Tag: tidak subur

  • Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    Atasi Ketidaksuburan Sekunder Tanpa Rasa Stres!

    “Kami sudah merencanakan kehamilan anak kedua selama bertahun-tahun dan hasilnya nihil. Apa mungkin kami punya masalah kesuburan?”

    Ledisia.com – Tahukah Anda kalau masalah kesuburan tidak hanya datang pada pasangan suami istri yang pertama kalinya merencanakan kehamilan? Seperti ilustrasi percakapan di atas, masalah fertilitas juga mungkin terjadi pada perencanaan kehamilan kedua. Kasus ini dinamakan ketidaksuburan sekunder (secondary infertility), yaitu ketika seorang wanita tidak bisa hamil atau keguguran setelah memiliki satu anak.

     

    Infertilitas Sekunder Perlu Segera Diatasi. Dengan Begitu, Mempunyai Momongan Kedua Tak Lagi Cuma Mimpi.

    Selama ini, masalah kesuburan primer memang paling banyak menyita perhatian. Tapi di Amerika Serikat, lebih dari tiga juta wanita di sana punya masalah kesuburan sekunder. Tentunya, Anda tidak ingin hal ini menimpa pada Anda dan suami juga, bukan? Oleh karenanya, mari kita simak penyebab, perawatan, dan reaksi-reaksi yang berkaitan dengan ketidaksuburan sekunder berikut!

     

    Baik ketidaksuburan primer maupun sekunder memiliki persamaan. Faktor sistem reproduksi dan gaya hidup masih menjadi penyebab utama sulitnya mendapatkan momongan.

    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol - via elle.com
    Ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh alkohol – via elle.com

    Sebenarnya, ketidaksuburan primer (masalah kesuburan pada rencana kehamilan yang pertama) dan ketidaksuburan sekunder punya penyebab yang sama. Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami ketidaksuburan primer juga bisa menjadi pemicu ketidaksuburan sekunder. Mereka adalah jaringan parut pada panggul atau rahim, tuba falopi yang terblokir, endometriosis, dan ovulasi yang cacat.

    Tak sekedar permasalahan pada sistem reproduksi Anda saja, ketidaksuburan sekunder juga bisa disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Sebut saja kelebihan berat badan atau justru terlalu kurus. Selain itu, kebiasaan merokok dan minum alkohol berlebihan juga berpengaruh terhadap kesuburan.

    Anda juga perlu mencermati kualitas dan kuantitas sperma suami, apakah dalam kondisi baik atau tidak. Sementara, komplikasi selama persalinan dan melahirkan juga bisa memicu masalah. Cermati hal ini sebelum Anda melahirkan dan tilik kembali apakah usia Anda masih terbilang subur.

     

    Seperti penyebabnya, perawatan ketidaksuburan primer dan sekunder juga serupa. Anda diwajibkan berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan perawatan yang tepat untuk kasus infertilitas yang terjadi.

    Memeriksakan masalah kesuburan - via herbalnomersatu.com
    Memeriksakan masalah kesuburan – via herbalnomersatu.com

    Tak berbeda dengan penyebabnya, perawatan untuk ketidaksuburan sekunder pun serupa dengan perawatan ketidaksuburan primer. Kunjungilah dokter untuk mendapatkan evaluasi perihal masalah kesuburan. Kemudian, ia akan melihat apakah Anda tidak hamil setelah setahun mencoba, apakah frekuensi berhubungan seksual cukup sering, menggunakan kondom atau tidak, serta apakah usia Anda lebih dari 35 tahun dan tidak kunjung hamil setelah 6 bulan mencoba.

    Jika Anda memeriksakan diri pada dokter umum, Anda akan segera dirujuk ke dokter spesialis begitu hasil evaluasi menunjukkan ketidaksuburan. Semakin cepat Anda menemui dokter spesialis, makin baik. Apalagi jika Anda telah berusia di atas 30 tahun dan tahu pasti kalau ada kondisi yang mempengaruhi tingkat kesuburan. Endometriosis atau siklus menstruasi yang tidak teratur, misalnya.

     

    Jangan berkecil hati jika Anda belum berhasil mendapatkan momongan kedua. Reaksi seperti ini justru akan menimbulkan efek negatif dan semakin mengganggu kesuburan Anda!

    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres - via cocukistiyorum.com
    Merasa terasing dengan pasangan sendiri akibat stres – via cocukistiyorum.com

    Munculnya reaksi negatif karena masalah kesuburan sebenarnya wajar-wajar saja. Tapi, hendaknya Anda ingat kalau salah satu syarat agar kesuburan maksimal adalah menghindari stres. Maka, hindarilah pula reaksi-reaksi semacam ini:

    • Penyangkalan. Anda mungkin berpikir kalau sudah pernah hamil dan melahirkan, tidak mungkin masalah kesuburan menghampiri. Bahkan bagi yang pernah mengalami masalah kesuburan dan berhasil mengatasinya, merasa semuanya sudah terpecahkan. Akibatnya, Anda malas menemui dokter dan mencari perawatan kesuburan. Anda pun dapat mengalami kesulitan untuk mengakui kalau Anda tak subur lagi.
    • Iri. Anda akan merasa tidak punya apa-apa dibandingkan dengan teman-teman yang keluarganya terus tumbuh dan berkembang. Anda cemburu pada kesuksesan mereka dalam memperoleh anak.
    • Merasa terisolasi. Jika sudah menerima kenyataan kalau mengalami ketidaksuburan sekunder, Anda akan merasa seperti tidak nyambung dengan kawan-kawan atau grup tertentu. Anda tak bisa mendapatkan dukungan dari sesama pasangan yang infertil dan tidak bisa bergabung dengan mereka-mereka yang memiliki banyak anak. Gawatnya lagi, Anda dan suami akan merasa terasing satu sama lain karena stres.
    • Kesedihan. Anda senang mengurus perkembangan anak pertama sekaligus sedih karena tak bisa memberikan adik padanya.
    • Rasa bersalah. Tak bisa memberikan saudara seperti beban berat untuk Anda. Apalagi jika anak, mertua, atau orang tua Anda yang meminta. Hal ini bisa berujung pada perasaan tidak puas pada anak pertama.
    • Kemarahan. Anda marah karena orang lain mudah mendapatkan anak lagi, sementara Anda tidak. “Kenapa dengan saya? Mengapa ini harus terjadi pada saya?” pikir Anda.
    • Kegelisahan. Perawatan kesuburan yang memerlukan banyak waktu, dana, tenaga, dan juga mental. Mulai dari USG, suntikan, serta janji dengan dokter yang harus berulang kali dilakukan. Belum lagi anak pertama Anda belum tentu bisa dibawa serta. Anda juga masih perlu mengusahakan pendidikan anak.

     

    Semua reaksi di atas sebenarnya hanyalah sebagian reaksi umum yang terjadi pada wanita akibat ketidaksuburan sekunder. Sebagaimana infertilitas primer, Anda dan pasangan akan melalui banyak rintangan yang bergelombang. Jika emosi negatif terus hadir dan mengganggu diri Anda, cobalah berbagi dengan pasangan lain yang memiliki problem yang sama. Cari juga bantuan profesional atau konselor yang akrab dengan masalah kesuburan.

    Ingat! Jauhi stres ya agar ketidaksuburan sekunder Anda tidak semakin menjadi-jadi dan tingkat kesuburan kembali membaik. Tetap semangat, Ledis!

  • Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Mungkinkah Saya Mengalami Masalah Kesuburan? Cek Jawabannya di Sini!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Jika usia Anda sekarang kurang dari 35 tahun dan sedang merencanakan kehamilan dengan target kurang dari setahun (atau kurang dari 6 bulan jika berusia di atas 35 tahun), maka berbahagialah! Anda tak punya kekhawatiran apapun terkait masalah kesuburan, selama siklus menstruasi selalu teratur. Anda tinggal mengatur waktu berhubungan yang tepat dengan mendeteksi datangnya ovulasi. Sediakan grafik untuk mencatat pelacakan terhadap suhu basal tubuh dan lendir serviks. Setelah itu, kehamilan pasti akan datang dengan lebih mudah!

    Tapi lain lagi kasusnya jika Anda berusia di bawah 35 tahun, sering berhubungan tanpa kondom atau alat kontrasepsi lainnya, dan sudah dilakukan lebih dari setahun (atau lebih dari 6 bulan untuk yang berusia 35 tahun ke atas). Jika kehamilan tak kunjung datang, ada kemungkinan Anda atau sang suami memiliki kondisi tertentu yang menghambat peluang kehamilan.

     

    Jika Sudah Lama Merencanakan Kehamilan dan Bayi Tak Kunjung Datang, Faktor-Faktor Ini Sebaiknya Anda Perhatikan.

    Nah! Dari keduanya, mana yang jadi kecenderungan Anda? Yang pertama atau yang kedua di mana masalah kesuburan sedang terjadi? Untuk menghapus keraguan Anda, mari kita simak poin-poin berikut agar dapat mengecek bagaimana masalah kesuburan bisa terjadi pada Anda atau suami.

     

    Masalah kesuburan bukan sekedar bagaimana Anda bisa mendapatkan kehamilan. Gagal mempertahankan bayi sampai kelahiran, pun dapat dianggap sebagai masalah kesuburan.

    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan - via medimetry.com
    Tak dapat mempertahankan kesuburan juga merupakan masalah kesuburan via medimetry.com

    Di Amerika Serikat, peneliti memperkirakan 11% pasangan usia reproduksi (usia 20-35 tahunan) mengalami masalah kesuburan. Baik itu kesulitan hamil, maupun mempertahankan kehamilan. Kondisi tersebut juga mungkin terjadi pada Anda. Tapi, jangan khawatir! Jika Anda mengalami masalah kesuburan, itu tidak selalu berarti kalau Anda tidak akan pernah bisa memiliki momongan. Anda hanya perlu sabar, memperbanyak usaha, dan menggunakan metode yang tepat. Beberapa pasangan dengan infertilitas akhirnya mendapatkan kehamilan dan kelahiran bayinya, meskipun itu menggunakan bantuan medis.

     

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan masalah kesuburan. Namun, sejatinya cuma dokter yang dapat mendiagnosa masalahnya dengan penuh kepastian.

    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan - via sobrecancer.com
    Cuma dokter yang kompeten mendiagnosa penyebab kesuburan via sobrecancer.com

    Ada banyak sekali faktor-faktor yang dapat mengganggu kesuburan Anda dan suami. Tapi Anda tidak boleh lupa! Hanya dokter yang mampu mendiagnosa secara pasti masalah kesuburannya. Jika ada gejala-gejala yang ganjil pada Anda atau pasangan, segera berangkatlah berdua menuju dokter. Dokter akan memberikan saran terbaik untuk mengatasi masalah kesuburan pada rencana kehamilan Anda.

    Dokter bisa menganjurkan Anda dan suami untuk mengubah beberapa kebiasaan buruk, yang dianggap tidak sehat dan merusak kesuburan. Jika tidak, ia akan memberikan evaluasi sesegera mungkin, daripada Anda hanya menunggu dan merencanakan kehamilan selama lebih dari 6 bulan hingga 1 tahun dengan cara yang asal-asalan.

     

    Bagi wanita, mulai kini kenalilah faktor penyebab masalah kesuburan. Mulai dari endometriosis, radang panggul, hingga kebiasaan minum kafein yang berlebihan yang semuanya berpotensi mengganggu kehamilan.

    Jumlah kafein harus sewajarnya saja - via girlsallaround.com
    Jumlah kafein harus sewajarnya saja via girlsallaround.com

    Untuk wanita, beberapa faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan bisa disebabkan karena penyakit yang berkaitan dengan rahim. Misalnya endometriosis, fibroid rahim, dan sindrom ovarium polikistik. Radang panggul juga bisa mempengaruhi kesuburan Anda karena pada area sekitar panggullah, kelak rahim akan berkembang. Faktor umum penyebab masalah kesuburan lainnya adalah adanya infeksi menular seksual, masalah pada tuba falopi (infeksi, kehamilan di luar rahim, atau pernah operasi di masa lampau), serta penyakit kronis yang diderita.

    Perhatikan juga gaya hidup Anda! Bila Anda telah berusia 35 tahun atau lebih, masih sering merokok, minum alkohol sehari dua kali atau lebih, masalah kesuburan malah jauh lebih besar menimpa Anda. Kondisi ini akan lebih parah lagi kalau dilengkapi dengan kebiasaan minum kafein lebih dari 300 mg dan berat tubuh yang tidak sehat (terlalu kurus atau malah obesitas).

     

    Waspadailah jika suami punya riwayat kanker testis, hernia, hingga senang menikmati sauna. Sebab, semuanya mampu mempengaruhi kerja organ reproduksi dan kualitas sperma.

    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya - via yllpress.com
    Sauna dapat mematikan sperma karena suhu panasnya via yllpress.com

    Untuk pria, masalah seputar testis masih menjadi faktor utama yang sering dituding sebagai penyebab ketidaksuburan. Misalnya, cedera, kista, varikokel, cryptorchidism, atau kanker pada testis. Waspadai juga hernia pada area selangkangan, yang tentunya akan sangat mengganggu kesehatan dan mengganggu saat berhubungan seksual. Seakan tak cukup, masalah genetik (kelainan kromosom atau penghapusan kromosom Y) dan gangguan hormonal atau endokrin (seperti hypothyroidism) semakin melengkapi faktor-faktor penyebab masalah kesuburan pada pria.

    Masih ada lagi infeksi dengan virus gondok setelah pubertas, prosedur pembedahan yang mempengaruhi transportasi sperma, infeksi menular seksual, dan penyakit kronis seperti diabetes, kanker, atau gangguan tiroid. Jangan kaget! Karena semuanya ini merupakan faktor umum yang menyebabkan masalah kesuburan pada pria. Ini masih ditambah dengan kebiasaan menggunakan obat-obatan untuk penyakit tertentu (radang sendi, hipertensi, depresi, kanker, infeksi, dan masalah pencernaan), rokok, ganja, NAPZA, alkohol, penggunaan steroid anabolik atau terapi penggantian testosteron, sauna, paparan kimia, dan terlalu lama bersepeda. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sangat mudah mempengaruhi kualitas sperma suami Anda.

     

    Tunggu apa lagi jika faktor-faktor di atas terjadi pada Anda dan suami? Periksakan diri Anda dan suami ke dokter sekarang juga, walaupun tak pernah terdiagnosa dengan kondisi spesifik yang mempengaruhi kesuburan. Biarkan dokter memeriksa, apakah Anda punya sakit panggul berikut periode yang tidak teratur dan sangat sakit dalam waktu berlarut-larut. Jika ada, sampaikan pula kalau rambut Anda dan suami sempat rontok, sempat berjerawat parah, atau bulu pada tubuh serta wajah yang berlebihan tumbuhnya. Dengan informasi tambahan seperti ini, Anda telah berjasa meringankan tugas analisa dokter.

    Dokter akan menjawab semua masalah kesuburan Anda. Bahkan jika diperlukan, surat rekomendasi pengujian yang lebih komprehensif untuk perawatan pada dokter spesialis, juga akan Anda dapati. Tetap semangat, ya Ledis!

  • Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, 4 Pertanyaan Inilah yang Harus Pria Persiapkan Jawabannya

    Ledisia.comLedis, semenjak usaha mendapatkan momongan sudah dilakukan dengan tekun namun tidak mendapatkan hasil, wajar jika Anda bertanya-tanya. Apalagi jika setahun lamanya usaha ini tidak membuahkan apa-apa. Anda wajib curiga apakah Anda atau suami mengalami masalah kesuburan. Karenanya, mengunjungi dokter adalah saran yang utama.

    Kunjungan ke dokter ini bukan sekedar meminta resep obat agar Anda dan suami segera mendapatkan kehamilan. Kunjungan yang dimaksud adalah untuk melakukan konsultasi kesuburan. Ya, Anda dan suami akan melakukan konsultasi kesuburan yang komprehensif. Mulai dari sejarah medis, riwayat keluarga, hingga gaya hidup Anda akan dikulik demi analisis dan solusi yang terbaik.

     

    Sebelum Konsultasi Kesuburan, Pastikan Suami Anda Memahami 4 Hal Ini. Niscaya Analisa Medisnya Kuat, Solusi Kesuburan yang Didapatkan Pun Tepat

    Karena konsultasi ini tidak hanya melibatkan istri, maka suami Anda juga wajib memahami riwayat-riwayat kesehatan hingga gaya hidupnya. Seperti apa sih lebih tepatnya? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak poin-poin yang sering dijadikan pertanyaan dalam konsultasi kesuburan berikut!

     

    1. Pertama-tama, dokter akan mengulik riwayat medis suami Anda. Jika pernah mengalami penyakit yang cukup serius dan bermasalah pada organ kelamin, bisa jadi inilah akar permasalahan kesuburannya.

    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki - via dailymail.co.uk
    Riwayat penyakit suami juga perlu diselidiki via dailymail.co.uk
    • Apakah suami Anda lahir dengan testis yang tidak turun? Jika ada salah satu atau kedua testis tersisa di dalam perut terlalu lama, panas dari suhu tubuh dapat secara permanen mempengaruhi produksi air mani.
    • Apakah suami mengalami penyakit yang disertai demam selama 6 bulan terakhir? Karena pada dasarnya, demam atau suhu tubuh yang sangat tinggi dapat merusak produksi sperma untuk sementara waktu.
    • Apakah pasangan mengalami pembengkakan atau rasa sakit pada testis (baik salah satu atau keduanya) belakangan ini? Apakah testis terluka atau cedera? Atau mungkin, memiliki torsi testis? Sekedar informasi, torsi bisa terjadi ketika testis melengkung ke dalam skrotum. Ketika ia mulai mengenai atau memukul pangkal paha, dapat terjadi peradangan yang berefek pada kualitas sperma.
    • Pernah punya tumor atau kista pada testis? Jika dokter menanyakan ini pada waktu konsultasi kesuburan, sesungguhnya ia ingin mengetahui apakah masalah ketidaksuburan suami disebabkan oleh operasi. Prosedur pembedahan untuk menghilangkan kista di masa lalu, dapat berpotensi menyebabkan ketidaksuburan.
    • Pernahkah suami disinar X pada area pangkal paha? Ini karena pada umumnya penyinaran, testis pria akan dilindungi terlebih dahulu agar tak terkena efek sinar X. Namun insidental tertentu ternyata dapat menyebabkan sejumlah problem kesuburan.
    • Apakah pasangan pernah merasakan infeksi saluran atau kandung kemih yang kronis? Apa pernah urinnya tampak seperti awan dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil? Perlu Anda tahu kalau beberapa infeksi menular bisa bermanifestasi dengan cara sensasi terbakar saat pria buang air kecil. Jika penyakit ini disampaikan pada pasangan lewat hubungan seksual, tak pelak tuba falopi Anda juga akan rusak.
    • Saat konsultasi kesuburan, dokter juga akan mengulik apakah suami pernah menerima perawatan kanker. Misalnya, kemoterapi dan radiasi. Tak ubahnya pemeriksaan pra konsepsi pada wanita, kedua macam perawatan ini dapat merusak kesuburan dengan membunuh sperma.
    • Apakah ia punya riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau tiroid? Penyakit beserta perawatan penyembuhan penyakit tersebut, sampai sekarang sering dihubungkan dengan masalah kesuburan lho!
    • Bahkan, dokter turut mempertanyakan apakah pasangan Anda mengambil obat-obatan tertentu. Steroid dan obat tekanan darah tinggi, misalnya. Keduanya sering dikenal sebagai pemblokir aliran kalsium dalam tubuh dan dapat mengganggu kesuburan.
    • Suami penderita atau pernah gondok? Pada umur berapa ini pertama kali dialaminya? Menurut medis, memiliki gondok setelah masa pubertas telah dikaitkan dengan produksi sperma yang rendah.
    • Di masa lalu, apakah suami pernah ikut perang? Pernah terkena racun berbahaya dari senjata tertentu? Wajar jika dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan. Sebab, bahan kimia yang digunakan untuk kepentingan perang juga jadi penyebab masalah kesuburan pada pria.

     

    2. Sejarah seksual juga bisa menjadi soal. Kalau suami terkena penyakit menular seksual, bukankah kesuburan terasa menjadi lebih mahal?

    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya - via blogspot.com
    Cari tahu riwayat seksual suami dan apakah kelainan pada organ reproduksinya via blogspot.com
    • Sebelumnya, pastikan apakah suami Anda pernah teruji positif mengidap infeksi menular seksual. Jika infeksi ini diteruskan pada Anda, klamidia dan gonorrhea dapat menyebabkan peradangan yang menghalangi tuba falopi dan juga membahayakan organ reproduksi wanita yang lainnya.
    • Suami pernah vasektomi? Atau sekaligus pernah membalikkan efeknya juga? Prosedur pembalikan sterilisasi ini sesungguhnya tidak mudah, lho! Jaringan parut yang disebabkan oleh proses vasektomi bisa saja masih tersisa dan mencegah sperma untuk diejakulasikan. Bahkan ketika pembalikan masih berjalan, tubuhnya bisa mengembangkan antibodi sperma yang dapat membunuh atau menonaktifkan sperma.
    • Suami menghadapi kesulitan dalam ereksi? Punya problema ejakulasi? Pernah menghadapi kelainan atau kesulitan seksual? Mintalah ia menjelaskan ini serinci mungkin pada dokter selama konsultasi kesuburan!

     

    3. Masalah kesuburan juga dapat diturunkan secara genetis. Sebelum berkonsultasi, ada baiknya Anda beserta suami mencari tahu riwayat kesuburan keluarga secara sistematis.

    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? - via lds.net
    Di antara sekian banyaknya, adakah yang punya riwayat kesuburan bermasalah? via lds.net

    Dalam silsilah keluarga Anda dan suami, adakah anggotanya yang punya masalah dengan kehamilan abnormal? Adakah pula yang melahirkan bayi yang meninggal? Dokter menanyakan ini selama konsultasi kesuburan karena beberapa masalah kesuburan bersifat genetik. Sebelum melakukan konsultasi, perihal ini dapat dikroscek pada anggota keluarga (bahkan keluarga besar, di luar keluarga inti) lewat silsilah keluarga yang dipunya. Tanyakanlah riwayat kesuburannya seperti apa, terutama pada anggota keluarga yang punya anak tunggal.

     

    4. Yang terakhir dan tak kalah penting adalah riwayat gaya hidup. Hanya karena cara hidup yang kurang sehat, masalah kesuburan yang sangat besar pun bisa menyusup.

    Alkohol buruk untuk kesuburan - via tqn.com
    Alkohol buruk untuk kesuburan via tqn.com
    • Apakah benar minum alkohol selama ini jadi kebiasaan suami? Berapa banyak yang bisa ia teguk dalam seminggunya? Jika Anda ingin tahu, kebiasaan meminum alkohol bagi wanita dan pria (berapa pun jumlahnya) dapat membuat peluang kehamilan lebih rendah.
    • Tak jauh berbeda dengan alkohol, dokter akan menanyakan kebiasaan merokok saat konsultasi kesuburan. Suami Anda harus jujur apakah kebiasaan buruk ini selalu dilakukan dan berapa pack yang dihabiskan per minggu. Kandungan nikotin dalam rokok sudah dikenal luas dapat menyebabkan impotensi. Ini karena nikotin membuat produksi sperma lebih sedikit dibandingkan dengan pria-pria yang tidak merokok.
    • Bagaimana dengan mandi dan berendam di air panas? Keduanya sering dilakukan pasangan? Lain kali, pikirkan baik-baik efek dari keduanya. Baik mandi dan berendam dalam air panas punya potensi menghalangi produksi sperma. Dokter akan lebih menyarankan air yang hangat, ketimbang yang panas.
    • Hobi suami bersepeda? Seberapa sering sih ini dilakukan? Tahukah Anda kalau ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa tekanan pada pangkal paha (karena sangat lama duduk di sadel) dan panas di sekitar skrotum (akibat gesekan saat mengayuh dan penggunaan celana yang ketat) dapat membahayakan produksi sperma? Karena itu, dokter perlu tahu data tentang ini saat konsultasi kesuburan.
    • Apakah profesi pasangan mengharuskan terpapar bahan kimia, radiasi, atau suhu yang sangat tinggi? Terpapar dengan elemen-elemen tersebut sejatinya dapat merugikan dan mempengaruhi produksi sperma juga, lho!

     

    Ledis, jangan lupa sampaikan tentang keempat hal di atas pada suami sebelum melakukan konsultasi kesuburan ya! Pastikan jangan sampai ada data yang terlupa. Semakin lengkap data yang suami Anda ketahui, semakin akurat analisis yang dilakukan oleh dokter. Semakin tepat pula solusi yang diberikan dokter untuk masalah kesuburan Anda dan suami. Niscaya, memiliki momongan tidak cuma angan-angan. Tetap semangat, ya Ledis!