Tag: puasa

  • Manfaat Air Murni ketika Puasa, Bersihkan Tubuh serta Jaga Aspek Kesehatan

    Manfaat Air Murni ketika Puasa, Bersihkan Tubuh serta Jaga Aspek Kesehatan

    Ledisia.com – JAKARTA – Puasa dalam bulan Ramadan tidak ada hanya sekali sebagai ibadah, tetapi juga bermanfaat untuk detoksifikasi tubuh. Selama berpuasa, tubuh memerlukan hidrasi yang mana cukup untuk membantu proses penyaringan darah kemudian pembuangan racun oleh ginjal. Salah satu cara terbaik untuk menjaga kemampuan fisik tubuh adalah dengan rutin mengonsumsi air murni pada waktu sahur lalu berbuka.

    Air murni seperti Amidis, yang mana memiliki Total Dissolved Solids (TDS) 0 ppm lalu dihasilkan melalui proses multifiltrasi dan juga pemanasan di area menghadapi 100 derajat Celsius, dapat menjadi pilihan yang tersebut baik. Proses pemurnian ini membantu menghilangkan mineral, bakteri, partikel berbahaya, kemudian virus dari air.

    Commercial Director PT Amidis Tirta Mulia Susilo Gunadi menekankan pentingnya konsumsi air murni selama Ramadan untuk menjaga kemampuan fisik tubuh.

    Ia menyarankan agar warga mengonsumsi 2 hingga 2,5 gelas air murni ketika sahur serta berbuka untuk menjaga hidrasi. Selain itu, konsumsi makanan sehat yang tersebut kaya serat lalu vitamin juga penting selama berpuasa.

    “Selama bulan puasa kita bukan cuma memperbaiki diri, membersihkan hati dari hal-hal negatif tetapi juga detoksifikasi tubuh dengan memberikan asupan air yang digunakan sudah ada dimasak yang tersebut baik bagi kesehatan,” kata Susilo di keterangan persnya.

    Amidis sekarang tersedia di tempat Alfamidi dalam berbagai kota di tempat Indonesia, serta informasi tambahan lanjut dapat diakses melalui akun Instagram @amidisIndonesia.

  • Tips Berpuasa bagi Penderita Diabetes, Pastikan Gula Darah Terkontrol

    Tips Berpuasa bagi Penderita Diabetes, Pastikan Gula Darah Terkontrol

    Ledisia.com – JAKARTA – Berpuasa di dalam bulan Ramadan merupakan hal yang mana wajib diadakan oleh umat Muslim. Meski harus dilakukan, ada beberapa kondisi tertentu yang mana memperbolehkan seseorang untuk tidak ada berpuasa.

    Di antaranya merek yang tersebut mengalami beberapa penyakit, termasuk diabetes mellitus . Tapi, apakah penderita diabetes mellitus benar-benar tiada boleh menjalankan ibadah puasa?

    Wakil Menteri Bidang Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, mengungkap ada beberapa kondisi hiperglikemia yang dimaksud perlu dipahami apakah dia boleh berpuasa atau tidak.

    “Penderita hiperglikemia itu dibagi menjadi tiga golongan, dia yang digunakan boleh berpuasa seperti orang yang tidaklah kena diabetes, mereka itu yang tersebut harus berkonsultasi dan juga disesuaikan jenis lalu pemakaian obatnya dan juga merekan yang tidak ada boleh berpuasa,” ungkap Wamen Dante pada akun Instagram miliknya, @dante.herbuwono, disitir Hari Sabtu (8/3/2025).

    Wamen Dante menyatakan tidak ada semua kondisi penyakit gula tidak ada diperbolehkan puasa. Ada beberapa ketentuan pasien hiperglikemia boleh berpuasa di area bulan Ramadan.

    Salah satu syaratnya ialah kondisi gula darahnya yang tersebut terkontrol tanpa pemakaian obat ataupun dengan dosis yang rendah.

    “Yang (boleh berpuasa) terkontrol gula darahnya, tanpa menggunakan obat. Jadi gula darahnya bagus dengan diet lalu olahraga,” ucap Wamenkes Dante.

    “Tipsnya adalah tetap saja golongan sulfonilurea diminum ketika beebuka puasa, jadi tidak ada ketika sahur supaya bukan terjadi gula darahnya turun,” tambahnya.

  • Cegah Migrain ketika Puasa, Begini 5 Cara Menjalani Ramadan dengan Nyaman

    Cegah Migrain ketika Puasa, Begini 5 Cara Menjalani Ramadan dengan Nyaman

    Ledisia.com – JAKARTA – Puasa di area bulan Ramadan merupakan ibadah yang penuh berkah, namun bagi sebagian orang, inovasi pola makan serta tidur dapat memicu migrain. Kondisi ini mengganggu kenyamanan ketika menjalankan puasa.

    Meskipun praktik ini memiliki nilai spiritual yang mana tinggi, menjaga kemampuan fisik fisik selama berpuasa juga merupakan hal yang tersebut penting agar ibadah tetap memperlihatkan dapat dijalani dengan baik juga tanpa gangguan kesehatan. Termasuk risiko migrain.

    Beberapa faktor seperti dehidrasi, gula darah rendah, penghentian konsumsi kafein, gangguan pola tidur, juga stres dapat menjadi pemicu utama munculnya migrain pada waktu berpuasa. Oleh dikarenakan itu, diperlukan strategi yang dimaksud tepat agar puasa tetap saja nyaman serta bukan menyebabkan gangguan kesehatan.

    Berikut cara menjalani puasa Ramadan dengan nyaman tanpa migrain dilansir dari Times of India, Mingguan (9/3/2025).

    Cegah Migrain pada waktu Puasa, Begini 5 Cara Menjalani Ramadan dengan Nyaman

    1. Dehidrasi

    Salah satu faktor utama migrain pada waktu berpuasa adalah dehidrasi, yang terjadi akibat kurangnya asupan cairan selama periode puasa. Kurangnya air pada tubuh dapat memicu sakit kepala hebat, khususnya apabila seseorang bukan mengonsumsi cukup cairan ketika sahur kemudian berbuka.

    Oleh dikarenakan itu, penting untuk menegaskan tubuh tetap saja terhidrasi dengan meminum air pada jumlah total yang cukup selama waktu berbuka hingga sahur. Hindari konsumsi minuman manis berlebihan atau berkafein akibat dapat menyebabkan efek diuretik yang tersebut justru mempercepat kehilangan cairan tubuh.

    2. Kadar Gula Darah Rendah

    Selain dehidrasi, penurunan kadar gula darah juga menjadi faktor utama pemicu migrain ketika berpuasa. Saat tubuh bukan mendapatkan asupan makanan pada waktu yang lama, kadar gula darah dapat turun drastis, yang dimaksud kemudian memicu sakit kepala juga kelelahan.

    Untuk mengatasi hal ini, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tersebut dapat menjaga kadar gula darah tetap saja stabil, seperti karbohidrat kompleks, protein, juga lemak sehat. Makanan dengan indeks glikemik rendah seperti oat, nasi merah, ubi, sayuran hijau, lalu kacang-kacangan dapat membantu menjaga energi lebih lanjut lama kemudian menurunkan risiko migrain akibat gula darah rendah.

  • Ingin Diet Lancar Selama Puasa? Hal ini Solusi Bantu Jaga Berat Badan

    Ingin Diet Lancar Selama Puasa? Hal ini Solusi Bantu Jaga Berat Badan

    Ledisia.com – JAKARTA – Sebagian orang memanfaatkan puasa Ramadan sebagai kesempatan menjaga kebugaran tubuh sekaligus menurunkan berat badan. Walau upaya itu kerap berhasil, tapi tak sedikit orang yang kesulitan mencapai tujuan tersebut. Penyebabnya beragam, mulai dari asupan nutrisi yang tersebut belum seimbang juga kebiasaan makan yang dimaksud kurang tepat. Belum lagi bila dihadapkan dengan keluhan nyeri lambung yang digunakan menyiksa.

    Ahli Gizi LIGHThouse Clinic, Veronica, S.Gz. menjelaskan, nyeri lambung disebabkan kosongnya perut di rentang lama, asam lambung yang dimaksud meningkat, menyebabkan rasa perih di tempat perut, nyeri ulu hati dan juga sensasi panas dalam tenggorokan. Tubuh juga terasa lemas dikarenakan kurangnya asupan kalori.

    LIGHThouse Clinic dari LIGHT Group memahami betul bahwa pola makan akan mempengaruhi kondisi lalu daya tahan pasien ketika berpuasa. Dengan pengalaman lebih lanjut dari 20 tahun di dalam bidang manajemen berat badan, LIGHThouse Clinic berjanji membantu pasien untuk mengontrol berat badan bersamaan dengan menjalani pola hidup sehat, termasuk pada waktu berpuasa. Tercatat telah ada tambahan dari 90 ribu pasien yang menurunkan berat badannya melalui LIGHTweight-signature diet inisiatif rancangan dr. Grace Judio Kahl, ketua eksekutif kemudian Pendiri dari LIGHT Group.

    Berangkat dari pengetahuan yang digunakan telah teruji di dalam puluhan ribu pasien, LIGHThouse Clinic menganalisa keinginan stimulus pendukung bagi pasien yang sedang berpuasa kemudian menjalani diet. Untuk menyiasati keluhan badan lemas lalu nyeri lambung agar tetap saja fit meraih target berat badan selama puasa Ramadan, LIGHThouse Clinic memperkenalkan treatment IV Slim & Fit Booster series yang digunakan dapat menjadi andalan. Pengguna dapat berkonsultasi dengan dokter dalam LIGHThouse Clinic untuk mendapatkan jenis perawatan booster yang tersebut tepat melalui IV (intravena), Slim & Fit Booster series ini dapat dijalani setelahnya berbuka puasa dengan beberapa pilihan:

    1. Slim & Fit Booster: Membantu menjaga daya tahan tubuh kemudian lambung terasa nyaman pada waktu diet selama puasa tanpa lemas.
    2. Fit Tummy: Membantu mengatasi mual dan juga nyeri lambung dan juga memperbaiki stamina lalu daya tahan tubuh.
    3. Fit Tummy Rehydrate: Mengatasi mual, lambung aman dari gastritis, tubuh terhidrasi dan juga terjaga daya tahannya.
    4. Extra Fit Tummy: Mengatasi gejala GERD, mual, nyeri dan juga kram lambung, sehingga diet sambil berpuasa jadi lebih besar nyaman serta fit.
    5. Extra Fit Tummy Rehydrate: Membantu atasi nyeri lambung lalu GERD yang mana disertai mual dan juga kram perut dengan tambahan formula rehydrate yang tersebut menciptakan tubuh menjadi lebih tinggi segar serta terhidrasi.

    Dengan komposisi Vitamin B kompleks serta Vitamin C dan juga antasida didalamnya, Slim and Fit Booster Series ini mampu menjaga daya tahan tubuh untuk menurunkan risiko flu, menjaga dari kekurangan zat besi, meningkatkan energi lalu juga memperbaiki mood, dan juga meningkatkan konsentrasi. Booster ini dapat memperkuat acara diet yang mana pasien jalani walau sambil berpuasa Ramadan. Dengan tambahan perawatan ini, diharapkan konsumen mampu mencapai berat badan idealnya tanpa ada hambatan.

    Jika konsumen memerlukan perawatan tambahan lainnya untuk menurunkan berat badan atau menjaga berat badan idealnya, LIGHthouse Clinic juga memperkenalkan paket Slim Fit Series yang memberikan perawatan lebih banyak lengkap untuk mengempiskan lemak juga menurunkan lingkar badan melalui treatment Injex, LIGHTwave, Lymphatic Drainage, Lipoburn, Lipostripping hingga Vacu-RF.

    “Kami memahami keinginan pasien untuk dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang juga nyaman, pun sekaligus ingin menurunkan berat badan juga menjaga bentuk badan. Karena itu kami tak hanya saja menyediakan solusi yang dimaksud praktis kemudian aman, tapi juga siap mendampingi pasien menjaga daya tahan kemudian melakukan perawatan agar tampil stay in shape mendekati hari kemenangan,” ujar Anna Yesito Wibowo, Direktur Marketing LIGHT Group perusahaan induk dari LIGHThouse Clinic.

  • Kombinasi Jahe Merah lalu Kurma Solusi Alami untuk Tetap Bugar ketika Puasa

    Kombinasi Jahe Merah lalu Kurma Solusi Alami untuk Tetap Bugar ketika Puasa

    Ledisia.com – JAKARTA – Menjalani ibadah puasa dalam sedang kesibukan sehari-hari bisa saja menjadi tantangan tersendiri. Tubuh harus beradaptasi dengan inovasi pola makan kemudian jam tidur, yang digunakan kadang memproduksi daya tahan tubuh menurun. Salah satu gangguan kemampuan fisik yang mana kerap muncul pada waktu puasa adalah masuk angin, kembung, juga tubuh terasa lemas. Untuk mengatasi hal ini, mengonsumsi Bejo Jahe Merah pada waktu sahur lalu berbuka puasa dapat menjadi solusi yang dimaksud tepat, lantaran Bejo Jahe Merah mengandung khasiat jahe merah lalu kurma yang dimaksud membantu menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.

    Dalam sebuah pembukaan diskusi (28/02), dr. Nadhira Nuraini Afifa, dokter influencer menjelaskan faedah jahe merah yang mana sudah pernah lama dikenal di dalam khazanah perawatan kemampuan fisik di tempat Indonesia. “Jahe merah merupakan herbal alami yang dimaksud dikenal mempunyai berbagai kegunaan bagi tubuh, teristimewa di menjaga daya tahan tubuh. Beberapa kegunaan jahe merah pada waktu puasa, antara lain menghangatkan tubuh serta mengurangi masuk angin, meningkatkan imunitas dan juga stamina, serta melancarkan pencernaan,” jelas Dokter Nadhira.

    Selain itu, banyak yang digunakan mengeluh bahwa puasanya rutin terhambat oleh sebab itu gangguan pencernaan pada waktu berpuasa, seperti perut terasa begah atau kembung. Di situasi ini, isi jahe merah pada Bejo Jahe Merah membantu merangsang enzim pencernaan, sehingga sistem pencernaan lebih lanjut lancar juga tubuh terasa lebih besar nyaman, sehingga kualitas ibadah pada bulan Ramadan tiada terhambat.

    Saat berpuasa, pembaharuan cuaca dan juga kondisi perut kosong dapat menyebabkan tubuh lebih tinggi rentan terhadap masuk angin. Jahe merah mempunyai sifat menghangatkan yang dapat membantu tubuh masih nyaman sepanjang hari juga menurunkan risiko perut kembung atau mual. Jahe merah yang digunakan kaya akan radikal bebas juga mempunyai sifat anti-inflamasi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Mengonsumsinya ketika sahur lalu berbuka puasa dapat membantu tubuh tetap memperlihatkan bugar serta kuat selama menjalani ibadah puasa.

    Selain jahe merah, Bejo Jahe Merah juga mengandung kurma yang mana memiliki sejumlah manfaat, khususnya ketika dikonsumsi di rangkaian ibadah puasa. Kurma sendiri merupakan buah yang mana berbagai dicari warga Indonesia pada waktu bulan Ramadan lantaran memiliki keistimewaan. Buah ini kerap disebut dalam pada Al-Quran dan juga juga disebut sebagai kudapan yang digunakan dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk berbuka puasa.

    Husein Ja’far Al Hadar, ulama lalu kreator konten tema-tema Islam mengakui kedudukan istimewa buah kurma pada di ajaran Islam. “Kurma disebut beberapa kali pada Al-Qur’an sebagai buah yang digunakan diberkahi serta secara implisit dianggap bernilai akibat kurma adalah makanan yang tersebut bermanfaat bagi kondisi tubuh dan juga memberikan energi. Itulah juga sebabnya kurma juga dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai makanan berbuka puasa. Kurma yang mana juga kerap digambarkan sebagai karakter manusia mukmin yang digunakan setiap saat memberikan khasiat ini juga diyakini mampu melindungi tubuh dari racun,” jelas Habib Husein Ja’far.

    Secara medis, hal ini diamini pula oleh dr. Nadhira Nuraini Afifa. Menurutnya, kurma merupakan sumber gula alami yang digunakan cepat diserap oleh tubuh, sehingga sangat efektif untuk memulihkan energi setelahnya seharian berpuasa.

    “Kurma dapat menjaga keseimbangan gula darah dikarenakan zat serat di kurma membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga tubuh tiada mengalami lonjakan energi secara secara tiba-tiba yang mana bisa jadi menyebabkan rasa lemas setelahnya berbuka. Kurma juga menggalang sistem pencernaan kurma juga kaya akan serat, yang dimaksud membantu menjaga kondisi tubuh pencernaan selama berpuasa,” jelas dokter Nadhira.

    Agar faedah Bejo Jahe Merah dapat dirasakan secara optimal selama bulan puasa, ada beberapa waktu konsumsi yang digunakan direkomendasikan. Saat sahur, minum Bejo Jahe Merah hangat sebelum atau setelahnya makan dapat membantu menghangatkan tubuh, menghindari rasa kembung, lalu menjaga stamina sepanjang hari. Kemudian, pada waktu berbuka, disarankan untuk mengonsumsinya setelahnya menikmati makanan ringan agar tidak ada menyebabkan iritasi lambung. Bejo Jahe Merah juga dapat dikombinasikan dengan madu atau ekstra kurma untuk memberikan tambahan energi. Selain itu, mengonsumsi segelas Bejo Jahe Merah hangat sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih besar rileks, meningkatkan kualitas tidur, kemudian meningkatkan kekuatan sistem imun, sehingga tubuh tetap memperlihatkan bugar selama menjalani ibadah puasa.

    Dokter Nadhira menambahkan tips untuk tetap saja sehat selama berpuasa dengan menjaga keseimbangan nutrisi. “Untuk tetap memperlihatkan menjaga daya tahan tubuh pada waktu bulan Ramadan, pastikan makanan sahur serta berbuka nutrisinya seimbang. Jika perlu, lengkapi dengan mengonsumsi vitamin kemudian obat-obatan alami atau herbal yang dimaksud mengandung jahe merah juga kurma. Karena isi herbal alami seperti jahe merah kemudian kurma dapat membantu menangkal radikal bebas kemudian meningkatkan daya tahan tubuh,” paparnya.

    Rindu Melati Siregar, Group Brand Manager Bejo Jahe Merah, PT. Bintang Toedjoe menegaskan bahwa perpaduan jahe merah dan juga kurma di Bejo Jahe Merah menghadirkan solusi praktis untuk menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa. “Dengan manfaatnya yang dimaksud dapat menghangatkan tubuh, menghindari masuk angin, dan juga meningkatkan energi, Bejo Jahe Merah menjadi pilihan tepat untuk menggalang ibadah puasa agar masih lancar lalu nyaman. Jadikan setiap momen Ramadan tambahan sehat serta bugar dengan kebaikan alami Bejo Jahe Merah—karena tubuh yang tersebut kuat adalah kunci ibadah yang optimal,” pungkas Rindu.

  • 5 Tips Sahur untuk Penderita Asam Lambung, Puasa Jadi Nyaman lalu Lancar

    5 Tips Sahur untuk Penderita Asam Lambung, Puasa Jadi Nyaman lalu Lancar

    Ledisia.com – JAKARTA – Ada beberapa tips sahur untuk penderita asam lambung yang mana dapat membantu puasa menjadi lebih tinggi nyaman dan juga lancar. Penderita asam lambung masih mampu menjalankan puasa dengan nyaman asalkan menerapkan pola makan yang dimaksud tepat pada waktu sahur.

    Mengunyah makanan dengan baik, mengatur porsi makan, memilih makanan yang mana aman untuk lambung, tetap memperlihatkan mengonsumsi obat apabila diperlukan, juga menghindari tidur setelahnya makan adalah langkah penting untuk mengurangi gangguan lambung selama puasa .

    Sahur sendiri menjadi momen krusial dikarenakan merupakan sumber energi utama selama berpuasa. Namun, tanpa pola makan yang dimaksud tepat, penderita asam lambung bisa saja mengalami gangguan seperti nyeri ulu hati, kembung, hingga refluks asam.

    Berikut tips sahur untuk penderita asam lambung agar puasa tetap saja nyaman serta lancar dilansir dari Railly News, hari terakhir pekan (28/2/2025).

    5 Tips Sahur untuk Penderita Asam Lambung

    1. Kunyah Makanan dengan Perlahan

    Mengunyah makanan dengan baik sangat penting untuk mempermudah proses pencernaan. Saat mengunyah, air liur yang dimaksud diproduksi membantu melindungi lambung kemudian esofagus dari efek asam lambung. Sebaiknya kunyah makanan sekitar 30–32 kali sebelum menelannya.

    Makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan udara tertelan lebih lanjut banyak, yang digunakan mampu memicu perut kembung kemudian meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Oleh akibat itu, usahakan makan dengan santai kemudian nikmati setiap suapan.

    2. Hindari Makan pada Porsi Besar

    Mengonsumsi makanan pada jumlah keseluruhan berlebihan pada waktu sahur dapat menimbulkan lambung bekerja lebih besar keras, sehingga meningkatkan risiko refluks asam. Sebaiknya, makan pada porsi kecil namun tetap saja bergizi.

    Pilih makanan yang kaya serat dan juga protein agar kenyang lebih banyak lama, namun tetap memperlihatkan ringan bagi sistem pencernaan. Menghindari porsi besar juga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah, sehingga energi tetap memperlihatkan terjaga sepanjang hari.

  • 5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan, Hati-hati Dehidrasi lalu Tantangan Pencernaan

    5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan, Hati-hati Dehidrasi lalu Tantangan Pencernaan

    Ledisia.com – JAKARTA – Puasa tanpa sahur dapat berdampak buruk bagi kemampuan fisik tubuh. Tanpa asupan makanan juga cairan yang mana cukup sebelum berpuasa, seseorang berisiko mengalami dehidrasi, penurunan energi, gangguan pencernaan, bahkan kehilangan massa otot.

    Puasa sendiri miliki berbagai kegunaan bagi kesehatan, tetapi penting untuk menjalankannya dengan cara yang dimaksud benar agar tubuh masih pada kondisi optimal. Salah satu aspek yang sangat dianjurkan pada berpuasa adalah sahur, makan sebelum waktu subuh sebagai persiapan menghadapi puasa sepanjang hari.

    Namun, beberapa orang kerap kali melewatkan sahur, baik lantaran kesibukan, kelelahan, atau tiada merasa lapar di area pagi hari. Meskipun puasa tanpa sahur tetap saja sah pada hukum Islam, dari segi kesehatan, kebiasaan ini dapat memunculkan berbagai efek negatif bagi tubuh.

    Berikut adalah beberapa dampak kebugaran yang mana terjadi jikalau seseorang berpuasa tanpa sahur dilansir dari Health Line, Hari Jumat (28/2/2025).

    5 Efek Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan

    1. Energi juga Jumlah Menurun

    Sahur berfungsi sebagai sumber energi utama yang digunakan membantu tubuh bertahan selama 12 hingga 14 jam tanpa makanan kemudian minuman. Jika seseorang melewatkan sahur, tubuh akan lebih banyak cepat mengalami penurunan kadar glukosa di darah.

    Ketika kadar gula darah menurunkan drastis, seseorang bisa jadi mengalami kelelahan, pusing, sulit berkonsentrasi, serta rasa lemas sepanjang hari. Hal ini khususnya berdampak pada dia yang tersebut memiliki aktivitas padat, seperti bekerja, belajar, atau berolahraga.

    Tanpa asupan energi yang mana cukup dari sahur, otak juga dapat bekerja lebih tinggi lambat, yang tersebut menyebabkan sulit fokus lalu berkurangnya produktivitas di menjalankan aktivitas sehari-hari.

    2. Dehidrasi

    Salah satu aspek penting pada sahur adalah asupan cairan yang digunakan cukup untuk menjaga tubuh masih terhidrasi selama puasa. Jika seseorang berpuasa tanpa sahur, risiko mengalami dehidrasi akan meningkat, teristimewa jikalau cuaca panas atau aktivitas fisik yang tersebut diadakan cukup berat.