Author: Askanah Ratifah

  • 7 Klinik Kecantikan Terbaik yang tersebut Wajib Dicoba di tempat Tahun 2025

    7 Klinik Kecantikan Terbaik yang tersebut Wajib Dicoba di tempat Tahun 2025

    Ledisia.com – JAKARTA – Saat ini Klinik Kecantikan semakin populer, juga tumbuh dalam sejumlah kota, termasuk kota-kota besar. Klinik kecantikan pada waktu ini sejumlah menawarkan berbagai opsi perawatan khusus yang tersebut disesuaikan dengan permintaan kulit, mulai dari basic facial, treatment laser, infus whitening hingga contouring.

    Perlu dalam perhatikan untuk memilih klinik kecantikan sanggup dihat profil juga pengalaman klinik mulai dari dokter yang mana akan pada kunjungi, dan juga barang yang mana ditawarkan oleh klinik apakah aman kemudian terdaftar resmi, dan juga perlu juga pelajari testimoni dari orang-orang yang dimaksud telah pernah perawatan pada klinik tersebut.

    Klinik kecantikan yang dimaksud terpercaya akan setiap saat menjamin bahwa barang dan juga treatment yang mana dijual telah lama bersertifikasi kemudian memenuhi standar keamanan. Meski demikian, dari sekian banyak klinik kecantikan tetap saja harus cermat memilih klinik kecantikan resmi juga aman, Berikut Rekomendasi Klinik Kecantikan yang tersebut wajib didatangi tahun 2025 ini:

    1. Dermaster Indonesia

    Dermaster merupakan klinik kecantikan yang dimaksud berbagai diketahui, dermaster telah terjadi miliki 18 klinik yang tersebut tersebar di dalam Indonesia antara lain; Ibukota (9 lokasi), Manado, Makassar, Jayapura, Surabaya Barat, Surabaya Timur Banjarmasin, Balikpapan, Bali Seminyak juga Bali Renon kemudian akan segera di tempat Palembang.

    Dermaster Clinic merupakan No.1 Beauty Contouring Clinic in Indonesia yang digunakan berfokus pada contouring treatment. Selain perawatan, hasil yang digunakan terdaftar BPOM. Sistem dari Dermaster, seperti Dermaster White Glow & Clabiane, Dermaster Luvijue Serum, Dermaster Acne Serum, Dermaster Double Hydration Skin, Dermaster Mild Foam Cleanser, serta masih sejumlah lagi.

    2. Benings Clinic

    Benings Clinic merupakan klinik kecantikan yang didirikan oleh dr. Oky Pratama, Dipl. AAAM. Dengan diawali inisiasi Bening’s Clinic cabang Jambi dibuka tahun 2017 lalu telah terjadi di dalam tahun 2024 telah mengungkap 70 cabang dari 74 cabang yang dimaksud telah diumumkan.

    Benings Clinic telah mendapatkan berbagai penghargaan di area antaranya dari Kementerian Republik Indonesia yaitu Best Beauty Clinic 2019, Best Skincare 2019, Best Clinic With The Highest Number Of Patients 2019, Best Beauty Clinic With The Most Online Product Sales 2019, Top Service Excellence Beauty Clinic In 2019, Shopee Super Awards 2021 sebagai Super Favourite Local Brand serta Super Selebpreneur, memperoleh Rekor MURI sebagai Klinik Kecantikan yang dimaksud memiliki prasarana perangkat laser jenis terbanyak juga Skincare produksi dokter dengan jualan e-commerce terbanyak 2021, Superbrands Indonesia 2022 pada kategori Skincare & Beauty Clinic, kemudian CNBC Indonesia Awards 2023 sebagai Best Beauty Klinik.

    Bening’s Clinic menjadi pusat laser wajah terbaik di dalam klinik kencantikan Indonesia. Selain laser center, Bening’s Clinic juga dikenal dengan skincare-nya. Skincare Bening tentunya aman sudah ada bersertifikat BPOM dan juga Halal MUI. Skincare Bening’s juga dapat mengatasi semua permasalahan kulit, tidaklah semata-mata untuk mencerahkan mampu mengatasi permasalahan lainnya seperti jerawat, hypregmentasi, dark spot, bopeng, milea, bekas luka lalu lain-lain.

  • 10 Sayuran yang digunakan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

    10 Sayuran yang digunakan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

    Ledisia.com – JAKARTA – Penderita asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) perlu lebih besar selektif pada memilih jenis makanan, khususnya sayuran. Walau sayuran dikenal sebagai sumber nutrisi penting untuk kebugaran tubuh, tidak ada semua jenis sayuran aman bagi penderita GERD.

    Beberapa sayuran memiliki komposisi tertentu yang dimaksud dapat meningkatkan produksi gas di tempat usus. Jika berlebihan, dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung, sehingga memperburuk gejala GERD , seperti sensasi panas di tempat dada (heartburn), perut kembung atau rasa tiada nyaman pada ulu hati.

    Kondisi asam lambung yang mana tiada terkendali dapat terjadi dikarenakan adanya senyawa seperti gula rafinasi, serat yang dimaksud sulit dicerna, hingga pH yang dimaksud terlalu asam pada beberapa sayuran. Zat-zat ini bukan secara langsung menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan pasca dikonsumsi, tetapi dapat memicu reaksi pada di tubuh, teristimewa dalam sistem pencernaan, yang mana kemudian memperburuk gejala.

    Dengan mengenali sayuran yang tersebut aman serta menghinadari atau membatasinya, penderita GERD dapat menjaga pola makan yang tersebut tetap saja sehat tanpa memicu gejala. Selain itu, pola makan yang bijak dapat membantu menjaga stabilitas kadar asam lambung juga meningkatkan kualitas hidup. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

    Sayuran yang tersebut Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita GERD

    1. Bawang Bombay

    Bawang bombay mengandung fruktosa, jenis gula alami yang digunakan sulit dicerna oleh sebagian orang. Proses fermentasi fruktosa di dalam usus dapat memunculkan gas berlebih sehingga memicu perut kembung. Selain itu, bawang bombay juga dapat mengurangi kekuatan otot sfingter esofagus bawah, katup yang dimaksud menjaga dari asam lambung naik ke kerongkongan. Akibatnya, gejala seperti heartburn atau sensasi terbakar pada dada sanggup semakin parah.

    2. Bawang Putih

    Bawang putih, khususnya yang dimaksud dikonsumsi mentah, mempunyai pH yang digunakan lebih besar asam. Sifat ini dapat merangsang peningkatan keasaman lambung, memperburuk gejala GERD seperti rasa panas di area dada lalu tenggorokan. Meski bermanfaat bagi kesehatan, penggunaannya pada masakan harus dibatasi untuk penderita GERD, dan juga sebaiknya bawang putih tidak ada dikonsumsi mentah.

    10 Sayuran yang mana Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

    3. Kol lalu Kembang Kol

    Kedua sayuran ini mengandung gula rafinosa, yaitu jenis karbohidrat kompleks yang sulit dicerna tubuh. Rafinosa akan difermentasi oleh bakteri pada usus, menghasilkan kembali gas seperti karbon dioksida, hidrogen, lalu metana. Proses ini dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, juga banyak bersendawa, yang digunakan semuanya memperparah gejala GERD.

    4. Sawi Putih

    Sawi putih menjadi lebih tinggi berisiko bagi penderita GERD ketika diolah menjadi makanan fermentasi seperti kimchi. Proses fermentasi menurunkan pH sawi putih menjadi lebih besar asam, sehingga meningkatkan risiko kambuhnya asam lambung. Selain itu, seperti kol, sawi putih juga mengandung gula rafinosa yang dapat memicu produksi gas pada usus.

    5. Brokoli

    Meskipun brokoli kaya akan nutrisi seperti serat, zat besi, serta vitamin, penderita GERD perlu mengkonsumsinya dengan hati-hati. Kandungan serat yang digunakan tinggi di brokoli sulit dicerna oleh lambung, yang tersebut dapat memperlambat proses pencernaan serta menyebabkan kembung. Jika ingin tetap saja mengkonsumsi brokoli, sebaiknya diolah dengan cara direbus atau dikukus hingga matang sempurna agar lebih lanjut mudah dicerna.

    6. Daun Mint

    Daun mint, termasuk jenis seperti peppermint atau spearmint, mempunyai sifat yang dapat merusak kekuatan sfingter esofagus bawah. Ketika otot ini melemah, asam lambung lebih banyak mudah naik ke kerongkongan, memicu gejala GERD seperti rasa terbakar atau nyeri dada.

    7. Paprika

    Jenis paprika pedas seperti jalapeño atau cayenne memiliki tingkat keasaman tinggi yang mana dapat mengiritasi lambung.

    8. Tomat

    Kandungan asam tinggi pada tomat dapat memperburuk gejala GERD, baik di bentuk segar maupun olahan.

    9. Lobak kemudian kubis

    Kedua sayuran ini cenderung meningkatkan produksi gas, yang dapat memperparah tekanan pada lambung.

    10. Cabai

    Sifat pedas cabai dapat merangsang produksi asam lambung dan juga merusak kekuatan sfingter esofagus. Penderita GERD masih dapat menikmati sayuran seperti bayam, kangkung, timun, selada, juga seledri. Sayuran ini lebih besar aman juga masih memberikan khasiat kemampuan fisik yang optimal.

    Untuk pola makan yang tersebut lebih tinggi sesuai dengan kondisi asam lambung, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

    MG/Salwa Puspita

  • HUT ke-14, MNC Life Gelar Seminar Aspek Kesehatan Hidup Seimbang untuk Generasi Digital juga Pemeriksaan Kesejahteraan Gratis

    HUT ke-14, MNC Life Gelar Seminar Aspek Kesehatan Hidup Seimbang untuk Generasi Digital juga Pemeriksaan Kesejahteraan Gratis

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang digunakan ke-14, anak perusahaan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) kemudian bagian dari MNC Group. MNC Life menyelenggarakan seminar kemampuan fisik dengan tema “Hidup Baik untuk Generasi Digital: Langkah Menuju Tubuh Ideal lalu Bugar”. Acara ini berlangsung di dalam kantor pusat MNC Life, Kebon Sirih Jakarta. Menghadirkan pembicara utama dr. Aditya S. Faredisto, Sp. PD, dokter spesialis penyakit di dari RSU Hermina Jatinegara.

    Seminar ini ditujukan untuk memberikan edukasi kondisi tubuh terhadap karyawan MNC Life, khususnya pada sedang gaya hidup modern yang banyak kali mengabaikan kesehatan. dr. Aditya menyampaikan berbagai tips lalu langkah praktis untuk menjaga tubuh masih ideal kemudian bugar, teristimewa bagi generasi digital yang tersebut kerap terpapar gaya hidup minim gerak akibat pekerjaan atau aktivitas harian. “Pola hidup sehat sangat penting untuk menggalang produktivitas, teristimewa bagi merekan yang mana sehari-hari berhadapan dengan tekanan kerja dan juga kurang aktivitas fisik. Dengan menjaga tubuh tetap saja ideal, kita sanggup tetap saja bugar serta fokus di menjalankan aktivitas,” Ungkapnya Hari Jumat (22/11/2024).

    Selain seminar, MNC Life juga bekerja identik dengan RSU Hermina Jatinegara mengadakan pemeriksaan kebugaran gratis bagi seluruh karyawan MNC Life sebagai wujud komitmen perusahaan pada mengupayakan kesejahteraan karyawan. Pemeriksaan kondisi tubuh ini meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, steroid juga konsultasi kesehatan.

    Risye Dillianti selaku Presiden Direktur MNC Life di sambutannya menyampaikan, “Kesehatan adalah pembangunan ekonomi terbesar yang harus kita prioritaskan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menginspirasi seluruh karyawan untuk menerapkan pola hidup sehat sekaligus menginfokan pentingnya miliki asuransi kebugaran sebagai proteksi di area setiap tahap kehidupan. Ini adalah adalah bentuk rasa syukur kami pada usia ke-14 MNC Life.” Ujarnya.

    MNC Life terus berjanji untuk memperkuat kebugaran serta kesejahteraan seluruh karyawannya, sekaligus memberikan layanan asuransi yang digunakan terpercaya bagi publik Indonesia.

  • Kapan Waktu Terbaik Mengurangi Kafein? Waspadai Efek Negatif Jangka Panjang

    Kapan Waktu Terbaik Mengurangi Kafein? Waspadai Efek Negatif Jangka Panjang

    Ledisia.com – JAKARTA – Kafein merupakan salah satu zat yang paling berbagai dikonsumsi pada dunia. Biasanya, kafein ditemukan pada kopi, teh, minuman ringan, minuman berenergi, makanan dan juga bahkan obat-obatan tertentu.

    Uniknya, kafein menjadi semakin banyak dikomsumsi tanpa disadari. Hal ini yang digunakan harus menjadi perhatian, meskai para ahli mengakui berapa berbagai jumlah keseluruhan kafein yang digunakan harus dikonsumsi, hal itu tergantung pada beberapa faktor, seperti kebugaran pribadi, efek jangka panjang kafein juga kebiasaan individu.

    Dikutip marca, tidaklah semua orang perlu menghentikan kafein dari keberadaan mereka. Faktanya, penelitian telah terjadi menunjukkan banyak faedah dari konsumsi kafein pada jumlah total sedang, seperti peningkatan konsentrasi kemudian suasana hati, juga kemungkinan pengurangan risiko penyakit neurodegeneratif pada orang dewasa yang mana lebih banyak tua.

    Namun, konsumsi berlebihan atau ketergantungan dapat memiliki efek negatif jangka panjang. Hanya saja, apabila Anda sudah pernah memutuskan untuk mengempiskan atau berhenti mengonsumsi kafein, berikut beberapa kiat yang dimaksud direkomendasikan para ahli:

    Tips Mengurangi Konsumsi Kafein

    1. Kurangi secara bertahap

    Kafein bersifat adiktif. Jadi, pengurangan mendadak dapat menyebabkan gejala putus zat, seperti sakit kepala, kelelahan dan juga mudah tersinggung. Mengurangi jumlah agregat harian secara bertahap membantu meminimalkan gejala-gejala ini.

    2. Ganti dengan alternatif alami

    Minuman seperti teh tanpa kafein, air buah, atau infus herbal dapat menjadi pilihan yang digunakan baik untuk menggantikan kopi tanpa menghilangkan kebiasaan mengonsumsi minuman panas.

    3. Kapan Anda harus menghurangi kafein?

    Usia pada waktu kita harus menghindari kafein adalah pada anak-anak serta remaja. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kafein perlu dihindari pada anak-anak kemudian remaja.

    Penelitian menunjukkan bahwa sistem saraf orang muda sangat sensitif terhadap kafein, yang mana dapat menyebabkan insomnia, kecemasan dan juga hambatan perilaku lainnya.

    Baca Juga: Waspada Efek Samping Minum Kopi setelahnya Konsumsi Obat

    Pada orang dewasa yang dimaksud tambahan tua, umumnya sejak usia 60 tahun ke atas, efek kafein pada tubuh mampu lebih tinggi terasa. Orang pada tahap ini mungkin saja lebih lanjut rentan terhadap kesulitan tidur juga metabolisme yang digunakan tambahan lambat.

    Karena alasan ini, berbagai dokter menyarankan agar orang dewasa yang mana lebih banyak tua membatasi asupan kafein mereka, teristimewa pada sore kemudian waktu malam hari. Dalam beberapa kasus, bahkan kemungkinan besar disarankan untuk berhenti mirip sekali.

  • Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Ledisia.com – Peran orang tua terutama ibu sangatlah penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu sebagai role model atau panutan dalam keluarga, memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan perilaku anak terkait kesehatan gigi dan mulut.

    Staf Pengajar FKG Universitas Trisakti, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, mengatakan bahwa literatur telah membuktikan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik terkait dengan kesehatan gigi dan mulut, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut anaknya. Sebaliknya, ibu yang kurang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik, akan berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut anaknya. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut ibu dan anak merupakan kesatuan yang saling terkait.

    “Ibu yang memiliki status kebersihan gigi yang baik, biasanya akan mencerminkan kondisi kebersihan gigi anaknya. Sebagai contoh, seorang ibu dengan indeks karies yang tinggi, biasanya anaknya juga akan mengalami banyak gigi berlubang,” ujar Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, pada Rabu (11/9/2024).

    Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak ini juga menjelaskan bahwa gigi berlubang atau karies merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Literatur juga telah membuktikan bahwa ibu merupakan sumber utama transmisi bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri tersebut umumnya tinggal di daerah kavitas atau lubang gigi dan pada plak gigi. Transmisi bakteri dapat terjadi secara vertikal atau horizontal.

    “Transmisi secara vertikal dapat terjadi dari ibu ke anak atau pengasuh ke anak, misalnya melalui penggunaan alat makan bersama atau sikat gigi bergantian. Bakteri akan ikut berpindah ke rongga mulut anak,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut ibu, untuk mencegah terjadinya transmisi bakteri tersebut. Selain itu, transmisi secara horizontal juga dapat terjadi dari teman-teman anak melalui penggunaan alat makan atau sikat gigi bersama. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap, dan perilaku yang positif terkait kesehatan gigi dan mulut pada ibu, untuk menurunkan angka penyakit gigi dan mulut pada anak.

    Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, juga menekankan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu merupakan prioritas yang tidak kalah penting dari menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Tanpa perawatan yang sama pada ibu, perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan.