Ledisia.com – Berhubungan seksual adalah rutinitas yang wajib dilakukan oleh pasangan suami istri yang mendambakan kehadiran buah hati. Bagi sebagian orang ada yang langsung berhasil dan mendapatkan kehamilan setelah berhubungan seksual untuk pertama kali. Tapi ada juga yang harus terus-menerus mencoba hingga mendapatkan kabar kehamilan. Yang terakhir ini disebabkan oleh tingkat kesuburan yang kurang maksimal.
Di masyarakat kita, sering muncul anggapan agar tidak membuang-buang sperma. Sebaiknya tunggu dulu sampai wanita mendapatkan masa subur atau ovulasi, barulah kemudian melakukan hubungan seksual. Dengan demikian, hubungan seksual tidak akan sia-sia. Tapi apakah itu benar?
Kerap Berhubungan Seksual Itu Tidak Merugikan. Tetapi Justru Menambah Peluang Kehamilan.
Untuk menjawab anggapan tersebut, Ledis perlu membaca tujuh alasan berikut. Kenapa sih kerap berhubungan seksual sesering mungkin sangat dianjurkan dan tidak akan merugikan? Apa sih alasannya? Langsung saja kita simak alasan berikut!
1. Keseringan berhubungan seksual tidak akan memperburuk kesuburan. Bahkan bisa jadi solusi dari ketidaksuburan.
Kesuburan lebih prima via carmenhibbins.com
Sebagian orang percaya bahwa terlalu sering berhubungan seksual dapat membuat kesuburan berkurang, hal itu hanyalah mitos. Kebanyakan pasangan berasumsi bahwa hubungan seksual terbaik untuk kehamilan adalah pada saat masa subur saja. Sehingga, suami diminta untuk “menyimpan” spermanya hingga masa ovulasi istri tiba. Sedangkan, berhubungan seksual di luar masa subur dianggap akan membuang sel sperma yang berkualitas.
Padahal, yang terjadi adalah sebaliknya. Mengurangi intensitas berhubungan seksual malah akan menurunkan peluang kehamilan Anda.
2. Anda tidak perlu berkecil hati karena belum memomong bayi. Sering berhubungan seksual membuat kesempatan hamil lebih tinggi.
Kesempatan hamil lebih besar via heatherpearcephotography.com
Peluang kehamilan dapat lebih tinggi jika Anda dan suami sering berhubungan seksual. Beberapa studi pun telah membuktikan fakta tersebut. Bahkan, melakukan hubungan seksual beberapa kali sehari pun sah-sah saja dilakukan, jika Anda mau.
3. Sering berhubungan seksual membuat sperma lebih sehat, dibanding sperma yang disimpan hingga waktu dirasa tepat.
Sperma sehat, hamil cepat via theresamarie.com
Ketika Anda meminta suami untuk menyimpan sel spermanya lebih lama dalam tubuh, bukan tidak mungkin kualitas sel sperma yang disimpannya jadi kurang berkualitas. Terlalu lama menyimpan sperma dalam tubuh pria dapat mengakibatkan motilitas (kecepatan renang sel sperma menuju rahim wanita) menurun.
Untuk mengantisipasinya, lebih baik Anda dan suami jangan menunda hubungan seksual. Jangan pantang berhubungan seksual selama tujuh hari berturut-turut.
4. Tak perlu takut kehabisan sel sperma dari suami. Anda punya stok sperma yang memadai dalam tuba falopi.
Stok sperma dalam tuba falopi untuk hamil via picturess.co.za
Keseringan melakukan ejakulasi membuat kepadatan sel sperma akan berkurang, namun hal ini sangatlah wajar. Yang terpenting dari seringnya Anda dan suami berhubungan seksual adalah ada sejumlah sperma yang bersemayam dalam tuba falopi wanita sebelum ovulasi. Apalagi sel sperma dikenal dapat bertahan hidup selama tiga hari dalam rahim wanita. Sehingga Anda patut merasa aman karena memiliki stok sperma yang mencukupi untuk pembuahan.
5. Untuk Anda yang tidak teratur siklus menstruasinya, berhubungan seksual setiap hari adalah solusinya.
Solusi untuk yang siklusnya tak rutin via langeronline.de
Apakah Anda adalah wanita yang siklus menstruasinya tidak pernah teratur atau tidak rutin? Jika iya, pasti akan sulit mengetahui kapan masanya berovulasi! Jika begitu, pasti akan sulit juga untuk menentukan kapan waktu yang tepat melakukan hubungan seksual? Nah, jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual setiap hari, kemungkinan peluang Anda melakukan hubungan seksual tepat pada hari ovulasi lebih besar lagi.
6. Tak hanya meningkatkan peluang mengandung, sering berhubungan seksual pun membuat Anda dan suami saling dukung.
Lebih kompak dengan suami via upsocl.com
Berhubungan seksual tak hanya bermanfaat untuk meneruskan keturunan saja. Ada manfaat-manfaat lain yang bisa Anda petik dari berhubungan seksual. Setidaknya, ada lima belas manfaat berhubungan seksual yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Beberapa di antaranya adalah jantung lebih sehat, relaksasi, dan memperlambat penuaan.
Di samping itu, sering berhubungan seksual akan membuat hubungan Anda dengan suami lebih dekat. Ikatan batin pun semakin kuat. Beberapa pasangan dapat merasakan hubungan yang semakin kompak dan mendukung karena seringnya berhubungan seksual.
7. Anda tidak perlu lelah karena bercinta setiap hari. Cukup luangkan waktu saja 2-3 hari.
Anda dan suami tidak lelah dan tetap bahagia via kosova-sot.info
Mungkin Anda dan suami berpikir, terlalu sering bercinta akan menyebabkan cepat bosan dan lelah. Apalagi jika harus bolak-balik berhubungan seksual lebih dari sekali dalam sehari. Namun, tenang saja! Anda tidak perlu serajin dan selelah itu melakukan rutinitas ini.
Meluangkan waktu dua atau tiga hari saja dalam seminggu pun sudah dianggap ideal untuk mendapatkan kehamilan. Intensitas sebanyak ini sudah dianggap cukup untuk meningkatkan peluang berhubungan tepat pada masa subur.
Jadi, tunggu apalagi Ledis? Masihkah mau berpikir untuk menunda berhubungan seksual lebih rutin? Atau ingin segera melakukannya dengan suami agar segera mendapat momongan?
Tetap semangat dan selamat berjuang, ya Ledis! Semoga segera mendapatkan kehamilan yang lancar dan sehat!
Ledisia.com – Bukan rahasia lagi jika diet menjadi salah satu langkah memperoleh kesuburan. Diet yang dimaksud adalah diet dengan mengurangi apapun yang kurang berguna bagi tubuh dan mengimbanginya dengan nutrisi seimbang dari sayur mayur, buah-buahan, dan makanan penuh manfaat yang dibutuhkan untuk kehamilan.
Menurut The American Pregnancy Association, sebuah lembaga nonprofit yang giat mengkampanyekan kesehatan reproduksi. Anda harus mempersiapkan waktu selama tiga bulan sampai setahun untuk melakukan diet demi mendapatkan kesuburan.
Agar Segera Memiliki Momongan, 10 Tips Diet Ini Jangan Dilupakan Saat Sedang Dalam Program Hamil
Jika Anda sudah separuh perjalanan dalam merencanakan kehamilan, jangan khawatir. Diet nutrisi ini tidak pernah mengenal kata terlambat. Bahkan cukup sehat dijadikan sebagai kebiasaan walaupun sedang tidak merencanakan kehamilan. Anda bisa segera melakukannya dari sekarang melalui tips-tips berikut ini.
1. Jauhi minuman beralkohol adalah nasihat kehamilan yang perlu diingat setiap saat. Ini karena alkohol memberi efek negatif di balik nikmatnya yang sesaat
Jauhi alkohol jika tak mau merugi – via kienthuc.net.vn
Sekali, dua kali saja meminum alkohol memang tidak akan begitu saja mempengaruhi tingkat kesuburan Anda atau suami. Tapi, pastikan saja kalau Anda sedang tidak dalam keadaan hamil saat meminum alkohol.
Memang, ada masa-masanya di mana Anda boleh meminum alkohol dengan aman. Masa itu adalah ketika menstruasi. Tapi jika Anda adalah wanita yang memiliki siklus tidak teratur dan sangat sulit mengetahui kapan waktunya ovulasi, lebih baik jangan mengambil resiko sedikit pun untuk meminumnya. Meski belum ada kesepakatan para ahli tentang pengaruh alkohol, tapi sudah banyak pengalaman yang membuktikan sulitnya hamil bagi wanita dengan kebiasaan minum alkohol.
The American Pregnancy Association menyarankan, jangan pernah minum lebih dari dua gelas sehari jika sedang merencanakan kehamilan.
2. Kehamilan tanpa kopi tidak akan gusar lagi karena sudah ada trik menjauhi kopi sedikit demi sedikit
Mengganti kopi dengan susu – via kosova-sot.info
Sejauh ini, batas kafein yang diperbolehkan para ahli untuk dikonsumsi ibu hamil adalah kurang dari 300 miligram per hari atau sekitar dua cangkir 8 ons kopi. Tapi Anda perlu memotong batas tersebut lebih banyak lagi jika sangat sulit mendapatkan kehamilan atau sedang menjalani program bayi tabung.
Masih menurut The American Pregnancy Association, kafein dapat menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan kalsium. Padahal keduanya adalah zat esensial yang diperlukan untuk kehamilan. Tapi jika Anda sudah terbiasa meminum kopi dan sering merasa pusing jika tidak meminumnya sehari saja, mencoba melepaskannya secara bertahap adalah kepututsan yang tepat.
Melepaskan ketergantungan dari kopi adalah dengan mengurangi porsi kopi berkafein sedikit demi sedikit setiap harinya, dengan kopi tanpa kafein. Begitu terus hingga Anda benar-benar bisa lepas dari kopi. Barulah menggantinya dengan susu, entah susu murni atau susu yang dibubuhi sirup dengan rasa kopi buatan.
3. Karbohidrat memang perlu sebagai makanan pokok dan sumber tenaga. Tapi, tetap berhati-hati dengan olahan karbohidrat
Kenali pasta yang dimakan – via jamalouki.net
Meskipun karbohidrat bukanlah masalah yang serius dalam diet nutrisi kehamilan dan bahkan tidak pernah ada anjuran untuk menghindarinya. Namun bukan berarti Anda bisa memakannya habis-habisan. Di pasaran kini, banyak sekali bentuk-bentuk olahan karbohidrat seperti roti putih, pasta, dan olahan nasi putih yang tidak sekonyong-konyong menurunkan peluang kehamilan. Namun, olahan karbohidrat ini tetap saja bisa memberikan resiko jika konsumsinya tidak disertai dengan porsi yang seimbang.
Jika Anda pernah didiagnosa memiliki sindrom ovarium polikistik atau PCOS (penyebab yang paling banyak terjadi dari ketidaksuburan pada wanita) beralih pada biji-bijian berkarbohidrat adalah wajib hukumnya. PCOS sendiri adalah ketidakseimbangan hormon, yang menjadi lebih buruk ketika kadar insulin meningkat dalam aliran darah. Dari beberapa kasus, penyebab utama di balik kadar insulin meningkat adalah karbohidrat olahan.
Ketika wanita dengan PCOS makan terlalu banyak karbohidrat olahan, insulin mengalir ke dalam darah dan memberikan umpan atau rangsangan ke ovarium. Umpan inilah yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur.
4. Makanlah buah dan sayuran berwarna merah, hijau, dan kuning. Bukan hanya bikin Anda lebih cantik dan menarik, mereka juga berjasa menangkal radikal bebas di sekeliling Anda
Sayur untuk serat dan kualitas sel telur – via ashemag.com
Mulai sekarang, cobalah untuk tidak meremehkan akar multivitamin dari alam. Buah-buahan dan sayuran tidak hanya memberikan kandungan vitamin dan mineral yang berlimpah, melainkan juga mikronutrien penghilang radikal bebas seperti fitokimia dan antioksidan. Radikal bebas sendiri adalah molekul berbahaya yang menyelinap ke dalam tubuh. Sumbernya bisa berasal dari sinar matahari, asap, atau polusi. Radikal bebas pun perlu diwaspadai karena mampu merusak ovum, sperma, dan organ reproduksi.
Untuk mendapatkan zat penangkal radikal bebas, belilah sayur mayur dan buah-buahan berwarna terang seperti merah, hijau, dan kuning. Blueberry dan paprika merah, misalnya. ‘
Semakin terang warna buah dan sayurnya, maka semakin kaya pula nutrisi dan anti oksidan yang dikandungnya. Lebih bagus lagi jika porsi makan Anda setidaknya mencakup dua cangkir buah-buahan dan dua setengah cangkir sayur mayur setiap harinya.
5. Asam lemak omega 3 banyak terkandung pada ikan. Mengkonsumsinya akan membuat Anda meningkatkan kesuburannya
Makan ikan yang dimasak sempurna – via grouponcdn.com
Ikan dan hasil laut merupakan sumber terbesar dari asam lemak omega 3. Kandungan omega 3 ini sangat bagus untuk kesuburan. Omega 3 dikenal baik bagi perkembangan mata dan otak bayi. Di samping itu, ia masih punya banyak lagi kandungan-kandungan lainnya yang baik untuk kehamilan. Misalnya, menurunkan resiko kelahiran prematur, mengurangi kesempatan preeklampsia (hipertensi pada waktu kehamilan), dan mengurangi depresi. Sangat penting untuk bisa mendapatkan omega 3 dari makanan karena tubuh manusia tidak bisa menghasilkannya sendiri.
Untuk mendapatkan kandungan asam lemak omega 3 dengan hasil maksimal, mengkonsumsi ikan berlemak dari perairan dingin seperti salmon, tuna, sarden, herring adalah solusinya. Makanlah beberapa kali dalam seminggu.
Pastikan Anda membeli ikan tersebut dari sumber yang terpercaya. Belilah dari nelayan yang menangkap ikan di perairan bebas limbah industri, apalagi limbah merkuri. Seperti kita tahu, merkuri dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian jika terpapar atau terkonsumsi. Ibu hamil yang mengkonsumsi ikan dengan kandungan merkuri pun bisa menuai kecacatan pada bayinya setelah lahir.
Anda sebaiknya mengolah ikan hasil laut dengan baik. Cucilah bersih dan masak dengan tingkat kematangan maksimal. Mengolah ikan hingga tingkat kematangannya pasti mampu membuatnya terhindar dari bakteri, kotoran, cacing, dan resiko-resiko penyakit lainnya.
6. Perbanyak dan penuhi kebutuhan zat besi harus dilakukan sejak dini. Jika nanti sudah hamil, manfaatnya sama-sama dibagi nanati
Minum suplemen penambah sel darah merah – via woman.ru
Penuhilah kebutuhan tubuh Anda dengan kandungan zat besi, apalagi jika siklus bulanan Anda sering terasa berat dan sakit. Mengalami pendarahan secara rutin per bulannya berarti Anda juga mengalami penurunan zat besi dalam tubuh.
Bayi dalam rahim nantinya juga akan memerlukan zat tersebut. Jika Anda tidak buru-buru memenuhi kebutuhan zat besi, resiko anemia postpartum bisa melanda. Anemia postpartum adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah berada di bawah normal dan dapat menguras energi.
Jika Anda tidak mengkonsumsi daging merah atau termasuk vegetarian, zat besi masih dapat diperoleh dari multivitamin. Bertanya tentang dokter tentang multivitamin apa yang tepat sah-sah saja dilakukan. Jika perlu, ikuti juga tes kadar sel darah merah untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena anemia.
7. Waspada terhadap bakteri bernama listeria itu perlu, apalagi jika datangnya dari keju atau susu yang sering dikonsumsi ibu
Pastikan produk susu telah dipasteurisasi – via pinimg.com
Listeria adalah bakteri berbahaya yang biasanya ditemukan pada daging siap makan, keju lunak, dan produk-produk susu yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil 20 kali lebih rentan terkena listeria dibandingkan orang dewasa yang sehat. Apalagi jika ketiga makanan tadi yang dikonsumsi.
Mereka yang sedang berusaha untuk hamil juga harus waspada karena listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh listeria) dapat menyebabkan keguguran di awal trimester pertama. Ini bahkan bisa terjadi sebelum Anda tahu kalau sedang hamil.
Untuk membunuh listeria, panaskan saja makanan beresiko tadi ke dalam microwave hingga mengepul panas. Buanglah makanan yang telah dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam. Benar-benar jauhi makanan seperti sushi mentah, keju lembut yang tidak dipasteurisasi, dan produk-produk yang tidak dipasteurisasi lainnya.
8. Sumber protein yang berasal dari daging harus distop sekarang juga. Jika tidak, lemak di tubuhlah yang hinggap
Makan tempe sebagai pengganti daging – via squarespace.com
Protein adalah bagian sangat penting dalam diet yang sehat. Namun menurut data dari USDA, banyak orang Amerika yang terlalu banyak menikmati daging-dagingan untuk mendapatkan protein hariannya. Padahal para ahli dari Harvard Medical School mengatakan bahwa mengganti daging setiap harinya dengan sayuran atau protein nabati seperti kacang merah, kacang polong, kacang kedelai atau tahu, bahkan kacang tanah dapat meningkatkan peluang kesuburan.
Jika Anda masih merasa susah mengganti kebiasaan makan daging, bukankah masih ada tahu dan tempe sebagai salah satu sumber protein yang tinggi? Tunggu apalagi? Gantilah daging-dagingan yang biasa Anda konsumsi dengan sayuran dan protein nabati yang rendah lemak dan rendah kalori. Dengan begitu memiliki berat badan sehat bukanlah lagi mimpi.
9. Seiring berjalannya waktu, Anda perlu multivitamin. Apakah itu multivitamin prenatal atau yang biasa ditemui di apotek, memastikan penggunaannya agar tidak kehilangan manfaatnya
Multivitamin harus sesuai kebutuhan – via mgc-prevention.fr
Memenuhi nutrisi yang dibutuhkan dari kehamilan lewat makan saja, rasanya akan sangat sulit dan tidak cukup. Anda harus mengambil vitamin prenatal atau multivitamin secara teratur.
Meskipun vitamin prenatal akan memberikan nutrisi kunci yang Anda perlukan untuk hamil, harganya bisa jadi sangat mahal. Kerja dari vitamin prenatal juga akan terasa keras pada perut karena nutrisinya sangat jauh lebih tinggi daripada multivitamin biasa. Beberapa ahli bahkan sampai menyarankan untuk menggunakan vitamin prenatal tepat sebelum tidur untuk menangkal sakit perut yang merupakan efeknya.
Jika Anda ingin mengambil multivitamin biasa yang bisa didapatkan di apotek, konsultasikanlah terlebih dulu pada ahlinya untuk mendapatkan panduan pemakaian yang tepat.
10. Meskipun tidak mengandung, suami tidak boleh lepas tangan. Diet nutrisi pun baik untuk si sperma
Suami juga perlu diet – via openhousegafisa.com.br
Ketika wanita diharuskan untuk melakukan diet dengan cara ini, bukan berarti suaminya juga boleh melenggang bebas tanpa syarat. Calon ayah disarankan untuk mengambil multivitamin harian yang mengandung zat seng (zinc) dan selenium minimal tiga bulan sebelum pembuahan. Dalam studi, kedua mineral tersebut sangat dibutuhkan untuk perkembangan sperma yang sehat.
Kenapa harus tiga bulan? Karena selama itulah sperma yang sehat berkembang. Memang dibutuhkan waktu yang lama bagi sperma untuk berkembang secara utuh dan matang. Bagi sebagian orang yang menyadarinya, hal ini bisa juga menjadi hal yang cukup berat.
Ledis, di antara kesepuluh rahasia tersebut, jangan pernah lupakan rahasia yang nomor 10 ya! Semua rahasia tersebut tidak akan berfungsi tanpa bantuan dan kerja sama suami. Kata orang, “Buatnya sama-sama, kok susahnya sendirian aja?” perlu diamini dalam kasus ini.
Ya, diet nutrisi pun perlu dilakukan pada si suami karena suami juga perlu memastikan tubuh sehat dan sel sperma yang sehat ada di tubuhnya. Jika suami Anda mau diajak bekerja sama untuk itu semua, yakinlah memiliki momongan bukan lagi mimpi. Selamat berjuang dan semoga berhasil!
Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!
Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?
Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati
Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.
Mungkin Ledis akan bertanya,
Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?
Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.
1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni
Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it
Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.
Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.
Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.
Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.
Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.
Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.
Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.
Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.
2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu
Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br
Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.
Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.
3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.
Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl
Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.
Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.
Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!
Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.
Ledisia.com – Belakangan ini, banyak sekali pasangan muda-mudi yang telah menikah dan ingin segera memiliki momongan. Mereka sama sekali tidak berpikir untuk menunda kehamilan. Tapi begitu membayangkan masalah finansial, keraguan pun tiba-tiba datang. Ada pula yang malah mundur teratur dan berfokus untuk mengumpulkan biaya lebih dahulu.
Mereka yang ragu dan memilih menunda momongan biasanya telah sadar bahwa harus ada persiapan khusus sebelum memiliki anak. Apalagi biaya kebutuhan hidup di jaman sekarang semakin tinggi. Nanti bila kehamilan telah datang, maka anda sudah harus memikirkan biaya perawatan kehamilan, persalinan, pra persalinan, hingga biaya-biaya untuk si anak sampai bisa mandiri.
Tanpa Perlu Menunda Momongan, Rencana Keuangan Ini Dapat Menjauhkan Anda Dari Kesulitan Finansial Setelah Bayi Lahir
Sebenarnya Anda dan suami tak usah ragu merencanakan kehamilan, apalagi sampai-sampai punya rencana menunda punya momongan hanya karena masalah finansial. Jika saja empat rencana keuangan ini segera dijalankan setelah menikah, maka kesulitan finansial setelah kehamilan dan setelah sang buah hati lahir ke dunia pun tak perlu terjadi.
1. Masa sebelum dan setelah menikah pasti berbeda. Mengurangi kebiasaan konsumtif di luar rumah bisa membuat tanjakan pengeluaran tidak terlalu tinggi
Tak perlu belanja sampai kalap begini – via retaillightinganddesign.com
Pengeluaran seseorang yang telah menikah dan belum menikah bisa dipastikan akan berbeda. Sebelum menikah, akan ada banyak sekali pengeluaran untuk bersenang-senang atau sekedar memenuhi gaya hidup. Untuk makan, misalnya. Saat Anda masih lajang, akan sangat mudah tergoda untuk sering makan di mall dan mencoba makanan-makanan yang tengah tren di masyarakat modern.
Semenjak menikah, jangan lakukan hal semacam ini sering-sering. Sebenarnya Anda bisa saja makan di tempat yang lebih sederhana. Bahkan memasak sendiri pun selain sehat, juga memberikan efek rekreatif yang menyenangkan hati.
Berbelanja pakaian dan gadget pun begitu. Bukan berarti Anda dan suami dilarang untuk membeli barang-barang dambaan anda tersebut. Namun jika tidak terlalu penting, apa iya harus sekali dibeli? Atau jika penting sekali, mencoba mendapatkan harga terjangkau atau alternatif lainnya pun bisa membuat Anda menyimpan sisa uang untuk ditabung.
Intinya, dalam berumah tangga tidak terlalu penting untuk mengedepankan gaya hidup. Memilih merek bagus dengan harga mahal mungkin perlu menurut Anda. Tapi melupakan prioritas masa depan anak dan keluarga pun jangan pernah diabaikan.
2. Selain menghentikan kebiasaan konsumtif, mempersiapkan pos-pos pengeluaran yang diperlukan di masa depan juga penting. Besar pasak daripada tiang bisa dihindari dengan cara ini
Merencanakan deposito untuk kebutuhan khusus bisa dicoba – via lovecen.com
Jika sebelumnya Anda dan suami sudah punya persediaan anggaran, lebih baik mulailah untuk mengevaluasi anggaran tersebut mulai sekarang. Bisa jadi, ada yang perlu dirombak dan dikoreksi apalagi setelah hadirnya sang buah hati. Anda harus tahu pasti dari mana saja sumber pendapatan diraih dan untuk apa saja pendapatan itu nanti dimanfaatkan. Pemanfaatan dana ini pun sebaiknya dibuat dalam pos-pos tertentu. Setiap posnya, Anda bisa menentukan nominal anggaran yang wajar. Diharapkan, nantinya tidak akan ada pengeluaran lebih daripada anggaran tersebut.
Mana yang akan menjadi pos dana darurat, mana yang untuk asuransi kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hiburan atau piknik, dan lain sebagainya. Mungkin juga Anda memiliki keinginan terpendam untuk memulai usaha. Tentu saja pos untuk mengumpulkan modal juga dibutuhkan. Pastikan setiap pendapatan yang Anda terima dari gaji bulanan maupun di luar gaji bulanan dapat disisihkan ke pos-pos tersebut dan tidak hanya habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting.
3. Jika Anda memilih berhenti bekerja, mulailah berlatih membiasakan diri hidup dari satu pendapatan sejak dini
Bekerja sambil mengasuh anak di rumah – via lepotaizdravlje.rs
Setelah melahirkan nanti, pilihan untuk tetap bekerja atau tidak kembali pada pribadi Anda masing-masing. Beberapa wanita ada yang memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus untuk mengurus bayi. Baginya, setiap perkembangan anak tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Menggunakan jasa babysitter atau pembantu pun tidak selalu jadi pilihan yang baik. Menitipkan bayi yang masih kecil dibutuhkan kepercayaan yang sangat tinggi. Jika babysitter atau pembantu yang dipilih tak berdedikasi, bukan tidak mungkin si kecil atau Anda yang dirugikan.
Namun ada pula yang memilih tetap bekerja seperti biasa. Setelah melahirkan, wanita mengambil cuti sekitar 1-3 bulan. Usai masa cuti, mereka bekerja lagi dan sang buah hati akan dititipkan pada babysitter/pembantu terpercaya atau ke orang tua. Sangat jarang sekali wanita membawa serta buah hatinya ke kantor dan mengasuhnya sambil bekerja.
Kemungkinan akan ada masalah finansial yang dirasakan jika wanita memilih untuk tidak bekerja lagi, khususnya pekerja kantoran. Ada beberapa pilihan untuk Anda yang ingin bekerja namun dapat tetap mengasuh anak. Misalnya, wirausaha dari rumah atau freelance. Beberapa ibu rumah tangga ditengarai mampu membangun bisnis online yang sukses, sekaligus mengasuh dan mendidik anak dengan baik.
Tapi jika Anda ingin tetap menjadi ibu rumah tangga saja, Anda harus mampu mengatur keuangan keluarga secara efisien. Ya, wanita sebagai ibu rumah tangga harus bisa mengatur finansial karena merekalah ujung tombak operasional keluarga. Ia yang akan membelanjakan pendapatan untuk kebutuhan keluarga dan memastikan seluruh kebutuhan penting terpenuhi.
Bila sang buah hati sudah besar dan siap dilepaskan, terkadang keinginan untuk berkarir mulai muncul lagi. Inilah yang perlu dipertimbangkan. Sebab ada beberapa perusahaan yang sulit menerima wanita yang telah menikah dan memiliki anak. Sedangkan itu, CV Anda pun sempat kosong selama beberapa waktu.
Apapun itu pilihannya, pastikan buah hati Anda tetap diasuh dengan baik dan cukup mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Plus, jangan sampai terlalu merepotkan orang lain dan keuangan tetap aman terjaga!
4. Pikirkan biaya pendidikan anak hingga mencapai kuliah. Bukannya jadi beban, tapi ini adalah motivasi agar Anda senantiasa mengupayakan pendidikan terbaik bagi sang buah hati
Yang terbaik untuk buah hati – via saleswithnathan.com
Seakan tak akan ada habisnya pos-pos pengeluaran keluarga baru Anda nanti, masih ada lagi biaya pendidikan yang harus Anda dan suami pikirkan dari sekarang. Mungkin saat ini Anda belum mengandung dan melahirkan anak. Tapi bukan berarti Anda bisa bersantai-santai. Percayalah jika si buah hati sudah lahir, waktu akan terasa begitu cepat. Sang anak akan memasuki masa-masa playground, TK, SD, SMP, SMA, dan jenjang kuliah. Masa-masa ini tidak terasa datangnya, sama seperti Anda yang baru kemarin bersekolah dan kini telah menikah.
Tentunya Anda dan suami setuju bukan jika akan selalu mengupayakan pendidikan tertinggi untuk sang buah nanti? Siapa yang tak senag jika buah hati mereka memiliki masa depan cerah? Karena biaya pendidikan akan semakin tinggi, jangan lantas menjadikannya beban. Sebaliknya buatlah ini sebagai cambukan agar Anda dan suami rajin mengumpulkan dan mengelola uang untuk prioritas sang buah hati.
Memiliki anak memang tidak bisa tanpa biaya sama sekali. Namun alangkah baiknya, hal ini tidak membuat Anda dan suami ketakutan menghadapi masa depan berkeluarga. Bila perencanaan keuangan telah matang karena kerap dilatih dan dipraktekkan sejak dini, yakinlah upaya Anda tak akan sia-sia. Senyum manis pasti terkembang melihat sang buah hati nanti tumbuh baik dalam lindungan orang tua yang sangat mencintainya! Semoga bermanfaat!
Ledisia.com – Hai, Ledisian! Sebelumnya, sudah membaca artikel Bagaimana Persiapan Menjadi Orang Tua belum? Jika sudah, tentunya Anda kini tengah mengerti bahwa memiliki anak memerlukan perencanaan yang benar-benar matang. Setelah memiliki anak, anda juga tidak bisa sebebas dahulu seperti saat Anda masih lajang. Soal waktu dan finansial sudah harus diprioritaskan demi keluarga, khususnya untuk si kecil.
Nah, kali ini Ledisia akan memperdalam kesiapan Anda dan pasangan, sebelum mendapatkan berita kehamilan dan benar-benar menjadi orangtua. Segeralah persiapkan diri Anda untuk menjawab pertanyaan berikut. Pertanyaan ini akan mengungkap informasi mengejutkan tentang diri Anda dan pasangan yang mungkin tak disadari, mengingatkan kembali pada realita di mana Anda tinggal dan hidup, menyingkirkan asumsi atau pikiran-pikiran yang tidak berguna, dan membantu Anda membuat perubahan positif selama mempersiapkan diri menjadi orang tua.
Dengan Menjawab Pertanyaan Ini, Kesiapan Anda Menjadi Orang Tua Benar-Benar Bisa Dievaluasi
Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibagi menjadi empat bagian. Bagian itu meliputi:
Ekspektasi Anda
Sejarah keluarga
Nilai yang dianut, serta
Kehidupan Anda dan bagaimana kehidupan itu nanti akan berubah.
1. Ekspektasi Anda dan suami yang sekarang bisa saja serba indah. Tapi dengan menjawab pertanyaan ini, tidak akan kaget lagi kalau ada yang berbeda.
Menghabiskan waktu dengan si kecil – via picdn.net
Apakah Anda dan suami akan menghabiskan waktu dengan anak-anak dan menikmatinya?
Jawaban dari pertanyaan ini tidak akan memprediksi bagaimana Anda merasakan arti keberadaan buah hati, melainkan mengungkapkan asumsi Anda dan sikap tentang kehidupan anak-anak
Apakah Anda dan suami merasa lebih nyaman dengan anak-anak dari usia tertentu?
Jika jawabannya “iya” dan ada kecenderungan nyaman hanya pada anak usia tertentu, kemungkinan salah satu dari Anda atau suami memiliki masalah dari masa kecil yang belum diselesaikan. Selesaikanlah itu segera meskipun sudah sangat lama waktunya.
Bagaimana perasaan Anda berikut suami, tentang tanggung jawab dan komitmen yang akan diemban sebagai orang tua?
Bagaimana Anda dan suami biasanya menangani stres?
Jika keduanya merasa tak berbakat menangani stres, sekarang adalah waktu tepat untuk mempelajarinya.
Apa yang Anda harapkan setelah menjadi orang tua? Lalu, bagaimana jika harapan itu tidak sesuai atau tidak terwujud?
Apa ketakutan Anda setelah menjadi orang tua? Bagaimana jika itu terjadi dan apa yang akan Anda lakukan?
Seberapa besar Anda dan suami ingin meniru tindakan orang tua anda sebagai orang tua? Seberapa besar pula Anda ingin berbeda dan enggan meniru mereka sepenuhnya?
Dari pertanyaan ini, Anda dan suami bisa mempelajari teladan mereka melalui kelebihan dan kekurangannya.
Anda pun pernah menjadi anak. Dari situ, apa yang Anda tangkap? Apa yang seharusnya dimiliki atau dilakukan oleh orang tua yang sesungguhnya?
2. Menengok sejarah keluarga pun layak dipelajari. Paling tidak, bisa mengevaluasi apa yang kurang dan lebih
Mengetahui sejarah keluarga tentang membesarkan dan mendidik anak – via wp.com
Semasa kanak-kanak, apa yang paling Anda nikmati dan paling tidak dinikmati?
Bagaimana Anda menilai pendidikan yang diterima sejak kecil? Apa yang tidak berjalan dengan baik dari pola pendidikan semacam itu?
Dari sini, Anda dan suami mampu menentukan pendidikan seperti apa yang perlu ditiru dan apa yang kiranya sudah tidak relevan lagi.
3. Nilai yang Anda anut sejak kecil turut mempengaruhi bagaimana membesarkan sang buah hati. Beberapa di antaranya mungkin sudah tak relevan lagi dengan masa kini.
Mengajari anak – via blogspot.com
Dari yang diajarkan oleh orang tua, apa saja yang menurut Anda harus diteruskan ke generasi selanjutnya? Apa pula yang tidak usah dilanjutkan?
Nilai-nilai apa saja yang hendak Anda tanamkan pada si anak nanti?
Jawabannya akan menjelaskan harapan dan impian Anda bersama suami sebagai orang tua untuk si anak nanti. Karena sebetulnya, setiap orang tua datang dengan berbagai harapan untuk anaknya. Beberapa harapan sering tak terucapkan langsung pada anak.
Bagaimana pendapat Anda dan suami tentang kedisiplinan, apa yang selama ini diterapkan pada keluarga masing-masing?
Coba bandingkan opini kedisiplinan Anda dengan opini kedisiplinan suami. Biasanya setiap rumah tangga memiliki versi berbeda-beda tentang kedisiplinan anak. Menemukan kesepakatan tentang ini sebaiknya layak dilakukan.
4. Kehidupan dan bagaimana perubahannya kelak, mungkin akan terasa mengerikan bila dibayangkan. Tapi, pertanyaan ini akan merangsang Anda melakukan perencanaan agar tidak terjadi ketakutan yang berkelanjutan
Orang tua ikut senang mengasuh anak – via aufeminin.com
Cobalah berbicara pada orang-orang yang telah memiliki anak atau bahkan belum/menunda memiliki anak.
Bagaimana perasaan Anda ketika mendengar mereka bercerita?
Mendengarkan pengalaman mereka bisa mengenalkan Anda pada isu-isu baru tentang parenting.
Bagaimana lingkungan Anda dan suami? Apakah ada orang-orang yang selalu setia mendukung dan membantu, seperti anggota keluarga atau teman terdekat?
Pastikan mereka yang membantu adalah orang-orang yang dapat diandalkan dan dipercaya.
Bagaimana Anda akan menghabiskan waktu luang?
Bagaimana Anda membayangkan perubahan hidup setelah memiliki anak?
Segera siapkan kertas dan pena Anda untuk menjawab pertanyaan tadi. Begitu banyaknya pertanyaan di atas tentu tidak mungkin dapat tersimpan begitu saja dalam kepala. Sebaliknya, jawaban dari itu semua sangat penting untuk dijadikan daftar periksa di kemudian hari karena akan menjadi gambaran membesarkan anak di masa depan.
Pastikan pula bahwa suami Anda diikutkan dalam tes ini. Ada pengambilan keputusan dan kesepakatan bersama yang harus didiskusikan bersama suami demi keberlangsungan si anak nanti. Selamat mencoba ya, Ledis!
“Apakah Anda dan suami sudah siap menjadi orangtua?”
Ledisia.com – Hai, Ledis! Pernah mengalami dan mendapat pertanyaan serupa juga? Mayoritas pasangan suami istri pasti langsung mengamini pertanyaan tersebut. Bagi mereka, menikah dan memiliki anak adalah kodrat seorang manusia. Oleh karenanya, siap tidak siap, menjadi orang tua pasti dilakoni.
Di sisi lain, ada juga sebagian pasangan yang masih pikir-pikir. Menurutnya, menjadi orang tua memanglah kodrat. Hanya saja, perkara ini bisa menunggu waktu yang tepat. Pertanyaan soal siap dan tidak siap menjadi orang tua di atas, lantas punya banyak turunan yang dianggap menyulitkan seperti:
“Apakah saya bisa menjadi orang tua yang baik? Apakah saya sudah siap menjalani semua keribetan yang diakibatkan oleh anak? Apakah sudah ada dana untuk membesarkan dan membiayai pendidikan mereka sampai tuntas?”
Karena terlalu memikirkan hal tersebut, ada saja yang masih goyah pada keputusan memiliki anak. Perlu waktu bertahun-tahun lamanya untuk benar-benar siap memomong anak. Apalagi jika masih ada hal-hal yang ingin dikejar di luar fokus keluarga. Prestasi, posisi kerja, pengalaman, kematangan mental, atau bahkan finansial yang tinggi.
Memiliki Anak Adalah “Proyek” Berkepanjangan. Perencanaan yang Matang Justru Akan Membuatnya Sedikit Lebih Ringan
Di balik semua rasa mantap atau juga keraguan tersebut, yang penting yakinilah keputusan Anda dan suami dengan pemikiran matang dan rasional. Sesuaikan pula dengan situasi dan kondisi saat ini. Memiliki anak adalah “proyek” seumur hidup. Oleh karenanya, segala resiko tidak mungkin dihindari. Tanggung jawab pun harus selalu diemban. Di artikel Ledisia.com ini, semoga Ledis dan pasangan semakin menyadari perencanaan kehamilan yang matang sebagai solusinya.
Apa yang seringkali membuat peran orang tua ternyata jadi sulit?
Ada masanya nanti, anak sulit diberitahu – via lepotaizdravlje.rspersi
Sebenarnya, menjadi orang tua itu benar-benar menyenangkan. Bayangkan ketika Anda dan suami menginginkan kehadirannya di rumah, namun perlu usaha yang cukup keras untuk mendapatkannya! Pada suatu hari yang tak diduga, Anda merasakan mual dan buru-buru mengambil testpack. Dua garis berwarna merah memberi kabar bahwa Anda sedang hamil saat itu juga. Usai mengandung sembilan bulan, Anda pun melahirkan seorang bayi yang lucu dan sehat.
Menjadi ayah dan ibu baru terasa semakin sulit karena adanya tuntutan waktu dan tenaga berlebih untuk dicurahkan pada si bayi. Otomatis waktu istirahat dan bersenang-senang semakin sedikit. Tidak hanya waktu saja. Hampir semua orang tua mengalami masalah finansial, minimnya dukungan emosional dari lingkungan, pelatihan, atau persiapan untuk merawat anak yang tepat. Kadang ada rasa bersalah juga karena pengetahuan merawat dan menjaga anak belum cukup luas. Sementara mungkin saja Anda sendiri punya permasalahan lain yang sama pentingnya. Dilema, bukan?
Memiliki anak memang benar akan membawa perubahan besar dalam hidup. Khususnya pada wanita, tanggung jawab lebih banyak dibebankan padanya dibandingkan pada laki-laki. Sedangkan sang suami bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan finansial keluarga. Oleh karenanya, tak sedikit wanita memilih mengalah dan meninggalkan profesi demi tumbuh kembang sang bayi. Profesi wanita karir rela dilepas dan berubah menjadi ibu rumah tangga, sebuah profesi yang tidak memerlukan gaji dan jenjang karir. Ya, pengorbanan semacam inilah yang sering ditemui pada sejumlah wanita.
Namun bukan berarti pria tidak banyak berkorban. Setelah memiliki bayi, biasanya pria lebih giat mencari uang. Sekaligus juga, tetap memiliki waktu untuk memperhatikan sang bayi. Kesadaran untuk giat mencari uang itu sendiri dikarenakan hadirnya anggota keluarga baru dan memungkinkan anggaran tambahan. Belum lagi dengan biaya listrik, sewa rumah, air, berbagai asuransi, hingga angsuran kredit keluarga yang belum terlunasi.
Bagi yang telah menjalani kehidupan orang tua baru semacam itu, tentunya tidak akan memungkiri resiko dari memiliki anak. Perasaan susah dan tidak menyenangkan juga tidak mungkin tidak dialami.
Tapi dengan kesadaran hati, inilah pengorbanan yang menurut mereka akan menyenangkan hati. Pengorbanan yang bermanfaat demi masa depan si kecil dan keluarga di masa depan.
Memiliki anak adalah realitas yang harus disadari konsekuensinya. Dengan perencanaan matang, segala resiko bisa menjadi lebih ringan.
Membuat rencana matang – via venusbuzz.com
Anda yang pernah membaca artikel ini, tentu sudah berpikir betul bahwa memiliki anak tidak sebatas kata “siap”. Ada banyak resiko, mulai dari mental, profesi, waktu, tenaga, hingga finansial. Tapi, tidak perlu takut terhadap semua itu. Semua yang perlu Anda dan suami lakukan adalah melakukan perencanaan sejak dini. Beruntunglah jika Anda dan suami baru saja menikah dan belum mempunyai anak. Karena perencanaan yang matang bisa segera dimulai sejak awal, sejak merencanakan kehamilan. Tapi bukan alasan juga untuk tidak membuat perencanaan bagi yang telah memiliki anak sebelumnya.
Untuk memulai perencanaan ini, tidak usah fokus memikirkan susah dan ribetnya memiliki anak. Pertanyaan berikut ini dapat membantu agar perencanaan memiliki anak antara Anda dan suami bisa berjalan tetap dalam jangka panjang.
Apakah Anda dan suami akan sepakat menyisakan waktu untuk kepentingan keluarga? Misalnya, waktu untuk Anda dan suami meningkatkan hubungan dan merencanakan kehamilan. Ke depannya, waktu ini pulalah yang digunakan untuk memperhatikan sang buah hati.
Apa saja yang membuat Anda dan suami senang saat memiliki bayi? Apa pula yang membuat Anda tak senang memiliki bayi? Dengan mengetahui keduanya, Anda dan suami akan mencari cara yang adil untuk mengatasinya. Tak terkecuali, soal giliran waktu mengasuh bayi.
Bagaimana Anda dan suami mengapresiasi pengasuhan yang dulu pernah dirasakan? Apakah ada yang berjalan kurang baik? Jika ada, rencanakanlah hal lain agar tidak berujung negatif pada sang buah hati.
Pesan atau nasehat apa saja yang pernah diterima agar menjadi orang tua yang baik?
Yang terakhir, apa yang dirasakan saat menjawab semua pertanyaan tersebut? Antusias mencari solusinya atau berat hatikah?
Selepas membaca artikel ini, Anda tak perlu gusar lagi mendengar pertanyaan orang tentang memiliki momongan. Lebih-lebih, kalau mereka datang dan menakuti dengan banyak pernyataan tentang susahnya memiliki anak.
Katakan saja pada mereka bahwa Anda dan suami sudah memiliki perencanaan matang dan ini adalah rahasia berdua saja!
Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan? via www.websitesolutionsindia.in
Ledisia.com – Buat Anda yang sudah menikah, pasti sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan momongan. Rasanya, keluarga kecil Anda akan semakin hidup lagi dan Anda pun punya “mainan” baru di rumah. Tak mengherankan apabila pertanyaan “Berapa lama lagi saya bisa hamil?” kerapkali melintas hilir mudik di pikiran Anda.
Sayangnya, tidak ada yang bisa memperkirakan dengan pasti kapan seseorang bisa segera memiliki momongan setelah hubungan seksual pertamanya. Walaupun Anda dan suami sudah sangat bekerja keras demi mewujudkan kehamilan, kapan Anda hamil pun perkara hanya Tuhan yang akan tahu pasti waktunya. Sedangkan itu, umur Anda akan terus bertambah seiring waktu.
Namun berdasarkan data yang tim Ledisia.com dapatkan dari situs babycenter.com, mayoritas pasangan bisa mendapatkan kehamilan dalam waktu tiga bulan setelah berhubungan seksual. Jangka waktu itu sendiri bisa menjadi lebih lama apabila usia Anda lebih tua, memiliki kebiasaan yang tidak ramah dengan kesuburan (seperti merokok atau minum alkohol), dan memiliki kondisi yang merusak kesuburan.
Kebanyakan pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, juga memiliki kecenderungannya masing-masing sampai dikatakan positif hamil. Data berikut, misalnya:
30% hamil dalam siklus pertama (sekitar satu bulan)
59% hamil dalam waktu tiga siklus (sekitar tiga bulan)
80% hamil dalam waktu enam siklus (sekitar enam bulan)
85% hamil dalam waktu 12 siklus (sekitar satu tahun)
91% hamil dalam waktu 36 siklus (sekitar tiga tahun)
93-95% hamil dalam waktu 48 siklus (sekitar empat tahun)
Jika dalam hitungan tahun Anda belum mendapati kehamilan juga, segera berkonsultasilah dengan seorang spesialis kandungan dan kesuburan. Meskipun Anda tak pernah lelah untuk mencoba hamil, tetapi kalau Anda memang memiliki masalah kesuburan, bukanlah lebih baik untuk segera mendapatkan bantuan daripada harus membuang waktu-waktu Anda yang berharga? Apalagi jika Anda telah berusia 35 tahun ke atas. Waktu akan terus berjalan dan usia Anda pun akan terus bertambah. Inilah alarm tepat bagi Anda untuk cepat-cepat mengatur janji dengan spesialis jika Anda tidak kunjung hamil dalam waktu enam bulan.
Sekitar 80-90% dari pasangan suami istri bisa hamil secara alami. 10% akhirnya didiagnosis dengan infertilitas. Sekitar 93-95% dari pasangan mungkin bisa hamil secara alami jika mereka mencoba cukup lama. Sayangnya, hanya beberapa saja di antara mereka yang memilih mencari bantuan daripada menunggu untuk mencari tahu.
Diagnosis Anda tidak subur sendiri, secara sederhana diartikan sebagai satu tahun mencoba hamil pada wanita berusia di bawah 35 tahun atau enam bulan mencoba pada wanita usia 35 tahun atau lebih, dan keduanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Setelah adanya diagnosis tersebut, pasangan yang didiagnosis tidak subur tersebut akan mendapatkan sejumlah bantuan atau manajemen agar dapat sesegera mungkin mendapatkan kehamilan. Jika masih tidak berhasil, biasanya pilihan yang ditawarkan adalah sumbangan sperma, surrogacy, atau adopsi.
Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?
Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan? via aws-dist.brta.in
Semakin usia Anda bertambah, semakin lama pula bagi Anda untuk hamil. Ini karena kualitas telur Anda akan cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, telur-telur tersebut sudah ada bersama Anda semenjak Anda lahir lo! Dengan demikian, semakin sedikit dari telur-telur tersebut yang dapat bergabung dengan sperma dan tubuh menjadi bayi sehat. Menariknya, tingkat kesuburan pria tidak akan menurun sebelum usianya mencapai 50 tahun.
Setelah setahun mencoba, ada sekitar 86% wanita subur yang sehat dan berusia awal 20 tahunan akan hamil. Tingkat kehamilan menurun menjadi sekitar 63% pada wanita sehat berusia awal 30 tahunan. Dan pada wanita sehat berusia awal 40 tahunan, tingkat kehamilan turun menjadi 36%. Sedangkan mereka yang berusia 45, hampir 0% kesempatan untuk bisa hamil.
Kapan Anda Hamil Memang Perkara Anugerah Tuhan. Tapi Jika Selalu Berusaha, Kehamilan Anda Mungkin Disiasati Lebih Cepat
Hamil lebih cepat, kenapa tidak?
Ya, Anda bisa hamil lebih cepat tanpa perlu menunggu usia Anda semakin bertambah lagi. Lalu, bagaimana caranya?
1. Cari tahu kapan Anda akan berovulasi
Cari tahu kapan Anda akan berovulasi via www.desiherbal.com
Anda hanya bisa hamil saat Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium Anda) atau ada pada masa subur. Ada beberapa metode berbeda yang dapat Anda coba untuk membantu menentukan kapan Anda akan berovulasi. Dengan kalender ovulasi, salah satunya.
2. Waktu seks dan ovulasinya
Waktu seks dan ovulasinya via notihoy.com
Studi menunjukkan bahwa pasangan yang menjadwalkan hubungan seks bertepatan dengan ovulasi, akan hamil lebih cepat. Sedangkan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah dari dua sampai tiga hari sebelum ovulasi selama masa siklus Anda. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan dari pasangan yang melakukan hubungan seksual pada masa subur memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil. Bahkan kemungkinan peluang untuk hamil bisa naik hingga 30-91%.
3. Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan
Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan via drsuelab.com
Selagi Anda mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan tubuh Anda untuk kehamilan nantinya. Kesehatan tubuh dan organ reproduksi Anda dan suami Anda pula, menjadi faktor penting dalam kesuburan. Bila perlu, ambillah jadwal pemeriksaan dengan dokter untuk sekedar berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan dan kandungan. Berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol berlebih, dan jumlah kafein yang tinggi. Pelajari dan konsumsi nutrisi untuk kesuburan dan kehamilan Anda, serta dapatkan berat badan yang sehat untuk menunjang kesuburan Anda.
Ya. Kapan Anda dan suami bisa menimang momongan memang perkara rahasia dan anugerah dari Yang Maha Esa.
Tapi, bukankah manusia tetap harus berusaha demi mencapai impiannya?
Tanpa usaha yang rajin dan kompak antara Anda dan suami, tentunya impian akan hanya jadi sekedar mimpi. Percayalah, mendengar tangis bayi dalam istana Anda tinggallah sebentar lagi!