Tag: suhu basal

  • 7 Langkah Cermat dan Cerdas Mengisi Grafik Ovulasi

    7 Langkah Cermat dan Cerdas Mengisi Grafik Ovulasi

    Ledisia.com –  Hai, Ledis! Sudah membaca artikel Ledisia.com yang berjudul “Ingin Hamil Lebih Pasti? Kenali Lendir Serviks & Suhu Basal” ? Jika sudah, Anda pasti paham kalau lendir serviks dan suhu basal merupakan tanda pengenal waktu ovulasi. Jika ovulasi sudah diketahui waktunya, masa subur bisa langsung ditebak. Dengan begitu, hubungan seksual demi kehamilan dapat segera dilakukan.

    Untuk lebih afdolnya lagi, Anda wajib merekam waktu lendir serviks muncul dan kapan suhu basal Anda naik secara drastis. Caranya dengan membuat grafik ovulasi. Dengan grafik ini, pola siklus bisa dilacak dan dijadikan panduan untuk masa subur selanjutnya.

     

    Jangan Asal Mencatat Siklus Bulanan. Dengan Grafik Ovulasi Ini, Menentukan Hari Subur Anda Akan Lebih Akurat!

    Lalu, bagaimana sebenarnya wujud grafik ovulasi? Informasi apa saja yang perlu dibubuhkan ke dalamnya? Jika kedua pertanyaan ini ada dalam benak Anda, yuk kita saksikan contoh dan panduan berikut ini!

    Contoh grafik lendir serviks dan suhu basal - via babycenter.com
    Contoh grafik ovulasi via babycenter.com

     

    1. Sebelum memulai pencatatan, gandakanlah grafik ovulasi yang masih kosong. Setelah itu, Anda bisa mengisi detil tanggal pada bagian atas grafik.

    Melakukan pencatatan dengan grafik ovulasi memang tidak cukup hanya sekali. Anda perlu mencatat siklus paling tidak hingga tiga bulan lamanya. Pencatatan selama ini dilakukan demi memastikan kalau siklus Anda berjalan secara teratur dan rutin. Oleh karenanya, Anda perlu lebih dari satu lembar grafik ovulasi.

    Mulailah dengan mengisi bagian “dates covered” yaitu masa pencatatan grafik ovulasi dalam lembar tersebut. Biasanya, satu lembar grafik cukup digunakan untuk sebulan pencatatan. Jika ini adalah bulan pertama pencatatan, tulis angka 1 pada “cycle number“. Namun jika ini bukan yang pertama kalinya, tuliskan sesuai jumlah bulan Anda melakukan pencatatan.

    Di awal kolom, Anda akan menemui “cycle day” yang telah terisi angka. “Cycle day” ini dimulai dari hari pertama Anda mengalami menstruasi. Maka tanggal menstruasi pun bisa dituliskan di bawahnya, yaitu pada bagian “date” atau tanggal. Kemudian isilah “day of week” dengan hari terjadinya siklus Anda.

     

    2. Jika menemui tulisan “time“, isi saja dengan jam pengukuran suhu basal. Pastikan saat mengukur, Anda belum bangkit dari posisi tidur.

    Biasanya, di bawah tanggal siklus akan tertera kolom waktu. Waktu yang dimaksud pada grafik ovulasi adalah jam Anda melakukan pengukuran suhu basal dengan termometer basal. Tentunya, pengukuran ini harus dilakukan di pagi hari dan sebelum Anda bangkit dari posisi tidur/berbaring. Anda bahkan dilarang mengukur suhu basal pada posisi duduk di kasur demi keakuratan.

     

    3. Setelah mengisi kolom waktu, saatnya Anda membuat grafik. Caranya, sesuaikan suhu basal dan tanggal dengan membubuhkan tanda titik.

    Sekarang, Anda bisa mengisi bagian grafik ovulasinya. Gampang saja! Buatlah titik pada kolom yang bersesuaian dengan suhu (dalam satuan derajat Fahrenheit) dan tanggal pengukuran dilakukan. Setiap titik akan menunjukkan betapa tinggi atau rendahnya suhu basal. Semakin tinggi letak titiknya, semakin tinggi pula suhu basal tubuh Anda. Namun jika posisinya rendah, suhu basal juga sama rendahnya.

    Setelah pencatatan dilakukan selama berhari-hari, Anda bisa menghubungkan tanda titik tadi dengan garis. Dengan begitu, fluktuasi suhu basal selama siklus akan terlihat lebih jelas.

     

    4. Bila Anda menemukan gelombang yang cukup tinggi, di sekitar itulah terjadi ovulasi. Masa subur Anda pun telah dimulai 2-3 hari sebelum gelombang itu terjadi.

    Bila semua titik telah dihubungkan dan ditemui gelombang yang sangat tinggi, itu artinya ada kenaikan suhu basal yang sangat drastis pada tubuh. Inilah tanda kalau organ reproduksi Anda memasuki masa ovulasi. Maka, masa subur Anda terjadi pada dua atau tiga hari sebelum kenaikan suhu tersebut. Sangat disayangkan bila masa ini tidak digunakan untuk berhubungan seksual karena peluang hamil amat besar!

     

    5. Setelah Anda menemukan waktu ovulasi, hari sekitar gelombang tinggi harus diwarnai. Tujuannya agar Anda lebih peduli pada masa subur ini.

    Setelah Anda bisa membaca datangnya ovulasi dari grafik, jangan lupa warnai masa subur Anda. Minimal warnai dua hari, yaitu pada hari pertama ovulasi (suhu basal mulai naik tajam) dan sehari sebelumnya. Anda pun bisa menandai 2-3 hari sebelum ovulasi dengan warna lainnya, di mana masa itu juga dikenal subur untuk merencanakan kehamilan.

     

    6. Setelah paham cara membuat dan membaca grafik, jangan lupa beri keterangan lendir serviks. Cukup isikan kode untuk menggambarkan kondisi lendir pada kolom “CM type“.

    Kotak “CM type” (kepanjangan dari cervical mucus type atau tipe lendir serviks) merupakan bagian di mana Anda bisa menggambarkan kondisi lendir serviks yang Anda lihat. Idealnya lendir serviks dilihat di pagi hari, saat Anda buang air kecil di toilet. Tentunya, setelah mengukur suhu basal terlebih dahulu.

    Bagian ini cukup diisi dengan singkatan atau kode. Misalnya, P atau period. Kode ini menunjukkan kalau Anda sedang mengalami menstruasi, sehingga hanya darah yang keluar dari vagina Anda. Tapi kalau Anda isi dengan kode D atau dry, berarti vagina Anda bersih dan kering. Kondisi vagina yang kering memang wajar terjadi setelah menstruasi usai. Kalau ada menemui lendir yang serupa sticky rice (nasi lengket atau beras ketan), isi saja dengn kode S. Dan bila suatu hari Anda keputihan dengan cairan seperti putih telur mentah, ini artinya masa subur akan segera datang. Tuliskan kode E (egg white) sesegera mungkin!

     

    7. Inilah bagian terakhir dari grafiks ovulasi. Kolom “sex” yang akan memberi informasi kapan dilakukannya hubungan suami istri.

    Pada kolom ini, Anda tak perlu mengisi tanggal lagi. Cukup beri tanda silang atau centang pada hari dilakukannya hubungan seksual. Ini karena tanggal sudah tertera sebelum grafik dan Anda tinggal menyesuaikannya saja. Grafik ovulasi Anda pun selesai.

     

    Bagaimana, Ledis? Mudah sekali bukan mengisi dan membaca grafik ovulasi? Grafik ovulasi yang masih kosong ini bisa Anda dapatkan dari sejumlah sumber di internet dan gratis! Beberapa sumber mungkin memiliki format yang sedikit berbeda dengan contoh grafik ovulasi di atas. Namun informasi yang diisikan ke dalamnya, sama saja.

    Jadi kalau bukan sekarang, kapan lagi Ledis membuat grafik ovulasi? Tetap semangat untuk memiliki momongan ya, Ledis! Semoga berhasil!

  • Ingin Hamil Lebih Pasti? Kenali Lendir Serviks & Suhu Basal

    Ingin Hamil Lebih Pasti? Kenali Lendir Serviks & Suhu Basal

    Ledisia.com – Ledis, menurut ilmu pengetahuan, baik lendir serviks dan suhu basal merupakan pertanda yang bisa menunjukkan kapan tubuh wanita akan berovulasi. Jika masa ovulasi sudah diketahui, akan lebih mudah merencanakan hubungan seksual karena tahu waktu suburnya. Lantas, Anda tak perlu menduga-duga atau asal memprediksi.

    Namun, sudahkah Anda tahu bagaimana cara hamil dengan berbekal pengetahuan tentang lendir serviks dan suhu basal tubuh?

     

    Berbekal Pengetahuan Tentang Suhu Basal Tubuh dan Lendir Serviks, Kehamilan Anda Akan Jauh Lebih Pasti!

    Apa sebenarnya suhu basal dan lendir serviks itu? Bagaimana bisa melacak keberadaan keduanya? Daripada terus bertanya-tanya, mari kita pahami poin-poin berikut!

     

    Mencatat suhu basal tubuh membantu mendeteksi pola ovulasi. Di samping itu, ia juga menjadi catatan kalau ketidaksuburan terjadi.

    Grafik suhu basal - via wisegeek.com
    Grafik suhu basal via wisegeek.com

    Suhu basal tubuh adalah temperatur tubuh wanita yang terendah dalam jangka waktu 24 jam. Suhu basal ini dapat diketahui secara akurat segera setelah Anda membuka mata di pagi hari, namun sebelum Anda bangkit dan duduk di atas kasur. Artinya, Anda masih dalam kondisi rileks dan terbaring.

    Anda perlu termometer khusus untuk melihat berapa angka pasti suhu Anda. Namanya termometer basal. Termometer ini cukup sensitif untuk mengukur perubahan suhu basal dalam hitungan menit. Mendapatkannya pun tak susah karena apotek telah menjualnya secara bebas. Pada umumnya, Anda juga akan mendapatkan grafik dalam pembelian termometer basal. Grafik inilah yang akan diisi dengan temperatur harian Anda.

    Pada kondisi normal, suhu basal tubuh berkisar dari 97,2 derajat Fahrenheit hingga 97,7 derajat Fahrenheit. Dua hingga tiga hari menjelang ovulasi, perubahan hormon dapat mengakibatkan kenaikan suhu sekitar 0,4 derajat Fahrenheit hingga 1 derajat Fahrenheit yang berlangsung hingga siklus berikutnya.

    Pencatatan suhu basal dalam grafik tidak cukup jika hanya dilakukan sebulan. Pencatatan sebulan ini dianggap kurang efektif karena tidak bisa melacak siklus Anda di bulan selanjutnya. Mungkin saja di bulan selanjutnya, siklus Anda tidak sama dengan bulan pertama bukan? Tapi jika Anda mencatat grafik untuk beberapa bulan, misalnya 3 bulan, Anda baru bisa melihat bagaimana pola siklus bulanan Anda. Dari pola tersebut, Anda dapat memprediksi kapan ovulasi selanjutnya dan kapan hari terbaik untuk melakukan hubungan seks.

    Selain mencatat perubahan suhu, poin lain yang wajib dicatat dalam grafik adalah apakah dan kapan Anda sakit, serta kapan Anda luput mengukur suhu basal. Poin ini penting dicatat karena berhubungan dengan tingkat keakuratan grafik Anda.

    Suhu basal tubuh juga biasa digunakan dokter atau spesialis kesuburan ketika memeriksa penyebab masalah kesuburan pada pasangan suami istri. Sebagai contoh, beberapa wanita yang memiliki fase siklus yang pendek, mengalami ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Makanya, mereka sulit segera mendapat keturunan karena tidak subur.

     

    Lendir serviks adalah sahabat terbaik sperma. Melalui Bantuannya Sperma akan lebuh mudah membuahi sel telur.

    Lendir serviks - via pregnancytips.org
    Lendir serviks via pregnancytips.org

    Ada macam-macam keputihan yang pernah dialami wanita. Salah satunya adalah lendir serviks (servical mucus). Selama siklus menstruasi, lendir serviks yang Anda alami akan senantiasa berubah jumlah, warna, dan teksturnya. Perubahan ini terjadi karena adanya fluktuasi hormon. Karenanya, penting untuk selalu cek lendir serviks dan melacak perubahannya demi mengetahui kapan tepatnya Anda berovulasi.

    Kira-kira, begini bayangannya, selama siklus, Anda pasti akan mengalami haid. Selama haid, hanya darahlah yang keluar dari vagina. Usai haid, vagina akan bersih dan kering selama beberapa hari. Baru kemudian Anda mulai memiliki endapan lendir yang lengketnya seperti ketan. Jika mendapati tanda ini, janganlah berhubungan seksual terlebih dahulu. Ini karena Anda tidak mungkin hamil di masa-masa seperti ini.

    Beberapa hari menjelang ovulasi, lendir akan segera berubah menjadi lebih jernih dan licin. Bentuknya sangat mirip dengan putih telur ayam dan jumlahnya banyak. Lendir inilah yang jadi alarm waktunya berhubungan seksual. Lendir ini juga yang membuat hamil lebih pasti karena kemampuannya membawa sperma menuju ke sel telur jauh lebih mudah.

    Hari terakhir Anda melihat lendir serviks itu pun jadi hari yang paling subur untuk merencanakan kehamilan. Dengan kata lain, sehari sebelum memasuki masa ovulasi adalah masa paling subur dan menjadikan hamil lebih pasti, bukan sekedar kira-kira.

    Sedangkan waktu terbaik untuk meninjau keadaan lendir serviks adalah saat pertama kali ke toilet, usai bangun tidur. Tapi jangan lupa! Pastikan dulu suhu basal tubuh sebelum Anda bangkit dari posisi tidur. Setelah suhu basal terdeteksi, barulah kemudian pergi ke toilet. Anda bisa menggunakan tisu toilet atau tangan Anda untuk mengambil contoh lendir serviks. Pastikan jangan sampai melukai vagina, ya!

     

    Mengetahui suhu basal dan lendir serviks memberi banyak keuntungan. Tak terkecuali bagi Anda yang masa ovulasinya tidak tertatur.

    Tanda untuk Anda yang ovulasi tak teratur - via yimg.com
    Tanda untuk Anda yang ovulasi tak teratur via yimg.com

    Membuat grafik suhu basal tubuh dan lendir serviks dapat memberikan Anda dua keuntungan. Anda dapat melihat kembali siklus Anda ke belakang, sekaligus mendapat pola ovulasi yang akan terjadi di masa selanjutnya. Pola ovulasi yang terjadi pada wanita normal, biasanya 2-3 hari sebelum kenaikan suhu dan di akhir waktunya, lendir serviks akan muncul.

    Namun, ada juga sebagian wanita yang tetap sulit mengenali polanya. Ini disebabkan karena masa ovulasi mereka tidak konsisten. Sebagai contoh, pada bulan pertama, mereka ovulasi 14 hari usai haid. Selanjutnya 17 dan 12 hari. Jika ini terjadi pada Anda, coba lebih menekankan pada munculnya lendir dan kenaikan suhu basal saja. Kalau keduanya terjadi, segeralah berhubungan seks sebelum masuk hari ovulasi.

     

    Ketika sudah tahu pola ovulasi, Anda tinggal berhubungan seksual mulai tiga hari menjelang ovulasi. Jika ingin dilakukan lebih awal pun, misalnya dari enam hari sebelum ovulasi, pun tak jadi masalah. Sperma bisa bertahan selama 5-6 hari dalam tubuh Anda. Makanya, berhubungan seksual setiap hari sebelum masa subur adalah kesempatan baik supaya hamil lebih pasti.

    Nah, bagaimana Ledis? Mulailah mencatat suhu basal dan mengenali lendir serviks dari sekarang. Tetap semangat, ya!