Tag: kehamilan

  • Gejala Awal Kehamilan Hingga Usia 8 Minggu yang Wajib Anda Tahu

    Gejala Awal Kehamilan Hingga Usia 8 Minggu yang Wajib Anda Tahu

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sebelum mengalami kehamilan, biasanya wanita akan merasakan gejala kehamilan terlebih dahulu. Gejala-gejala awalnya bisa berbeda pada setiap orang. Ada wanita yang mengalami gejala ini ½ minggu setelah berhubungan seksual, tapi ada juga yang tidak merasakan gejala apapun.

    Dikutip dari laman babycenter.com, sebuah studi menyatakan bahwa 136 wanita yang merencanakan kehamilan membuat semacam diary kehamilan. Diary ini berisi tentang gejala apa saja yang mereka alami semenjak berhenti menggunakan kontrasepsi hingga 8 minggu hamil (dihitung dari hari pertama periode menstruasi terakhir). Hasilnya, sebanyak 50% wanita mengalami gejala kehamilan dimulai dari usia kehamilan 5 minggu.

     

    Kenalilah Gejala Kehamilan Sejak Dini. Dengan Begitu, Memiliki Momongan Bisa Diyakini dan Rasa Tidak Nyaman Dapat Segera Diantisipasi!

    Berdasarkan studi tersebut, didapatlah pula fase-fase gejala kehamilan yang mungkin Anda alami hingga usia kehamilan 8 minggu. Anda ingin tahu apa saja gejalanya dan kapan dia datang? Mari kita simak poin-poin berikut, supaya Anda tidak kaget dan bisa segera mengantisipi gejala kehamilan yang dirasa kurang nyaman!

     

    Pada 2 minggu pertama, masih sulit mengatakan kalau Anda tengah mengandung bayi. Sebab, belum banyak gejala kehamilan yang bisa mata Anda amati.

    2 minggu setelah rencana kehamilan, masih seputar siklus yang normal - via daliulian.net
    2 minggu setelah rencana kehamilan, masih seputar siklus yang normal via daliulian.net

    Yang dimaksud dua minggu pada poin ini adalah menstruasi terakhir Anda terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Artinya, Anda baru saja mengalami ovulasi dan ada kemungkinan akan hamil. Apa yang akan Anda alami pada masa ini, kemungkinan besar lebih berhubungan pada siklus menstruasi.

     

    Gejala kehamilan pada usia 3 minggu barangkali sudah bisa dirasakan. Di masa ini, sel telur Anda telah dibuahi dan mulai muncul gejala tidak nafsu makan.

    3 minggu, penciuman sensitif - via pinimg.com
    3 minggu, penciuman sensitif dan membuat makan tak selera  via pinimg.com

    Jika sel telur telah sukses dibuahi, tepat pada minggu inilah terjadi proses pembelahan sel. Proses ini akan membuat sel telur yang dibuahi mencari jalan melalui tuba falopi menuju ke dalam rahim. Kemudian, ia tertanam pada lapisan rahim hingga sembilan bulan kehamilan nanti.

    Kebanyakan wanita tidak merasakan perbedaan signifikan pada 3 minggu ini. Namun sebagian wanita sudah ada yang peka dan menemukan sedikit bercak darah. Kadang, gejala awal kehamilan seperti kelelahan, payudara yang menjadi lebih lembut, mual, penciuman yang lebih sensitif, tidak nafsu makan, dan lebih sering buang air kecil juga mulai bisa dirasakan pada fase ini.

     

    Pada usia kehamilan 4 minggu, Anda tak melihat lagi menstruasi datang. Rasa lelah, sering buang air kecil, dan mual jadi lebih kerap bertandang.

    4 minggu, sering kelelahan - via imujer.com
    4 minggu, sering kelelahan via imujer.com

    Pada kondisi normal, Anda akan mendapatkan menstruasi kurang lebih 4 minggu setelah menstruasi berakhir. Namun, lain cerita kalau Anda mengalami gejala kehamilan. Sebab, Anda tidak akan bisa mengalami menstruasi ketika hamil. Menstruasi baru bisa terjadi lagi setelah proses kehamilan usai.

    Banyak wanita yang masih baik-baik saja ketika mengalami kehamilan empat minggu. Tapi tak sedikit juga yang merasakan payudaranya sakit. Seakan tidak cukup, gejala kehamilan lainnya seperti kelelahan, sering buang air kecil, dan mual pun terjadi. Bahkan sepertiga wanita yang hamil turut mengalami rasa mual pada minggu keempat kehamilan.

     

    Di usia 5 minggu, janin dalam rahim berkembang begitu pesat. Saat inilah Anda sadar tengah mengandung lewat gejala kehamilan yang terasa lebih hebat.

    Sering buang air kecil - via healthreport.gr
    Sering buang air kecil via healthreport.gr

    Pada kehamilan berusia lima minggu, bayi akan berkembang dengan sangat pesat. Maka, jangan kaget atau shock karenanya. Anda akan benar-benar sadar kalau ada bayi di dalam rahim Anda. Rasa ketidaknyamanan pun mulai bermunculan dengan intensitas yang lebih daripada minggu-minggu sebelumnya. Sebut saja rasa lelah, pegal pada tubuh dan kaki, payudara membengkak, mual, dan sering ke toilet untuk buang air kecil.

     

    Morning sickness lumrah dialami pada kehamilan usia 6 minggu. Bersamaan dengan itu, perubahan mood kerapkali mampir dan mengganggu.

    Sering tidak mood - via psychologytoday.com
    Sering tidak mood via psychologytoday.com

    Untuk kebanyakan wanita, gejala kehamilan morning sickness mulai datang pada usia kehamilan 6-8 minggu. Gejala ini diiringi dengan rasa kelelahan dan mood yang berubah-ubah akibat perubahan hormon. Sebanyak 25% wanita hamil, juga mulai menemui bercak pada fase ini. Jika hanya sekedar bercak darah dengan jumlah yang tidak banyak, Anda tak perlu khawatir. Bercak ini masih wajar dan tidak membahayakan. Tapi kalau perdarahan yang terjadi, itu artinya ada sejumlah darah yang keluar melalu vagina dalam jumlah besar. Anda patut waspada. Hubungilah dokter Anda untuk memastikan bahwa kehamilan Anda baik-baik saja.

     

    Setelah mencapai usia kehamilan 7 minggu, tubuh Anda terasa lebih besar daripada minggu-minggu yang lalu. Menggunakan celana atau rok yang biasanya saja, Anda tidak mau.

    Rahim mulai membesar - ytimg.com
    Rahim mulai membesar ytimg.com

    Pada usia ini, gejala kehamilan berupa morning sickness tetap berlangsung. Namun, barangkali Anda sudah jauh lebih terbiasa dengannya. Paling tidak Anda mulai memastikan kalau ke manapun berada, toilet tidak jauh dari posisi Anda. Tak sekedar untuk mual dan muntah, melainkan untuk membuang air kecil yang sudah makin sering. Keinginan buang air kecil ini disebabkan oleh tekanan yang semakin meningkat pada kandung kemih semenjak rahim tumbuh dan semakin membesar.

    Celana atau rok akan mulai terasa ketat dan kencang pada pinggangnya. Ini karena ukuran rahim Anda telah berubah dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan ukuran rahim Anda dua minggu sebelumnya. Darah yang mengalir pun lebih banyak disaring melalui ginjal.

     

    Di kehamilan yang usianya 8 minggu, semakin kompleks lagi gejala kehamilan yang dialami. Mulai dari perubahan payudara, sesak napas, hingga ngidam menjadi teman akrab sehari-hari.

    Susah makan. Maunya makanan yang sedang diidamkan - via livescience.com
    Maunya makanan yang sedang diidamkan via livescience.com

    Gejala kehamilan yang disebabkan oleh perubahan hormon, tetap berlanjut pada usia kehamilan delapan minggu. Sebut saja lesu, lelah, mual, muntah, dan energi yang lebih cepat terkuras. Kadar hormon yang semakin meningkat juga sedang mempersiapkan payudara Anda agar nanti bisa bekerja untuk menyusui bayi. Di malam hari, Anda bakal sulit tidur karena bolak-balik ingin buang air kecil.

    Kehamilan jadi semakin kompleks oleh gejala kehamilan lain, yang baru bisa dirasakan pada usia 8 minggu. Rasa tidak nyaman atau keram pada bagian rahim (namun tidak disertai perdarahan), perut kembung, sembelit, mulas, hidung tersumbat, sesak napas, enggan makan atau malah mengidam makanan tertentu, telapak tangan gatal, area kulit (wajah, perut, atau areolas) yang lebih gelap, beserta spider veins.

     

    Gejala kehamilan memang terasa tidak enak. Agar rasa tidak enaknya bisa sedikit diantisipasi, jagalah dari apapun yang bisa masuk ke dalam tubuh. Mulailah perubahan gaya hidup ke arah yang sehat dan positif dan mencari perawatan prenatal. Sugestikanlah bahwa diri Anda bisa hamil, maka tubuh Anda pun akan mengamininya. Jika ini semua dilakukan dengan intens sebelum positif hamil, tak cuma gejala kehamilan saja yang akan diringankan. Bayi dalam rahim Anda pun, kelak akan lahir sehat dan lucu. Semangat, ya Ledis!

  • Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Plus Minus Hamil Usia 20-an yang Perlu Anda Tahu!

    Ledisia.com – Hai, Ledis! Sudah bukan rahasia lagi jika usia ideal untuk memiliki anak adalah usia dua puluhan. Ya, di usia-usia tersebutlah kesuburan organ reproduksi wanita sedang berada di puncaknya.

    Selepas usia itu, kesuburan wanita akan semakin menurun setelah usia 35 tahun. Tak heran apabila banyak wanita yang mengejar “pernikahan” pada usia dua puluhan agar segera memiliki anak.

     

    Kehamilan Memang Ideal Pada Usia 20-an. Ketahui Plus Minus Ini Agar Tidak Minim Persiapan!

    Anda ingin menikah dan memiliki anak pada usia dua puluhan? Tunggu dulu! Sebaiknya, Anda mengetahui plus dan minus kehamilan pada usia dua puluhan. Meski inilah puncak kesuburan Anda, tapi ada faktor-faktor lain yang turut mengiringi keputusan hamil pada rentang usia seperlima abad ini. Mau tahu? Simak poin-poin berikut!

     

    Mereka dengan usia dua puluhan cenderung mengejar karir dan cita-cita. Dengan karir tinggi, Anda tidak perlu bergantung pada orang tua.

    Mengejar karir setinggi mungkin - via ayosebarkan.com
    Mengejar karir setinggi mungkin – via ayosebarkan.com

    Usia dua puluhan memang usia di mana seseorang sedang sehat-sehatnya. Kesehatan yang prima itulah yang dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya dengan mengejar cita-cita dan karir yang lebih baik.

    Pada usia itu pula, seseorang dianggap telah dewasa dan sudah seharusnya tidak lagi bergantung dengan orang tua. Setelah lulus kuliah atau sekolah, Anda diharapkan segera mencari penghasilan sendiri dan memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri. Selain untuk mencapai cita-cita, Anda perlu pengalaman untuk aktualisasi diri di lingkungan masyarakat.

    Kemampuan finansial pun akan semakin baik sejalan dengan karir yang telah Anda mulai dari nol tersebut. Jika tidak, Anda tentu tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah dan mahal dari waktu ke waktu.

    Jika Anda hamil dan memiliki anak pada usia ini, bukan tak mungkin fokus karir anda bisa sedikit terganggu. Bayangkan, Anda mengalami morning sickness saat harus rapat dengan klien atau meninggalkan proyek kantor karena sebulan lagi akan melahirkan. Jelas fokus Anda akan terpecah belah!

     

    Masalah finansial akan dialami jika bayi datang sebelum mapan. Pasalnya, Anda baru saja menapaki dunia kerja dan menata masa depan!

    Kebutuhan anak yang banyak - via trademagazin.hu
    Kebutuhan anak yang banyak – via trademagazin.hu

    Setiap orang tahu bahwa memiliki seorang bayi akan menambah panjang daftar pengeluaran bulanan kita. Sebelumnya, Anda mungkin hanya punya pos pengeluaran untuk makan, sewa rumah tinggal, biaya listrik dan air, pulsa, kredit kendaraan, dan anggaran refreshing. Dengan kehadiran si kecil, mau tak mau harus ada pengeluaran khusus untuk sang bayi.

    Pengeluaran ini tidak bisa Anda anggap enteng. Jauh-jauh hari sebelum si bayi lahir ke dunia, Anda dituntut sudah harus siap karena biayanya pun tidak sedikit. Bila mau disebutkan satu-satu, ada biaya persalinan, rawat inap, operasi caesar (bila diperlukan), USG, dan kontrol kehamilan. Seakan tak cukup, masih ada kebutuhan boks bayi, baju bayi, dan juga susu bayi.  Bahkan, kebutuhan tersebut bisa saja membengkak karena adanya kebutuhan-kebutuhan baru yang tidak diprediksi sebelumnya.

    Daftar panjang kebutuhan tersebut agaknya sulit dipenuhi oleh mayoritas pasangan berusia dua puluhan, apalagi dua puluhan awal. Sebab pada usia ini, seseorang baru saja memulai karirnya. Sangat sulit mendapatkan gaji dengan nominal tinggi yang bisa memenuhi kebutuhan seluruh keluarga (pasangan dan anak), apalagi dengan pengalaman kerja yang masih minim.

     

    Karena selama hamil sempat menghentikan profesi, kemungkinan Anda sulit mendapatkan karir lagi.

    Mencoba melamar pekerjaan lagi - via graduateexcellence.com.au
    Mencoba melamar pekerjaan lagi – via graduateexcellence.com.au

    Sebagian wanita berusia dua puluhan memilih berhenti dari pekerjaan usai melahirkan anak. Biasanya, alasan yang mereka utarakan adalah ingin fokus mengawasi tumbuh kembang si kecil. Mereka tidak ingin melewatkan sedikit pun perkembangan sang buah hati. Mereka juga tidak bisa percaya begitu saja dengan jasa babysitter.

    Permasalahannya mulai muncul ketika si anak sudah cukup besar dan sang ibu merasa mulai bisa meninggalkan anaknya tersebut. Ya, si ibu ingin memulai karir kembali.

    Saat proses rekrutmen, sebagian perusahaan mungkin tidak akan memusingkan status “ibu” pada CV Anda. Tapi ada pula perusahaan yang lebih memilih status wanita lajang pada posisi tertentu.

     

    Anda pasti akan fokus mengurusi si bayi. Hati-hati, bisa jadi kecemburuan menghampiri sang suami!

    Awalnya senang, lama-lama cemburu - via magicmaman.com
    Awalnya senang, lama-lama cemburu – via magicmaman.com

    Di awal pernikahan, mungkin Anda dan suami sedang dalam kondisi hangat-hangatnya dan sangat mesra. Namun begitu Anda hamil, bukan tidak mungkin kehangatan dan kemesraan itu hilang. Apalagi jika sang anak nanti sudah lahir.

    Anda sebagai sang ibu, pasti akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk mengurus si bayi. Mulai dari menyusui, mengganti popoknya di tengah malam, memandikan, dan mengajaknya bermain.

    Pun saat hamil, Anda akan disibukkan dengan morning sickness dan rasa lelah yang sering datang tiba-tiba. Anda akan lebih memilih tidur dibandingkan mengurusi suami. Jika suami tak cukup pengertian, ia akan mudah cemburu dengan bayi Anda.

     

    Jika Anda belum matang secara pikiran dan mental, tanggung jawab mengurus bayi bisa tidak total.

    Yakin bisa menghadapi ini? - via ksl.com
    Yakin bisa menghadapi ini? – via ksl.com

    Di usia yang terbilang masih sangat muda, dua puluhan, bisa dikatakan masih cukup labil. Karena pengalaman dan aktualisasi yang mungkin masih minim, mereka terkadang lupa akan tanggung jawab yang sesungguhnya. Mereka lebih senang berpetualang di luar rumah.

    Sedangkan ketika berumah tangga dan memiliki anak, Anda dan suami dituntut menomorsatukan keluarga. Sepulang bekerja, Anda harus segera pulang dan bergantian mengasuh anak. Memastikan kalau si anak tidak kekurangan kasih sayang.

    Anda tentu tidak bisa egois meninggalkan anak di rumah demi kesenangan pribadi Anda, bukan?

     

    Puncak masa subur hanya terjadi di usia dua puluhan. Apa iya kesempatan ini mau dilewatkan?

    Usia paling subur untuk hamil - via thetimes.co.uk
    Usia paling subur untuk hamil – via thetimes.co.uk

    Para ahli mengatakan bahwa awal usia dua puluhan adalah puncak masa kesuburan wanita. Dari sudut pandang biologis, inilah waktu paling tepat untuk merencanakan kehamilan.

    Pada dasarnya, setiap wanita dilahirkan dengan satu sampai dua juta sel telur. Karena mengalami masa puber, jumlah telur yang Anda bawa ada sekitar 300.000 – 500.000. Namun, ovarium hanya akan melepaskan sel telur sebanyak 300 sel telur selama tahun reproduksi Anda.

    Dari data tersebut, kita dapat menyimpulkan kalau jumlah sel telur yang dibawa tubuh akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu. Jika Anda telah merencanakan kehamilan dari usia dua puluhan, maka Anda tidak akan menyia-nyiakan stok sel telur yang masih tersisa dari organ reproduksi Anda.

     

    Hamil di usia dua puluhan akan mengurangi resiko kelahiran bayi cacat. Sebaliknya, Anda lebih berpeluang melahirkan bayi yang sehat!

    Bayi lahir sehat - via erdbeerlounge.de
    Bayi lahir sehat – via erdbeerlounge.de

    Kalau Anda bertambah tua, seluruh kemampuan tubuh otomatis juga akan menurun seiring waktu. Tak terkecuali dengan kemampuan organ reproduksi seperti ovarium. Semakin tua usia Anda, kualitas sel telur yang dihasilkan oleh ovarium juga akan semakin menurun.

    Hal inilah yang menyebabkan sel telur wanita berusia dua puluhan tidak sama dengan sel telur wanita berusia tiga puluhan. Kelainan genetik lebih rentan terjadi pada pembuahan sel telur wanita berusia tiga puluhan atau lebih. Akibatnya, kasus bayi dengan down syndrome dan cacat lebih banyak ditemukan pada kehamilan wanita berusia di atas dua puluhan.

     

    Menurut studi, keguguran bisa dihindari jika kehamilan direncanakan sejak dini!

    Kalau direncanakan, pasti lebih baik - via petrushki.net
    Kalau direncanakan, pasti lebih baik – via petrushki.net

    Wanita yang mengalami kehamilan pada usia dua puluhan memiliki resiko keguguran yang lebih kecil dibandingkan dengan wanita lain pada usia yang lebih tua. Menurut data yang dilansir dari laman babycenter.com, wanita berusia dua puluhan hanya memiliki resiko keguguran sebesar 10%.

    Persentase itu semakin bertambah pada wanita dengan usia tiga puluhan dan empat puluhan. Bagi mereka yang hamil pada awal tiga puluhan, ada kemungkinan sebesar 12% untuk keguguran, ketika wanita yang hamil pada akhir tiga puluhan mendapati persentasi keguguran sebesar 18%. Persentase keguguran pun melonjak sangat tinggi pada wanita dengan usia awal empat puluhan, yaitu sebesar 34%. Sedangkan mereka yang hamil pada usia 45 tahun akan mengalami peluang keguguran sebesar 53%. Angka yang fantastis, bukan?

     

    Hanya bagi mereka yang berusia dua puluhan, komplikasi penyakit tidak akan mengganggu sembilan bulan kehamilan.

    Tetap kuat sampai persalinan - via shaunabrandes.com
    Tetap kuat sampai persalinan – via shaunabrandes.com

    Masih menyoal kesehatan, kehamilan pada usia dua puluhan terbilang sangat mudah dan lebih lancar. Kenapa? Karena kehamilan di usia ini sangat rendah dengan resiko komplikasi kesehatan. Sebut saja tekanan darah tinggi dan diabetes.

    Bayangkan jika Anda sedang mengalami penyakit itu saat hamil! Tentu saja tidak enak dan membuat kehamilan terasa sangat rumit, bukan? Apalagi kalau membayangkan diabetes dapat menurun ke anak! Lebih baik, cepat-cepat menemui dokter agar masalah Anda tertangani.

     

    Masalah ginekologis tidak akan datang pada mereka yang lebih muda. Itu bedanya jika hamil saat usia telah menua.

    Kehamilan sehat - via unk.com.ua
    Kehamilan sehat – via unk.com.ua

    Masalah ginekologis kerap dialami oleh mereka yang sudah berusia 35 tahun lebih dan baru merencanakan kehamilan. Masalah seperti fibroid (uterine fibroid) sering ditemui dan akan semakin parah seiring berjalannya waktu.

    Fibroid sendiri adalah tumor jinak (non kanker) yang tumbuh di rahim. Tepatnya, bisa pada dinding otot rahim atau di dalam rahim itu sendiri. Masyarakat awam lebih mengenalnya dengan istilah miom atau mioma.

    Meskipun fibroid hanyalah tumor jinak, jika ia mulai menunjukkan gejala yang menyakiti diri Anda, fibroid ini tetap diharuskan dioperasi dan diangkat (dengan atau tanpa janin).

     

    Apapun yang Anda lakukan di usia dua puluhan, semua akan terasa mudah. Bekerja dan mengurus anak pun bisa dilakukan tanpa lelah.

    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! - via sindicomercio-pc.com.br
    Kerja dan mengasuh anak? Pasti bisa! – via sindicomercio-pc.com.br

    Percayalah! Hamil pada usia dua puluhan dan di atas dua puluhan rasanya sangat berbeda! Di usia dua puluhan, Anda masih bisa membagi waktu dan tenaga Anda dengan lebih baik. Sedangkan pada usia tiga puluhan atau lebih, mungkin Anda masih bisa membagi waktu. Namun, Anda akan cepat lelah mengurus segalanya.

    Anda pasti pernah melihat wanita berusia dua puluhan yang tangkas bekerja sambil mengurus anak. Delapan jam kerja dihabiskan untuk bekerja. Lantas bila waktu kerja sudah usai, ia akan cepat-cepat pulang demi mengobati rasa rindu pada si anak. Jika mereka bisa, tentu Anda juga bisa kan?

     

    Kini, Anda sudah tahu apa kurang dan lebihnya mengandung di usia dua puluhan. Meski sebagian terasa berat, jika Anda dan suami melakukan persiapan yang matang, memiliki anak tidak akan pernah merepotkan. Malahan, ini bisa menjadi sebuah rutinitas yang sangat Anda nikmati.

    Lalu, sudah siapkah Anda menjadi ayah dan ibu di usia ini?

  • Pentingnya Mengetahui Silsilah Keluarga Sebelum Hamil

    Pentingnya Mengetahui Silsilah Keluarga Sebelum Hamil

    Ledisia.com – Ketika sedang merencanakan kehamilan, tiba-tiba saja pikiran Anda tertuju pada kesehatan calon jabang bayi nanti. Pasalnya, ada sejumlah penyakit genetik atau penyakit turunan yang bisa menjangkiti. Lantas, Anda khawatir jika penyakit yang pernah dialami oleh orang tua bisa menurun pada diri Anda dan juga calon buah hati. Anda mungkin takut jika kehamilan nantinya akan terganggu akibat potensi tersebut.

    Memang benar, jika ada penyakit turunan yang bisa menurun ke Anda dan calon buah hati yang ada dalam kandungan. Untuk memastikannya, cara terbaik adalah dengan bertanya kepada keluarga Anda tentang riwayat kesehatan apa saja yang pernah dialami oleh keluarga besar Anda. Ya, keluarga besar, bukan hanya hubungan antara orang tua dan anak saja yang dilihat, melainkan riwayat silsilah keluarga secara keseluruhan.

    Dengan Memahami Silsilah Keluarga, Harapan Melahirkan Bayi yang Sehat Tetap Terjaga

    Tanyakan kepada orang tua, apakah ada yang memiliki riwayat penyakit yang dikenal sering diturunkan lewat hubungan darah atau garis keturunan. Misalnya diabetes, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Dalam perencanaan kehamilan ini, maka Anda akan mengerti betapa pentingnya mengetahui silsilah keluarga besar di luar kepentingan menjaga silaturahmi. Ya, mengetahui silsilah kesehatan anak Anda kelak.

     

    Jangan buru-buru panik jika anggota keluarga memiliki penyakit genetik tertentu. Riwayat tersebut bisa datang karena faktor pembuahan atau kondisi lingkungan yang tak menentu

    Down syndrome bukan karena keturunan - via polki.pl
    Down syndrome bukan karena keturunan – via polki.pl

    Ada banyak penyakit di dunia ini yang bisa ditularkan/diwariskan oleh orang tua ke anaknya, bahkan ke cucunya hingga berpuluh-puluh tahun kemudian. Hal seperti ini bisa diakibatkan karena tidak adanya gen atau cacatnya gen tertentu. Tapi penyakit tersebut tidak begitu saja diwariskan langsung ke anak cucu. Pada kasus tertentu, cacat gen bisa terjadi bukan karena warisan generasi sebelumnya. Ada juga cacat gen karena dampak lingkungan yang negatif.

    Jika Anda menemukan salahsatu anggota keluarga mengidap penyakit genetik tertentu, tenang dulu! Belum tentu Anda dan bayi Anda akan terkena dampaknya. Misalnya, cacat down syndrome. Gejala ini memang dipengaruhi oleh genetik. Namun, down syndrome bukanlah penyakit turunan dari orang tua. Ada banyak pasangan suami istri yang dilahirkan dari keluarga normal. Mereka akhirnya memiliki anak dengan down syndrome. Jika anak dengan down syndrome ini nanti berumah tangga, belum tentu pula anaknya nanti memiliki down syndrome, bisa jadi hal ini karena adanya kromosom ekstra. Down syndrome dan sejumlah cacat lainnya terjadi karena faktor pembuahan. Ini bukanlah sesuatu yang diteruskan lewat garis keturunan.

    Berdasarkan sejarah keluarga tersebut, dokter, ahli ginekologis, atau konselor genetik akan membantu dan mengantisipasi segala kemungkinan sebelum kehamilan membawa resiko penyakit tertentu. Tes darah sederhana adalah salah satu caranya. Tes darah dapat menentukan apakah seseorang adalah pembawa penyakit genetik tertentu atau tidak.

     

    Adakan arisan keluarga besar, tujuannya agar tahu kemungkinan penyakit apa yang bisa tersebar

    Arisan keluarga besar - via monark.org
    Arisan keluarga besar – via monark.org

    Meski Anda sudah bertanya kepada keluarga tentang riwayat penyakit genetik mereka, terkadang ada saja yang merasa malu atau segan menceritakannya. Bertanya kepada anggota keluarga yang sudah lanjut usia pun, mereka mungkin sudah lupa atau pikun. Problema lain adalah beberapa anggota dalam silsilah juga tidak diketahui keberadaannya karena jarak (baik jarak fisik maupun psikologis) sudah terlalu jauh.

    Ternyata, masih ada cara lho untuk mengatasi kekurangan data karena permasalahan seperti itu. Adakan saja acara keluarga besar. Di Indonesia, biasanya keluarga besar akan berkumpul dalam arisan keluarga, silaturahmi selama hari raya, pernikahan keluarga, atau pesta syukuran lainnya. Ada beberapa teknik sederhana yang bisa membuat Anda mengetahui fakta-fakta tentang riwayat penyakit keluarga dan bisa ditanyakan lewat kesempatan itu.

    Acara-acara yang melibatkan keluarga besar seperti itu, mampu membangkitkan kembali kenangan yang terjadi di masa lalu. Anda bahkan tidak perlu banyak bertanya, terkadang informasi seperti itu bisa datang dengan sendiri atau seiring lajunya arah pembicaraan. Jika keluarga Anda terpisah negara dan tidak bisa bergabung dalam perkumpulan tersebut, mengirim email dan menjelaskan tentang informasi yang dibutuhkan sah-sah saja dilakukan. Bukankah anggota keluarga yang terpisah nun jauh di sana, juga akan mendapatkan manfaatnya?

    Dengan mengemukakan alasan mengapa Anda membutuhkan informasi tersebut, anggota keluarga pasti akan terbuka dan mulai menceritakan riwayat penyakit keluarga dan dirinya sendiri. Katakan bahwa Anda ingin mengetahui jika ada potensi penyakit yang bisa mempengaruhi diri Anda atau kelahiran anak nanti. Mulailah dengan riwayat orang tua, kemudian kakek dan nenek, paman dan bibi, sepupu, hingga teman-teman lama keluarga jika ada. Tanyakan pertanyaan spesifik seperti: “Apa penyebab nenek meninggal? Apakah beliau sempat memeriksakan diri ke dokter dan apa diagnosanya?”. Semakin spesifik pertanyaan yang Anda lontarkan, semakin spesifik pula jawabannya, dan semakin pula Anda terbantu.

    Dengan informasi spesifik yang dikumpulkan, Anda akan lebih pro aktif dalam menangani kesehatan diri sendiri. Tapi jangan lupa! Suami Anda juga perlu menangani kesehatannya dengan turut mengetahui riwayat kesehatan keluarganya. Riwayat kesehatan keluarga suami juga turut mempengaruhi pada si anak nanti.

    Sumber-sumber lain yang tidak terduga, terkadang juga bisa membantu. Kitab suci keluarga (biasanya sering terselip catatan atau foto di sana), buku bayi, catatan imunisasi, atau album foto keluarga adalah beberapa di antaranya. Tanyakan juga, apakah ada silsilah keluarga yang masih disimpan atau adakah daftar anggota keluarga (kartu keluarga, misalnya). Jika tidak ada, beberapa sumber online dapat membantu Anda melacaknya. Anda juga bisa meminta bantuan pemerintah untuk mencari dokumen-dokumen terkait kelahiran, kematian, dan sertifikat pernikahan keluarga. Hubungi pejabat pemerintah terkait dan tanyakan tentang kapan kejadian tersebut, di mana lokasinya, dan detil-detil lainnya yang diperlukan untuk pelacakan. Bila ada permasalahan medis yang tercatat, seperti kanker, serangan jantung, diabetes, stroke, cacat lahir, catatlah. Pastikan waktu dan umur ketika itu terjadi juga diketahui.

    Setelah data yang terkumpul dirasa banyak dan cukup, ceritakan informasi yang Anda dapatkan pada dokter terpercaya. Biasanya, Anda akan diminta mengisi data tentang riwayat keluarga. Setelah itu, mereka akan membawa Anda pada subyek tertentu dan membicarakan tentang langkah apa yang harus diambil jika ada potensi-potensi tertentu. Kadang, dokter merekomendasikan Anda dan suami untuk menemui konselor genetik untuk pengujian dan nasehat lebih lanjut. Dokter atau konselor genetik akan membantu Anda menginterpretasikan kompleksnya jaringan keluarga tersebut, sekaligus memahami apa dampaknya bagi Anda dan calon buah hati Anda nanti.

     

    Jika memang diperlukan, temui dokter atau ahli genetik. Lewat bantuannya, Anda akan menemukan solusi terbaik

    Mendengarkan penjelasan konselor genetik - via ladyguides.com
    Mendengarkan penjelasan konselor genetik – via ladyguides.com

    Paling sering, dokter akan merujuk sepasang suami istri kepada konselor genetik setelah menemukan potensi resiko pada latar belakang atau riwayat penyakit keluarga. Jika bukan karena itu, Anda bisa juga dirujuk karena hasil tes darah menunjukkan Anda, suami, atau keduanya positif membawa penyakit genetik tertentu.

    Tugas utama konselor genetik sendiri adalah memberikan informasi kepada pasangan suami istri yang akan membantu dan membuat mereka mengambil keputusan sesuai kesepakatan mereka (pasangan suami dan istri itu sendiri). Konselor genetik tidak akan pernah berkata, “Kamu harus begini,” atau “Kalian harus begitu.” Semua pilihan akan diserahkan kembali kepada pasangan dan konselor genetik hanya berlaku sebagai sumber yang suportif.

    Kecanggihan teknologi di dunia kedokteran bisa memberikan banyak pilihan pada pasangan suami istri dan juga memberikan banyak peluang keputusan. Maka ketika sang istri hamil, akan ada screening dan tes diagnosa yang akan mencari tahu apakah janin terkena resiko penyakit ketika dilahirkan. Jika Anda dan suami memilih mengikuti program bayi tabung, ada pilihan untuk menguji embrio dengan teknik yang disebut PGD (pre-implantation genetic diagnosis) atau diagnosa genetik sebelum implantasi. Teknik tersebut dapat menyeleksi embrio mana yang bebas penyakit genetik dan dapat ditanamkan pada rahim.

     

    Mulai dari sekarang, jangan ragu dan segan mencari keterangan tentang silsilah keluarga dan informasi apapun yang terkait dengannya. Walaupun dokter telah menjamin bahwa riwayat penyakit keluarga Ledis tidak memberikan pengaruh apapun pada kehamilan, tidak ada salahnya Anda membagi informasi yang telah didapatkan dengan susah payah tersebut pada keluarga. Bahkan, informasi tersebut dapat Anda wariskan kepada anak, cucu, dan generasi selanjutnya.

    Jika mereka membutuhkannya, mereka tidak akan merasa kesulitan lagi. Informasi itu pun membuat mereka mengenal siapa-siapa saja keluarga mereka. Putus hubungan keluarga pun tidak akan mungkin terjadi jika mereka bisa dapat melacak dari data yang telah Anda peroleh. Selamat melacak!

  • Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Pentingnya Pemeriksaan Pra Konsepsi Untuk Kesuburan

    Dear, Ledisian! Apa kabar? Semoga Anda tetap sehat dan segera memperoleh kehamilan ya!

    Ledisia.com – Kali ini Ledisia.com akan membahas tentang Preconception Check Up atau pemeriksaan pra konsepsi. Apa itu pemeriksaan pra konsepsi?

    Dengan Mengikuti Pemeriksaan Pra Konsepsi, Kelahiran Sehat Akan Jadi Hadiah Pertama Bagi Sang Buah Hati

    Pemeriksaan pra konsepsi adalah pemeriksaan menyeluruh pada tubuh Anda, yang dilakukan sebelum Anda dan suami merencanakan kehamilan.

    Mungkin Ledis akan bertanya,

    Mengapa harus melakukan pemeriksaan? Hamil saja belum, kok sudah periksa ke dokter?

    Nah, pemahaman inilah yang perlu diluruskan. Bahwa pemeriksaan pra konsepsi juga memiliki fungsi yang tak kalah penting dengan pemeriksaan saat hamil. Jika saja pemeriksaan pada saat hamil berfungsi untuk memantau perkembangan bayi dan memastikan si bayi sehat, maka pemeriksaan pra konsepsi akan memastikan bahwa “rumah” si calon jabang bayi sehat dan nyaman.

    1. Pemeriksaan pra konsepsi perlu dilakukan sejak dini agar rahim benar-benar siap huni

    Apakah rahim saya siap huni, Dok? - via dailybest.it
    Apakah rahim saya siap huni, Dok? – via dailybest.it

    Ketika Ledis hamil, maka otomatis akan ada bayi yang akan berdiam dalam rahim di perut Anda. Bagi si calon bayi, rahim adalah rumah. Agar hidupnya terasa nyaman dan sehat, tentunya rumahnya juga harus senantiasa dijaga. Sayangnya, si jabang bayi tidak bisa melakukannya sendiri. Ini adalah tugas Anda untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman baginya.

    Untuk melaksanakan tugas tersebut, tidak bisa dilakukan secara mendadak. Anda harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari sebelum Anda dinyatakan hamil oleh dokter. Caranya pun bermacam-macam. Misalnya menghindari alkohol, narkoba, dan rokok, serta hanya mengkonsumsi makanan bernutrisi. Di samping itu, Anda harus tahu pasti kalau tubuh Anda dalam keadaan sehat dan tidak membawa penyakit bawaan tertentu.

    Untuk itu, yang akan dilakukan dokter ketika Anda mengikuti pemeriksaan pra konsepsi adalah menanyakan riwayat kesehatan dengan benar-benar detil dan lengkap. Karenanya, pastikan Anda tidak lupa mengenai riwayat ginekologis, riwayat obstetri, riwayat medis, obat-obatan yang dikonsumsi, apakah pernah mengalami alergi, riwayat vaksinasi, dan gaya hidup.

    Menurut riwayat ginekologisnya, Anda akan ditanyai tentang siklus bulanan, apakah pernah menggunakan alat pengendali kehamilan seperti pil KB, kumparan, dan sebagainya. Keterangan mengenai infeksi seksual yang menular pun akan dibutuhkan karena beberapa infeksi mungkin hadir tanpa disadari, namun berdampak nyata pada kehamilan.

    Sedangkan riwayat obstetri membuat Anda mengetahui pengaruh kehamilan sebelumnya dengan ketidaksuburan yang sekarang. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi Anda yang sebelumnya sudah pernah mengalami kehamilan. Sejarah kehamilan seperti aborsi, keguguran, atau kehamilan di luar rahim pun turut dipertanyakan di sini. Masalah kehamilan yang pernah dialami sebelumnya bisa saja turut mempengaruhi tingkat kesuburan saat ini.

    Riwayat penyakit medis seperti asma, diabetes, tekanan darah tinggi jangan sampai sekali pun terlupakan. Penyakit semacam itu mampu mempengaruhi kondisi kehamilan Anda nanti. Penggunaan obat dari penyakit tersebut mungkin saja perlu direvisi dosis atau penggunaannya. Selain penyakit semacam itu, jangan malu mengatakan jika Anda pernah mengalami operasi atau pembedahan untuk mengetahui apakah memiliki masalah dalam hal anestesia.

    Jika ada alergi yang kerap menyerang, menuliskannya dalam secarik kertas atau buku sebelum pergi ke dokter juga baik dilakukan. Entah itu alergi obat, alergi makanan, alergi zat kimia, dan lain-lain. Sertakan juga vitamin-vitamin apa saja yang belakangan ini Anda konsumsi agar dokter tahu kalau tidak ada obat atau vitamin yang melebihi dosis dan tidak aman dikonsumsi.

    Bawa pula catatan vaksin Anda. Dokter akan menganalisis apakah vaksin tersebut masih berfungsi atau sudah hilang efeknya dari tubuh. Ini penting karena vaksin yang sudah “kadaluarsa” efeknya bisa menjadi pemicu tertularnya penyakit tertentu pada saat kehamilan. Bukan tidak mungkin bayi Anda juga berpotensi terkena dampak buruknya.

    Untuk memastikannya secara akurat, dokter juga akan melakukan serangkaian tes. Tes itu meliputi tes urin dan tes darah. Tak perlu takut dan ngeri menghadapi serangkaian tes dan pemeriksaan tersebut karena ini demi kebaikan Anda dan si calon bayi.

     

    2. Pemeriksaan pra konsepsi juga akan memberikan panduan lengkap bagi dokter mengenai kondisi keseluruhan tubuh. Dengan demikian, langkah yang selanjutnya dituju tak akan rancu

    Memastikan langkah selanjutnya - via allergo.com.br
    Memastikan langkah selanjutnya – via allergo.com.br

    Setelah Anda memberikan banyak keterangan pada dokter melalui konsultasi, formulir, dan serangkaian tes, semua yang dilalui tidak akan menguap begitu saja. Data lengkap dan menyeluruh tentang kesehatan Anda akan dijadikan panduan bagi dokter. Dokter tentu saja akan mengetahui, apakah kondisi Anda sudah cukup siap dan sehat untuk dijadikan rumah bagi si bayi.

    Namun jika memang ditemukan masalah ketidaksuburan, dokter pun tidak akan tinggal diam. Dari data tersebut, dokter akan memberikan saran yang sesuai dengan permasalahan Anda. Misalnya, saran perawatan atau terapi, mengkonsumsi asam folat, mengurangi kebiasaan merokok, alkohol, dan narkoba, dan sebagainya lagi.

     

    3. Menyiapkan psikis yang sehat dan bebas dari stres harus dilakukan sebelum hamil. Pemeriksaan pra konsepsi bahkan mampu membantu Anda menyelesaikan masalah ini.

    Hati senang juga kunci kesuburan - via women-online.nl
    Hati senang juga kunci kesuburan – via women-online.nl

    Selain pemeriksaan yang bersifat fisik, dokter juga akan melihat riwayat emosi dan sosial Anda. Bagian ini pun tak akan kalah penting dibandingkan dengan riwayat kesehatan yang berkaitan dengan fisik Anda. Ya, pemeriksaan terkait psikis. Dokter akan menanyai apakah Anda memiliki sejarah kekerasan. Baik itu kekerasan seksual, verbal, atau kekerasan fisik seperti dipukul atau dicelakai. Apakah itu pernah terjadi di lingkungan hubungan rumah tangga atau pada masyarakat umum.

    Salah satu syarat agar organ reproduksi subur dan dapat mencapai kehamilan adalah tidak mengalami stres. Jika kondisi psikologis saja masih terguncang dengan masalah-masalah semacam itu, bukan tidak mungkin tingkat kesuburan Anda juga akan berkurang sedikit demi sedikit. Padahal, ibu hamil pun dituntut untuk selalu merasa senang agar seluruh kerja organ tubuh bekerja maksimal dan baik.

     

    Bagaimana ledis? Sudah cukup memahami apa gunanya pemeriksaan pra konsepsi? Ternyata, pemeriksaan pra konsepsi tak kalah penting dengan pemeriksaan saat kehamilan bukan? So, segeralah bersiap diri mulai sekarang. Siapkan segenap pertanyaan yang ingin ledis konsultasikan dengan dokter. Jika perlu, ajak pula suami!

    Jangan pernah menyimpan pertanyaan karena merasa pertanyaan tersebut memalukan. Tidak akan ada pertanyaan yang memalukan karena sesi konsultasi toh merupakan sesi yang cukup privat. Dokter pun telah cukup berpengalaman menghadapi semua pasangan yang masih sangat awam dengan masalah-masalah tertentu.

    Selamat mencoba Ledis! Semoga berhasil!

  • 4 Rencana Keuangan yang Wajib Dilakukan Sebelum hamil

    4 Rencana Keuangan yang Wajib Dilakukan Sebelum hamil

    Ledisia.com – Belakangan ini, banyak sekali pasangan muda-mudi yang telah menikah dan ingin segera memiliki momongan. Mereka sama sekali tidak berpikir untuk menunda kehamilan. Tapi begitu membayangkan masalah finansial, keraguan pun tiba-tiba datang. Ada pula yang malah mundur teratur dan berfokus untuk mengumpulkan biaya lebih dahulu.

    Mereka yang ragu dan memilih menunda momongan biasanya telah sadar bahwa harus ada persiapan khusus sebelum memiliki anak. Apalagi biaya kebutuhan hidup di jaman sekarang semakin tinggi. Nanti bila kehamilan telah datang, maka  anda sudah harus memikirkan biaya perawatan kehamilan, persalinan, pra persalinan, hingga biaya-biaya untuk si anak sampai bisa mandiri.

    Tanpa Perlu Menunda Momongan, Rencana Keuangan Ini Dapat Menjauhkan Anda Dari Kesulitan Finansial Setelah Bayi Lahir

    Sebenarnya Anda dan suami tak usah ragu merencanakan kehamilan, apalagi sampai-sampai punya rencana menunda punya momongan hanya karena masalah finansial. Jika saja empat rencana keuangan ini segera dijalankan setelah menikah, maka kesulitan finansial setelah kehamilan dan setelah sang buah hati lahir ke dunia pun tak perlu terjadi.

     

    1. Masa sebelum dan setelah menikah pasti berbeda. Mengurangi kebiasaan konsumtif di luar rumah bisa membuat tanjakan pengeluaran tidak terlalu tinggi

    Tak perlu belanja sampai kalap begini - via retaillightinganddesign.com
    Tak perlu belanja sampai kalap begini – via retaillightinganddesign.com

    Pengeluaran seseorang yang telah menikah dan belum menikah bisa dipastikan akan berbeda. Sebelum menikah, akan ada banyak sekali pengeluaran untuk bersenang-senang atau sekedar memenuhi gaya hidup. Untuk makan, misalnya. Saat Anda masih lajang, akan sangat mudah tergoda untuk sering makan di mall dan mencoba makanan-makanan yang tengah tren di masyarakat modern.

    Semenjak menikah, jangan lakukan hal semacam ini sering-sering. Sebenarnya Anda bisa saja makan di tempat yang lebih sederhana. Bahkan memasak sendiri pun selain sehat, juga memberikan efek rekreatif yang menyenangkan hati.

    Berbelanja pakaian dan gadget pun begitu. Bukan berarti Anda dan suami dilarang untuk membeli barang-barang dambaan anda tersebut. Namun jika tidak terlalu penting, apa iya harus sekali dibeli? Atau jika penting sekali, mencoba mendapatkan harga terjangkau atau alternatif lainnya pun bisa membuat Anda menyimpan sisa uang untuk ditabung.

    Intinya, dalam berumah tangga tidak terlalu penting untuk mengedepankan gaya hidup. Memilih merek bagus dengan harga mahal mungkin perlu menurut Anda. Tapi melupakan prioritas masa depan anak dan keluarga pun jangan pernah diabaikan.

     

    2. Selain menghentikan kebiasaan konsumtif, mempersiapkan pos-pos pengeluaran yang diperlukan di masa depan juga penting. Besar pasak daripada tiang bisa dihindari dengan cara ini

    Merencanakan deposito untuk kebutuhan khusus bisa dicoba - via lovecen.com
    Merencanakan deposito untuk kebutuhan khusus bisa dicoba – via lovecen.com

    Jika sebelumnya Anda dan suami sudah punya persediaan anggaran, lebih baik mulailah untuk mengevaluasi anggaran tersebut mulai sekarang. Bisa jadi, ada yang perlu dirombak dan dikoreksi apalagi setelah hadirnya sang buah hati. Anda harus tahu pasti dari mana saja sumber pendapatan diraih dan untuk apa saja pendapatan itu nanti dimanfaatkan. Pemanfaatan dana ini pun sebaiknya dibuat dalam pos-pos tertentu. Setiap posnya, Anda bisa menentukan nominal anggaran yang wajar. Diharapkan, nantinya tidak akan ada pengeluaran lebih daripada anggaran tersebut.

    Mana yang akan menjadi pos dana darurat, mana yang untuk asuransi kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hiburan atau piknik, dan lain sebagainya. Mungkin juga Anda memiliki keinginan terpendam untuk memulai usaha. Tentu saja pos untuk mengumpulkan modal juga dibutuhkan. Pastikan setiap pendapatan yang Anda terima dari gaji bulanan maupun di luar gaji bulanan dapat disisihkan ke pos-pos tersebut dan tidak hanya habis untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

     

    3. Jika Anda memilih berhenti bekerja, mulailah berlatih membiasakan diri hidup dari satu pendapatan sejak dini

    Bekerja sambil mengasuh anak di rumah - via lepotaizdravlje.rs
    Bekerja sambil mengasuh anak di rumah – via lepotaizdravlje.rs

    Setelah melahirkan nanti, pilihan untuk tetap bekerja atau tidak kembali pada pribadi Anda masing-masing. Beberapa wanita ada yang memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan fokus untuk mengurus bayi. Baginya, setiap perkembangan anak tidak boleh dilewatkan sedikit pun. Menggunakan jasa babysitter atau pembantu pun tidak selalu jadi pilihan yang baik. Menitipkan bayi yang masih kecil dibutuhkan kepercayaan yang sangat tinggi. Jika babysitter atau pembantu yang dipilih tak berdedikasi, bukan tidak mungkin si kecil atau Anda yang dirugikan.

    Namun ada pula yang memilih tetap bekerja seperti biasa. Setelah melahirkan, wanita mengambil cuti sekitar 1-3 bulan. Usai masa cuti, mereka bekerja lagi dan sang buah hati akan dititipkan pada babysitter/pembantu terpercaya atau ke orang tua. Sangat jarang sekali wanita membawa serta buah hatinya ke kantor dan mengasuhnya sambil bekerja.

    Kemungkinan akan ada masalah finansial yang dirasakan jika wanita memilih untuk tidak bekerja lagi, khususnya pekerja kantoran. Ada beberapa pilihan untuk Anda yang ingin bekerja namun dapat tetap mengasuh anak. Misalnya, wirausaha dari rumah atau freelance. Beberapa ibu rumah tangga ditengarai mampu membangun bisnis online yang sukses, sekaligus mengasuh dan mendidik anak dengan baik.

    Tapi jika Anda ingin tetap menjadi ibu rumah tangga saja, Anda harus mampu mengatur keuangan keluarga secara efisien. Ya, wanita sebagai ibu rumah tangga harus bisa mengatur finansial karena merekalah ujung tombak operasional keluarga. Ia yang akan membelanjakan pendapatan untuk kebutuhan keluarga dan memastikan seluruh kebutuhan penting terpenuhi.

    Bila sang buah hati sudah besar dan siap dilepaskan, terkadang keinginan untuk berkarir mulai muncul lagi. Inilah yang perlu dipertimbangkan. Sebab ada beberapa perusahaan yang sulit menerima wanita yang telah menikah dan memiliki anak. Sedangkan itu, CV Anda pun sempat kosong selama beberapa waktu.

    Apapun itu pilihannya, pastikan buah hati Anda tetap diasuh dengan baik dan cukup mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya. Plus, jangan sampai terlalu merepotkan orang lain dan keuangan tetap aman terjaga!

     

    4. Pikirkan biaya pendidikan anak hingga mencapai kuliah. Bukannya jadi beban, tapi ini adalah motivasi agar Anda senantiasa mengupayakan pendidikan terbaik bagi sang buah hati

    Yang terbaik untuk buah hati - via saleswithnathan.com
    Yang terbaik untuk buah hati – via saleswithnathan.com

    Seakan tak akan ada habisnya pos-pos pengeluaran keluarga baru Anda nanti, masih ada lagi biaya pendidikan yang harus Anda dan suami pikirkan dari sekarang. Mungkin saat ini Anda belum mengandung dan melahirkan anak. Tapi bukan berarti Anda bisa bersantai-santai. Percayalah jika si buah hati sudah lahir, waktu akan terasa begitu cepat. Sang anak akan memasuki masa-masa playground, TK, SD, SMP, SMA, dan jenjang kuliah. Masa-masa ini tidak terasa datangnya, sama seperti Anda yang baru kemarin bersekolah dan kini telah menikah.

    Tentunya Anda dan suami setuju bukan jika akan selalu mengupayakan pendidikan tertinggi untuk sang buah nanti? Siapa yang tak senag jika buah hati mereka memiliki masa depan cerah? Karena biaya pendidikan akan semakin tinggi, jangan lantas menjadikannya beban. Sebaliknya buatlah ini sebagai cambukan agar Anda dan suami rajin mengumpulkan dan mengelola uang untuk prioritas sang buah hati.

     

    Memiliki anak memang tidak bisa tanpa biaya sama sekali. Namun alangkah baiknya, hal ini tidak membuat Anda dan suami ketakutan menghadapi masa depan berkeluarga. Bila perencanaan keuangan telah matang karena kerap dilatih dan dipraktekkan sejak dini, yakinlah upaya Anda tak akan sia-sia. Senyum manis pasti terkembang melihat sang buah hati nanti tumbuh baik dalam lindungan orang tua yang sangat mencintainya! Semoga bermanfaat!

  • 4 Trik Agar Perencanaan Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    4 Trik Agar Perencanaan Kehamilan Anda Tidak Sia-Sia

    “Semoga usaha meraih kehamilan ini segera mendapatkan hasil. Amin.”

    Ledisia.com – Barangkali itulah doa yang selalu Ledisian dan suami panjatkan setiap malam, sebelum tidur. Ya, doa yang intinya agar segala usaha untuk mendapatkan momongan tidak berakhir sia-sia. Bayangkan saja! Segala daya upaya dan usaha keras sudah ditempuh. Tentu saja besar harapan Anda agar bisa segera mewujudkan mimpi menimang bayi. Lantas, Anda sudah tak sabar sembari menghitung hari kapan kabar baik itu akan segera datang.

    Usaha dan doa memang tak boleh putus bagi para Ledisian yang sedang merencanakan kehamilan. Tentunya, Anda dan suami tidak ingin bukan jika rencana kehamilan itu berubah sia-sia? Atau tiba-tiba saja, kehamilan sudah datang namun muncul permasalahan-permasalahan lain yang tak terduga? Nah! Sebelum itu terjadi, Ledisia.com akan berbagi 4 trik yang dapat membantu anda agar segera mendapatkan kehamilan!

     

    Karena Kerja Keras Sudah Maksimal, 4 Trik Ini Perlu Dicoba Agar Rencana Kehamilan Tak Jadi Sia-Sia

     

    1. Menemui dokter terpercaya tak harus saat tubuh sakit. Cobalah menguji kesehatan Anda secara menyeluruh supaya rahim tidak ringkih terhadap penyakit.

    Menemui dokter terpercaya tak harus saat tubuh sakit. Cobalah menguji kesehatan Ledis secara menyeluruh supaya rahim tidak ringkih terhadap penyakit
    Rutin medical check up ke dokter  via i8.babygaga.com

    Kehamilan sempurna bisa Anda dapat jika tubuh sehat senantiasa. Kesehatan pun dituntut selalu prima dari awal mula perencanaan kehamilan hingga nanti bayi sudah lahir dan menyusui. Namun, Anda tahu bukan jika kesehatan yang prima tidak datang begitu saja? Bahkan tanpa disadari, tubuh kita mungkin saja nampak bugar namun memiliki potensi penyakit tertentu.

    Itulah mengapa Ledisia.com menyarankan untuk menemui dokter kepercayaan Anda. Berkonsultasilah dengannya tentang niat dan bagaimana rencana kehamilan Anda dan suami. Mintalah juga tes genetik untuk memastikan bagaimana kondisi tubuh Anda sebelum merencanakan kehamilan. Apakah benar rahim Anda sudah benar-benar siap atau sehat untuk didiami si calon jabang bayi. Atau adakah penyakit keturunan/genetik yang membuat Anda riskan untuk mengandung dan melahirkan bayi. Hal yang sama juga berlaku untuk suami Anda.

    Jika memang memiliki potensi penyakit tertentu, bukankah Anda dan suami bisa segera menuntaskannya terlebih dahulu? Dan jika memang Anda diharuskan menjalani pengobatan atau terapi dalam jangka waktu lama sebelum benar-benar memiliki anak, paling tidak Anda bisa menyiapkan mental dan fisik dahulu sebelum merencanakan kehamilan.

    Bukannya ingin menakut-nakuti. Tapi bukankah mengetahui, mencegah, mengantisipasi, dan mempersiapkan sejak dini adalah langkah baik sebelum apapun yang terburuk terjadi? Meski trik ini mungkin akan sedikit merogoh kocek, tapi percayalah kalau Anda akan lega melihat hasilnya! Tes ini pun rata-rata hanya membutuhkan sampel darah atau liur dan terkadang layanan ini sudah tercakup dalam jaminan kesehatan!

     

    2. Masa paling indah untuk merencanakan kehamilan adalah pada masa subur. Oleh karenanya, jangan sampai waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur.

    Masa paling indah untuk merencanakan kehamilan adalah pada masa subur. Oleh karenanya, jangan sampai waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur
    Jangan biarkan waktu-waktu ovulasi dibiarkan terkubur via pressrs.ba

    Sudah bukan rahasia lagi kalau masa subur menjadi waktu yang dinanti-nanti untuk perencanaan kehamilan. Inilah masa ideal untuk pasangan suami istri melakukan hubungan seksual. Di masa inilah, sel telur pada organ reproduksi wanita terlepas dari ovarium dan siap dibuahi. Lalu, kapan sebenarnya masa ovulasi Anda? Untuk mengetahuinya, Anda dapat membaca kembali artikel Ledisia.com tentang “3 Hal Remeh Yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda“.

    Sel telur dan sperma dapat diibaratkan permainan dart. Jika sel sperma adalah panah yang dilempar, maka sel telur adalah papannya. Ketika Anda tahu kapan waktunya ovulasi, itu artinya Anda bisa mengatur berapa derajat dan sejauh apa panah dilempar. Sekaligus juga, teknik melempar dan posisi papan yang tepat pun bisa dibuat pas agar panah langsung melesat ke pusat papan dart. Bukankah ini lebih baik dibandingkan dengan asal saja melempar panah dan menunggu-nunggu kapan waktu memberitahu kehamilan tiba?

     

     

    3. Setelah tahu pasti kapan berovulasi, jangan malas mencoba lagi. Rajin berhubungan seksual di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi.

    Setelah tahu pasti kapan berovulasi, jangan malas mencoba lagi. Rajin berhubungan seksual di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi
    Rajin berhubungan di masa ovulasi membuat kehamilan terasa sebentar lagi via s2.gigacircle.com

    Jika waktu ovulasi saja sudah bisa diketahui, maka kini tinggal mengatur waktu saja kapan Anda dan suami bisa rajin-rajin melakukan hubungan seksual. Waktu itu adalah tiga hari sebelum masa ovulasi ditambah satu hari pertama di masa ovulasi. Sperma sendiri bisa bertahan selama tiga sampai enam hari dalam tubuh wanita, sedangkan sel telur hanya bisa bertahan sehari. Maka jika Anda berhubungan seksual pada hari Jumat, maka ia dapat bertahan pada tuba falopi dan menunggu pertemuannya dengan sel telur hingga hari Senin bahkan sampai Kamis.

    Jika masih tidak yakin kapan masa subur akan tiba, trik sederhananya adalah melakukan rajin melakukan hubungan seks setiap hari. Cara ini mungkin untuk menggempur seluruh masa subur Anda. Dengan hubungan seksual yang sesering ini, berarti Anda akan memiliki banyak sperma yang siap menunggu di saluran tuba falopi setiap harinya. Lantas, sel sperma akan siap siaga bertemu dengan sel telur setiap sel telur terlepas dari ovarium.

     

     

    4. Masa subur akan sia-sia jika sang suami tak prima. Karenanya, pastikan kualitas sperma ada di posisi siaga.

    Masa subur akan sia-sia jika sang suami tak prima. Karenanya, pastikan kualitas sperma ada di posisi siaga
    Optimalkan kualitas sperma via footage.framepool.com

    Merencanakan kehamilan tak sesempit perkara sel telur saja. Kualitas sel sperma yang maksimal juga dituntut selalu ada. Sperma yang baik untuk kehamilan yang sukses adalah yang sehat, kuat, dan berlimpah. Namun, jangan khawatir! Untuk mendapatkan sperma yang sehat dan dalam cadangan berkecukupan, berikut inilah cara agar suami Anda bisa mendapatkannya:

    4.1 Mengurangi konsumsi alkohol dan minuman keras

    Studi menunjukkan bahwa mengkonsumsi alkohol dan minuman keras setiap hari dapat menurunkan kadar testosteron dan jumlah sperma. Sebaliknya, jumlah sperma yang abnormal malah akan semakin meningkat. Padahal sperma yang seperti ini kurang baik kualitasnya untuk membuahi sel telur.

    4.2 Tembakau dan narkoba jadi daftar selanjutnya yang harus dihentikan

    Tembakau tidak hanya buruk untuk pernapasan Anda dan orang-orang di sekitar. Sedangkan narkoba sendiri dikenal dapat mengkacaukan seluruh sistem dalam tubuh, bahkan dapat mengancam nyawa orang yang mencanduinya. Dari segi reproduksi manusia sendiri, keduanya dikenal berpengaruh untuk kualitas sperma. Fungsi sperma pun akan memburuk jika keduanya tak kunjung dihentikan sebelum masa perencanaan kehamilan.

    4.3 Sama halnya seperti si istri, suami harus mencukupi diri dengan makanan yang bernutrisi

    Sayur dan buah-buahan adalah makanan yang dari kecil, dinasehatkan oleh orang tua kita agar tak lupa dikonsumsi. Nyatanya, nasehat itu pun berlaku hingga kini untuk para pria dan wanita yang merencanakan kehamilan.

    Apabila menilik dari sumber kandungannya, Ledis dan suami jangan lupa untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung nutrisi seperti zink, asam folat, kalsium, dan vitamin C dan D. Seluruh nutrisi tersebut akan membantu para suami menciptakan sel sperma yang berlimpah, kuat, dan mudah bermobilitas menuju sel telur.

    4.4 Hindari sauna, berendam air panas, serta mandi air panas agar testis tak turut memanas

    Seperti yang sudah pernah dibahas pada artikel “10 Hal Yang Harus Dihindari Saat Merencanakan Kehamilan“, kolam air panas, sauna, dan mandi air panas wajib dihindari karena dapat membunuh sperma. Testis sendiri sangat sensitif terhadap kenaikan suhu. Oleh karenanya, aktivitas seperti bersepeda dan menggunakan celana ketat juga perlu dihindari sementara waktu karena turut membuat testis mengalami kenaikan suhu. Testis sendiri berfungsi paling baik pada suhu 94-96 derajat Fahrenheit, beberapa derajat lebih dingin dari suhu tubuh normal.

     

     

    Jika Ledis berencana hamil secara alami (tanpa perlakuan khusus dari dunia medis atau dokter, seperti bayi tabung), itu sangat mungkin terjadi dalam tiga bulan pertama setelah hubungan seksual. Sekitar 6 dari 10 pasangan melakukan perencanaan semacam itu. Setelah itu, Ledis bisa terus rajin mencoba jika belum mendapatkan hasil juga.

    Namun, pertimbangkan usia Ledis pula. Sebab tingkat kesuburan pada wanita akan mulai menurun setelah usia 35 tahunan. Jika memang usia Ledis begitu adanya, rajin berkonsultasi pada dokter spesialis kandungan adalah jawaban jika sudah lebih dari enam bulan hubungan seksual tidak segera mengandung. Dan jika usia Ledis berada di antara 30-35 tahun, terus mencoba selama satu tahun sebelum mencari bantuan ada baiknya dilakoni terlebih dulu. Namun jika sudah sabar menunggu dalam jangka waktu tersebut dan belum juga menghasilkan apapun, buat apa menunggu? Segeralah meminta bantuan dari dokter spesialis terpercaya!

  • 3 Hal Remeh yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda

    3 Hal Remeh yang Akan Menunjukkan Kapan Masa Ovulasi Anda

    Ledisia.com – Ketika wanita sedang berovulasi (masa subur di mana sel telur lepas dari ovarium wanita), sel telur memiliki kesempatan untuk dibuahi oleh sperma. Ketika sel telur tersebut berhasil dibuahi, maka Anda sudah bisa dikatakan hamil!

    Ngomong-ngomong soal masa subur, setiap orang yang merencanakan kehamilan selalu bertanya-tanya.

    Kapankah saya akan memasuki masa subur?

    atau

    Adakah cara akurat untuk menentukan kapan saya mengalami masa subur?

    Sebenarnya, Anda akan mengalami masa paling subur semenjak dua hingga tiga hari sebelum berovulasi dalam jangka waktu atau periode ovulasi Anda. Jika Anda tahu kapan akan berovulasi, tentunya tidak sulit untuk menentukan kapan waktunya Anda paling subur dan waktu terbaik untuk melakukan hubungan seksual dengan suami. Dengan begitu, peluang Anda untuk hamil pun semakin tinggi.

    Jangan khawatir! Ledisia.com akan berbagi 3 cara sederhana yang dapat memberikan petunjuk tentang kapan sesungguhnya waktu ovulasi Anda sebagai berikut:

    1. Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya, merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni

    Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni.
    Menghitung mundur hari periode menstruasi Anda selanjutnya merupakan langkah pertama yang paling simpel dilakoni via media.bonnint.net

    Cara termudah untuk memperkirakan waktu Anda berovulasi, tentu saja dengan menghitung mundur hari. Caranya adalah cari tahu kapan periode menstruasi Anda selanjutnya terjadi. Setelah diketahui kapan periode Anda selanjutnya, hitung mundur 12 hari dan tambahkan dengan empat hari setelahnya. Lima hari itulah masa ovulasi Anda kemungkinan besar terjadi.

    Berdasarkan hitungan seperti itu, berarti jika siklus menstruasi Anda setiap 28 hari, ada kesempatan di mana Anda akan berovulasi pada hari ke-14 (hari 1 adalah hari pertama periode Anda, sedangkan hari 28 adalah hari terakhir sebelum hari sebelum hari 1 untuk periode berikutnya Anda.

    Namun, ada satu catatan untuk cara yang satu ini. Jika periode menstruasi Anda sering tidak teratur, metode ini tidak akan bisa bekerja untuk Anda.

    2. Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu basal tubuh dan kapan Anda mengalami keputihan.

    Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu tubuh basal dan kapan Anda mengalami keputihan.
    Lacak dan buatlah grafik sinyal tubuh Anda berdasarkan suhu basal tubuh dan kapan Anda mengalami keputihan via pinimg.com

    Selain mengetahui waktu ovulasi dengan cara menghitung mundur hari, ada cara yang lebih akurat untuk mengetahui kapan Anda akan berovulasi. Cara yang dimaksud adalah melacak pola suhu tubuh dan keputihan Anda untuk satu atau dua siklus. Ini adalah cara yang sangat alami dan tentu saja gratis. Namun Anda perlu bersabar saat menggunakan cara ini karena membutuhkan waktu dan usaha khusus.

    Jika kedua hal tadi senantiasa Anda pehatikan, bahkan Anda catat setiap hari, niscaya Anda bisa melihat pola tertentu yang dapat membantu Anda memprediksi waktu ovulasi selanjutnya.

    Agar Segera Menimang Bayi, 3 Cara Remeh Nan Mudah Ini Layak Anda Lakukan Untuk Mengetahui Masa Ovulasi

    1. Suhu tubuh

    Suhu basal tubuh meningkat beberapa hari setelah ovulasi
    Suhu basal tubuh meningkat beberapa hari setelah ovulasi via parenting.com

    Anda mungkin tidak begitu merasakan perubahan berarti pada tubuh Anda. Namun beberapa hari setelah Anda berovulasi, suhu basal tubuh Anda akan meningkat. Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh terendah Anda yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau dalam keadaan istirahat (tidur). Pengukuran suhu basal dilakukan pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya.

    Suhu normal tubuh sebelum ovulasi berkisar pada angka 35,5-36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi, suhu akan turun terlebih dahulu dan kemudian naik menjadi 37-38 derajat Celcius. Setelah itu, ia tidak akan kembali turun lagi pada suhu 35 derajat Celcius. Pada saat itulah terjadi masa subur atau ovulasi.

    Meskipun begitu, kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terjadi sekitar 3-4 hari saja. Setelahnya, suhu akan turun kembali sekitar 2 derajat Celcius dan kembali pada suhu tubuh normal semula sebelum menstruasi. Ini karena produksi progesteron telah menurun dibanding sebelumnya.

    Anda dapat mendeteksi suhu basal tubuh Anda dengan termometer khusus bernama termometer basal. Termometer ini dapat ditemukan di apotek-apotek terdekat. Termometer basal ini dapat digunakan secara oral, per vagina, atau melalui dubur dan ditempatkan pada lokasi serta waktu yang sama selama 5 menit saja.

    2. Keputihan

    Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks
    Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks via 4.bp.blogspot.com

    Keputihan yang akan Anda lacak adalah lendir serviks, yang mana lendir ini dapat berubah secara substansial selama siklus Anda. Dari banyaknya hari dalam sebulan, Anda mungkin akan mendapati keputihan dengan lendir yang sangat sedikit dan terasa kering. Namun mendekati waktu ovulasi, Anda akan melihat lebih banyak lendir serviks. Kenampakannya pun sangat jelas, licin, dan elastis. Bentuknya pun mirip seperti putih telur pada telur ayam mentah.

    3. Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi yang singkat digunakan.

    Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi
    Tes level atau kadar hormon Anda dengan alat prediktor ovulasi via foxnews.com

    Metode yang lebih akurat lagi untuk memprediksi ovulasi adalah menguji kadar hormon Anda dengan alat prediksi ovulasi. Alat ini berbentuk mirip alat tes kehamilan. Anda hanya tinggal mengecek urine Anda menggunakan alat ini dan kemudian alat ini akan memberi tahu hasilnya lewat garis indikator.

    Alat ini akan memberikan hasil positif sebelum Anda berovulasi dan dapat menunjukkan Anda perkiraan waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan. Cara kerja alat ini dengan menguji tingkat hormon luteinizing (LH). Jika kadarnya sudah naik, maka salah satu dari beberapa ovarium Anda akan segera melepaskan sel telur.

    Ternyata, begitu mudah dan sederhana bukan untuk mengetahui kapan Anda akan berovulasi? Setelah ini, pilihan kembali lagi ke Anda. Ingin mencoba salah satu atau ketiganya pun, sah-sah saja. Yang penting, jangan pernah berhenti berusaha demi mendapatkan momongan dan hindari stres. Niscaya, Anda akan mendapati masa kesuburan yang efektif untuk mewujudkan mimpi menggendong momongan.