Author: Halwa Futuhan

  • Ini adalah Penyebab Tria Changcuters Pingsan pada Konser Sound Project

    Ini adalah Penyebab Tria Changcuters Pingsan pada Konser Sound Project

    Ledisia.com – JAKARTA – Penyebab Tria The Changcuters pingsang pada waktu konser Sound Project akhirnya terungkap. Pria bernama asli Mohammad Tria Ramadhani yang disebutkan menjelaskan bahwa waktu itu ia memang sebenarnya di kondisi kurang fit.

    Tria adalah vokalis band The Changcuters. Pada penampilannya dalam The Sounds Project dalam Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta, Hari Sabtu (10/8/2024), ia pingsan di dalam tengah-tengah aksi manggungnya. Insiden yang disebutkan terjadi ketika Tria membawakan lagu berjudul Gila-gilaan.

    Singkat cerita, awalnya Tria tampil enerjik seperti biasa. Lalu, ia sempat mundur ke belakang panggung serta berakhir ambruk ketika dalam dekat drum yang dimaksud dimainkan Erick Nindyoastomo.

    Mendapati hal itu, Tria kemudian dibawa turun dari panggung oleh kru kemudian penampilan The Changcuters pun dihentikan sementara. Kemudian, gitaris The Changcuters, Qibil, mencoba menenangkan penonton sambil memberitahu kondisi Tria.

    Penyebab Tria Changcuters Pingsan di tempat Konser Sound Project Agustus 2024

    Berselang beberapa waktu pasca ‘tumbang’ di tempat konser, Tria Changcuters kembali muncul dalam depan publik. Terbaru, ia sedikit mengungkap kondisinya yang tersebut waktu itu disebut tiada bagus.

    Bicara ke awak media, Tria mengatakan dirinya mengalami asam lambung ketika pada panggung. Selain itu kondisi fisiknya waktu itu juga sedang bukan stabil.

    Tria menegaskan bahwa dirinya memang benar miliki riwayat asam lambung. Namun, untuk sekarang kondisinya disebut telah jarak jauh lebih lanjut baik, bahkan telah diperbolehkan dokter untuk segera menjalankan pekerjaannya lagi bersatu The Changcuters.

    Sebagai informasi, penyakit asam lambung merupakan sebuah kondisi pada waktu asam yang diproduksi lambung naik ke kerongkongan. Keadaan ini dapat menyebabkan munculnya rasa tak nyaman seperti dada yang mana sakit hingga sensasi mulas.

    Singkatnya, penyakit asam lambung terjadi pada waktu otot kerongkongan bagian bawah (otot LES) tanpa peringatan melemah. Tugas otot ini sebenarnya adalah berkontraksi lalu melakukan penutupan saluran ke kerongkongan setelahnya makanan turun ke lambung.

    Nah, apabila otot ini melemah, kerongkongan menjadi masih terbuka. Hasilnya, asam lambung akan naik kembali ke kerongkongan.

    Berkaitan dengan penyebabnya, asam lambung dapat muncul akibat berbagai faktor. Di antaranya seperti rasa stres berlebih pada seseorang, pola makan yang digunakan kurang sehat, konsumsi makanan pedas, kebiasaan merokok, serta lainnya.

    Demikian ulasan mengenai penyulut Tria The Changcuters tumbang pada konser Sound Project Agustus 2024 lalu.

  • Makanan Penyebab Batu Empedu, Dikonsumsi Tiap Hari

    Makanan Penyebab Batu Empedu, Dikonsumsi Tiap Hari

    Ledisia.com – JAKARTA – Beberapa makanan dapat menyebabkan batu empedu walaupun merasa enak. Mempertahankan kebugaran kantong empedu penting untuk pencernaan yang digunakan baik lalu kondisi tubuh secara umum.

    Organ kecil ini mengandung empedu, sekresi pencernaan yang tersebut membantu memecah lipid. Di sisi lain, pola makan yang dimaksud mengandung sejumlah makanan tiada sehat dapat menyebabkan batu empedu .

    Batu empedu merupakan endapan keras yang digunakan dapat menyebabkan rasa sakit luar biasa serta kesulitan lainnya. Untuk menjaga kantong empedu di kondisi baik kemudian terhindar dari batu empedu, penting untuk memperhatikan apa yang dimaksud dimakan.

    Berikut makanan faktor batu empedu dilansir dari Times of India, hari terakhir pekan (18/10/2024).

     Makanan Penyebab Batu Empedu

     

    1. Makanan dan juga Minuman yang dimaksud Mengandung Banyak Gula

    Konsumsi gula yang digunakan berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko pembentukan batu empedu. Makanan manis dapat mengganggu keseimbangan garam empedu lalu kolesterol, yang dimaksud menyebabkan pembentukan batu empedu.

    Pola makan yang digunakan mengandung banyak gula rutin kali menyebabkan kenaikan berat badan, yang dimaksud merupakan faktor risiko yang mana diketahui untuk penyakit kandung empedu. Contoh makanan ini seperti soda, minuman berenergi, kemudian teh manis, kue, biskuit, dan juga donat.

    2. Karbohidrat Olahan

    Karbohidrat olahan, seperti roti putih, pasta, kemudian kue kering, tidak ada mengandung serat lalu nutrisi penting. Pola makan yang dimaksud mengandung berbagai karbohidrat olahan ini dapat meningkatkan risiko batu empedu dengan menyebabkan lonjakan kadar gula darah juga insulin, yang dimaksud dapat berdampak negatif pada produksi empedu.

    Makanan yang tersebut harus dihindari meliputi nasi putih, roti putih, serta pasta biasa. Sereal manis dan juga oatmeal instan. Untuk memperkuat kemampuan fisik kandung empedu, beralihlah ke biji-bijian utuh seperti beras merah, roti gandum utuh, dan juga quinoa.

  • Paus Fransiskus, dari Lutut yang Terluka Hingga Kursi Roda yang Menjadi Sahabat Setia

    Paus Fransiskus, dari Lutut yang Terluka Hingga Kursi Roda yang Menjadi Sahabat Setia

    Ledisia.com – Paus Fransiskus, pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, tampak menggunakan kursi roda selama kunjungannya di Indonesia dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Meski mengalami masalah kesehatan, hal ini tidak menghalanginya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam misi kunjungannya.

    Penggunaan kursi roda bukanlah hal baru bagi Paus Fransiskus yang berusia 87 tahun. Beliau telah beberapa kali mengalami masalah kesehatan, termasuk nyeri lutut kronis yang mengharuskannya mengurangi aktivitas fisik. Namun, hal ini tidak mengubah rencana kunjungannya di Indonesia.

    Dilansir oleh The Guardian pada Kamis (5/9/2024), Paus Fransiskus telah lama menderita masalah lutut dan linu panggul, kondisi saraf kronis yang menyebabkan nyeri pada punggung, pinggul, dan kaki. Hal ini membuatnya sempat absen dari beberapa agenda besar, seperti kebaktian malam tahun baru dan tahun baru pada bulan Desember 2020.

    Pada tahun 2022, Paus juga terpaksa membatalkan perjalanan ke Lebanon, Republik Demokratik Kongo, dan Sudan Selatan karena kesulitan berjalan. Namun, hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk terus melakukan perjalanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Bahkan, di awal tahun 2023, beliau berhasil menjadwalkan ulang perjalanan ke Afrika dan mengunjungi kedua negara tersebut.

    “Saya akan terus berusaha untuk melakukan perjalanan dan mendekatkan diri kepada masyarakat karena bagi saya, itu adalah salah satu cara untuk mengabdi,” ujar Paus Fransiskus. Dengan semangatnya yang tak pernah padam, beliau tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin umat Katolik di seluruh dunia.