Tag: diet gagal

  • 5 Diet Aneh yang Bukan Hanya Tak Sehat, Tapi Juga Berbahaya

    5 Diet Aneh yang Bukan Hanya Tak Sehat, Tapi Juga Berbahaya

    Ledisia.com – Orang-orang selalu mencari cara yang paling cepat dan mudah untuk menurunkan berat badan. Makanya, banyak di antara mereka yang tergoda untuk melakukan fad diet. Padahal, tak sedikit di antaranya yang tak masuk akal, bahkan bisa membahayakan kesehatanmu, Ledis.

     

    Kalau Mau Tetap Sehat, Sebaiknya Kamu menghindari 5 Diet yang Kurang Masuk Akal dan Berbahaya Ini!

    Nah, inilah sejumlah cara diet yang aneh. Sebagian masih bisa dilakukan meski tergolong kurang sehat, sementara sisanya cenderung berbahaya. Tentunya, ini cukup jadi pengetahuanmu aja. Tak perlu sampai kepikiran untuk menirunya, ya!

     

    1. Percayakah kamu kalau ada orang yang sengaja memasukkan cacing pita ke tubuhnya untuk menurunkan berat badan?

    DIet cacing pita via www.fitnessmagazine.com
    DIet cacing pita via www.fitnessmagazine.com

    Hal ini bukanlah isapan jempol belaka. Metode ini dikenal dengan sebutan tapeworm diet atau diet cacing pita dan masih ada yang melakukannya sampai sekarang.

    Kamu perlu menelan pil berisi telur cacing pita agar cacing tersebut bisa berkembang di usus dan melahap sari-sari makanan yang kamu telan. Bila kamu telah berhasil mencapai berat badan yang diharapkan, cacing pita itu bakal disingkirkan dengan pil anti-parasit.

    Kedengarannya gila dan menjijikkan, ya? Terlebih, cacing pita bisa tumbuh hingga sepanjang 10 meter dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang serius seperti diare, muntah, bahkan epilepsi. Selain bisa menyebabkan kekurangan gizi yang serius, cacing ini juga bisa menyebabkan kematian bila sampai menyebar ke organ-organ vital. Hiii!

     

    2. Sementara, diet Hollywood membuatmu berada dalam keadaan kelaparan dengan membatasi kalori secara signifikan.

    Diet Hollywood via gracessweetlife.com
    Diet Hollywood via gracessweetlife.com

    Diet Hollywood mengiming-imingi kamu dengan produk yang dapat membantumu menurunkan berat badan secara ajaib dalam waktu yang sangat singkat. Ini dilakukan dengan cara mengganti makananmu ke biskuit dan minuman yang dijual khusus selama 24 jam dan 48 jam. Konon, bobotmu bisa turun antara 1-4 kg!

    Menurut ahli gizi, diet ini jelas gak sehat, karena memaksa tubuhmu membatasi asupan kalori secara drastis dan membuatnya memasuki keadaan kelaparan. Padahal, bobot yang hilang biasanya hanya bobot cairan tubuh.

     

    3. Makanan bayi diklaim bisa bikin langsing. Benar gak, sih?

    Diet makanan bayi via www.hookedupon.com
    Diet makanan bayi via www.hookedupon.com

    Metode yang satu ini dikenal dengan sebutan diet makanan bayi. Gagasannya adalah mengganti sarapan dan makan siang dengan sebotol bubur bayi dan mengkonsumsi hidangan rendah kalori pada saat makan malam.

    Kalau sesekali makan bubur bayi sih gak apa-apa, tapi bahaya bila terus-terusan. Sebab, makanan bayi gak akan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harianmu. Terlebih, kamu juga tak bisa merasakan kepuasan seperti halnya saat mengkonsumsi makanan sungguhan.

     

    4. Cara diet ini juga gak kalah ekstremnya: makan lewat selang!

    K-E diet via abc7news.com
    K-E diet via abc7news.com

    Kalau kamu kira selang makanan itu cuma buat orang sakit aja, kamu keliru. Ada lho cara diet yang memanfaatkan tuba makanan dan disupervisi oleh dokter, namanya diet K-E (Ketogenic Enteral Nutrition).

    Makanan cair rendah karbohidrat serta tinggi protein dan lemak dipompa melalui selang seukuran spageti yang dimasukkan ke perut lewat hidung. Tujuannya adalah agar tubuhmu berada dalam fase ketosis, di mana lemak dibakar sebagai energi.

    Tentu saja, diet ini hanya efektif bila dilakukan dalam jangka pendek. Meski diawasi secara medis, ini bukanlah cara membangun hubungan yang baik dengan makanan.

     

    5. Tidur memang bikin lupa makan. Tapi, siapa sangka bila diet Putri Tidur ini memanfaatkan tidur untuk melangsingkan?

    Diet putri tidur via reductress.com
    Diet putri tidur via reductress.com

    Saat tidur, kamu memang cenderung “melupakan” rasa lapar, terlebih ketika kamu mabuk atau sakit. Gagasan inilah yang melahirkan sleeping-beauty diet alias diet putri-tidur. Yang harus kamu lakukan adalah membuat kamu tertidur cukup lama dengan obat-obatan sehingga kamu bisa melewatkan jam makan tanpa sadar.

    Cara ini jelas gak sehat. Selain membuat kamu tak makan dan minum cukup lama yang membuat tubuhmu kelaparan dan dehidrasi, kamu juga bisa membahayakan organ tubuhmu karena efek dari obat-obatan yang kamu konsumsi!

     

    Daripada meniru beragam metode diet ekstrem di atas untuk menurunkan berat badan, mendingan ubah pola makanmu secara sehat deh, Ledis! Dengan begitu, berat badan ideal yang kamu dapatkan bakal bertahan lebih lama.

  • Mengapa Makanan Olahan Gak Baik Bagi Dietmu?

    Mengapa Makanan Olahan Gak Baik Bagi Dietmu?

    Ledisia.com – Makanan olahan atau processed food memang bukan sesuatu yang asing lagi. Sebagian besar makanan yang dijual di supermarket adalah makanan yang telah melalui pengolahan terlebih dahulu.

    Ada dua jenis makanan olahan, yaitu yang diproses secara mekanis—dipotong, dicincang, atau digiling, lalu dikemas tanpa tambahan zat kimia—dan yang diproses secara kimia. Makanan olahan yang diproses secara kimiawi dari bahan-bahan yang dimurnikan dan artifisial inilah yang jelas gak baik bagi dietmu.

     

    Masih Tanya Mengapa Makanan Olahan Itu Sebaiknya Tak Kamu Konsumsi? Simak Fakta-Faktanya di Sini!

    Nah, kira-kira apa bahaya di balik makanan olahan kimiawi tersebut bagi dietmu, Ledis? Simak baik-baik penjabarannya berikut ini.

     

    1. Kebanyakan gula jelas bahaya. Makanan olahan biasanya mengandung gula tambahan yang tak sedikit jumlahnya.

    Gula tambahan via appforhealth.com
    Gula tambahan via appforhealth.com

    Kamu mungkin udah paham apa bahayanya bila mengkonsumsi gula terlalu banyak. Sayangnya, makanan olahan biasanya mengandung gula tambahan yang bisa menaikkan asupan kalorimu dalam sekejap.

    Dengan mengkonsumsi makanan olahan terlalu banyak, tanpa sadar kamu juga menumpuk gula di dalam tubuh yang jelas bisa berdampak bagi kesehatanmu. Tentunya, ini kabar buruk buat kamu yang tengah berusaha membatasi kalori untuk menurunkan berat badan.

     

    2. Mengkonsumsi makanan olahan memang menyenangkan, membuatmu jadi gampang memakannya berlebihan.

    Menyebabkan konsumsi berlebihan via www.healthambition.com
    Menyebabkan konsumsi berlebihan via www.healthambition.com

    Secara alami, manusia memiliki mekanisme agar bisa memilih makanan yang baik lewat indera pengecap. Tapi, rasa pada makanan olahan umumnya justru mengelabui otakmu—memberinya sensasi yang diterjemahkan otak sebagai perasaan nikmat dan rewarding. Padahal, inilah yang dapat memicumu untuk mengkonsumsinya secara berlebihan, bahkan menjadi ketagihan.

     

    3. Coba deh intip komposisinya, seringkali terdapat bahan-bahan artifisial yang asing di dalamnya!

    Intip komposisinya via www.thankyourbody.com
    Intip komposisinya via www.thankyourbody.com

    Bila kamu iseng-iseng membaca komposisi pada makanan olahan, kamu pasti akan menemukan banyak bahan-bahan yang asing bagimu. Makanan olahan umumnya menggunakan bahan-bahan pangan artifisial yang sebenarnya tak pantas masuk ke tubuhmu. Mulai dari pengawet, pewarna, perasa, sampai pemberi tekstur ada di dalamnya.

     

    4. Selain gula, makanan olahan juga tinggi akan karbohidrat yang telah melalui proses pemurnian.

    via desktop.fansshare.com
    Tinggi karbohidrat olahan via desktop.fansshare.com

    Karbohidrat merupakan salah satu makronutrien yang penting sebagai sumber energi. Tapi, karbohidrat olahan justru sebaiknya dihindari karena bisa membuat gula darah dan tingkat insulinmu naik turun kayak roller coaster.

    Nah, makanan olahan biasanya mengandung karbohidrat olahan yang sederhana yang jelas bikin kamu gampang lapar lagi beberapa jam kemudian. Terlebih, mengkonsumsi karbohidrat olahan juga bisa memicu berbagai penyakit kronis, lho.

     

    5. Dibanding makanan utuh, kandungan nutrisi pada makanan olahan jelas kalah jauh.

    Gizinya kalah jauh via mic.com
    Gizinya kalah jauh via mic.com

    Pemrosesan bisa menghilangkan sebagian besar nutrisi penting yang dikandung oleh makanan. Makanya, makanan olahan itu seringkali minim gizi. Memang, kadang hal ini digantikan dengan memberikan nutrien sintetis, tapi sebenarnya ini bukanlah pengganti yang setara dengan nutrisi lengkap yang bisa kamu temukan pada makanan utuh.

     

    6. Kamu bakal sulit memperoleh cukup serat kalau cuma mengandalkan makanan olahan aja.

    Makanan olahan bikin kamu kurang serat via www.ledisia.com
    Makanan olahan bikin kamu kurang serat via www.ledisia.com

    Kapu tentu paham manfaat serat bagi pencernaan. Tak hanya bikin kamu merasa lebih kenyang, tapi juga memberi makan bakteria baik di perut serta menyehatkan sistem pencernaan.

    Tapi, serat yang secara alami terkandung dalam makanan umumnya hilang ketika makanan itu mengalami pemrosesan. Makanya, makanan olahan sedikit sekali atau bahkan sama sekali tak mengandung serat.

     

    7. Makanan olahan juga hanya membutuhkan sedikit energi dan waktu untuk mencernanya.

    Menimbun kalori tambahan via www.shape.com

    Merhatiin gak kalau makanan olahan itu sangat gampang dikunyah dan dicerna. Perasaan kenyang akibat makanan olahan pun gak bertahan lama. Ini karena makanan tersebut sudah diproses sedemikian rupa agar dapat disimpan lebih lama serta mudah dicerna.

    Menurut penelitian, makanan olahan hanya membutuhkan setengah dari jumlah kalori yang diperlukan untuk mencerna makanan utuh. Bisa ditebak, kalori yang kamu konsumsi bakal menumpuk menjadi lemak dan mengakibatkan kegemukan.

     

    Sekarang, pikir dua kali bila kamu ingin mengkonsumsi makanan olahan, Ledis. Lebih baik, konsumsi makanan utuh yang jauh lebih sehat dan bernutrisi. Semoga bermanfaat!

  • 7 Makanan Diet yang Justru Membuatmu Makin Gemuk

    7 Makanan Diet yang Justru Membuatmu Makin Gemuk

    Ledisia.com – Ketika melakukan diet, kita seakan silau dengan label “sehat dan bergizi” yang terkandung di dalam makanan tertentu. Hati-hati, Ledis, sebab klaim yang disuguhkan iklan bisa saja berlebihan atau bahkan menyesatkan. Alih-alih membuat kamu makin langsing, lemak malah bisa makin menumpuk di pinggangmu, deh!

     

    Meski Makanan-Makanan Ini Diklaim Sehat Untuk Dietmu, Jangan Mudah Percaya, Sebab Mereka Justru Bisa Menimbun Lemak Di Perutmu!

    Maka dari itu, kamu mesti cerdas dalam memilih menu makanan diet-mu, Ledis. Siapa tahu, makanan-makanan yang diklaim sehat itu justru memberikan kalori tambahan yang gak sedikit jumlahnya. Inilah beberapa makanan diet yang justru membuatmu makin gemuk.

     

    1. Di balik rasa yang enak dan gizi yang mencukupi, sereal sarapan pagi bukanlah makanan yang baik untuk mengawali hari.

    Sereal adalah pilihan yang buruk untuk sarapan via livestrong.com
    Sereal adalah pilihan yang buruk untuk sarapan via livestrong.com

    Sereal untuk sarapan umumnya tinggi gula dan karbohidrat sederhana—dua di antara beragam substansi yang paling bikin gemuk. Mengawali hari dengan mengkonsumsi sereal olahan ini akan membuat kadar gula darah dan insulinmu meningkat pesat. Begitu mereka kembali normal beberapa jam kemudian, tubuhmu akan kembali lapar.

    Label ‘rendah-lemak’ maupun ‘gandum-utuh’ pada sereal tidak membawa perubahan yang signifikan, sebab keduanya masih mengandung kadar gula yang tinggi. Agar sarapanmu benar-benar sehat dan memberimu energi seharian, pilihlah makanan yang bebas dari pengolahan dan kaya protein, misalnya telur yang bergizi.

     

    2. Roti gandum utuh diklaim lebih sehat dibanding roti biasa. Tapi, benarkah demikian?

    Benarkah roti gandum utuh terbuat dari gandum utuh? via thestar.com
    Benarkah roti gandum utuh terbuat dari gandum utuh? via thestar.com

    Banyak makanan berlabel ‘gandum utuh’ yang tidak benar-benar dibuat dari gandum utuh. Malahan, roti gandum utuh ternyata memiliki indeks glikemik yang sama tingginya dengan roti biasa.

    Meski roti gandum utuh mengandung sedikit lebih banyak serat dan nutrisi, pada dasarnya roti yang terbuat dari gandum tidak memiliki nutrisi yang signifikan bagi tubuh bila dibandingkan dengan makanan lainnya.

     

    3. Gemar ngemil? Pikir dua kali sebelum melahap granola bar olahan pabrik.

    Hati-hati dengan kalori dalam granola bar via mirror.co.uk
    Hati-hati dengan kalori dalam granola bar via mirror.co.uk

    Granola bar terkenal sebagai cemilan diet yang sehat karena terbuat dari oat, buah, kacang, dan biji-bijian yang kaya serat. Tapi, hal ini belum tentu berlaku terhadap produk hasil olahan pabrik.

    Ketika diproduksi secara massal, komponennya mungkin saja menjadi kurang sehat, senasib dengan makanan olahan lainnya. Salah satunya, sirup gula dan minyak yang dimanfaatkan sebagai perekat bisa membuat makanan ini jadi padat kalori. Bila kamu memang suka granola, tak ada salahnya untuk membuatnya sendiri.

     

    4. Yogurt memang salah satu makanan yang sehat. Sayangnya, yogurt rendah-lemak justru mengandung banyak gula tambahan.

    Yogurt rendah-lemak justru mengandung kadar gula yang tinggi via womeneatingyoghurt.tumblr.com
    Yogurt rendah-lemak justru mengandung kadar gula yang tinggi via womeneatingyoghurt.tumblr.com

    Menghilangkan lemak dari makanan membuat rasa makanan itu menjadi hambar. Untuk mengakalinya, pabrik menambahkan pemanis. Yogurt olahan umumnya ditambah gula, sirup jagung, atau pemanis buatan.

    Padahal, studi menunjukkan lemak pada produk susu sebenarnya tidak berdampak buruk atau menimbulkan kegemukan. Justru gula tambahanlah yang dapat menimbulkan gumpalan lemak pada tubuhmu.

    Jadi, alih-alih menikmati yogurt rendah-lemak, lebih baik nikmati saja yogurt yang apa adanya.

     

    5. Buah dan sayuran pada saladmu memang baik bagimu; dressing-nya yang justru berpotensi mengacaukan dietmu.

    Dressing pada salad menyimpan tambahan kalori via mindstreamacademy.org
    Dressing pada salad menyimpan tambahan kalori via mindstreamacademy.org

    Tak diragukan, salad berisi buah dan sayuran adalah menu yang bisa kamu andalkan bagi dietmu. Hanya saja, kamu mesti pandai-pandai memilih dressing-nya. Dressing salad membuat rasanya jauh lebih enak.

    Sayang, umumnya dressing ini dibuat dari bahan yang kurang sehat, seperti sirup jagung tinggi fruktosa yang tinggi kalori. Alih-alih jadi langsing, bisa-bisa saladmu justru bikin kamu tambah gemuk! Makanya, cobalah untuk membuat sendiri dressing saladmu dari bahan-bahan yang sehat dan rendah kalori.

     

    6. Berbeda dengan buah utuh yang sehat, jus buah justru mengandung lebih banyak gula dan sedikit serat.

    Kadar gula yang tinggi dalam jus buah bisa mengacaukan dietmu via blog.londolozi.com
    Kadar gula yang tinggi dalam jus buah bisa mengacaukan dietmu via blog.londolozi.com

    Jus buah tidak sesehat yang kamu kira. Sebab, mengubah bentuk buah utuh menjadi cair justru meniadakan serat yang terkandung di dalamnya. Tak hanya itu, kandungan gulanya pun lebih tinggi dibanding buah utuh, apalagi bila kita terbiasa menambahkan gula ke dalamnya. Makanya, jangan mengkonsumsinya terlalu banyak, ya!

     

    7. Jangan tersesat oleh minuman soda diet. Ia justru bisa mengubah kebiasaan makanmu menjadi lebih jelek.

    Diet soda bisa memicu nafsu makan via huffingtonpost.com
    Diet soda bisa memicu nafsu makan via huffingtonpost.com

    Minuman soda dengan embel-embel ‘diet’ pada kemasannya memang tidak mengandung kalori karena menggunakan pemanis buatan. Tapi, bukan berarti kamu boleh meneguknya sesuka hati, Sebab, rasa manis yang tanpa kalori bisa “menipu” tubuhmu, yang memicu nafsu makan.

    Terlebih, soda dapat menimbulkan perut kembung, lho. Kalau mau minuman yang nol kalori, minum air putih aja, deh!

     

    Itulah beberapa  makanan diet yang dapat membuatmu tambah gemuk. Yuk, lebih sadar dalam memilih makanan yang masuk ke mulut kita, Ledis!

  • 7 Dalih Tentang Diet Untuk Membohongi Dirimu Sendiri

    7 Dalih Tentang Diet Untuk Membohongi Dirimu Sendiri

    Ledisia.com – Biar dietmu sukses, sekadar pengen saja tidaklah cukup, Ledis, Kamu harus punya kemauan yang kuat dan mental yang siap untuk memulai diet. Sayangnya, kita seringkali hanya memiliki niat yang setengah hati. Sisanya, kita memilih untuk mencari dalih untuk pembenaran dan membohongi diri sendiri.

     

    Jika Ingin Tujuan Dietmu Tercapai, Hindari Menggunakan Dalih-Dalih Ini Untuk Menipu Diri Sendiri!

    Oke, kamu bisa saja berbohong pada orang lain soal berapa berat badanmu saat ini, tapi angka yang kamu lihat pada timbangan gak pernah bohong. Agar tubuh langsing gak hanya sekadar angan, kamu harus memulainya dengan jujur pada diri sendiri dan menghindari dalih-dalih tentang diet berikut ini.

     

    1. “Aku tak punya anggaran untuk membeli makanan yang lebih sehat bagi dietku.”

    Makanan sehat harusnya jadi prioritas via healthy100tips.com
    Makanan sehat harusnya jadi prioritas via healthy100tips.com

    Kalau kamu terbiasa mengkonsumsi makanan yang sekadar kenyang, mungkin ini adalah salah satu dalih yang akan kamu ucapkan. Memang, setiap orang punya kebutuhan dan prioritas masing-masing. Tapi, bila menurunkan berat badan menjadi salah satu tujuan yang kamu anggap penting, bukankah seharusnya makanan sehat juga menjadi prioritasmu?

    Lagipula, memilih makanan yang sehat itu gak semahal yang kamu kira, kok. Kamu bisa memperbanyak mengkonsumsi sayuran yang kamu beli di pasar lokal dan memanfaatkan makanan seperti tahu dan tempe sebagai sumber protein. Lagipula, memasak sendiri makananmu jelas lebih irit dibanding selalu membeli makanan jadi di luar. Terlebih lagi, kamu bisa mengelola sendiri nutrisi dari menumu.

     

    2. “Rasa makanan sehat itu gak enak.”

    Kombinasikan makanan sehat dengan makanan favoritmu via rebatefitness.com
    Kombinasikan makanan sehat dengan makanan favoritmu via rebatefitness.com

    Beberapa orang menyatakan bahwa mereka gak suka “makanan sehat” karena rasanya, padahal mereka mungkin baru sekali atau bahkan belum pernah mencoba mencicipinya. Sebelum memutuskan suatu makanan enak atau tidak, setidaknya cicipi dulu beberapa kali. Siapa tahu makananmu hanya salah olah atau salah bumbu, ‘kan?

    Kalau memang kamu kurang suka, kamu bisa menggabungkannya dengan makanan yang kamu suka, kok. Lalu, secara bertahap, tingkatkan porsi makanan sehat itu menjadi lebih banyak di piringmu. Lama-lama, kamu akan terbiasa.

     

    3. “Pakaianku mulai mengecil.”

    Pakaianmu bukan mengecil, kamu yang membesar via jeans.about.com
    Pakaianmu bukan mengecil, kamu yang membesar via jeans.about.com

    Pakaian memang bisa menciut bila proses mencucinya keliru. Tapi, kalau kamu bukan remaja tanggung yang sedang dalam masa pertumbuhan dan pakaianmu dicuci dengan cara yang tepat, sebenarnya bukan pakaianmu yang mengecil, melainkan berat badanmu yang bertambah. Makanya, kamu wajib waspada terhadap berat badan bila pakaian favoritmu mulai gak cukup, sebab pakaianmu gak pernah berkata bohong.

     

    4. “Aku sudah olahraga hari ini. Jadi boleh, dong, makan semangkuk es krim?”

    aaav via food52.com
    Hati-hati dengan asupan kalori yang tak terkendali via food52.com

    Sudah berolahraga bukan berarti kamu boleh mengabaikan dietmu, lho. Sebab, olahraga yang kamu lakukan mungkin gak membakar kalori sebanyak yang kamu kira. Jalan dengan tempo yang cepat selama sejam kira-kira hanya membakar 360 kalori. Padahal, semangkuk es krim yang kamu makan bisa mengandung sampai 400 kalori, lho.

    Tentu, memanjakan diri sesekali tak ada salahnya, tapi perhatikan juga porsinya, ya!

     

    5. “Menurunkan berat badan itu mustahil karena aku selalu lapar.”

    Susah die karena selalu lapar via mirror.co.uk
    Susah die karena selalu lapar via mirror.co.uk

    Merasa selalu lapar? Bisa jadi itu disebabkan oleh pemilihan makanan yang keliru untuk mengisi perutmu. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah protein membuat kadar gula darahmu meroket. Akibatnya, rasa lapar muncul lagi setelah kadar gula darahmu kembali normal. Selain konsumsi karbohidrat yang tinggi, dehidrasi, stres, dan obat-obatan tertentu juga bikin nafsu makanmu tak terkendali.

     

    6. “Orangtuaku gemuk, jadi mau diet kayak apa juga aku tetap bakal gemuk.”

    Ortumu gemuk, kamu gak harus ikutan gemuk via healthyway.com
    Ortumu gemuk, kamu gak harus ikutan gemuk via healthyway.com

    Beberapa studi memang menunjukkan bahwa genetik memang ada hubungannya terhadap obesitas. Tapi, pada kebanyakan kasus, gaya hiduplah yang lebih menentukan. Alasan utama mengapa keluarga tertentu mengalami kelebihan berat badan sementara yang lainnya tidak adalah karena sebagian orangtua memiliki gaya hidup yang kurang sehat dan menularkannya ke anak mereka.

    Nah, meski kedua orangtuamu gemuk, kamu masih punya kesempatan untuk langsing dengan mengubah gaya hidup, kok!

     

    7. “Aku lebih menawan ketika tubuhku gemuk.”

    Obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit via returnofkings.com
    Obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit via returnofkings.com

    Bisa menerima bentuk tubuhmu dan merasa nyaman dengan dirimu sendiri memang hal penting. Tapi, bila indeks massa tubuhmu menunjukkan kecenderungan kelebihan berat badan atau obesitas, kamu sebaiknya berpikir ulang untuk mulai menurunkan berat badan atau setidaknya mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan berolahraga.

    Faktanya, mereka yang mengalami obesitas mengalami peningkatan risiko terhadap penyakit serius seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker. Mengurangi berat badan setidaknya 10 persen, memilih makanan yang lebih sehat, serta berolahraga teratur dapat mengurangi risiko penyakit di atas.

     

    Nah, sebelum kamu mengutarakan dalih di atas pada dirimu sendiri, sebaiknya pikir dua kali, Ledis. Bagaimanapun, jujur pada diri sendiri itu lebih baik, ‘kan?

  • 5 Alasan Mengapa Diet yang Kamu Ikuti Bakal Gagal di Tengah Jalan

    5 Alasan Mengapa Diet yang Kamu Ikuti Bakal Gagal di Tengah Jalan

    Ledisia.com – Ada begitu banyak metode diet di luar sana. Saking banyaknya, kamu seringkali dibuat bingung untuk mencoba yang mana, ‘kan? Mungkin saja kamu sudah mencoba beberapa di antaranya, tapi belum ada yang membuahkan hasil atau memang tak sesuai denganmu.

    Memang, mengikuti suatu program diet tertentu itu butuh komitmen, Ledis. Tapi, seperti halnya pacaran, jangan sembarangan berkomitmen pada program diet tertentu. Sayang, ‘kan, kalau kamu sudah menghabiskan waktu, tenaga, dan uang bila ujungnya sia-sia? Untuk mengetahuinya, pastikan alasan-alasan penyebab diet gagal ini tidak ada pada program diet barumu!

     

    1. Diet itu tak didesain untuk bertahan lama. Padahal, diet yang baik seharusnya bisa kamu jadikan gaya hidup untuk seterusnya.

    aaa via globaltrendnews.com
    Pola dietmu tidak bisa dijadikan gaya hidup untuk seterusnya via globaltrendnews.com

    Apakah kamu pernah mengenal orang yang melakukan fad diet yang ketat sampai berbulan-bulan lamannya? Sejumlah program diet memaksamu untuk mengubah pola makan alamimu secara drastis dalam waktu singkat. Diet semacam ini tentu takkan bisa kamu ikuti terlalu lama. Selain kurang baik bagi jangka panjang, kamu sendiri juga bakal tersiksa.

    Sebaiknya, kamu memilih pola diet yang membantu menyingkirkan kebiasaan buruk dan membuatmu melakukan kebiasaan hidup yang baik, sehingga pada akhirnya pola ini bisa kamu jadikan gaya hidupmu untuk seterusnya.

     

    2. Jika tak ada variasi yang menyenangkan dalam menumu, bisa dipastikan betapa membosankannya dietmu itu.

    Tanpa variasi, dietmu bakal membosankan via medicaldaily.com
    Tanpa variasi, dietmu bakal membosankan via medicaldaily.com

    Pola diet yang kamu ikuti memintamu untuk terus-terusan minum jus sayuran, menghindari makanan kesukaan sama sekali, atau memakan makanan yang itu-itu saja? Lantas, apakah kamu siap melakukan itu untuk seterusnya? Bisa dipastikan dietmu bakal terhenti di tengah jalan, karena pola diet yang membosankan.

    Makanan merupakan hadiah bagi indera pengecapmu. Secara alami, inderamu ini akan membutuhkan rasa tertentu yang harus kamu penuhi. Bila rasa tersebut absen terlalu lama, siap-siap saja karena cepat atau lambat kamu akan mencurangi dietmu sendiri.

     

    3. Kamu hanya memandang diet sebagai pengorbanan untuk menurunkan berat badan.

    aaa via doorwaysarizona.com
    Diet hanya dianggap sebagai pengorbanan via doorwaysarizona.com

    Banyak yang berpikir bahwa diet adalah pengorbanan untuk mendapatkan tubuh yang lebih langsing dan menawan. Ada juga yang melakukan diet beberapa waktu agar dia bisa kembali menikmati makan seperti biasa alias kembali ke gaya hidup yang lama.

    Hal ini tentu keliru. Bila kamu hanya menganggap diet sebagai sarana temporer tapi ogah mengubah apa yang kurang baik pada pola hidupmu, ini bisa membawamu pada pusaran siklus seperti permainan yo-yo: turun dan kembali naik.

     

    4. Diet tersebut mengabaikan nutrisi penting bagi tubuh, sehingga membuat energi dan kesehatanmu semakin menjauh.

    Mengabaikan nutrisi penting bikin tingkat energimu berkurang via foxnews.com
    Mengabaikan nutrisi penting bikin tingkat energimu berkurang via foxnews.com

    Salah satu alasan yang membuat dietmu gagal adalah karena diet tersebut memaksa kamu untuk mengabaikan kebutuhan nutrisi penting bagik tubuhmu. Ada sejumlah diet yang mengeliminasi nutrien tertentu, misalnya karbohidrat atau lemak. Padahal, nutrisi semacam ini tetap dibutuhkan tubuh.

    Akibatnya, kamu gak cuma mengalami defisiensi nutrisi gara-gara diet, tapi juga tampak pucat dan tidak berenergi. Kalau sudah begini, gak yakin deh bila dietmu masih bisa diteruskan.

     

    5. Diet tersebut mungkin berhasil bagi orang lain, tapi kamu lupa bahwa kondisi tubuh setiap orang berbeda.

    Kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda via womansday.com
    Kondisi tubuh tiap orang berbeda-beda via womansday.com

    Manusia tidak dilahirkan di pabrik, makanya kita memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Kecepatan metabolisme tubuhmu tak sama dengan temanmu. Tingkat aktivitas dan usia juga mempengaruhi seberapa banyak kamu membakar kalori.

    Padahal, diet pada umumnya mengasumsikan bahwa kita semua memiliki kondisi fisik yang sama. Oleh karena itu, sebelum memulai diet, kamu memerlukan pemeriksaan yang layak dari ahlinya plus sedikit bereksperimen dengan pola dietnya. Tanpa itu, bisa dipastikan dietmu gak akan bertahan lama.

     

    Nah, memilih program diet yang pas memang susah-susah gampang, Ledis. Yang penting, jangan putus asa bila kamu belum berhasil, karena memang tak semua diet cocok bagi semua orang. Selamat mencoba!

  • Ini Akibatnya Bila Kamu Kekurangan Karbohidrat Saat Diet!

    Ini Akibatnya Bila Kamu Kekurangan Karbohidrat Saat Diet!

    Ledisia.com – Bila ingin tubuh lebih langsing, mengurangi asupan kalori harian adalah kunci yang penting, Ledis! Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi konsumsi karbohidrat  sederhana dan memperbanyak serat dalam hidanganmu. Tapi, ada pula beberapa pola diet yang menganjurkan pelakunya untuk menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan.

     

    Hati-Hati Terhadap Pola Diet yang Menghilangkan Karbohidrat Dari Menu. Salah-Salah, Gejala Berikut Ini Bisa Menyerangmu!

    Sayangnya, kekurangan karbohidrat saat diet semacam ini justru bisa berakibat kurang baik bagi tubuhmu, lho! Sebelum kamu memandang karbohidrat sebagai musuh utama, yuk cari tahu apa yang akan terjadi pada tubuhmu kalau kamu melenyapkan karbohidrat dari menu harianmu!

     

    1. Berat badanmu mungkin memang bisa turun dengan cepat. Tapi harap diingat: itu bukanlah lemak!

    Berat yagn hilang itu cuma air via sites.psu.edu
    Berat yang hilang itu cuma air via sites.psu.edu

    Ketika kamu mengurangi asupan karbohidrat, berat badanmu memang bisa turun dengan segera. Tapi, tubuhmu bukan sedang kehilangan lemaknya, melainkan kandungan air di dalam tubuh. Ini karena ketika karbohidrat disimpan pada tubuh dalam bentuk glikogen, setiap gramnya mengikat air antara tiga sampai empat kali lipat beratnya.

    Jadi, ketika tubuhmu tak memperoleh karbohidrat dan menggunakan glikogen yang tersimpan, kamu hanya mengurangi berat air di dalam tubuh. Berat ini bisa dengan mudah kembali lagi, bahkan lebih cepat dibandingkan hilangnya, terutama saat kamu melewatkan dietmu. Dengan mengkonsumsi karbohidrat secukupnya, tubuhmu tidak terlalu terkena dampak ketika kamu “tak sengaja” mengabaikan dietmu.

     

    2. Kekurangan karbohidrat juga bisa bikin kamu kurang sehat, lho. Rasanya seperti terserang flu!

    Kekurangan karbohidrat saat diet bikin kamu merasa gak sehat via wisegeek.org
    Kekurangan karbohidrat saat diet bikin kamu merasa gak sehat via wisegeek.org

    Otak memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi utamanya. Jadi, bila kamu menyingkirkan karbo dari menumu, otakmu jadi sukar untuk berfungsi optimal. Ketika kehabisan glikogen, tubuhmu akan memecah lemak dan mengalirkan senyawa pecahan karbon yang disebut keton. Hasilnya, kamu mengalami bau mulut, mulut kering, merasa lemah, pusing, dan sulit berkonsentrasi, mirip gejala flu.

    Memang, tubuhmu akan beradaptasi terhadap keton, sehingga gejalanya akan membaik. Tapi, keton bukanlah sumber energi yang diharapkan oleh tubuhmu, sehingga rasa pusing bisa berlanjut bila aktivitasmu tinggi.

     

    3. Menghindari karbohidrat takkan membuatmu jadi produktif di kantor. Alih-alih, kamu justru jadi malas dan ngantuk.

    Kamu jadi gak produktif di kantor via stylist.co.uk
    Kamu jadi gak produktif di kantor via stylist.co.uk

    Sumber karbohidrat kompleks berupa sereal utuh seperti gandum utuh dan beras merah juga kaya akan kandungan besi, magnesium, dan vitamin B. Kesemuanya memiliki peran penting dalam menjaga tingkat energimu untuk beraktivitas sehari-hari.

    Ditambah lagi, karena karbo adalah sumber energi utama bagi tubuhmu, kerja sel di dalam tubuhmu akan terhambat tanpa suplai energi yang sehat dan cukup. Ini akan membuat kamu menjadi kurang produktif di kantor dan menjadi malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

     

    4. Tak hanya itu, bersiapkah dijauhi teman karena kamu jadi mudah emosi!

    Kamu jadi gampang ngambek via ask.com
    Kamu jadi gampang ngambek via ask.com

    Karbohidrat membantu otakmu untuk memproduksi serotonin, neurotransmiter yang membuat suasana hatimu menjadi baik. Jadi, bila kamu menghindari sumber karbohidrat yang sehat, tak cuma fisikmu yang menderita, kesehatan mentalmu juga bisa terganggu. Kamu jadi lebih mudah tersinggung dan emosional. Selain kamu merasa kurang baik, orang-orang di sekitarmu juga bisa terkena imbasnya.

     

    Alih-alih menghindari karbohidrat sama sekali, gantilah asupan karbohidratmu dengan karbohidrat kompleks yang sehat dan sarat gizi!

    Cukupkan diri dengan karbohidrat kompleks via huffingtonpost.com
    Cukupkan diri dengan karbohidrat kompleks via huffingtonpost.com

    Sebelum kamu jadi gak produktif di kantor gara-gara kekurangan karbohidrat, dapatkanlah asupan karbohidrat kompleks dari sumber-sumber yang lebih sehat. Makanan sumber karbohidrat kompleks seperti sereal utuh, buah, sayur, dan kacang-kacangan tak cuma menyediakan sumber energi yang cukup, tapi juga kaya akan nutrisi lain yang diperlukan tubuhmu.

    Karbohidrat kompleks juga membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 serta sejumlah penyakit lainnya, lho. Terlebih lagi, karbo kompleks lebih lambat dicerna, sehingga membuat tubuhmu membakar lebih banyak kalori. Pacarmu pun tak perlu khawatir kena semprot gara-gara kamu kekurangan karbohidrat.

    Jadi, sudah jelas bahwa yang seharusnya kamu lakukan saat diet bukanlah menghindari karbohidrat sama sekali, melainkan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang lebih sehat.

    Semoga bermanfaat, Ledis!