Tag: kanker

  • Dukung Pasien Kanker, Medistra Hospital Resmikan Oncology Center dengan Layanan Terdepan

    Dukung Pasien Kanker, Medistra Hospital Resmikan Oncology Center dengan Layanan Terdepan

    Ledisia.com – JAKARTA – Kanker telah dilakukan lama dikenal sebagai penyakit yang digunakan tidak ada menular namun mempunyai risiko kematian yang cukup tinggi. Mengutip data dari Global Cancer Observatory (Globocan), pada tahun 2022, Indonesia mengalami tambahan dari 408.661 persoalan hukum neoplasma baru dengan 242.099 kematian, khususnya disebabkan oleh tumor ganas payudara, leher rahim, paru-paru, juga kolorektal. Tanpa adanya intervensi, jumlah agregat tindakan hukum tumor ganas di dalam Indonesia diperkirakan akan meningkat sebesar 63% antara tahun 2025 hingga 2040.

    Upaya meningkatkan pelayanan bagi pasien tumor ganas menjadi perhatian sejumlah pihak. Dengan penanganan yang tersebut tepat, diharapkan dapat menghurangi insiden neoplasma serta meningkatkan hitungan kesintasan pasien neoplasma di tempat Indonesia. Perlu adanya sinergi semua stakeholders terkait agar proses penanganan karsinoma di tempat Indonesia kian maju juga memberikan hasil terbaik bagi pasien.

    Tingginya keinginan akan sarana penanganan tumor ganas yang mana baik menyokong Rumah Sakit Medistra meluncurkan Oncology Center Medistra Hospital, pusat layanan kondisi tubuh terbaru yang dimaksud didedikasikan untuk perawatan tumor ganas dengan teknologi mutakhir kemudian tenaga medis terbaik. Peresmian yang dimaksud berlangsung dalam DKI Jakarta pada Kamis (27/2) dihadiri oleh sebagian pakar medis dan juga pasien penyintas kanker.

    Oncology Center Medistra Hospital hadir sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan kebugaran berkualitas dengan prasarana unggulan. Oncology Center Medistra Hospital menyiapkan ragam sarana mulai dari peralatan diagnostik terbaru, terapi terkini, dan juga pendekatan multidisiplin di menangani kanker.

    Dr. Adhitya Wardhana, MARS, Presiden Direktur Medistra Hospital di sambutannya menekankan pentingnya perubahan pada pelayanan neoplasma guna meningkatkan harapan hidup pasien. “Kami mencoba menghadirkan pusat onkologi yang tersebut tidaklah hanya sekali canggih secara teknologi tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pasien lalu keluarganya. Kami berharap Oncology Center ini dapat menjadi rujukan utama bagi pasien tumor ganas di dalam Indonesia.”

    Prof. Dr. Abdul Muthalib, Sp. PD, KHOM, Spesialis Hematologi Onkologi Medistra Hospital menambahkan bahwa perkembangan teknologi pada onkologi di area Medistra Hospital sangat pesat juga memberikan dampak positif bagi perawatan kanker. “Kami terus mengadopsi peralatan lalu terapi terkini untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan juga efektivitas penyembuhan sehingga kami dapat tambahan presisi menentukan jenis terapi neoplasma yang tersebut diberikan sehingga dapat meningkatkan hidup pasien tumor ganas pada Indonesia.”

    Prof. DR. Dr. Aru W. Sudoyo, Sp. PD, KHOM, FACP, FINASIM Spesialis Hematologi Onkologi Medistra Hospital menekankan deteksi dini neoplasma merupakan kunci utama di meningkatkan kesempatan kesembuhan serta kualitas hidup pasien. “Kami di tempat Medistra Hospital sangat menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi karsinoma sejak tahap awal, dalam mana penyembuhan lebih banyak efektif kemudian lebih banyak sedikit dampaknya pada tubuh. Dengan deteksi dini, kita dapat memberikan pasien kesempatan terbaik untuk menjalani hidup yang tersebut sehat lalu produktif.”

    Spesialis Hematologi Onkologi Medistra Hospital, Dr. Nadia Ayu Mulansari, Sp. PD, KHOM berharap keberhasilan transplantasi stem cell hematopoietic pada Medistra Hospital memberikan harapan untuk masa depan pasien yang tersebut lebih tinggi baik. “Keberhasilan transplantasi stem cell hematopoietic di dalam Medistra Hospital adalah pencapaian besar di terapi karsinoma lalu kelainan darah. Tindakan yg dikerjakan sejak tahun 2016 ini sanggup mensejajarkan Medistra dengan sentra RS dalam luar negeri di tatalaksana tumor ganas darah. Harapan kami, keberhasilan ini dapat memberi inspirasi serta harapan bagi pasien untuk menjalani terapi yang digunakan dibutuhkan untuk kelainan kemudian tumor ganas darah kedepannya.”

    Dr. Ardhi Rahman Arhani, Sp. PD, KHOM Spesialis Hematologi Onkologi Medistra Hospital menegaskan komitmen rumah sakit di memberikan dukungan medis menyeluruh bagi pasien kanker. “Kami berazam memberikan dukungan medis terbaik bagi pasien kanker, mulai dari deteksi dini hingga perawatan lanjutan, nutrisi, rehabilitasi medik, sampai dengan perawatan paliatif-hospi. Dengan dukungan regu spesialis multidisiplin dan juga teknologi terkini, kami fokus menyediakan layanan yang dimaksud komprehensif kemudian personal.”

    Kehadiran Oncology Center ini, Medistra Hospital semakin menegaskan posisinya sebagai institusi kemampuan fisik yang mana berjanji pada menyediakan layanan berkualitas tinggi, baik di aspek preventif, diagnostik, maupun terapi kanker. Untuk menciptakan janji temu dengan para ahli yang tersebut dimiliki oleh Medistra Hospital dapat menghubungi + 62 858-8718-4268 (07:00 – 20:00 WIB) atau +621 5210200(24/7).

  • Sadar Kanker Sejak Dini, PERURI Gelar Penyuluhan Kesejahteraan di area Desa Parungmulya

    Sadar Kanker Sejak Dini, PERURI Gelar Penyuluhan Kesejahteraan di area Desa Parungmulya

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, PERURI melalui Rencana Tanggung Jawab Sosial lalu Lingkungan (TJSL) mengadakan sosialisasi Kesadaran Kanker (cancer awareness) pada Rabu, 26 Februari 2025, di tempat Gedung Serbaguna Kantor Desa Parungmulya, Karawang. Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya neoplasma juga membantu pencegahan lalu deteksi dini kanker.

    Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa orang tokoh penting, termasuk Kepala Desa Parungmulya, Hanapi, Kepala Puskesmas Ciampel, Encum Sukirman, dan juga dr. Popy Herawati sebagai narasumber ahli yang tersebut memberikan edukasi terhadap masyarakat.

    Dalam kesempatan ini, dr. Popy Herawati menyampaikan materi tentang bahaya neoplasma serviks serta tumor ganas dada yang berisiko menyerang masyarakat. “Dalam upaya memerangi kanker, pemahaman tentang faktor risiko, gejala, dan juga langkah-langkah pencegahan merupakan kunci utama. Dengan pengetahuan yang digunakan tepat, kita dapat mengambil tindakan proaktif untuk melindungi kesehatan,” ujar dr. Popy.

    Sementara itu, Tati Suryati, tenaga kebugaran dari Puskesmas Ciampel, memaparkan pandangan umum persoalan hukum tumor ganas pada Kecamatan Ciampel berdasarkan data yang dimaksud ada di dalam lapangan. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi tumor ganas pada konteks lokal agar penduduk dapat menemukan solusi yang tersebut tepat.

    “Pola penyebaran tindakan hukum karsinoma dalam Ciampel perlu dipahami, termasuk risiko lokal seperti faktor lingkungan, gaya hidup, juga kebiasaan masyarakat. Paparan zat kimia dari industri, pola makan yang tersebut kurang sehat, juga kebiasaan merokok merupakan faktor yang dimaksud harus diperhatikan. Kesadaran warga juga perlu ditingkatkan melalui pemeriksaan dini dan juga penghapusan stigma terhadap kanker. Dengan memahami faktor-faktor ini, strategi pencegahan kemudian penanganan dapat lebih banyak efektif pada mengatasi kesulitan kebugaran di area Kecamatan Ciampel,” jelas Tati.

    Kepala Desa Parungmulya pada sambutannya menyampaikan apresiasi untuk PERURI berhadapan dengan inisiatif ini serta meminta warga untuk bergerak mengikuti sosialisasi kesehatan. Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Ciampel menegaskan komitmen puskesmas di membantu edukasi kemampuan fisik sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit kanker.

    “Program ini merupakan bagian dari komitmen PERURI untuk terus memberikan sumbangan nyata bagi masyarakat, khususnya di aspek kesehatan. Kami berharap melalui sosialisasi ini, publik semakin memahami pentingnya deteksi dini neoplasma dan juga menerapkan gaya hidup sehat guna mengurangi penyakit ini sejak dini,” ujar Dawam, Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding juga TJSL PERURI.

    Peserta yang mana merupakan Kader Posyandu kemudian penduduk Desa Parungmulya tampak antusias mengikuti pertemuan tanya jawab untuk mendapatkan informasi yang digunakan bermanfaat dari para narasumber. Rencana ini diharapkan menjadi langkah awal pada memulai pembangunan kesadaran kolektif juga menggerakkan kolaborasi antara pemerintah desa, prasarana kesehatan, kemudian warga di menangani isu kesehatan, khususnya kanker.

    Program TJSL PERURI ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) nomor 3, yaitu menjamin hidup yang mana sehat dan juga sejahtera bagi warga tanpa batasanusia.

  • #BeraniGundul 2025 Wujud Support Nyata bagi Pejuang Kanker

    #BeraniGundul 2025 Wujud Support Nyata bagi Pejuang Kanker

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Internasional (International Childhood Cancer Day/ICCD) yang jatuh pada 15 Februari, Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) sama-sama MNC Peduli kembali mengadakan acara tahunan #BeraniGundul 2025. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan perhatian penduduk terhadap anak-anak yang tersebut berjuang melawan kanker.

    #BeraniGundul 2025 merupakan pergerakan sosial di tempat mana partisipan memotong rambut merek sebagai simbol empati terhadap anak-anak penderita karsinoma yang mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi serta radioterapi. Melalui kegiatan ini, YKAKI ingin menumbuhkan kesadaran penduduk tentang kondisi para pejuang tumor ganas anak juga mengedukasi pentingnya mengenali gejala karsinoma sejak dini.

    Founder YKAKI Ira Sulistyo, mengungkapkan bahwa neoplasma pada anak berbeda dengan tumor ganas pada orang dewasa. Meskipun tidaklah dapat dideteksi secara dini seperti karsinoma dewasa, penyakit ini dapat disembuhkan jikalau ditangani dengan cepat lalu tepat.

    “Yang paling penting untuk kita ungkapkan bahwa neoplasma pada anak diupayakan sembuh. Ini adalah poinnya yang dimaksud harus kita selalu angkat, berbeda dengan neoplasma dewasa,” kata Ira ketika acara Berani Gundul dalam kawasan Kebayoran Lama, Ibukota Selatan pada Sabtu, 15 Februari 2025.

    “Kanker pada anak dapat diupayakan sembuh, namun tidaklah dapat dideteksi seperti penyakit tumor ganas dewasa. Jadi harus dikenali gejalanya,” tambahnya.

    Acara ini juga menjadi kompetisi silaturahmi antara para pejuang neoplasma dengan para penyintas (survivor). Dengan bertemu dan juga berbagi cerita, para survivor dapat memberikan motivasi dan juga harapan untuk anak-anak yang masih menjalani terapi agar tetap memperlihatkan semangat menghadapi hari-hari mereka.

    “Harapan saya makin lama makin banyak ya survivor yang dimaksud dapat memotivasi anak-anak yang sedang berobat dan juga yang digunakan survivor pun juga tetap memperlihatkan lebih lanjut semangat,” jelasnya.

    “Jadi para survivor yang digunakan berhasil di kehidupannya, di area sekolahnya, pada kesehariannya, kemudian sanggup memotivasi adik-adik lain-lain,” lanjutnya.

    Selain aksi potong rambut, #BeraniGundul 2025 juga menghadirkan berbagai hiburan yang digunakan melibatkan anak-anak pejuang kanker, para simpatisan, dan juga komunitas peduli kanker.

    Acara ini turut dimeriahkan dengan tarian, pertunjukan musik, dan juga penampilan spesial dari beberapa orang artis juga volunteer yang mana ingin memberikan dukungan terhadap para pejuang tumor ganas anak.

    Dengan diadakannya #BeraniGundul 2025, YKAKI berharap semakin berbagai warga yang peduli serta memberikan dukungan terhadap anak-anak yang digunakan sedang berjuang melawan kanker.

  • YKAKI Ajak Penyintas Berbagi Semangat di dalam Hari Kanker Anak Internasional

    YKAKI Ajak Penyintas Berbagi Semangat di dalam Hari Kanker Anak Internasional

    Ledisia.com – JAKARTA – Antusiasme tinggi terlihat pada peringatan serius Hari Kanker Anak Internasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) sama-sama MNC Peduli . Acara tahunan #BeraniGundul 2025 menjadi wadah bagi para penyintas serta pejuang karsinoma untuk bertemu, berbagi kisah inspiratif, juga mendapatkan dukungan dari komunitas yang digunakan peduli terhadap mereka.

    Salah satu penyintas jika Lampung, Syifa, mengungkapkan bahwa acara ini memiliki arti mendalam bagi para pejuang tumor ganas . Ia sendiri pernah merasakan betapa melelahkannya proses penyembuhan yang digunakan harus dijalani setiap hari. Oleh sebab itu, rapat seperti ini menjadi momen yang tersebut menyenangkan untuk melepas penat sekaligus mendapatkan motivasi baru.

    “Menurutku ini sangat memotivasi serta jadi bikin semangat oleh sebab itu keseharian merek (pejuang kanker) kan pada rumah sakit, capek harus kemoterapi, dengan adanya acara ini ia jadi semangat,” kata Syifa ketika acara Berani Gundul di area kawasan Kebayoran Lama, Ibukota Indonesia Selatan pada Sabtu, 15 Februari 2025.

    Dalam kesempatan tersebut, Syifa juga menyampaikan instruksi penuh semangat terhadap para pejuang neoplasma agar bukan menyerah di menghadapi penyakitnya.

    “Sejauh apapun berobat, semahal apapun obatnya kalau jiwa kita ga semangat, gak akan ampuh. Harus bahagia, oleh sebab itu kuncinya kita sehat itu harus bahagia, pikiran harus positif,” jelasnya.

    “Kita boleh capek tapi gak boleh patah semangat untuk menjemput masa depan yang digunakan indah,” tambahnya.

    Tahun ini, YKAKI kembali mengadakan pergerakan #BeraniGundul 2025 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penduduk terhadap karsinoma anak. Acara ini juga menjadi bentuk empati bagi para pasien yang tersebut mengalami kerontokan rambut akibat kemoterapi atau radioterapi.

    Salah satu sukarelawan yang dimaksud bergabung berpartisipasi dengan mencukur rambutnya adalah Nugroho. Ia merasa bangga bisa saja mengambil bagian juga pada aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap anak-anak pejuang kanker.

    “Senang sekali sebab kita sanggup merasakan seperti apa anak-anak harus gundul oleh sebab itu pengobatan. Gundul itu keren, gundul itu oke. Jadi kita nggak usah malu,” ujar Nugroho.

    Melalui #BeraniGundul 2025, YKAKI berharap semakin berbagai rakyat yang tersebut peduli juga memberikan dukungan terhadap anak-anak yang dimaksud berada dalam berjuang melawan penyakit ini.

  • Hari Kanker Sedunia, Brantas Abipraya Sosialisasikan Deteksi Dini Lewat Webinar

    Hari Kanker Sedunia, Brantas Abipraya Sosialisasikan Deteksi Dini Lewat Webinar

    Ledisia.com – JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia serta Bulan K3 Nasional 2025, PT Brantas Abipraya (Persero) sukses menyelenggarakan webinar bertajuk “Pentingnya Deteksi Dini dan juga Pencegahan Kanker” (12/2). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para Insan Abipraya, akan pentingnya deteksi dini dan juga upaya pencegahan penyakit kanker.

    Webinar yang dimaksud dihadiri lebih banyak dari 300 kontestan ini menghadirkan narasumber ahli di dalam bidang onkologi, yaitu dr. Dirga Sakti Rambe M.Sc., Sp. PD., FRSPH yang mana mengkaji secara mendalam mengenai penyebab, faktor risiko, jenis-jenis kanker, dan juga langkah-langkah pencegahan yang dimaksud dapat dilakukan. Selain itu, para partisipan juga diberikan informasi mengenai pentingnya pemeriksaan kemampuan fisik secara berkala sebagai upaya deteksi dini.

    “Pencegahan karsinoma adalah penanaman modal terbaik untuk masa depan yang dimaksud lebih lanjut sehat. Melalui webinar ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran rakyat akan pentingnya deteksi dini lalu gaya hidup sehat,” ujar Tumpang Muhammad, Direktur SDM & Umum Brantas Abipraya.

    Program ini merupakan wujud nyata komitmen Brantas Abipraya pada memperkuat Asta Cita 2045. Dengan memberikan edukasi kemampuan fisik terhadap masyarakat, khususnya terkait pencegahan kanker, Brantas Abipraya turut berkontribusi di merancang generasi yang mana lebih lanjut sehat dan juga produktif. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah di menguatkan sistem kondisi tubuh nasional serta meningkatkan kualitas hidup warga Indonesia.

    “Melalui webinar ini, kami berharap dapat memberikan edukasi yang mana komprehensif terhadap publik mengenai pencegahan kanker. Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran lalu pengetahuan tentang penyakit ini, kita dapat bersama-sama menurunkan bilangan penderita karsinoma di tempat Indonesia,” tambah Tumpang Muhammad, Direktur SDM & Umum Brantas Abipraya.

    Sebagai perusahaan proyek konstruksi yang digunakan senantiasa berikrar terhadap pembangunan berkelanjutan, Brantas Abipraya menyadari pentingnya kemampuan fisik dan juga keselamatan kerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengerjaan infrastruktur tiada hanya saja berfokus pada aspek fisik, namun juga memperhatikan aspek kebugaran dan juga kesejahteraan masyarakat. Ke depannya, Brantas Abipraya akan terus mengintegrasikan program-program sama ke pada seluruh aktivitas perusahaan.

  • Sinergi MNC Life dan juga Dayyan Wellness Hub Bantu Wujudkan Indonesia Emas 2045

    Sinergi MNC Life dan juga Dayyan Wellness Hub Bantu Wujudkan Indonesia Emas 2045

    Ledisia.com – JAKARTA – Bekerjasama MNC Life lalu Dayyan Wellness Hub mampu membantu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Rina Novita, Pimpinan Dayyan Wellness Hub pun menyambut baik kerja serupa yang dimaksud terjalin antara Dayyan Wellness Hub dengan MNC Life yang mana resmi berjalan per hari ini, Rabu (12/2/2025).

    Rina Novita pun optimistis bahwa kolaborasi ini memproduksi pasien yang dimaksud menjalani tes skrining pra-kanker dalam Dayyan Wellness Hub bukan belaka mendapatkan informasi kondisi tubuh yang dimaksud lebih tinggi komprehensif, juga memperoleh proteksi asuransi kecelakaan diri dari MNC Life.

    “Kalau dari kami ini adalah pencegahan tumor ganas merupakan tanggung jawab kita semua sebagai bangsa. Jadi MNC yang mana mempunyai visi ini saya berterima kasih, serta ini tidaklah hanya saja dilingkungan MNC tapi juga untuk seluruh Indonesia,” tutur Rina Novita terhadap MNC Portal Indonesia di dalam MNC Bank Tower, Kebon Sirih, Ibukota Pusat, hari ini.

    Selain pencegahan serta deteksi neoplasma sejak dini, salah satu kegiatan dari kerja mirip yang disebutkan yakni Brain Assessment. Rina menilai kegiatan itu dapat membantu pemerintah pada mewujudkan Indonesia Emas di tempat 2045.

    “Karena persoalan tumor ganas maupun persoalan produktifitas dengan adanya Brain Assassment adalah persoalan bangsa gitu, bagaimana kita semuanya mewujudkan visi dari pemerintah yaitu merancang generasi emas di tempat 2045. Mudah-mudahan kontribusi ini menjadi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

    Direktur Dayyan Wellness Hub, Putu Swasti juga menyampaikan hal senada. Putu memaparkan keunggulan jaringan dalam MNC Life menjadi salah satu pertimbangan penting Dayyan Wellness Hub memilihnya sebagai partner kolaborasi.

    “MNC Life ini punya terobosan yang dimaksud tidaklah dimiliki asuransi lain melalui platform. Menurut saya itu adalah salah satu wadah terbaik yang digunakan bisa jadi diakses oleh seluruh rakyat Indonesia,” ucap Putu.

  • MNC Life Siap Lindungi Pasien Skrining Pra-Kanker, Kerjasama dengan Dayyan Wellness Hub

    MNC Life Siap Lindungi Pasien Skrining Pra-Kanker, Kerjasama dengan Dayyan Wellness Hub

    Ledisia.com – JAKARTA – MNC Life mengumumkan kerja sejenis dengan Dayyan Wellness Hub. Melalui kolaborasi ini, pasien tes skrining pra-kanker akan memperoleh proteksi asuransi kecelakaan diri dari MNC Life.

    Dengan adanya proteksi kebugaran ini, para pasien dapat menjalani proses skrining kebugaran dengan lebih banyak tenang serta aman.

    Managing Director Insurance Business Group and President Director MNC Life Risye Dillianti mengaku sangat antusias melawan kolaborasinya bersatu Dayyan Wellness Hub.

    “Kerjasama dengan Dayyan Wellness Hub hari ini menunjukan bahwa perkembangan teknologi dapat menunjang kebugaran kita, kualitas hidup kita,” kata Risye Dillianti terhadap MNC Portal Indonesia di tempat MNC Bank Tower, Rabu (12/2/2025).

    Lebih lanjut, Risye menyatakan kolaborasi ini akan memudahkan seluruh costumer Dayyan Wellness Hub di memanfaatkan prasarana asuransi yang mana tersedia. Nantinya, para costumer juga bisa jadi menikmati prasarana asuransi dari MNC Life selama satu tahun.

    “Bagi siapapun yang digunakan menjadi costumer Dayyan Wellness Hub otomatis tercover asuransi dari MNC Life selama satu tahun jadi jangan sia-siakan sarana ini dan juga segera hubungi Dayyan Wellness Hub lalu dapatkan khasiat lalu prasarana dari kami,” lanjutnya.

    Risye berharap, kerja identik ini dapat menyokong lebih besar banyak individu untuk menjalani skrining pra-kanker pada proses pencegahan juga deteksi dini penyakit kanker.

    Kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi MNC Life untuk lebih besar memperluas cakupan layanan kemampuan fisik serta asuransi pada Indonesia.

    “Kita berharap Dayyan Welness Hub semakin tumbuh dimana kami akan terus mendampingi perkembangan Dayyan Wellness Hub untuk menghasilkan sehat penduduk Indonesia,” ucap Risye.

  • Mengenal Terapi Topi Dingin, Cara Kate Middleton Atasi Rambut Rontok selama Perawatan Kanker?

    Mengenal Terapi Topi Dingin, Cara Kate Middleton Atasi Rambut Rontok selama Perawatan Kanker?

    Ledisia.com – JAKARTA – Apa itu terapi topi dingin atau cold cap therapy? Ini adalah setelahnya Kate Middleton mengeksplorasi rambut rontok selama perawatan tumor ganas pada waktu berbincang dengan Katherine Field, manusia pasien karsinoma dalam Royal Marsden Hospital, beberapa waktu lalu.

    Katherine Field mengungkapkan terhadap People bahwa anggota Keluarga Kerajaan Inggris itu tidak ada perlu menjalani terapi topi dingin, sistem pendinginan epidermis kepala yang dapat membantu menurunkan kerontokan rambut selama kemoterapi.

    “Saya benci, tetapi saya rasa itu berhasil. Hari ini ada sedikit rambut yang digunakan rontok, tetapi saya hanya sekali berupaya menundanya,” kata Field.

    Apakah Kate Middleton menggunakan terapi topi dingin?

    Ketika ditanya apakah Putri Kate menyebutkan pemanfaatan topi dingin, Field berkata: “Dia hanya sekali berkata bahwa beliau tak perlu melakukannya. Jika beliau kehilangan rambutnya, yang tersebut sangat ikonik, itu akan sangat buruk. Semua orang menyukai rambutnya!

    “Itu seperti berbicara dengan individu teman tentang masa yang tersebut sangat buruk pada hidup kemudian bagaimana Anda menemukan cara untuk melewatinya. ‘Menemukan normal baru’ adalah apa yang digunakan ia katakan, yang tersebut benar adanya,” tuturnya.

    Terapi Topi Dingin

    Dikutip Mayoclinic, terapi topi dingin dilaksanakan untuk menjaga dari rambut rontok. Pasalnya, kemoterapi yang digunakan diadakan pasien tumor ganas diadakan untuk membunuh sel kanker, mengecilkan tumor sebelum operasi kemudian membantu perawatan lain bekerja lebih lanjut baik.

    Kemoterapi bukan cuma membunuh sel kanker, tetapi juga memperlambat atau membunuh sel-sel sehat yang mana bertambah kemudian membelah dengan cepat. Hal ini termasuk sel-sel yang dimaksud menyebabkan rambut tumbuh, jadi rambut rontok adalah salah satu efek samping umum kemoterapi.

    Kehilangan rambut dapat berkontribusi signifikan terhadap stres juga kecemasan pasien. Namun, perawatan yang disebut terapi pendinginan epidermis kepala membantu sejumlah pasien mempertahankan sebagian besar rambut mereka.

    Kerontokan rambut mungkin saja tampak seperti nilai tukar kecil yang tersebut harus dibayar sebagai ganti kemoterapi yang mana ditujukan untuk mengobati karsinoma atau mencegahnya kembali. Namun, bagi sebagian pasien, kerontokan rambut merusak citra diri merek lalu berfungsi sebagai pengingat terus-menerus tentang penyakit tersebut. Terapi pendinginan epidermis kepala membantu melindungi privasi pasien dengan mengempiskan efek yang digunakan terlihat dari perawatan kanker, dan juga dapat meningkatkan harga jual diri kemudian sikap pasien terhadap perawatan.

    Terapi pendinginan lapisan kulit kepala menggunakan topi pendingin yang digunakan disetujui Badan Pengawas Solusi lalu Makanan yang tersebut menutupi rambut pasien kemudian mempunyai cairan dingin yang dimaksud bersirkulasi di area dalamnya. Tutup yang dimaksud terhubung ke komputer yang mana menjaga suhu cairan pada sekitar 32 derajat Fahrenheit. Tutup yang disebutkan mempunyai penutup yang digunakan menjaganya tetap memperlihatkan pada tempatnya serta suhunya tetap saja konstan.
    Terapi tutup dingin

    Pendinginan epidermis kepala mengempiskan kecacatan yang dimaksud disebabkan kemoterapi pada folikel rambut. Saat didinginkan, pembuluh darah di tempat dermis kepala menyempit, menghurangi aliran darah ke folikel rambut. Hal ini membatasi jumlah total obat kemoterapi yang dimaksud masuk ke sel folikel rambut.

    Biasanya, pasien memakai tutup selama 30 menit sebelum perawatan kemoterapi, selama sesi kemoterapi, kemudian selama 90 hingga 120 menit setelahnya. Sebuah penelitian yang tersebut dilaksanakan pada wanita yang digunakan menggunakan tutup pendingin pada waktu menjalani kemoterapi untuk karsinoma kelenjar susu menunjukkan bahwa 66% kehilangan 50% atau kurang dari rambut mereka. Hal ini dibandingkan dengan wanita yang tersebut tak menggunakan tutup, dengan semua wanita pada kelompok yang dimaksud kehilangan lebih lanjut dari 50% dari rambut mereka.

    Efek samping terapi pendinginan lapisan kulit kepala bersifat ringan serta dapat meliputi menggigil, sakit kepala, iritasi dermis kepala, dan juga ketidaknyamanan pada leher serta bahu.

  • Ciputra Hospital Surabaya Miliki Alat Modern Skrining untuk Kanker Payudara

    Ciputra Hospital Surabaya Miliki Alat Modern Skrining untuk Kanker Payudara

    Ledisia.com – SURABAYA – Menurut data dari Global Cancer Observatory (Globocan), pada tahun 2022 lebih lanjut dari 408.661 tindakan hukum neoplasma baru terjadi dalam Indonesia. Salah satunya adalah neoplasma payudara. Meski lebih banyak banyak terjadi pada wanita, tumor ganas susu juga bisa jadi menyerang pria.

    Kanker kelenjar susu seringkali sulit terdeteksi pada tahap awal akibat ukurannya yang digunakan kecil. Benjolan baru dapat teraba apabila ukurannya cukup besar. Meski demikian, bukan semua benjolan di tempat susu berarti kanker. Oleh lantaran itu, pemeriksaan sejak dini penting dijalankan guna menegaskan apakah benjolan yang disebutkan tumor ganas atau bukan.

    Dokter spesialis bedah, Dr dr Desak Gede Agung Suprabawati SpB(K)Onk mengatakan, kesadaran rakyat pada Indonesia untuk melakukan deteksi dini terhadap suatu penyakit sangat kurang. Ini adalah menjadi kendala serta perhatian serius dari semua pihak. Di luar negeri, orang datang memerikasakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit atau dokter sejak awal atau ketika belum ada keluhan.

    “Sebaliknya di tempat Indonesia, sekitar 70-80 persen orang memeriksakan kondisi tubuhnya itu ketika sudah ada stadium lanjut,” katanya pada sela acara ‘Sadari serta Kenali Kanker Payudara’ yang digunakan dilakukan Ciputra Hospital Surabaya, Hari Sabtu (21/12/2024).

    Maka dari itu, dr Desak mengumumkan apabila sadanis lalu sadari menjadi elemen penting untuk menghindari risiko penyakit, termasuk karsinoma payudara. Sadari berarti mengenal neoplasma payudara, sementara sadanis berarti pemeriksaan tumor ganas dada secara klinis.“Pengenalan dini tumor ganas dada menjadi langkah penting, tetapi memang sebenarnya bukan semua benjolan di tempat sekitar susu adalah kanker,” ujarnya.

    dr Desak mengungkapkan, hingga pada waktu ini pemicu munculnya neoplasma dada belum terdeteksi secara pasti. Hal ini berbeda dengan karsinoma lain yang tersebut penyulut utamanya telah lama terdeteksi secara pasti. Meski demikian, tidak berarti dokter tidaklah dapat menyiasatinya. “Mereka punya yang digunakan namanya faktor risiko, jadi ada pihak-pihak tertentu yang miliki peluang lebih besar tinggi dari orang lainnya,” terangnya.

    “Risiko pertema tentu lantaran kita perempuan. Semua perempuan mempunyai potensi. Kemudian ada faktor keturunan. Bukan berarti semua orang pada link keluarga ada riwayat satu karsinoma hanya telah otomatis kita kaitkan dengan faktor keturunan. Hanya sekitar 5-10 persen memang sebenarnya keturunan,” imbuh dr Desak.

    Guna membantu penduduk di melakukan skrining dini terhadap risiko tumor ganas payudara, Ciputra Hospital Surabaya menghadirkan Automated Breast Ultrasound (ABUS), teknologi 3D ultrasound untuk skrining payudara.

    Dokter Spesialis Radiologi Ciputra Hospital Surabaya, dr Sidharta Sp.Rad mengatakan, ABUS merupakan pilihan skrining alternatif yang tersebut nyaman. Ciputra Hospital Surabaya memilih Invenia ABUS 2.0 untuk membantu meningkatkan deteksi tumor ganas dada pada wanita dengan susu padat.

    “Pemilihan ini sangat cocok untuk wanita di area Asia kemudian di area Indonesia, akibat 76% hingga 80% wanita tergolong dari dense breast dengan klasifikasi sangat padat juga merupakan pemeriksaan yang nyaman tanpa radiasi,” paparnya.

    Dengan skrining dini, lanjut dia, diharapkan mampu menekan bertumbuhnya risiko karsinoma kelenjar susu dan juga mengempiskan peluang kematian. Hasil pembacaan dari ABUS sendiri, lanjut dr Sidharta, sangat cepat sekitar 1-2 jam sudah ada dapat diketahui. “Kita hadir untuk memberikan layanan terhadap masyarakat. Kebetulan, ketika ini hingga Februari 2025 ada promo hanya sekali dengan Simbol Rupiah 1,5 jt sanggup melakukan skrining ABUS dalam Ciputra Hospital Surabaya, sudah ada termasuk konsultasi dokter spesials lalu radiologi,” ungkapnya.

    Salah satu pengurus Lovepink Indonesia (Organisasi non-profit yang digunakan berfokus pada Kampanye Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara), cabang Surabaya, Asih Suprapti berharap, skrining ABUS bisa jadi menjadi layanan untuk deteksi dini tumor ganas payudara, sehingga bisa jadi menekan penderita baru. Karena risiko menderita neoplasma kelenjar susu itu tak mengenal usia. “Di anggota kami, ada yang mana baru berusia 17 tahun telah terkena karsinoma payudara. Bahkan sekitar 70 persen penderitanya berusia 50 tahun ke bawah,” katanya.

  • Kanker Usus Mulai Menyerang Usia dalam Bawah 50 Tahun, Dipicu Pola Makan serta Gaya Hidup

    Kanker Usus Mulai Menyerang Usia dalam Bawah 50 Tahun, Dipicu Pola Makan serta Gaya Hidup

    Ledisia.com – JAKARTA – Angka neoplasma usus besar mengalami peningkatan. Tidak hanya di tempat negara miskin, juga pada negara-negara kaya, seperti Selandia Baru, Australia lalu Inggris. Menariknya, penyakit ini menyerang meraka yang digunakan berusia di dalam bawah 50 tahun.

    Dikutip Business Insider, neoplasma usus untuk orang dewasa mengalami penurunan. Namun, justru menyerang usia dini. Ilmuwan mulai mengungkap petunjuk tentang bagaimana pola makan juga gaya hidup modern berperan.

    Sebuah studi baru yang dimaksud dirilis di dalam Lancet Oncology mendokumentasikan peningkatan hitungan tumor ganas usus kolon dini di tempat wilayah Amerika Utara dan juga Eropa yang kaya dan juga sangat terindustrialisasi dan juga di tempat wilayah berpenghasilan menengah di area seluruh dunia.

    “Kami menemukan tren ini bukan cuma terjadi dalam negara-negara Barat berpendapatan tinggi,” kata Hyuna Sung, orang peneliti karsinoma serta penulis utama studi yang dimaksud untuk Business Insider.

    “Tren ini menjangkau bagian-bagian yang sebelumnya tidaklah kami lihat, seperti Amerika Selatan serta Asia,” ujar ia lagi.

    Selama periode lima tahun dari 2013 hingga 2017, tingkat tumor ganas usus besar pada orang muda meningkat di tempat 27 dari 50 negara yang diteliti kelompok Sung di tempat seluruh dunia. Meski studi yang disebutkan cuma mencakup satu negara di tempat Afrika (Uganda), studi yang dimaksud mencakup beberapa data terbaru lalu komprehensif yang tersebut tersedia tentang tingkat karsinoma usus besar di dalam seluruh dunia. Dan studi yang disebutkan menunjukkan tingkat karsinoma usus besar melonjak pada orang muda yang mana tinggal di dalam negara-negara seperti Turki, Ekuador, lalu Chili.

    Namun, tren ini tak melanda semua negara secara merata. Sementara dalam AS, tingkat karsinoma usus besar dini terus meningkat ke tingkat yang dimaksud belum pernah terjadi sebelumnya, ada outlier di data, seperti Italia, Spanyol, kemudian Latvia, di dalam mana tingkatnya tampak relatif bukan berubah dari tahun ke tahun.

    “Studi ini cukup diharapkan,” kata Ganesh Halade, orang profesor madya di tempat USF Heart Health Institute, yang tak terlibat di studi tersebut, untuk BI.

    “Pada dasarnya, pola makan kita berubah,” ucap ia lagi.