Tag: masalah kesuburan

  • 6 Tes Kesuburan yang Dijalani Untuk Menentukan Infertilitas Wanita

    6 Tes Kesuburan yang Dijalani Untuk Menentukan Infertilitas Wanita

    Ledisia.comLedis, sudah seharusnya pasangan suami istri yang tak kunjung mendapatkan momongan, memeriksakan diri dokter spesialis kesuburan sesegera mungkin. Selain untuk tes kesuburan, resiko yang lebih mengancam bisa diketahui dan dicegah sebelum benar-benar terjadi.

    Untuk tes kesuburan, baik pria maupun wanita punya langkah yang berbeda. Tes pada wanita umumnya lebih rumit karena organ reproduksi wanita itu sangat kompleks. Ada banyak tahapan dan melibatkan sejumlah peralatan medis. Meskipun kelihatannya rumit dan melelahkan, hal ini tetap perlu dilakukan agar anda tak berlarut-larut dengan masalah kesuburan yagn menghinggapi.

     

    Jika Anda Sulit Mendapatkan Momongan, Cobalah Melakukan Tes Kesuburan. Lewat 6 Jenis Tes Berikut Ini, Akar Permasalahannya Niscaya Bisa Ditemukan.

    Sejauh ini, telah dikenal enam macam tes kesuburan yang ditujukan bagi wanita. Mulai dari tes darah hingga laparoskopi dapat Anda jajal sesuai dengan kondisi anda dan saran dokter. Lalu, bagaimanakah tes kesuburan tersebut bekerja? Sekompleks apa prosedurnya? Yuk, kita cari tahu bersama.

     

    1. Grafik basal tubuh adalah salah satu tes kesuburan yang paling sederhana. Tapi, jika Anda tak pernah melakukannya, ada cara lain agar ovulasi Anda tetap bisa diketahui.

    Cek suhu basal segera sebelum Anda bangkit - via wonderpediamagazine.co.uk
    Cek suhu basal segera sebelum Anda bangkit – via wonderpediamagazine.co.uk

    Jika sampai sekarang Anda masih melakukan pelacakan terhadap suhu basal tubuh (dan lendir serviks) atau menggunakan alat prediksi ovulasi, bawalah informasi tersebut pada dokter spesialis. Jika Anda tak pernah melakukannya, tak perlu khawatir! Dokter akan menjalankan tes lain untuk mengetahui apakah Anda ovulasi.

    Untuk melacak suhu basal tubuh, Anda perlu melakukan pengukuran suhu basal setiap pagi. Lakukan secepat mungkin Anda bangun dan sebelum tubuh bangkit. Ukurlah suhunya selama sebulan dan catat datanya ke dalam grafik. Ketika tubuh melepaskan progesteron yang diikuti ovulasi, suhu basal Anda akan naik secara tajam. Anda juga bisa memakai alat prediksi ovulasi dengan membelinya via apotek. Ia akan bekerja mendeteksi lonjakan hormon luteinizing (LH) dalam urin sebelum ovulasi.

     

    2. Tes darah adalah tes kesuburan yang cukup terarah. Ini karena kemampuannya yang sanggup mengkaji kadar macam-macam hormon di dalam darah.

    Tes darah - via phunukieuviet.com
    Tes darah – via phunukieuviet.com

    Lewat tes darah, Anda akan menjalankan sejumlah pemeriksaan darah. Dokter akan menguji kadar LH, hormon stimulasi tiroid, hormon stimulasi folikel, hormon Anti-Mullerian, estrogen, dan prolaktin. Kadang-kadang, kadar androgen atau progesteron pun ikut menjadi salah satu tahapan tesnya.

     

    3. Ada pula tes kesuburan yang melibatkan X-ray yang disebut histerosalpingogram. Melaluinya, dokter bisa melihat kondisi tuba falopi dan abnormalitas yang terpendam.

    X-ray via americanpregnancy.org
    Prosedur x-ray pada histerosalpingogram via americanpregnancy.org

    Prosedur X-ray ini, akan membuat dokter melihat apakah tuba falopi Anda terblokir atau tidak. Selain itu, prosedur ini juga bisa menunjukkan apakah struktur uterus masih normal atau ada gangguan seperti polip, fibroid, jaringan parut, atau abnormalitas uterus lain yang mungkin mempengaruhi kesuburan. Dokter akan menyuntikkan pewarna khusus lewat leher rahim ke dalam rahim dan tuba falopi. Kemudian barulah dilakukan pelacakan lewat X-ray.

     

    4. Pada tes laparoskopi, dokter akan melibatkan anestesi. Baru kemudian panggul diteliti dari potensi penyakit tertentu agar ia bisa segera diobati.

    Laparoskopi via geniuspharm.com
    Laparoskopi membantu mendeteksi penyakit yang mengganggu kesuburan via geniuspharm.com

    Laparoskopi adalah salah satu tindakan bedah rawat jalan. Pembedahan ini dilakukan dengan anestesi umum dan akan membuat dokter memeriksa organ panggul. Tujuannya memeriksa adanya potensi jaringan parut atau endometriosis, serta mengobati kelainan panggul tersebut.

    Laparoskopi biasanya diperuntukkan bagi wanita dengan kadar HSG abnormal, nyeri panggul, atau mempunyai faktor resiko untuk penyakit panggul (infeksi panggul atau pernah operasi sebelumnya). Dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur ini jika Anda tidak hamil bersamaan dengan perawatan kesuburan awal, sebelum akhirnya mencoba program bayi tabung.

     

    5. USG transvaginal biasa digunakan untuk mendeteksi adanya folikel yang berkembang. Ia juga dipakai untuk mengidentifikasi problem pada panggul.

    Melakukan USG transvaginal didampingi suami - via sanitas.es
    Melakukan USG transvaginal didampingi suami – via sanitas.es

    Pada jenis USG yang satu ini, dokter akan menempatkan alat bernama probe ultrasound pada vagina. Fungsinya untuk menentukan apakah ada folikel yang berkembang. Sekaligus itu, ia juga akan menghitung banyaknya folikel dalam ovarium dan mengidentifikasi problem pada panggul serta ovarium (seperti kista ovarium atau fibroid rahim).

     

    6. Setelah sempat melakukan histerosalpingogram, dokter akan melanjutkan dengan tes histeroskopi. Biasanya ini terjadi kalau problem potensial berhasil dideteksi.

    Prosedur histeroskopi akan dilakukan bila perlu via www.laobgyns.com
    Prosedur histeroskopi akan dilakukan bila perlu via www.laobgyns.com

    Dokter akan menggunakan tes ini jika HSG menunjukkan beberapa potensi masalah. Selama prosedur dijalankan, sebuah histeroskop kecil (tabung tipis dengan kamera di ujungnya) akan ditempatkan ke dalam uterus melalui serviks. Tujuannya untuk melihat apakah Anda punya fibroid, polip, atau ketidaknormalan lainnya yang berefek pada kesuburan.

    Prosedur ini tidak memperbolehkan dokter untuk mengevaluasi tuba falopi. Namun histeroskop yang dimasukkan tadi, akan menyediakan gambar yang sangat jelas dari uterus.

     

    7. Sesuai namanya, clomiphene challenge test turut melibatkan obat kesuburan klomid. Dari sinilah, dokter akan memahami fungsi ovarium Anda seberapa baik.

    Konsumsi klomid untuk tes kesuburan - via newkidscenter.com
    Konsumsi klomid untuk tes kesuburan – via newkidscenter.com

    Anda mungkin akan menjalani tes ini agar mendapatkan informasi menyeluruh tentang seberapa baik fungsi ovarium. Di samping itu, tes ini juga akan mengukur respon ovarium pada pengobatan kesuburan. Prosesnya sendiri dimulai dengan tes darah pada hari ketiga, setelah periode Anda dimulai. Tes darah ini ditujukan untuk mengetahui kadar hormon stimulasi folikel dan estradiol (hormon wanita).

    Kemudian, pada hari kelima setelah periode dimulai, barulah Anda mengambil obat kesuburan clomiphene citrate (klomid) untuk dikonsumsi selama 5 hari. Dokter akan mengetes kembali kadar hormon pada hari kesepuluh dari siklus menstruasi. Hasil dari tes akan memberikan beberapa pencerahan pada seberapa baik terapi kesuburan akan bekerja untuk Anda.

     

    Itulah 6 macam tes kesuburan yang akan dijalani oleh wanita dengan masalah kesuburan. Biasanya, proses ini akan diawali dengan meninjau riwayat kesehatan, riwayat seksual, riwayat genetik, gaya hidup, dan lainnya lagi. Barulah dokter melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini bisa mencakup beberapa atau bahkan semua tes yang dijelaskan di atas.

    Yang tidak boleh Anda lupakan, akan ada banyak tes dan prosedur dilakukan di bagian awal. Maka dari itu, Anda dan suami dituntut kompak agar bisa mengatur ulang jadwal untuk menjalankan seluruh prosedurnya. Apalagi prosedur ini tidak bisa dilakukan dalam sekali pertemuan. Tetap semangat merencanakan kehamilan, Ledis!

  • Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    “Kami sudah merencanakan kehamilan anak kedua selama bertahun-tahun dan hasilnya nihil. Apa mungkin kami punya masalah kesuburan?”

    Ledisia.com – Tahukah Anda kalau masalah kesuburan tidak hanya datang pada pasangan suami istri yang pertama kalinya merencanakan kehamilan? Seperti ilustrasi percakapan di atas, masalah fertilitas juga mungkin terjadi pada perencanaan kehamilan kedua. Kasus ini dinamakan ketidaksuburan sekunder (secondary infertility), yaitu ketika seorang wanita tidak bisa hamil atau keguguran setelah memiliki satu anak.

     

    Infertilitas Sekunder Perlu Segera Diatasi. Dengan Begitu, Mempunyai Momongan Kedua Tak Lagi Cuma Mimpi.

    Selama ini, masalah kesuburan primer memang paling banyak menyita perhatian. Tapi di Amerika Serikat, lebih dari tiga juta wanita di sana punya masalah kesuburan sekunder. Tentunya, Anda tidak ingin hal ini menimpa pada Anda dan suami juga, bukan? Oleh karenanya, mari kita simak penyebab, perawatan, dan reaksi-reaksi yang berkaitan dengan ketidaksuburan sekunder berikut!

     

    Baik ketidaksuburan primer maupun sekunder memiliki persamaan. Faktor sistem reproduksi dan gaya hidup masih menjadi penyebab utama sulitnya mendapatkan momongan.

    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol - via elle.com
    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol – via elle.com

    Sebenarnya, ketidaksuburan primer (masalah kesuburan pada rencana kehamilan yang pertama) dan ketidaksuburan sekunder punya penyebab yang sama. Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami ketidaksuburan primer juga bisa menjadi pemicu ketidaksuburan sekunder. Mereka adalah jaringan parut pada panggul atau rahim, tuba falopi yang terblokir, endometriosis, dan ovulasi yang cacat.

    Tak sekedar permasalahan pada sistem reproduksi Anda saja, ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja kelebihan berat badan atau justru terlalu kurus. Selain itu, kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan juga berpengaruh terhadap kesuburan.

    Anda juga perlu mencermati kualitas dan kuantitas sperma suami, apakah dalam kondisi baik atau tidak. Sementara, komplikasi selama persalinan dan melahirkan juga bisa memicu masalah. Cermati hal ini sebelum Anda melahirkan dan tilik kembali apakah usia Anda masih terbilang subur.

     

    Seperti penyebabnya, perawatan ketidaksuburan primer dan sekunder juga serupa. Anda diwajibkan berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk kasus infertilitas yang terjadi.

    Memeriksakan masalah kesuburan - via herbalnomersatu.com
    Memeriksakan masalah kesuburan – via herbalnomersatu.com

    Tak berbeda dengan penyebabnya, perawatan untuk ketidaksuburan sekunder pun serupa dengan perawatan ketidaksuburan primer. Kunjungilah dokter untuk mendapatkan evaluasi perihal masalah kesuburan. Kemudian, ia akan melihat apakah Anda tidak hamil setelah setahun mencoba, apakah frekuensi berhubungan seksual cukup sering, menggunakan kondom atau tidak, serta apakah usia Anda lebih dari 35 tahun dan tidak kunjung hamil setelah 6 bulan mencoba.

    Jika Anda memeriksakan diri pada dokter umum, Anda akan segera dirujuk ke dokter spesialis begitu hasil evaluasi menunjukkan ketidaksuburan. Semakin cepat Anda menemui dokter spesialis, makin baik. Apalagi jika Anda telah berusia di atas 30 tahun dan tahu pasti kalau ada kondisi yang mempengaruhi tingkat kesuburan. Endometriosis atau siklus menstruasi yang tidak teratur, misalnya.

     

    Jangan berkecil hati jika Anda belum berhasil mendapatkan momongan kedua. Reaksi seperti ini justru akan menimbulkan efek negatif dan semakin mengganggu kesuburan Anda!

    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres - via cocukistiyorum.com
    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres – via cocukistiyorum.com

    Munculnya reaksi negatif karena masalah kesuburan sebenarnya wajar-wajar saja. Tapi, hendaknya Anda ingat kalau salah satu syarat agar kesuburan maksimal adalah menghindari stres. Maka, hindarilah pula reaksi-reaksi semacam ini:

    • Penyangkalan. Anda mungkin berpikir kalau sudah pernah hamil dan melahirkan, tidak mungkin masalah kesuburan menghampiri. Bahkan bagi yang pernah mengalami masalah kesuburan dan berhasil mengatasinya, merasa semuanya sudah terpecahkan. Akibatnya, Anda malas menemui dokter dan mencari perawatan kesuburan. Anda pun dapat mengalami kesulitan untuk mengakui kalau Anda tak subur lagi.
    • Iri. Anda akan merasa tidak punya apa-apa dibandingkan dengan teman-teman yang keluarganya terus tumbuh dan berkembang. Anda cemburu pada kesuksesan mereka dalam memperoleh anak.
    • Merasa terisolasi. Jika sudah menerima kenyataan kalau mengalami ketidaksuburan sekunder, Anda akan merasa seperti tidak nyambung dengan kawan-kawan atau grup tertentu. Anda tak bisa mendapatkan dukungan dari sesama pasangan yang infertil dan tidak bisa bergabung dengan mereka-mereka yang memiliki banyak anak. Gawatnya lagi, Anda dan suami akan merasa terasing satu sama lain karena stres.
    • Kesedihan. Anda senang mengurus perkembangan anak pertama sekaligus sedih karena tak bisa memberikan adik padanya.
    • Rasa bersalah. Tak bisa memberikan saudara seperti beban berat untuk Anda. Apalagi jika anak, mertua, atau orang tua Anda yang meminta. Hal ini bisa berujung pada perasaan tidak puas pada anak pertama.
    • Kemarahan. Anda marah karena orang lain mudah mendapatkan anak lagi, sementara Anda tidak. “Kenapa dengan saya? Mengapa ini harus terjadi pada saya?” pikir Anda.
    • Kegelisahan. Perawatan kesuburan yang memerlukan banyak waktu, dana, tenaga, dan juga mental. Mulai dari USG, suntikan, serta janji dengan dokter yang harus berulang kali dilakukan. Belum lagi anak pertama Anda belum tentu bisa dibawa serta. Anda juga masih perlu mengusahakan pendidikan anak.

     

    Semua reaksi di atas sebenarnya hanyalah sebagian reaksi umum yang terjadi pada wanita akibat ketidaksuburan sekunder. Sebagaimana infertilitas primer, Anda dan pasangan akan melalui banyak rintangan yang bergelombang. Jika emosi negatif terus hadir dan mengganggu diri Anda, cobalah berbagi dengan pasangan lain yang memiliki problem yang sama. Cari juga bantuan profesional atau konselor yang akrab dengan masalah kesuburan.

    Ingat! Jauhi stres ya agar ketidaksuburan sekunder Anda tidak semakin menjadi-jadi dan tingkat kesuburan kembali membaik. Tetap semangat, Ledis!

  • Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Kenali Kasus Hiperprolaktinemia yang Dapat Mengacaukan Kesuburan Anda!

    Ledisia.comLedis, sudah pernah dengar istilah hiperprolaktinemia? Hiperprolaktinemia adalah kondisi di mana terlalu banyak kadar prolaktin dalam darah seseorang. Prolaktin sendiri adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis (pituitari) otak. Pada wanita, prolaktin mengatur periode menstruasi, membantu payudara tumbuh, serta memproduksi air susu ibu (ASI).

    Lalu, apa hubungan hiperprolaktinemia ini dengan rencana kehamilan? Nah, inilah yang penting untuk Anda ketahui. Kadar prolaktin yang terlalu tinggi dapat mengurangi estrogen dan menghambat ovulasi sehingga bisa menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur, bahkan absen (tidak menstruasi sama sekali). Jika ini terjadi, tentu kesuburan Anda akan terganggu, berikut rencana kehamilan Anda. Yang unik, kelebihan kadar prolaktin ini juga mampu membuat kepadatan tulang Anda semakin rendah serta produksi ASI Anda bekerja meskipun sedang tidak hamil.

     

    Waspadai Gejala Hiperprolaktinemia yang Mengganggu Kesuburan Anda. Karena Ia Mengacaukan Ovulasi, Pemeriksaan Lebih Dini Sudah Selayaknya Tak Ditunda!

    Anda tidak mau hiperprolaktinemia ini membuat rencana kehamilan Anda kacau balau, ‘kan? Yuk, simak seluk-beluk, gejala, dan pengobatan penyakit ini! Siapa tahu, Anda bisa mencegahnya lebih dini sebelum kesuburan Anda terganggu.

     

    Pemicu hiperprolaktinemia cukup beragam. Tumor, pengobatan hipertensi, hingga luka di area dada bisa menjadi penyebabnya dan membuat kesuburan Anda terancam.

    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi - via jejswiat.pl
    Pengobatan penyakit hipertensi juga bisa mempengaruhi – via jejswiat.pl

    Sampai saat ini, penyebab pasti hiperprolaktinemia masih belum jelas diketahui. Namun, beberapa wanita yang mengidapnya terdeteksi memiliki tumor non kanker dalam kelenjar pituitari. Tumor inilah yang memacu produksi prolaktin lebih tinggi dan membuat para wanita terkena hiperprolaktiemia. Walau kasusnya sangat jarang, tumor ini juga bisa berkembang menjadi kanker, lho!

    Hiperprolaktinemia lainnya juga bisa diakibatkan oleh adanya sel yang terlalu aktif dalam pituitari dan tiroid yang kurang aktif bekerja (hipotiroidisme). Menjalani pengobatan tertentu (untuk keluhan depresi dan tekanan darah tinggi) dan adanya luka pada area dada (misalnya bekas luka bedah, herpes zozter atau shingles) juga diduga kuat turut menjadi penyebab hiperprolaktinemia.

     

    Gejala hiperprolaktinemia pun tak sedikit macamnya. Ada yang tidak merasakan apa-apa, tapi ada pula yang memproduksi ASI tanpa hamil dan tidak teratur menstruasinya.

    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI - via doctoroz.com
    Payudara nampak lebih besar karena adanya produksi ASI – via doctoroz.com

    Beberapa wanita dengan hiperprolaktinemia ini tidak mengalami gejala khusus, sehingga seringkali tidak menyadari awal mula pertumbuhan tumor ini.  Sebagian lainnya punya gejala-gejala seperti menstruasi tidak teratur (bahkan tidak ada sama sekali), kesuburan terganggu sehingga sulit hamil, serta tiba-tiba ASI muncul padahal Anda tidak hamil dan tidak menyusui. Gejala unik ini juga disertai dengan keringnya vagina dan kepadatan tulang yang rendah.

     

    Dokter dapat mendeteksi hiperprolaktinemia lewat tes darah. Tapi, pemeriksaan fisik dan MRI sebaiknya dilakukan untuk hasil yang lebih mendetil dan akurat.

    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia - via phunukieuviet.com
    Tes darah untuk diagnosis hiperprolaktinemia – via phunukieuviet.com

    Pada umumnya, hiperprolaktinemia akan didiagnosis oleh dokter lewat jalan tes darah. Dari tes inilah, kadar prolaktin bisa diketahui apakah ia masih normal atau sudah berlebihan. Jika hasil tes darah menunjukkan kalau kadar prolaktin Anda berada pada perbatasan (antara normal dan tinggi), tidak ada salahnya Anda meminta tes lagi untuk mendapatkan kepastian. Dokter bisa melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan penggunaan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mendapatkan gambaran detil tentang kondisi otak Anda.

     

    Perawatan hiperprolaktinemia hanya dilakukan pada pengidap dengan gejala yang sangat mengganggu. Bromocriptine atau cabergoline adalah penawar yang bisa dipilih agar ovulasi Anda kembali pulih.

    Perawatan hiperprolaktinemia - via dailymail.co.uk
    Perawatan hiperprolaktinemia – via dailymail.co.uk

    Jika gejala hiperprolaktinemia Anda ringan atau bahkan tidak memiliki gejala sama sekali, biasanya dokter tidak melakukan tindakan atau perawatan hiperprolaktinemia. Kasus hiperprolaktinemia yang memerlukan penanganan serius adalah yang disertai gejala sangat mengganggu dan membuat Anda sulit hamil.

    Langkah pertama perawatannya dimulai dengan pemberian bromocriptine atau cabergoline. Kedua jenis pengobatan ini dikenal sebagai agonis dopamin (dopamine agonist), di mana kadar prolaktin dapat dikurangi. Selain itu, keduanya juga mampu mampu mengecilkan tumor pituitari dan mengembalikan ovulasi berikut kesuburan Anda.

    Bromocriptine dikenal sebagai salah satu obat yang tepercaya keamanannya. Resiko cacat lahir akibat obat ini sangat rendah. Oleh karenanya, obat ini disarankan untuk wanita pengidap hiperprolaktinema yang ingin segera hamil. Anda perlu menunggu beberapa bulan sampai kadar prolaktin kembali normal. Sehingga, ovulasi Anda akan pulih dan menstruasi muncul kembali dengan teratur.

    Sedangkan cabergoline adalah jenis obat baru untuk kasus hiperprolaktinemia, yang mana prosesnya tidak selama bromocriptine. Ia tidak akan menimbulkan resiko lahir cacat selama dikonsumsi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Cara kerja obat ini sebenarnya sama saja dengan bromocriptine, tapi dipandang lebih efektif dalam menurunkan kadar prolaktin. Cabergoline biasanya akan diresepkan pada mereka yang tidak memiliki respon atau mengalami efek samping terhadap bromocriptine.

     

    Setelah melakukan pengobatan tadi, biasanya ovulasi Anda akan pulih. Anda bisa merencanakan kehamilan lagi sesuai situasi kesuburan Anda. Jika tidak memiliki masalah kesuburan selain hiperprolaktinemia, Anda bisa merencanakan kehamilan dengan berhubungan seksual. Tapi jika ada masalah kesuburan lain, mungkin Anda perlu mempertimbangkan kehamilan dengan bantuan medis. Jika Anda tak kunjung hamil setelah beberapa bulan ovulasi, dokter akan merekomendasikan perawatan yang berbeda.

    Bila Anda menemui gejala spesifik yang hanya ditemui pada kasus hiperprolaktin, jangan menunda untuk memeriksakannya. Pemeriksaan dini justru akan menyelamatkan diri Anda dari berbagai gangguan kesuburan, yang bisa memusnahkan impian Anda memiliki sang buah hati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Ledisia.comLedis, semenjak usaha mendapatkan momongan sudah dilakukan dengan tekun namun tidak mendapatkan hasil, wajar jika Anda bertanya-tanya. Apalagi jika setahun lamanya usaha ini tidak membuahkan apa-apa. Anda wajib curiga apakah Anda atau suami mengalami masalah kesuburan. Karenanya, mengunjungi dokter adalah saran yang utama.

    Kunjungan ke dokter ini bukan sekedar meminta resep obat agar Anda dan suami segera mendapatkan kehamilan. Kunjungan yang dimaksud adalah untuk melakukan konsultasi kesuburan. Ya, Anda dan suami akan melakukan konsultasi kesuburan yang komprehensif. Mulai dari sejarah medis, riwayat keluarga, hingga gaya hidup Anda akan dikulik demi analisis dan solusi yang terbaik.

     

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, Pastikan Suami Anda Memahami 4 Hal Ini. Niscaya Analisa Medisnya Kuat, Solusi Kesuburan yang Didapatkan Pun Tepat

    Karena konsultasi ini tidak hanya melibatkan istri, maka suami Anda juga wajib memahami riwayat-riwayat kesehatan hingga gaya hidupnya. Seperti apa sih lebih tepatnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak poin-poin yang sering dijadikan pertanyaan dalam konsultasi kesuburan berikut!

     

    1. Pertama-tama, dokter akan mengulik riwayat medis suami Anda. Jika pernah mengalami penyakit yang cukup serius dan bermasalah pada organ kelamin, bisa jadi inilah akar permasalahan kesuburannya.

    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki - via dailymail.co.uk
    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki via dailymail.co.uk
    • Apakah suami Anda lahir dengan testis yang tidak turun? Jika ada salah satu atau kedua testis tersisa di dalam perut terlalu lama, panas dari suhu tubuh dapat secara permanen mempengaruhi produksi air mani.
    • Apakah suami mengalami penyakit yang disertai demam selama 6 bulan terakhir? Karena pada dasarnya, demam atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat merusak produksi sperma untuk sementara waktu.
    • Apakah pasangan mengalami pembengkakan atau rasa sakit pada testis (baik salah satu atau keduanya) belakangan ini? Apakah testis terluka atau cedera? Atau mungkin, memiliki torsi testis? Sekedar informasi, torsi bisa terjadi ketika testis melengkung ke dalam skrotum. Ketika ia mulai mengenai atau memukul pangkal paha, dapat terjadi peradangan yang berefek pada kualitas sperma.
    • Pernah punya tumor atau kista pada testis? Jika dokter menanyakan ini pada waktu konsultasi kesuburan, sesungguhnya ia ingin mengetahui apakah masalah ketidaksuburan suami disebabkan oleh operasi. Prosedur pembedahan untuk menghilangkan kista di masa lalu, dapat berpotensi menyebabkan ketidaksuburan.
    • Pernahkah suami disinar X pada area pangkal paha? Ini karena pada umumnya penyinaran, testis pria akan dilindungi terlebih dahulu agar tak terkena efek sinar X. Namun insidental tertentu ternyata dapat menyebabkan sejumlah problem kesuburan.
    • Apakah pasangan pernah merasakan infeksi saluran atau kandung kemih yang kronis? Apa pernah urinnya tampak seperti awan dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil? Perlu Anda tahu kalau beberapa infeksi menular bisa bermanifestasi dengan cara sensasi terbakar saat pria buang air kecil. Jika penyakit ini disampaikan pada pasangan lewat hubungan seksual, tak pelak tuba falopi Anda juga akan rusak.
    • Saat konsultasi kesuburan, dokter juga akan mengulik apakah suami pernah menerima perawatan kanker. Misalnya, kemoterapi dan radiasi. Tak ubahnya pemeriksaan pra konsepsi pada wanita, kedua macam perawatan ini dapat merusak kesuburan dengan membunuh sperma.
    • Apakah ia punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau tiroid? Penyakit beserta perawatan penyembuhan penyakit tersebut, sampai sekarang sering dihubungkan dengan masalah kesuburan lho!
    • Bahkan, dokter turut mempertanyakan apakah pasangan Anda mengambil obat-obatan tertentu. Steroid dan obat tekanan darah tinggi, misalnya. Keduanya sering dikenal sebagai pemblokir aliran kalsium dalam tubuh dan dapat mengganggu kesuburan.
    • Suami penderita atau pernah gondok? Pada umur berapa ini pertama kali dialaminya? Menurut medis, memiliki gondok setelah masa pubertas telah dikaitkan dengan produksi sperma yang rendah.
    • Di masa lalu, apakah suami pernah ikut perang? Pernah terkena racun berbahaya dari senjata tertentu? Wajar jika dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk kepentingan perang juga jadi penyebab masalah kesuburan pada pria.

     

    2. Sejarah seksual juga bisa menjadi soal. Kalau suami terkena penyakit menular seksual, bukankah kesuburan terasa menjadi lebih mahal?

    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya - via blogspot.com
    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya via blogspot.com
    • Sebelumnya, pastikan apakah suami Anda pernah teruji positif mengidap infeksi menular seksual. Jika infeksi ini diteruskan pada Anda, klamidia dan gonorrhea dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi tuba falopi dan juga membahayakan organ reproduksi wanita yang lainnya.
    • Suami pernah vasektomi? Atau sekaligus pernah membalikkan efeknya juga? Prosedur pembalikan sterilisasi ini sesungguhnya tidak mudah, lho! Jaringan parut yang disebabkan oleh proses vasektomi bisa saja masih tersisa dan mencegah sperma untuk diejakulasikan. Bahkan ketika pembalikan masih berjalan, tubuhnya bisa mengembangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma.
    • Suami menghadapi kesulitan dalam ereksi? Punya problema ejakulasi? Pernah menghadapi kelainan atau kesulitan seksual? Mintalah ia menjelaskan ini serinci mungkin pada dokter selama konsultasi kesuburan!

     

    3. Masalah kesuburan juga dapat diturunkan secara genetis. Sebelum berkonsultasi, ada baiknya Anda beserta suami mencari tahu riwayat kesuburan keluarga secara sistematis.

    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? - via lds.net
    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? via lds.net

    Dalam silsilah keluarga Anda dan suami, adakah anggotanya yang punya masalah dengan kehamilan abnormal? Adakah pula yang melahirkan bayi yang meninggal? Dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan karena beberapa masalah kesuburan bersifat genetik. Sebelum melakukan konsultasi, perihal ini dapat dikroscek pada anggota keluarga (bahkan keluarga besar, di luar keluarga inti) lewat silsilah keluarga yang dipunya. Tanyakanlah riwayat kesuburannya seperti apa, terutama pada anggota keluarga yang punya anak tunggal.

     

    4. Yang terakhir dan tak kalah penting adalah riwayat gaya hidup. Hanya karena cara hidup yang kurang sehat, masalah kesuburan yang sangat besar pun bisa menyusup.

    Alkohol buruk untuk kesuburan - via tqn.com
    Alkohol buruk untuk kesuburan via tqn.com
    • Apakah benar minum alkohol selama ini jadi kebiasaan suami? Berapa banyak yang bisa ia teguk dalam seminggunya? Jika Anda ingin tahu, kebiasaan meminum alkohol bagi wanita dan pria (berapa pun jumlahnya) dapat membuat peluang kehamilan lebih rendah.
    • Tak jauh berbeda dengan alkohol, dokter akan menanyakan kebiasaan merokok saat konsultasi kesuburan. Suami Anda harus jujur apakah kebiasaan buruk ini selalu dilakukan dan berapa pack yang dihabiskan per minggu. Kandungan nikotin dalam rokok sudah dikenal luas dapat menyebabkan impotensi. Ini karena nikotin membuat produksi sperma lebih sedikit dibandingkan dengan pria-pria yang tidak merokok.
    • Bagaimana dengan mandi dan berendam di air panas? Keduanya sering dilakukan pasangan? Lain kali, pikirkan baik-baik efek dari keduanya. Baik mandi dan berendam dalam air panas punya potensi menghalangi produksi sperma. Dokter akan lebih menyarankan air yang hangat, ketimbang yang panas.
    • Hobi suami bersepeda? Seberapa sering sih ini dilakukan? Tahukah Anda kalau ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tekanan pada pangkal paha (karena sangat lama duduk di sadel) dan panas di sekitar skrotum (akibat gesekan saat mengayuh dan penggunaan celana yang ketat) dapat membahayakan produksi sperma? Karena itu, dokter perlu tahu data tentang ini saat konsultasi kesuburan.
    • Apakah profesi pasangan mengharuskan terpapar bahan kimia, radiasi, atau suhu yang sangat tinggi? Terpapar dengan elemen-elemen tersebut sejatinya dapat merugikan dan mempengaruhi produksi sperma juga, lho!

     

    Ledis, jangan lupa sampaikan tentang keempat hal di atas pada suami sebelum melakukan konsultasi kesuburan ya! Pastikan jangan sampai ada data yang terlupa. Semakin lengkap data yang suami Anda ketahui, semakin akurat analisis yang dilakukan oleh dokter. Semakin tepat pula solusi yang diberikan dokter untuk masalah kesuburan Anda dan suami. Niscaya, memiliki momongan tidak cuma angan-angan. Tetap semangat, ya Ledis!