Ledisia.com – JAKARTA – Memasuki umur 30 tahun , sejumlah wanita yang mana mulai khawatir mengenai kemungkinan untuk hamil kemudian miliki anak. Kesuburan sendiri cenderung turun seiring bertambahnya usia.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa wanita berumur 30-an masih mempunyai kesempatan yang digunakan baik untuk hamil . Secara biologis, wanita memiliki cadangan sel telur yang mana mengecil seiring bertambahnya usia.
Sejak lahir, individu wanita memiliki sekitar satu jt sel telur, namun total ini berkurang setiap tahun. Di usia 20-an, kesempatan untuk hamil cukup tinggi sebab kualitas sel telur masih sangat baik.
Dilansir dari Medical News Today, Selasa (29/10/2024), namun, memasuki umur 30-an, kualitas juga kuantitas sel telur mulai mengalami penurunan secara bertahap, khususnya pasca usia 35 tahun.
Peluang Hamil di area Umur 30-an
Secara umum, wanita umur 30 hingga 34 tahun masih miliki kesempatan hamil sekitar 20-25 persen per siklus menstruasi. Artinya, meskipun mungkin saja membutuhkan sedikit lebih tinggi banyak waktu daripada usia 20-an, prospek untuk hamil masih cukup besar.
Bahkan dalam umur 35 hingga 39 tahun, berbagai wanita yang digunakan berhasil hamil secara alami, meskipun peluangnya sedikit mengecil menjadi sekitar 15-20 persen per siklus.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Seiring bertambahnya usia, wanita yang digunakan hamil dalam umur 30-an miliki beberapa risiko yang dimaksud tambahan tinggi dibandingkan dengan merek yang mana hamil di tempat usia lebih lanjut muda. Beberapa risiko yang disebutkan meliputi:
Jerawat memang bisa menyerang siapa saja. Bahkan gak hanya remaja lho, bayi hingga mereka yang sudah berusia matang pun masih kerap memiliki jerawat sebagai masalah utama. Faktor hormonal memang bisa jadi penyebab jerawat nomor wahid. Gak heran, ibu hamil pun rawan terjangkit si tonjolan merah ini.
Hai Ibu Hamil, Jangan Buru-buru Obati Jerawatmu dengan Obat Kimia Tinggi. Ada 13 Tips Sederhana yang Bisa Dilakoni!
8. Jangan memegang wajah dengan tangan telanjang. Debu dan kotoran di jari bisa membuat jerawat kian meradang.
Jangan memegang wajah dengan tangan telanjang via grid.mk
Jari-jari tangan merupakan tempat berkumpulnya debu dan kotoran. Tanpa sadar, kuman dan kotoran mudah berpindah dari barang-barang yang kita pegang ke wajah. Tidak mencuci tangan dengan sabun antiseptik dan langsung memegang wajah bisa menjadi penyebab utama jerawat tumbuh subur di sana.
Makanya, pastikan kamu tidak sembarangan menyentuh mukamu dengan tangan yang kotor, ya. Bila hendak menyentuh wajah, pastikan tanganmu sudah bersih terlebih dulu. Hindari juga menyentuh jerawat yang sudah ada dengan tanganmu, karena hal itu bisa membuatnya makin menyebar.
9. Jangan menggaruk atau mengeluarkan isi jerawat seenak hati. Kebiasaan buruk ini justru membuat si tonjolan merah gak segera pergi.
Jangan menggaruk atau mengeluarkan isi jerawat via www.hellodoctor.co.za
Jerawat memang menyebalkan. Saking geramnya, tanpa sadar kita sering menggaruk atau bahkan memencet jerawat. Padahal kebiasaan buruk ini sama sekali tidak membantu untuk membasmi jerawat. Jerawat yang ada justru makin parah. Selain itu, memencet jerawat secara paksa bisa menimbulkan bekas pada wajah, mulai dari flek hitam hingga bopeng dan berparut dalam.
10. Minum air putih 6-8 gelas hingga makan buah dan sayur sehat perlu dijadikan kebiasaan. Kegiatan ini akan membuat jerawat bisa segera menghilang.
Minum air putih 6-8 gelas sehari via naukawpolsce.pap.pl
Salah satu cara supaya jerawat bisa segera hilang adalah dengan cara proses regenerasi kulit dari dalam. Regenerasi bisa berjalan sempurna jika kita memenuhi mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu contoh mineral yang mempercepat proses regenerasi adalah air putih. Usahakan untuk selalu memenuhi kebutuhuan air puith tiap hari dan minum sampai 6 hingga 8 gelas per hari.
Selain air putih, kamu juga bisa mengonsumsi buah dan sayur sehat yang mengandung banyak vitamin baik yang berguna untuk menunjang kesehatan kulit. Misalnya saja vitamin A yang terkandung pada tomat dan wortel, ikan laut dan vitamin E dari kacang hijau, minyak zaitun, dan biji bunga matahari. Selain permasalahan jerawat yang bisa teratasi, mengonsumsi sayuran dan buah sehat tentu juga akan berpengaruh baik untuk si calon buah hati.
11. Make up memang perlu untuk menunjang penampilan. Kamu bisa memilih yang menggunakan air sebagai bahan dasar.
Make up berbahan dasar air via www.beautyscript.com
Bagi kaum wanita, make up memang dibutuhkan untuk menunjang penampilan—gak terkecuali untuk para ibu hamil. Bumil tentu ingin tampil menawan setiap harinya. Namun, terkadang tanpa disadari make up juga bisa menjadi pemicu jerawat yang utama.
Untuk mengantisipasi masalah ini, kamu bisa menggunakan make up yang cocok untuk kulit wajah. Dianjurkan juga untuk memilih kosmetik yang berbahan air, non-acnegenic, dan juga non-comedogenic. Setelah menggunakan make up seharian, jangan lupa untuk selalu membersihkan sisa make up hingga tuntas, ya.
12. Ibu hamil memang mudah untuk merasa kegerahan. Kamu perlu mengikat rambut supaya gak menempel di wajah dan membuat jerawat makin meradang.
Ikat rambut tiap kali merasa kegerahan via www.disneybabble.com
Ketika sedang mengandung, ibu hamil mudah merasa kepanasan. Keringat bisa menetes dari rambut dan menempel di wajah. Hal inilah yang bisa menempel dan menyumbat pori-pori. Bahkan, rambut yang terkena keringat dan debu bisa menyakiti jerawat yang sudah ada dan membuatnya makin meradang. Jika kamu gak mau hal ini terjadi sebaiknya ikat rambutmu supaya tak menyakiti jerawat di bagian wajah.
13. Debu dan kotoran bisa menempel di sprei dan selimutmu. Ganti secara berkala supaya gak menimbulkan jerawat baru.
Ganti sprei dan selimut secara berkala via www.maminuklubs.lv
Debu, kotoran, serta polusi bisa menjadi penyebab jerawat baru. Kotoran yang menempel di wajah bisa menutup pori-pori kulit dan menghasilkan jerawat. Selain debu dan kotoran yang terbawa dari angin, mereka juga bisa menempel di sprei, sarung bantal, guling, dan selimut.
Oleh sebab itu, sebaiknya ganti mereka secara berkala. Ketika sedang tidur malam, muka dengan mudah bergesekan dengan kain sprei sehingga hal ini bisa memperparah atau bahkan menimbulkan jerawat baru.
Sekarang, kamu sudah tahu kan bagaimana cara memberantas jerawat pada ibu hamil? Semoga artikel ini bermanfaat ya, Ledis!
Ledisia.com – Jerawat memang bisa menyerang siapa saja, Ledis. Gak hanya remaja, bayi hingga mereka yang sudah berusia matang pun masih kerap memiliki jerawat sebagai masalah utama. Faktor hormonal memang bisa jadi penyebab jerawat nomor wahid. Gak heran, ibu hamil pun rawan terjangkit si tonjolan merah ini.
Hai Ibu Hamil, Jangan Buru-buru Obati Jerawatmu dengan Obat Kimia Tinggi. Ada 13 Tips Sederhana yang Bisa Dilakoni!
Apakah saat ini kamu sedang mengalami permasalahan serupa? Jangan buru-buru obati jerawatmu dengan bahan kimia tinggi ya, karena bisa berbahaya bagi perkembangan calon buah hati. Berikut ada tips sederhana yang bisa kamu lakukan.
1. Hindari menggunakan obat jerawat dengan bahan kimia tertentu. Karena ini bisa membahayakan perkembangan si buah hati.
Hindari menggunakan obat jerawat via www.mirror.co.uk
Menurut riset dokter, bahan kimia tertentu bisa membahayakan perkembangan janin yang masih di dalam kandungan. Contohnya saja accutance bisa menyebabkan cacat pada lahir.
Kemudian zat retinol yang mengandung terlalu banyak vitamin A juga gak baik untuk perkembangan janin. Bahkan, zat-zat penghilang jerawat yang biasanya sering ditemukan pada obat jerawat seperti beta-hydroxy acid (BHA), Salicylic acid, benzoyl peroxide bisa menyerap ke pori-pori kulit dan belum terbukti aman untuk janin.
Gak cuma obat jerawat berbahan kimia tinggi yang berbahaya bagi bayi, metode medis untuk penghilangan jerawat pun gak dianjurkan. Contohnya saja metode laser dan chemical peeling bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi bayi. Sebaiknya sebelum memberi obat jerawat atau metode medis, kamu konsultasikan dulu ke dokter ahli.
2. Cuci wajah 2 kali sehari wajib hukumnya. Pastikan juga kamu menggunakan facial wash yang sesuai dengan kulit muka.
Cuci wajah 2 kali sehari via www.sheknows.com
Cara paling mudah untuk meminimalisir pertumbuhan jerawat di wajah adalah dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri. Jerawat muncul karena pori-pori kulit yang membuka dan mengeluarkan minyak serta keringat. Apalagi ketika sedang hamil, kamu akan lebih mudah terasa gerah sehingga keringat pun juga akan lebih mudah muncul.
Kamu bisa mengantisipasinya dengan cara mudah, yaitu dengan mencuci wajah dengan facial wash yang sesuai dengan kondisi kulit. Namun, pastikan jangan terlalu sering ya, terlalu sering mencuci wajah akan membuat kondisi kulit kering dan menumpuknya sel kulit mati yang menyumbat pori-pori. Pastikan kamu mencuci muka dengan facial wash cukup 2 kali sehari kemudian keringkan dengan menggunakan tissue.
3. Sering keramas perlu dilakukan 2 hari sekali. Hal ini bisa mengurangi minyak berlebih di kulit kepala.
Keramas 2 hari sekali via www.grazia.nl
Selain pori-pori kulit wajah yang gampang berminyak dan berkeringat, ketika sedang kepanasan pori-pori kulit kepala juga akan mengalami hal serupa. Selain ketombe, gatal, iritasi, jerawat juga mudah muncul dengan kondisi kulit kepala yang berminyak.
Kamu bisa menggunakan mencuci rambut paling tidak 2 hari sekali, jangan tunggu hingga rambut berbau atau kulit kepala terasa gatal. Bahkan, mencuci rambut tiap hari boleh saja kok jika kamu memang memiliki kulit kepala yang mudah berminyak.
4. Hati-hati ketika menggunakan kondisioner di tahap terakhir. Zat silikonnya bisa menyebabkan jerawat mampir.
Hati-hati ketika menggunakan kondisioner via www.sheknows.com
Kondisioner memang biasa digunakan para wanita untuk membuat rambut terasa lebih lembut. Namun, hati-hati ledis karena kondisioner mengandung silikon. Memang zat ini baik karena bisa membuat rambut makin berkilau. Namun, jika terpapar di kulit bisa menyebabkan jerawat. Untuk mengantisipasinya, basuh punggung dengan sabun mandi dan air bersih sekali lagi supaya zat silikon dari kondisioner tak menempel di kulit punggung.
5. Rajin konsumsi makanan yang mengandung B6 harus dilakoni tiap hari. Ini salah satu cara agar jerawat segera pergi.
Konsumsi makanan yang mengandung B6 via www.realdietmeal.com
Sudah bukan rahasia lagi jika vitamin B6 memang ampuh menutrisi kulit. Vitamin B6 yang biasa disebut peridoksin ini bisa membantu mengurangi peradangan pada jerawat. Kamu bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B6. Biasanya B6 ada pada beras, pisang, telur ayam, daging, kentang, ayam, dan brokoli. Konsumsi teratur supaya jerawat yang meradang bisa segera kempes.
6. Olahraga atau senam ibu hamil harus dimasukkan ke agenda. Kegiatan satu ini membuat sirkulasi darah tetap terjaga.
Senam ibu hamil via www.huffingtonpost.com
Olahraga atau senam ibu hamil memang sangat dianjurkan. Dengan secara berkala mengikuti kelas senam ibu hamil maupun melakukan olahraga akan membuat sirkulasi darah tetap lancar. Hal ini membuat pori-pori kulit gak akan tersumbat sehingga segera bebas dari jerawat.
7. Gunakan oil absorbing microfiber cloth untuk membersihkan wajah, hal ini bisa membantu mengatasi kulit muka yang berminyak.
Gunakan oil absorbing microfiber cloth via locari.jp
Ritual membersihkan wajah memang sangat diwajibkan jika kamu ingin terhindar dari jerawat. Namun, sebenarnya ada beberapa trik sederhana juga yang harus diterapkan. Misalnya saja kamu perlu menggunakan kapas atau sponge yang hanya sekali pakai ketika membersihkan wajah maupun saat mengaplikasikan make up. Atau kamu juga bisa menggunakan oil absorbing micro-fiber cloth yang bisa menyerap keringat dengan cepat. Hal ini bisa memelihara kebersihan wajah dan menghindarkan dari kotoran yang mungkin saja menempel pada alat make up.
Ledisia.com – Salah satu prasyarat mencapai kehamilan dan melalui masa kehamilan yang sukses adalah dengan selalu berhati senang. Pikiran negatif dari diri sendiri atau orang lain, walau sedikit saja, bisa sangat berefek pada pikiran.
Sayangnya, banyak sekali orang usil di sekitar Anda yang tanpa sengaja menyampaikan hal-hal konyol dan mengesalkan. Tingkah laku mereka kadang terlalu kepo, bahkan ada juga yang terkesan mengatur macam-macam. Padahal, wanita hamil sangat sensitif lebih dari biasanya. Usik sedikit saja, mereka akan gusar layaknya induk kucing yang diganggu anaknya.
Daripada Bikin Wanita Hamil Mengamuk, Lebih Baik Jangan Keceplosan Menyebutkan Kata-Kata Berikut!
Dalam “kamus ibu hamil”, ada beberapa kata yang harus dihindari dari lingkungan (bahkan dari suami dan keluarga sekalipun). Kata-kata tersebut sangat terlarang untuk dikatakan karena dapat membuat sensitivitas dan stres wanita hamil naik berkali-kali lipat. Lalu apa saja itu?
1. Wow, kamu sangat kecil!
Dibilang kecil! via giphy.com
Jika wanita mendapati seseorang memberi komentar seperti ini, perasaan panik dan pikiran yang aneh-aneh langsung terlintas di benak ibu hamil. Mereka bisa saja secara spontan mencari di Google artikel-artikel tentang kehamilan, terutama yang berhubungan dengan berat tubuh yang rendah. Mereka penasaran,
“Apakah bayi saya nanti akan baik-baik saja dalam tubuh sekurus ini? Apakah si bayi akan lahir dengan tubuh yang normal kalau ibunya begitu kurus?”
2. Wow, kamu sangat besar!
Gemuk ya? Gapapa! via giphy.com
“Terserah kamu mau bilang aku apa! Nyatanya, aku memang besar dan di mana-mana orang hamil memang akan mengalami kenaikan berat badan!” batin si Ibu hamil dalam hati.
Ya, wanita memang sensitif jika dikatakan gemuk. Tapi sebaiknya tidak mengatakan itu jika kamu sudah tahu kalau dia sedang hamil.
3. Apakah ini kejutan?
Hah? via giphy.com
“Tidak, ini bukan kejutan! Saya sudah dewasa dan saya cukup pintar untuk merencanakan kehamilan,” sahut si Ibu hamil.
Setidaknya, ia tidak perlu memberitahukan pada orang-orang kepo yang penasaran apakah kehamilan itu benar-benar tidak direncanakan atau terjadi secara tidak sengaja (semacam kebobolan).
4. Bolehkah aku pegang perutmu?
Boleh gak ya? via giphy.com
“Sebenarnya, tidak sih. Tapi karena kamu bertanya, ya sudahlah sentuh saja walau saya agak kurang nyaman. Hehehe…”
5. Kamu ingin anak laki-laki atau perempuan?
Kasihtau gak ya? via giphy.com
“Yang jelas, saya sedang menginginkan seorang bayi. Bayi yang sehat saja sudah cukup!”
Bukankah jenis kelamin hanya bisa ditentukan oleh Tuhan?
6. Tahukah kamu? Ini benar-benar 10 bulan!
Waw, lama banget! via giphy.com
Ketika ada orang yang benar-benar seperti mengamati dan menghitung berapa lama waktu kehamilan Ledis, bukankah ini begitu menyebalkan? Seakan-akan merekalah yang menjalani kehamilan ini. Hemmm…
7. Sebenarnya, ketika saya dulu hamil…
Dengarkan nasehat saya, ya! via giphy.com
“Hey, di dunia ini bukan kamu saja yang hamil. Kamu tidak bisa membandingkan kehamilanmu dengan kehamilan orang lain, tentu saja. Jangan menakut-nakuti kami, dong!” ungkap si Ibu dengan kesal walau cuma di dalam hati.
8. Sudahkah kamu menyiapkan nama untuk si bayi?
Hmmm… via giphy.com
“Hmmm… Sebenarnya sudah sih. Tapi, aku tidak mau memberitahukannya daripada kamu malah bercerita tentang orang lain yang bernama sama dan keburukannya padaku. Jadi, aku akan menjawab belum ada!”
9. Kamu tidak boleh makan/minum ini itu pada saat hamil!
Gak boleh ini, gak boleh itu via giphy.com
“Seharusnya kamu tidak memberikan nasehat apapun pada wanita yang sedang hamil. Itu malah membuat kami stres dan tidak menikmati kehamilan kami. Kami bahkan kami jadi tidak tahu akan makan/minum apa setelah ini!”
Kalau sudah seperti ini, rasanya si wanita hamil ingin sekali mencekik leher orang yang melarang ini itu.
10. Gajah mengandung 22 bulan. Setidaknya kamu tidak perlu merasakan sesusah itu.
OK deh! via giphy.com
“Baiklah!”
*lalu pergi menjauh. Setidaknya orang tadi tahu kalau si ibu hamil juga bukanlah gajah berbelalai panjang*
11. Apakah kamu yakin kalau bayimu tidak kembar?
Huuuh… via giphy.com
“Ketika saya merasakan tendangannya, saya sih yakin bahwa anak saya tidak kembar. Tapi karena kamu punya indera keenam dan bisa menerawang, sepertinya saya akan langsung mengeceknya dengan USG atau scanning.”
Intinya, mungkin jangan terlalu memprediksi yang berlebihan pada ibu hamil.
12. Dari kelihatannya, aku jamin kamu…
Iyakah? via giphy.com
“Apakah kamu paranormal?”
13. Apakah kamu merencanakan menyusui?
Kepo deh! via giphy.com
“Terimakasih, ya sudah memperhatikan saya. Tapi sepertinya, saya tidak akan mendiskusikan hal seperti ini denganmu.”
14. Apakah kamu berencana keluar dari pekerjaan setelah melahirkan?
RAHASIA! via giphy.com
“Kamu benar-benar mengingatkan saya pada wanita di masa lalu yang cuma bisa bekerja di rumah dan di dapur. Lalu, saya harus berkomentar apa untukmu?”
15. Tidurlah sekarang karena nanti kamu tidak akan bisa tidur lagi.
Okay! via giphy.com
“Hmmm… Kalau begitu, berarti kamu sekarang sudah boleh mati karena kamu bisa tidur terus-terusan.”
16. Nikmatilah hidupmu selagi kamu masih bisa!
Aku paham kok! via giphy.com
“Aku sudah tahu soal ini. Tidakkah kamu lihat kalau sekarang perut saya membesar dan segalanya jadi lebih sulit?”
Sebaiknya, tidak perlu memberikan perkataan ambigu pada ibu hamil ya!
17. Apakah kamu berencana melahirkan secara alami (non caesar)?
Sssst! Diam! via giphy.com
“Kamu tidak usah khawatir. Aku bisa mengeluarkan semangka dari perut seukuran melon!”
Sekali lagi, jangan membuat panik dan waswas ibu hamil tentang sakitnya melahirkan. Plis, jangan bikin mereka stres saat hamil!
18. Aku pikir, kamu tidak ingin punya anak!
Apa? via giphy.com
“Iya, kamu benar. Sebenarnya, kami tidak ingin punya anak dan ini tidak disengaja!”
*Oh, come on! Kalian tidak usah sok tahu, ya!*
19. Semoga sukses! Persalinanku dulu sangat mengerikan!
Iya, tau! via giphy.com
“Oh, terimakasih ya sudah bercerita banyak. Tapi saya tidak akan sebodoh itu.”
20. Apakah kamu tidak terlalu muda/tua untuk memiliki bayi?
Enggak sama sekali! via giphy.com
“Apakah saya kelihatan seperti berusia 10 tahun?”
atau
“Apa saya sudah berkeriput dan renta?”
pasti terlintas di benak ibu hamil. *ambil sandal untuk dilempar*
21. Apakah kamu masih hamil?
Saya benar-benar maraaaah! via giphy.com
“Kamu sedang mengejekku karena aku masih sangat gemuk dan berpipi tembem? Arggghhh….”
*asah pisau*
Kelihatannya, 21 hal tadi terasa lucu dan sangat konyol ya ketika dibaca? Tapi, percayalah! Jangan sekali-kalipun bermain-main dengan ibu hamil kalau Anda tidak mau menanggung akibat seriusnya! Hihihi… *ketawa setan*