Tag: mitos diet

  • 26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (2)

    26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (2)

    Ledisia.com“Industri” diet memang penuh dengan mitos-mitos yang membuat banyak orang melakukan hal-hal yang kadang di luar nalar—mulai dari mengkonsumsi sinar matahari sampai makan berdasarkan peredaran bulan. Padahal, sama sekali belum ada riset ilmiah yang membuktikan hal itu. Ya, namanya juga mitos, Ledis.

    Tapi, gak semua tips diet di internet itu bohong, kok. Para ahli juga telah berusaha keras melalui beragam penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun untuk menemukan strategi diet yang benar-benar jitu.

     

    Jangan Buru-Buru Mempercayai Suatu Informasi Soal Diet di Internet. Inilah 26 Tips Diet Yang Telah Dibuktikan Dengan Riset!

    Pada bagian sebelumnya, kita telah membahas sembilan tips diet pertama. Nah, inilah 26 tips diet yang telah dibuktikan oleh riset bagian kedua!

     

    10. Terbiasa makan dengan piring berukuran besar? Mulai sekarang, tukar piringmu dengan yang lebih kecil.

    Gunakan piring yang lebih kecil via galleryhip.com
    Gunakan piring yang lebih kecil via galleryhip.com

    Meski sedikit unik, mengganti piring besar dengan yang lebih kecil ternyata sanggup membantu memangkas kalori harianmu secara otomatis, lho (26). Bila menggunakan piring yang lebih besar, biasanya kamu belum bakalan puas kalau seluruh area piring belum terisi. Makanya, trik ini cukup efektif untuk membantu dietmu.

     

    11. Masih berhubungan dengan di atas, cobalah mengontrol porsi makan atau menghitung asupan kalori secara cermat.

    Kendalikan porsi makanmu via www.precisionnutrition.com
    Kendalikan porsi makanmu via www.precisionnutrition.com

    Mengontrol porsi makan atau menghitung kalori sebenarnya adalah usaha agar asupan kalori harianmu lebih sedikit, terutama jika kamu hendak menurunkan berat badan (27). Tak hanya menggunakan piring kecil seiap kali makan, tapi juga memperhatikan jumlah segala macam makanan yang kamu konsumsi setiap hari, termasuk snack.

    Ada pula studi yang menunjukkan bahwa mencatat makananmu ke sebuah food diary atau mengambil gambar setiap makananmu bisa membantumu menurunkan berat badan (28, 29). Pada dasarnya, ini adalah cara untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap apa yang kamu telan.

     

    12. Sering merasa lapar? Selalu sediakan makanan sehat di sekitarmu untuk berjaga-jaga bila perutmu mendadak keroncongan.

    Sediakan cemilan sehat via awazpost.com
    Sediakan cemilan sehat via awazpost.com

    Rasa lapar bisa bikin kamu kalap mengkonsumsi makanan yang kurang sehat—yang akan kamu sesali kemudian. Kalau kamu emang gampang lapar, siapkan snack sehat yang simpel untuk mengganjal perut, seperti buah-buahan, segenggam kacang, yogurt, dan sebutir telur rebus. Selain sehat, makanan ini jelas bisa mengganjal perutmu lebih lama.

     

    13. Biar gak tergoda untuk ngemil sebelum tidur, segera gosok gigimu seusai makan malam!

    Segera gosok gigimu via www.ralhandentistry.ca
    Segera gosok gigimu via www.ralhandentistry.ca

    Mulut yang segar seusai makan malam membuatmu enggan untuk meraih cemilan sebelum tidur. Makanya, seusai makan malam, segeralah gosok gigimu, biar kamu tak lagi tergoda untuk menyantap cemilan di malam hari yang berpotensi menumpuk kalori tambahan ketika terlelap.

     

    14.  Agar metabolisme meningkat dan nafsu makan berkurang, beri makananmu sensasi pedas yang nendang!

    Makanan pedas membantu metabolisme via blog.foodem.com
    Makanan pedas membantu metabolisme via blog.foodem.com

    Gemar menyantap makanan yang pedas? Bersyukurlah, karena makanan pedas ternyata dapat membantu kamu mengontrol berat badan. Ini karena cabai mengandung kapsaisin, senyawa yang berperan mendorong metabolisme dan sedikit menekan nafsu makan (30, 31).

     

    15. Untuk membakar kalori lebih banyak, gerakkan tubuhmu sedikit lewat latihan aerobik.

    Latiahn kardio membakar lemak via www.reginele.ro
    Latiahn kardio membakar lemak via www.reginele.ro

    Jangan cuma mengandalkan metabolisme tubuhmu saja, lakukan juga aktivitas yang mampu membakar kalori lebih banyak. Salah satunya adalah latihan aerobik atau kardio. Ini adalah cara yang baik untuk membakar kalori sekaligus meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

    Latihan aerobik cukup efektif untuk menghilangkan lemak di bagian perut. Lemak ini tergolong tidak sehat dan cenderung terkumpul di sekitar organ tubuhmu. Lemak inilah yang bisa menyebabkan penyakit metabolik (32, 33).

     

    16. Jangan ragu untuk menjajal latihan beban agar ototmu gak gampang hilang!

    Angkat beban biar otot gak hilang via www.healthmates.com.au
    Angkat beban biar otot gak hilang via www.healthmates.com.au

    Salah satu efek samping terburuk dari diet adalah berkurangnya massa otot sehingga metabolisme tubuhmu juga ikut menurun. Ini karena tubuh mengalami “mode kelaparan” ketika asupan kalori terlalu sedikit, sehingga tubuhmu tak hanya memecah lemak, tapi juga otot untuk diubah menjadi energi (34, 35).

    Cara terbaik untuk menanggulangi ini adalah dengan melakukan latihan resistensi alias angkat beban. Studi menunjukkan bahwa angkat beban membantu metabolismemu tetap tinggi dan mencegah hilangnya massa otot (36, 37). Selain itu, latihan beban juga bikin tubuhmu makin kencang dan seksi—tenang, kamu gak bakal jadi berotot kayak cowok, kok.

     

    17. Konsumsilah lebih banyak serat, biar tubuhmu tak lagi berat.

    Konsumsi lebih banyak serat via authoritynutrition.com
    Konsumsi lebih banyak serat via authoritynutrition.com

    Konsumsi erat sangat disarankan bila kamu bermaksud menurunkan berat badan. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengkonsumsi serat, khususnya serat kental, bisa mempertahankan rasa kenyang dan membantumu menjaga berat badan pada jangka panjang (38, 39). Serat kental adalah serat yang berubah menjadi gel ketika menyerap air.

     

    18. Sejalan dengan poin sebelumnya, pastikan kamu menyantap lebih banyak sayur dan buah!

    Perbanyak konsumsi sayur dan buah via www.thepaleoplace.com.au
    Perbanyak konsumsi sayur dan buah via www.thepaleoplace.com.au

    Sayur dan buah memiliki kandungan yang efektif untuk menurunkan berat badan. Mereka mengandung sedikit kalori, tapi tinggi serat. Sayur dan buah-buahan ini juga umumnya kaya kandungan air dan bikin kenyang.

    Beberapa riset menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi cukup buah dan sayur cenderung lebih langsing (40). Selain itu, makanan ini juga kaya akan nutrisi yang penting bagi kesehatan.

     

    Selanjutnya: 26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (Bagian 3-Habis)

     

  • 26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (1)

    26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (1)

    Ledisia.com“Industri” diet memang penuh dengan mitos-mitos yang membuat banyak orang melakukan hal-hal yang kadang di luar nalar—mulai dari mengkonsumsi sinar matahari sampai makan berdasarkan peredaran bulan. Padahal, sama sekali belum ada riset ilmiah yang membuktikan hal itu. Ya, namanya juga mitos, Ledis.

    Tapi, gak semua informasi diet di internet itu bohong, kok. Para ahli juga telah berusaha keras melalui beragam penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun untuk menemukan strategi diet yang benar-benar jitu.

     

    Jangan Buru-Buru Mempercayai Suatu Informasi Soal Diet di Internet. Inilah 26 Tips Diet Yang Telah Dibuktikan Dengan Riset!

    Nah, penasaran dengan tips seperti apa yang dibeberkan para ahli berdasarkan penelitian mereka? Inilah 26 tips diet yang telah dibuktikan oleh riset bagian pertama!

     

    1. Meminum air putih, terutama sebelum makan, terbukti mampu membuatmu lebih langsing.

    Minum air putih dapat mengembalikan mood baik via virginpure.com
    Minum air putih  bikin lebih langsing via virginpure.com

    Air putih yang dikonsumsi secara rutin diklaim bisa membantu menurunkan berat badan. Hal ini sudah terbukti nyata, lho. Lewat suatu penelitian, meminum air bisa mendorong metabolisme tubuh sekitar 24-30% selama periode 1-1,5 jam, sehingga membantu tubuhmu membakar kalori sedikit lebih banyak (1, 2).

    Pada studi lainnya, mengkonsumsi 500 ml air putih sekitar setengah jam sebelum makan membantumu memakan lebih sedikit kalori dan menurunkan berat badan 44% lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak minum sebelum makan (3).

     

    2. Pilihlah telur untuk sarapan bila kamu ingin menurunkan berat badan.

    Telur, salah satu makanan terbaik yang kaya protein dan lemak via huffingtonpost.com
    Telur, salah satu makanan terbaik yang kaya protein dan lemak via huffingtonpost.com

    Telur utuh punya banyak sekali manfaat, termasuk membantumu untuk mendapatkan berat badan ideal. Riset menunjukkan bahwa mengganti sarapan berbasis gandum dengan telur membantu kamu mengurangi asupan kalori sampai 36 jam ke depan, sekaligus menghilangkan berat badan dan lemak tubuh lebih banyak (4, 5).

    Kalau kamu gak boleh makan telur karena suatu alasan, kamu bisa menggantinya dengan sumber protein lain yang sama-sama berkualitas.

     

    3. Meski sering dipandang negatif, kopi ternyata mampu meningkatkan metabolismemu secara efektif.

    Kafein pada kopi mendorong metabolisme via www.thetimesgazette.com
    Kafein pada kopi mendorong metabolisme via www.thetimesgazette.com

    Kopi sering dicibir gak bagus buat diet. Benar, sih, kalau yang kamu minum itu kopi kekinian atau sachet yang kaya gula dan pemanis buatan. Kopi yang berkualitas kaya antioksidan serta memiliki segudang manfaat.

    Sejumlah studi membuktikan bahwa kafein pada kopi dapat mendorong metabolisme antara 3-11% serta meningkatkan pembakaran lemak sampai dengan 10-29% (6, 7, 8).

    Agar manfaatnya optimal, konsumsi kopi hitam sangat disarankan. Hindari menambahkan banyak gula karena dapat menghilangkan berbagai kebaikannya.

     

    4. Selain kopi, teh hijau juga punya segudang manfaat yang tak sepele.

    Teh hijau membantu mengurangi nafsu makan - via www.newlovetimes.com
    Teh hijau membantu mengurangi nafsu makan – via www.newlovetimes.com

    Teh hijau memang menjadi salah satu primadona makanan diet karena sejumlah manfaatnya. Salah satunya adalah membantumu menurunkan berat badan; hal ini didukung oleh sejumlah studi (9, 10).

    Teh hijau mengandung sedikit kafein. Tapi, ia juga mengandung antioksidan penting yang disebut katekin (catechin). Katekin inilah yang dipercaya mampu bekerja secara sinergis dengan kafein untuk membakar lemak (11, 12).

     

    5. Memasaklah dengan minyak kelapa. Selain lebih sehat, ia juga membantumu membakar lebih banyak kalori.

    Minyak kelapa lebih sehat via newscult.com
    Minyak kelapa lebih sehat via newscult.com

    Mulai sekarang, tak ada salahnya mengganti minyak gorengmu dengan minyak kelapa. Minyak kelapa lebih sehat karena mengandung lemak khusus yang disebut medium-chain triglyceride (MCT), yang dimetabolismekan secara berbeda dengan lemak lainnya.

    Lemak jenis ini telah terbukti dapat meningkatkan metabolismemu sampai 120 kalori per hari, sekaligus mengurangi nafsu makan sehingga kamu memakan 256 kalori lebih sedikit (13, 14).

     

    6.  Agar lebih lama kenyang, tak ada salahnya mengkonsumsi suplemen yang mengandung glukomanan.

    Suplemen glukomanan via healthybody.buzz
    Suplemen glukomanan via healthybody.buzz

    Glukomanan merupakan sejenis serat yang telah terbukti lewat beberapa studi bisa membantu kamu menurunkan berat badan. Serat ini dapat menyerap air dan menahannya di perut untuk sementara waktu, membuatmu merasa lebih kenyang dan mengurangi asupan kalori yang kamu makan (15).

    Beberapa riset juga menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi suplemen yang mengandung glukomanan berhasil menurunkan berat badan sedikit lebih banyak dibandingkan yang tidak menggunakannya (16).

     

    7. Konsumi gula tambahan wajib dipangkas. Meski manisnya nikmat, ia sungguh tak sehat.

    Konsumsi gula tambahan wajib dipangkas via occoquanbayperformance.com
    Konsumsi gula tambahan wajib dipangkas via occoquanbayperformance.com

    Gula tambahan merupakan salah satu bahan makanan paling buruk yang ada pada pola makan modern. Sayangnya, kebanyakan orang terlanjur mengkonsumsinya terlalu banyak.

    Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula sangat berhubungan dengan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan lain-lain (17, 18, 19). Kalau kamu pingin langsing, pastikan kamu memangkas asupan gula tambahan ini!

     

    8. Seperti halnya gula tambahan, kamu juga mesti mengurangi konsumsi karbohidrat yang telah melalui proses pemurnian.

    Karbohidrat olahan via blog.unicasport.com
    Karbohidrat olahan via blog.unicasport.com

    Karbohidrat olahan umumnya berupa gula atau gandum dan padi-padian yang telah melalui proses pemurnian, sehingga mengilangkan bagian serat dan nutrisinya. Contohnya adalah roti, mie, dan pasta.

    Para ahli membuktikan bahwa karbohidrat olahan ini bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, yang bikin kamu cepat lapar kembali dan meningkatkan asupan makanan beberapa jam kemudian. Terlebih, karbo olahan ini berhubungan erat dengan obesitas (20, 21, 22).

    Bila kamu ingin mengkonsumsi karbohidrat, pilihlah karbo komplek yang mengandung serat alami.

     

    9. Lebih jauh lagi, tak ada salahnya untuk menjalani diet rendah karbohidrat.

    Jajal diet rendah karbo via www.nutritionsecrets.com
    Jajal diet rendah karbo via www.nutritionsecrets.com

    Bila kamu menginginkan segala manfaat dari pembatasan karbohidrat ini, pertimbangkanlah untuk melakukan diet rendah karbo. Studi menunjukkan bahwa diet semacam ini membantu menurunkan berat badan 2-3 kali lebih banyak bila dibandingkan dengan diet rendah-lemak. Selain itu, kesehatanmu juga meningkat (23, 24,25).

    Bila enggan melakukan diet rendah karbo, kamu juga bisa memanfaatkan rotasi karbohidrat sebagai alternatif gaya hidup yang lebih sehat.

     

    Selanjutnya: 26 Tips Diet yang Didasarkan Pada Riset Ilmiah (Bagian 2)

  • 3 Alasan Untuk Berhenti Mengkonsumsi Makanan Bebas Lemak

    3 Alasan Untuk Berhenti Mengkonsumsi Makanan Bebas Lemak

    Ledisia.com – Banyak pelaku diet yang menganggap bahwa lemak yang terkandung pada makanan adalah penyebab utama naiknya berat badan. Gara-gara ini, makanan yang memiliki label “bebas lemak” atau “rendah lemak” laris diserbu mereka yang tengah berdiet.

    Padahal, menumpuknya lemak di tubuhmu itu bukan melulu akibat lemak yang kamu konsumsi, lho, Ledis. Makanan yang katanya”bebas lemak” juga ternyata tak sebaik yang kamu pikir. Sejujurnya, kamu tidak memerlukan makanan semacam ini.

     

    Label “Bebas Lemak” Pada Makanan Itu Sebenarnya Menyesatkan. Inilah Tiga Alasan Mengapa Makanan “Bebas-Lemak” Sebaiknya Kamu Elakkan!

    Mengapa demikian? Inilah beberapa alasan untuk berhenti memakan makanan “bebas lemak” sekarang juga.

     

    1. Alih-alih memperoleh berat badan ideal, makanan bebas lemak justru berpotensi membuatmu kegemukan.

    Makanan bebas lemak bisa bikin gemuk via authoritynutrition.com
    Makanan bebas lemak bisa bikin gemuk via authoritynutrition.com

    Mereka yang mengkonsumsi makanan bebas lemak memang punya tujuan mulia, yaitu menjadi lebih langsing dan sehat. Ini karena sejak dulu lemak memang dituduh berkaitan dengan penyakit jantung—meski penelitian baru pada tahun 2014 menunjukkan tidak ada kaitan antara konsumsi lemak jenuh dengan risiko penyakit ini.

    Terlepas dari tujuannya yang mulia itu, ternyata makanan bebas lemak justru punya dampak sebaliknya bagi tubuh kita, lho. Alih-alih bikin kamu lebih sehat, makanan ini justru bisa membuatmu makin gemuk.

    Ini karena produsen seringkali mengganti lemak dengan karbohidrat seperti gula. Padahal, karbo justru dapat menstimulasi pelepasan insulin, mempermudah penyimpanan lemak dalam tubuh serta mendorong inflamasi di seluruh tubuh. Duh!

     

    2. Tak cuma itu, makanan rendah-lemak juga merampok nutrisi dari tubuhmu.

    Makanan bebas lemak merampok nutrisimu via www.lifehack.org
    Makanan bebas lemak merampok nutrisimu via www.lifehack.org

    Makanan bebas-lemak atau rendah-lemak umumnya sudah dikemas sedemikian rupa. Artinya, makanan ini biasanya telah diproses terlebih dulu. Padahal, makanan olahan dikenal sedikit nutrisinya, apalagi jika kandungan lemaknya sudah disingkirkan.

    Lalu, agar rasanya tetap menarik, makanan ini diberi tambahan gula, pemanis buatan, perisa kimiawi, sampai pengawet. Selain tak mendapatkan lemak yang dibutuhkan, tubuhmu juga kehilangan nutrisi akibat proses pengolahan dan dipaksa mengkonsumsi zat-zat yang tak seharusnya dicerna.

    Padahal, lemak—termasuk lemak jenuh—memiliki peranan penting bagi tubuh, seperti memberi makan otakmu, membantu penyerapan vitamin, serta membantu membangun membran sel. Jadi, asupan lemak yang minim akan membatasi tubuhmu untuk memelihara dan memperbaiki dirinya sendiri.

     

    3. Makanan bebas lemak takkan membuatmu merasa kenyang. Akibatnya, kamu tak bisa berhenti makan.

    Sulit berhenti makan via www.ireportgist.com
    Sulit berhenti makan via www.ireportgist.com

    Pernahkan kamu memperhatikan bila kamu mengkonsumsi makanan rendah lemak, kamu jadi gampang lapar lagi? Absennya lemak dalam makanan jelas gak bakal bikin kamu merasa kenyang. Terlebih, gula tambahan yang terkandung di dalamnya juga akan membuat kadar gulamu naik turun dengan drastis—membuat lapar mudah datang tiba-tiba.

    Ini jelas berbeda dengan makanan yang mengandung lemak. Makanan ini lebih terasa nikmat di lidah dan mengenyangkan. Ia juga dicerna lebih lambat, sehingga membuat rasa kenyangmu bertahan lebih lama. Kamu pun jadi tak cenderung untuk makan berlebihan.

    Alih-alih makan makanan bebas-lemak dalam kemasan, lebih baik kamu mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat, seperti sepotong alpukat atau segenggam kacang almond. Dengan begitu, tubuhmu bisa mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan dan merasa kenyang lebih lama.

     

    Nah, masih mau konsumsi makanan bebas lemak, Ledis?

  • 7 Mitos Tentang Diet yang Tak Perlu Dipercaya

    7 Mitos Tentang Diet yang Tak Perlu Dipercaya

    Ledisia.com – Ada banyak sekali informasi yang beredar tentang diet dan menurunkan berat badan, baik itu lewat internet maupun dari mulut ke mulut. Tapi, selain informasi yang akurat, berbagai mitos tentang diet juga tersebar dengan mudahnya, lho.

    Makanya, kamu gak boleh begitu aja percaya pada apa yang kamu dengar, Ledis. Sebab, mitos-mitos tentang diet ini bisa menyesatkan. Alih-alih membuat dietmu sukses, hasilnya bisa-bisa jauh dari harapanmu.

     

    Dari Sejumlah Informasi Tentang Diet yang Beredar Dengan Leluasa. Inilah Mitos-Mitos Keliru yang Sebaiknya Gak Perlu Kamu Percaya!

    Nah, biar kamu gak kebingungan, simak dulu beberapa mitos paling umum tentang diet dan menurunkan berat badan berikut ini!

     

    1. Semua “kalori” dianggap setara. Padahal, sumber kalori yang kamu konsumsi memiliki efek yang berbeda-beda.

    Tak semua kalori diciptakan setara via www.evoke.ie
    Tak semua kalori diciptakan setara via www.evoke.ie

    Kalori adalah satuan energi. Setiap hari tubuh kita membakar kalori berdasarkan sejumlah faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, genetik, serta tingkat aktivitas. Banyak yang mengira bahwa setiap sumber kalori memberikan efek yang sama bagi tubuh.

    Padahal, tiap makanan akan melalui proses metabolik yang berbeda dan bisa memberikan efek yang lain pula terhadap rasa lapar dan hormon yang mempengaruhi berat badan. Sebagai contoh, protein bisa membantu meningkatkan metabolisme, mengurangi nafsu makan, sekaligus mengoptimalkan fungsi hormon pengatur berat badan bila dibandingkan lemak dan karbohidrat.

     

    2. Menurunkan berat badan disangka sebagai suatu proses linear. Padahal, berat badanmu selalu mengalami fluktuasi dengan proses yang tak instan.

    Menurunkan berat badan bukan proses linear via www.medicojournal.com
    Menurunkan berat badan bukan proses linear via www.medicojournal.com

    Banyak yang menganggap bahwa menurunkan berat badan merupakan proses yang linear. Padahal, nyatanya tidak demikian, sebab kadang berat badanmu bisa naik atau turun, bahkan ketika diet.

    Umumnya, hal ini terjadi karena tubuhmu membawa makanan pada sistem pencernaan maupun menahan air lebih banyak di dalam tubuh. Ini merupakan hal yang normal kok, jadi tak perlu terlalu dipikirkan,

     

    3. Bila menduga bahwa karbohidrat adalah pemicu kegemukan, kamu keliru. Ada sejumlah faktor yang menjadi penentu.

    Karbohidrat tak cipitakan setara via therapybeyondthecouch.com
    Karbohidrat tak cipitakan setara via therapybeyondthecouch.com

    Diet rendah karbohidrat memang terbukti dapat membantu menurunkan berat badan. Tapi, bukan berarti karbohidrat adalah satu-satunya biang kerok kegemukan.

    Faktanya, karbohidrat olahanlah—seperti serealia yang melalui proses permunian dan gula—yang jelas berhubungan dengan kenaikan berat badan. Sebaliknya, makanan utuh adalah sumber karbohidrat yang sehat.

     

    4. Lemak juga dikira menyebabkan kegemukan. Padahal, lemak bukanlah satu-satunya faktor yang menimbulkan kenaikan berat badan.

    Alpukat mengandung lemak sehat via bostonmagazine.com
    Lemak tak selalu bikin gemuk via bostonmagazine.com

    Lemak tubuh adalah yang lemak yang disimpan tubuh sebagai cadangan makanan. Memang logis bila menganggap bahwa mengkonsumsi lemak bisa membuat tubuhmu menyimpan lemak lebih banyak juga. Tapi, mekanismenya ternyata tak sesederhana itu.

    Selama asupan kalorimu tetap terjaga, mengkonsumsi lemak takkan menambah jumlah cadangan lemak di tubuhmu. Apalagi, lemak baik justru dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya.

    Bila kamu mengkonsumsi banyak lemak berbarengan dengan diet tinggi karbo dan tinggi kalori, kamu jelas bisa tambah gemuk. Tapi, kamu tak bisa sepenuhnya menyalahkan lemak sebagai satu-satunya faktuor yang bikin kegemukan.

     

    5. Demi tubuh yang lebih langsing, sarapan dianggap perlu. Tapi, faktanya ternyata tak sesederhana itu.

    Sarapan bukan faktor penentu dietmu via loseweightbasic.com
    Sarapan bukan faktor penentu dietmu via loseweightbasic.com

    Memang, sejumlah studi menemukan bahwa mereka yang tidak sarapan cenderung memiliki berat badan lebih dibandingkan dengan mereka yang sarapan. Tapi, ini mungkin disebabkan karena mereka yang sarapan juga mempunyai kebiasaan sehat lainnya.

    Pada suatu percobaan, peneliti tak menemukan efek pada berat badan terhadap mereka yang sarapan maupun yang tidak sarapan. Jadi, sarapanlah bila kamu ingin, tapi tak sarapan juga bukan berarti bikin kamu jadi gemuk, lho.

     

    6. Beranggapan bahwa gemuk itu tak sehat dan mereka yang bertubuh kurus itu sehat sangatlah kurang tepat.

    Gemuk tak melulu tak sehat via medvesti.com
    Gemuk tak melulu tak sehat via medvesti.com

    Memang benar jika obesitas berhubungan dengan meningkatnya risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, dibetes, dan kanker. Tapi, mereka yang gemuk tak melulu penyakitan, lho. Masih banyak orang gemuk yang sehat secara metabolik. Sebaliknya, banyak juga orang bertubuh kurus yang mengalami penyakit kronis yang serupa.

    Hal yang perlu diperhatikan sebenarnya adalah di mana lemak itu terkumpul. Bila lemak berkumpul di sekitar pinggang, inilah yang berbahaya dan bisa menimbulkan sejumlah penyakit metabolik. Tapi, bila lemak umumnya berada di bawah kulit, ini lebih ke masalah kosmetik aja.

     

    7. Makanan “diet” dikira dapat membantu menurunkan berat badan dan membuatmu lebih sehat. Hindari mempercayai ini terlalu cepat.

    Jangan tertipu label sehat pada makanan via globalnews.ca
    Jangan tertipu label sehat pada makanan via globalnews.ca

    Banyak makanan yang dipasarkan dengan label “rendah-lemak”, “bebas-lemak”, “gluten-free“, sampai minuman “vitamin water“. Kamu tak boleh langsung percaya dengan strategi marketing ini, karena tak jarang mereka justru menyesatkan. Bukannya sehat, kamu justru bisa makin gemuk karena kalori yang tinggi.

    Cek dulu kandungan gizi yang terdapat di labelnya, terutama kadar gula dan lemaknya. Minuman yang tampak sehat dengan label “vitamin water” bisa saja mengandung gula tambahan yang gak kira-kira banyaknya. Makanan yang berlabel “bebas-lemak” juga umumnya mengandung gula tambahan agar rasanya tetap enak.

     

    Kamu jelas tak boleh mempercayai begitu saja semua informasi tentang diet yang beredar, Ledis.. Pastikan kamu menjadi pelaku diet yang cerdas dengann melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang ada. Semoga bermanfaat!