Tag: waktu berhubungan yang tepat

  • 4 Jenis Lendir Serviks yang Harus Anda Kenali Saat Merencanakan Kehamilan

    4 Jenis Lendir Serviks yang Harus Anda Kenali Saat Merencanakan Kehamilan

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Mengamati perkembangan lendir serviks merupakan salah satu syarat merencanakan kehamilan. Lewat pengamatan tersebut, Anda akan tahu lendir mana yang tepat untuk rencana kehamilan dan lendir mana yang tidak. Sebab, lendir serviks akan menentukan masa-masa subur dan waktu berhubungan yang tepat.

    Sayangnya sepanjang siklus wanita, ada macam-macam lendir serviks yang muncul dan keluar dari vagina. Lendir yang keluar memiliki tekstur, kekentalan, dan warna yang berbeda-beda. Tak jarang, Anda bingung mengatasi perbedaan tersebut. Bahkan tidak tahu sama sekali perbedaannya. Akibatnya, Anda dan suami asal saja melakukan hubungan suami istri dan kehamilan jadi lebih sulit datangnya.

     

    Dengan Mengetahui Perbedaan 4 Lendir Serviks Ini, Waktu Berhubungan Seksual Mudah Diketahui. Masa Subur Bisa Diprediksi, Kehamilan Pun Hadir Secara Pasti

    Mulai sekarang, Anda tak usah ragu lagi. Berikut ini adalah empat perbedaan lendir serviks yang mungkin Anda alami selama satu siklus. Yuk, kita simak!

     

    1. Jangan coba-coba spekulasi kalau lendir yang ditemui lengket seperti nasi. Sperma tidak akan bisa bergerak dan pembuahan lebih sulit terjadi dengan kondisi seperti ini.

    Lendir serviks yang lengket - via promum.ru
    Lendir serviks yang lengket via promum.ru

    Jika di pagi hari, Anda menemui lendir serviks yang lengket dan bentuknya mirip seperti beras ketan atau nasi yang lengket, jangan coba-coba spekulasi! Anda dan suami bisa saja melakukan hubungan seksual pada masa itu. Namun hasilnya akan nihil. Ini karena lendir lengket tersebut merupakan kendir yang paling tidak subur.

    Lendir ini bisa dikatakan paling tidak subur karena tekstur cairannya yang sangat tebal. Saking tebalnya, bahkan hampir menyerupai kekentalan pasta gigi atau lem. Tentu saja sperma tidak akan mudah berenang dalam cairan yang kekentalannya ekstrim seperti itu. Malahan, sperma akan terjebak di dalamnya dan ikut terbuang keluar saat lendir tersebut juga keluar dari vagina.

     

    2. Kadang-kadang, lendir serviks seperti krim lotion saat disentuh. Kalau seperti ini, tidak melakukan hubungan seksual dengan suami adalah aturan yang perlu dipegang teguh.

    Lendir serviks yang teksturnya seperti lotion - via mynfp.net
    Lendir serviks yang teksturnya seperti lotion saat digosok via mynfp.net

    Pernah mengalami lendir serviks yang teksturnya seperti krim? Jika iya, tekstur inilah yang dianggap kurang subur untuk rencana kehamilan. Lendir ini sangat membatasi kerja sperma dengan tingkat kekentalan yang terlalu tinggi. Ciri-cirinya adalah warnanya putih mutiara atau bisa juga kuning krem. Jika dipegang, lendir terasa tebal dan seperti lotion saat digosokkan pada jari.

     

    3. Tanpa sadar, celana dalam Anda basah seperti habis mengompol. Mungkin saja lendir serviks Anda berair dan mampu membuat kehamilan datang.

    Rasanya basah seperti air - via blogspot.com
    Rasanya basah seperti air via blogspot.com

    Jika Anda menemui lendir ini keluar dari vagina, Anda boleh tersenyum lega. Lendir ini merupakan salah satu lendir yang dianggap cukup baik untuk pembuahan sel telur. Ia memungkinkan sperma bergerak tanpa hambatan menuju serviks, meskipun tidak serta merta langsung membuat kehamilan yang efektif.

    Jika disentuh tangan, lendir ini hanya akan terasa berair, warnanya bening, basah, dan tidak kental. Saking tidak kentalnya, Anda bisa merasakan lendir ini menetes dan mengalir di sela-sela jari. Jika mengalaminya, Anda seakan-akan mengompol di celana dalam. Padahal itu bukan urin, melainkan lendir.

     

    4. Inilah yang seharusnya Anda nanti-nantikan. Lendir yang mirip putih telur mentah!

    Lendir seperti putih telur - via diaryofmuhammad.com
    Lendir seperti putih telur via diaryofmuhammad.com

    Setelah sempat mengalami ketiga lendir serviks di atas, Anda pasti sudah pernah merasakan lendir yang ini pula! Ya, lendir serviks yang bentuknya mirip putih telur mentah. Lendir yang selama dikenal dunia medis dan masyarakat luas sebagai lendir paling subur untuk merencanakan kehamilan. Lendir ini memiliki kekentalan yang sempurna. Ia tidak terlalu tebal atau terlalu cair. Oleh karenanya, sperma mampu bergerak bebas dan berenang menuju serviks. Mirip seperti putih telur ayam mentah, lendir ini juga dapat meregang satu atau dua inchi tanpa putus di tengahnya.

     

    Bagaimana, Ledis? Sekarang sudah tahu bukan perbedaan-perbedaan lendir serviks yang sering muncul pada siklus Anda? Jika kehamilan adalah prioritas utama Ledis dan suami, jangan lupakan kehadiran lendir serviks yang berwujud seperti putih telur mentah. Amati terus perkembangan siklus Ledis hingga menemukan lendir ini dan rencanakan hubungan seksual sesegera mungkin. Dijamin, kehamilan yang dinanti-nantikan tidak akan terlewati.

    Selamat mencoba dan semoga berhasil mendapatkan momongan, ya!

  • 7 Langkah Cermat dan Cerdas Mengisi Grafik Ovulasi

    7 Langkah Cermat dan Cerdas Mengisi Grafik Ovulasi

    Ledisia.com –  Hai, Ledis! Sudah membaca artikel Ledisia.com yang berjudul “Ingin Hamil Lebih Pasti? Kenali Lendir Serviks & Suhu Basal” ? Jika sudah, Anda pasti paham kalau lendir serviks dan suhu basal merupakan tanda pengenal waktu ovulasi. Jika ovulasi sudah diketahui waktunya, masa subur bisa langsung ditebak. Dengan begitu, hubungan seksual demi kehamilan dapat segera dilakukan.

    Untuk lebih afdolnya lagi, Anda wajib merekam waktu lendir serviks muncul dan kapan suhu basal Anda naik secara drastis. Caranya dengan membuat grafik ovulasi. Dengan grafik ini, pola siklus bisa dilacak dan dijadikan panduan untuk masa subur selanjutnya.

     

    Jangan Asal Mencatat Siklus Bulanan. Dengan Grafik Ovulasi Ini, Menentukan Hari Subur Anda Akan Lebih Akurat!

    Lalu, bagaimana sebenarnya wujud grafik ovulasi? Informasi apa saja yang perlu dibubuhkan ke dalamnya? Jika kedua pertanyaan ini ada dalam benak Anda, yuk kita saksikan contoh dan panduan berikut ini!

    Contoh grafik lendir serviks dan suhu basal - via babycenter.com
    Contoh grafik ovulasi via babycenter.com

     

    1. Sebelum memulai pencatatan, gandakanlah grafik ovulasi yang masih kosong. Setelah itu, Anda bisa mengisi detil tanggal pada bagian atas grafik.

    Melakukan pencatatan dengan grafik ovulasi memang tidak cukup hanya sekali. Anda perlu mencatat siklus paling tidak hingga tiga bulan lamanya. Pencatatan selama ini dilakukan demi memastikan kalau siklus Anda berjalan secara teratur dan rutin. Oleh karenanya, Anda perlu lebih dari satu lembar grafik ovulasi.

    Mulailah dengan mengisi bagian “dates covered” yaitu masa pencatatan grafik ovulasi dalam lembar tersebut. Biasanya, satu lembar grafik cukup digunakan untuk sebulan pencatatan. Jika ini adalah bulan pertama pencatatan, tulis angka 1 pada “cycle number“. Namun jika ini bukan yang pertama kalinya, tuliskan sesuai jumlah bulan Anda melakukan pencatatan.

    Di awal kolom, Anda akan menemui “cycle day” yang telah terisi angka. “Cycle day” ini dimulai dari hari pertama Anda mengalami menstruasi. Maka tanggal menstruasi pun bisa dituliskan di bawahnya, yaitu pada bagian “date” atau tanggal. Kemudian isilah “day of week” dengan hari terjadinya siklus Anda.

     

    2. Jika menemui tulisan “time“, isi saja dengan jam pengukuran suhu basal. Pastikan saat mengukur, Anda belum bangkit dari posisi tidur.

    Biasanya, di bawah tanggal siklus akan tertera kolom waktu. Waktu yang dimaksud pada grafik ovulasi adalah jam Anda melakukan pengukuran suhu basal dengan termometer basal. Tentunya, pengukuran ini harus dilakukan di pagi hari dan sebelum Anda bangkit dari posisi tidur/berbaring. Anda bahkan dilarang mengukur suhu basal pada posisi duduk di kasur demi keakuratan.

     

    3. Setelah mengisi kolom waktu, saatnya Anda membuat grafik. Caranya, sesuaikan suhu basal dan tanggal dengan membubuhkan tanda titik.

    Sekarang, Anda bisa mengisi bagian grafik ovulasinya. Gampang saja! Buatlah titik pada kolom yang bersesuaian dengan suhu (dalam satuan derajat Fahrenheit) dan tanggal pengukuran dilakukan. Setiap titik akan menunjukkan betapa tinggi atau rendahnya suhu basal. Semakin tinggi letak titiknya, semakin tinggi pula suhu basal tubuh Anda. Namun jika posisinya rendah, suhu basal juga sama rendahnya.

    Setelah pencatatan dilakukan selama berhari-hari, Anda bisa menghubungkan tanda titik tadi dengan garis. Dengan begitu, fluktuasi suhu basal selama siklus akan terlihat lebih jelas.

     

    4. Bila Anda menemukan gelombang yang cukup tinggi, di sekitar itulah terjadi ovulasi. Masa subur Anda pun telah dimulai 2-3 hari sebelum gelombang itu terjadi.

    Bila semua titik telah dihubungkan dan ditemui gelombang yang sangat tinggi, itu artinya ada kenaikan suhu basal yang sangat drastis pada tubuh. Inilah tanda kalau organ reproduksi Anda memasuki masa ovulasi. Maka, masa subur Anda terjadi pada dua atau tiga hari sebelum kenaikan suhu tersebut. Sangat disayangkan bila masa ini tidak digunakan untuk berhubungan seksual karena peluang hamil amat besar!

     

    5. Setelah Anda menemukan waktu ovulasi, hari sekitar gelombang tinggi harus diwarnai. Tujuannya agar Anda lebih peduli pada masa subur ini.

    Setelah Anda bisa membaca datangnya ovulasi dari grafik, jangan lupa warnai masa subur Anda. Minimal warnai dua hari, yaitu pada hari pertama ovulasi (suhu basal mulai naik tajam) dan sehari sebelumnya. Anda pun bisa menandai 2-3 hari sebelum ovulasi dengan warna lainnya, di mana masa itu juga dikenal subur untuk merencanakan kehamilan.

     

    6. Setelah paham cara membuat dan membaca grafik, jangan lupa beri keterangan lendir serviks. Cukup isikan kode untuk menggambarkan kondisi lendir pada kolom “CM type“.

    Kotak “CM type” (kepanjangan dari cervical mucus type atau tipe lendir serviks) merupakan bagian di mana Anda bisa menggambarkan kondisi lendir serviks yang Anda lihat. Idealnya lendir serviks dilihat di pagi hari, saat Anda buang air kecil di toilet. Tentunya, setelah mengukur suhu basal terlebih dahulu.

    Bagian ini cukup diisi dengan singkatan atau kode. Misalnya, P atau period. Kode ini menunjukkan kalau Anda sedang mengalami menstruasi, sehingga hanya darah yang keluar dari vagina Anda. Tapi kalau Anda isi dengan kode D atau dry, berarti vagina Anda bersih dan kering. Kondisi vagina yang kering memang wajar terjadi setelah menstruasi usai. Kalau ada menemui lendir yang serupa sticky rice (nasi lengket atau beras ketan), isi saja dengn kode S. Dan bila suatu hari Anda keputihan dengan cairan seperti putih telur mentah, ini artinya masa subur akan segera datang. Tuliskan kode E (egg white) sesegera mungkin!

     

    7. Inilah bagian terakhir dari grafiks ovulasi. Kolom “sex” yang akan memberi informasi kapan dilakukannya hubungan suami istri.

    Pada kolom ini, Anda tak perlu mengisi tanggal lagi. Cukup beri tanda silang atau centang pada hari dilakukannya hubungan seksual. Ini karena tanggal sudah tertera sebelum grafik dan Anda tinggal menyesuaikannya saja. Grafik ovulasi Anda pun selesai.

     

    Bagaimana, Ledis? Mudah sekali bukan mengisi dan membaca grafik ovulasi? Grafik ovulasi yang masih kosong ini bisa Anda dapatkan dari sejumlah sumber di internet dan gratis! Beberapa sumber mungkin memiliki format yang sedikit berbeda dengan contoh grafik ovulasi di atas. Namun informasi yang diisikan ke dalamnya, sama saja.

    Jadi kalau bukan sekarang, kapan lagi Ledis membuat grafik ovulasi? Tetap semangat untuk memiliki momongan ya, Ledis! Semoga berhasil!