Blog

  • 15 Manfaat Air Rebusan Daun Kelor kemudian Waktu Terbaik Mengonsumsinya

    15 Manfaat Air Rebusan Daun Kelor kemudian Waktu Terbaik Mengonsumsinya

    Ledisia.com – JAKARTA – Manfaat air rebusan daun kelor untuk kondisi tubuh sangat beragam. Minuman ini dipercaya mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan lemak darah pada darah, menyehatkan mata, hingga menjaga kondisi tubuh jantung serta kulit.

    Daun kelor sendiri sudah pernah lama dikenal sebagai vegetasi yang mana kaya manfaat. Hal ini akibat daun kelor sumber kalsium terbaik bahkan lebih lanjut dari susu, hingga 10 kali lebih banyak kaya vitamin A daripada wortel, mengonsumsi daun ini juga dapat menyehatkan tubuh tak seperti sayuran lainnya.

    Selain mempercepat metabolisme, mengatur gula darah, lalu menyokong peningkatan rambut, daun kelor juga dapat membantu mendetoksifikasi hati. Anak-anak kecil, ibu hamil, juga ibu baru sangat disarankan untuk mengonsumsi daun yang mana dikenal sebagai moringa untuk menyehatkan tubuh juga mental.

    Berikut adalah faedah lain minum air rebusan daun kelor untuk kebugaran dilansir dari Hindustan Times, Rabu (18/9/2024).

    15 Manfaat Air Rebusan Daun Kelor kemudian Waktu Terbaik Mengonsumsinya

    1. Mengembangkan Sistem Imun

    Air rebusan daun kelor mengandung sebagian besar vitamin C serta radikal bebas yang digunakan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C membantu tubuh melawan infeksi, sementara penangkal radikal menangkal radikal bebas yang mana bisa jadi merusak sel-sel tubuh.

    2. Menyokong Aspek Kesehatan Mata

    Daun kelor kaya akan vitamin A yang tersebut penting untuk kondisi tubuh mata. Mengonsumsi air rebusan daun kelor secara rutin dapat membantu menjaga dari berbagai hambatan mata, seperti rabun senja serta degenerasi makula, yang mana rutin terjadi dikarenakan kekurangan vitamin A.

    3. Menurunkan Kadar Gula Darah

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun kelor mempunyai sifat antidiabetik yang tersebut sanggup membantu menurunkan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes, konsumsi air rebusan daun kelor dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap saja stabil, namun harus masih berkonsultasi dengan dokter.

    4. Menurunkan Kadar Kolesterol

    Kadar lemak darah yang tinggi bisa saja meningkatkan risiko penyakit jantung. Daun kelor mengandung senyawa yang dimaksud sanggup membantu menurunkan lipid LDL (kolesterol jahat), sehingga mengempiskan risiko penyakit kardiovaskular. Air rebusan daun kelor dapat menjadi solusi alami untuk menjaga lipid tetap saja terkontrol.

  • 5 Pergerakan Yoga untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Mudah Dilakukan

    5 Pergerakan Yoga untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Mudah Dilakukan

    Ledisia.com – JAKARTA – Sejumlah aksi yoga mampu membantu menurunkan kadar gula darah secara alami. Olahraga ini dapat menjadi pilihan yang digunakan baik untuk penderita penyakit gula atau mereka itu yang mana berisiko.

    Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa pergerakan yoga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sirkulasi, kemudian menurunkan stres. Semua komponen ini bermanfaat untuk menjalankan kadar gula darah .

    Berikut adalah pergerakan yoga simpel yang tersebut dapat ditambahkan ke rutinitas harian untuk menjaga kadar gula darah masih terkendali dilansir dari Times of India, Selasa (17/9/2024).

    5 Pergerakan Yoga untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    1. Surya Namaskar

    12 pergerakan yoga yang dimaksud dikenal sebagai surya namaskara membantu meningkatkan sirkulasi, merangsang pankreas, dan juga meningkatkan sensitivitas insulin. Perubahan ini berkontribusi pada pengaturan gula darah.

    Gerakan dinamis ini miliki tiga khasiat utama untuk mengatur diabetes mellitus dengan meningkatkan pencernaan, menurunkan stres, juga melibatkan seluruh tubuh. Dengan kedua tangan saling bertautan pada depan dada, mulailah di tempat berdiri.

    Tarik napas ketika mengangkat lengan di area melawan kepala kemudian lepaskan pada waktu membungkuk untuk menyentuh lantai. Tarik napas dalam-dalam pada waktu Anda maju perlahan melalui setiap gerakan, lalu ulangi selama enam hingga 10 siklus.

    2. Vrikshasana

    Vrikshasana merupakan cara yang digunakan bagus untuk menurunkan ketegangan serta meningkatkan fokus dan juga keseimbangan, yang digunakan keduanya dapat membantu mengatur kadar gula darah. Inisiatif ini meningkatkan sirkulasi serta menguatkan otot inti.

    Berdiri tegak lalu seimbangkan tubuh dengan satu kaki. Telapak kaki kedua harus berada di dalam paha bagian dalam, jangan letakkan dalam lutut. Angkat telapak tangan dalam berhadapan dengan kepala atau rapatkan di area dada. Tarik napas beberapa kali untuk menahannya, lalu balikkan tubuh.

  • 7 Perubahan Kulit yang Menandakan Kanker Payudara Salah Satunya Keluar Cairan dari Puting

    7 Perubahan Kulit yang Menandakan Kanker Payudara Salah Satunya Keluar Cairan dari Puting

    Ledisia.com – JAKARTA – Perubahan pada dermis kelenjar susu kerap kali menjadi salah satu tanda awal karsinoma kelenjar susu yang tersebut diabaikan. Meskipun tidak ada semua pembaharuan dermis menandakan kanker, penting untuk waspada juga segera memeriksakan diri ke dokter apabila Anda menemukan gejala.

    Kanker susu adalah salah satu jenis neoplasma yang tersebut paling umum dalam dunia, khususnya pada wanita. Salah satu tanda awal dari tumor ganas susu adalah pembaharuan pada lapisan kulit di area sekitar payudara. Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini dari usia, riwayat keluarga, mutasi gen, obesitas, hormon, hingga riwayat menstruasi.

    Mengenali pembaharuan dermis ini sejak dini dapat membantu pada diagnosis lalu penyembuhan yang mana lebih banyak efektif. Jika Anda menemukan pembaharuan pada payudara, segera konsultasikan dengan dokter. Pemeriksaan dini sangat penting untuk meningkatkan prospek kesembuhan.

    Berikut adalah pembaharuan dermis yang menandakan neoplasma kelenjar susu dilansir dari Medical News Today, Hari Sabtu (14/9/2024).

    7 Perubahan Kulit yang dimaksud Menandakan Kanker Payudara

    1. Kulit Berlesung atau Tampak Seperti Kulit Jeruk

    Salah satu inovasi epidermis yang tersebut paling banyak terlihat pada karsinoma dada adalah epidermis yang tersebut berlesung atau tampak seperti dermis jeruk, yang di istilah medis disebut peau d’orange. Kulit pada sekitar dada atau puting dapat tampak lebih lanjut kasar, seperti tekstur epidermis jeruk, kemudian dapat disebabkan oleh adanya cairan limfatik yang tersebut tersumbat akibat peningkatan tumor di tempat di payudara. Kondisi ini banyak kali menandakan jenis neoplasma dada yang tersebut lebih tinggi agresif, seperti neoplasma susu inflamatori.

    2. Perubahan Warna Kulit

    Perubahan warna pada lapisan kulit di dalam area kelenjar susu bisa jadi menjadi tanda awal kanker. Kulit dapat tampak kemerahan, keunguan, atau bahkan lebih tinggi gelap dari biasanya. Peradangan di area jaringan kelenjar susu yang dimaksud disebabkan oleh pertumbuhan sel karsinoma dapat memicu kemerahan juga pembengkakan di area sekitar area tersebut. Jika inovasi warna ini tidaklah disertai dengan cedera atau faktor lain yang mana jelas, penting untuk segera memeriksakannya.

    3. Pembengkakan atau Penebalan Kulit

    Kanker dada juga dapat menyebabkan pembengkakan atau penebalan pada lapisan kulit payudara. Hal ini sanggup menciptakan susu terlihat lebih besar besar, asimetris, atau tampak tambahan berat. Penebalan lapisan kulit ini banyak disertai dengan rasa nyeri atau ketidaknyamanan, meskipun ada pula perkara di tempat mana gejala ini tidaklah menyebabkan rasa sakit. Pembengkakan terjadi sebab penyumbatan pembuluh darah lalu limfa yang dimaksud terpengaruh oleh sel kanker.

  • Aritmia Mengenal Kondisi Gangguan Irama Jantung dan Cara Menghindarinya

    Aritmia Mengenal Kondisi Gangguan Irama Jantung dan Cara Menghindarinya

    Ledisia.com – JAKARTA – Detak jantung yang tidak teratur dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Kondisi medis ini dikenal sebagai aritmia jantung atau gangguan ritme jantung. Aritmia jantung mencakup ketidaknormalan dalam ritme detak jantung, baik terlalu cepat (takikardia) maupun terlalu lambat (bradikardia). Menurut Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam TB Simatupang, detak jantung yang tidak teratur memiliki risiko masing-masing.

    “Pada takikardia, detak jantung melebihi 100 detak per menit dan dapat menyebabkan gejala seperti palpitasi, sesak napas, dan nyeri dada,” ungkap Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K) di Jakarta. Sebaliknya, bradikardia adalah kondisi saat detak jantung lebih rendah dari 60 detak per menit dan dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan, bahkan pingsan.

    Faktor penyebab dan pemicu aritmia jantung bermacam-macam. Penyakit jantung koroner, kelainan struktural jantung, gangguan elektrolit, serta penggunaan obat-obatan tertentu dan konsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan dapat memicu aritmia. Untuk mengurangi risiko, disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mempertimbangkan metode perawatan terbaru seperti cryoablation.

    Cryoablation adalah teknik perawatan yang menggunakan suhu sangat rendah untuk membekukan jaringan jantung yang menyebabkan gangguan ritme. Meski efektif dan memiliki waktu pemulihan yang lebih singkat, tidak semua pasien cocok untuk prosedur ini. Pemilihan metode perawatan harus didasarkan pada penilaian medis yang cermat. Namun, cryoablation juga memiliki risiko komplikasi dan efektivitas yang bervariasi, sehingga mungkin memerlukan terapi tambahan.

  • Dr Tirta Berbagi Tips Penanganan Luka Bakar Jangan Gunakan Es Batu dan Odol

    Dr Tirta Berbagi Tips Penanganan Luka Bakar Jangan Gunakan Es Batu dan Odol

    Ledisia.com – Dr. Tirta, seorang dokter yang dikenal luas di media sosial karena aktif membagikan edukasi seputar kesehatan melalui konten-konten kreatif. Dengan gaya penyampaian yang santai namun informatif, Dr. Tirta berhasil mengemas isu-isu kesehatan yang sering disalahartikan oleh masyarakat menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat.

    Salah satu konten edukatif yang baru saja dibahas oleh Dr. Tirta adalah tentang penanganan luka bakar. Ia menegaskan bahwa luka bakar tidak boleh diolesi dengan kecap, odol, atau es batu. Sebaliknya, luka bakar sebaiknya segera dibilas dengan air mengalir. Penggunaan es batu malah dapat memperparah kerusakan kulit, terutama jika luka bakar disebabkan oleh bahan kimia.

    Selain itu, Dr. Tirta juga membahas mitos terkait kentut yang sering dianggap dapat menyebabkan bau napas jika ditahan. Namun, menahan kentut tidak berhubungan dengan bau napas namun dapat menimbulkan masalah serius pada usus seperti ileus obstruktif yang dapat menyebabkan pembengkakan dan pecahnya usus.

    Konten menarik lainnya adalah pembahasan tentang jerawat. Banyak yang percaya bahwa memencet jerawat adalah solusi terbaik namun Dr. Tirta mengingatkan bahwa tindakan tersebut justru dapat memperparah infeksi.

    Dr. Tirta juga menepis mitos yang mengatakan bahwa masturbasi dapat mencegah serangan jantung, menekankan bahwa tidak ada hubungan langsung antara kedua hal tersebut.

    Dengan pengetahuan yang mendalam di bidang kesehatan dan penyampaian yang mudah dipahami, akun Dr. Tirta di media sosial menjadi sumber informasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Jangan lupa untuk mengikuti akun YouTube @tirtapengpengpeng agar tidak ketinggalan informasi kesehatan terkini!

  • Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Ledisia.com – Peran orang tua terutama ibu sangatlah penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu sebagai role model atau panutan dalam keluarga, memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan perilaku anak terkait kesehatan gigi dan mulut.

    Staf Pengajar FKG Universitas Trisakti, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, mengatakan bahwa literatur telah membuktikan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik terkait dengan kesehatan gigi dan mulut, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut anaknya. Sebaliknya, ibu yang kurang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik, akan berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut anaknya. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut ibu dan anak merupakan kesatuan yang saling terkait.

    “Ibu yang memiliki status kebersihan gigi yang baik, biasanya akan mencerminkan kondisi kebersihan gigi anaknya. Sebagai contoh, seorang ibu dengan indeks karies yang tinggi, biasanya anaknya juga akan mengalami banyak gigi berlubang,” ujar Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, pada Rabu (11/9/2024).

    Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak ini juga menjelaskan bahwa gigi berlubang atau karies merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Literatur juga telah membuktikan bahwa ibu merupakan sumber utama transmisi bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri tersebut umumnya tinggal di daerah kavitas atau lubang gigi dan pada plak gigi. Transmisi bakteri dapat terjadi secara vertikal atau horizontal.

    “Transmisi secara vertikal dapat terjadi dari ibu ke anak atau pengasuh ke anak, misalnya melalui penggunaan alat makan bersama atau sikat gigi bergantian. Bakteri akan ikut berpindah ke rongga mulut anak,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut ibu, untuk mencegah terjadinya transmisi bakteri tersebut. Selain itu, transmisi secara horizontal juga dapat terjadi dari teman-teman anak melalui penggunaan alat makan atau sikat gigi bersama. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap, dan perilaku yang positif terkait kesehatan gigi dan mulut pada ibu, untuk menurunkan angka penyakit gigi dan mulut pada anak.

    Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, juga menekankan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu merupakan prioritas yang tidak kalah penting dari menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Tanpa perawatan yang sama pada ibu, perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan.

  • Pria Ini Sembuh dari Pembesaran Prostat Jinak Berkat Tindakan Rezum

    Pria Ini Sembuh dari Pembesaran Prostat Jinak Berkat Tindakan Rezum

    Ledisia.com – Pembesaran prostat jinak masih menjadi masalah kesehatan yang menghantui para pria dewasa seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini didukung oleh studi yang menyebutkan bahwa sekitar 40 persen pria berusia 50 tahun dan 90 persen pria berusia lebih dari 90 tahun mengalami kondisi ini. Meskipun demikian, penyebab pasti dari pembesaran prostat jinak masih belum diketahui dan diduga terkait dengan perubahan hormon seksual seiring bertambahnya usia.

    Gejala pembesaran prostat jinak bisa bervariasi pada setiap penderita, namun umumnya akan semakin parah seiring berjalannya waktu. Gejala utama yang sering terjadi adalah kesulitan buang air kecil, harus mengejan saat buang air kecil, aliran urine yang lemah, dan sering buang air kecil. Jika mengalami gejala ini, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena kini telah ada inovasi penanganan yang efektif untuk kondisi ini.

    Salah satu inovasi tersebut adalah tindakan rezum yang ditawarkan oleh Primaya Hospital PGI Cikini, Jakarta. Tindakan ini ditujukan untuk pasien pembesaran prostat jinak yang umumnya dialami oleh pria di atas usia 50 tahun. CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa tindakan rezum merupakan salah satu layanan terbaru dari layanan urologi Primaya Hospital yang menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkembang dan berinovasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Tindakan rezum dilakukan oleh dokter spesialis yang berpengalaman dan didukung oleh teknologi canggih serta fasilitas yang bersih dan pelayanan yang ramah, aman, dan cepat. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia,” ujar Leona.

    Tindakan rezum dilakukan dengan memberikan anestesi yang lebih ringan dibandingkan dengan tindakan konvensional. Proses dimulai dengan endoskopi ke dalam saluran kemih, kandung kemih, dan prostat. Alat rezum akan mengalirkan energi uap air yang terukur ke jaringan prostat, sehingga dalam waktu yang ditentukan, jaringan prostat akan mengecil secara alami dan membuka sumbatan saluran kemih. Pasien akan mulai merasakan hasilnya dalam waktu dua minggu hingga tiga bulan setelah tindakan dilakukan.

  • Misteri di Balik Kanker Payudara yang Kerap Terlupakan oleh Penderita Puput Novel

    Misteri di Balik Kanker Payudara yang Kerap Terlupakan oleh Penderita Puput Novel

    Ledisia.com – Jakarta, Penyebab kanker payudara seperti yang diidap almarhumah Puput Novel seringkali tidak disadari. Namun, hal ini merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Karena itu, penting bagi semua orang, terutama wanita, untuk mengenali faktor risiko kanker payudara guna melakukan deteksi dini.

    Kanker payudara adalah jenis kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Hal ini terjadi ketika sel-sel pada jaringan payudara tumbuh secara tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan area di sekitarnya. Kanker ini dapat terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Selain itu, kanker juga dapat terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat dalam payudara.

    Menurut redaksi Ledisia.com, berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab kanker payudara, seperti haid pertama pada usia di bawah 12 tahun, tidak menikah, tidak memiliki anak, melahirkan anak pertama di usia 30 tahun, tidak menyusui, menggunakan kontrasepsi hormonal dan/atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama, menopause pada usia lebih dari 55 tahun, pernah operasi tumor jinak payudara, memiliki riwayat kanker dalam keluarga, mengalami stres berat, konsumsi lemak dan alkohol secara berlebihan, serta menjadi perokok aktif atau pasif.

    Selain itu, redaksi Ledisia.com juga menemukan bahwa kanker payudara dapat dipicu oleh konsumsi beberapa makanan dan minuman tertentu. Diantaranya adalah daging merah yang dibakar, alkohol, gula, susu tinggi lemak dan protein olahan, serta daging yang sudah diproses. Oleh karena itu, disarankan agar Anda membatasi konsumsi makanan dan minuman tersebut untuk mencegah risiko terkena kanker payudara.

    Dengan mengetahui faktor risiko dan makanan yang dapat memicu kanker payudara, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan melakukan deteksi dini untuk mencegah dan mengatasi penyakit ini. Tetaplah menjaga pola hidup sehat dan berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kanker payudara.

  • Mengikuti Jejak Marshanda Turunkan Berat Badan 20 Kg dengan Olahraga 5 Kali Seminggu

    Mengikuti Jejak Marshanda Turunkan Berat Badan 20 Kg dengan Olahraga 5 Kali Seminggu

    Ledisia.com – Jakarta – Marshanda, aktris yang dikenal dengan penampilan yang cantik dan menawan, berhasil menurunkan berat badannya hingga 20 kg dalam waktu satu tahun. Berbagai kesempatan ia gunakan untuk membagikan rahasia keberhasilannya. Ia mengungkapkan bahwa ia kini telah menjalani pola hidup sehat dan disiplin. Pola hidup yang ia jalani meliputi rutin berolahraga lima kali dalam seminggu dan menjaga pola makan yang seimbang.

    Marshanda menjelaskan bahwa ia membatasi waktu makan setiap harinya dengan metode intermiten fasting. Metode ini ia terapkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini telah menginspirasi banyak penggemarnya untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. Ia juga menekankan bahwa perubahan ini berdampak positif pada kesehatan mental dan fisiknya. Kini, Marshanda merasa lebih sehat dan nyaman dengan berat badannya yang kini 56 kg.

    “Selain rutin berolahraga lima kali seminggu, aku juga bermain badminton, berenang, hot yoga, dan ngegym. Aku juga menerapkan metode intermiten fasting dengan jendela makan yang terbatas,” ujar Marshanda di Jakarta Selatan.

    Marshanda juga berusaha untuk menghindari cheating day, di mana ia bebas makan makanan favoritnya tanpa batasan dan waktu yang ditentukan.

    “Aku jarang melakukan cheating day, mungkin hanya sekali dalam dua bulan atau sebulan sekali,” jelasnya.

    Selama proses menurunkan berat badan, Marshanda mengakui sering merasa pesimis. Namun, ia tetap berusaha untuk berolahraga dan menjalani diet agar mencapai targetnya.

    “Seringkali saya merasa pesimis, tapi saya tetap berusaha dengan berolahraga dan diet,” ungkapnya.

  • Paus Fransiskus, dari Lutut yang Terluka Hingga Kursi Roda yang Menjadi Sahabat Setia

    Paus Fransiskus, dari Lutut yang Terluka Hingga Kursi Roda yang Menjadi Sahabat Setia

    Ledisia.com – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, tampak menggunakan kursi roda selama kunjungannya di Indonesia dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Meski mengalami masalah kesehatan, hal ini tidak menghalanginya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam misi kunjungannya.

    Penggunaan kursi roda bukanlah hal baru bagi Paus Fransiskus yang berusia 87 tahun. Beliau telah beberapa kali mengalami masalah kesehatan, termasuk nyeri lutut kronis yang mengharuskannya mengurangi aktivitas fisik. Namun, hal ini tidak mengubah rencana kunjungannya di Indonesia.

    Dilansir oleh The Guardian pada Kamis (5/9/2024), Paus Fransiskus telah lama menderita masalah lutut dan linu panggul, kondisi saraf kronis yang menyebabkan nyeri pada punggung, pinggul, dan kaki. Hal ini membuatnya sempat absen dari beberapa agenda besar, seperti kebaktian malam tahun baru dan tahun baru pada bulan Desember 2020.

    Pada tahun 2022, Paus juga terpaksa membatalkan perjalanan ke Lebanon, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan karena kesulitan berjalan. Namun, hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk terus melakukan perjalanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Bahkan, di awal tahun 2023, beliau berhasil menjadwalkan ulang perjalanan ke Afrika dan mengunjungi kedua negara tersebut.

    “Saya akan terus berusaha untuk melakukan perjalanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat karena bagi saya, itu adalah salah satu cara untuk mengabdi,” ujar Paus Fransiskus. Dengan semangatnya yang tak pernah padam, beliau tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin umat Katolik di seluruh dunia.