Tag: inseminasi buatan

  • Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (2)

    Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (2)

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Kemarin, Ledisia sudah membahas metode pertama untuk merencanakan kehamilan bayi dengan jenis kelamin tertentu. Metode itu disebut dengan Preimplantation Genetic Testing (pengujian praimplantasi genetik), di mana program bayi tabung juga dijalankan secara bersamaan.

    Hari ini, Ledisia kembali membagikan tips merencanakan kehamilan bayi dengan menyeleksi jenis kelamin. Dengan metode ini, Anda bebas menentukan pilihan, mau bayi laki-laki atau perempuan, silahkan saja!

     

    Dengan Metode Ericsson, Ingin Bayi Laki-Laki atau Perempuan Bukan Masalah Lagi!

    Yuk, langsung saja berkenalan dengan Metode Ericsson!

     

    Dengan memisah sperma berdasarkan kecepatan renang, metode Ericsson menentukan jenis kelamin bayi yang akan ditimang.

    Asyiknya punya bayi cowok - via lepotaizdravlje.rs
    Asyiknya punya bayi cowok via lepotaizdravlje.rs

    Teknik yang ditemukan oleh Ronald Ericsson ini, bertujuan memisahkan sperma yang memiliki jenis kelamin tertentu. Teknik ini meyakini jika sperma yang berenang lebih cepat adalah laki-laki. Sedangkan sperma yang berenang lebih lambat adalah perempuan.

    Teknik ini dapat bekerja apabila Anda menggunakan inseminasi buatan atau inseminasi intrauterin. Sperma yang sudah dipilih, akan ditempatkan langsung pada uterus dengan bantuan inseminasi tadi. Setelah pembuahan terjadi, muncullah bayi dengan jenis kelamin yang Anda ingini.

    Metode Ericsson memiliki tingkat efektifitas yang beragam, tergantung dari jenis kelaminnya. Pada rencana kehamilan bayi laki-laki, tingkat efektifnya sebesar 78% – 85%. Untuk bayi perempuan, efektif dari 73% – 75%.

     

    Sel sperma akan melalui simulasi. Dari situ, jenis kelamin bayi dapat diseleksi.

    Yang paling cepat berenang adalah sperma lelaki - via kinja-img.com
    Yang paling cepat berenang adalah sperma lelaki via kinja-img.com

    Metode Ericsson memerlukan semacam simulasi untuk mengetahui jenis kelamin sperma. Setelah dituang pada cairan lengket (yang teksturnya mirip dengan cairan vaginal wanita) dalam tabung reaksi, dokter akan melihat bagaimana pergerakan sperma di dalamnya. Secara alamiah, sperma tadi pasti akan berenang menuju bagian bawah tabung. Sperma yang berjenis kelamin laki-laki akan lebih cepat menyentuh dasar tabung. Sedangkan yang lebih lambat, akan sampai dasar tabung belakangan dan itulah sperma perempuan.

    Setelah pergerakan terlihat, dokter memisahkan sperma laki-laki dan perempuan. Jika Anda ingin bayi laki-laki, sperma yang paling cepatlah yang diinseminasikan. Sebaliknya, jika ingin anak perempuan, sperma yang lebih lambat yang akan ditanam pada uterus.

     

    Tidak perlu khawatir karena Metode Ericsson sangat aman. Tingkat keberhasilannya pun lumayan!

    Belum tentu sukses - via abril.com.br
    Menunggu diagnosis jenis kelamin bayi via abril.com.br

    Metode Ericsson ini ditanggapi positif oleh pasangan suami istri di Amerika karena biayanya lebih terjangkau dibandingkan dengan teknologi inseminasi buatan lainnya. Prosesnya pun non invasif sehingga tidak memberikan rasa sakit. Anda pun tidak perlu khawatir karena prosedur yang akan dilalui relatif aman. Ericsson sendiri telah mengumumkan kalau tingkat kesuksesan metodenya berkisar pada angka 75% – 80%. Besar sekali, bukan? Jadi, kenapa tak Anda coba?

     

    Itulah metode Ericsson, salah satu metode inseminasi buatan yang memungkinkan Anda menyeleksi jenis kelamin bayi. Metode tersebut banyak ditawarkan oleh klinik kesuburan yang ada di kota-kota besar di Amerika Serikat, seperti California, Florida, Maine, Michigan, New Jersey, dan New York. Jika Anda serius ingin mencoba, tak ada salahnya terbang ke sana. Atau berkonsultasilah pada dokter Anda untuk mencari klinik/rumah sakit rujukan yang lebih dekat!

    Jangan lewatkan artikel lanjutan “Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (3)”. Ternyata, ada seleksi jenis kelamin yang bisa Anda lakukan dari rumah, lho ledisSo, stay tune terus di Ledisia.com ya!

  • Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (1)

    Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (1)

    Suami : “Ma, kalau nanti hamil, mau anak laki-laki atau perempuan?”

    Istri : “Pengennya cowok sih, Pa. Tapi terserah Tuhan aja deh yang ngasih.”

    Ledisia.com – Hey, Ledis! Pernahkah mengalami percakapan serupa dengan suami Anda? Atau kawan dan tetangga yang bertanya seperti itu? Wajar sekali pertanyaan tersebut hadir di lingkungan sekitar kita.

    Selama bertahun-tahun, pertanyaan tersebut tidak akan berhenti dan akan selalu menjadi misteri. Manusia boleh saja berkeinginan punya anak laki-laki atau perempuan. Namun, semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan. Anda sebagai wanita hanya bisa mengusahakan yang terbaik agar kehamilan Anda tetap sehat.

     

    Dengan Preimplantation Generic Testing, Jenis Kelamin Bayi Ternyata Dapat Ditentukan Sejak Dini!

    Tahukah Anda? ternyata ada cara untuk bisa menyeleksi jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Ya, benar-benar ada cara untuk mewujudkannya! Caranya pun beragam. Mulai dari metode medis hingga non medis. Ledisia akan membahas cara-cara tersebut untuk Anda di artikel kali ini.

     

    Mari kenali Preimplantation Generic Testing. Teknologi kedokteran untuk menentukan jenis kelami bayi.

    Preimplantation Genetic Diagnosis - via werathah.com
    Preimplantation Genetic Diagnosis via werathah.com

    Cara pertama menyeleksi jenis kelamin bayi adalah dengan Preimplantation Generic Testing (pengujian praimplantasi genetik). Prosedur ini biasa dilakukan bersamaan dengan program bayi tabung atau In Vitro Fertilisation (IVF). Tujuannya untuk menghapus satu atau dua sel dari embrio dan menguji apakah ada kelainan kromosom atau genetik pada sel tersebut.

    Preimplantation Generic Testing mempunyai dua macam tes yang bisa dipilih oleh penggunanya, yaitu Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD) dan Preimplantation Genetic Screening (PGS). Keduanya bisa digunakan untuk meninjau keadaan embrio dan menyeleksi jenis kelamin yang diinginkan. Namun, masing-masing tes biasanya dilakukan berdasarkan alasan utama ingin menyeleksi jenis kelamin.

    PGD biasanya dilakukan oleh pasangan dengan warisan penyakit atau gangguan genetik dari keturunan sebelumnya. Dengan begitu, embrio pasangan suami istri bisa diuji agar keturunan selanjutnya tidak memiliki nasib yang sama. Sedangkan PGS banyak digunakan oleh pasangan suami istri yang sengaja ingin memiliki keturunan dengan jenis kelamin tertentu dan tidak ada alasan masalah genetik sama sekali.

     

    Preimplantation Generic Testing melihat embrio secara menyeluruh. Dengan demikian, embrio jenis kelamin tertentu akan tumbuh.

    Pengumpulan sel embrio - via bebego.com
    Pengumpulan embrio via bebego.com

    Selama siklus bayi tabung, sel telur dibuahi oleh sperma dalam cawan khusus bernama petri dish. Kemudian akan ada satu sel atau lebih yang dihapus dari masing-masing embrio. Sel yang dihapus tersebut akan diuji untuk melihat gangguan genetik, kromosom normal, dan kromosom X serta Y-nya.

    Normalnya program bayi tabung, peneliti akan memastikan embrio terbaik yang bisa ditanamkan dan memastikannya kembali lewat mikroskop. Lain halnya dengan program bayi tabung yang disertai Preimplantation Generic Testing. Pengujian ini malah akan melihat embrio secara menyeluruh untuk menandai kelainan genetik/kromosom, sekaligus juga untuk seleksi jenis kelamin.

    Setelah hasil pengujian tersebut, dokter akan menanamkan embrio sehat pada uterus. Penanaman embrio ini didasari oleh pertimbangan umur, kualitas embrio, dan sejarah reproduksi Anda. Pada program bayi tabung yang diikuti oleh wanita berusia 40 tahun atau lebih, biasanya ada 3-4 embrio yang ditanamkan. Tapi jika Anda menggunakan metode program bayi tabung sekaligus dengan PGD atau PGS, dokter akan menanamkan lebih sedikit karena adanya embrio yang kurang bagus dan berpotensi membuat kehamilan tidak sehat.

     

    Tak ada salahnya Anda mencoba Preimplantation Generic Testing. Jika Anda dinyatakan hamil, PGD atau PGS menjamin hampir 100% jika bayi yang dikandung sesuai jenis kelamin yang diinginkan. Pun setelah siklus PGD atau PGS usai, biasanya akan ada embrio yang tersisa. Anda bisa membekukan embrio tersebut agar bisa digunakan di masa depan. Pembekuan ini akan menyiasati kalau terjadi keguguran atau ingin memiliki momongan lagi.

    Ledis ingin tahu cara apalagi yang bisa dilakukan agar bisa menyeleksi jenis kelamin bayi pada kehamilan nanti? Makanya, jangan lewatkan artikel “Ternyata, Inilah Cara Hamil Bayi Laki-Laki/Perempuan! (2)‘.