah dan mahal dari waktu ke waktu.
Jika Anda hamil dan memiliki anak pada usia ini, bukan tak mungkin fokus karir anda bisa sedikit terganggu. Bayangkan, Anda mengalami morning sickness saat harus rapat dengan klien atau meninggalkan proyek kantor karena sebulan lagi akan melahirkan. Jelas fokus Anda akan terpecah belah!
Masalah finansial akan dialami jika bayi datang sebelum mapan. Pasalnya, Anda baru saja menapaki dunia kerja dan menata masa depan!
Kebutuhan anak yang banyak – via trademagazin.hu
Setiap orang tahu bahwa memiliki seorang bayi akan menambah panjang daftar pengeluaran bulanan kita. Sebelumnya, Anda mungkin hanya punya pos pengeluaran untuk makan, sewa rumah tinggal, biaya listrik dan air, pulsa, kredit kendaraan, dan anggaran refreshing. Dengan kehadiran si kecil, mau tak mau harus ada pengeluaran khusus untuk sang bayi.
Pengeluaran ini tidak bisa Anda anggap enteng. Jauh-jauh hari sebelum si bayi lahir ke dunia, Anda dituntut sudah harus siap karena biayanya pun tidak sedikit. Bila mau disebutkan satu-satu, ada biaya persalinan, rawat inap, operasi caesar (bila diperlukan), USG, dan kontrol kehamilan. Seakan tak cukup, masih ada kebutuhan boks bayi, baju bayi, dan juga susu bayi. Bahkan, kebutuhan tersebut bisa saja membengkak karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru yang tidak diprediksi sebelumnya.
Daftar panjang kebutuhan tersebut agaknya sulit dipenuhi oleh mayoritas pasangan berusia dua puluhan, apalagi dua puluhan awal. Sebab pada usia ini, seseorang baru saja memulai karirnya. Sangat sulit mendapatkan gaji dengan nominal tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh keluarga (pasangan dan anak), apalagi dengan pengalaman kerja yang masih minim.
Karena selama hamil sempat menghentikan profesi, kemungkinan Anda sulit mendapatkan karir lagi.
Mencoba melamar pekerjaan lagi – via graduateexcellence.com.au
Sebagian wanita berusia dua puluhan memilih berhenti dari pekerjaan usai melahirkan anak. Biasanya, alasan yang mereka utarakan adalah ingin fokus mengawasi tumbuh kembang si kecil. Mereka tidak ingin melewatkan sedikit pun perkembangan sang buah hati. Mereka juga tidak bisa percaya begitu saja dengan jasa babysitter.
Permasalahannya mulai muncul ketika si anak sudah cukup besar dan sang ibu merasa mulai bisa meninggalkan anaknya tersebut. Ya, si ibu ingin memulai karir kembali.
Saat proses rekrutmen, sebagian perusahaan mungkin tidak akan memusingkan status “ibu” pada CV Anda. Tapi ada pula perusahaan yang lebih memilih status wanita lajang pada posisi tertentu.
Anda pasti akan fokus mengurusi si bayi. Hati-hati, bisa jadi kecemburuan menghampiri sang suami!
Awalnya senang, lama-lama cemburu – via magicmaman.com
Di awal pernikahan, mungkin Anda dan suami sedang dalam kondisi hangat-hangatnya dan sangat mesra. Namun begitu Anda hamil, bukan tidak mungkin kehangatan dan kemesraan itu hilang. Apalagi jika sang anak nanti sudah lahir.
Anda sebagai sang ibu, pasti akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk mengurus si bayi. Mulai dari menyusui, mengganti popoknya di tengah malam, memandikan, dan mengajaknya bermain.
Pun saat hamil, Anda akan disibukkan dengan morning sickness dan rasa lelah yang sering datang tiba-tiba. Anda akan lebih memilih tidur dibandingkan mengurusi suami. Jika suami tak cukup pengertian, ia akan mudah cemburu dengan bayi Anda.
Jika Anda belum matang secara pikiran dan mental, tanggung jawab mengurus bayi bisa tidak total.
Yakin bisa menghadapi ini? – via ksl.com
Di usia yang terbilang masih sangat muda, dua puluhan, bisa dikatakan masih cukup labil. Karena pengalaman dan aktualisasi yang mungkin masih minim, mereka terkadang lupa akan tanggung jawab yang sesungguhnya. Mereka lebih senang berpetualang di luar rumah.
Sedangkan ketika berumah tangga dan memiliki anak, Anda dan suami dituntut menomorsatukan keluarga. Sepulang bekerja, Anda harus segera pulang dan bergantian mengasuh anak. Memastikan kalau si anak tidak kekurangan kasih sayang.
Anda tentu tidak bisa egois meninggalkan anak di rumah demi kesenangan pribadi Anda, bukan?
Puncak masa subur hanya terjadi di usia dua puluhan. Apa iya kesempatan ini mau dilewatkan?
Usia paling subur untuk hamil – via thetimes.co.uk
Para ahli mengatakan bahwa awal usia dua puluhan adalah puncak masa kesuburan wanita. Dari sudut pandang biologis, inilah waktu paling tepat untuk merencanakan kehamilan.
Pada dasarnya, setiap wanita dilahirkan dengan satu sampai dua juta sel telur. Karena mengalami masa puber, jumlah telur yang Anda bawa ada sekitar 300.000 – 500.000. Namun, ovarium hanya akan melepaskan sel telur sebanyak 300 sel telur selama tahun reproduksi Anda.
Dari data tersebut, kita dapat menyimpulkan kalau jumlah sel telur yang dibawa tubuh akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Jika Anda telah merencanakan kehamilan dari usia dua puluhan, maka Anda tidak akan menyia-nyiakan stok sel telur yang masih tersisa dari organ reproduksi Anda.
Hamil di usia dua puluhan akan mengurangi resiko kelahiran bayi cacat. Sebaliknya, Anda lebih berpeluang melahirkan bayi yang sehat!
Bayi lahir sehat – via erdbeerlounge.de
Kalau Anda bertambah tua, seluruh kemampuan tubuh otomatis juga akan menurun seiring waktu. Tak terkecuali dengan kemampuan organ reproduksi seperti ovarium. Semakin tua usia Anda, kualitas sel telur yang dihasilkan oleh ovarium juga akan semakin menurun.
Hal inilah yang menyebabkan sel telur wanita berusia dua puluhan tidak sama dengan sel telur wanita berusia tiga puluhan. Kelainan genetik lebih rentan terjadi pada pembuahan sel telur wanita berusia tiga puluhan atau lebih. Akibatnya, kasus bayi dengan down syndrome dan cacat lebih banyak ditemukan pada kehamilan wanita berusia di atas dua puluhan.
Menurut studi, keguguran bisa dihindari jika kehamilan direncanakan sejak dini!
Kalau direncanakan, pasti lebih baik – via petrushki.net
Wanita yang mengalami kehamilan pada usia dua puluhan memiliki resiko keguguran yang lebih kecil dibandingkan dengan wanita lain pada usia yang lebih tua. Menurut data yang dilansir dari laman babycenter.com, wanita berusia dua puluhan hanya memiliki resiko keguguran sebesar 10%.
Persentase itu semakin bertambah pada wanita dengan usia tiga puluhan dan empat puluhan. Bagi mereka yang hamil pada awal tiga puluhan, ada kemungkinan sebesar 12% untuk keguguran, ketika wanita yang hamil pada akhir tiga puluhan mendapati persentasi keguguran sebesar 18%. Persentase keguguran pun melonjak sangat tinggi pada wanita dengan usia awal empat puluhan, yaitu sebesar 34%. Sedangkan mereka yang hamil pada usia 45 tahun akan mengalami peluang keguguran sebesar 53%. Angka yang fantastis, bukan?
Hanya bagi mereka yang berusia dua puluhan, komplikasi penyakit tidak akan mengganggu sembilan bulan kehamilan.
Tetap kuat sampai persalinan – via shaunabrandes.com
Masih menyoal kesehatan, kehamilan pada usia dua puluhan terbilang sangat mudah dan lebih lancar. Kenapa? Karena kehamilan di usia ini sangat rendah dengan resiko komplikasi kesehatan. Sebut saja tekanan darah tinggi dan diabetes.
Bayangkan jika Anda sedang mengalami penyakit itu saat hamil! Tentu saja tidak enak dan membuat kehamilan terasa sangat rumit, bukan? Apalagi kalau membayangkan diabetes dapat menurun ke anak! Lebih baik, cepat-cepat menemui dokter agar masalah Anda tertangani.
Masalah ginekologis tidak akan datang pada mereka yang lebih muda. Itu bedanya jika hamil saat usia telah menua.
Kehamilan sehat – via unk.com.ua
Masalah ginekologis kerap dialami oleh mereka yang sudah berusia 35 tahun lebih dan baru merencanakan kehamilan. Masalah seperti fibroid (uterine fibroid) sering ditemui dan akan semakin parah seiring berjalannya waktu.
Fibroid sendiri adalah tumor jinak (non kanker) yang tumbuh di rahim. Tepatnya, bisa pada dinding otot rahim atau di dalam rahim itu sendiri. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah miom atau mioma.
Meskipun fibroid hanyalah tumor jinak, jika ia mulai menunjukkan gejala yang menyakiti diri Anda, fibroid ini tetap diharuskan dioperasi dan diangkat (dengan atau tanpa janin).
Apapun yang Anda lakukan di usia dua puluhan, semua akan terasa mudah. Bekerja dan mengurus anak pun bisa dilakukan tanpa lelah.
Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! – via sindicomercio-pc.com.br
Percayalah! Hamil pada usia dua puluhan dan di atas dua puluhan rasanya sangat berbeda! Di usia dua puluhan, Anda masih bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan lebih baik. Sedangkan pada usia tiga puluhan atau lebih, mungkin Anda masih bisa membagi waktu. Namun, Anda akan cepat lelah mengurus segalanya.
Anda pasti pernah melihat wanita berusia dua puluhan yang tangkas bekerja sambil mengurus anak. Delapan jam kerja dihabiskan untuk bekerja. Lantas bila waktu kerja sudah usai, ia akan cepat-cepat pulang demi mengobati rasa rindu pada si anak. Jika mereka bisa, tentu Anda juga bisa kan?
Kini, Anda sudah tahu apa kurang dan lebihnya mengandung di usia dua puluhan. Meski sebagian terasa berat, jika Anda dan suami melakukan persiapan yang matang, memiliki anak tidak akan pernah merepotkan. Malahan, ini bisa menjadi sebuah rutinitas yang sangat Anda nikmati.
Lalu, sudah siapkah Anda menjadi ayah dan ibu di usia ini?
Ledisia.com – Bukan rahasia lagi jika diet menjadi salah satu langkah memperoleh kesuburan. Diet yang dimaksud adalah diet dengan mengurangi apapun yang kurang berguna bagi tubuh dan mengimbanginya dengan nutrisi seimbang dari sayur mayur, buah-buahan, dan makanan penuh manfaat yang dibutuhkan untuk kehamilan.
Menurut The American Pregnancy Association, sebuah lembaga nonprofit yang giat mengkampanyekan kesehatan reproduksi. Anda harus mempersiapkan waktu selama tiga bulan sampai setahun untuk melakukan diet demi mendapatkan kesuburan.
Agar Segera Memiliki Momongan, 10 Tips Diet Ini Jangan Dilupakan Saat Sedang Dalam Program Hamil
Jika Anda sudah separuh perjalanan dalam merencanakan kehamilan, jangan khawatir. Diet nutrisi ini tidak pernah mengenal kata terlambat. Bahkan cukup sehat dijadikan sebagai kebiasaan walaupun sedang tidak merencanakan kehamilan. Anda bisa segera melakukannya dari sekarang melalui tips-tips berikut ini.
1. Jauhi minuman beralkohol adalah nasihat kehamilan yang perlu diingat setiap saat. Ini karena alkohol memberi efek negatif di balik nikmatnya yang sesaat
Jauhi alkohol jika tak mau merugi – via kienthuc.net.vn
Sekali, dua kali saja meminum alkohol memang tidak akan begitu saja mempengaruhi tingkat kesuburan Anda atau suami. Tapi, pastikan saja kalau Anda sedang tidak dalam keadaan hamil saat meminum alkohol.
Memang, ada masa-masanya di mana Anda boleh meminum alkohol dengan aman. Masa itu adalah ketika menstruasi. Tapi jika Anda adalah wanita yang memiliki siklus tidak teratur dan sangat sulit mengetahui kapan waktunya ovulasi, lebih baik jangan mengambil resiko sedikit pun untuk meminumnya. Meski belum ada kesepakatan para ahli tentang pengaruh alkohol, tapi sudah banyak pengalaman yang membuktikan sulitnya hamil bagi wanita dengan kebiasaan minum alkohol.
The American Pregnancy Association menyarankan, jangan pernah minum lebih dari dua gelas sehari jika sedang merencanakan kehamilan.
2. Kehamilan tanpa kopi tidak akan gusar lagi karena sudah ada trik menjauhi kopi sedikit demi sedikit
Mengganti kopi dengan susu – via kosova-sot.info
Sejauh ini, batas kafein yang diperbolehkan para ahli untuk dikonsumsi ibu hamil adalah kurang dari 300 miligram per hari atau sekitar dua cangkir 8 ons kopi. Tapi Anda perlu memotong batas tersebut lebih banyak lagi jika sangat sulit mendapatkan kehamilan atau sedang menjalani program bayi tabung.
Masih menurut The American Pregnancy Association, kafein dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Padahal keduanya adalah zat esensial yang diperlukan untuk kehamilan. Tapi jika Anda sudah terbiasa meminum kopi dan sering merasa pusing jika tidak meminumnya sehari saja, mencoba melepaskannya secara bertahap adalah kepututsan yang tepat.
Melepaskan ketergantungan dari kopi adalah dengan mengurangi porsi kopi berkafein sedikit demi sedikit setiap harinya, dengan kopi tanpa kafein. Begitu terus hingga Anda benar-benar bisa lepas dari kopi. Barulah menggantinya dengan susu, entah susu murni atau susu yang dibubuhi sirup dengan rasa kopi buatan.
3. Karbohidrat memang perlu sebagai makanan pokok dan sumber tenaga. Tapi, tetap berhati-hati dengan olahan karbohidrat
Kenali pasta yang dimakan – via jamalouki.net
Meskipun karbohidrat bukanlah masalah yang serius dalam diet nutrisi kehamilan dan bahkan tidak pernah ada anjuran untuk menghindarinya. Namun bukan berarti Anda bisa memakannya habis-habisan. Di pasaran kini, banyak sekali bentuk-bentuk olahan karbohidrat seperti roti putih, pasta, dan olahan nasi putih yang tidak sekonyong-konyong menurunkan peluang kehamilan. Namun, olahan karbohidrat ini tetap saja bisa memberikan resiko jika konsumsinya tidak disertai dengan porsi yang seimbang.
Jika Anda pernah didiagnosa memiliki sindrom ovarium polikistik atau PCOS (penyebab yang paling banyak terjadi dari ketidaksuburan pada wanita) beralih pada biji-bijian berkarbohidrat adalah wajib hukumnya. PCOS sendiri adalah ketidakseimbangan hormon, yang menjadi lebih buruk ketika kadar insulin meningkat dalam aliran darah. Dari beberapa kasus, penyebab utama di balik kadar insulin meningkat adalah karbohidrat olahan.
Ketika wanita dengan PCOS makan terlalu banyak karbohidrat olahan, insulin mengalir ke dalam darah dan memberikan umpan atau rangsangan ke ovarium. Umpan inilah yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur.
4. Makanlah buah dan sayuran berwarna merah, hijau, dan kuning. Bukan hanya bikin Anda lebih cantik dan menarik, mereka juga berjasa menangkal radikal bebas di sekeliling Anda
Sayur untuk serat dan kualitas sel telur – via ashemag.com
Mulai sekarang, cobalah untuk tidak meremehkan akar multivitamin dari alam. Buah-buahan dan sayuran tidak hanya memberikan kandungan vitamin dan mineral yang berlimpah, melainkan juga mikronutrien penghilang radikal bebas seperti fitokimia dan antioksidan. Radikal bebas sendiri adalah molekul berbahaya yang menyelinap ke dalam tubuh. Sumbernya bisa berasal dari sinar matahari, asap, atau polusi. Radikal bebas pun perlu diwaspadai karena mampu merusak ovum, sperma, dan organ reproduksi.
Untuk mendapatkan zat penangkal radikal bebas, belilah sayur mayur dan buah-buahan berwarna terang seperti merah, hijau, dan kuning. Blueberry dan paprika merah, misalnya. ‘
Semakin terang warna buah dan sayurnya, maka semakin kaya pula nutrisi dan anti oksidan yang dikandungnya. Lebih bagus lagi jika porsi makan Anda setidaknya mencakup dua cangkir buah-buahan dan dua setengah cangkir sayur mayur setiap harinya.
5. Asam lemak omega 3 banyak terkandung pada ikan. Mengkonsumsinya akan membuat Anda meningkatkan kesuburannya
Makan ikan yang dimasak sempurna – via grouponcdn.com
Ikan dan hasil laut merupakan sumber terbesar dari asam lemak omega 3. Kandungan omega 3 ini sangat bagus untuk kesuburan. Omega 3 dikenal baik bagi perkembangan mata dan otak bayi. Di samping itu, ia masih punya banyak lagi kandungan-kandungan lainnya yang baik untuk kehamilan. Misalnya, menurunkan resiko kelahiran prematur, mengurangi kesempatan preeklampsia (hipertensi pada waktu kehamilan), dan mengurangi depresi. Sangat penting untuk bisa mendapatkan omega 3 dari makanan karena tubuh manusia tidak bisa menghasilkannya sendiri.
Untuk mendapatkan kandungan asam lemak omega 3 dengan hasil maksimal, mengkonsumsi ikan berlemak dari perairan dingin seperti salmon, tuna, sarden, herring adalah solusinya. Makanlah beberapa kali dalam seminggu.
Pastikan Anda membeli ikan tersebut dari sumber yang terpercaya. Belilah dari nelayan yang menangkap ikan di perairan bebas limbah industri, apalagi limbah merkuri. Seperti kita tahu, merkuri dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian jika terpapar atau terkonsumsi. Ibu hamil yang mengkonsumsi ikan dengan kandungan merkuri pun bisa menuai kecacatan pada bayinya setelah lahir.
Anda sebaiknya mengolah ikan hasil laut dengan baik. Cucilah bersih dan masak dengan tingkat kematangan maksimal. Mengolah ikan hingga tingkat kematangannya pasti mampu membuatnya terhindar dari bakteri, kotoran, cacing, dan resiko-resiko penyakit lainnya.
6. Perbanyak dan penuhi kebutuhan zat besi harus dilakukan sejak dini. Jika nanti sudah hamil, manfaatnya sama-sama dibagi nanati
Minum suplemen penambah sel darah merah – via woman.ru
Penuhilah kebutuhan tubuh Anda dengan kandungan zat besi, apalagi jika siklus bulanan Anda sering terasa berat dan sakit. Mengalami pendarahan secara rutin per bulannya berarti Anda juga mengalami penurunan zat besi dalam tubuh.
Bayi dalam rahim nantinya juga akan memerlukan zat tersebut. Jika Anda tidak buru-buru memenuhi kebutuhan zat besi, resiko anemia postpartum bisa melanda. Anemia postpartum adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan dapat menguras energi.
Jika Anda tidak mengkonsumsi daging merah atau termasuk vegetarian, zat besi masih dapat diperoleh dari multivitamin. Bertanya tentang dokter tentang multivitamin apa yang tepat sah-sah saja dilakukan. Jika perlu, ikuti juga tes kadar sel darah merah untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena anemia.
7. Waspada terhadap bakteri bernama listeria itu perlu, apalagi jika datangnya dari keju atau susu yang sering dikonsumsi ibu
Pastikan produk susu telah dipasteurisasi – via pinimg.com
Listeria adalah bakteri berbahaya yang biasanya ditemukan pada daging siap makan, keju lunak, dan produk-produk susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil 20 kali lebih rentan terkena listeria dibandingkan orang dewasa yang sehat. Apalagi jika ketiga makanan tadi yang dikonsumsi.
Mereka yang sedang berusaha untuk hamil juga harus waspada karena listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh listeria) dapat menyebabkan keguguran di awal trimester pertama. Ini bahkan bisa terjadi sebelum Anda tahu kalau sedang hamil.
Untuk membunuh listeria, panaskan saja makanan beresiko tadi ke dalam microwave hingga mengepul panas. Buanglah makanan yang telah dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam. Benar-benar jauhi makanan seperti sushi mentah, keju lembut yang tidak dipasteurisasi, dan produk-produk yang tidak dipasteurisasi lainnya.
8. Sumber protein yang berasal dari daging harus distop sekarang juga. Jika tidak, lemak di tubuhlah yang hinggap
Makan tempe sebagai pengganti daging – via squarespace.com
Protein adalah bagian sangat penting dalam diet yang sehat. Namun menurut data dari USDA, banyak orang Amerika yang terlalu banyak menikmati daging-dagingan untuk mendapatkan protein hariannya. Padahal para ahli dari Harvard Medical School mengatakan bahwa mengganti daging setiap harinya dengan sayuran atau protein nabati seperti kacang merah, kacang polong, kacang kedelai atau tahu, bahkan kacang tanah dapat meningkatkan peluang kesuburan.
Jika Anda masih merasa susah mengganti kebiasaan makan daging, bukankah masih ada tahu dan tempe sebagai salah satu sumber protein yang tinggi? Tunggu apalagi? Gantilah daging-dagingan yang biasa Anda konsumsi dengan sayuran dan protein nabati yang rendah lemak dan rendah kalori. Dengan begitu memiliki berat badan sehat bukanlah lagi mimpi.
9. Seiring berjalannya waktu, Anda perlu multivitamin. Apakah itu multivitamin prenatal atau yang biasa ditemui di apotek, memastikan penggunaannya agar tidak kehilangan manfaatnya
Multivitamin harus sesuai kebutuhan – via mgc-prevention.fr
Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dari kehamilan lewat makan saja, rasanya akan sangat sulit dan tidak cukup. Anda harus mengambil vitamin prenatal atau multivitamin secara teratur.
Meskipun vitamin prenatal akan memberikan nutrisi kunci yang Anda perlukan untuk hamil, harganya bisa jadi sangat mahal. Kerja dari vitamin prenatal juga akan terasa keras pada perut karena nutrisinya sangat jauh lebih tinggi daripada multivitamin biasa. Beberapa ahli bahkan sampai menyarankan untuk menggunakan vitamin prenatal tepat sebelum tidur untuk menangkal sakit perut yang merupakan efeknya.
Jika Anda ingin mengambil multivitamin biasa yang bisa didapatkan di apotek, konsultasikanlah terlebih dulu pada ahlinya untuk mendapatkan panduan pemakaian yang tepat.
10. Meskipun tidak mengandung, suami tidak boleh lepas tangan. Diet nutrisi pun baik untuk si sperma
Suami juga perlu diet – via openhousegafisa.com.br
Ketika wanita diharuskan untuk melakukan diet dengan cara ini, bukan berarti suaminya juga boleh melenggang bebas tanpa syarat. Calon ayah disarankan untuk mengambil multivitamin harian yang mengandung zat seng (zinc) dan selenium minimal tiga bulan sebelum pembuahan. Dalam studi, kedua mineral tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan sperma yang sehat.
Kenapa harus tiga bulan? Karena selama itulah sperma yang sehat berkembang. Memang dibutuhkan waktu yang lama bagi sperma untuk berkembang secara utuh dan matang. Bagi sebagian orang yang menyadarinya, hal ini bisa juga menjadi hal yang cukup berat.
Ledis, di antara kesepuluh rahasia tersebut, jangan pernah lupakan rahasia yang nomor 10 ya! Semua rahasia tersebut tidak akan berfungsi tanpa bantuan dan kerja sama suami. Kata orang, “Buatnya sama-sama, kok susahnya sendirian aja?” perlu diamini dalam kasus ini.
Ya, diet nutrisi pun perlu dilakukan pada si suami karena suami juga perlu memastikan tubuh sehat dan sel sperma yang sehat ada di tubuhnya. Jika suami Anda mau diajak bekerja sama untuk itu semua, yakinlah memiliki momongan bukan lagi mimpi. Selamat berjuang dan semoga berhasil!
Ledisia.com – Halo, Ledisian! Sebelumnya, kita telah membahas bagaimana pentingnya pemeriksaan pra konsepsi untuk kesuburan. Dari artikel tersebut, Anda telah mendapatkan gambaran tiga manfaat yang akan diperoleh jika melakukan pemeriksaan sebelum berencana untuk hamil. Manfaat utamanya ialah agar rahim siap huni bagi si calon bayi, memberikan petunjuk bagi dokter dan Anda bersama suami untuk langkah perencanaan kehamilan selanjutnya, serta menyiapkan kondisi psikis Anda agar tidak mudah stres saat menjalani program hamil kali ini.
Pada artikel tersebut juga disebutkan bahwa dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan. Misalnya berupa formulir isian mengenai riwayat ginekologis, riwayat medis, riwayat obstetrik, dan lain-lainnya. Daftar pertanyaan panjang inilah yang akan memberikan pemahaman kepada dokter mengenai kondisi rahim Anda apakah telah siap huni atau tidak.
Dengan Panduan Ini, Pemeriksaan Pra Konsepsi Tidak Akan Sulit dan Lupa Lagi
Lalu, pertanyaan apa sajakah yang akan disampaikan oleh dokter pada pemeriksaan pra konsepsi tersebut? Nah, berikut ini Ledisia.com paparkan sejumlah contoh pertanyaan yang bisa menjadi gambaran bagi Anda dan juga pasangan!
1. Bagi wanita, usia bukan hanya pelengkap biodata melainkan tolak ukur tingkat kesuburan mereka
Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang – via wierciadlo.pl
Pertanyaan yang tentu dilontarkan pada Anda adalah:
“Berapa usia Anda dan berapa usia suami Anda?”
Pertanyaan terkait usia ini bukanlah untuk kebutuhan biodata semata. Usia perlu diketahui dokter untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan masih termasuk dalam usia-usia subur untuk memiliki anak. Jika saja usia Anda sudah mencapai 35 tahun ke atas, peluang kesuburan tentu saja akan semakin kecil.
2. Dalam riwayat ginekologis, dokter akan bertanya tentang organ reproduksi Anda. Jika merasa ada yang masih perlu di sampaikan, jangan ragu-ragu katakan saja!
Kapan pertama kali menstruasi? – via canadianpharmacymeds.com
Pada usia berapakah pertama kali Anda mengalami menstruasi? Apakah siklus menstruasi Anda selalu rutin dan berapa lama siklus itu berlangsung? Dan, kapan terakhir kali mengalami menstruasi?
Apakah sempat atau sedang menggunakan kontrasepsi?
Apakah pernah memiliki atau didiagnosis mempunyai pap smear yang abnormal? Artinya, apakah Anda bermasalah pada leher rahim atau memiliki kanker serviks?
Apakah suami pernah teranalisis memiliki infeksi seksual menular, seperti herpes, sipilis, dan lain-lain?
Punya pengalaman dengan penyakit radang panggul? Atau mungkin, dokter mengatakan bahwa Anda memiliki kelainan rahim setelah pemeriksaan tertentu?
Pernah mengikuti tes HIV? Lalu, bagaimana hasilnya?
Apakah Anda dan suami berhubungan secara monogami? Atau malah poligami?
Ketika ibu mengandung Anda, apa saja obat yang dikonsumsinya? Adakah obat yang beresiko membawa kecacatan?
Apakah Anda pernah mengalami operasi ginekologis atau yang berdampak pada organ reproduksi?
Pernah melakukan perawatan kesuburankah sebelumnya?
Adakah problem ginekologis atau masalah pada organ reproduksi yang belum dinyatakan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? Katakan saja!
3. Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan, riwayat obstetrik akan menilik permasalahan yang Anda alami di kehamilan terakhir
Sakit di kehamilan sebelumnya – via promum.ru
Pada bagian ini, dokter akan mengetahui lebih lanjut riwayat kehamilan Anda. Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengandung, maka pertanyaan-pertanyaan berikutlah yang perlu dijawab!
Pernahkah Anda hamil sebelumnya?
Jika memang pernah hamil, pernahkah Anda mengalami keguguran? Berapa lama usia kehamilan hingga pada akhirnya keguguran? Lalu, apa penyebab keguguran? Karena komplikasi atau ada alasan lain?
Pernahkah mengaborsi kandungan? Pada usia kehamilan berapa bulankah dan apa yang jadi alasannya?
Punya sejarah kehamilan di luar rahim? Jika iya, berapa minggu usia kehamilan Anda waktu itu? Apakah dilakukan operasi karenanya?
Ketika Anda melahirkan sebelumnya, kapan dan di mana anak itu dilahirkan? Apa jenis kelaminnya, berapa berat badannya, dan usia kehamilan? Kemudian, persalinannya normal atau caesar?
Pernahkah mengalami komplikasi penyakit semasa kehamilan? Misalnya seperti diabetes, persalinan prematur, masalah plasenta, dan lain sebagainya?
Adakah Anda mengalami depresi pada kehamilan sebelumnya?
Apakah ada komplikasi yang terjadi setelah Anda melahirkan?
4. Riwayat medis akan mencatat macam-macam penyakit serius yang Anda alami. Jika pernah mengalaminya, bukan berarti tidak ada dampaknya pada kehamilan nantinya
Pernah opname? – via wisegeek.com
Apakah Anda pernah mengalami penyakit medis yang cukup serius? Atau pernah mengalami satu atau beberapa deretan penyakit ini: diabetes, hipertensi, epilepsi, kejang-kejang, hepatitis, liver, jantung, pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, kanker, lupus, atau radang sendi? Lalu, pernah dirawat di rumah sakit karenanya?
Punya masalah pencernaan?
Jika pernah, kapan dan mengapa Anda melakukan operasi? Adakah permasalahan yang berkaitan dengan anestesi?
Pernah transfusi darah?
Apakah sekarang sedang mengalami perawatan karena kondisi tertentu?
Apakah belakangan ini Anda terjangkit penyakit menular? Adakah orang di sekitar lingkungan Anda yang memiliki penyakit TBC atau hepatitis?
Apakah ada salah satu atau lebih dari anggota keluarga yang menderita diabetes, hipertensi, stroke, epilepsi/kejang, penyakit ginjal, hepatitis, liver, gangguan jantung, masalah pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, lupus, atau radang sendi?
5. Kalau sedang mengkonsumsi obat tertentu, bawa saja kemasannya saat pemeriksaan nanti. Kemasan tersebut bisa membantu Anda melewati pertanyaan tentang obat-obatan dan alergi.
Bawa serta obatnya – via liveinternet.ru
Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat resep atau obat yang dijual di pasar bebas? Berapa dosisnya?
Obat apa yang Anda minum? Vitamin, obat herbal, atau sekedar suplemen? Ada baiknya jika Anda mencatatnya dengan rapi sebelum berangkat menemui dokter. Jika tak ingin kesulitan, kemasan obat itu pun boleh dibawa serta.
Apakah Anda mengkonsumsi asam folat harian sebesar 400 mikrogram per harinya? Asam folat itu lalu dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan multivitamin lain?
Punya alergi pada obat atau karet? Atau adakah alergi lainnya seperti alergi makanan, udara, dan lain-lain? Sampaikan saja pada dokter!
6. Pertanyaan tentang riwayat vaksinasi pun akan lebih terbantu lagi jika Anda membawa catatan vaksinasi sedari kecil. Jika tidak, bertanya pada ibu paling tidak bisa membantu sedikit demi sedikit
Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan – via opposingviews.com
Jika Anda masih memiliki catatan lengkap mengenai vaksin yang diterima sejak kecil, maka bawalah itu saat kunjungan ke dokter. Jika tidak, coba tanyakan pada orang tua khususnya ibu tentang riwayat vaksinasi apa saja yang pernah ditujukan pada Anda. Jika catatan masih lengkap atau masih ingat, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin lebih mudah dijawab.
Pernahkah Ledis mendapat cacar air? Atau malah pernah vaksin cacar air sebelumnya?
Semasa kecil, apakah Anda mendapatkan vaksin komplit meliputi rubela, gondok, dan campak? Pernah diperiksa untuk uji ketahanan terhadap virus rubela? Pernahkah juga divaksin untuk hepatitis B atau untuk virus human papilloma?
Kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus?
Belakangan ini, apakah Anda terkena penyakit flu?
Adakah rencana berwisata ke negara lain yang tengah Anda dan suami rencanakan dan membutuhkan vaksin tertentu?
7. Sejarah sosial dan emosi juga penting diketahui lewat pertanyaan-pertanyaan ini sehingga stres dapat dihindari sejak dini
Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami – via zirkinandschmerlinglaw.com
Pernahkah Anda dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kemauan?
Apa pernah Anda menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga? Pada hubungan rumah tangga yang sekarang ini, apakah Anda mengalami kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal? Pernah ditendang, dipukul, atau didorong?
Pernahkah Anda menderita gangguan mental atau emosi? Apakah depresi dan gangguan makan pernah mendatangi Anda?
8. Gaya hidup dan kebiasaan Anda turut berpengaruh. Barangkali ada gaya hidup negatif yang luput, pertanyaan ini dapat membantu
Hindari kebiasaan minum-minum – via guim.co.uk
Apakah benar Anda senang merokok? Atau, menjadi perokok pasif mungkin?
Anda suka minum alkoholkah? Kalau memang benar jawabannya, seberapa banyak takarannya dan seberapa sering waktunya?
Pernahkah mengkonsumsi narkoba? Apakah sekarang masih?
Berapa kali dalam sehari Anda minum kopi atau apapun yang berkafein? Berapa kali dan berapa banyak jumlahnya?
Apakah mengunjungi dokter gigi jadi rutinitas?
Benarkah olahraga menjadi kebiasaan rutin?
Punya masalah dengan berat badan? Jika iya, pernahkah melakukan diet atau pantangan makanan tertentu?
Jika Anda gemar menyantap ikan, ikan seperti apa yang Anda sukai? Kapan terakhir memakannya dan berapa banyak?
Apakah pernah memakan daging mentah atau daging yang dimasak dengan tingkat kematangan kurang? Daging sapi, ikan, telur, ayam, atau hewan ternak lainnya kah itu?
Anda senang memelihara hewan? Atau terbiasa mengisi waktu luang dengan berkebun?
Apakah mandi di bak panas atau sauna sudah jadi kebiasaan Anda?
Bagaimana situasi dan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja? Apakah tempat-tempat itu merupakan area yang sering bersentuhan dengan zat kimia berbahaya seperti cat, deterjen, pestisida, merkuri, atau racun-racun lainnya?
9. Pemeriksaan genetik akan menjelaskan potensi penyakit turunan. Sehingga Anda perlu memahami sejarah keluarga Anda dan suami
Ketahui sejarah keluarga besar – via pinimg.com
Pada pemeriksaan genetik, dokter akan mengetahui sejarah keluarga Anda dan keluarga suami terutama di bagian penyakit turunan/warisan. Wajar saja jika dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda seperti berikut:
Apakah ada anggota keluarga (dalam konteks ini adalah keluarga Anda, keluarga suami, serta jika ada, anak Anda dari kehamilan sebelumnya) yang lahir dalam kondisi cacat? Misalnya pada bagian ginjal, tabung syaraf, atau jantung?
Adakah anggota keluarga yang mengalami down syndrome atau kelainan kromosom?
Bagaimana dengan kecacatan intelektual? Adakah yang mengalami autisme dan gangguan semacam itu?
Ada yang pernah keguguran atau melahirkan bayi sudah dalam keadaan mati?
Apakah penyakit anemia atau talasemia menjadi warisan dalam keluarga?
Bagaimana dengan hemofilia, gangguan perdarahan, gangguan otot, gangguan tulang belakang? Ada penyakit turunan yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan di atas? Sampaikanlah!
Dari daftar panjang pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadikan perencanaan kehamilan tidak boleh dianggap remeh lagi. Pertanyaan ini bahkan bisa menjadi bayangan kalau saja ada faktor yang terlewatkan yang menjadi penyebab program hamil menjadi gagal.
Tunggu apalagi? Segeralah datangi dokter dan lakukan pemeriksaan pra konsepsi. Tim Ledisia mendoakan semoga hasilnya positif sehingga Anda dan suami bisa segera merencanakan dan mendapatkan momongan. Tetap semangat dan hindari stres ya!
Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!
Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?
Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati
Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.
Mungkin Ledis akan bertanya,
Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?
Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.
1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni
Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it
Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.
Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.
Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.
Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.
Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.
Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.
Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.
Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.
2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu
Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br
Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.
Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.
3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.
Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl
Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.
Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.
Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!
Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.
“Apakah Anda dan suami sudah siap menjadi orangtua?”
Ledisia.com – Hai, Ledis! Pernah mengalami dan mendapat pertanyaan serupa juga? Mayoritas pasangan suami istri pasti langsung mengamini pertanyaan tersebut. Bagi mereka, menikah dan memiliki anak adalah kodrat seorang manusia. Oleh karenanya, siap tidak siap, menjadi orang tua pasti dilakoni.
Di sisi lain, ada juga sebagian pasangan yang masih pikir-pikir. Menurutnya, menjadi orang tua memanglah kodrat. Hanya saja, perkara ini bisa menunggu waktu yang tepat. Pertanyaan soal siap dan tidak siap menjadi orang tua di atas, lantas punya banyak turunan yang dianggap menyulitkan seperti:
“Apakah saya bisa menjadi orang tua yang baik? Apakah saya sudah siap menjalani semua keribetan yang diakibatkan oleh anak? Apakah sudah ada dana untuk membesarkan dan membiayai pendidikan mereka sampai tuntas?”
Karena terlalu memikirkan hal tersebut, ada saja yang masih goyah pada keputusan memiliki anak. Perlu waktu bertahun-tahun lamanya untuk benar-benar siap memomong anak. Apalagi jika masih ada hal-hal yang ingin dikejar di luar fokus keluarga. Prestasi, posisi kerja, pengalaman, kematangan mental, atau bahkan finansial yang tinggi.
Memiliki Anak Adalah “Proyek” Berkepanjangan. Perencanaan yang Matang Justru Akan Membuatnya Sedikit Lebih Ringan
Di balik semua rasa mantap atau juga keraguan tersebut, yang penting yakinilah keputusan Anda dan suami dengan pemikiran matang dan rasional. Sesuaikan pula dengan situasi dan kondisi saat ini. Memiliki anak adalah “proyek” seumur hidup. Oleh karenanya, segala resiko tidak mungkin dihindari. Tanggung jawab pun harus selalu diemban. Di artikel Ledisia.com ini, semoga Ledis dan pasangan semakin menyadari perencanaan kehamilan yang matang sebagai solusinya.
Apa yang seringkali membuat peran orang tua ternyata jadi sulit?
Ada masanya nanti, anak sulit diberitahu – via lepotaizdravlje.rspersi
Sebenarnya, menjadi orang tua itu benar-benar menyenangkan. Bayangkan ketika Anda dan suami menginginkan kehadirannya di rumah, namun perlu usaha yang cukup keras untuk mendapatkannya! Pada suatu hari yang tak diduga, Anda merasakan mual dan buru-buru mengambil testpack. Dua garis berwarna merah memberi kabar bahwa Anda sedang hamil saat itu juga. Usai mengandung sembilan bulan, Anda pun melahirkan seorang bayi yang lucu dan sehat.
Menjadi ayah dan ibu baru terasa semakin sulit karena adanya tuntutan waktu dan tenaga berlebih untuk dicurahkan pada si bayi. Otomatis waktu istirahat dan bersenang-senang semakin sedikit. Tidak hanya waktu saja. Hampir semua orang tua mengalami masalah finansial, minimnya dukungan emosional dari lingkungan, pelatihan, atau persiapan untuk merawat anak yang tepat. Kadang ada rasa bersalah juga karena pengetahuan merawat dan menjaga anak belum cukup luas. Sementara mungkin saja Anda sendiri punya permasalahan lain yang sama pentingnya. Dilema, bukan?
Memiliki anak memang benar akan membawa perubahan besar dalam hidup. Khususnya pada wanita, tanggung jawab lebih banyak dibebankan padanya dibandingkan pada laki-laki. Sedangkan sang suami bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan finansial keluarga. Oleh karenanya, tak sedikit wanita memilih mengalah dan meninggalkan profesi demi tumbuh kembang sang bayi. Profesi wanita karir rela dilepas dan berubah menjadi ibu rumah tangga, sebuah profesi yang tidak memerlukan gaji dan jenjang karir. Ya, pengorbanan semacam inilah yang sering ditemui pada sejumlah wanita.
Namun bukan berarti pria tidak banyak berkorban. Setelah memiliki bayi, biasanya pria lebih giat mencari uang. Sekaligus juga, tetap memiliki waktu untuk memperhatikan sang bayi. Kesadaran untuk giat mencari uang itu sendiri dikarenakan hadirnya anggota keluarga baru dan memungkinkan anggaran tambahan. Belum lagi dengan biaya listrik, sewa rumah, air, berbagai asuransi, hingga angsuran kredit keluarga yang belum terlunasi.
Bagi yang telah menjalani kehidupan orang tua baru semacam itu, tentunya tidak akan memungkiri resiko dari memiliki anak. Perasaan susah dan tidak menyenangkan juga tidak mungkin tidak dialami.
Tapi dengan kesadaran hati, inilah pengorbanan yang menurut mereka akan menyenangkan hati. Pengorbanan yang bermanfaat demi masa depan si kecil dan keluarga di masa depan.
Memiliki anak adalah realitas yang harus disadari konsekuensinya. Dengan perencanaan matang, segala resiko bisa menjadi lebih ringan.
Membuat rencana matang – via venusbuzz.com
Anda yang pernah membaca artikel ini, tentu sudah berpikir betul bahwa memiliki anak tidak sebatas kata “siap”. Ada banyak resiko, mulai dari mental, profesi, waktu, tenaga, hingga finansial. Tapi, tidak perlu takut terhadap semua itu. Semua yang perlu Anda dan suami lakukan adalah melakukan perencanaan sejak dini. Beruntunglah jika Anda dan suami baru saja menikah dan belum mempunyai anak. Karena perencanaan yang matang bisa segera dimulai sejak awal, sejak merencanakan kehamilan. Tapi bukan alasan juga untuk tidak membuat perencanaan bagi yang telah memiliki anak sebelumnya.
Untuk memulai perencanaan ini, tidak usah fokus memikirkan susah dan ribetnya memiliki anak. Pertanyaan berikut ini dapat membantu agar perencanaan memiliki anak antara Anda dan suami bisa berjalan tetap dalam jangka panjang.
Apakah Anda dan suami akan sepakat menyisakan waktu untuk kepentingan keluarga? Misalnya, waktu untuk Anda dan suami meningkatkan hubungan dan merencanakan kehamilan. Ke depannya, waktu ini pulalah yang digunakan untuk memperhatikan sang buah hati.
Apa saja yang membuat Anda dan suami senang saat memiliki bayi? Apa pula yang membuat Anda tak senang memiliki bayi? Dengan mengetahui keduanya, Anda dan suami akan mencari cara yang adil untuk mengatasinya. Tak terkecuali, soal giliran waktu mengasuh bayi.
Bagaimana Anda dan suami mengapresiasi pengasuhan yang dulu pernah dirasakan? Apakah ada yang berjalan kurang baik? Jika ada, rencanakanlah hal lain agar tidak berujung negatif pada sang buah hati.
Pesan atau nasehat apa saja yang pernah diterima agar menjadi orang tua yang baik?
Yang terakhir, apa yang dirasakan saat menjawab semua pertanyaan tersebut? Antusias mencari solusinya atau berat hatikah?
Selepas membaca artikel ini, Anda tak perlu gusar lagi mendengar pertanyaan orang tentang memiliki momongan. Lebih-lebih, kalau mereka datang dan menakuti dengan banyak pernyataan tentang susahnya memiliki anak.
Katakan saja pada mereka bahwa Anda dan suami sudah memiliki perencanaan matang dan ini adalah rahasia berdua saja!
“Semoga usaha meraih kehamilan ini segera mendapatkan hasil. Amin.”
Ledisia.com – Barangkali itulah doa yang selalu Ledisian dan suami panjatkan setiap malam, sebelum tidur. Ya, doa yang intinya agar segala usaha untuk mendapatkan momongan tidak berakhir sia-sia. Bayangkan saja! Segala daya upaya dan usaha keras sudah ditempuh. Tentu saja besar harapan Anda agar bisa segera mewujudkan mimpi menimang bayi. Lantas, Anda sudah tak sabar sembari menghitung hari kapan kabar baik itu akan segera datang.
Usaha dan doa memang tak boleh putus bagi para Ledisian yang sedang merencanakan kehamilan. Tentunya, Anda dan suami tidak ingin bukan jika rencana kehamilan itu berubah sia-sia? Atau tiba-tiba saja, kehamilan sudah datang namun muncul permasalahan-permasalahan lain yang tak terduga? Nah! Sebelum itu terjadi, Ledisia.com akan berbagi 4 trik yang dapat membantu anda agar segera mendapatkan kehamilan!
Karena Kerja Keras Sudah Maksimal, 4 Trik Ini Perlu Dicoba Agar Rencana Kehamilan Tak Jadi Sia-Sia
1. Menemui dokter terpercaya tak harus saat tubuh sakit. Cobalah menguji kesehatan Anda secara menyeluruh supaya rahim tidak ringkih terhadap penyakit.
Rutin medical check up ke dokter via i8.babygaga.com
Kehamilan sempurna bisa Anda dapat jika tubuh sehat senantiasa. Kesehatan pun dituntut selalu prima dari awal mula perencanaan kehamilan hingga nanti bayi sudah lahir dan menyusui. Namun, Anda tahu bukan jika kesehatan yang prima tidak datang begitu saja? Bahkan tanpa disadari, tubuh kita mungkin saja nampak bugar namun memiliki potensi penyakit tertentu.
Itulah mengapa Ledisia.com menyarankan untuk menemui dokter kepercayaan Anda. Berkonsultasilah dengannya tentang niat dan bagaimana rencana kehamilan Anda dan suami. Mintalah juga tes genetik untuk memastikan bagaimana kondisi tubuh Anda sebelum merencanakan kehamilan. Apakah benar rahim Anda sudah benar-benar siap atau sehat untuk didiami si calon jabang bayi. Atau adakah penyakit keturunan/genetik yang membuat Anda riskan untuk mengandung dan melahirkan bayi. Hal yang sama juga berlaku untuk suami Anda.
Jika memang memiliki potensi penyakit tertentu, bukankah Anda dan suami bisa segera menuntaskannya terlebih dahulu? Dan jika memang Anda diharuskan menjalani pengobatan atau terapi dalam jangka waktu lama sebelum benar-benar memiliki anak, paling tidak Anda bisa menyiapkan mental dan fisik dahulu sebelum merencanakan kehamilan.
Bukannya ingin menakut-nakuti. Tapi bukankah mengetahui, mencegah, mengantisipasi, dan mempersiapkan sejak dini adalah langkah baik sebelum apapun yang terburuk terjadi? Meski trik ini mungkin akan sedikit merogoh kocek, tapi percayalah kalau Anda akan lega melihat hasilnya! Tes ini pun rata-rata hanya membutuhkan sampel darah atau liur dan terkadang layanan ini sudah tercakup dalam jaminan kesehatan!
2. Masa paling indah untuk merencanakan kehamilan adalah pada masa subur. Oleh karenanya, jangan sampai waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur.
Jangan biarkan waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur via pressrs.ba
Sudah bukan rahasia lagi kalau masa subur menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk perencanaan kehamilan. Inilah masa ideal untuk pasangan suami istri melakukan hubungan seksual. Di masa inilah, sel telur pada organ reproduksi wanita terlepas dari ovarium dan siap dibuahi. Lalu, kapan sebenarnya masa ovulasi Anda? Untuk mengetahuinya, Anda dapat membaca kembali artikel Ledisia.com tentang “3 Hal Remeh Yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda“.
Sel telur dan sperma dapat diibaratkan permainan dart. Jika sel sperma adalah panah yang dilempar, maka sel telur adalah papannya. Ketika Anda tahu kapan waktunya ovulasi, itu artinya Anda bisa mengatur berapa derajat dan sejauh apa panah dilempar. Sekaligus juga, teknik melempar dan posisi papan yang tepat pun bisa dibuat pas agar panah langsung melesat ke pusat papan dart. Bukankah ini lebih baik dibandingkan dengan asal saja melempar panah dan menunggu-nunggu kapan waktu memberitahu kehamilan tiba?
3. Setelah tahu pasti kapan berovulasi, jangan malas mencoba lagi. Rajin berhubungan seksual di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi.
Rajin berhubungan di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi via s2.gigacircle.com
Jika waktu ovulasi saja sudah bisa diketahui, maka kini tinggal mengatur waktu saja kapan Anda dan suami bisa rajin-rajin melakukan hubungan seksual. Waktu itu adalah tiga hari sebelum masa ovulasi ditambah satu hari pertama di masa ovulasi. Sperma sendiri bisa bertahan selama tiga sampai enam hari dalam tubuh wanita, sedangkan sel telur hanya bisa bertahan sehari. Maka jika Anda berhubungan seksual pada hari Jumat, maka ia dapat bertahan pada tuba falopi dan menunggu pertemuannya dengan sel telur hingga hari Senin bahkan sampai Kamis.
Jika masih tidak yakin kapan masa subur akan tiba, trik sederhananya adalah melakukan rajin melakukan hubungan seks setiap hari. Cara ini mungkin untuk menggempur seluruh masa subur Anda. Dengan hubungan seksual yang sesering ini, berarti Anda akan memiliki banyak sperma yang siap menunggu di saluran tuba falopi setiap harinya. Lantas, sel sperma akan siap siaga bertemu dengan sel telur setiap sel telur terlepas dari ovarium.
4. Masa subur akan sia-sia jika sang suami tak prima. Karenanya, pastikan kualitas sperma ada di posisi siaga.
Optimalkan kualitas sperma via footage.framepool.com
Merencanakan kehamilan tak sesempit perkara sel telur saja. Kualitas sel sperma yang maksimal juga dituntut selalu ada. Sperma yang baik untuk kehamilan yang sukses adalah yang sehat, kuat, dan berlimpah. Namun, jangan khawatir! Untuk mendapatkan sperma yang sehat dan dalam cadangan berkecukupan, berikut inilah cara agar suami Anda bisa mendapatkannya:
4.1 Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman keras
Studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dan minuman keras setiap hari dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma. Sebaliknya, jumlah sperma yang abnormal malah akan semakin meningkat. Padahal sperma yang seperti ini kurang baik kualitasnya untuk membuahi sel telur.
4.2 Tembakau dan narkoba jadi daftar selanjutnya yang harus dihentikan
Tembakau tidak hanya buruk untuk pernapasan Anda dan orang-orang di sekitar. Sedangkan narkoba sendiri dikenal dapat mengkacaukan seluruh sistem dalam tubuh, bahkan dapat mengancam nyawa orang yang mencanduinya. Dari segi reproduksi manusia sendiri, keduanya dikenal berpengaruh untuk kualitas sperma. Fungsi sperma pun akan memburuk jika keduanya tak kunjung dihentikan sebelum masa perencanaan kehamilan.
4.3 Sama halnya seperti si istri, suami harus mencukupi diri dengan makanan yang bernutrisi
Sayur dan buah-buahan adalah makanan yang dari kecil, dinasehatkan oleh orang tua kita agar tak lupa dikonsumsi. Nyatanya, nasehat itu pun berlaku hingga kini untuk para pria dan wanita yang merencanakan kehamilan.
Apabila menilik dari sumber kandungannya, Ledis dan suami jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seperti zink, asam folat, kalsium, dan vitamin C dan D. Seluruh nutrisi tersebut akan membantu para suami menciptakan sel sperma yang berlimpah, kuat, dan mudah bermobilitas menuju sel telur.
4.4 Hindari sauna, berendam air panas, serta mandi air panas agar testis tak turut memanas
Seperti yang sudah pernah dibahas pada artikel “10 Hal Yang Harus Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan“, kolam air panas, sauna, dan mandi air panas wajib dihindari karena dapat membunuh sperma. Testis sendiri sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Oleh karenanya, aktivitas seperti bersepeda dan menggunakan celana ketat juga perlu dihindari sementara waktu karena turut membuat testis mengalami kenaikan suhu. Testis sendiri berfungsi paling baik pada suhu 94-96 derajat Fahrenheit, beberapa derajat lebih dingin dari suhu tubuh normal.
Jika Ledis berencana hamil secara alami (tanpa perlakuan khusus dari dunia medis atau dokter, seperti bayi tabung), itu sangat mungkin terjadi dalam tiga bulan pertama setelah hubungan seksual. Sekitar 6 dari 10 pasangan melakukan perencanaan semacam itu. Setelah itu, Ledis bisa terus rajin mencoba jika belum mendapatkan hasil juga.
Namun, pertimbangkan usia Ledis pula. Sebab tingkat kesuburan pada wanita akan mulai menurun setelah usia 35 tahunan. Jika memang usia Ledis begitu adanya, rajin berkonsultasi pada dokter spesialis kandungan adalah jawaban jika sudah lebih dari enam bulan hubungan seksual tidak segera mengandung. Dan jika usia Ledis berada di antara 30-35 tahun, terus mencoba selama satu tahun sebelum mencari bantuan ada baiknya dilakoni terlebih dulu. Namun jika sudah sabar menunggu dalam jangka waktu tersebut dan belum juga menghasilkan apapun, buat apa menunggu? Segeralah meminta bantuan dari dokter spesialis terpercaya!
Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan? via www.websitesolutionsindia.in
Ledisia.com – Buat Anda yang sudah menikah, pasti sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan momongan. Rasanya, keluarga kecil Anda akan semakin hidup lagi dan Anda pun punya “mainan” baru di rumah. Tak mengherankan apabila pertanyaan “Berapa lama lagi saya bisa hamil?” kerapkali melintas hilir mudik di pikiran Anda.
Sayangnya, tidak ada yang bisa memperkirakan dengan pasti kapan seseorang bisa segera memiliki momongan setelah hubungan seksual pertamanya. Walaupun Anda dan suami sudah sangat bekerja keras demi mewujudkan kehamilan, kapan Anda hamil pun perkara hanya Tuhan yang akan tahu pasti waktunya. Sedangkan itu, umur Anda akan terus bertambah seiring waktu.
Namun berdasarkan data yang tim Ledisia.com dapatkan dari situs babycenter.com, mayoritas pasangan bisa mendapatkan kehamilan dalam waktu tiga bulan setelah berhubungan seksual. Jangka waktu itu sendiri bisa menjadi lebih lama apabila usia Anda lebih tua, memiliki kebiasaan yang tidak ramah dengan kesuburan (seperti merokok atau minum alkohol), dan memiliki kondisi yang merusak kesuburan.
Kebanyakan pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, juga memiliki kecenderungannya masing-masing sampai dikatakan positif hamil. Data berikut, misalnya:
30% hamil dalam siklus pertama (sekitar satu bulan)
59% hamil dalam waktu tiga siklus (sekitar tiga bulan)
80% hamil dalam waktu enam siklus (sekitar enam bulan)
85% hamil dalam waktu 12 siklus (sekitar satu tahun)
91% hamil dalam waktu 36 siklus (sekitar tiga tahun)
93-95% hamil dalam waktu 48 siklus (sekitar empat tahun)
Jika dalam hitungan tahun Anda belum mendapati kehamilan juga, segera berkonsultasilah dengan seorang spesialis kandungan dan kesuburan. Meskipun Anda tak pernah lelah untuk mencoba hamil, tetapi kalau Anda memang memiliki masalah kesuburan, bukanlah lebih baik untuk segera mendapatkan bantuan daripada harus membuang waktu-waktu Anda yang berharga? Apalagi jika Anda telah berusia 35 tahun ke atas. Waktu akan terus berjalan dan usia Anda pun akan terus bertambah. Inilah alarm tepat bagi Anda untuk cepat-cepat mengatur janji dengan spesialis jika Anda tidak kunjung hamil dalam waktu enam bulan.
Sekitar 80-90% dari pasangan suami istri bisa hamil secara alami. 10% akhirnya didiagnosis dengan infertilitas. Sekitar 93-95% dari pasangan mungkin bisa hamil secara alami jika mereka mencoba cukup lama. Sayangnya, hanya beberapa saja di antara mereka yang memilih mencari bantuan daripada menunggu untuk mencari tahu.
Diagnosis Anda tidak subur sendiri, secara sederhana diartikan sebagai satu tahun mencoba hamil pada wanita berusia di bawah 35 tahun atau enam bulan mencoba pada wanita usia 35 tahun atau lebih, dan keduanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Setelah adanya diagnosis tersebut, pasangan yang didiagnosis tidak subur tersebut akan mendapatkan sejumlah bantuan atau manajemen agar dapat sesegera mungkin mendapatkan kehamilan. Jika masih tidak berhasil, biasanya pilihan yang ditawarkan adalah sumbangan sperma, surrogacy, atau adopsi.
Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?
Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan? via aws-dist.brta.in
Semakin usia Anda bertambah, semakin lama pula bagi Anda untuk hamil. Ini karena kualitas telur Anda akan cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, telur-telur tersebut sudah ada bersama Anda semenjak Anda lahir lo! Dengan demikian, semakin sedikit dari telur-telur tersebut yang dapat bergabung dengan sperma dan tubuh menjadi bayi sehat. Menariknya, tingkat kesuburan pria tidak akan menurun sebelum usianya mencapai 50 tahun.
Setelah setahun mencoba, ada sekitar 86% wanita subur yang sehat dan berusia awal 20 tahunan akan hamil. Tingkat kehamilan menurun menjadi sekitar 63% pada wanita sehat berusia awal 30 tahunan. Dan pada wanita sehat berusia awal 40 tahunan, tingkat kehamilan turun menjadi 36%. Sedangkan mereka yang berusia 45, hampir 0% kesempatan untuk bisa hamil.
Kapan Anda Hamil Memang Perkara Anugerah Tuhan. Tapi Jika Selalu Berusaha, Kehamilan Anda Mungkin Disiasati Lebih Cepat
Hamil lebih cepat, kenapa tidak?
Ya, Anda bisa hamil lebih cepat tanpa perlu menunggu usia Anda semakin bertambah lagi. Lalu, bagaimana caranya?
1. Cari tahu kapan Anda akan berovulasi
Cari tahu kapan Anda akan berovulasi via www.desiherbal.com
Anda hanya bisa hamil saat Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium Anda) atau ada pada masa subur. Ada beberapa metode berbeda yang dapat Anda coba untuk membantu menentukan kapan Anda akan berovulasi. Dengan kalender ovulasi, salah satunya.
2. Waktu seks dan ovulasinya
Waktu seks dan ovulasinya via notihoy.com
Studi menunjukkan bahwa pasangan yang menjadwalkan hubungan seks bertepatan dengan ovulasi, akan hamil lebih cepat. Sedangkan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah dari dua sampai tiga hari sebelum ovulasi selama masa siklus Anda. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan dari pasangan yang melakukan hubungan seksual pada masa subur memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil. Bahkan kemungkinan peluang untuk hamil bisa naik hingga 30-91%.
3. Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan
Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan via drsuelab.com
Selagi Anda mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan tubuh Anda untuk kehamilan nantinya. Kesehatan tubuh dan organ reproduksi Anda dan suami Anda pula, menjadi faktor penting dalam kesuburan. Bila perlu, ambillah jadwal pemeriksaan dengan dokter untuk sekedar berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan dan kandungan. Berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol berlebih, dan jumlah kafein yang tinggi. Pelajari dan konsumsi nutrisi untuk kesuburan dan kehamilan Anda, serta dapatkan berat badan yang sehat untuk menunjang kesuburan Anda.
Ya. Kapan Anda dan suami bisa menimang momongan memang perkara rahasia dan anugerah dari Yang Maha Esa.
Tapi, bukankah manusia tetap harus berusaha demi mencapai impiannya?
Tanpa usaha yang rajin dan kompak antara Anda dan suami, tentunya impian akan hanya jadi sekedar mimpi. Percayalah, mendengar tangis bayi dalam istana Anda tinggallah sebentar lagi!
Kehamilan perlu direncanakan dengan mantap agar tidak kewalahan nantinya via http://pinimg.com/
Ledisia.com – Memiliki momongan memang sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang mendambakannya. Memiliki momongan yang sehat dan lucu pun dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Anda. Tapi, perlu Anda cermati bahwa menimang momongan dan menjadi orang tua tidaklah mudah.
Sebutlah saja seperti kapan harus menghentikan kontrol kelahiran (untuk yang sempat menunda kehamilan dan sudah pernah memiliki anak), berapa banyak waktu yang diperlukan untuk mengambil cuti, dan mencari tahu apakah Anda masih mampu memiliki anak. Itupun hanya sedikit persiapan dari masih banyaknya lagi yang harus Anda pikirkan.
Lahirnya anak baru juga menuntut Anda berpikir tentang bagaimana gaya hidup Anda, keuangan, pekerjaan, hubungan, hingga nasib anak-anak yang lain. Tak terbayangkan bagaimana repotnya Anda nanti karena harus bertanggung jawab atas kewajiban yang lebih.
Setiap orang boleh saja mengatakan kapan memiliki momongan yang tepat, berapa banyak jumlah anggota keluarga atau anak yang terbilang sempurna. Semua ada saja positif dan negatifnya dan sah-sah saja. Namun untuk keputusan apakah Anda akan memiliki momongan, itu kembali lagi pada Anda.
3 Hal yang Perlu Anda Mantapkan Dalam Perencanaan Kehamilan yang Matang
Lalu, hal apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum Anda merencanakan kehamildan dan menyambut kehadiran buah hati dalam hidup Anda? Berikut ini, Ledisia.com paparkan untuk Anda.
1. Untuk yang sudah memiliki momongan sebelumnya, kapan waktu terbaik untuk memiliki momongan yang baru?
Untuk yang sudah memiliki momongan sebelumnya, kapan waktu terbaik untuk memiliki momongan yang baru? via rajanego.co.id
Pada sejumlah kasus, ada orang tua yang memilih untuk menambah momongan lagi setelah beberapa tahun setelah kehamilan pertamanya. Keputusan seperti itu dipilih karena sang ibu ingin mengenal dan mendekatkan diri dengan si anak lebih dalam. Dengan kata lain, sang ibu bisa mengenal karakter anak dan melatihnya menjadi lebih baik. Di samping itu, ada pula yang beralasan agar bisa mempersiapkan janin agar siap untuk kehamilan selanjutnya.
Ada pula yang memilih waktu berdekatan untuk memiliki momongan lagi. Memang mengurus dua anak secara bersamaan, pada saat keduanya belum mandiri terasa sangat merepotkan. Namun, bagi ibu-ibu yang telah menjalaninya mengaku puas akan hasil dan pengorbanan mereka setelah mengasuh dua anak yang usianya berdekatan. Ketika usia sang anak sudah agak besar, konon hubungan persaudaraan akan lebih dekat dan akrab.
Keduanya sah-sah saja kok untuk Anda pilih, selama itu sesuai dengan tujuan dan kondisi keluarga Anda. Jangan lupa, Anda juga perlu mendiskusikan dengan pasangan Anda dan kompak menjalani keputusannya bersama-sama.
2. Apa kata peneliti?
Apa kata peneliti? via http://ecopolitica.net/
Melihat kecenderungan hubungan anak-anak dengan orang tua, persaingan atau kecemburuan antara si kakak dan adik, dan permasalahan lain yang mungkin muncul, Jeannie Kidwell, seorang profesor studi keluarga di University of Tennessee di Knoxville, mengatakan waktu terbaik memiliki momongan lagi adalah ketika anak Anda berada di bawah umur satu tahun atau lebih dari empat tahun.
Alasannya, anak di bawah umur satu tahun tidak memiliki rasa eksklusif dan cenderung kurang membenci pendatang baru. Begitu momongan baru Anda nanti lahir, mereka akan memandangnya sebagai sahabat atau kawan sebaya.
Sedangkan mereka yang usianya lebih dari empat tahun, memiliki waktu cukup untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ayah dan ibunya. Ditambah lagi, mereka sudah mengenal pergaulan dengan kawan-kawan di lingkungan masyarakat. Maka, sebagian waktu orang tua bisa dicurahkan untuk kehadiran si adik.
Namun jika berbicara tentang kesehatan bayi, menunggu dua atau tiga tahun sebelum Anda hamil lagi tidak tabu dilakukan. Penelitian menemukan bahwa dalam satu tahun setelah kelahiran sebelumnya dapat beresiko pada kesehatan sang bayi. Misalnya kelahiran terlalu dini atau prematur, berat badan bayi yang kurang, atau berukuran lebih kecil daripada seharusnya tubuhnya dalam janin.
3. Untuk Anda yang baru pertama kali merencanakan kehamilan, hal apa yang harus dipikirkan sebelum memberi keputusan final tentang kehamilan?
3.1 Bagaimana anak akan mengubah hidup Anda?
Bagaimana anak akan mengubah hidup Anda? via onedio.com
Apakah Anda dan pasangan sama-sama bekerja? Apakah ketika Anda nanti memiliki momongan nanti, hal ini akan mengganggu Anda? Atau apakah Anda dan pasangan adalah tipe-tipe pasangan yang masih ingin hidup bebas dan menjelajah ke mana saja? Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja, siapkah nanti untuk saling menjaga anak Anda bergantian?
Ya, begitulah kiranya pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjabarkan bagaimana anak dapat mengubah hidup Anda.Bayi yang baru lahir tentunya akan sedikit banyak menyita waktu Anda dan membuat salah satu dari Anda atau pasangan mengorbankan waktu. Pertimbangkan apakah Anda atau pasangan memiliki waktu dan energi untuk mengurus apa saja yang bayi butuhkan.
3.2 Bagaimana kondisi keuangan Anda?
Bagaimana kondisi keuangan Anda? via momjuction.com
Saat merencanakan kehadiran anak, sudah pasti pertimbangan finansial merupakan salah satu hal yang Anda nomor satukan. Apalagi saat Anda sedang merencanakan kehamilan, maka Anda juga sedang melakukan perencanaan atas keluarga Anda kelak. Menurut situs babycenter.com, setiap anak paling tidak membutuhkan sekitar $ 10.000 per tahun untuk makan, pakaian, rumah, dan tetap sehat.
Maka jika memiliki momongan adalah ide yang sudah menjadi kesepakatan mantap antara Anda dan istri Anda, lebih jeli dalam mengatur anggaran bulanan menjadi wajib hukumnya. Pun, pertimbangkan untuk tidak menghambur-hamburkan keuangan Anda untuk keperluan yang tidak perlu. Sebaliknya, prioritaskan demi kelahiran bayi dan masa depannya nanti.
3.3 Berapa umur Anda?
Berapa umur anda? via vmichurinske.ru
Bagi wanita, umur nampaknya masih menjadi masalah utama. Apalagi jika dikaitkan dengan reproduksi atau kehamilan. Untuk wanita berusia di bawah 30 tahun dan tidak memiliki masalah kesehatan yang membuat kehamilan sulit, bersyukurlah! Anda tak perlu pikir panjang lagi untuk merencanakan kehamilan. Sebab jika usia Anda sudah memasuki usia 30 tahun lebih, ada kemungkinan penurunan fungsi hormon reproduksi Anda. Kesempatan untuk hamil bahkan menjadi tidak sebesar kesempatan sewaktu masih berusia di bawah 30 tahun.
3.4 Apakah Anda dan pasangan setuju?
Apakah Anda dan pasangan setuju? via www.getjoys.net
Terkadang ada kasus di mana salah satu pasangan siap memiliki momongan, sedangkan yang lainnya tidak. Jika kasusnya sudah seperti ini, memang agak sulit untuk segera mewujudkan keinginan untuk memiliki anak. Namun, bukankah Anda dan pasangan bisa berdiskusi dengan baik dan dari hati ke hati untuk memcahkannya perbedaan kesiapan tersebut beserta alasannya?
3.5 Apa yang hati Anda katakan?
Apa yang hati Anda katakan? via patrika.com
Setelah melalu berbagai macam proses, diskusi dengan pasangan, serta konsultasi dengan orang tua, kawan, bahkan dokter kandungan Anda lakukan, lantas Anda mantap untuk segera merencanakan kehamilan dan memiliki momongan. Namun, pastikan keinginan tersebut juga didasari dari hati. Pastikan hati Anda turut mantap merencanakan momongan demi kelancaran dan lahirnya bayi yang sehat.
Jangan tutupi perasaan-perasaan atau pikiran-pikiran negatif Anda sehingga nantinya Anda akan melalui proses program hamil yang menyenangkan. Jika hati Anda pun senang, maka tubuh Anda pun akan merespon dengan positif. Misalnya, pada kesehatan Anda yang prima saat hamil nanti.
Lalu, sudah mantapkah Anda untuk segera menggendong momongan? Pastikan Anda selalu merasa senang, ya Ledis! Tetap semangat dan semoga kehamilannya lancar!