Ledisia.com – JAKARTA – Pernikahan merupakan momen yang digunakan membahagiakan bagi setiap pasangan, namun ada kalanya ditengah-tengah perjalanan, berbagai hal yang digunakan bukan disangka seperti misalnya telah lama mempunyai bahtera rumah tangga tapi belum juga diberikan keturunan. Solusinya? Bisa menggunakan alternatif, minum vitamin, obat-obatan, terapi, perawatan infertilitas hingga Bayi Tabung.
Dr Leong Wai Yaw, yang dimaksud merupakan Spesialis Kesuburan & Obgyn dari Alpha IVF Centre Kuala Lumpur menjelaskan, di dalam pada waktu mempunyai umur produktif disarankan tambahan awal berkonsultasi dengan dokter apabila ternyata selama menikah lebih tinggi dari 1 tahun dengan hubungan bergerak kemudian tak menampakan tanda-tanda kehamilan.
“Bagi Ayah Bunda yang sudah ada menikah selama lebih banyak dari 1 tahun pada umur ideal dengan hubungan aktif, kemudian tidak ada menampakan tanda-tanda diberikan keturunan, ada baiknya segera mengecek kesuburan. Karena semakin awal kita mengetahui kondisinya, maka akan semakin besar juga kesempatan mendapatkan sang buah hati dengan kegiatan fertilitas,” kata Dr Leong Wai Yaw.
Tes Kesuburan terhadap pasangan yang digunakan sudah ada menikah cukuplah penting, lantaran dapat membantu mengetahui kondisi kebugaran reproduksi dan juga pemicu tidak ada dapat hamil secara alami. Dengan hasil tes kesuburan, dokter dapat memberikan solusi yang dimaksud tepat untuk acara hamil.
“Dokter akan mengecek kesuburan dari pasangan, sehingga dapat meninjau perawatan apa yang digunakan cocok, untuk wanita akan dicek mengukur kadar hormon AMH di darah untuk mengetahui total sel telur yang dimaksud tersisa di tempat ovarium kemudian untuk pria akan dicek kondisi tubuh sperma. Kami juga sarankan, untuk segera melakukan tes kondisi tubuh sejak dini lalu melakukan bayi tabung jikalau diperlukan ketika umur masih produktif,” jelasnya.
Sementara itu, Siska Hernando, General Manager Alpha IVF Group yang dimaksud hadir di Medical Wellness World Tourism Expo di area Ibukota Indonesia Convention Centre pada 14-16 November 2024 menjelaskan, Alpha miliki 3 klinik pada Tanah Melayu lalu 1 klinik pada Singapura.
“Sebagai Grup Klinik Bayi Tabung yang terdepan juga terintegrasi, kami mempunyai beberapa cabang kemudian segmentasi. Di Kuala Lumpur kami miliki klinik yang dimaksud paling besar lalu lengkap yaitu Alpha IVF & Womens Specialists, untuk yang tersebut menyukai melakukan perawatan sambil jalan-jalan kami miliki Genesis IVF Centre di dalam Penang, dan juga khusus Muslim Friendly kami mempunyai Alhaya Fertility Centre yang tersebut dimana kami memiliki spesialis Bayi Tabung Wanita. Selain itu kami juga punya 1 cabang di dalam Singapura,” tandasnya.
Didukung dengan teknologi terdepan juga terbaru seperti PIEZO ICSI, teknik pembuahan sel telur yang mana menggunakan pipet berujung datar juga denyut ultramikron untuk menyuntikkan sperma ke di sel telur, Teknologi AI Enhanced Embryo Selection (memilih embiro paling layak dengan teknologi AI) menjadikan Taraf kesuksesan Alpha IVF hingga 87,5 persen. Dapatkan informasi lengkap mengenai Bayi Tabung ke Malysia dengan menghubungi official IG @alphafertility.id.
Ledisia.com – Ledis, sudah pernah dengar istilah hiperprolaktinemia? Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana terlalu banyak kadar prolaktin dalam darah seseorang. Prolaktin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis (pituitari) otak. Pada wanita, prolaktin mengatur periode menstruasi, membantu payudara tumbuh, serta memproduksi air susu ibu (ASI).
Lalu, apa hubungan hiperprolaktinemia ini dengan rencana kehamilan? Nah, inilah yang penting untuk Anda ketahui. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat mengurangi estrogen dan menghambat ovulasi sehingga bisa menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur, bahkan absen (tidak menstruasi sama sekali). Jika ini terjadi, tentu kesuburan Anda akan terganggu, berikut rencana kehamilan Anda. Yang unik, kelebihan kadar prolaktin ini juga mampu membuat kepadatan tulang Anda semakin rendah serta produksi ASI Anda bekerja meskipun sedang tidak hamil.
Waspadai Gejala Hiperprolaktinemia yang Mengganggu Kesuburan Anda. Karena Ia Mengacaukan Ovulasi, Pemeriksaan Lebih Dini Sudah Selayaknya Tak Ditunda!
Anda tidak mau hiperprolaktinemia ini membuat rencana kehamilan Anda kacau balau, ‘kan? Yuk, simak seluk-beluk, gejala, dan pengobatan penyakit ini! Siapa tahu, Anda bisa mencegahnya lebih dini sebelum kesuburan Anda terganggu.
Pemicu hiperprolaktinemia cukup beragam. Tumor, pengobatan hipertensi, hingga luka di area dada bisa menjadi penyebabnya dan membuat kesuburan Anda terancam.
Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi – via jejswiat.pl
Sampai saat ini, penyebab pasti hiperprolaktinemia masih belum jelas diketahui. Namun, beberapa wanita yang mengidapnya terdeteksi memiliki tumor non kanker dalam kelenjar pituitari. Tumor inilah yang memacu produksi prolaktin lebih tinggi dan membuat para wanita terkena hiperprolaktiemia. Walau kasusnya sangat jarang, tumor ini juga bisa berkembang menjadi kanker, lho!
Hiperprolaktinemia lainnya juga bisa diakibatkan oleh adanya sel yang terlalu aktif dalam pituitari dan tiroid yang kurang aktif bekerja (hipotiroidisme). Menjalani pengobatan tertentu (untuk keluhan depresi dan tekanan darah tinggi) dan adanya luka pada area dada (misalnya bekas luka bedah, herpes zozter atau shingles) juga diduga kuat turut menjadi penyebab hiperprolaktinemia.
Gejala hiperprolaktinemia pun tak sedikit macamnya. Ada yang tidak merasakan apa-apa, tapi ada pula yang memproduksi ASI tanpa hamil dan tidak teratur menstruasinya.
Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI – via doctoroz.com
Beberapa wanita dengan hiperprolaktinemia ini tidak mengalami gejala khusus, sehingga seringkali tidak menyadari awal mula pertumbuhan tumor ini. Sebagian lainnya punya gejala-gejala seperti menstruasi tidak teratur (bahkan tidak ada sama sekali), kesuburan terganggu sehingga sulit hamil, serta tiba-tiba ASI muncul padahal Anda tidak hamil dan tidak menyusui. Gejala unik ini juga disertai dengan keringnya vagina dan kepadatan tulang yang rendah.
Dokter dapat mendeteksi hiperprolaktinemia lewat tes darah. Tapi, pemeriksaan fisik dan MRI sebaiknya dilakukan untuk hasil yang lebih mendetil dan akurat.
Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia – via phunukieuviet.com
Pada umumnya, hiperprolaktinemia akan didiagnosis oleh dokter lewat jalan tes darah. Dari tes inilah, kadar prolaktin bisa diketahui apakah ia masih normal atau sudah berlebihan. Jika hasil tes darah menunjukkan kalau kadar prolaktin Anda berada pada perbatasan (antara normal dan tinggi), tidak ada salahnya Anda meminta tes lagi untuk mendapatkan kepastian. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan penggunaan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendapatkan gambaran detil tentang kondisi otak Anda.
Perawatan hiperprolaktinemia hanya dilakukan pada pengidap dengan gejala yang sangat mengganggu. Bromocriptine atau cabergoline adalah penawar yang bisa dipilih agar ovulasi Anda kembali pulih.
Perawatan hiperprolaktinemia – via dailymail.co.uk
Jika gejala hiperprolaktinemia Anda ringan atau bahkan tidak memiliki gejala sama sekali, biasanya dokter tidak melakukan tindakan atau perawatan hiperprolaktinemia. Kasus hiperprolaktinemia yang memerlukan penanganan serius adalah yang disertai gejala sangat mengganggu dan membuat Anda sulit hamil.
Langkah pertama perawatannya dimulai dengan pemberian bromocriptine atau cabergoline. Kedua jenis pengobatan ini dikenal sebagai agonis dopamin (dopamine agonist), di mana kadar prolaktin dapat dikurangi. Selain itu, keduanya juga mampu mampu mengecilkan tumor pituitari dan mengembalikan ovulasi berikut kesuburan Anda.
Bromocriptine dikenal sebagai salah satu obat yang tepercaya keamanannya. Resiko cacat lahir akibat obat ini sangat rendah. Oleh karenanya, obat ini disarankan untuk wanita pengidap hiperprolaktinema yang ingin segera hamil. Anda perlu menunggu beberapa bulan sampai kadar prolaktin kembali normal. Sehingga, ovulasi Anda akan pulih dan menstruasi muncul kembali dengan teratur.
Sedangkan cabergoline adalah jenis obat baru untuk kasus hiperprolaktinemia, yang mana prosesnya tidak selama bromocriptine. Ia tidak akan menimbulkan resiko lahir cacat selama dikonsumsi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Cara kerja obat ini sebenarnya sama saja dengan bromocriptine, tapi dipandang lebih efektif dalam menurunkan kadar prolaktin. Cabergoline biasanya akan diresepkan pada mereka yang tidak memiliki respon atau mengalami efek samping terhadap bromocriptine.
Setelah melakukan pengobatan tadi, biasanya ovulasi Anda akan pulih. Anda bisa merencanakan kehamilan lagi sesuai situasi kesuburan Anda. Jika tidak memiliki masalah kesuburan selain hiperprolaktinemia, Anda bisa merencanakan kehamilan dengan berhubungan seksual. Tapi jika ada masalah kesuburan lain, mungkin Anda perlu mempertimbangkan kehamilan dengan bantuan medis. Jika Anda tak kunjung hamil setelah beberapa bulan ovulasi, dokter akan merekomendasikan perawatan yang berbeda.
Bila Anda menemui gejala spesifik yang hanya ditemui pada kasus hiperprolaktin, jangan menunda untuk memeriksakannya. Pemeriksaan dini justru akan menyelamatkan diri Anda dari berbagai gangguan kesuburan, yang bisa memusnahkan impian Anda memiliki sang buah hati. Tetap semangat, ya Ledis!
Ledisia.com – Ledis, siklus menstruasi yang teratur amatlah penting bagi wanita. Lewat siklus yang teratur inilah, Anda dapat melacak datangnya ovulasi dan merencanakan kehamilan di saat-saat tersubur. Dengan datangnya siklus menstruasi pun, kita dapat membaca beragam pertanda yang menunjukkan fenomena-fenomena dalam tubuh (khususnya organ reproduksi).
Lain halnya jika menstruasi tidak teratur. Kapan ovulasi datang, Anda tidak tahu dan tidak bisa melacaknya. Waktu berhubungan seksual yang tepat juga tak bisa dirancang. Di samping itu, menstruasi tidak teratur juga menjadi alarm bagi tubuh kalau sesuatu sedang tidak berjalan lancar pada organ reproduksi dan dapat mengancam kesuburan Anda.
5 Bahaya Berikut Perlu Anda Waspadai Jika Menstruasi Tidak Teratur. Jika Ini Dilakukan Sejak Dini, Niscaya Anda Terhindar dari Penyakit yang Merugikan Masa Subur
Wah, gawat juga ya kalau kesuburan Anda terganggu! Bisa-bisa, impian Anda dan suami memiliki momongan musnah seketika gara-gara mensturasi tidak teratur. Lalu, bahaya-bahaya apa saja yang bisa ditunjukkan dengan menstruasi yang tidak teratur? Yuk, kita simak kelima poin berikut ini agar Anda dapat mewaspadai dan mencegahnya sedini mungkin!
1. Penyakit kista ovarium bisa membuat rahim mengalami gangguan. Konsultasi ke dokter sejak awal perlu dilakukan sebelum kista membesar dan mengganggu kesuburan.
Konsultasikan perihal menstruasi tidak teratur agar terhindar dari kista ovarium – via brooklynabortionclinic.nyc
Kista adalah tumor jinak berisi cairan kental, yang biasanya ditemui pada organ reproduksi wanita. Ukurannya bermacam-macam. Ada yang seukuran kacang, bahkan sebesar buah kelapa. Pada dasarnya, kista ovarium jarang menyebabkan gangguan menstruasi. Tapi ada juga yang melaporkan menstruasi tidak teratur dan terlambat gara-gara bersarangnya kista di bagian folikel ini.
Jika rasa nyeri sering dirasakan di setiap datangnya menstruasi, ada kemungkinan kista tersebut membesar. Artinya, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter. Jika perlu, operasi akan dilakukan untuk membuang kista tersebut supaya tidak telanjur membesar dan mengganggu kesuburan.
2. Sindrom ovarium polikistik tidak hanya mengganggu kesuburan Anda. Secara fisik, penampilan Anda bisa tak enak dilihat gara-gara tumbuhnya bulu lebat dan jerawat di muka.
Tiba-tiba wajah berminyak dan berjerawat via yasmina.com
Sindrom ovarium polikistik terdapat pada rahim dan mengurangi tingkat kesuburan. Selain menstruasi tidak teratur dan jumlah darahnya juga sedikit, gejala fisik seperti tumbuhnya bulu lebat, wajah berminyak, dan berjerawat juga terjadi. Ini karena meningkatnya hormon androgen (dikenal sebagai hormon perkembangan pria) dalam tubuh wanita.
Sindrom ini dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode menstruasi berlangsung lebih dari 60 hari. Pengobatan atas penyakit ini cukup banyak dan tergantung pada kondisinya. Mulai dari operasi hingga pengobatan jangka panjang adalah solusi penyembuhannya.
3. Ada pula yang namanya polip rahim. Meskipun merupakan tumor yang jinak, Anda tetap perlu mewaspadainya sebelum berubah ganas.
Ilustrasi polip rahim – via kanseroloji.com
Polip adalah tumbuhnya jaringan dari lapisan organ tertentu ke dalam rongga tubuh. Tentu saja tumbuhnya polip ini menciptakan sebuah benjolan. Pada kasus polip rahim, arah pertumbuhan benjolan ada dalam rongga rahim. Tapi, polip juga bisa ditemui pada mulut rahim atau serviks dan menyebabkan perdarahan setelah berhubungan seksual.
Meskipun polip merupakan tumor jinak, ada baiknya Anda mewaspadainya sebelum menjadi ganas. Tak cuma membuat siklus menstruasi Anda tak teratur, masalah kesuburan juga bisa dihadapi. Jika menstruasi datang di saat yang tidak pasti, akan sulit bagi Anda untuk mengetahui kapan ovulasi tiba.
4. Kanker serviks dapat menimbulkan perdarahan usai berhubungan seksual. Dengan pemeriksaan pap smear setahun sekali saja, kanker ini bisa dicegah sebelum menghalangi kesuburan.
Prosedur pap smear – via epimg.net
Bila terjadi perdarahan usai hubungan seksual, usahakan secepat mungkin Anda mengunjungi dokter. Gejala ini bisa saja menunjukkan kalau Anda terkena kanker serviks. Oleh karenanya, cara terbaik untuk mendeteksi kanker serviks stadium awal adalah dengan pemeriksaan leher rahim atau pap smear. Lakukan sekali saja dalam setahun, sudah cukup untuk mendeteksi adanya potensi-potensi kanker serviks yang bisa mengganggu kesuburan Anda.
5. Hindarilah gaya hidup yang tidak sehat. Jika ini dilanggar, menstruasi tidak teratur bisa datang dan menyebabkan potensi kanker rahim yang gawat.
Hindari rokok, alkohol, dan berat badan tak sehat – via wordpress.com
Kanker rahim diawali dengan siklus menstruasi yang jarang. Ia sering ditemui pada wanita dengan faktor resiko infertilitas (usia yang sudah tak subur, sering merokok dan minum alkohol, serta berat badan dianggap tidak sehat) dan penderita diabetes melitus. Pada wanita yang belum mengalami menopause, kanker ini turut menyebabkan perdarahan di luar siklus menstruasi.
Itulah kelima bahaya yang dapat diindikasikan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Sebelum terlambat dan kesuburan Anda terganggu karenanya, jangan ragu untuk mengunjungi dokter atau ahli kesuburan. Bawalah grafik lendir serviks dan suhu basal Anda. Selain berkonsultasi, Anda dapat meminta pemeriksaan yang terkait permasalahan Anda. Pap smear, misalnya.
Jika kelima bahaya tadi dapat ditanggulangi sejak dini, niscaya Anda dan suamilah yang menuai manfaatnya. Kehamilan Anda dapat berjalan lancar dan sukses, masalah kesuburan pun ogah bersarang pada tubuh. Tetap semangat dan selamat merencanakan kehamilan, ya Ledis!
Ledisia.com – Ledis, semenjak usaha mendapatkan momongan sudah dilakukan dengan tekun namun tidak mendapatkan hasil, wajar jika Anda bertanya-tanya. Apalagi jika setahun lamanya usaha ini tidak membuahkan apa-apa. Anda wajib curiga apakah Anda atau suami mengalami masalah kesuburan. Karenanya, mengunjungi dokter adalah saran yang utama.
Kunjungan ke dokter ini bukan sekedar meminta resep obat agar Anda dan suami segera mendapatkan kehamilan. Kunjungan yang dimaksud adalah untuk melakukan konsultasi kesuburan. Ya, Anda dan suami akan melakukan konsultasi kesuburan yang komprehensif. Mulai dari sejarah medis, riwayat keluarga, hingga gaya hidup Anda akan dikulik demi analisis dan solusi yang terbaik.
Sebelum Konsultasi Kesuburan, Pastikan Suami Anda Memahami 4 Hal Ini. Niscaya Analisa Medisnya Kuat, Solusi Kesuburan yang Didapatkan Pun Tepat
Karena konsultasi ini tidak hanya melibatkan istri, maka suami Anda juga wajib memahami riwayat-riwayat kesehatan hingga gaya hidupnya. Seperti apa sih lebih tepatnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak poin-poin yang sering dijadikan pertanyaan dalam konsultasi kesuburan berikut!
1. Pertama-tama, dokter akan mengulik riwayat medis suami Anda. Jika pernah mengalami penyakit yang cukup serius dan bermasalah pada organ kelamin, bisa jadi inilah akar permasalahan kesuburannya.
Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki via dailymail.co.uk
Apakah suami Anda lahir dengan testis yang tidak turun? Jika ada salah satu atau kedua testis tersisa di dalam perut terlalu lama, panas dari suhu tubuh dapat secara permanen mempengaruhi produksi air mani.
Apakah suami mengalami penyakit yang disertai demam selama 6 bulan terakhir? Karena pada dasarnya, demam atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat merusak produksi sperma untuk sementara waktu.
Apakah pasangan mengalami pembengkakan atau rasa sakit pada testis (baik salah satu atau keduanya) belakangan ini? Apakah testis terluka atau cedera? Atau mungkin, memiliki torsi testis? Sekedar informasi, torsi bisa terjadi ketika testis melengkung ke dalam skrotum. Ketika ia mulai mengenai atau memukul pangkal paha, dapat terjadi peradangan yang berefek pada kualitas sperma.
Pernah punya tumor atau kista pada testis? Jika dokter menanyakan ini pada waktu konsultasi kesuburan, sesungguhnya ia ingin mengetahui apakah masalah ketidaksuburan suami disebabkan oleh operasi. Prosedur pembedahan untuk menghilangkan kista di masa lalu, dapat berpotensi menyebabkan ketidaksuburan.
Pernahkah suami disinar X pada area pangkal paha? Ini karena pada umumnya penyinaran, testis pria akan dilindungi terlebih dahulu agar tak terkena efek sinar X. Namun insidental tertentu ternyata dapat menyebabkan sejumlah problem kesuburan.
Apakah pasangan pernah merasakan infeksi saluran atau kandung kemih yang kronis? Apa pernah urinnya tampak seperti awan dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil? Perlu Anda tahu kalau beberapa infeksi menular bisa bermanifestasi dengan cara sensasi terbakar saat pria buang air kecil. Jika penyakit ini disampaikan pada pasangan lewat hubungan seksual, tak pelak tuba falopi Anda juga akan rusak.
Saat konsultasi kesuburan, dokter juga akan mengulik apakah suami pernah menerima perawatan kanker. Misalnya, kemoterapi dan radiasi. Tak ubahnya pemeriksaan pra konsepsi pada wanita, kedua macam perawatan ini dapat merusak kesuburan dengan membunuh sperma.
Apakah ia punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau tiroid? Penyakit beserta perawatan penyembuhan penyakit tersebut, sampai sekarang sering dihubungkan dengan masalah kesuburan lho!
Bahkan, dokter turut mempertanyakan apakah pasangan Anda mengambil obat-obatan tertentu. Steroid dan obat tekanan darah tinggi, misalnya. Keduanya sering dikenal sebagai pemblokir aliran kalsium dalam tubuh dan dapat mengganggu kesuburan.
Suami penderita atau pernah gondok? Pada umur berapa ini pertama kali dialaminya? Menurut medis, memiliki gondok setelah masa pubertas telah dikaitkan dengan produksi sperma yang rendah.
Di masa lalu, apakah suami pernah ikut perang? Pernah terkena racun berbahaya dari senjata tertentu? Wajar jika dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk kepentingan perang juga jadi penyebab masalah kesuburan pada pria.
2. Sejarah seksual juga bisa menjadi soal. Kalau suami terkena penyakit menular seksual, bukankah kesuburan terasa menjadi lebih mahal?
Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya via blogspot.com
Sebelumnya, pastikan apakah suami Anda pernah teruji positif mengidap infeksi menular seksual. Jika infeksi ini diteruskan pada Anda, klamidia dan gonorrhea dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi tuba falopi dan juga membahayakan organ reproduksi wanita yang lainnya.
Suami pernah vasektomi? Atau sekaligus pernah membalikkan efeknya juga? Prosedur pembalikan sterilisasi ini sesungguhnya tidak mudah, lho! Jaringan parut yang disebabkan oleh proses vasektomi bisa saja masih tersisa dan mencegah sperma untuk diejakulasikan. Bahkan ketika pembalikan masih berjalan, tubuhnya bisa mengembangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma.
Suami menghadapi kesulitan dalam ereksi? Punya problema ejakulasi? Pernah menghadapi kelainan atau kesulitan seksual? Mintalah ia menjelaskan ini serinci mungkin pada dokter selama konsultasi kesuburan!
3. Masalah kesuburan juga dapat diturunkan secara genetis. Sebelum berkonsultasi, ada baiknya Anda beserta suami mencari tahu riwayat kesuburan keluarga secara sistematis.
Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? via lds.net
Dalam silsilah keluarga Anda dan suami, adakah anggotanya yang punya masalah dengan kehamilan abnormal? Adakah pula yang melahirkan bayi yang meninggal? Dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan karena beberapa masalah kesuburan bersifat genetik. Sebelum melakukan konsultasi, perihal ini dapat dikroscek pada anggota keluarga (bahkan keluarga besar, di luar keluarga inti) lewat silsilah keluarga yang dipunya. Tanyakanlah riwayat kesuburannya seperti apa, terutama pada anggota keluarga yang punya anak tunggal.
4. Yang terakhir dan tak kalah penting adalah riwayat gaya hidup. Hanya karena cara hidup yang kurang sehat, masalah kesuburan yang sangat besar pun bisa menyusup.
Alkohol buruk untuk kesuburan via tqn.com
Apakah benar minum alkohol selama ini jadi kebiasaan suami? Berapa banyak yang bisa ia teguk dalam seminggunya? Jika Anda ingin tahu, kebiasaan meminum alkohol bagi wanita dan pria (berapa pun jumlahnya) dapat membuat peluang kehamilan lebih rendah.
Tak jauh berbeda dengan alkohol, dokter akan menanyakan kebiasaan merokok saat konsultasi kesuburan. Suami Anda harus jujur apakah kebiasaan buruk ini selalu dilakukan dan berapa pack yang dihabiskan per minggu. Kandungan nikotin dalam rokok sudah dikenal luas dapat menyebabkan impotensi. Ini karena nikotin membuat produksi sperma lebih sedikit dibandingkan dengan pria-pria yang tidak merokok.
Bagaimana dengan mandi dan berendam di air panas? Keduanya sering dilakukan pasangan? Lain kali, pikirkan baik-baik efek dari keduanya. Baik mandi dan berendam dalam air panas punya potensi menghalangi produksi sperma. Dokter akan lebih menyarankan air yang hangat, ketimbang yang panas.
Hobi suami bersepeda? Seberapa sering sih ini dilakukan? Tahukah Anda kalau ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tekanan pada pangkal paha (karena sangat lama duduk di sadel) dan panas di sekitar skrotum (akibat gesekan saat mengayuh dan penggunaan celana yang ketat) dapat membahayakan produksi sperma? Karena itu, dokter perlu tahu data tentang ini saat konsultasi kesuburan.
Apakah profesi pasangan mengharuskan terpapar bahan kimia, radiasi, atau suhu yang sangat tinggi? Terpapar dengan elemen-elemen tersebut sejatinya dapat merugikan dan mempengaruhi produksi sperma juga, lho!
Ledis, jangan lupa sampaikan tentang keempat hal di atas pada suami sebelum melakukan konsultasi kesuburan ya! Pastikan jangan sampai ada data yang terlupa. Semakin lengkap data yang suami Anda ketahui, semakin akurat analisis yang dilakukan oleh dokter. Semakin tepat pula solusi yang diberikan dokter untuk masalah kesuburan Anda dan suami. Niscaya, memiliki momongan tidak cuma angan-angan. Tetap semangat, ya Ledis!
Ledisia.com – Berhubungan seksual adalah rutinitas yang wajib dilakukan oleh pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran buah hati. Bagi sebagian orang ada yang langsung berhasil dan mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual untuk pertama kali. Tapi ada juga yang harus terus-menerus mencoba hingga mendapatkan kabar kehamilan. Yang terakhir ini disebabkan oleh tingkat kesuburan yang kurang maksimal.
Di masyarakat kita, sering muncul anggapan agar tidak membuang-buang sperma. Sebaiknya tunggu dulu sampai wanita mendapatkan masa subur atau ovulasi, barulah kemudian melakukan hubungan seksual. Dengan demikian, hubungan seksual tidak akan sia-sia. Tapi apakah itu benar?
Kerap Berhubungan Seksual Itu Tidak Merugikan. Tetapi Justru Menambah Peluang Kehamilan.
Untuk menjawab anggapan tersebut, Ledis perlu membaca tujuh alasan berikut. Kenapa sih kerap berhubungan seksual sesering mungkin sangat dianjurkan dan tidak akan merugikan? Apa sih alasannya? Langsung saja kita simak alasan berikut!
1. Keseringan berhubungan seksual tidak akan memperburuk kesuburan. Bahkan bisa jadi solusi dari ketidaksuburan.
Kesuburan lebih prima via carmenhibbins.com
Sebagian orang percaya bahwa terlalu sering berhubungan seksual dapat membuat kesuburan berkurang, hal itu hanyalah mitos. Kebanyakan pasangan berasumsi bahwa hubungan seksual terbaik untuk kehamilan adalah pada saat masa subur saja. Sehingga, suami diminta untuk “menyimpan” spermanya hingga masa ovulasi istri tiba. Sedangkan, berhubungan seksual di luar masa subur dianggap akan membuang sel sperma yang berkualitas.
Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya. Mengurangi intensitas berhubungan seksual malah akan menurunkan peluang kehamilan Anda.
2. Anda tidak perlu berkecil hati karena belum memomong bayi. Sering berhubungan seksual membuat kesempatan hamil lebih tinggi.
Kesempatan hamil lebih besar via heatherpearcephotography.com
Peluang kehamilan dapat lebih tinggi jika Anda dan suami sering berhubungan seksual. Beberapa studi pun telah membuktikan fakta tersebut. Bahkan, melakukan hubungan seksual beberapa kali sehari pun sah-sah saja dilakukan, jika Anda mau.
3. Sering berhubungan seksual membuat sperma lebih sehat, dibanding sperma yang disimpan hingga waktu dirasa tepat.
Sperma sehat, hamil cepat via theresamarie.com
Ketika Anda meminta suami untuk menyimpan sel spermanya lebih lama dalam tubuh, bukan tidak mungkin kualitas sel sperma yang disimpannya jadi kurang berkualitas. Terlalu lama menyimpan sperma dalam tubuh pria dapat mengakibatkan motilitas (kecepatan renang sel sperma menuju rahim wanita) menurun.
Untuk mengantisipasinya, lebih baik Anda dan suami jangan menunda hubungan seksual. Jangan pantang berhubungan seksual selama tujuh hari berturut-turut.
4. Tak perlu takut kehabisan sel sperma dari suami. Anda punya stok sperma yang memadai dalam tuba falopi.
Stok sperma dalam tuba falopi untuk hamil via picturess.co.za
Keseringan melakukan ejakulasi membuat kepadatan sel sperma akan berkurang, namun hal ini sangatlah wajar. Yang terpenting dari seringnya Anda dan suami berhubungan seksual adalah ada sejumlah sperma yang bersemayam dalam tuba falopi wanita sebelum ovulasi. Apalagi sel sperma dikenal dapat bertahan hidup selama tiga hari dalam rahim wanita. Sehingga Anda patut merasa aman karena memiliki stok sperma yang mencukupi untuk pembuahan.
5. Untuk Anda yang tidak teratur siklus menstruasinya, berhubungan seksual setiap hari adalah solusinya.
Solusi untuk yang siklusnya tak rutin via langeronline.de
Apakah Anda adalah wanita yang siklus menstruasinya tidak pernah teratur atau tidak rutin? Jika iya, pasti akan sulit mengetahui kapan masanya berovulasi! Jika begitu, pasti akan sulit juga untuk menentukan kapan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual? Nah, jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual setiap hari, kemungkinan peluang Anda melakukan hubungan seksual tepat pada hari ovulasi lebih besar lagi.
6. Tak hanya meningkatkan peluang mengandung, sering berhubungan seksual pun membuat Anda dan suami saling dukung.
Lebih kompak dengan suami via upsocl.com
Berhubungan seksual tak hanya bermanfaat untuk meneruskan keturunan saja. Ada manfaat-manfaat lain yang bisa Anda petik dari berhubungan seksual. Setidaknya, ada lima belas manfaat berhubungan seksual yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah jantung lebih sehat, relaksasi, dan memperlambat penuaan.
Di samping itu, sering berhubungan seksual akan membuat hubungan Anda dengan suami lebih dekat. Ikatan batin pun semakin kuat. Beberapa pasangan dapat merasakan hubungan yang semakin kompak dan mendukung karena seringnya berhubungan seksual.
7. Anda tidak perlu lelah karena bercinta setiap hari. Cukup luangkan waktu saja 2-3 hari.
Anda dan suami tidak lelah dan tetap bahagia via kosova-sot.info
Mungkin Anda dan suami berpikir, terlalu sering bercinta akan menyebabkan cepat bosan dan lelah. Apalagi jika harus bolak-balik berhubungan seksual lebih dari sekali dalam sehari. Namun, tenang saja! Anda tidak perlu serajin dan selelah itu melakukan rutinitas ini.
Meluangkan waktu dua atau tiga hari saja dalam seminggu pun sudah dianggap ideal untuk mendapatkan kehamilan. Intensitas sebanyak ini sudah dianggap cukup untuk meningkatkan peluang berhubungan tepat pada masa subur.
Jadi, tunggu apalagi Ledis? Masihkah mau berpikir untuk menunda berhubungan seksual lebih rutin? Atau ingin segera melakukannya dengan suami agar segera mendapat momongan?
Tetap semangat dan selamat berjuang, ya Ledis! Semoga segera mendapatkan kehamilan yang lancar dan sehat!
Ledisia.com – Bukan rahasia lagi jika diet menjadi salah satu langkah memperoleh kesuburan. Diet yang dimaksud adalah diet dengan mengurangi apapun yang kurang berguna bagi tubuh dan mengimbanginya dengan nutrisi seimbang dari sayur mayur, buah-buahan, dan makanan penuh manfaat yang dibutuhkan untuk kehamilan.
Menurut The American Pregnancy Association, sebuah lembaga nonprofit yang giat mengkampanyekan kesehatan reproduksi. Anda harus mempersiapkan waktu selama tiga bulan sampai setahun untuk melakukan diet demi mendapatkan kesuburan.
Agar Segera Memiliki Momongan, 10 Tips Diet Ini Jangan Dilupakan Saat Sedang Dalam Program Hamil
Jika Anda sudah separuh perjalanan dalam merencanakan kehamilan, jangan khawatir. Diet nutrisi ini tidak pernah mengenal kata terlambat. Bahkan cukup sehat dijadikan sebagai kebiasaan walaupun sedang tidak merencanakan kehamilan. Anda bisa segera melakukannya dari sekarang melalui tips-tips berikut ini.
1. Jauhi minuman beralkohol adalah nasihat kehamilan yang perlu diingat setiap saat. Ini karena alkohol memberi efek negatif di balik nikmatnya yang sesaat
Jauhi alkohol jika tak mau merugi – via kienthuc.net.vn
Sekali, dua kali saja meminum alkohol memang tidak akan begitu saja mempengaruhi tingkat kesuburan Anda atau suami. Tapi, pastikan saja kalau Anda sedang tidak dalam keadaan hamil saat meminum alkohol.
Memang, ada masa-masanya di mana Anda boleh meminum alkohol dengan aman. Masa itu adalah ketika menstruasi. Tapi jika Anda adalah wanita yang memiliki siklus tidak teratur dan sangat sulit mengetahui kapan waktunya ovulasi, lebih baik jangan mengambil resiko sedikit pun untuk meminumnya. Meski belum ada kesepakatan para ahli tentang pengaruh alkohol, tapi sudah banyak pengalaman yang membuktikan sulitnya hamil bagi wanita dengan kebiasaan minum alkohol.
The American Pregnancy Association menyarankan, jangan pernah minum lebih dari dua gelas sehari jika sedang merencanakan kehamilan.
2. Kehamilan tanpa kopi tidak akan gusar lagi karena sudah ada trik menjauhi kopi sedikit demi sedikit
Mengganti kopi dengan susu – via kosova-sot.info
Sejauh ini, batas kafein yang diperbolehkan para ahli untuk dikonsumsi ibu hamil adalah kurang dari 300 miligram per hari atau sekitar dua cangkir 8 ons kopi. Tapi Anda perlu memotong batas tersebut lebih banyak lagi jika sangat sulit mendapatkan kehamilan atau sedang menjalani program bayi tabung.
Masih menurut The American Pregnancy Association, kafein dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Padahal keduanya adalah zat esensial yang diperlukan untuk kehamilan. Tapi jika Anda sudah terbiasa meminum kopi dan sering merasa pusing jika tidak meminumnya sehari saja, mencoba melepaskannya secara bertahap adalah kepututsan yang tepat.
Melepaskan ketergantungan dari kopi adalah dengan mengurangi porsi kopi berkafein sedikit demi sedikit setiap harinya, dengan kopi tanpa kafein. Begitu terus hingga Anda benar-benar bisa lepas dari kopi. Barulah menggantinya dengan susu, entah susu murni atau susu yang dibubuhi sirup dengan rasa kopi buatan.
3. Karbohidrat memang perlu sebagai makanan pokok dan sumber tenaga. Tapi, tetap berhati-hati dengan olahan karbohidrat
Kenali pasta yang dimakan – via jamalouki.net
Meskipun karbohidrat bukanlah masalah yang serius dalam diet nutrisi kehamilan dan bahkan tidak pernah ada anjuran untuk menghindarinya. Namun bukan berarti Anda bisa memakannya habis-habisan. Di pasaran kini, banyak sekali bentuk-bentuk olahan karbohidrat seperti roti putih, pasta, dan olahan nasi putih yang tidak sekonyong-konyong menurunkan peluang kehamilan. Namun, olahan karbohidrat ini tetap saja bisa memberikan resiko jika konsumsinya tidak disertai dengan porsi yang seimbang.
Jika Anda pernah didiagnosa memiliki sindrom ovarium polikistik atau PCOS (penyebab yang paling banyak terjadi dari ketidaksuburan pada wanita) beralih pada biji-bijian berkarbohidrat adalah wajib hukumnya. PCOS sendiri adalah ketidakseimbangan hormon, yang menjadi lebih buruk ketika kadar insulin meningkat dalam aliran darah. Dari beberapa kasus, penyebab utama di balik kadar insulin meningkat adalah karbohidrat olahan.
Ketika wanita dengan PCOS makan terlalu banyak karbohidrat olahan, insulin mengalir ke dalam darah dan memberikan umpan atau rangsangan ke ovarium. Umpan inilah yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur.
4. Makanlah buah dan sayuran berwarna merah, hijau, dan kuning. Bukan hanya bikin Anda lebih cantik dan menarik, mereka juga berjasa menangkal radikal bebas di sekeliling Anda
Sayur untuk serat dan kualitas sel telur – via ashemag.com
Mulai sekarang, cobalah untuk tidak meremehkan akar multivitamin dari alam. Buah-buahan dan sayuran tidak hanya memberikan kandungan vitamin dan mineral yang berlimpah, melainkan juga mikronutrien penghilang radikal bebas seperti fitokimia dan antioksidan. Radikal bebas sendiri adalah molekul berbahaya yang menyelinap ke dalam tubuh. Sumbernya bisa berasal dari sinar matahari, asap, atau polusi. Radikal bebas pun perlu diwaspadai karena mampu merusak ovum, sperma, dan organ reproduksi.
Untuk mendapatkan zat penangkal radikal bebas, belilah sayur mayur dan buah-buahan berwarna terang seperti merah, hijau, dan kuning. Blueberry dan paprika merah, misalnya. ‘
Semakin terang warna buah dan sayurnya, maka semakin kaya pula nutrisi dan anti oksidan yang dikandungnya. Lebih bagus lagi jika porsi makan Anda setidaknya mencakup dua cangkir buah-buahan dan dua setengah cangkir sayur mayur setiap harinya.
5. Asam lemak omega 3 banyak terkandung pada ikan. Mengkonsumsinya akan membuat Anda meningkatkan kesuburannya
Makan ikan yang dimasak sempurna – via grouponcdn.com
Ikan dan hasil laut merupakan sumber terbesar dari asam lemak omega 3. Kandungan omega 3 ini sangat bagus untuk kesuburan. Omega 3 dikenal baik bagi perkembangan mata dan otak bayi. Di samping itu, ia masih punya banyak lagi kandungan-kandungan lainnya yang baik untuk kehamilan. Misalnya, menurunkan resiko kelahiran prematur, mengurangi kesempatan preeklampsia (hipertensi pada waktu kehamilan), dan mengurangi depresi. Sangat penting untuk bisa mendapatkan omega 3 dari makanan karena tubuh manusia tidak bisa menghasilkannya sendiri.
Untuk mendapatkan kandungan asam lemak omega 3 dengan hasil maksimal, mengkonsumsi ikan berlemak dari perairan dingin seperti salmon, tuna, sarden, herring adalah solusinya. Makanlah beberapa kali dalam seminggu.
Pastikan Anda membeli ikan tersebut dari sumber yang terpercaya. Belilah dari nelayan yang menangkap ikan di perairan bebas limbah industri, apalagi limbah merkuri. Seperti kita tahu, merkuri dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian jika terpapar atau terkonsumsi. Ibu hamil yang mengkonsumsi ikan dengan kandungan merkuri pun bisa menuai kecacatan pada bayinya setelah lahir.
Anda sebaiknya mengolah ikan hasil laut dengan baik. Cucilah bersih dan masak dengan tingkat kematangan maksimal. Mengolah ikan hingga tingkat kematangannya pasti mampu membuatnya terhindar dari bakteri, kotoran, cacing, dan resiko-resiko penyakit lainnya.
6. Perbanyak dan penuhi kebutuhan zat besi harus dilakukan sejak dini. Jika nanti sudah hamil, manfaatnya sama-sama dibagi nanati
Minum suplemen penambah sel darah merah – via woman.ru
Penuhilah kebutuhan tubuh Anda dengan kandungan zat besi, apalagi jika siklus bulanan Anda sering terasa berat dan sakit. Mengalami pendarahan secara rutin per bulannya berarti Anda juga mengalami penurunan zat besi dalam tubuh.
Bayi dalam rahim nantinya juga akan memerlukan zat tersebut. Jika Anda tidak buru-buru memenuhi kebutuhan zat besi, resiko anemia postpartum bisa melanda. Anemia postpartum adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan dapat menguras energi.
Jika Anda tidak mengkonsumsi daging merah atau termasuk vegetarian, zat besi masih dapat diperoleh dari multivitamin. Bertanya tentang dokter tentang multivitamin apa yang tepat sah-sah saja dilakukan. Jika perlu, ikuti juga tes kadar sel darah merah untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena anemia.
7. Waspada terhadap bakteri bernama listeria itu perlu, apalagi jika datangnya dari keju atau susu yang sering dikonsumsi ibu
Pastikan produk susu telah dipasteurisasi – via pinimg.com
Listeria adalah bakteri berbahaya yang biasanya ditemukan pada daging siap makan, keju lunak, dan produk-produk susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil 20 kali lebih rentan terkena listeria dibandingkan orang dewasa yang sehat. Apalagi jika ketiga makanan tadi yang dikonsumsi.
Mereka yang sedang berusaha untuk hamil juga harus waspada karena listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh listeria) dapat menyebabkan keguguran di awal trimester pertama. Ini bahkan bisa terjadi sebelum Anda tahu kalau sedang hamil.
Untuk membunuh listeria, panaskan saja makanan beresiko tadi ke dalam microwave hingga mengepul panas. Buanglah makanan yang telah dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam. Benar-benar jauhi makanan seperti sushi mentah, keju lembut yang tidak dipasteurisasi, dan produk-produk yang tidak dipasteurisasi lainnya.
8. Sumber protein yang berasal dari daging harus distop sekarang juga. Jika tidak, lemak di tubuhlah yang hinggap
Makan tempe sebagai pengganti daging – via squarespace.com
Protein adalah bagian sangat penting dalam diet yang sehat. Namun menurut data dari USDA, banyak orang Amerika yang terlalu banyak menikmati daging-dagingan untuk mendapatkan protein hariannya. Padahal para ahli dari Harvard Medical School mengatakan bahwa mengganti daging setiap harinya dengan sayuran atau protein nabati seperti kacang merah, kacang polong, kacang kedelai atau tahu, bahkan kacang tanah dapat meningkatkan peluang kesuburan.
Jika Anda masih merasa susah mengganti kebiasaan makan daging, bukankah masih ada tahu dan tempe sebagai salah satu sumber protein yang tinggi? Tunggu apalagi? Gantilah daging-dagingan yang biasa Anda konsumsi dengan sayuran dan protein nabati yang rendah lemak dan rendah kalori. Dengan begitu memiliki berat badan sehat bukanlah lagi mimpi.
9. Seiring berjalannya waktu, Anda perlu multivitamin. Apakah itu multivitamin prenatal atau yang biasa ditemui di apotek, memastikan penggunaannya agar tidak kehilangan manfaatnya
Multivitamin harus sesuai kebutuhan – via mgc-prevention.fr
Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dari kehamilan lewat makan saja, rasanya akan sangat sulit dan tidak cukup. Anda harus mengambil vitamin prenatal atau multivitamin secara teratur.
Meskipun vitamin prenatal akan memberikan nutrisi kunci yang Anda perlukan untuk hamil, harganya bisa jadi sangat mahal. Kerja dari vitamin prenatal juga akan terasa keras pada perut karena nutrisinya sangat jauh lebih tinggi daripada multivitamin biasa. Beberapa ahli bahkan sampai menyarankan untuk menggunakan vitamin prenatal tepat sebelum tidur untuk menangkal sakit perut yang merupakan efeknya.
Jika Anda ingin mengambil multivitamin biasa yang bisa didapatkan di apotek, konsultasikanlah terlebih dulu pada ahlinya untuk mendapatkan panduan pemakaian yang tepat.
10. Meskipun tidak mengandung, suami tidak boleh lepas tangan. Diet nutrisi pun baik untuk si sperma
Suami juga perlu diet – via openhousegafisa.com.br
Ketika wanita diharuskan untuk melakukan diet dengan cara ini, bukan berarti suaminya juga boleh melenggang bebas tanpa syarat. Calon ayah disarankan untuk mengambil multivitamin harian yang mengandung zat seng (zinc) dan selenium minimal tiga bulan sebelum pembuahan. Dalam studi, kedua mineral tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan sperma yang sehat.
Kenapa harus tiga bulan? Karena selama itulah sperma yang sehat berkembang. Memang dibutuhkan waktu yang lama bagi sperma untuk berkembang secara utuh dan matang. Bagi sebagian orang yang menyadarinya, hal ini bisa juga menjadi hal yang cukup berat.
Ledis, di antara kesepuluh rahasia tersebut, jangan pernah lupakan rahasia yang nomor 10 ya! Semua rahasia tersebut tidak akan berfungsi tanpa bantuan dan kerja sama suami. Kata orang, “Buatnya sama-sama, kok susahnya sendirian aja?” perlu diamini dalam kasus ini.
Ya, diet nutrisi pun perlu dilakukan pada si suami karena suami juga perlu memastikan tubuh sehat dan sel sperma yang sehat ada di tubuhnya. Jika suami Anda mau diajak bekerja sama untuk itu semua, yakinlah memiliki momongan bukan lagi mimpi. Selamat berjuang dan semoga berhasil!
Ledisia.com – Halo, Ledisian! Sebelumnya, kita telah membahas bagaimana pentingnya pemeriksaan pra konsepsi untuk kesuburan. Dari artikel tersebut, Anda telah mendapatkan gambaran tiga manfaat yang akan diperoleh jika melakukan pemeriksaan sebelum berencana untuk hamil. Manfaat utamanya ialah agar rahim siap huni bagi si calon bayi, memberikan petunjuk bagi dokter dan Anda bersama suami untuk langkah perencanaan kehamilan selanjutnya, serta menyiapkan kondisi psikis Anda agar tidak mudah stres saat menjalani program hamil kali ini.
Pada artikel tersebut juga disebutkan bahwa dokter akan memberikan sejumlah pertanyaan. Misalnya berupa formulir isian mengenai riwayat ginekologis, riwayat medis, riwayat obstetrik, dan lain-lainnya. Daftar pertanyaan panjang inilah yang akan memberikan pemahaman kepada dokter mengenai kondisi rahim Anda apakah telah siap huni atau tidak.
Dengan Panduan Ini, Pemeriksaan Pra Konsepsi Tidak Akan Sulit dan Lupa Lagi
Lalu, pertanyaan apa sajakah yang akan disampaikan oleh dokter pada pemeriksaan pra konsepsi tersebut? Nah, berikut ini Ledisia.com paparkan sejumlah contoh pertanyaan yang bisa menjadi gambaran bagi Anda dan juga pasangan!
1. Bagi wanita, usia bukan hanya pelengkap biodata melainkan tolak ukur tingkat kesuburan mereka
Semakin tua usia, kesuburan juga berkurang – via wierciadlo.pl
Pertanyaan yang tentu dilontarkan pada Anda adalah:
“Berapa usia Anda dan berapa usia suami Anda?”
Pertanyaan terkait usia ini bukanlah untuk kebutuhan biodata semata. Usia perlu diketahui dokter untuk mengetahui apakah Anda dan pasangan masih termasuk dalam usia-usia subur untuk memiliki anak. Jika saja usia Anda sudah mencapai 35 tahun ke atas, peluang kesuburan tentu saja akan semakin kecil.
2. Dalam riwayat ginekologis, dokter akan bertanya tentang organ reproduksi Anda. Jika merasa ada yang masih perlu di sampaikan, jangan ragu-ragu katakan saja!
Kapan pertama kali menstruasi? – via canadianpharmacymeds.com
Pada usia berapakah pertama kali Anda mengalami menstruasi? Apakah siklus menstruasi Anda selalu rutin dan berapa lama siklus itu berlangsung? Dan, kapan terakhir kali mengalami menstruasi?
Apakah sempat atau sedang menggunakan kontrasepsi?
Apakah pernah memiliki atau didiagnosis mempunyai pap smear yang abnormal? Artinya, apakah Anda bermasalah pada leher rahim atau memiliki kanker serviks?
Apakah suami pernah teranalisis memiliki infeksi seksual menular, seperti herpes, sipilis, dan lain-lain?
Punya pengalaman dengan penyakit radang panggul? Atau mungkin, dokter mengatakan bahwa Anda memiliki kelainan rahim setelah pemeriksaan tertentu?
Pernah mengikuti tes HIV? Lalu, bagaimana hasilnya?
Apakah Anda dan suami berhubungan secara monogami? Atau malah poligami?
Ketika ibu mengandung Anda, apa saja obat yang dikonsumsinya? Adakah obat yang beresiko membawa kecacatan?
Apakah Anda pernah mengalami operasi ginekologis atau yang berdampak pada organ reproduksi?
Pernah melakukan perawatan kesuburankah sebelumnya?
Adakah problem ginekologis atau masalah pada organ reproduksi yang belum dinyatakan pada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya? Katakan saja!
3. Jika sebelumnya pernah mengalami kehamilan, riwayat obstetrik akan menilik permasalahan yang Anda alami di kehamilan terakhir
Sakit di kehamilan sebelumnya – via promum.ru
Pada bagian ini, dokter akan mengetahui lebih lanjut riwayat kehamilan Anda. Jika ini bukan pertama kalinya Anda mengandung, maka pertanyaan-pertanyaan berikutlah yang perlu dijawab!
Pernahkah Anda hamil sebelumnya?
Jika memang pernah hamil, pernahkah Anda mengalami keguguran? Berapa lama usia kehamilan hingga pada akhirnya keguguran? Lalu, apa penyebab keguguran? Karena komplikasi atau ada alasan lain?
Pernahkah mengaborsi kandungan? Pada usia kehamilan berapa bulankah dan apa yang jadi alasannya?
Punya sejarah kehamilan di luar rahim? Jika iya, berapa minggu usia kehamilan Anda waktu itu? Apakah dilakukan operasi karenanya?
Ketika Anda melahirkan sebelumnya, kapan dan di mana anak itu dilahirkan? Apa jenis kelaminnya, berapa berat badannya, dan usia kehamilan? Kemudian, persalinannya normal atau caesar?
Pernahkah mengalami komplikasi penyakit semasa kehamilan? Misalnya seperti diabetes, persalinan prematur, masalah plasenta, dan lain sebagainya?
Adakah Anda mengalami depresi pada kehamilan sebelumnya?
Apakah ada komplikasi yang terjadi setelah Anda melahirkan?
4. Riwayat medis akan mencatat macam-macam penyakit serius yang Anda alami. Jika pernah mengalaminya, bukan berarti tidak ada dampaknya pada kehamilan nantinya
Pernah opname? – via wisegeek.com
Apakah Anda pernah mengalami penyakit medis yang cukup serius? Atau pernah mengalami satu atau beberapa deretan penyakit ini: diabetes, hipertensi, epilepsi, kejang-kejang, hepatitis, liver, jantung, pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, kanker, lupus, atau radang sendi? Lalu, pernah dirawat di rumah sakit karenanya?
Punya masalah pencernaan?
Jika pernah, kapan dan mengapa Anda melakukan operasi? Adakah permasalahan yang berkaitan dengan anestesi?
Pernah transfusi darah?
Apakah sekarang sedang mengalami perawatan karena kondisi tertentu?
Apakah belakangan ini Anda terjangkit penyakit menular? Adakah orang di sekitar lingkungan Anda yang memiliki penyakit TBC atau hepatitis?
Apakah ada salah satu atau lebih dari anggota keluarga yang menderita diabetes, hipertensi, stroke, epilepsi/kejang, penyakit ginjal, hepatitis, liver, gangguan jantung, masalah pembekuan darah, penyakit paru-paru, asma, tiroid, lupus, atau radang sendi?
5. Kalau sedang mengkonsumsi obat tertentu, bawa saja kemasannya saat pemeriksaan nanti. Kemasan tersebut bisa membantu Anda melewati pertanyaan tentang obat-obatan dan alergi.
Bawa serta obatnya – via liveinternet.ru
Apakah Anda sedang mengkonsumsi obat resep atau obat yang dijual di pasar bebas? Berapa dosisnya?
Obat apa yang Anda minum? Vitamin, obat herbal, atau sekedar suplemen? Ada baiknya jika Anda mencatatnya dengan rapi sebelum berangkat menemui dokter. Jika tak ingin kesulitan, kemasan obat itu pun boleh dibawa serta.
Apakah Anda mengkonsumsi asam folat harian sebesar 400 mikrogram per harinya? Asam folat itu lalu dikonsumsi sendiri atau bersamaan dengan multivitamin lain?
Punya alergi pada obat atau karet? Atau adakah alergi lainnya seperti alergi makanan, udara, dan lain-lain? Sampaikan saja pada dokter!
6. Pertanyaan tentang riwayat vaksinasi pun akan lebih terbantu lagi jika Anda membawa catatan vaksinasi sedari kecil. Jika tidak, bertanya pada ibu paling tidak bisa membantu sedikit demi sedikit
Riwayat vaksinasi semasa kecil jangan dilupakan – via opposingviews.com
Jika Anda masih memiliki catatan lengkap mengenai vaksin yang diterima sejak kecil, maka bawalah itu saat kunjungan ke dokter. Jika tidak, coba tanyakan pada orang tua khususnya ibu tentang riwayat vaksinasi apa saja yang pernah ditujukan pada Anda. Jika catatan masih lengkap atau masih ingat, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin lebih mudah dijawab.
Pernahkah Ledis mendapat cacar air? Atau malah pernah vaksin cacar air sebelumnya?
Semasa kecil, apakah Anda mendapatkan vaksin komplit meliputi rubela, gondok, dan campak? Pernah diperiksa untuk uji ketahanan terhadap virus rubela? Pernahkah juga divaksin untuk hepatitis B atau untuk virus human papilloma?
Kapan terakhir kali mendapat vaksin tetanus?
Belakangan ini, apakah Anda terkena penyakit flu?
Adakah rencana berwisata ke negara lain yang tengah Anda dan suami rencanakan dan membutuhkan vaksin tertentu?
7. Sejarah sosial dan emosi juga penting diketahui lewat pertanyaan-pertanyaan ini sehingga stres dapat dihindari sejak dini
Jangan malu mengaku kalau mendapat kekerasan dari suami – via zirkinandschmerlinglaw.com
Pernahkah Anda dipaksa melakukan hubungan seksual di luar kemauan?
Apa pernah Anda menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga? Pada hubungan rumah tangga yang sekarang ini, apakah Anda mengalami kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun verbal? Pernah ditendang, dipukul, atau didorong?
Pernahkah Anda menderita gangguan mental atau emosi? Apakah depresi dan gangguan makan pernah mendatangi Anda?
8. Gaya hidup dan kebiasaan Anda turut berpengaruh. Barangkali ada gaya hidup negatif yang luput, pertanyaan ini dapat membantu
Hindari kebiasaan minum-minum – via guim.co.uk
Apakah benar Anda senang merokok? Atau, menjadi perokok pasif mungkin?
Anda suka minum alkoholkah? Kalau memang benar jawabannya, seberapa banyak takarannya dan seberapa sering waktunya?
Pernahkah mengkonsumsi narkoba? Apakah sekarang masih?
Berapa kali dalam sehari Anda minum kopi atau apapun yang berkafein? Berapa kali dan berapa banyak jumlahnya?
Apakah mengunjungi dokter gigi jadi rutinitas?
Benarkah olahraga menjadi kebiasaan rutin?
Punya masalah dengan berat badan? Jika iya, pernahkah melakukan diet atau pantangan makanan tertentu?
Jika Anda gemar menyantap ikan, ikan seperti apa yang Anda sukai? Kapan terakhir memakannya dan berapa banyak?
Apakah pernah memakan daging mentah atau daging yang dimasak dengan tingkat kematangan kurang? Daging sapi, ikan, telur, ayam, atau hewan ternak lainnya kah itu?
Anda senang memelihara hewan? Atau terbiasa mengisi waktu luang dengan berkebun?
Apakah mandi di bak panas atau sauna sudah jadi kebiasaan Anda?
Bagaimana situasi dan lingkungan tempat Anda tinggal dan bekerja? Apakah tempat-tempat itu merupakan area yang sering bersentuhan dengan zat kimia berbahaya seperti cat, deterjen, pestisida, merkuri, atau racun-racun lainnya?
9. Pemeriksaan genetik akan menjelaskan potensi penyakit turunan. Sehingga Anda perlu memahami sejarah keluarga Anda dan suami
Ketahui sejarah keluarga besar – via pinimg.com
Pada pemeriksaan genetik, dokter akan mengetahui sejarah keluarga Anda dan keluarga suami terutama di bagian penyakit turunan/warisan. Wajar saja jika dokter menanyakan tentang riwayat kesehatan keluarga Anda seperti berikut:
Apakah ada anggota keluarga (dalam konteks ini adalah keluarga Anda, keluarga suami, serta jika ada, anak Anda dari kehamilan sebelumnya) yang lahir dalam kondisi cacat? Misalnya pada bagian ginjal, tabung syaraf, atau jantung?
Adakah anggota keluarga yang mengalami down syndrome atau kelainan kromosom?
Bagaimana dengan kecacatan intelektual? Adakah yang mengalami autisme dan gangguan semacam itu?
Ada yang pernah keguguran atau melahirkan bayi sudah dalam keadaan mati?
Apakah penyakit anemia atau talasemia menjadi warisan dalam keluarga?
Bagaimana dengan hemofilia, gangguan perdarahan, gangguan otot, gangguan tulang belakang? Ada penyakit turunan yang belum tercakup dalam pertanyaan-pertanyaan di atas? Sampaikanlah!
Dari daftar panjang pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas menjadikan perencanaan kehamilan tidak boleh dianggap remeh lagi. Pertanyaan ini bahkan bisa menjadi bayangan kalau saja ada faktor yang terlewatkan yang menjadi penyebab program hamil menjadi gagal.
Tunggu apalagi? Segeralah datangi dokter dan lakukan pemeriksaan pra konsepsi. Tim Ledisia mendoakan semoga hasilnya positif sehingga Anda dan suami bisa segera merencanakan dan mendapatkan momongan. Tetap semangat dan hindari stres ya!
Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!
Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?
Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati
Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.
Mungkin Ledis akan bertanya,
Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?
Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.
1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni
Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it
Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.
Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.
Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.
Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.
Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.
Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.
Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.
Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.
2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu
Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br
Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.
Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.
3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.
Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl
Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.
Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.
Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!
Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.