Tag: kesehatan ginjal

  • Ternyata Ambil Darah untuk Pemeriksaan Kesejahteraan Tidak Membatalkan Puasa Ramadan

    Ternyata Ambil Darah untuk Pemeriksaan Kesejahteraan Tidak Membatalkan Puasa Ramadan

    Ledisia.com – KOTABARU – Puasa Ramadan mengakibatkan sejumlah kegunaan bagi kesehatan, termasuk detoksifikasi tubuh kemudian meningkatkan kontrol gula darah. Namun, bagi mereka yang dimaksud mempunyai riwayat kesulitan ginjal, berpuasa bisa saja menjadi tantangan tersendiri. Ginjal berperan penting pada menyaring racun serta menjaga keseimbangan cairan tubuh, sehingga inovasi pola makan juga hidrasi selama puasa dapat memengaruhi fungsi ginjal.

    Ketika tubuh bukan mendapatkan asupan cairan selama lebih besar dari 12 jam, ginjal harus bekerja lebih tinggi keras untuk mempertahankan keseimbangan elektrolit. Kondisi ini dapat berisiko bagi penderita penyakit ginjal kronis, hipertensi, atau diabetes.

    Bagi Anda yang tersebut tetap saja ingin menjalankan ibadah puasa dengan aman, berikut beberapa tips yang sanggup diterapkan:

    ♦ Konsumsi cukup cairan ketika sahur juga berbuka untuk menjaga dari dehidrasi.

    ♦ Kurangi asupan garam kemudian makanan tinggi protein agar ginjal tak bekerja terlalu berat.

    ♦ Hindari konsumsi minuman berkafein yang mana dapat meningkatkan produksi urine.

    ♦ Jika mengalami tanda-tanda gangguan ginjal, segera konsultasikan dengan dokter.

    Agar puasa masih berjalan lancar tanpa membahayakan kemampuan fisik ginjal, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan fungsi ginjal terlebih dahulu untuk memverifikasi kondisi kebugaran secara menyeluruh. Perlu diketahui bahwa pengambilan darah untuk pemeriksaan bukan membatalkan puasa, sehingga Anda masih dapat menjalani ibadah dengan tenang sambil menjaga kemampuan fisik ginjal.

    Untuk melakukan konfirmasi kondisi tubuh ginjal Anda selama Ramadan, Prodia menyediakan nilai tukar khusus paket pemeriksaan ginjal lengkap berbentuk ProHealthy Kidney 1, 2, juga 3, juga Cystatin-C yang dapat membantu Anda mengetahui kondisi ginjal secara akurat. Dengan teknologi laboratorium terkini kemudian tenaga medis profesional, Prodia berikrar membantu Anda menjalani puasa dengan lebih banyak sehat dan juga aman.

    Jangan tunggu hingga muncul gejala! Jadwalkan pemeriksaan ginjal kemudian medical check-up Anda sekarang melalui aplikasi mobile U by Prodia kemudian Kontak Prodia melalui layanan WhatsApp 0855 1500 830 atau call center 1500 830. Jalani Ramadan dengan tenang juga penuh berkah.

  • 8 Tanda Ginjal Bermasalah, Perubahan Warna Urine Sering Diabaikan

    8 Tanda Ginjal Bermasalah, Perubahan Warna Urine Sering Diabaikan

    Ledisia.com – JAKARTA Ginjal mempunyai peran penting di menjaga keseimbangan cairan, menyaring limbah, juga mengatur tekanan darah. Ketika ginjal mulai mengalami masalah, tubuh biasanya memberikan tanda-tanda peringatan.

    Sayangnya, banyak orang yang digunakan mengabaikan gejala awal, sehingga kondisi ginjal semakin memburuk serta berisiko menyebabkan komplikasi serius. Menurut data global, sekitar 14 persen populasi mengalami penyakit ginjal.

    Penyakit ginjal kerap kali berprogres secara perlahan serta tanpa gejala yang jelas di dalam tahap awal. Dengan mengenali gejala sejak dini, Anda dapat mengambil langkah pencegahan yang mana tepat.

    Seperti menjaga pola makan sehat, menurunkan konsumsi garam, minum cukup air, juga rutin memeriksakan kebugaran ginjal. Oleh akibat itu, penting untuk mengenali tanda-tanda awal gangguan ginjal agar dapat segera mengambil langkah pencegahan.

    Berikut delapan tanda ginjal Anda di bahaya dilansir dari Times of India, Rabu (12/2/2025).

    8 Tanda Ginjal Bermasalah

    1. Kulit Kering kemudian Gatal

    Ginjal berfungsi membuang limbah juga menjaga keseimbangan mineral di darah. Jika ginjal mulai bermasalah, racun akan menumpuk di tubuh, menyebabkan lapisan kulit menjadi kering dan juga gatal.

    Kondisi ini juga bisa jadi menjadi tanda gangguan mineral serta tulang, yang digunakan rutin terjadi pada penyakit ginjal. Jika lapisan kulit terasa sangat kering meskipun telah menggunakan pelembap, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

    2. Sering Buang Air Kecil

    Apakah Anda banyak dibangun pada waktu malam hari untuk buang air kecil atau merasa ingin buang air lebih lanjut kerap dari biasanya? Hal ini bisa jadi menjadi tanda gangguan ginjal.

  • 5 Makanan untuk Mencegah Ginjal Rusak, Konsumsi Mulai Hari Hal ini

    5 Makanan untuk Mencegah Ginjal Rusak, Konsumsi Mulai Hari Hal ini

    Ledisia.com – JAKARTA Makanan untuk mengurangi ginjal rusak mampu dikonsumsi sejak dini. Mempertahankan kondisi tubuh ginjal adalah langkah penting untuk menegaskan tubuh masih seimbang dan juga bebas dari racun.

    Ginjal yang dimaksud sehat membantu tubuh pada proses detoksifikasi. Terutama selama musim dingin ketika metabolisme tubuh mengalami perubahan.

    Beberapa makanan super dapat meringankan kerja ginjal, mengempiskan peradangan, juga melindungi organ vital ini dari kerusakan. Berikut lima makanan simpel yang digunakan dapat dikonsumsi untuk menjaga kondisi tubuh ginjal dilansir dari Times of India, Rabu (15/1/2025).

    5 Makanan untuk Mencegah Ginjal Rusak

    1. Buah Bit

    Buah bit kaya akan radikal bebas serta nitrat alami yang dimaksud membantu menurunkan tekanan darah lalu melancarkan aliran darah, sehingga menggalang fungsi ginjal. Kandungan seratnya juga berperan pada membantu proses detoksifikasi tubuh.

    Anda bisa jadi menambahkan buah bit ke pada salad atau sup untuk mendapatkan faedah maksimal. Selain memberikan warna cerah pada hidangan, bit juga membantu ginjal membersihkan racun tambahan efektif.

    2. Cranberry

    Cranberry terkenal sebab kemampuannya mengurangi infeksi saluran kemih (ISK) dengan menghambat bakteri menempel di tempat saluran kemih. Buah ini juga kaya akan radikal bebas yang tersebut melindungi ginjal dari stres oksidatif.

    Anda dapat mengonsumsi cranberry pada bentuk segar atau sebagai jus tanpa gula untuk khasiat maksimal. Menurut Dr. Nirbhai Kumar, cranberry adalah salah satu buah terbaik untuk kondisi tubuh ginjal akibat khasiat protektifnya.

  • Deteksi Dini Cegah Risiko Gagal Ginjal Kronis juga Komplikasi

    Deteksi Dini Cegah Risiko Gagal Ginjal Kronis juga Komplikasi

    Ledisia.com – JAKARTA – Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH mengingatkan pentingnya deteksi dini serta intervensi dini bagi pasien penyakit ginjal kronis. “Bila tidak ada mendapatkan tata laksana yang dimaksud baik di 7 tahun bisa jadi menjadi gagal ginjal kronis (PGK-red). Namun jikalau terdeteksi lebih banyak awal, maka gagal ginjal bisa jadi lebih banyak lama,”ungkapnya.

    Sebagai informasi, penyakit ginjal kronis erat kaitannya dengan Hiperkalemia. Ketika seseorang mengalami PGK, ginjal bukan dapat mengeluarkan kalium dengan efektif seperti biasanya. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan kalium di darah, yang merupakan karakteristik dari hiperkalemia. Pengembangan kadar kalium di darah ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi

    Pada penderita hiperkalemia, ginjal secara perlahan akan kehilangan fungsinya, yakni untuk menyaring darah, mengeluarkan limbah, juga menjaga keseimbangan air juga elektrolit di tubuh. Hiperkalemia merupakan kondisi dengan ditandai tingginya kadar kalium pada darah yang dapat mengancam jiwa. Episode hiperkalemia pada pasien dengan PGK sanggup meningkatkan kemungkinan kematian pada waktu satu hari pasca kejadian.

    Selain bagi para penderita PGK, kondisi ini sangat rentan muncul pada pasien yang digunakan menderita gagal jantung, penyakit gula mellitus dan juga bagi dia yang mana mengonsumsi obat tekanan darah. Namun bagi penderita PGK, mereka itu lebih besar rentan terkena hiperkalemia dengan risiko lebih lanjut besar antara 40% hingga 50%. Bahkan pada kondisi gagal ginjal level lima, dr. Pringgodigdon mengatakan risiko kemunculan hiperkalemia dapat sampai sebelas kali tambahan berpotensi daripada mereka yang tersebut tidak ada menderita PGK miliki risiko 1 kali saja.

    Kasus ringan PGK kemungkinan besar bukan menyebabkan gejala, namun apabila diagnosisnya terlambat dari hiperkalemia bisa jadi menyebabkan henti jantung juga kematian. Untuk itu, penting memacu pemeriksaan segera melalui tes darah lalu elektrokardiogram (EKG) agar memungkinkan pasien menerima perawatan yang mana tepat sesegera mungkin. Deteksi dini memungkinkan intervensi untuk membantu normalisasi kadar kalium juga mengurangi komplikasi yang tersebut terkait dengan hiperkalemia, seperti aritmia jantung atau kesulitan jantung penting lainnya.

    “Tidak semata-mata itu, deteksi dini juga memberikan penghematan biaya lantaran tak perlu dijalankan terapi pengganti fungsi ginjal selama bertahun-tahun. Sehingga kualitas hidup pasien mampu menjadi lebih banyak baik,” jelas dr dr. Pringgodigdo. Pemeriksaan segera melalui tes darah kemudian elektrokardiogram (EKG) sangat dianjurkan untuk pasien PGK. Hal ini memungkinkan pasien untuk menerima perawatan yang dimaksud tepat dari dokter dia sesegera mungkin.

    dr. Pringgodigdo menyampaikan prioritas untuk mengidentifikasi diagnosis, intervensi maupun tata pelaksana awal bagi pasien PGK akan berkaitan dengan mobilitas juga mortalitas atau nomor kematian akibat penyakit tertentu, baik akibat “Kardiorenal” yang mana mengacu pada hubungan kompleks antara penyakit jantung (kardiovaskular) serta penyakit ginjal (renal).

    Merujuk data Riskesdas 2018, Prevalensi Gagal Ginjal Kronis berdasarkan Diagnosis Dokter pada Penduduk Umur ≥15 Tahun mencapai 713.783 orang. Dimana secara Provinsi, tiga tempat tertinggi ada di dalam Jawa Barat sebanyak 131.846, Jawa Timur ada 113.045, juga Jawa Tengah sebanyak 96.794 orang.

    Merujuk data tersebut, dr Pringgodigdo mengatakan kalau hipertensi kemudian hiperglikemia merupakan penyulut tertinggi terjadinya PGK hingga penyakit kardiovaskular lainnya. Untuk itu, beliau menyarankan pentingnya menerapkan gaya hidup sehat. Mulai dari diet seimbang, menjaga dari kelebihan berat badan juga mengonsumsi garam lalu gula sesuai dengan rekomendasi, hingga menjalankan olahraga lalu ktiivitas fisik teratur.

    Bila telah mengarah pada hiperkalemia, maka yang dimaksud juga harus diadakan adalah pemantauan secara rutin kadar kalium di darah. Hingga penyesuaian diet dan juga pemakaian obat-obatan tertentu untuk dapat membantu mengendalikan kadar kalium lalu mengurangi kemungkinan komplikasi. Sebab sinergi antara penanganan PGK kemudian pengelolaan hiperkalemia menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kemudian juga menghurangi risiko komplikasi yang tersebut bisa saja terjadi karenanya.

  • Konsumsi Makanan Pedas Menyebabkan Batu Ginjal, Mitos atau Fakta?

    Konsumsi Makanan Pedas Menyebabkan Batu Ginjal, Mitos atau Fakta?

    Ledisia.com – JAKARTA – Konsumsi makanan pedas dipercaya dapat menyebabkan batu ginjal. Akibatnya, tak sedikit yang mana menurunkan atau bahkan menghindari makanan ini demi menjaga kebugaran optimal.

    Namun, makanan pedas bukan secara segera menyebabkan batu ginjal . Hanya saja, konsumsi makanan pedas dapat memicu beberapa kondisi yang mana berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

    Salah satunya dehidrasi. Makanan pedas seperti yang dimaksud mengandung cabai, menyebabkan tubuh lebih banyak mudah berkeringat serta kehilangan cairan. Jika cairan yang digunakan hilang tidak ada segera digantikan dengan air putih, risiko dehidrasi meningkat.

    Dehidrasi menciptakan urine menjadi lebih banyak pekat dan juga memicu pembentukan kristal di ginjal, yang akhirnya membentuk batu ginjal. Selain itu, cabai, khususnya cabai merah, mengandung oksalat pada jumlah total yang cukup tinggi.

    Oksalat adalah senyawa yang dimaksud berperan di pembentukan batu ginjal jenis kalsium oksalat, yang dimaksud merupakan jenis batu ginjal paling umum. Jika oksalat dikonsumsi berlebihan juga tiada diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, risiko pembentukan batu ginjal meningkat.

    Di sisi lain, sebagian orang rutin mengombinasikan makanan pedas dengan makanan asin atau berlemak tinggi, seperti gorengan, mie instan, atau makanan olahan. Makanan asin meningkatkan kadar natrium pada tubuh, yang dapat mengganggu keseimbangan kalsium juga meningkatkan pembentukan batu ginjal.

    “Kalau kamu mikir batu ginjal cuma muncul akibat kebanyakan makan sambel, itu salah besar. Makanan pedas memang benar bisa jadi bikin perut panas, tapi bukanlah faktor batu ginjal,” kata dokter spesialis urologi, dr. I Nyoman Palgunadi, SpU dikutipkan dari akun Instagram @dokterspesialisurologi, Selasa (17/12/2024).

    “Batu ginjal itu sebenarnya kristal mineral yang digunakan mengendap di dalam ginjal. Tapi kalau kita nggak menjaga tubuh dengan baik, batu ini bisa jadi mengalami perkembangan jadi besar kemudian bikin sakit banget,” sambungnya.

  • Rebusan Daun Apa yang dimaksud Bisa Menghancurkan Batu Ginjal?

    Rebusan Daun Apa yang dimaksud Bisa Menghancurkan Batu Ginjal?

    Ledisia.com – JAKARTA Rebusan daun dipercaya mampu menghancurkan batu ginjal. Batu ginjal adalah hambatan kebugaran yang digunakan umum dan juga dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa apabila bukan segera ditangani.

    Selain perawatan medis, beberapa unsur alami dipercaya miliki kemampuan untuk membantu menghancurkan batu ginjal . Salah satu solusi alami yang mana sejumlah dikenal adalah menggunakan rebusan daun tertentu.

    Berikut daun yang mana bisa saja menghancurkan batu ginjal dilansir dari Times of India, Kamis (28/11/2024).

    Rebusan Daun Apa yang digunakan Bisa Menghancurkan Batu Ginjal?

    1. Daun Tempuyung

    Daun tempuyung merupakan salah satu vegetasi herbal yang digunakan dikenal mempunyai khasiat untuk meluruhkan batu ginjal. Tanaman ini mengandung senyawa berpartisipasi seperti kalium, flavonoid, serta saponin yang dipercaya mampu membantu melarutkan batu ginjal secara alami.

    Daun ini mengandung kalium yang digunakan membantu melarutkan kalsium oksalat, salah satu komponen utama batu ginjal. Selian itu, berfungsi sebagai diuretik alami yang dimaksud membantu memperlancar buang air kecil, sehingga batu ginjal dapat dikeluarkan.

    Cara Membuat Rebusan Daun Tempuyung

    Ambil sekitar lima hingga tujuh lembar daun tempuyung segar. Cuci bersih daun untuk menghilangkan kotoran.

    Rebus daun di tiga gelas air hingga tersisa 1,5 gelas. Saring rebusan dan juga konsumsi di keadaan hangat, dua kali sehari.

  • 5 Cara Membersihkan Ginjal secara Alami, Penting Cukupi Asupan Air Putih

    5 Cara Membersihkan Ginjal secara Alami, Penting Cukupi Asupan Air Putih

    Ledisia.com – JAKARTA – Membersihkan ginjal secara alami melalui inovasi gaya hidup sehat sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh kemudian menghindari gangguan fungsi ginjal. Ginjal adalah organ penting di tubuh yang bertanggung jawab untuk menyaring racun, limbah, serta kelebihan cairan dari darah.

    Fungsi ginjal yang mana baik sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tubuh secara keseluruhan. Dengan menjaga asupan air, makan makanan sehat, menurunkan garam juga gula, mengonsumsi herbal, lalu rutin berolahraga, ginjal bekerja lebih lanjut baik di menyaring racun kemudian menjaga kebugaran tubuh secara keseluruhan.

    Berikut adalah lima cara alami yang dimaksud dapat membantu membersihkan ginjal lalu menjaga fungsinya agar tetap saja optimal dilansir dari Times of India, Selasa (12/11/2024).

    5 Cara Membersihkan Ginjal secara Alami

    1. Tingkatkan Asupan Air Putih

    Minum air putih yang cukup setiap hari adalah langkah pertama serta paling penting untuk membersihkan ginjal. Air membantu melarutkan racun lalu limbah di darah sehingga ginjal dapat lebih besar mudah menyaring serta membuangnya.

    Direkomendasikan untuk minum sekitar delapan hingga 10 gelas per hari. Selain menjaga dari dehidrasi, air juga membantu menghindari terbentuknya batu ginjal kemudian menjaga keseimbangan cairan tubuh.

    2. Konsumsi Makanan Tinggi Antioksidan

    Antioksidan dapat membantu melindungi ginjal dari kehancuran akibat radikal bebas. Beberapa buah-buahan seperti cranberry, blueberry, lalu anggur merah kaya akan pencegah oksidasi yang tersebut baik untuk kebugaran ginjal.

    Selain itu, cranberry juga diketahui mengandung senyawa yang dimaksud dapat membantu mengurangi infeksi saluran kemih, yang mana apabila tak ditangani dapat merusak ginjal.

    3. Kurangi Konsumsi Garam juga Gula

    Konsumsi garam juga gula berlebih dapat membebani ginjal sebab kedua zat ini dapat meningkatkan tekanan darah dan juga gula darah, yang tersebut berpotensi merusak ginjal pada jangka panjang. Mengurangi asupan garam membantu menurunkan risiko hipertensi, yang merupakan salah satu pemicu utama penyakit ginjal.