Blog

  • Atasi Penyakit Pernafasan, 17 Negara Bahas Solusi Terbaik

    Atasi Penyakit Pernafasan, 17 Negara Bahas Solusi Terbaik

    Ledisia.com – JAKARTA – GSK menyelenggarakan rapat RespiVerse tahunan ketiga pada 13 juga 14 Desember dalam Bangkok, Thailand. Pertemuan ini mempertemukan para pakar internasional ternama kemudian tenaga kebugaran dari 17 negara untuk mengeksplorasi tantangan global yang tersebut mendesak pada penyakit pernapasan, dengan fokus pada solusi inovatif serta strategi kolaboratif untuk memajukan kebugaran pernapasan di dalam seluruh dunia.

    GSK bekerja serupa dengan dokter spesialis kemudian ahli dari seluruh dunia untuk menciptakan inisiatif unggulan yang bertujuan meningkatkan kualitas perawatan klinis dan juga hasil terapi baru bagi jutaan pasien dengan penyakit pernapasan.

    Merea mencoba meneliti juga mengembangkan vaksin, item biologis, serta obat inhalasi untuk mengatasi penyakit pernafasan seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), lalu Respiratory Syncytial Virus (RSV).

    “Kami coba memanfaatkan teknologi terbaru untuk mengatasi penyulut utama penyakit ini serta mengurangi perburukan, sehingga pasien mendapatkan hasil perawatan yang tersebut lebih besar baik kemudian kualitas hidup yang digunakan lebih lanjut sehat,” kata Dr. Gur Levy, Lokal Medical Lead of Biologics Emerging Market GSK pada rilisnya belum lama ini.

    Pertemuan RespiVerse tahun ini menghadirkan pembicara kemudian partisipan internasional terkemuka dari berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, Amerika Tengah, dan juga lainnya. Acara ini mengintegrasikan sains, teknologi, kemudian keahlian untuk mengidentifikasi tantangan klinis utama pada bidang pernapasan.

    Tujuannya adalah untuk mengembangkan konten ilmiah di rangka memperluas pengetahuan dan juga meningkatkan praktik profesional dokter paru dalam Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika, juga Amerika Latin. Panel ahli akan mengeksplorasi empat patologi pernapasan utama yakni asma sedang, asma berat, PPOK, serta RSV.

    “Pencegahan adalah kunci di kondisi tubuh masyarakat, khususnya untuk mengatasi penyakit pernapasan seperti RSV, yang dimaksud lebih besar rutin terjadi dan juga berbahaya dibandingkan flu, “ucapnya.

    Di GSK, ucapnya juga berazam untuk mengembangkan perubahan vaksin guna melindungi kelompok rentan, khususnya lansia kemudian mereka itu yang digunakan memiliki kondisi medis seperti asma, PPOK, diabetes, kemudian penyakit jantung, dari risiko kebugaran penting akibat RSV.

    “Dengan memprioritaskan pencegahan, kami bertujuan untuk mengempiskan beban RSV kemudian membantu terciptanya komunitas yang mana lebih lanjut sehat dalam seluruh dunia, khususnya di menghadapi populasi global yang digunakan semakin menua,” ujar Dr. Arnas Berzanskis, VP & Wilayah Medical Affairs Head – Vaccines di area GSK.

    Para pakar kondisi tubuh warga menyatakan kegelisahan terhadap risiko penting RSV pada populasi lanjut usia (lansia) kemudian individu dengan penyakit penyerta. Di Indonesia, jumlah keseluruhan lansia terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup, dengan prediksi mencapai 14,6% dari total populasi pada tahun 2030.

  • Studi: Minum Kopi di area Waktu Pagi Hari Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini

    Studi: Minum Kopi di area Waktu Pagi Hari Bisa Kurangi Risiko Kematian Dini

    Ledisia.com – JAKARTA – Minum kopi pada pagi hari dapat menghurangi risiko kematian dini, dibandingkan dengan meminumnya sepanjang hari atau di tempat waktu lain. Temuan ini berdasarkan sebuah penelitian baru yang tersebut diterbitkan pada European Heart Journal.

    Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Lu Qi, Ketua Terhormat HCA Regents juga profesor dalam Sekolah Kesejahteraan Publik lalu Kesehatan Tropis Celia Scott Weatherhead di area Universitas Tulane, New Orleans. Dr. Qi menyebutkan bahwa penelitian ini adalah yang digunakan pertama menguji hubungan antara pola waktu konsumsi kopi juga dampaknya pada kesehatan.

    “Kami biasanya tiada memberikan saran tentang waktu minum kopi pada panduan diet, tetapi mungkin saja kami harus memikirkannya di area masa mendatang,” kata Dr. Qi dilansir dari Times of India, Hari Minggu (12/1/2025).

    Para peneliti menganalisis data dari 40.725 orang dewasa berusia 18 tahun ke menghadapi yang tersebut menjadi partisipan Survei Pemeriksaan Kesejahteraan lalu Gizi Nasional (1999-2018). Angka diet lalu kemampuan fisik para kontestan mencakup rincian asupan makanan dari hari sebelumnya.

    Sementara itu, waktu konsumsi kopi dikategorikan menjadi tiga periode. Di antaranya adalah pagi (04.00–11.59 WIB), siang (12.00–16.59 WIB), lalu di malam hari (17.00–03.59 WIB).

    Setelah periode langkah lanjut selama hampir 10 tahun, ditemukan 4.295 kematian akibat berbagai penyebab, termasuk 1.268 kematian akibat penyakit kardiovaskular juga 934 akibat kanker. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi kopi di area pagi hari terkait dengan risiko kematian dini yang tersebut tambahan rendah.

    Risiko kematian dini berkurang 16 persen untuk semua penyebab. Risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular berkurang hingga 31 persen. Sebaliknya, konsumsi kopi sepanjang hari bukan memberikan pengurangan risiko yang tersebut signifikan.

    Manfaat konsumsi kopi pagi berlaku untuk berbagai jenis kopi, baik berkafein maupun tanpa kafein. Jumlah kopi yang digunakan dikonsumsi juga tidak ada berpengaruh signifikan, baik itu kurang dari satu cangkir atau lebih lanjut dari tiga cangkir per hari, hasilnya tetap saja sama.

  • Studi: Jalan Kaki 5.000 Langkah Sehari Kurangi Risiko Depresi

    Studi: Jalan Kaki 5.000 Langkah Sehari Kurangi Risiko Depresi

    Ledisia.com – JAKARTA – Studi terbaru menemukan bahwa jalan kaki 5.000 langkah sehari sanggup mengempiskan risiko depresi. Penelitian terbaru ini diterbitkan pada jurnal JAMA Network Open pada 16 Desember 2024.

    Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa semakin banyak langkah yang tersebut dijalankan seseorang, semakin rendah risiko gejala depresi . Bahkan, merek yang dimaksud berjalan hingga 7.500 langkah per hari mengalami penurunan gejala depresi hingga 42 persen.

    Dilansir dari Health Line, Hari Minggu (22/12/2024), selain itu, setiap tambahan 1.000 langkah per hari memberikan penurunan risiko depresi yang tersebut signifikan.

    David Merrill, MD, PhD, orang psikiater geriatrik dalam Providence Saint John’s Health Center, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas fisik dapat secara signifikan menurunkan risiko depresi.

    “Berjalan kaki adalah bentuk aktivitas fisik mudah yang digunakan dapat memberikan faedah besar bagi kemampuan fisik mental,” kata David.

    Penelitian ini merupakan meta-analisis dari 33 studi yang tersebut melibatkan tambahan dari 96.000 orang dewasa. Para peneliti menggunakan data jumlah total langkah harian yang mana dicatat dengan telepon pintar, pedometer, atau perangkat lain selama beberapa hari hingga satu tahun.

    Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang tersebut berjalan lebih banyak dari 7.000 langkah sehari memiliki risiko depresi lebih tinggi rendah dibandingkan dia yang berjalan lebih tinggi sedikit. Namun, para peneliti mengingatkan bahwa hubungan ini tidaklah membuktikan sebab-akibat secara langsung.

    Di sisi lain, studi ini miliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah kemungkinan bahwa orang dengan gejala depresi lebih lanjut ringan cenderung lebih lanjut bergerak berjalan akibat mereka merasa lebih tinggi baik.

  • Inilah yang mana Perlu Kamu Ketahui tentang Tiroid

    Inilah yang mana Perlu Kamu Ketahui tentang Tiroid

    Ledisia.com – JAKARTA – Tiroid merupakan sebuah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di area leher yang tersebut memiliki peran besar pada menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Aspek Kesehatan tiroid yang tersebut optimal menegaskan tubuh dapat mengatur metabolisme, suhu, energi, hingga kemampuan fisik mental Anda. Sayangnya, banyak orang tak menyadari pentingnya kemampuan fisik tiroid hingga gejala penting muncul.

    Tiroid menciptakan hormon yang digunakan mengontrol metabolisme tubuh. Jika hormon ini tiada seimbang, tubuh sanggup mengalami berbagai permasalahan kesehatan. Dua kondisi yang tersebut paling umum adalah hipotiroidisme – Ketika tiroid tiada cukup aktif, menyebabkan gejala seperti kelelahan, berat badan meningkat, juga depresi. Serta, hipertiroidisme – Ketika tiroid terlalu aktif, menyebabkan detak jantung cepat, penurunan berat badan yang mana tidaklah wajar, lalu gangguan tidur.

    Kondisi-kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup Anda secara signifikan jikalau tidaklah ditangani dengan benar. Terlebih di tempat berada dalam gaya hidup urban yang mana sibuk lalu serba instan, fungsi tiroid menjadi kunci untuk menjaga metabolisme tubuh, energi, kemudian produktivitas. Namun, gangguan tiroid rutin kali tidak ada disadari hingga dampaknya memengaruhi energi, suasana hati, berat badan, juga bahkan kesuburan.

    Kesadaran akan kebugaran tiroid dimulai dengan mengenali gejala-gejalanya. Beberapa tanda yang mana harus diwaspadai meliputi:

    ♦ Perubahan berat badan yang tiada wajar
    ♦ Rasa lelah berlebihan
    ♦ Kulit kering atau rambut rontok
    ♦ Perasaan cemas atau depresi yang dimaksud tidaklah terjelaskan

    Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, pemeriksaan tiroid sangat dianjurkan.

    Awal tahun adalah waktu terbaik untuk mengevaluasi kesehatan. Dengan layanan yang digunakan cepat, akurat, lalu nyaman, Prodia siap membantu resolusi sehatmu dalam tahun ini. Pemeriksaan tiroid di dalam Prodia akan membantumu tetap memperlihatkan on track dengan tujuan kesehatanmu.

    Jangan lewatkan kesempatan Promo SpesialWorld Thyroid Awareness Month berbentuk Panel Tiroid – Simbol Rupiah 750.000 Pemeriksaan ini dirancang untuk skrining, diagnosis serta pemantauan fungsi kelenjar tiroid atau ProHealthy Tiroid – Rupiah 1.550.000 Paket lengkap untuk mengetahui status kemampuan fisik secara keseluruhan serta memantau fungsi organ penting, termasuk fungsi hati, ginjal, gula darah, kolesterol, kemudian faktor lainnya yang dimaksud berkaitan dengan gangguan tiroid.

    Kunjungi Prodia terdekat atau buat janji online melalui WhatsApp Kontak Prodia 0855 1500 830atau program U by Prodia untuk pemeriksaan tiroid Anda hari ini. Bersama Prodia, mari kita tingkatkan kesadaran akan kemampuan fisik tiroid demi hidup yang dimaksud tambahan sehat juga bahagia!

  • Apakah Boleh Setiap Hari Minum Air Rebusan Daun Salam?

    Apakah Boleh Setiap Hari Minum Air Rebusan Daun Salam?

    Ledisia.com – JAKARTA Air rebusan daun salam telah dilakukan lama dikenal sebagai salah satu ramuan alami yang digunakan dipercaya mempunyai berbagai faedah kesehatan. Namun, apakah boleh mengonsumsinya setiap hari?

    Daun salam mengandung berbagai senyawa berpartisipasi yang mana bermanfaat untuk kesehatan, seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan juga minyak atsiri. Namun konsumsinya harus dijalankan dengan bijak.

    Apakah Boleh Setiap Hari Minum Air Rebusan Daun Salam?

    Aturan Minum Air Rebusan Daun Salam

    Sebaiknya konsumsi air rebusan daun salam tidaklah tambahan dari satu gelas per hari. Hal ini untuk menghindari akumulasi senyawa tertentu yang tersebut dapat berdampak negatif pada tubuh.

    Dilansir dari Times of India, Awal Minggu (13/1/2025), sebaiknya konsumsi rebusan daun salam tidak ada tambahan dari satu gelas per hari. Hal ini untuk menghindari akumulasi senyawa tertentu yang dimaksud dapat berdampak negatif pada tubuh.

    Gunakan daun salam segar atau kering yang tersebut bersih lalu bebas dari pestisida. Hindari daun yang tersebut telah layu atau berjamur. Jika Anda sedang di perawatan atau miliki kondisi kebugaran tertentu seperti diabetes mellitus atau gangguan ginjal, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi rebusan daun salam secara rutin.

    Berikut beberapa kegunaan konsumsi air rebusan daun salam untuk kesehatan.

    Manfaat Minum Air Rebusan Daun Salam

    1. Menurunkan Gula Darah

    Daun salam rutin digunakan oleh penderita penyakit gula lantaran dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Senyawa bergerak di area dalamnya bekerja meningkatkan sensitivitas insulin.

  • Sulit Membagi Waktu untuk Berolahraga? Simak Tips dari Aktris Fanny Ghassani

    Sulit Membagi Waktu untuk Berolahraga? Simak Tips dari Aktris Fanny Ghassani

    Ledisia.com – JAKARTA – Mengonsumsi makanan manis itu memang benar sangat tricky akibat apabila salah langkah akan menyebabkan adiksi dan juga tentunya tidak ada baik untuk tubuh. Kali ini, bersatu Host Agatha Suci juga Jeffry, sang ahli gizi Mikayla, juga aktris cantik juga fitness enthusiast Fanny Ghassani , kita akan mengkaji kemudian mengedukasi sama-sama tentang cara agar balance di mengonsumsi gula lalu kita tetap saja bisa jadi konsumsi makanan manis tetapi tubuh tetap saja sehat. Simak penjelasannya pada bawah ini!

    Snack Favorit Fanny Ghassani

    Siapa yang dimaksud bukan kenal Fanny Ghassani? Aktris cantik yang mempunyai body goals ini dikenal adalah orang fitness enthusiast. Untuk menjaga tubuhnya tetap memperlihatkan sehat, tentunya Fanny termasuk orang yang mana menjaga pola makannya. Ia mengaku adalah tipe orang yang rutin tidaklah makan ketika ingin berolahraga, terlebih lagi jikalau pada pagi hari.

    Meski begitu, aktris cantik yang dimaksud berusia 33 tahun ini termasuk orang yang mana makannya banyak. Karena faktanya, jikalau kita berolahraga dengan rutin, tubuh kita perlu menyimpan cadangan makanan pada tubuh agar kalori yang dimaksud terbakar ketika olahraga juga banyak. Snack Yava Bali adalah salah satu pilihan Fanny untuk ngemil. Bentuk kemasannya yang digunakan kecil memudahkan snack ini dibawa pada kantong ketika kita sedang berolahraga atau melakukan aktivitas sehari-hari. Snack ini juga telah mengandung gula ramah dan juga ber-Indeks Glikemik Rendah, jadi tentunya sangat aman untuk dikonsumsi.

    Apa Itu Skala Glikemik?

    Mikayla sang ahli gizi berkata Ukuran Glikemik itu seperti riding a roller coaster. Jika kita terus menerus mengonsumsi gula reguler serta tak memperhatikan takarannya, akan menyebabkan kadar gula kita naik besar juga Angka Glikemiknya tentunya akan sangat tinggi. Itulah mengapa kita perlu mengganti gula reguler dengan gula ramah.

    Gula ramah adalah gula yang mana mengandung bahan-bahan alami. Contoh dari gula ramah yaitu gula aren, gula lontar, gula kelapa, serta kurma. Gula ramah diketahui mengandung Ukuran Glikemik rendah juga mampu menimbulkan kita kenyang lebih tinggi lama. Dengan begitu, Angka Glikemik pada tubuh kita tidak ada akan naik mendadak secara drastis.

    Mikayla juga menyatakan nge-snack itu dapat menjadi game changer untuk badan kita, terlebih lagi yang mana sibuk beraktivitas seharian.

    Tips Berolahraga untuk Para Ibu yang mana Sulit Membagi Waktu

  • Waspada! Penyakit Akibat Konsumsi Gula Berlebihan dan juga Cara Memelihara Kadar Gula Tubuh

    Waspada! Penyakit Akibat Konsumsi Gula Berlebihan dan juga Cara Memelihara Kadar Gula Tubuh

    Ledisia.com – JAKARTA – Halo Happy Health! Kita semua pasti tahu apabila mengonsumsi gula secara berlebihan bukanlah hal yang tersebut bagus. Karena dampak dari hal yang dimaksud sangat mengandung risiko, pada antaranya menyebabkan penyakit penyakit gula tipe 2 ataupun gagal ginjal. Lalu, bagaimana cara agar kadar gula di tubuh tetap saja balance?

    Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi dengan Agatha Suci, Jeffry Thung, sang ahli gizi Mikayla, serta aktris cantik yang tersebut pastinya sudah ada bukan asing lagi Fanny Ghassani, akan mengedukasi kemudian sharing terkait cara menjaga kadar gula masih balance dengan olahraga juga makan makanan yang mana sehat.

    Awal Mula Fanny Ghassani Rutin Berolahraga

    Dengan profesinya sebagai aktris, Fanny Ghassani miliki jadwal yang mana padat lalu sibuk. Tetapi hal ini tidaklah menghalanginya untuk rutin berolahraga. Tentunya, sebagai manusia ia terkadang pernah merasa kurang tidur dikarenakan kesibukannya. Jika hal itu terjadi, ia tak akan memforsir dirinya untuk berolahraga.

    Fanny Ghassani mengaku mulai rutin berolahraga sekitar tahun 2014 sampai 2015. Awalnya ia berolahraga Muay Thai. Ia berkata jikalau ada waktu kosong akan mengisinya dengan berolahraga. Sampai ketika ia menikah, ia tetap saja rutin berolahraga sampai akhirnya pandemi. Mulailah ia berolahraga dengan bodyweight training, selain itu push up dan juga squat. Hingga akhirnya ia punya squat bar kemudian dumbbell dalam rumah agar olahraganya lebih lanjut bervariatif. Sejak pada waktu itu ia rutin mengunggah konten-konten berolahraga dalam Instagram.

    Fanny percaya energi itu mampu kita create seperti mindset. Misal ketika dalam pagi hari kita berolahraga, 15 jam kedepannya kita akan merasa semangat sepanjang hari lalu produktif. Menurut Fanny hal terpenting dari olahraga adalah sebuah konsistensi. Karena konsistensi merupakan hal yang tersebut sulit dijalankan ketika ingin rutin berolahraga.

    Fanny Ghassani Menghindari Daftar Makanan Ini

    Fanny Ghassani mengaku sangat menghindari mengonsumsi gula berlebihan, kopi-kopi yang tersebut manis, kemudian tepung-tepungan. Hal ini ia lakukan demi menjaga pola hidup yang tersebut lebih lanjut sehat. Makanan simpel yang digunakan sehat kemudian menjadi pilihan Fanny adalah Snack Yava Bali. Snack ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti gula lontar, gula aren, gula kelapa, lalu kurma.

    Gula-gula yang dimaksud mengandung Skala Glikemik yang digunakan rendah. Apa sih Skala Glikemik itu? Skala Glikemik adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah di tubuh.

  • Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Minum Susu? Hal ini Penjelasannya

    Apakah Penderita Asam Lambung Boleh Minum Susu? Hal ini Penjelasannya

    Ledisia.com – JAKARTA – Penderita asam lambung kerap kali mempertanyakan apakah merek boleh minum susu, mengingat makanan dan juga minuman tertentu dapat memicu gejala. Mulai dari mulas, perut kembung, serta rasa panas di dalam dada (heartburn).

    Susu , yang dikenal mempunyai sifat menenangkan, kerap dianggap sebagai solusi cepat untuk meredakan asam lambung. Namun, apakah ini benar-benar aman lalu efektif untuk penderita asam lambung?

    Dilansir dari Times of India, Selasa (24/12/2024), susu mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium, juga vitamin D yang bermanfaat untuk kesehatan. Namun, komposisi lemak pada susu bisa jadi menjadi perhatian bagi penderita asam lambung.

    Susu full cream atau penuh lemak misalnya, dapat memperlambat pengosongan lambung. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan pada otot sfingter esofagus bagian bawah (LES), sehingga asam lambung lebih lanjut mudah naik ke kerongkongan.

    Sedangkan susu rendah lemak atau tanpa lemak umumnya lebih lanjut aman bagi penderita asam lambung dikarenakan zat lemaknya rendah dan juga tiada terlalu memengaruhi LES.

    Pada awalnya, susu dapat memberikan efek menenangkan pada lambung sebab sifatnya yang mana sedikit alkali. Hal ini dapat membantu menetralkan asam lambung untuk sementara waktu.

    Namun, pasca beberapa saat, susu dapat merangsang produksi asam lambung tambahan banyak, khususnya jikalau diminum di jumlah keseluruhan besar. Namun, respons tubuh terhadap susu dapat berbeda-beda pada setiap orang.

    Beberapa penderita asam lambung kemungkinan besar merasa gejalanya membaik setelahnya minum susu, sementara yang mana lain justru mengalami peningkatan gejala.

  • Terungkap, 34 Persen Pelajar SMA di tempat Ibukota Alami Mental Health

    Terungkap, 34 Persen Pelajar SMA di tempat Ibukota Alami Mental Health

    Ledisia.com – JAKARTA – Penelitian terbaru yang dilaksanakan oleh Health Collaborative Center (HCC) dan juga Fokus Aspek Kesehatan Indonesia (FKI) sama-sama Yayasan BUMN melalui inisiatif Mendengar Jiwa Institute mengungkapkan fakta memprihatinkan tentang kondisi tubuh mental remaja pada Jakarta.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34% pelajar SMA di tempat Ibukota miliki indikasi permasalahan kondisi tubuh mental, dengan 3 dari 10 pelajar kerap menunjukkan perilaku marah serta cenderung berkelahi akibat gangguan mental emosional.

    Penelitian ini melibatkan pelajar SMA di tempat Jakarta, dengan pasukan peneliti yang tersebut dipimpin oleh Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, Peneliti Utama HCC, Bunga Pelangi, SKM, MKM, Direktur Inisiatif HCC, lalu Prof. Nila F. Moeloek, Direktur Eksekutif FKI.

    Menariknya, salah satu temuan penting adalah 10% pelajar SMA merasa rentan terhadap kondisi kebugaran mental mereka. Angka ini mencerminkan rendahnya kesadaran diri (self-awareness) remaja terhadap kebugaran mental, meskipun informasi terkait telah semakin meluas.

    Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi menegaskan, “Data temuan 34% risiko gangguan mental emosional ini merupakan indikasi serius tentang kondisi tubuh jiwa remaja di tempat kota besar seperti Jakarta.

    Angka ini dapat dijadikan prevalensi, tetapi yang tersebut lebih banyak penting adalah bagaimana hasil skrining ini menggambarkan indikasi gangguan emosional serta mental pelajar SMA di dalam Jakarta.

    Temuan ini lebih besar tinggi dibandingkan data atau hipotesis kajian-kajian sebelumnya. Kondisi ini perlu dianalisis lebih besar mendalam untuk memahami akar masalahnya,” terangnya,

    Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa self-awareness remaja terhadap risiko gangguan kondisi tubuh mental masih sangat rendah, meskipun informasi tentang kondisi tubuh mental semakin mudah diakses. Hal ini menjadi tanda awas bagi pihak terkait untuk meningkatkan edukasi lalu dukungan pada lingkungan sekolah.

    Hasil penelitian ini menjadi dasar pengembangan Inisiatif Zona Mendengar Jiwa, yang dirancang untuk memulai pembangunan sistem dukungan (support system), meningkatkan kesadaran, memberikan edukasi, juga menyediakan intervensi berbasis data.

    Program ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah serta perubahan sosial untuk menciptakan dampak nyata bagi kebugaran mental remaja, teristimewa pada institusi pendidikan.

  • Virus HMPV Terdeteksi di dalam Indonesia Sejak 2001, Gejalanya Batuk dan juga Demam

    Virus HMPV Terdeteksi di dalam Indonesia Sejak 2001, Gejalanya Batuk dan juga Demam

    Ledisia.com – JAKARTA – Virus Human Metapneumovirus (HMPV) dilaporkan telah dilakukan lama terdeteksi pada Indonesia yakni sejak 2001. HMPV umumnya menyebabkan gejala ringan seperti batuk, demam, juga hidung tersumbat, yang tersebut bisa jadi sembuh dengan perawatan sederhana.

    Kasus dengan gejala berat, seperti infeksi saluran pernapasan bawah termasuk pneumonia, sangat jarang terjadi. Berdasarkan data Cleveland Clinic 2023, hanya saja sekitar 5 persen hingga 16 persen anak yang digunakan terpapar HMPV mengalami komplikasi tersebut.

    “Virus HMPV telah ada sejak tahun 2001 kemudian merupakan penyakit musiman. Kasusnya cenderung meningkat setiap tahun pada musim dingin atau awal musim semi dalam wilayah beriklim sedang,” kata dr. Theresia Novi, Sp.PK, Subsp.P.I (K) berdasarkan keterangan resmi Halodoc, Hari Jumat (10/1/2025).

    Menurut suatu artikel tinjauan sistemik dari Xin Wang di area Lancet Global Health pada 2021, tingkat kematian akibat infeksi saluran pernapasan bawah akut pada anak di dalam bawah usia 5 tahun yang mana dapat dikaitkan dengan HMPV adalah sebesar 1 persen.

    Penelitian dari berbagai periode serta wilayah juga menunjukkan nomor prevalensi HMPV yang cukup rendah ketika dibandingkan dengan seluruh jumlah total persoalan hukum infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

    Beberapa persoalan hukum telah dilakukan lama ada lalu dipantau secara konsisten oleh berbagai negara. Di Beijing, penelitian Cong pada 2017–2019 mencatatkan prevalensi 7,9 persen dari total tindakan hukum ISPA, dengan mayoritas tindakan hukum terjadi pada anak-anak dalam bawah usia lima tahun.

    Di Singapura, penelitian Loo pada 2007 menemukan prevalensi sebesar 5,3 persen. Di India, data Devanathan menunjukkan peningkatan tindakan hukum dari November 2022 hingga Maret 2023, dengan prevalensi 9,3 persen, yang dimaksud memuncak pada bulan Desember kemudian Januari.

    ⁠Sedangkan pada Amerika Serikat, data dari National Respiratory and Enteric Virus Surveillance System (NREVSS) US CDC pada akhir 2024 mencatatkan data prevalensi sebesar 1,94 persen.