Author: Faiqa Amalia

  • Mengenal Bronkitis, Penyakit yang digunakan Diidap Paus Fransiskus hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

    Mengenal Bronkitis, Penyakit yang digunakan Diidap Paus Fransiskus hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

    Ledisia.com – JAKARTA – Paus Fransiskus mengalami penyakit bronkitis, pada mana pemimpin Gereja Katolik berusia 88 tahun itu sempat mengalami sesak napas di beberapa hari terakhir. Dari hasil pemeriksaan, kondisi ketika ini cukup stabil.

    “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya infeksi saluran pernapasan. Paus tenang, ia bersemangat serta telah terjadi membaca koran,” kata juru bicara Vatikan Matteo Bruni terhadap wartawan, disitir Go TV.

    Penyakit Bronkitis

    Bronkitis terjadi ketika saluran udara yang menuju paru-paru (trakea kemudian bronkus) meradang lalu terisi lendir. Anda mengalami batuk yang mengganggu pada waktu tubuh mencoba mengeluarkan lendir. Batuk dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus serta hilang dengan sendirinya. Bronkitis kronis bukan pernah benar-benar hilang, tetapi dapat diatasi.

    Dikutip Cleveland Clinic, vronkitis adalah peradangan pada saluran udara yang menuju paru-paru Anda. Bila saluran napas (trakea juga bronkus) teriritasi, saluran yang dimaksud akan membengkak lalu terisi lendir, yang menyebabkan batuk. Batuk dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Hal ini merupakan gejala utama bronkitis.

    Jenis Bronkitis

    Ketika orang berbicara tentang bronkitis, yang dia maksud biasanya adalah bronkitis akut, kondisi sementara yang tersebut menyebabkan Anda batuk. Sebagian orang mengalami bronkitis begitu banyak sehingga dianggap sebagai bronkitis kronis.

    Bronkitis akut
    Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus kemudian hilang dengan sendirinya di beberapa minggu. Kebanyakan orang tak memerlukan perawatan untuk bronkitis akut.

    Bronkitis kronis
    Anda menderita bronkitis kronis jikalau Anda batuk disertai lendir hampir setiap hari pada sebulan selama tiga bulan di setahun. Kondisi ini berlangsung setidaknya selama dua tahun.

    Siapa sekadar yang digunakan terkena bronkitis?

    Perokok atau berada di tempat sekitar orang yang dimaksud merokok.
    Menderita asma, PPOK, atau kondisi pernapasan lainnya.
    Menderita GERD (refluks asam lambung kronis).
    Menderita gangguan autoimun atau penyakit lain yang dimaksud menyebabkan peradangan.
    Berada pada sekitar polutan udara (seperti asap atau substansi kimia).
    Bagaimana bronkitis memengaruhi tubuh saya?
    Saat saluran udara Anda teriritasi, sistem kekebalan tubuh Anda menyebabkannya membengkak dan juga terisi lendir. Anda batuk untuk mencoba mengeluarkan lendir. Selama masih ada lendir atau peradangan pada saluran udara Anda, Anda akan terus batuk.

    Gejala bronkitis

    Batuk terus-menerus yang tersebut berlangsung selama satu hingga tiga minggu merupakan gejala utama bronkitis. Anda biasanya mengeluarkan lendir pada waktu batuk sebab bronkitis, tetapi Anda kemungkinan besar malah mengalami batuk kering. Anda juga mungkin saja mendengar ucapan siulan atau gemeretak ketika bernapas (mengi).

    Gelaja lainnya. termasuk sesak napas (dispnea), demam, hidung berair juga kelelahan (fatigue).

    Penyebab bronkitis

    Anda hampir terus-menerus terkena bronkitis akibat virus. Namun, hampir semua hal yang dimaksud mengiritasi saluran napas Anda dapat menyebabkannya. Penyebab bronkitis yang bersifat infeksius kemudian non infeksius meliput;

    Virus
    Virus yang mana menyebabkan bronkitis meliputi influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, rhinovirus (common cold), dan juga coronavirus.

    Bakteri
    Bakteri yang digunakan menyebabkan bronkitis meliputi Bordetella pertussis, Mycoplasma pneumonia, juga Chlamydia pneumonia.

    Polusi
    Merokok atau mariyuana (cannabis).

  • Jangan Tunda! Deteksi Dini Autis Bisa Ubah Hidup Anak!

    Jangan Tunda! Deteksi Dini Autis Bisa Ubah Hidup Anak!

    Ledisia.com – JAKARTA – Jumlah perkara autism spectrum disorder (ASD) pada Indonesia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan diperkirakan terdapat tambahan sekitar 500 perkara baru setiap tahunnya. Fakta Kementerian Kesejahteraan tahun 2020-2021 mencatatkan data sebanyak 5.530 anak mengalami berbagai gangguan perkembangan, termasuk ASD.

    Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K) menekankan pentingnya deteksi dini kemudian intervensi yang tepat untuk anak-anak dengan ASD. Ia juga menghadirkan penduduk untuk lebih tinggi memahami lalu menerima perbedaan individu dengan ASD, dan juga memberikan dukungan yang mereka itu butuhkan.

    Ia menegaskan deteksi dini, teristimewa diagnosis ASD, merupakan langkah krusial pada penanganan medis melalui intervensi sedini mungkin. Intervensi dini ini memberikan kesempatan bagi individu dengan ASD untuk mengembangkan kemampuan merekan secara optimal, yang dimaksud pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup mereka itu secara signifikan.

    Sebaliknya, keterlambatan pada diagnosis dan juga intervensi dapat mengakibatkan kesulitan yang mana lebih besar besar bagi individu dengan ASD. Mereka akan menghadapi tantangan di mengembangkan kemampuan komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, juga kesulitan di berinteraksi sosial dengan orang lain.

    “Kalau terlambat sanggup lebih banyak berat keterlambatannya, “ungkap Prof Hariono di peluncuran Teknik diagnosis online sekaligus peluncuran Anakku CMC Fatmawati, Hari Sabtu (15/2/2025) di area Jakarta.

    Namun sayangnya pada waktu ini diagnosis sangat menjadi kendala bagi anak yang dimaksud sulit mencapai pusat-pusat penatalaksanaan ASD.

    Menyadari pentingnya diagnosis kemudian intervensi dini, Anakku CMC mengambil inisiatif mengembangkan teknik diagnosis online, sebuah pembaharuan yang dimaksud dirancang untuk membantu orang tua pada penegakkan diagnosis ASD sehingga memungkinkan penanganan yang digunakan lebih besar cepat lalu tepat. Teknik diagnosis online menggunakan instrumen diagnosis yang dimaksud disebut sebagai Anakku Speech Delay Questionnaire (ASDQ).

    ASDQ dikembangkan olehDr. Ivan Widjaja, Sp.A(K), Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Anita Chandra, MPsi, Psikolog Anak. Menurut penelitian yang tersebut telah dilakukan dilakukan, tingkat akurasi ASDQ mencapai 80% lebih. Instrumen diagnosis ini berbentuk kuesioner yang sangat mudah diisi, dirancang khusus untuk membantu tenaga medis pada menegakkan diagnosis ASD dan juga berbagai gangguan bahasa lainnya. Sampai ketika ini instrumen ASDQ telah dilakukan digunakan oleh lebih lanjut dari 5.000 anak.

    Peluncuran layanan ini secara luas dipaparkan di presentasi bertema”Cara Mendiagnosis Anak ASD Secara Daring”, yang mana disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi sekaligus direktur utama Anakku Group.

    Dalam paparan tersebut, selain Prof. Hardiono, beberapa ahli dari Anakku CMC juga turut berbagi ilmu Savitri W. Salmun, A.Md.OT., terapis Okupasi senior Klinik Anakku CMC.

  • FKUI Hadirkan Layanan Kesejahteraan Gratis di dalam Muara Angke, Peringati 75 Tahun Dedikasi

    FKUI Hadirkan Layanan Kesejahteraan Gratis di dalam Muara Angke, Peringati 75 Tahun Dedikasi

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-75, Fakultas Bidang kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengadakan kegiatan bakti sosial bertajuk Bersama untuk Komunitas Indonesia (BUMI) 2.0 di area Muara Angke, Ibukota Utara, pada Akhir Pekan (16/2/2025). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kebugaran gratis dan juga edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat.

    Ketua Panitia Dies Natalis FKUI, dr. Riyadh Firdaus, menegaskan bahwa acara ini merupakan wujud perhatian terhadap kondisi tubuh warga juga menyokong acara pemerintah, termasuk Cek Bidang Kesehatan Gratis (CKG). Berbagai layanan kemampuan fisik diberikan secara cuma-cuma, meliputi pemeriksaan kesehatan, khitanan massal, operasi katarak, dan juga operasi bibir sumbing.

    Program BUMI 2.0 melibatkan empat kegiatan utama, antara lain, pelatihan siap siaga bencana di tempat Rumah Apung, Muara Angke, untuk 40 kader masyarakat, khitanan massal lalu bedah minor pada Klinik Utama SMC, Pluit, dengan 50 peserta.

    Selain itu, operasi katarak pada RS Yadika, Kebayoran Lama, pada 23 Februari 2025, dengan 80 pasien, serta operasi bibir sumbing bagi pasien yang tersebut membutuhkan.

    Acara ini melibatkan berbagai mitra, termasuk Sinar Mas, Klinik SMC, RSAL Mintohardjo, Jasa Raharja, Telkom Akses, BTN, Perdami Jaya, juga beberapa lembaga lainnya. Pendukung juga datang dari Wakil Gubernur DKI DKI Jakarta terpilih, Rano Karno, dan juga Dekan FKUI Prof. Ari Fahrial Syam kemudian Ketua ILUNI FKUI dr. Wawan Mulyawan.

    “Kegiatan BUMI 2.0 bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kebugaran gratis, memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, dan juga membantu acara kemampuan fisik DKI Ibukota Indonesia sebagai kota global,” kata dr. Riyadh.

    “Ini memang benar menjadi bagian sinergi dengan pemerintah agar akses terhadap layanan kondisi tubuh bisa jadi semakin dekat dengan masyarakat,” sambungnya.

    Rano Karno di sambutannya mengapresiasi FKUI berhadapan dengan sumbangan sosial yang mana diberikan untuk masyarakat. Sementara Prof. Ari Fahrial Syam berharap acara ini dapat meningkatkan akses kemampuan fisik kemudian kesiapsiagaan bencana.

    “Kegiatan bakti sosial ini bukan hanya sekali miliki tujuan yang dimaksud sangat mulia yaitu memberikan akses layanan kemampuan fisik gratis tapi juga merupakan bentuk perhatikan umat terhadap sesama melalui kolaborasi yang mana solid antar berbagai pihak,” jelas Rano Karno.

    Melalui BUMI 2.0, FKUI menegaskan komitmennya di memulai pembangunan Indonesia yang mana lebih banyak sehat juga tangguh, juga menguatkan kolaborasi antara akademisi, tenaga medis, serta masyarakat. “FKUI berikrar untuk terus berkontribusi di upaya kondisi tubuh penduduk secara berkelanjutan,” paparnya.

  • Denta Festiva 2025, Inovasi untuk Perawatan Gigi

    Denta Festiva 2025, Inovasi untuk Perawatan Gigi

    Ledisia.com – JAKARTA – Merawat kebugaran gigi lalu mulut penting sebab dapat menunjang kondisi tubuh tubuh secara keseluruhan. Gigi serta mulut yang digunakan sehat membantu kita makan dan juga berbicara dengan baik. Untuk itulah Solventum berkolaborasi dengan Cobra Dental hadirkan Denta Festiva 2025 yang mana diselenggarakan oleh pada Golden Balroom Hotel Sultan Senayan pada 15-16 Februari 2025.

    drg Gena Riyandena selaku Solventum Autorized Representative menyatakan pihaknya berkolaborasi bersatu untuk mendirikan agar kondisi tubuh gigi lebih lanjut progresif dan juga efeknya lebih banyak luas bagi rakyat Indonesia. Ia juga menyatakan ingin memberikan ilmu teknologi baru untuk dokter gigi di area Indonesia.

    “Kita ingin memberikan ilmu yang bermanfaat untuk dokter-dokter di area Indonesia lalu juga yang terpenting adalah launching hasil baru yang mana dimana teknologi lebih besar mutakhir dari sebelumnya sehingga dia terus belajar meningkatkan ilmu untuk memberikan pelayanan yang dimaksud terbaik untuk pasien di tempat klinik atau rumah sakit,” drg Gena Riyandena.

    Dia memaparkan prospek bidang perawatan gigi ini sangat luas. Indonesia ungkapnya mempunyai 45 ribu lebih besar dokter gigi, namun persebarannya belum merata, dan juga sebagian besar di area pulau Jawa.

    Dia menambahkan kesadaran penduduk Indonesia, khususnya kondisi tubuh oral atau kebugaran gigi kemudian mulut semakin meningkat.

    “Kita akan adakan terus acara acara denta festiva serta beberapa even-even lainnya tentunya itu sebagai komitmen kita untuk terus memajukan, memberikan update-update ilmu untuk dokter-dokter gigi yang digunakan berpraktek di dalam Indonesia, ” katanya.

    Sementara itu, pada momen Denta Festiva Solventum, juga diberitahukan peluncuran hasil terbaru yakni 3M™ Filtek™ Universal Restorative.

    Solventum mengenalkan komposit gigi universal yang dirancang untuk memberikan solusi andal dan juga efisien bagi dokter gigi di menciptakan restorasi gigi yang tersebut tahan lama lalu tampak alami.

    3M™ Filtek™ Universal Restorative merupakan material komposit gigi yang tersebut dioptimalkan untuk menyederhanakan prosedur restorasi gigi anterior dan juga posterior. Tersedia pada 1 opasitas universal kemudian 8 pilihan warna, ditambah Extra White (XW), komposit universal ini menawarkan estetika, kekuatan, dan juga daya tahan tinggi dengan cara yang dimaksud lebih lanjut sederhana.

    Dr. Adrian Susanto, pimpinan Cobra Dental, menyambut optimis peluncuran komoditas ini di tempat Indonesia. Pihaknya mengaku sangat antusias memperkenalkan 3M™ Filtek™ Universal Restorative dari Solventum pada Indonesia untuk pertama kalinya.

  • #BeraniGundul 2025 Wujud Support Nyata bagi Pejuang Kanker

    #BeraniGundul 2025 Wujud Support Nyata bagi Pejuang Kanker

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional (International Childhood Cancer Day/ICCD) yang jatuh pada 15 Februari, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) sama-sama MNC Peduli kembali mengadakan acara tahunan #BeraniGundul 2025. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian penduduk terhadap anak-anak yang tersebut berjuang melawan kanker.

    #BeraniGundul 2025 merupakan pergerakan sosial di tempat mana partisipan memotong rambut merek sebagai simbol empati terhadap anak-anak penderita karsinoma yang mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi serta radioterapi. Melalui kegiatan ini, YKAKI ingin menumbuhkan kesadaran penduduk tentang kondisi para pejuang tumor ganas anak juga mengedukasi pentingnya mengenali gejala karsinoma sejak dini.

    Founder YKAKI Ira Sulistyo, mengungkapkan bahwa neoplasma pada anak berbeda dengan tumor ganas pada orang dewasa. Meskipun tidaklah dapat dideteksi secara dini seperti karsinoma dewasa, penyakit ini dapat disembuhkan jikalau ditangani dengan cepat lalu tepat.

    “Yang paling penting untuk kita ungkapkan bahwa neoplasma pada anak diupayakan sembuh. Ini adalah poinnya yang dimaksud harus kita selalu angkat, berbeda dengan neoplasma dewasa,” kata Ira ketika acara Berani Gundul dalam kawasan Kebayoran Lama, Ibukota Selatan pada Sabtu, 15 Februari 2025.

    “Kanker pada anak dapat diupayakan sembuh, namun tidaklah dapat dideteksi seperti penyakit tumor ganas dewasa. Jadi harus dikenali gejalanya,” tambahnya.

    Acara ini juga menjadi kompetisi silaturahmi antara para pejuang neoplasma dengan para penyintas (survivor). Dengan bertemu dan juga berbagi cerita, para survivor dapat memberikan motivasi dan juga harapan untuk anak-anak yang masih menjalani terapi agar tetap memperlihatkan semangat menghadapi hari-hari mereka.

    “Harapan saya makin lama makin banyak ya survivor yang dimaksud dapat memotivasi anak-anak yang sedang berobat dan juga yang digunakan survivor pun juga tetap memperlihatkan lebih lanjut semangat,” jelasnya.

    “Jadi para survivor yang digunakan berhasil di kehidupannya, di area sekolahnya, pada kesehariannya, kemudian sanggup memotivasi adik-adik lain-lain,” lanjutnya.

    Selain aksi potong rambut, #BeraniGundul 2025 juga menghadirkan berbagai hiburan yang digunakan melibatkan anak-anak pejuang kanker, para simpatisan, dan juga komunitas peduli kanker.

    Acara ini turut dimeriahkan dengan tarian, pertunjukan musik, dan juga penampilan spesial dari beberapa orang artis juga volunteer yang mana ingin memberikan dukungan terhadap para pejuang tumor ganas anak.

    Dengan diadakannya #BeraniGundul 2025, YKAKI berharap semakin berbagai warga yang peduli serta memberikan dukungan terhadap anak-anak yang digunakan sedang berjuang melawan kanker.

  • YKAKI Ajak Penyintas Berbagi Semangat di dalam Hari Kanker Anak Internasional

    YKAKI Ajak Penyintas Berbagi Semangat di dalam Hari Kanker Anak Internasional

    Ledisia.com – JAKARTA – Antusiasme tinggi terlihat pada peringatan serius Hari Kanker Anak Internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) sama-sama MNC Peduli . Acara tahunan #BeraniGundul 2025 menjadi wadah bagi para penyintas serta pejuang karsinoma untuk bertemu, berbagi kisah inspiratif, juga mendapatkan dukungan dari komunitas yang digunakan peduli terhadap mereka.

    Salah satu penyintas jika Lampung, Syifa, mengungkapkan bahwa acara ini memiliki arti mendalam bagi para pejuang tumor ganas . Ia sendiri pernah merasakan betapa melelahkannya proses penyembuhan yang digunakan harus dijalani setiap hari. Oleh sebab itu, rapat seperti ini menjadi momen yang tersebut menyenangkan untuk melepas penat sekaligus mendapatkan motivasi baru.

    “Menurutku ini sangat memotivasi serta jadi bikin semangat oleh sebab itu keseharian merek (pejuang kanker) kan pada rumah sakit, capek harus kemoterapi, dengan adanya acara ini ia jadi semangat,” kata Syifa ketika acara Berani Gundul di area kawasan Kebayoran Lama, Ibukota Indonesia Selatan pada Sabtu, 15 Februari 2025.

    Dalam kesempatan tersebut, Syifa juga menyampaikan instruksi penuh semangat terhadap para pejuang neoplasma agar bukan menyerah di menghadapi penyakitnya.

    “Sejauh apapun berobat, semahal apapun obatnya kalau jiwa kita ga semangat, gak akan ampuh. Harus bahagia, oleh sebab itu kuncinya kita sehat itu harus bahagia, pikiran harus positif,” jelasnya.

    “Kita boleh capek tapi gak boleh patah semangat untuk menjemput masa depan yang digunakan indah,” tambahnya.

    Tahun ini, YKAKI kembali mengadakan pergerakan #BeraniGundul 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penduduk terhadap karsinoma anak. Acara ini juga menjadi bentuk empati bagi para pasien yang tersebut mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi atau radioterapi.

    Salah satu sukarelawan yang dimaksud bergabung berpartisipasi dengan mencukur rambutnya adalah Nugroho. Ia merasa bangga bisa saja mengambil bagian juga pada aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak pejuang kanker.

    “Senang sekali sebab kita sanggup merasakan seperti apa anak-anak harus gundul oleh sebab itu pengobatan. Gundul itu keren, gundul itu oke. Jadi kita nggak usah malu,” ujar Nugroho.

    Melalui #BeraniGundul 2025, YKAKI berharap semakin berbagai rakyat yang tersebut peduli juga memberikan dukungan terhadap anak-anak yang dimaksud berada dalam berjuang melawan penyakit ini.

  • Jangan Anggap Remeh Nyeri Haid, Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesuburan

    Jangan Anggap Remeh Nyeri Haid, Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesuburan

    Ledisia.com – JAKARTA – Nyeri haid atau dismenorea adalah keluhan yang dimaksud umum dialami sejumlah wanita setiap kali menstruasi. Biasanya, rasa nyeri ini muncul beberapa hari sebelum haid lalu berlanjut hingga menstruasi berakhir.

    Rasa nyeri banyak terasa seperti kram di dalam bagian bawah perut dan juga bisa jadi mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski hal yang disebutkan merupakan pengalaman yang tersebut normal, jangan pernah menganggap remeh apabila rasa nyeri sangat mengganggu.

    Nyeri haid yang dimaksud terlalu berlebih dan juga kerap dapat menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan, khususnya berhubungan dengan kesuburan. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh dr. Surya Adi Pramono, Sp.OG, Subsp. FER, MIGS dari Bocah Indonesia.

    “Jika nyeri haid terasa sangat kuat, bahkan sampai mengganggu aktivitas, dapat jadi ada kesulitan yang dimaksud lebih lanjut serius dalam baliknya. Beberapa kondisi medis yang dimaksud dapat menyebabkan nyeri haid berlebih antara lain gangguan pada ovarium, infeksi, atau adanya endometriosis. Gangguan kesuburan atau infertilitas pun bisa saja terjadi,” kata dr. Surya ditemui di area Headquarter Bocah Indonesia, Ibukota Indonesia Utara, Hari Sabtu 15 Februari 2025.

    Secara rinci dr. Surya memaparkan tanda-tanda gangguan kesuburan yang mana perlu diwaspadai. Mulai dari, haid yang mana tak teratur (lebih dari 35 hari sekali, atau kurang dari 21 hari sekali), durasi menstruasi yang digunakan terlalu lama atau terlalu singkat, kuantitas darah menstruasi yang digunakan sangat banyak atau sedikit, juga nyeri haid yang dimaksud sangat mengganggu aktivitas.

    Penyebab lainnya yang digunakan berkontribusi pada infertilitas antara lain, pola makan yang mana tiada sehat (terlalu berbagai konsumsi gula, makanan gorengan, atau tinggi lemak), kurangnya olahraga lalu pola hidup sedentari, dan juga paparan polutan kemudian radikal bebas yang semakin meningkat.

    Berganti-ganti pasangan juga dapat meningkatkan risiko infertilitas. Ini adalah menjadi penting untuk diwaspadai, mengingat Ibukota Indonesia adalah kota dengan tingkat mobilitas yang tersebut tinggi juga gaya hidup yang tersebut lebih banyak bebas.

    “Penyebab utama infertilitas pada wanita adalah gangguan ovulasi, yang mana memproduksi sel telur tidak ada dapat dilepaskan dengan baik. Selain itu, permasalahan pada tuba fallopi yang dimaksud tersumbat atau infeksi pada organ reproduksi juga dapat menyebabkan kesulitan untuk hamil. Hal ini berhubungan dengan terhambatnya rapat antara sel telur kemudian sperma,” tegas dr. Surya.

    “Infertilitas juga dapat dipicu oleh penurunan total atau kualitas sel telur yang dimiliki wanita. Dalam sejumlah kasus, wanita yang lebih tinggi tua (di menghadapi usia 35 tahun) cenderung mengalami penurunan cadangan telur yang dimaksud lebih besar cepat,” timpalnya.

    Isu gangguan kesuburan ini pun menjadi sangat penting mengingat adanya tren penurunan hitungan kelahiran atau depopulasi di dalam kota-kota besar dalam Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, lalu Surabaya.

  • Pencegahan Anemia bagi Anak, Ibu Hamil juga Menyusui Jangan Diremehkan

    Pencegahan Anemia bagi Anak, Ibu Hamil juga Menyusui Jangan Diremehkan

    Ledisia.com – JAKARTA – Pencegahan anemia pada ibu hamil dan juga menyusui dan juga anak-anak sangat penting dilakukan. Sebab ibu hamil dan juga menyusui dan juga anak-anak hingga usia 5 tahun merupakan kelompok usia yang dimaksud paling tinggi mengalami anemia defisiensi besi.

    Data menunjukkan bahwa 3 dari 10 (28%) ibu hamil pada Indonesia mengalami anemia. Selain pada ibu hamil, sekitar 1 dari 4 anak Indonesia berusia dalam bawah 5 tahun juga mengalami anemia.

    Penelitian lain yang dilaksanakan pada tambahan dari 400-an ibu hamil juga menyusui menunjukkan rata-rata konsumsi asupan zat besi belaka 44 persen juga 63 persen dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG) yang tersebut disarankan.

    Dr. Ade Jubaedah, S.Keb, Bdn, MM, MKM, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) menjelaskan, tingginya prevalensi anemia, disebabkan pola makan yang tersebut masih kurang asupan zat besi harian.

    Terlebih lagi data menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia bukan mengkonsumsi makanan kaya zat besi.

    “Oleh sebab itu, penting untuk jadi perhatian serius, bahwa kondisi anemia baik pada ibu maupun pada anak ini dapat beresiko menyebabkan stunting yang digunakan dapat menghambat perkembangan otak lalu bertambah kembang optimal anak, sehingga dapat mengancam terwujudnya Generasi Emas 2045,” kata Ade Jubaedah, Awal Minggu (17/2/2025).

    Terkait upaya pencegahan anemia ini, IBI juga e-Nutri meluncurkan acara Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui ‘Gerakan Skrining lalu Edukasi Pencegahan Anemia Defisiensi Besi. Inisiatif Aksi Nyata Bidan Cegah Anemia melalui Inisiatif Skrining juga Edukasi Pencegaha Anemia Defisiensi Besi ini sudah ada dimulai sejak 1 Februari 2025 secara serentak dalam seluruh Indonesia.

    Di Kecamatan Cibinong, Daerah Bogor, Jawa Barat dirilis secara resmi pada 13 Februari, bertepatan dengan Hari Kesadaran Anemia Sedunia 2025. Target kegiatan ini, lanjut Ade Jubaedah, dapat menjangkau 500 000 anak, ibu hamil kemudian ibu menyusui menggunakan Kalkulator Zat Besi pada aplikasi mobile e-Nutri.

    Dia menekankan pentingnya kegiatan skrining faktor resiko di setiap pelayanan kemampuan fisik sehingga dapat dilaksanakan pencegahan tambahan dini. Bidan sebagai garda terdepan mempunyai peran sentral di di upaya pencegahan kemudian deteksi dini permasalahan anemia defisiensi besi bagi ibu serta anak.

    “Bidan berikrar penuh mengupayakan upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), kemudian stunting. Kami percaya bahwa skrining anemia yang mana terintegrasi pada setiap pelayanan sehari-hari bidan adalah kunci penting untuk mencapai target tersebut,” tandasnya.

  • TUV Rheinland Medika Indonesia Hadirkan Klinik Berstandar Internasional

    TUV Rheinland Medika Indonesia Hadirkan Klinik Berstandar Internasional

    Ledisia.com – JAKARTA – TÜV Rheinland Indonesia, bagian dari TÜV Rheinland Group yang tersebut berpusat pada Jerman, mengumumkan establishment lalu peresmian perusahaan baru, PT TÜV Rheinland Medika Indonesia, yang mana memberikan infrastruktur pelayanan jasa kemudian pemeriksaan kondisi tubuh kerja terintegrasi berstandar internasional, Mulai Pekan (17/2) di dalam Jakarta. Layanan kondisi tubuh yang berlokasi pada Mampang Business Park ini, dirancang untuk memverifikasi berbagai perusahaan juga pekerjanya mampu memenuhi kepatuhan terhadap regulasi kondisi tubuh kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan juga produktivitas operasi usahanya.

    Pihak TÜV Rheinland Medika Indonesia (TRMI) sendiri menyadari bahwa masifnya perkembangan angkatan kerja haruslah dibarengi dengan upaya serius perusahaan pada menangani permasalahan kondisi tubuh pekerja dengan layak, baik kemampuan dari segi volume, frekuensi, maupun kualitas layanannya.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir memang sebenarnya menyebutkan bahwa Indonesia mempunyai lebih banyak dari 140 jt tenaga kerja aktif, dengan bidang yang dimaksud terus tumbuh juga menghadapi tantangan baru pada aspek kebugaran lalu keselamatan kerja.

    Di berada dalam adanya penguatan regulasi serta peningkatan kesadaran akan kesejahteraan pekerja ketika ini, TRMI meyakini bahwa para pemangku kepentingan perlu segera mengantisipasinya. TRMI menyatakan kesiapannya untuk mengakomodasi berbagai keinginan perusahaan mengatur para pekerjanya. Terutama, agar berbagai entitas usaha mampu mematuhi regulasi ketenagakerjaan.

    Satria Wira Nayoan, Managing Director of TÜV Rheinland Medika Indonesia mewakili Director of TÜV Rheinland Medika Indonesia, I Nyoman Susila menjelaskan bahwa perusahaannya hadir untuk menyediakan layanan kebugaran kerja berkualitas tinggi juga terintegrasi. Baik untuk memenuhi keperluan perorangan maupun kumpulan tenaga kerja yang tersebut terdaftar di dalam berbagai perusahaan.

    “Layanan TÜV Rheinland Medika Indonesia mencakup berbagai macam aspek pemeriksaan kondisi tubuh wajib atau medical check-up, pelatihan kemampuan fisik bersertifikasi, hingga berbagai solusi tenaga medis yang dimaksud dapat disesuaikan dengan aneka permintaan usaha. Dengan berbagai layanan tersebut, kami berazam untuk membantu berbagai perusahaan dan juga pekerjanya, agar mampu memenuhi regulasi kemampuan fisik kerja secara efisien juga efektif,” jelas Satria.

    Dalam kesempatan yang tersebut sama, Markus Dohm, Business Executive Vice President People & Business Assurance di area TÜV Rheinland Group menjelaskan, “Sebagai bagian dari komitmen global kami, TÜV Rheinland berperan bergerak membantu perusahaan di area seluruh dunia di meningkatkan standar keselamatan, kesehatan, dan juga lingkungannya. Lewat layanan TÜV Rheinland Medika Indonesia, kami berjuang senantiasa memperkuat keberlanjutan produktivitas tenaga kerja melalui solusi kebugaran kerja yang inovatif serta sesuai dengan praktik tata kelola terbaik berbagai industri.”

    Nyoman menambahkan, perusahaannya juga hadir untuk membantu berbagai perusahaan memenuhi kewajiban regulasi kemampuan fisik naker yang digunakan berlaku. Termasuk, Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja serta Peraturan Menteri Tenaga Kerja kemudian Transmigrasi No. Per.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Aspek Kesehatan Tenaga Kerja.

    “Kami memahami bahwa kemampuan fisik kerja bukanlah semata-mata sekedar memenuhi kewajiban regulasi nasional. Tepi kami berupaya melampaui standar tersebut, akibat kontinuitas SDM yang sehat lalu berkualitas adalah pembangunan ekonomi penting untuk menyokong keberlanjutan usaha. Lewat standar internasional yang kami terapkan, para perusahaan yang digunakan tenaga kerjanya kami tangani, dapat memverifikasi para pekerjanya berada di kondisi terbaik. Tentu ini akan turut menjamin tingkat efisiensi juga produktivitas terbaik yang mana dapat dicapai perusahaan,” jelas Nyoman.

  • 5 Pola Hidup Baik ala Cristiano Ronaldo, Hindari Minum Manis lalu Tidur 7 Jam

    5 Pola Hidup Baik ala Cristiano Ronaldo, Hindari Minum Manis lalu Tidur 7 Jam

    Ledisia.com – JAKARTA Cristiano Ronaldo sudah pernah menjadi panutan bagi sejumlah orang. Bukan belaka perihal kepiawaiannya mengolah si lapisan kulit bundar, tetapi juga sebab miliki tubuh yang mana terus-menerus bugar juga sehat.

    Pada 2025 ini, Ronaldo telah memasuki usia ke-40 tahun. Meski begitu, bintang sepak bola jika Portugal yang disebutkan masih dikenal sebagai salah satu pemain paling atletis pada usianya.

    Faktanya, semua itu tidaklah terjadi tanpa alasan. Demi menunjang kebugarannya di area usia kepala empat, Ronaldo mempunyai beragam kebiasaan sehat di kesehariannya. Apa saja?

    Pola Hidup Optimal Ala Cristiano Ronaldo

    1. Melindungi Makan

    Pola makan Cristiano Ronaldo mengambil bagian memainkan peran penting pada mempertahankan kondisi fisiknya yang prima. Bukan semata-mata tentang diet tertentu, tetapi juga asupan yang baik untuk tubuh.

    Mengutip Daily Mail, Selasa (18/2/2025), Ronaldo tak berpegang pada pola makan tiga kali sehari sebagaimana orang umum. CR7 lebih tinggi suka mengisi ulang tenaga dengan enam kali makan, tetapi dengan porsi kecil.

    Pola makan Ronaldo bukanlah hal yang digunakan aneh bagi para atlet. Strategi ini dikatakan dapat membantu memenuhi permintaan nutrisi yang tinggi bagi para atlet, terlebih bagi merekan yang dimaksud setiap saat menjalani latihan sepanjang hari.

    Terkait menu, selera masing-masing orang kemungkinan besar berbeda. Tetapi, Ronaldo disebut menyukai alpukat yang dimaksud kaya nutrisi, ikan segar, serta biasanya mengonsumsi makanan berprotein tinggi dan juga rendah lemak seperti ayam.