Tag: kesehatan mulut

  • Inovasi Implan Gigi Yang Kini Sedang Ramai Dibicarakan!

    Inovasi Implan Gigi Yang Kini Sedang Ramai Dibicarakan!

    ledisia.com – Implan gigi telah dilakukan berubah menjadi opsi solusi untuk mengganti gigi yang dimaksud hilang agar fungsi pengunyahan menjadi tambahan baik.

    Selain mampu memperbaiki fungsi pengunyahan juga penampilan, pelaksanaan prosedur implan gigi dapat membantu merawat kerangka rahang lalu gigi agar tidak ada bergeser.

    Menurut siaran pers dari Bethsaida Hospital Dental Center pada Senin, implan gigi diwujudkan dengan menanamkan implan titanium ke pada tulang rahang. Implan ini akan berfungsi sebagai akar gigi baru.

    Dalam status tertentu, prosedur tambahan mungkin saja diperlukan untuk menjamin keberhasilan penempatan implan.

    Dental implant adalah solusi ideal untuk menggantikan gigi yang tersebut hilang secara permanen. Namun, bukan semua pasien secara langsung cocok untuk implan, khususnya jikalau tulang rahang telah menyusut,” kata Kepala Bethsaida Hospital Dental Center drg. R. A. Syanti W. Astuty, yang tersebut juga seseorang periodontis.

    Pada pendatang yang telah kehilangan gigi pada waktu lama, tulang rahang mungkin saja telah dilakukan mengalami kerusakan atau penyusutan.

    Dalam keadaan demikian, prosedur bone augmentation dengan material bone graft atau transplantasi tulang perlu dilakukan.

    Bone augmentation adalah prosedur yang dikerjakan untuk menambahkan atau memperbaiki bangunan tulang rahang agar mampu menopang implan gigi dengan kuat menggunakan material bone graft.

    Prosedur ini diperlukan untuk menjamin implan gigi mempunyai fondasi yang digunakan kuat dan juga stabil di jangka panjang.

    Dokter Syanti mengemukakan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum penyelenggaraan prosedur implan gigi.

    Ia juga menyampaikan perlunya pasien memahami faktor-faktor yang digunakan berkontribusi pada kehilangan gigi serta opsi perawatan yang tersedia agar dapat memproduksi tindakan yang digunakan tepat tentang keseimbangan mulut mereka.

    Mempertahankan kebersihan mulut dengan baik sangat penting pada upaya menghindari kehilangan gigi kemudian melindungi kesejahteraan tulang rahang.

    Pemeriksaan gigi rutin lalu pembersihan karang gigi dapat membantu pendeteksian permasalahan gigi sejak dini agar mampu segera ditangani.

    Artikel ini disadur dari Mengenal prosedur implan gigi untuk mengganti gigi yang hilang

  • Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Ledisia.com – Peran orang tua terutama ibu sangatlah penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu sebagai role model atau panutan dalam keluarga, memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan perilaku anak terkait kesehatan gigi dan mulut.

    Staf Pengajar FKG Universitas Trisakti, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, mengatakan bahwa literatur telah membuktikan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik terkait dengan kesehatan gigi dan mulut, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut anaknya. Sebaliknya, ibu yang kurang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik, akan berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut anaknya. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut ibu dan anak merupakan kesatuan yang saling terkait.

    “Ibu yang memiliki status kebersihan gigi yang baik, biasanya akan mencerminkan kondisi kebersihan gigi anaknya. Sebagai contoh, seorang ibu dengan indeks karies yang tinggi, biasanya anaknya juga akan mengalami banyak gigi berlubang,” ujar Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, pada Rabu (11/9/2024).

    Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak ini juga menjelaskan bahwa gigi berlubang atau karies merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Literatur juga telah membuktikan bahwa ibu merupakan sumber utama transmisi bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri tersebut umumnya tinggal di daerah kavitas atau lubang gigi dan pada plak gigi. Transmisi bakteri dapat terjadi secara vertikal atau horizontal.

    “Transmisi secara vertikal dapat terjadi dari ibu ke anak atau pengasuh ke anak, misalnya melalui penggunaan alat makan bersama atau sikat gigi bergantian. Bakteri akan ikut berpindah ke rongga mulut anak,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut ibu, untuk mencegah terjadinya transmisi bakteri tersebut. Selain itu, transmisi secara horizontal juga dapat terjadi dari teman-teman anak melalui penggunaan alat makan atau sikat gigi bersama. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap, dan perilaku yang positif terkait kesehatan gigi dan mulut pada ibu, untuk menurunkan angka penyakit gigi dan mulut pada anak.

    Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, juga menekankan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu merupakan prioritas yang tidak kalah penting dari menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Tanpa perawatan yang sama pada ibu, perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan.