Tag: perencanaan kehamilan

  • Apa Saja Persiapan Menjadi Orang Tua yang Baik?

    Apa Saja Persiapan Menjadi Orang Tua yang Baik?

    “Apakah Anda dan suami sudah siap menjadi orangtua?”

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Pernah mengalami dan mendapat pertanyaan serupa juga? Mayoritas pasangan suami istri pasti langsung mengamini pertanyaan tersebut. Bagi mereka, menikah dan memiliki anak adalah kodrat seorang manusia. Oleh karenanya, siap tidak siap, menjadi orang tua pasti dilakoni.

    Di sisi lain, ada juga sebagian pasangan yang masih pikir-pikir. Menurutnya, menjadi orang tua memanglah kodrat. Hanya saja, perkara ini bisa menunggu waktu yang tepat. Pertanyaan soal siap dan tidak siap menjadi orang tua di atas, lantas punya banyak turunan yang dianggap menyulitkan seperti:

    “Apakah saya bisa menjadi orang tua yang baik? Apakah saya sudah siap menjalani semua keribetan yang diakibatkan oleh anak? Apakah sudah ada dana untuk membesarkan dan membiayai pendidikan mereka sampai tuntas?”

    Karena terlalu memikirkan hal tersebut, ada saja yang masih goyah pada keputusan memiliki anak. Perlu waktu bertahun-tahun lamanya untuk benar-benar siap memomong anak. Apalagi jika masih ada hal-hal yang ingin dikejar di luar fokus keluarga. Prestasi, posisi kerja, pengalaman, kematangan mental, atau bahkan finansial yang tinggi.

    Memiliki Anak Adalah “Proyek” Berkepanjangan. Perencanaan yang Matang Justru Akan Membuatnya Sedikit Lebih Ringan

    Di balik semua rasa mantap atau juga keraguan tersebut, yang penting yakinilah keputusan Anda dan suami dengan pemikiran matang dan rasional. Sesuaikan pula dengan situasi dan kondisi saat ini. Memiliki anak adalah “proyek” seumur hidup. Oleh karenanya, segala resiko tidak mungkin dihindari. Tanggung jawab pun harus selalu diemban. Di artikel Ledisia.com ini, semoga Ledis dan pasangan semakin menyadari perencanaan kehamilan yang matang sebagai solusinya.

     

    Apa yang seringkali membuat peran orang tua ternyata jadi sulit?

    Ada masanya nanti, anak sulit diberitahu - via lepotaizdravlje.rs
    Ada masanya nanti, anak sulit diberitahu – via lepotaizdravlje.rspersi

    Sebenarnya, menjadi orang tua itu benar-benar menyenangkan. Bayangkan ketika Anda dan suami menginginkan kehadirannya di rumah, namun perlu usaha yang cukup keras untuk mendapatkannya! Pada suatu hari yang tak diduga, Anda merasakan mual dan buru-buru mengambil testpack. Dua garis berwarna merah memberi kabar bahwa Anda sedang hamil saat itu juga. Usai mengandung sembilan bulan, Anda pun melahirkan seorang bayi yang lucu dan sehat.

    Menjadi ayah dan ibu baru terasa semakin sulit karena adanya tuntutan waktu dan tenaga berlebih untuk dicurahkan pada si bayi. Otomatis waktu istirahat dan bersenang-senang semakin sedikit. Tidak hanya waktu saja. Hampir semua orang tua mengalami masalah finansial, minimnya dukungan emosional dari lingkungan, pelatihan, atau persiapan untuk merawat anak yang tepat. Kadang ada rasa bersalah juga karena pengetahuan merawat dan menjaga anak belum cukup luas. Sementara mungkin saja Anda sendiri punya permasalahan lain yang sama pentingnya. Dilema, bukan?

    Memiliki anak memang benar  akan membawa perubahan besar dalam hidup. Khususnya pada wanita, tanggung jawab lebih banyak dibebankan padanya dibandingkan pada laki-laki. Sedangkan sang suami bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan finansial keluarga. Oleh karenanya, tak sedikit wanita memilih mengalah dan meninggalkan profesi demi tumbuh kembang sang bayi. Profesi wanita karir rela dilepas dan berubah menjadi ibu rumah tangga, sebuah profesi yang tidak memerlukan gaji dan jenjang karir. Ya, pengorbanan semacam inilah yang sering ditemui pada sejumlah wanita.

    Namun bukan berarti pria tidak banyak berkorban. Setelah memiliki bayi, biasanya pria lebih giat mencari uang. Sekaligus juga, tetap memiliki waktu untuk memperhatikan sang bayi. Kesadaran untuk giat mencari uang itu sendiri dikarenakan hadirnya anggota keluarga baru dan memungkinkan anggaran tambahan. Belum lagi dengan biaya listrik, sewa rumah, air, berbagai asuransi, hingga angsuran kredit keluarga yang belum terlunasi.

    Bagi yang telah menjalani kehidupan orang tua baru semacam itu, tentunya tidak akan memungkiri resiko dari memiliki anak. Perasaan susah dan tidak menyenangkan juga tidak mungkin tidak dialami.

    Tapi dengan kesadaran hati, inilah pengorbanan yang menurut mereka akan menyenangkan hati. Pengorbanan yang bermanfaat demi masa depan si kecil dan keluarga di masa depan.

     

    Memiliki anak adalah realitas yang harus disadari konsekuensinya. Dengan perencanaan matang, segala resiko bisa menjadi lebih ringan.

    Membuat rencana matang - via venusbuzz.com
    Membuat rencana matang – via venusbuzz.com

    Anda yang pernah membaca artikel ini, tentu sudah berpikir betul bahwa memiliki anak tidak sebatas kata “siap”. Ada banyak resiko, mulai dari mental, profesi, waktu, tenaga, hingga finansial. Tapi, tidak perlu takut terhadap semua itu. Semua yang perlu Anda dan suami lakukan adalah melakukan perencanaan sejak dini. Beruntunglah jika Anda dan suami baru saja menikah dan belum mempunyai anak. Karena perencanaan yang matang bisa segera dimulai sejak awal, sejak merencanakan kehamilan. Tapi bukan alasan juga untuk tidak membuat perencanaan bagi yang telah memiliki anak sebelumnya.

    Untuk memulai perencanaan ini, tidak usah fokus memikirkan susah dan ribetnya memiliki anak. Pertanyaan berikut ini dapat membantu agar perencanaan memiliki anak antara Anda dan suami bisa berjalan tetap dalam jangka panjang.

    • Apakah Anda dan suami akan sepakat menyisakan waktu untuk kepentingan keluarga? Misalnya, waktu untuk Anda dan suami meningkatkan hubungan dan merencanakan kehamilan. Ke depannya, waktu ini pulalah yang digunakan untuk memperhatikan sang buah hati.
    • Apa saja yang membuat Anda dan suami senang saat memiliki bayi? Apa pula yang membuat Anda tak senang memiliki bayi? Dengan mengetahui keduanya, Anda dan suami akan mencari cara yang adil untuk mengatasinya. Tak terkecuali, soal giliran waktu mengasuh bayi.
    • Bagaimana Anda dan suami mengapresiasi pengasuhan yang dulu pernah dirasakan? Apakah ada yang berjalan kurang baik? Jika ada, rencanakanlah hal lain agar tidak berujung negatif pada sang buah hati.
    • Pesan atau nasehat apa saja yang pernah diterima agar menjadi orang tua yang baik?
    • Yang terakhir, apa yang dirasakan saat menjawab semua pertanyaan tersebut? Antusias mencari solusinya atau berat hatikah?

    Selepas membaca artikel ini, Anda tak perlu gusar lagi mendengar pertanyaan orang tentang memiliki momongan. Lebih-lebih, kalau mereka datang dan menakuti dengan banyak pernyataan tentang susahnya memiliki anak.

    Katakan saja pada mereka bahwa Anda dan suami sudah memiliki perencanaan matang dan ini adalah rahasia berdua saja!

    Tetap Semangat!

  • 3 Hal Remeh yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda

    3 Hal Remeh yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda

    Ledisia.com – Ketika wanita sedang berovulasi (masa subur di mana sel telur lepas dari ovarium wanita), sel telur memiliki kesempatan untuk dibuahi oleh sperma. Ketika sel telur tersebut berhasil dibuahi, maka Anda sudah bisa dikatakan hamil!

    Ngomong-ngomong soal masa subur, setiap orang yang merencanakan kehamilan selalu bertanya-tanya.

    Kapankah saya akan memasuki masa subur?

    atau

    Adakah cara akurat untuk menentukan kapan saya mengalami masa subur?

    Sebenarnya, Anda akan mengalami masa paling subur semenjak dua hingga tiga hari sebelum berovulasi dalam jangka waktu atau periode ovulasi Anda. Jika Anda tahu kapan akan berovulasi, tentunya tidak sulit untuk menentukan kapan waktunya Anda paling subur dan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual dengan suami. Dengan begitu, peluang Anda untuk hamil pun semakin tinggi.

    Jangan khawatir! Ledisia.com akan berbagi 3 cara sederhana yang dapat memberikan petunjuk tentang kapan sesungguhnya waktu ovulasi Anda sebagai berikut:

    1. Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya, merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni

    Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni.
    Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni via media.bonnint.net

    Cara termudah untuk memperkirakan waktu Anda berovulasi, tentu saja dengan menghitung mundur hari. Caranya adalah cari tahu kapan periode menstruasi Anda selanjutnya terjadi. Setelah diketahui kapan periode Anda selanjutnya, hitung mundur 12 hari dan tambahkan dengan empat hari setelahnya. Lima hari itulah masa ovulasi Anda kemungkinan besar terjadi.

    Berdasarkan hitungan seperti itu, berarti jika siklus menstruasi Anda setiap 28 hari, ada kesempatan di mana Anda akan berovulasi pada hari ke-14 (hari 1 adalah hari pertama periode Anda, sedangkan hari 28 adalah hari terakhir sebelum hari sebelum hari 1 untuk periode berikutnya Anda.

    Namun, ada satu catatan untuk cara yang satu ini. Jika periode menstruasi Anda sering tidak teratur, metode ini tidak akan bisa bekerja untuk Anda.

    2. Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu basal tubuh dan kapan Anda mengalami keputihan.

    Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu tubuh basal dan kapan Anda mengalami keputihan.
    Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu basal tubuh dan kapan Anda mengalami keputihan via pinimg.com

    Selain mengetahui waktu ovulasi dengan cara menghitung mundur hari, ada cara yang lebih akurat untuk mengetahui kapan Anda akan berovulasi. Cara yang dimaksud adalah melacak pola suhu tubuh dan keputihan Anda untuk satu atau dua siklus. Ini adalah cara yang sangat alami dan tentu saja gratis. Namun Anda perlu bersabar saat menggunakan cara ini karena membutuhkan waktu dan usaha khusus.

    Jika kedua hal tadi senantiasa Anda pehatikan, bahkan Anda catat setiap hari, niscaya Anda bisa melihat pola tertentu yang dapat membantu Anda memprediksi waktu ovulasi selanjutnya.

    Agar Segera Menimang Bayi, 3 Cara Remeh Nan Mudah Ini Layak Anda Lakukan Untuk Mengetahui Masa Ovulasi

    1. Suhu tubuh

    Suhu basal tubuh meningkat beberapa hari setelah ovulasi
    Suhu basal tubuh meningkat beberapa hari setelah ovulasi via parenting.com

    Anda mungkin tidak begitu merasakan perubahan berarti pada tubuh Anda. Namun beberapa hari setelah Anda berovulasi, suhu basal tubuh Anda akan meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh terendah Anda yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.

    Suhu normal tubuh sebelum ovulasi berkisar pada angka 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan kemudian naik menjadi 37-38 derajat Celcius. Setelah itu, ia tidak akan kembali turun lagi pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur atau ovulasi.

    Meskipun begitu, kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari saja. Setelahnya, suhu akan turun kembali sekitar 2 derajat Celcius dan kembali pada suhu tubuh normal semula sebelum menstruasi. Ini karena produksi progesteron telah menurun dibanding sebelumnya.

    Anda dapat mendeteksi suhu basal tubuh Anda dengan termometer khusus bernama termometer basal. Termometer ini dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit saja.

    2. Keputihan

    Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks
    Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks via 4.bp.blogspot.com

    Keputihan yang akan Anda lacak adalah lendir serviks, yang mana lendir ini dapat berubah secara substansial selama siklus Anda. Dari banyaknya hari dalam sebulan, Anda mungkin akan mendapati keputihan dengan lendir yang sangat sedikit dan terasa kering. Namun mendekati waktu ovulasi, Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks. Kenampakannya pun sangat jelas, licin, dan elastis. Bentuknya pun mirip seperti putih telur pada telur ayam mentah.

    3. Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi yang singkat digunakan.

    Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi
    Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi via foxnews.com

    Metode yang lebih akurat lagi untuk memprediksi ovulasi adalah menguji kadar hormon Anda dengan alat prediksi ovulasi. Alat ini berbentuk mirip alat tes kehamilan. Anda hanya tinggal mengecek urine Anda menggunakan alat ini dan kemudian alat ini akan memberi tahu hasilnya lewat garis indikator.

    Alat ini akan memberikan hasil positif sebelum Anda berovulasi dan dapat menunjukkan Anda perkiraan waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan. Cara kerja alat ini dengan menguji tingkat hormon luteinizing (LH). Jika kadarnya sudah naik, maka salah satu dari beberapa ovarium Anda akan segera melepaskan sel telur.

    Ternyata, begitu mudah dan sederhana bukan untuk mengetahui kapan Anda akan berovulasi? Setelah ini, pilihan kembali lagi ke Anda. Ingin mencoba salah satu atau ketiganya pun, sah-sah saja. Yang penting, jangan pernah berhenti berusaha demi mendapatkan momongan dan hindari stres. Niscaya, Anda akan mendapati masa kesuburan yang efektif untuk mewujudkan mimpi menggendong momongan.

  • Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil?

    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan?
    Berapa Lama Lagi Saya Bisa Segera Hamil & Mendapat Momongan? via www.websitesolutionsindia.in

    Ledisia.com – Buat Anda yang sudah menikah, pasti sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan momongan. Rasanya, keluarga kecil Anda akan semakin hidup lagi dan Anda pun punya “mainan” baru di rumah. Tak mengherankan apabila pertanyaan “Berapa lama lagi saya bisa hamil?” kerapkali melintas hilir mudik di pikiran Anda.

    Sayangnya, tidak ada yang bisa memperkirakan dengan pasti kapan seseorang bisa segera memiliki momongan setelah hubungan seksual pertamanya. Walaupun Anda dan suami sudah sangat bekerja keras demi mewujudkan kehamilan, kapan Anda hamil pun perkara hanya Tuhan yang akan tahu pasti waktunya. Sedangkan itu, umur Anda akan terus bertambah seiring waktu.

    Namun berdasarkan data yang tim Ledisia.com dapatkan dari situs babycenter.com, mayoritas pasangan bisa mendapatkan kehamilan dalam waktu tiga bulan setelah berhubungan seksual. Jangka waktu itu sendiri bisa menjadi lebih lama apabila usia Anda lebih tua, memiliki kebiasaan yang tidak ramah dengan kesuburan (seperti merokok atau minum alkohol), dan memiliki kondisi yang merusak kesuburan.

    Kebanyakan pasangan suami istri yang sedang merencanakan kehamilan, juga memiliki kecenderungannya masing-masing sampai dikatakan positif hamil. Data berikut, misalnya:

    • 30% hamil dalam siklus pertama (sekitar satu bulan)
    • 59% hamil dalam waktu tiga siklus (sekitar tiga bulan)
    • 80% hamil dalam waktu enam siklus (sekitar enam bulan)
    • 85% hamil dalam waktu 12 siklus (sekitar satu tahun)
    • 91% hamil dalam waktu 36 siklus (sekitar tiga tahun)
    • 93-95% hamil dalam waktu 48 siklus (sekitar empat tahun)

    Jika dalam hitungan tahun Anda belum mendapati kehamilan juga, segera berkonsultasilah dengan seorang spesialis kandungan dan kesuburan. Meskipun Anda tak pernah lelah untuk mencoba hamil, tetapi kalau Anda memang memiliki masalah kesuburan, bukanlah lebih baik untuk segera mendapatkan bantuan daripada harus membuang waktu-waktu Anda yang berharga? Apalagi jika Anda telah berusia 35 tahun ke atas. Waktu akan terus berjalan dan usia Anda pun akan terus bertambah. Inilah alarm tepat bagi Anda untuk cepat-cepat mengatur janji dengan spesialis jika Anda tidak kunjung hamil dalam waktu enam bulan.

    Sekitar 80-90% dari pasangan suami istri bisa hamil secara alami. 10% akhirnya didiagnosis dengan infertilitas. Sekitar 93-95% dari pasangan mungkin bisa hamil secara alami jika mereka mencoba cukup lama. Sayangnya, hanya beberapa saja di antara mereka yang memilih mencari bantuan daripada menunggu untuk mencari tahu.

    Diagnosis Anda tidak subur sendiri, secara sederhana diartikan sebagai satu tahun mencoba hamil pada wanita berusia di bawah 35 tahun atau enam bulan mencoba pada wanita usia 35 tahun atau lebih, dan keduanya tidak membuahkan hasil apa-apa. Setelah adanya diagnosis tersebut, pasangan yang didiagnosis tidak subur tersebut akan mendapatkan sejumlah bantuan atau manajemen agar dapat sesegera mungkin mendapatkan kehamilan. Jika masih tidak berhasil, biasanya pilihan yang ditawarkan adalah sumbangan sperma, surrogacy, atau adopsi.

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?

    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan?
    Bagaimana usia mempengaruhi kemungkinan kehamilan? via aws-dist.brta.in

    Semakin usia Anda bertambah, semakin lama pula bagi Anda untuk hamil. Ini karena kualitas telur Anda akan cenderung menurun dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. Padahal, telur-telur tersebut sudah ada bersama Anda semenjak Anda lahir lo! Dengan demikian, semakin sedikit dari telur-telur tersebut yang dapat bergabung dengan sperma dan tubuh menjadi bayi sehat. Menariknya, tingkat kesuburan pria tidak akan menurun sebelum usianya mencapai 50 tahun.

    Setelah setahun mencoba, ada sekitar 86% wanita subur yang sehat dan berusia awal 20 tahunan akan hamil. Tingkat kehamilan menurun menjadi sekitar 63% pada wanita sehat berusia awal 30 tahunan. Dan pada wanita sehat berusia awal 40 tahunan, tingkat kehamilan turun menjadi 36%. Sedangkan mereka yang berusia 45, hampir 0% kesempatan untuk bisa hamil.

    Kapan Anda Hamil Memang Perkara Anugerah Tuhan. Tapi Jika Selalu Berusaha, Kehamilan Anda Mungkin Disiasati Lebih Cepat

    Hamil lebih cepat, kenapa tidak?

    Ya, Anda bisa hamil lebih cepat tanpa perlu menunggu usia Anda semakin bertambah lagi. Lalu, bagaimana caranya?

    1. Cari tahu kapan Anda akan berovulasi

    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi
    Cari tahu kapan Anda akan berovulasi via www.desiherbal.com

    Anda hanya bisa hamil saat Anda berovulasi (melepaskan sel telur dari ovarium Anda) atau ada pada masa subur. Ada beberapa metode berbeda yang dapat Anda coba untuk membantu menentukan kapan Anda akan berovulasi. Dengan kalender ovulasi, salah satunya.

    2. Waktu seks dan ovulasinya

    Waktu seks dan ovulasinya
    Waktu seks dan ovulasinya via notihoy.com

    Studi menunjukkan bahwa pasangan yang menjadwalkan hubungan seks bertepatan dengan ovulasi, akan hamil lebih cepat. Sedangkan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah dari dua sampai tiga hari sebelum ovulasi selama masa siklus Anda. Dalam sebuah penelitian, tingkat kehamilan dari pasangan yang melakukan hubungan seksual pada masa subur memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil. Bahkan kemungkinan peluang untuk hamil bisa naik hingga 30-91%.

    3. Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan

    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan
    Persiapkan tubuh Anda untuk kehamilan via drsuelab.com

    Selagi Anda mempersiapkan kehamilan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan tubuh Anda untuk kehamilan nantinya. Kesehatan tubuh dan organ reproduksi Anda dan suami Anda pula, menjadi faktor penting dalam kesuburan. Bila perlu, ambillah jadwal pemeriksaan dengan dokter untuk sekedar berkonsultasi atau memeriksakan kesehatan dan kandungan. Berhenti merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, alkohol berlebih, dan jumlah kafein yang tinggi. Pelajari dan konsumsi nutrisi untuk kesuburan dan kehamilan Anda, serta dapatkan berat badan yang sehat untuk menunjang kesuburan Anda.

    Ya. Kapan Anda dan suami bisa menimang momongan memang perkara rahasia dan anugerah dari Yang Maha Esa.

    Tapi, bukankah manusia tetap harus berusaha demi mencapai impiannya?

    Tanpa usaha yang rajin dan kompak antara Anda dan suami, tentunya impian akan hanya jadi sekedar mimpi. Percayalah, mendengar tangis bayi dalam istana Anda tinggallah sebentar lagi!