Tag: gigi

  • Denta Festiva 2025, Inovasi untuk Perawatan Gigi

    Denta Festiva 2025, Inovasi untuk Perawatan Gigi

    Ledisia.com – JAKARTA – Merawat kebugaran gigi lalu mulut penting sebab dapat menunjang kondisi tubuh tubuh secara keseluruhan. Gigi serta mulut yang digunakan sehat membantu kita makan dan juga berbicara dengan baik. Untuk itulah Solventum berkolaborasi dengan Cobra Dental hadirkan Denta Festiva 2025 yang mana diselenggarakan oleh pada Golden Balroom Hotel Sultan Senayan pada 15-16 Februari 2025.

    drg Gena Riyandena selaku Solventum Autorized Representative menyatakan pihaknya berkolaborasi bersatu untuk mendirikan agar kondisi tubuh gigi lebih lanjut progresif dan juga efeknya lebih banyak luas bagi rakyat Indonesia. Ia juga menyatakan ingin memberikan ilmu teknologi baru untuk dokter gigi di area Indonesia.

    “Kita ingin memberikan ilmu yang bermanfaat untuk dokter-dokter di area Indonesia lalu juga yang terpenting adalah launching hasil baru yang mana dimana teknologi lebih besar mutakhir dari sebelumnya sehingga dia terus belajar meningkatkan ilmu untuk memberikan pelayanan yang dimaksud terbaik untuk pasien di tempat klinik atau rumah sakit,” drg Gena Riyandena.

    Dia memaparkan prospek bidang perawatan gigi ini sangat luas. Indonesia ungkapnya mempunyai 45 ribu lebih besar dokter gigi, namun persebarannya belum merata, dan juga sebagian besar di area pulau Jawa.

    Dia menambahkan kesadaran penduduk Indonesia, khususnya kondisi tubuh oral atau kebugaran gigi kemudian mulut semakin meningkat.

    “Kita akan adakan terus acara acara denta festiva serta beberapa even-even lainnya tentunya itu sebagai komitmen kita untuk terus memajukan, memberikan update-update ilmu untuk dokter-dokter gigi yang digunakan berpraktek di dalam Indonesia, ” katanya.

    Sementara itu, pada momen Denta Festiva Solventum, juga diberitahukan peluncuran hasil terbaru yakni 3M™ Filtek™ Universal Restorative.

    Solventum mengenalkan komposit gigi universal yang dirancang untuk memberikan solusi andal dan juga efisien bagi dokter gigi di menciptakan restorasi gigi yang tersebut tahan lama lalu tampak alami.

    3M™ Filtek™ Universal Restorative merupakan material komposit gigi yang tersebut dioptimalkan untuk menyederhanakan prosedur restorasi gigi anterior dan juga posterior. Tersedia pada 1 opasitas universal kemudian 8 pilihan warna, ditambah Extra White (XW), komposit universal ini menawarkan estetika, kekuatan, dan juga daya tahan tinggi dengan cara yang dimaksud lebih lanjut sederhana.

    Dr. Adrian Susanto, pimpinan Cobra Dental, menyambut optimis peluncuran komoditas ini di tempat Indonesia. Pihaknya mengaku sangat antusias memperkenalkan 3M™ Filtek™ Universal Restorative dari Solventum pada Indonesia untuk pertama kalinya.

  • Apakah Membiarkan Gigi Ompong Bahaya untuk Kesehatan?

    Apakah Membiarkan Gigi Ompong Bahaya untuk Kesehatan?

    Ledisia.com – JAKARTA – Membiarkan gigi ompong berkepanjangan tanpa bantuan tenaga medis ternyata dapat mempengaruhi kebugaran mulut maupun kondisi tubuh secara keseluruhan. Bagaimana hal itu dapat terjadi?

    Masalah kondisi tubuh gigi umum terjadi di tempat Indonesia. Tantangan pada gigi pun beragam, mulai gigi berlubang hingga gigi yang tersebut tanggal atau ompong.

    Berdasarkan data Kementerian Aspek Kesehatan tahun 2023, proporsi gigi yang dimaksud hilang, dicabut, tanggal, atau ompong di tempat Indonesia mencapai 21%. Penyebaran tertinggi terjadi pada individu berusia 65 tahun ke atas, yaitu sebesar 46,5%.

    Penyebaran tertinggi selanjutnya terjadi pada kelompok usia 55-64 tahun sebesar 37,2%, usia 45-54 tahun sebesar 26,4%, lalu usia 35-44 tahun sebesar 18%, menunjukkan bahwa kehilangan gigi memengaruhi individu di dalam semua kelompok usia, termasuk merek yang berada pada usia produktif.

    Kerap diabaikan, ternyata gigi ompong berkepanjangan tanpa bantuan tenaga medis justru dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, ataupun kebugaran mulut secara khusus.

    Ketua Departemen Prostodonsia Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) drg. Murti Indrastuti M.Kes., Sp. Pros (K) menjelaskan, kehilangan gigi itu bisa jadi menimpa individu pada semua rentang usia dengan berbagai penyebab. Mulai dari perilaku kemampuan fisik gigi yang digunakan buruk maupun diet tinggi gula yang digunakan mengakibatkan gigi berlubang serta harus dicabut, trauma pada gigi akibat kecelakaan, gum disease, kebiasaan merokok yang memperburuk kondisi gigi, hingga kondisi lainnya.

    “Jika kehilangan gigi ini dibiarkan pada waktu lama, dampaknya akan mempengaruhi kemampuan fisik juga estetika wajah,” ujar dr Murti, Rabu (23/10/2024).

    Lantas apa belaka bahaya membiarkan gigi ompong terlalu lama? Berikut ulasannya.

    1. Pengaruh Kehilangan Gigi terhadap Kemampuan Bicara

    Kehilangan gigi dapat memengaruhi kemampuan seseorang di berbicara. Saat kehilangan satu atau beberapa gigi, cara pelafalan ketika berbicara bisa jadi berubah lalu pengucapan menjadi kurang jelas, sehingga mengganggu komunikasi sehari-hari.

  • Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Peran Ibu dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Tidak Boleh Diabaikan

    Ledisia.com – Peran orang tua terutama ibu sangatlah penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Ibu sebagai role model atau panutan dalam keluarga, memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan perilaku anak terkait kesehatan gigi dan mulut.

    Staf Pengajar FKG Universitas Trisakti, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, mengatakan bahwa literatur telah membuktikan bahwa ibu yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik terkait dengan kesehatan gigi dan mulut, akan memberikan dampak positif bagi kesehatan gigi dan mulut anaknya. Sebaliknya, ibu yang kurang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik, akan berdampak buruk pada kesehatan gigi dan mulut anaknya. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut ibu dan anak merupakan kesatuan yang saling terkait.

    “Ibu yang memiliki status kebersihan gigi yang baik, biasanya akan mencerminkan kondisi kebersihan gigi anaknya. Sebagai contoh, seorang ibu dengan indeks karies yang tinggi, biasanya anaknya juga akan mengalami banyak gigi berlubang,” ujar Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, pada Rabu (11/9/2024).

    Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak ini juga menjelaskan bahwa gigi berlubang atau karies merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Literatur juga telah membuktikan bahwa ibu merupakan sumber utama transmisi bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri tersebut umumnya tinggal di daerah kavitas atau lubang gigi dan pada plak gigi. Transmisi bakteri dapat terjadi secara vertikal atau horizontal.

    “Transmisi secara vertikal dapat terjadi dari ibu ke anak atau pengasuh ke anak, misalnya melalui penggunaan alat makan bersama atau sikat gigi bergantian. Bakteri akan ikut berpindah ke rongga mulut anak,” jelasnya.

    Oleh karena itu, Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut ibu, untuk mencegah terjadinya transmisi bakteri tersebut. Selain itu, transmisi secara horizontal juga dapat terjadi dari teman-teman anak melalui penggunaan alat makan atau sikat gigi bersama. Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan, pembentukan sikap, dan perilaku yang positif terkait kesehatan gigi dan mulut pada ibu, untuk menurunkan angka penyakit gigi dan mulut pada anak.

    Dr. drg. Sri Ratna Laksmiastuti Octavian, Sp.KGA, juga menekankan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut ibu merupakan prioritas yang tidak kalah penting dari menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Tanpa perawatan yang sama pada ibu, perawatan kesehatan gigi dan mulut anak tidak akan memberikan dampak positif yang signifikan.

  • Para Artis Terpaksa Menahan Senyum Manis di Depan Kamera karena Masalah pada Gigi Mereka

    Para Artis Terpaksa Menahan Senyum Manis di Depan Kamera karena Masalah pada Gigi Mereka

    Ledisia.com – Setiap artis atau figur publik pasti ingin terlihat sempurna di depan publik, terutama para penggemar. Mereka selalu berusaha untuk menampilkan senyum yang manis. Namun, di balik senyum itu, ada beberapa artis yang ternyata menggunakan gigi palsu.

    Beberapa artis mengalami masalah dengan gigi mereka, seperti gigi kusam yang tidak putih. Meskipun begitu, mereka tetap menjaga kebersihan dan kesehatan gigi mereka. Bahkan, ada yang rela mencabut gigi asli dan menggantinya dengan gigi palsu. Siapa saja artis yang mengalami masalah gigi ini?

    1. Victoria Beckham
    Victoria Beckham adalah salah satu artis yang tidak memiliki gigi putih. Karena itu, dia jarang tersenyum di depan kamera. Namun, dia dikabarkan telah menghabiskan 45.000 USD untuk memutihkan gigi dan memasang veneer.

    2. Miley Cyrus
    Saat masih muda, Miley tidak terlalu memperhatikan penampilannya. Namun, dia kemudian menyadari bahwa giginya tidak sempurna. Untuk memperbaiki gigi depannya yang agak menonjol, Miley memutuskan untuk mengubah bentuk giginya dan meluruskan gigi bawahnya.

    3. Nicolas Cage
    Senyum Nicolas Cage memang terkenal sangat cemerlang di dunia hiburan. Namun, ada saat-saat di mana dia mencoba untuk menyembunyikan giginya. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengganti gigi aslinya yang tidak rata dengan gigi palsu yang lebih putih dan rapi.

    4. Tom Cruise
    Tom Cruise memiliki senyum khas yang membuatnya terkenal. Namun, senyumnya yang sempurna itu tidak didapat dengan mudah. Dia harus memakai kawat gigi bening selama 18 bulan untuk merapikan giginya yang tidak rata.

    5. Gwen Stefani
    Gwen Stefani memang bangga dengan senyum tipisnya yang sudah menjadi ciri khasnya. Namun, dia akhirnya memutuskan untuk memperbaiki senyumnya dengan memasang veneer baru yang membuat giginya lebih mengilap.

    6. Ben Affleck
    Menurut Kate Beckinsale, sutradara Michael Bay meminta Ben Affleck untuk mengganti “gigi susunya” dengan gigi yang lebih maskulin. Pada tahun 1998, produser film Armageddon mengeluarkan 20.000 USD agar Ben Affleck bisa memasang gigi palsu yang lebih besar dan lebih kuat.

    7. Emma Watson
    Sulit dipercaya bahwa Emma Watson yang berusia sembilan tahun saat berperan dalam film Harry Potter pertama harus kehilangan beberapa gigi susu. Namun, secara ajaib, gigi susunya diganti dengan gigi palsu agar senyum Hermione tetap cemerlang dan sempurna.