Tag: kebohongan tentang diet

  • 7 Makanan Diet yang Justru Membuatmu Makin Gemuk

    7 Makanan Diet yang Justru Membuatmu Makin Gemuk

    Ledisia.com – Ketika melakukan diet, kita seakan silau dengan label “sehat dan bergizi” yang terkandung di dalam makanan tertentu. Hati-hati, Ledis, sebab klaim yang disuguhkan iklan bisa saja berlebihan atau bahkan menyesatkan. Alih-alih membuat kamu makin langsing, lemak malah bisa makin menumpuk di pinggangmu, deh!

     

    Meski Makanan-Makanan Ini Diklaim Sehat Untuk Dietmu, Jangan Mudah Percaya, Sebab Mereka Justru Bisa Menimbun Lemak Di Perutmu!

    Maka dari itu, kamu mesti cerdas dalam memilih menu makanan diet-mu, Ledis. Siapa tahu, makanan-makanan yang diklaim sehat itu justru memberikan kalori tambahan yang gak sedikit jumlahnya. Inilah beberapa makanan diet yang justru membuatmu makin gemuk.

     

    1. Di balik rasa yang enak dan gizi yang mencukupi, sereal sarapan pagi bukanlah makanan yang baik untuk mengawali hari.

    Sereal adalah pilihan yang buruk untuk sarapan via livestrong.com
    Sereal adalah pilihan yang buruk untuk sarapan via livestrong.com

    Sereal untuk sarapan umumnya tinggi gula dan karbohidrat sederhana—dua di antara beragam substansi yang paling bikin gemuk. Mengawali hari dengan mengkonsumsi sereal olahan ini akan membuat kadar gula darah dan insulinmu meningkat pesat. Begitu mereka kembali normal beberapa jam kemudian, tubuhmu akan kembali lapar.

    Label ‘rendah-lemak’ maupun ‘gandum-utuh’ pada sereal tidak membawa perubahan yang signifikan, sebab keduanya masih mengandung kadar gula yang tinggi. Agar sarapanmu benar-benar sehat dan memberimu energi seharian, pilihlah makanan yang bebas dari pengolahan dan kaya protein, misalnya telur yang bergizi.

     

    2. Roti gandum utuh diklaim lebih sehat dibanding roti biasa. Tapi, benarkah demikian?

    Benarkah roti gandum utuh terbuat dari gandum utuh? via thestar.com
    Benarkah roti gandum utuh terbuat dari gandum utuh? via thestar.com

    Banyak makanan berlabel ‘gandum utuh’ yang tidak benar-benar dibuat dari gandum utuh. Malahan, roti gandum utuh ternyata memiliki indeks glikemik yang sama tingginya dengan roti biasa.

    Meski roti gandum utuh mengandung sedikit lebih banyak serat dan nutrisi, pada dasarnya roti yang terbuat dari gandum tidak memiliki nutrisi yang signifikan bagi tubuh bila dibandingkan dengan makanan lainnya.

     

    3. Gemar ngemil? Pikir dua kali sebelum melahap granola bar olahan pabrik.

    Hati-hati dengan kalori dalam granola bar via mirror.co.uk
    Hati-hati dengan kalori dalam granola bar via mirror.co.uk

    Granola bar terkenal sebagai cemilan diet yang sehat karena terbuat dari oat, buah, kacang, dan biji-bijian yang kaya serat. Tapi, hal ini belum tentu berlaku terhadap produk hasil olahan pabrik.

    Ketika diproduksi secara massal, komponennya mungkin saja menjadi kurang sehat, senasib dengan makanan olahan lainnya. Salah satunya, sirup gula dan minyak yang dimanfaatkan sebagai perekat bisa membuat makanan ini jadi padat kalori. Bila kamu memang suka granola, tak ada salahnya untuk membuatnya sendiri.

     

    4. Yogurt memang salah satu makanan yang sehat. Sayangnya, yogurt rendah-lemak justru mengandung banyak gula tambahan.

    Yogurt rendah-lemak justru mengandung kadar gula yang tinggi via womeneatingyoghurt.tumblr.com
    Yogurt rendah-lemak justru mengandung kadar gula yang tinggi via womeneatingyoghurt.tumblr.com

    Menghilangkan lemak dari makanan membuat rasa makanan itu menjadi hambar. Untuk mengakalinya, pabrik menambahkan pemanis. Yogurt olahan umumnya ditambah gula, sirup jagung, atau pemanis buatan.

    Padahal, studi menunjukkan lemak pada produk susu sebenarnya tidak berdampak buruk atau menimbulkan kegemukan. Justru gula tambahanlah yang dapat menimbulkan gumpalan lemak pada tubuhmu.

    Jadi, alih-alih menikmati yogurt rendah-lemak, lebih baik nikmati saja yogurt yang apa adanya.

     

    5. Buah dan sayuran pada saladmu memang baik bagimu; dressing-nya yang justru berpotensi mengacaukan dietmu.

    Dressing pada salad menyimpan tambahan kalori via mindstreamacademy.org
    Dressing pada salad menyimpan tambahan kalori via mindstreamacademy.org

    Tak diragukan, salad berisi buah dan sayuran adalah menu yang bisa kamu andalkan bagi dietmu. Hanya saja, kamu mesti pandai-pandai memilih dressing-nya. Dressing salad membuat rasanya jauh lebih enak.

    Sayang, umumnya dressing ini dibuat dari bahan yang kurang sehat, seperti sirup jagung tinggi fruktosa yang tinggi kalori. Alih-alih jadi langsing, bisa-bisa saladmu justru bikin kamu tambah gemuk! Makanya, cobalah untuk membuat sendiri dressing saladmu dari bahan-bahan yang sehat dan rendah kalori.

     

    6. Berbeda dengan buah utuh yang sehat, jus buah justru mengandung lebih banyak gula dan sedikit serat.

    Kadar gula yang tinggi dalam jus buah bisa mengacaukan dietmu via blog.londolozi.com
    Kadar gula yang tinggi dalam jus buah bisa mengacaukan dietmu via blog.londolozi.com

    Jus buah tidak sesehat yang kamu kira. Sebab, mengubah bentuk buah utuh menjadi cair justru meniadakan serat yang terkandung di dalamnya. Tak hanya itu, kandungan gulanya pun lebih tinggi dibanding buah utuh, apalagi bila kita terbiasa menambahkan gula ke dalamnya. Makanya, jangan mengkonsumsinya terlalu banyak, ya!

     

    7. Jangan tersesat oleh minuman soda diet. Ia justru bisa mengubah kebiasaan makanmu menjadi lebih jelek.

    Diet soda bisa memicu nafsu makan via huffingtonpost.com
    Diet soda bisa memicu nafsu makan via huffingtonpost.com

    Minuman soda dengan embel-embel ‘diet’ pada kemasannya memang tidak mengandung kalori karena menggunakan pemanis buatan. Tapi, bukan berarti kamu boleh meneguknya sesuka hati, Sebab, rasa manis yang tanpa kalori bisa “menipu” tubuhmu, yang memicu nafsu makan.

    Terlebih, soda dapat menimbulkan perut kembung, lho. Kalau mau minuman yang nol kalori, minum air putih aja, deh!

     

    Itulah beberapa  makanan diet yang dapat membuatmu tambah gemuk. Yuk, lebih sadar dalam memilih makanan yang masuk ke mulut kita, Ledis!

  • 7 Dalih Tentang Diet Untuk Membohongi Dirimu Sendiri

    7 Dalih Tentang Diet Untuk Membohongi Dirimu Sendiri

    Ledisia.com – Biar dietmu sukses, sekadar pengen saja tidaklah cukup, Ledis, Kamu harus punya kemauan yang kuat dan mental yang siap untuk memulai diet. Sayangnya, kita seringkali hanya memiliki niat yang setengah hati. Sisanya, kita memilih untuk mencari dalih untuk pembenaran dan membohongi diri sendiri.

     

    Jika Ingin Tujuan Dietmu Tercapai, Hindari Menggunakan Dalih-Dalih Ini Untuk Menipu Diri Sendiri!

    Oke, kamu bisa saja berbohong pada orang lain soal berapa berat badanmu saat ini, tapi angka yang kamu lihat pada timbangan gak pernah bohong. Agar tubuh langsing gak hanya sekadar angan, kamu harus memulainya dengan jujur pada diri sendiri dan menghindari dalih-dalih tentang diet berikut ini.

     

    1. “Aku tak punya anggaran untuk membeli makanan yang lebih sehat bagi dietku.”

    Makanan sehat harusnya jadi prioritas via healthy100tips.com
    Makanan sehat harusnya jadi prioritas via healthy100tips.com

    Kalau kamu terbiasa mengkonsumsi makanan yang sekadar kenyang, mungkin ini adalah salah satu dalih yang akan kamu ucapkan. Memang, setiap orang punya kebutuhan dan prioritas masing-masing. Tapi, bila menurunkan berat badan menjadi salah satu tujuan yang kamu anggap penting, bukankah seharusnya makanan sehat juga menjadi prioritasmu?

    Lagipula, memilih makanan yang sehat itu gak semahal yang kamu kira, kok. Kamu bisa memperbanyak mengkonsumsi sayuran yang kamu beli di pasar lokal dan memanfaatkan makanan seperti tahu dan tempe sebagai sumber protein. Lagipula, memasak sendiri makananmu jelas lebih irit dibanding selalu membeli makanan jadi di luar. Terlebih lagi, kamu bisa mengelola sendiri nutrisi dari menumu.

     

    2. “Rasa makanan sehat itu gak enak.”

    Kombinasikan makanan sehat dengan makanan favoritmu via rebatefitness.com
    Kombinasikan makanan sehat dengan makanan favoritmu via rebatefitness.com

    Beberapa orang menyatakan bahwa mereka gak suka “makanan sehat” karena rasanya, padahal mereka mungkin baru sekali atau bahkan belum pernah mencoba mencicipinya. Sebelum memutuskan suatu makanan enak atau tidak, setidaknya cicipi dulu beberapa kali. Siapa tahu makananmu hanya salah olah atau salah bumbu, ‘kan?

    Kalau memang kamu kurang suka, kamu bisa menggabungkannya dengan makanan yang kamu suka, kok. Lalu, secara bertahap, tingkatkan porsi makanan sehat itu menjadi lebih banyak di piringmu. Lama-lama, kamu akan terbiasa.

     

    3. “Pakaianku mulai mengecil.”

    Pakaianmu bukan mengecil, kamu yang membesar via jeans.about.com
    Pakaianmu bukan mengecil, kamu yang membesar via jeans.about.com

    Pakaian memang bisa menciut bila proses mencucinya keliru. Tapi, kalau kamu bukan remaja tanggung yang sedang dalam masa pertumbuhan dan pakaianmu dicuci dengan cara yang tepat, sebenarnya bukan pakaianmu yang mengecil, melainkan berat badanmu yang bertambah. Makanya, kamu wajib waspada terhadap berat badan bila pakaian favoritmu mulai gak cukup, sebab pakaianmu gak pernah berkata bohong.

     

    4. “Aku sudah olahraga hari ini. Jadi boleh, dong, makan semangkuk es krim?”

    aaav via food52.com
    Hati-hati dengan asupan kalori yang tak terkendali via food52.com

    Sudah berolahraga bukan berarti kamu boleh mengabaikan dietmu, lho. Sebab, olahraga yang kamu lakukan mungkin gak membakar kalori sebanyak yang kamu kira. Jalan dengan tempo yang cepat selama sejam kira-kira hanya membakar 360 kalori. Padahal, semangkuk es krim yang kamu makan bisa mengandung sampai 400 kalori, lho.

    Tentu, memanjakan diri sesekali tak ada salahnya, tapi perhatikan juga porsinya, ya!

     

    5. “Menurunkan berat badan itu mustahil karena aku selalu lapar.”

    Susah die karena selalu lapar via mirror.co.uk
    Susah die karena selalu lapar via mirror.co.uk

    Merasa selalu lapar? Bisa jadi itu disebabkan oleh pemilihan makanan yang keliru untuk mengisi perutmu. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah protein membuat kadar gula darahmu meroket. Akibatnya, rasa lapar muncul lagi setelah kadar gula darahmu kembali normal. Selain konsumsi karbohidrat yang tinggi, dehidrasi, stres, dan obat-obatan tertentu juga bikin nafsu makanmu tak terkendali.

     

    6. “Orangtuaku gemuk, jadi mau diet kayak apa juga aku tetap bakal gemuk.”

    Ortumu gemuk, kamu gak harus ikutan gemuk via healthyway.com
    Ortumu gemuk, kamu gak harus ikutan gemuk via healthyway.com

    Beberapa studi memang menunjukkan bahwa genetik memang ada hubungannya terhadap obesitas. Tapi, pada kebanyakan kasus, gaya hiduplah yang lebih menentukan. Alasan utama mengapa keluarga tertentu mengalami kelebihan berat badan sementara yang lainnya tidak adalah karena sebagian orangtua memiliki gaya hidup yang kurang sehat dan menularkannya ke anak mereka.

    Nah, meski kedua orangtuamu gemuk, kamu masih punya kesempatan untuk langsing dengan mengubah gaya hidup, kok!

     

    7. “Aku lebih menawan ketika tubuhku gemuk.”

    Obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit via returnofkings.com
    Obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit via returnofkings.com

    Bisa menerima bentuk tubuhmu dan merasa nyaman dengan dirimu sendiri memang hal penting. Tapi, bila indeks massa tubuhmu menunjukkan kecenderungan kelebihan berat badan atau obesitas, kamu sebaiknya berpikir ulang untuk mulai menurunkan berat badan atau setidaknya mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan berolahraga.

    Faktanya, mereka yang mengalami obesitas mengalami peningkatan risiko terhadap penyakit serius seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker. Mengurangi berat badan setidaknya 10 persen, memilih makanan yang lebih sehat, serta berolahraga teratur dapat mengurangi risiko penyakit di atas.

     

    Nah, sebelum kamu mengutarakan dalih di atas pada dirimu sendiri, sebaiknya pikir dua kali, Ledis. Bagaimanapun, jujur pada diri sendiri itu lebih baik, ‘kan?